Publication Search

73,319 articles from 713 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 42

Analytics

Ulina, Febriani; Setiawan, Yusak Agus

Jurnal Silih Asuh : Teologi dan Misi 2026 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pembelajaran Pendidikan Agama Kristen dalam menerjemahkan konsep-konsep teologis yang abstrak agar sesuai dengan perkembangan kognitif peserta didik usia sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya penanaman iman sejak dini dalam keluarga sebagai ecclesia domestica, yang kemudian dilanjutkan secara sistematis dalam pendidikan formal. Namun, pada jenjang sekolah dasar, pembelajaran Pendidikan Agama Kristen menghadapi tantangan karena materi teologis yang bersifat abstrak tidak selalu selaras dengan kemampuan berpikir anak. Berdasarkan teori perkembangan kognitif Jean Piaget, anak usia 7–12 tahun berada pada tahap operasional konkret, sehingga membutuhkan pendekatan pembelajaran yang kontekstual dan berbasis pengalaman nyata. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan hermeneutika-pedagogis untuk menganalisis strategi pengajaran Yesus dalam Injil Markus 4:1–33. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yesus menerapkan strategi pembelajaran yang efektif melalui pengelolaan ruang belajar (spasial), penggunaan perumpamaan sebagai media naratif, serta pendekatan dialogis-partisipatif. Strategi ini memungkinkan terjadinya jembatan antara konsep abstrak Kerajaan Allah dengan realitas konkret kehidupan pendengar. Dengan demikian, integrasi antara pemahaman teks Alkitab dan pendekatan pedagogis yang sesuai dengan perkembangan kognitif menjadi kunci dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen yang efektif. Penelitian ini menegaskan bahwa guru Pendidikan Agama Kristen perlu mengembangkan strategi kreatif dan kontekstual agar nilai-nilai iman tidak hanya dipahami secara kognitif, tetapi juga dihayati dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari peserta didik.

Dewi, Kirana Isna; Falasifa, Ima Muhimmah; Nafasya, Faren Tresandra; Dewi, Kirana Isna; Falasifa, Ima Muhimmah +1 more

JUISI : Jurnal Ilmiah Sistem Informasi 2026 LPPM Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan telah memberikan dampak signifikan pada berbagai sektor, termasuk sektor pendidikan. Salah satu implementasi kecerdasan buatan yang banyak digunakan adalah chatbot, program perangkat lunak yang dirancang untuk mensimulasikan percakapan melalui teks atau suara. Dalam pendidikan, chatbot berfungsi sebagai jembatan komunikasi antara manusia dan sistem digital, yang sangat populer berkat kemajuan dalam kecerdasan buatan, pembelajaran mesin, jaringan saraf, dan pemrosesan bahasa alami. Kondisi ini menunjukkan bahwa chatbot telah menjadi bagian penting dari transformasi pendidikan digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tren, topik, dan peran chatbot dalam pendidikan digital melalui pendekatan kajian literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah Grounded Theory Literature Review. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan dan menyeleksi artikel ilmiah berdasarkan kata kunci terkait chatbot dan pendidikan, kesesuaian tahun publikasi, topik, dan kelayakan sumber. Setiap artikel diekstraksi informasinya untuk memperoleh gambaran mengenai distribusi artikel sesuai tahun publikasi, metode penelitian yang digunakan, fokus tingkat pendidikan, perkembangan topik penelitian, serta peran chatbot dalam proses belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan minat terhadap penggunaan chatbot di berbagai jenjang pendidikan, terutama terkait pengetahuan umum, pembelajaran bahasa, pembelajaran daring, dan keterampilan kognitif. Temuan ini memberikan kontribusi dalam memahami perkembangan chatbot sebagai bagian dari pendidikan digital dan memberikan implikasi bagi pengembangan teknologi pembelajaran yang lebih adaptif dan responsif.

Nikmatul Khoiriyah; Muhammad Sholih Hafidhuddin; Muh Fatahillah Suparman

AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keseimbangan antara akal dan hati yang mencakup aspek emosional dan spiritual dalam Pendidikan nislam pada siswa MBS Jatinom Klaten. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi langsung terhadap kehidupan siswa di asrama, masjid, dan sekolah. Subjek penelitian terdiri dari sekitar -+ 200 siswa yang setara jenjang SMP dan SMA. Hasil penelitian menunjukan semangat dan fokus belajar siswa cenderung mengalami naik turun. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi emosi, metode pembelajaran guru, dan interaksi sosial antar siswa. Kegiatan spiritual seperti sholat jama’ah, dzikir, halaqoh Qur’an, dan ta’lim berperan dalam pembentukan ketenangan batin dan membantu menstabilkan emosi siswa, sehingga akan berdampak positif terhadap sikap dan konsentrasi belajar. Penelitian ini menegaskan bahwa Pendidikan islam yang ideal perlu mengintegrasikan antara akal, emosi, dan spiritual secara seimbang untuk membentuk siswa yang cerdas, berakhlak dan memiliki kesadaran diri yang baik

Pranidhi, Dharmika; Wijaya Halim, Hadi

Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) 2025 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

This study aims to examine in depth how gender equality values are integrated into Buddhist Religious Education (PAB) at the junior high school level, based on the Merdeka Curriculum. Through a content analysis approach to character representation, women's roles, language, visual illustrations, access to Dhamma education, gender equality values, role models of female characters, students' critical reflections, and narrative-visual consistency, this study identifies significant gaps in gender representation. Using a qualitative approach, data were collected through content analysis of PAB textbooks for grades VII–IX and interviews with three Dharma teachers in Jakarta. The results show that the representation of female characters in the textbooks is very limited and the learning narratives tend to be normative without addressing structural aspects of gender inequality. The findings indicate the dominance of male characters, the lack of functional narratives about nuns and women, and the use of language and illustrations that tend to reinforce traditional gender stereotypes. Although there are attempts to mention gender equality in some chapters, the integration is not comprehensive and consistent across the materials. This article recommends the development of a more inclusive curriculum and teaching materials, encouraging balanced gender representation, and integrating gender equality values holistically in Buddhist religious education to form a more equitable and comprehensive understanding for students, as well as teacher training based on critical pedagogy and revision of learning content to reflect gender equality in Buddhist teachings.

Roy Setiawan

Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya 2025 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

The comprehensive field of Islamic education encompasses not only all levels of schooling but also includes religion, ethics, history, law, and the Quran and Hadith. As part of Islamic religious education (PAI), students are taught to live in harmony with Allah, themselves, other humans, all living things, and the natural world, embodying the concept of Hablun Minallah wa Hablun Minannas. The main objective is to shape students' belief, understanding, and practice of Islamic teachings through planned learning activities, training, and guidance. Islamic religious education is an endeavor by educators to shape students' beliefs and practices via structured instruction, training, and guidance. This study explores the features of Islamic education resources across various educational levels, examining the types of instruction designed to identify these materials and evaluate their pros and cons. The study discovered that Islamic Religious Education (PAI) materials from different grade levels and educational types exhibit distinct characteristics. These differences include variations in content, weight, depth, as well as psychological, philosophical, sociological, and technological aspects. Understanding the characteristics of PAI materials at various educational levels is crucial for developing more effective, relevant curricula and teaching methods tailored to students' developmental needs. The findings of this study are also intended to serve as a reference for educators when developing PAI learning materials suitable for students' educational and developmental levels.

Roy Setiawan

Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya 2025 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

The comprehensive field of Islamic education encompasses not only all levels of schooling but also includes religion, ethics, history, law, and the Quran and Hadith. As part of Islamic religious education (PAI), students are taught to live in harmony with Allah, themselves, other humans, all living things, and the natural world, embodying the concept of Hablun Minallah wa Hablun Minannas. The main objective is to shape students' belief, understanding, and practice of Islamic teachings through planned learning activities, training, and guidance. Islamic religious education is an endeavor by educators to shape students' beliefs and practices via structured instruction, training, and guidance. This study explores the features of Islamic education resources across various educational levels, examining the types of instruction designed to identify these materials and evaluate their pros and cons. The study discovered that Islamic Religious Education (PAI) materials from different grade levels and educational types exhibit distinct characteristics. These differences include variations in content, weight, depth, as well as psychological, philosophical, sociological, and technological aspects. Understanding the characteristics of PAI materials at various educational levels is crucial for developing more effective, relevant curricula and teaching methods tailored to students' developmental needs. The findings of this study are also intended to serve as a reference for educators when developing PAI learning materials suitable for students' educational and developmental levels.

Sella Safira Deandra; Zulkarnaini Zulkarnaini

RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan 2025 Asosiasi Ilmuwan Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Indonesia

The school uniform policy is part of the broader education policy aimed at instilling the values of nationalism, social equality, discipline, and fostering a spirit of unity among students. However, in its implementation in Pekanbaru City various issues are still found, such as the financial burden placed on parents for purchasing uniforms, lack of transparency from schools, and suboptimal parental involvement and supervision by the education office. This study employs a qualitative method with a descriptive phenomenology approach. The research refers to the policy implementation theory of Yulianto Kadji, namely the MSN Approach (Mentality-Approach, System-Approach, and Networking-Approach). Data were collected through in-depth interviews, direct observation, and documentation. Informants included representatives from the Pekanbaru City Education Office, school principals, and parents. The results of the study indicate that the implementation of the school uniform policy in Pekanbaru City has not been optimal. From the mentality approach, there are still objections from parents regarding the cost of uniforms and limited understanding of the policy regulations. From the systems perspective, regulations are not consistently enforced by schools, including a lack of prioritization for underprivileged students and the absence of strict sanctions for policy violations. Meanwhile, from the networking approach, parental involvement and the role of school committees in decision-making remain weak, resulting in the lack of effective strategic partnerships between schools, parents, and the education office.

Abdur Rahman Hakim; Oktarisa Ramadhanti; Hilda Ladan Bijani; Rena Revita

Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya 2025 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Mathematical Problem-Solving Ability (KPMM) is one of the essential skills that must be developed, as it trains students to formulate appropriate solution strategies, understand the meaning of each step, and cultivate systematic thinking habits. One of the tools that can be utilized to support the development of KPMM is the use of Student Worksheets (LKPD). Various studies have demonstrated the effectiveness of using LKPD in improving students' KPMM; however, comprehensive reviews that specifically examine the effectiveness of LKPD based on educational level and the form of LKPD used are still limited. Therefore, this study aims to analyze and synthesize previous research findings on the effectiveness of LKPD in supporting students’ KPMM in terms of educational level and LKPD format through a meta-analysis method. The population and sample of this study consist of journal articles and national conference proceedings selected according to PRISMA guidelines. The results of the meta-analysis show that the use of LKPD has a very strong influence on enhancing students' KPMM, with an effect size of 2.123. Based on educational level, LKPD is proven to be more effective when used at the junior high school level (SMP) compared to the senior high school level (SMA), while in terms of format, digital LKPD is more effective than printed LKPD in supporting students' KPMM.

Abdur Rahman Hakim; Oktarisa Ramadhanti; Hilda Ladan Bijani; Rena Revita

Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya 2025 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Mathematical Problem-Solving Ability (KPMM) is one of the essential skills that must be developed, as it trains students to formulate appropriate solution strategies, understand the meaning of each step, and cultivate systematic thinking habits. One of the tools that can be utilized to support the development of KPMM is the use of Student Worksheets (LKPD). Various studies have demonstrated the effectiveness of using LKPD in improving students' KPMM; however, comprehensive reviews that specifically examine the effectiveness of LKPD based on educational level and the form of LKPD used are still limited. Therefore, this study aims to analyze and synthesize previous research findings on the effectiveness of LKPD in supporting students’ KPMM in terms of educational level and LKPD format through a meta-analysis method. The population and sample of this study consist of journal articles and national conference proceedings selected according to PRISMA guidelines. The results of the meta-analysis show that the use of LKPD has a very strong influence on enhancing students' KPMM, with an effect size of 2.123. Based on educational level, LKPD is proven to be more effective when used at the junior high school level (SMP) compared to the senior high school level (SMA), while in terms of format, digital LKPD is more effective than printed LKPD in supporting students' KPMM.

Benediktus Josua Gea; Zahra Nur Aqilah; Despri Mariyani Siahaan; Herlinda Herlinda; Olivia Hana Putri Nababan +2 more

Jurnal Inovasi Pendidikan 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Delays in filling in the School and Student Data Base (PDSS) by teachers at several schools in Indonesia, such as SMAN 1 Mempawah and SMK 2 Surakarta, have caused hundreds of students to risk losing the opportunity to take part in the National Achievement Based Selection (SNBP) in 2025. PDSS is an important database containing student and school information, including academic grades and other information required for SNBP. Filling in the PDSS is the responsibility of teachers, especially Dapodik operators and BK counselors, as well as school principals. This delay was caused by negligence in entering data before the specified time limit. As a result, students feel stressed and frustrated because they are threatened with not being able to continue their education to college. The delay in filling out the PDSS reflects a larger problem in the Indonesian education system, where adaptation to technology and development of the skills of teaching staff are urgently needed.

Nindi Febriana Fatmawati; Nur Fadilatin Umar; Hening Lilo Sayekti; Minsih Minsih

Jurnal Pendidikan dan Kewarganegara Indonesia 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

This article aims to provide an explanation of creative methods for inclusive education, especially for students at the Sukoharjo State Special Elementary School who prioritize motor skills and the ability to interact with other people. Data was collected through interviews and observations, and qualitative methods were used to compile this article. Literature review is the basis of process analysis. The findings from this study indicate that educators have the potential to enhance the utilization of educational resources, objectives, tools, techniques, assessments, and learning atmospheres through the implementation of innovative teaching methods. Diverse instructional approaches, ranging from remedial and deductive to inductive and heuristic techniques, can be employed to accommodate elementary-level students with special needs. Collaborative learning, behavior modification, and other methods are also beneficial. Moreover, it is suggested that teachers explore alternative learning aids like puzzles to cater to the unique needs of these students.

Eka Arisandi, Rendis

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nian Tana 2025 Fakultas Ekonomi & Bisnis, Universitas Nusa Nipa

Physical education has a very important role in forming the basis for the physical development of early childhood. Physical literacy, which refers to the knowledge, skills and beliefs that enable individuals to engage in physical activities effectively and happily, is a key foundation in supporting children's physical and cognitive development. This article aims to examine how physical education training can improve physical literacy in early childhood. With an approach based on the development of fine and gross motor skills, as well as an understanding of the importance of physical activity for long-term health, physical education training is expected to shape the character of children who are healthy, active and have good motor skills.

Iin Triyanti; Mega Nugraha; Sunarto Sunarto

Parlementer : Jurnal Studi Hukum dan Administrasi Publik 2024 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Iin Triyanti. Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pelayanan Pada Kantor Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya kepemimpinan terhadap kinerja pelayanan pada Kantor Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin. Penelitian ini dilakukan selama tiga bulan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara penyajian data, reduksi data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Camat Rambutan bersifat partisipatif, dimana Camat Rambutan tidak mengambil keputusan secara sepihak melainkan melakukan koordinasi atau sharing kepada bawahan, mulai dari sekretaris, camat, camat dan staf, sehingga gaya kepemimpinan seperti itu dapat meningkatkan kinerja pegawai, karena pegawai merasa dilibatkan dan dihargai. Bukan hanya sebagai suruhan. Camat mempunyai tugas melaksanakan sebagian kewenangan Pemerintah Kabupaten di wilayah kerjanya, yaitu meliputi bidang pemerintahan, perekonomian, pembangunan, kesejahteraan rakyat dan pembinaan kehidupan bermasyarakat serta urusan pelayanan umum lainnya yang diserahkan oleh Bupati. Dan peran Camat dalam hal ini sebagai pemimpin adalah memastikan segala sesuatunya berjalan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang telah ditetapkan. Faktor pendukung dalam peningkatan kinerja pegawai adalah adanya sistem koordinasi yang baik antara atasan kepada staf dan sesama staf, sehingga tidak terjadi salah pengertian. Faktor penghambat adalah kualitas pegawai dilihat dari jenjang pendidikan yang masih belum strata satu (S1).

Ika Ika; Fadilatul Jannah; Siti Subaekah; Ican Indrawan

Student Scientific Creativity Journal 2024 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Santri participated in building this nation as lost in the history of his people. Joko Widodo set National Day of Santri as a form of appreciation, considering the struggle of scholars and former santri contribute to the struggle for independence. 22 October was decided as National Day of Santri taken from the event of jihad resolution Hadratussyaikh Hasyim Asyari where defend his legal homeland fardlu ain. The purpose of this research is to know the implications of National Santri on the development of Islamic education in Indonesia. This research is done by qualitative approach using descriptive method. Data collection techniques include interviews, documentation, and literature studies. The result of the research shows that National Saving Day has not seen significant impact considering National Sdri Day has been running for two years, in the course of National Day of Santri is expected to restore the existence of santri and known to the wider community which in turn fosters the spirit of nationalism. The existence of National Saving Day is expected santri and Muslims in general have a high spirit in filling independence.

Yunita Trimarsiah; Dian Sri Agustina; Taufik Sobri; Fatimah Kesuma Astuti; Satria Novari +1 more

Jurnal Pengabdian Bersama Masyarakat Indonesia 2024 CV. Aksara Global Akademia

Pendidikan TK memiliki peran yang sangat penting untuk mengembangkan kepribadian anak serta mempersiapkan mereka untuk memasuki jenjang pendidikan selanjutnya.Dengan kata lain, pendidikan anak usia dini khususnya TK sangat mengutamakan pendidikan yang berpusat pada anak. Dalam undang undang sistem Pendidikan Nasional (2003). Tugas utama TK adalah mempersiapkan anak dengan memperkenalkan berbagai pengetahuan,sikap/perilaku,keterampilan dan intelektual agar dapat melakukan adaptasi  dengan kegiatan  belajar dengan sesungguhnya di sekolah dasar. Tujuan dari kegiatan ini yaitu, Untuk mempermudah kemampuan menghafal abjad dengan tampilan yang menarik minat anak anak untuk belajar dalam pengembangan perangkat pembelajaran berbasis android yaitu aplikasi menghafal huruf abjad. Kegiatan ini dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu, Memperkenalkan dan menampilkan Aplikasi “Mengenal Huruf Abjad”, menjelaskan keguanaan aplikasi ini dan mempraktekan cara penggunaan aplikasi ini. Dengan adanya kegiatan pelatihan dan pendampingan kepada guru dan orang tua dan  anak – anak dari  TK Cinta Bangsa dapat memberikan semangat dan mempermudah belajar menghafal huruf dengan tampilan yang menarik minat untuk belajar membaca.

agung prasetio, Kiki; Nanang Rifa’i, Muhamad

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2023 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwasanya pancasila adalah sebuah dasar negara republi Indonesia, semua rakyat Indonesia harus berpegang teguh dengan dasar Negara Indonesia yaitu pancasila, maksud dari berpegang teguh adalah bahwasanya seluruh rakyat Indonesia harus berperilaku sesuai dengan dasar Negara Indonesia. Bagi peserta didik/ santri yang sedang menempuh jenjang pendidikan khususnya santri pondok pesantren harus benar benar tau dan menjiwai maksud dari dasar Negara tesebut ( Pancasila), ada beberapa santri yang kurang sadar akan makna pancasila dengan baik dengan baik dan belum maksimal dalam penerapan 5 sila nya dalam kehidupannya sehari hari, maka dari itu tujuan kami menulis sebuah paper untuk menjelaskan bagaimana menerapkan pancasila kepada santri yang hidup di lingkungan pondok pesantren. Penelitian ini menggunakan metode analisa yaitu menganalisis berbagai sifat dan perilaku santri dalam kesehariannya, dan dari itu kita dapat menilainya.

Nandang Budiman; Nurlaila Lathifa Kusumaningsih; Nadhia Aulia Nadhira

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Guru bimbingan dan konseling idealnya dilaksanakan oleh seorang professional yang memiliki latar belakang pendidikan bimbingan dan konseling. Akan tetapi pada kenyataan, masih banyak dibeberapa sekolah pada khususnya, guru bimbingan dan konseling berlatar belakang pendidikan non bimbingan dan konseling. Hal ini merupakan imbas dari kurangnya pasokan guru bimbingan dan konseling ke tiap-tiap jenjang pendidikan. Pemahaman akan pentingnya peran guru bimbingan dan konseling di sekolah dengan mengisi kekosongan posisi tersebut dengan guru mata pelajaran lain tentu akan menjadi kurang efektif dalam pelaksanaan layanannya dan cenderung mengarah pada tugas yang seharusnya tidak dilakukan oleh bimbingan dan konseling. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui, dan memahami tentang kode etik konseling, serta bagaiamana penerapan kode etika etik konseling selama memberikan layanan bimbingan dan konseling terhadap konselinya

Sri Gustini; Dwi Umardani; Emelda; Avissa Calista

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Realizing the quality and competency of people who can assist in the success of development is one of higher education's key roles. Graduates of high school, vocational school, or madrasah aliyah programs might choose to enroll in classes, work, pursue further education, or remain unemployed. They lack knowledge about scholarship information, tuition funding plans, or higher education. The implementation of this community service program aims to raise student motivation about the value of higher education for the growth of self-potential, careers, and standards of living in all facets of society. It also aims to increase knowledge, insight, understanding, and awareness about the importance of continuing education. The delivery of the subject takes the form of lectures and discuss, as well as practice sessions and individual work.  

Winda Krisnawati; Adelia Octaviani; Muhammad Khatami; Bhagas Novanda Putra; Faris Rahmat Hidayat +1 more

Pentingnya pendidikan bagi anak di Lapak Sarmili dan memberikan fasilitas pendidikan, selain itu, Pendidikan masih merupakan investasi yang mahal. Peran orang tua dalam pendidikan anak mempunyai peranan terhadap masa depan anak. Sehingga demi mendapatkan pendidikan anak yang terbaik, maka sebagai orang tua harus berusaha untuk dapat menyekolahkan anak sampai ke jenjang pendidikan yang paling tinggi adalah salah satu cara agar anak mampu mandiri secara finansial nantinya. Maka dari itu Kelompok KKN 61 Mengambil program pengajaran membaca, menulis dan berhitung. Selain itu, Program baca tulis quran.  Menurut Nawardi, pemulung adalah orang yang mencari, memungut, mengambil, mengumpulkan dan mencari sampah baik perorangan maupun kelompok yang kemudian dijual kepada pengepul. Pemulung bekerja mengumpulkan barang-barang bekas dengan cara mengerumuni muatan truk sampah yang tengah dibongkar, sebagian pemulung lainnya berputar-putar mengais barang bekas dari tumpukan- tumpukan sampah. Perekonomian pada warga Lapak sarmili di RT 005/02 secara produktif sehingga dapat menghasilkan nilai tambah yang tinggi dan pendapatan yang lebih besar. Pemberdayaan adalah upaya membangun kekuatan masyarakat dengan cara mendorong, memotivasi dan membangkitkan kesadaran akan potensi yang dimilikinya serta berusaha untuk mengembangkannya.

Deris Desmawan; Fifi Aleyda Cahyaningdyah; Ratu Darwin; Sabrina Salsyabila Putri; Alta Rizqina +1 more

Wawasan : Jurnal Ilmu Manajemenx, Ekonomi dan Kewirausahan 2023 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Peran pendidikan, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), dan produktivitas masyarakat di DKI Jakarta perlu dilakukan pengkajian lebih apakah dari ketiga aspek tersebut berpengaruh atau tidak. Sebagai dasar pada struktur pembangunan suatu wilayah, produktivitas masyarakat merupakan patokan yang paling sesuai. Hal yang dituju pada peneliti ini agar dapat dipercaya untuk membuktikan apakah kualitas dan produktivitas masyarakat di DKI Jakarta dipengaruhi oleh peran pendidikan. Dengan menggunakan teknik kuantitatif dan analisis regresif dalam penelitian ini. Di DKI Jakarta secara menyeluruh terdapat 6.421 sekolah, Dari berbagai tingkat jenjang pendidikan memiliki dua jenis sekolah yaitu sekolah negeri dan sekolah swasta. Yang didominasi oleh sekolah swasta sebanyak 4.420 sekolah atau sebesar 69 persen, sedangkan sekolah negeri sebanyak 2.001 sekolah. Dibandingkan dengan tingkatan sekolah lainnya, SD merupakan sekolah terbanyak sebesar 37 persen atau sebanyak 2.362 sekolah. Sedangkan jumlah sekolah yang paling sedikit yaitu SMA sebesar 7 persen atau sebanyak 490 sekolah.