Publication Search

59,950 articles from 482 journals · 1,579 citations tracked

Showing 1-3 of 3

Analytics

Irdati Ainina Fataya; Veni Indrawati

Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi 2025 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Breast milk (ASI) is the primary and best food for infants because it contains almost all the nutrients in the right composition to meet the needs of the baby for optimal growth and development. Breastfeeding mothers require additional nutrients such as carbohydrates, protein, and iron. One of the food ingredients that contains carbohydrates, protein, and iron is sorghum and katuk leaves. Sorghum is rich in carbohydrates and protein, while katuk leaves contain lactagogue, which helps increase breast milk production. This study aims to analyze the effect of sorghum flour substitution and the addition of katuk leaves in wet noodles on the level of preference, organoleptic quality, and nutritional content of wet noodles as an alternative food for breastfeeding mothers. This study used a true experimental method with a 3x2 factorial design, involving three levels of sorghum flour substitution (10%, 20%, 30%) and two levels of katuk leaf flour addition (2%, 4%). A preference test was conducted with 35 panelists, while an organoleptic quality test was conducted with 25 panelists using a hedonic scale, analyzed with Friedman, Wilcoxon, and Two-Way Anova tests. The results showed that sorghum flour and katuk leaf flour substitutions significantly affected preference levels in terms of color, aroma, texture, and taste, with formula X1Y1 being the most preferred. Sorghum flour and katuk leaf flour substitution affected the organoleptic quality parameters of color and texture but did not influence aroma and taste. The best nutritional content of noodles from the preference test in formula X1Y1 (10% sorghum, 2% katuk leaves) per 100 grams was 6.08% protein, 42.51% carbohydrates, and 3.11% iron.

Umi Kalsum; Dwi Ghita

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2022 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

ASI (Air Susu Ibu) merupakan makanan alami yang kaya akan nutrisi lengkap sesuai kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan bayi dengan komposisi yang seimbang. Menurut WHO (World Health Organization) dan UNICEF ASI adalah kebutuhan nutrisi yang diberikan kepada bayi usia 0-6 bulan pertama tanpa ada makanan tambahan baik itu berbentuk cairan maupun lainnya. Manfaat ASI untuk ibu adalah mencegah risiko kanker payudara. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberi informasi atau pengetahuan kepada masyarakat tentang pentingnya pemberian ASI Eksklusif pada bayi dan ibu. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan di Posyandu Flamboyan VI dengan menggunakan metode Ceramah dan Tanya jawab seputar tentang ASI kepada Kelompok sasaran. Sebanyak 25 responden (100%), diperoleh 90% responden memiliki pengetahuan dengan kategori baik. Sosialisasi tentang ASI Eksklusif merupakan wujud dalam pemberian informasi kepada setiap ibu yang memiki bayi maupun calon ibu.    

Sutrani Syarif

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

ASI merupakan makanan utama bayi sehingga tidak ada jenis makanan lainnya yang dapat menandingi kualitas ASI. Hanya ASI saja yang dapat diterima oleh system pencernaan bayi sehingga ASI harus diberikan secara eksklusif selama 6 bulan. Untuk mengetahui efektifitas pemberian sari kurma terhadap kelancaran ASI ibu postpartum di Puskesmas Minasa Upa Mkassar. Metode penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group Design dan dilaksanakan pada tanggal 15 Juli sampai 15 September 2020. Metode pengambilan sampel yanhg digunakan adalah purposive sampling. Sampel penelitian ini adalah ibu post partum yang ASInya tidak lancar berjumlah 30 responden. Analisa data menggunakan uji Chi-Square (α = 0,05). Berdasarkan hasil uji statistic pada kelompok intervensi didapatkan nilai mean sebelum 1,60 dan mean setelah 2,93 terdapat selisih 1,33 sedangkan pada kelompok control didapatkan nilai mean sebelum 1,80 dan mean setelah 1,93 terdapat selisih yaitu 0,13. Berdasarkan uji Chi-Square kelancaran ASI ibu post partum diperoleh nilai ρ = 0,000. Nilai ρ lebih kecil dari 0,05 (ρ=0,00 < 0,05), maka Ho ditolak dan Ha diterima. Ada efektifitas pemberian sari kurma terhadap kelancaran ASI ibu post partum di Puskesma Minasa Upa Tahun 2020. Maka disarankan agar ibu post partum dapat mengkonsumso sari kurma agar dapat memperlancara ASI ibu post partum yang menyusui, dan diharapkan pada petugas kesehatan malakukan penyulihan tentang manfaat dari kandungan sari kurma.