Publication Search

69,815 articles from 602 journals · 1,760 citations tracked

Showing 1-20 of 20

Analytics

YUSHILA, DWI MAHARDIKA; Suprapto Hadi; Muhammad Fathan Junaidi; Satria Tegar Basudewa Mufid

Journal of Civil Engineering and Technology Sciences 2026 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Kerusakan jalan adalah permasalahan infrastruktur yang berdampak pada keselamatan dan efisiensi lalu lintas. Penelitan ini memiliki tujuan mengevaluasi kondisi lapangan perkerasan ruas jalan Banjaran Muhammad Yamin, Kabupaten Tegal, menggunakan dua metode: Pavement Condition Index (PCI) dan Binamarga. Metode PCI menilai kondisi secara visual dengan indeks numerik, sedangkan Bina Marga menilai jenis dan Tingkat kerusakan serta menentukan urutan prioritas perbaikan. Survei dilakukan pada 30 segmen jalan sepanjang 2,9 km. hasil menunjukan bahwa Sebagian besar segmen tergolong Poor hingga Very Poor berdasarkan PCI, bahkan terdapat segmen yang masuk kategori Failed. Sebaliknya, metode Bina Marga menunjukkan semua segmen cukup untuk pemeliharaan rutin dengan nilai prioritas 8-11. Perbedaan ini menunjukkan bahwa PCI lebih sensitif terhadap kerusakan struktual dan permukaan, sedangkan Bina Marga bersifat konservatif. Disarankan untuk mengombinasikan kedua metode guna memperoleh penilaian kondisi jalan yang lebih akurat dan menjadi dasar perencanaan penanganan yang komprehensif.

Dhony Priyo Suseno; Sodik, Fajar

Journal of Civil Engineering and Technology Sciences 2025 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Kondisi jalan idealnya berada dalam keadaan mantap untuk mendukung mobilitas masyarakat, namun keterbatasan anggaran menjadi kendala sehingga diperlukan alokasi yang efektif, efisien, dan sesuai kebutuhan. Analisis prioritas penanganan jalan menggunakan Provincial and Kabupaten Road Management System (PKRMS) menghasilkan rekomendasi jenis penanganan, estimasi kebutuhan biaya, serta urutan prioritas berdasarkan data inventarisasi jalan, kondisi jalan, volume lalu lintas, dan harga satuan pekerjaan. Penilaian kondisi jalan dilakukan dengan menghitung nilai Treatment Trigger Index (TTI) sebagai dasar rekomendasi penanganan, sedangkan prioritas penanganan ditentukan melalui nilai Treatment Priority Index (TPI) yang mempertimbangkan kondisi jalan dan volume lalu lintas. Hasil analisis pada tujuh ruas jalan di Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung menunjukkan kebutuhan anggaran tahun 2026 sebesar Rp38.375,44 juta untuk pekerjaan rehabilitasi, pemeliharaan berkala, rutin kondisi, dan pemeliharaan rutin, dengan prioritas tertinggi pada ruas Jl. Kranggan–Klepu yang memiliki nilai TPI 84,2. Dibandingkan dengan alokasi anggaran tahun 2024 sebesar Rp 40,20 juta/km atau Rp 1.810,20 juta untuk total 45,30 km, dana yang tersedia hanya mampu mencakup pemeliharaan rutin, rutin kondisi, dan sebagian pemeliharaan berkala, sehingga diperlukan optimalisasi alokasi anggaran serta penambahan dana apabila peningkatan kemantapan jalan ditetapkan sebagai target utama

Kamilatun Khoiriyah; Yusril Huda Mahendra; Muhammad Ferdi Faurandra; Dafa Ardabilly Habibullah; Mu’allimin Mu’allimin

Jurnal Manajemen Kreatif dan Inovasi 2025 International Forum of Researchers and Lecturers

Conflict is an inevitable phenomenon in every organization, whether in business, education, or social contexts. If not managed properly, conflict has the potential to reduce performance; however, if handled constructively, it can become a source of innovation. Based on this issue, this study aims to answer the main question: how is conflict understood and managed according to recent literature findings? The method used is a literature review by searching for articles through several online databases using the keywords "organizational conflict," "conflict management," "types of conflict," and "resolution strategies." From an initial search result of 17 articles, after a screening process, 15 articles met the criteria for further analysis. The analysis results reveal three main themes. First, conflict in organizations can be categorized into several types, such as intrapersonal, interpersonal, intragroup, and intergroup conflicts. Second, the sources of conflict often stem from differences in interests, ineffective communication, and unequal distribution of resources. Third, conflict resolution strategies vary, including mediation, collaborative communication, compromise, deliberation, and approaches based on religious values.

dian, Pramukti; Sri Sularsih Endartiwi; Istika Dwi Kusumaningrum; Novi Wulandari

jurnal ABDIMAS Indonesia 2024 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Dismenore adalah nyeri pada abdomen yang dirasakan sesaat sebelum atau pada saat menstruasi dan mengganggu aktifitas sehari-hari, bahkan sering kali mengharuskan penderita beristirahat dan meninggalkan aktifitasnya selama berjam-jam akibat nyeri haid. Latihan fisik dan olahraga akan mengakibatkan pelepasan endoprin, suatu substansi yang diproduksi oleh otak yang ambang rasa nyeri (Prawirohardjo, 2008). Glycine Max L atau sering disebut dengan kedelai merupakan salah satu tanaman jenis kacang-kacangan yang dapat membantu menurunkan nyeri haid. Mengkonsumsi makanan yang terbuat dari kacang kedelai dapat membantu merangsang produksi hormon estrogen saat menstruasi dan mengurangi peradangan serta nyeri menstruasi. Studi Pendahuluan di Trenclass SMA Muhammadiyah Wonosobo dengan wawancara secara langsung kepada 10 santriwati dengan hasil sebagian besar mengalami dismenore dengan skala nyeri ringan 4 snatriwati, skala nyeri sedang 6 santriwati. Ketika sedang dismenore dari 10 orang yang diwawancarai secara langsung mengalami gejala seperti mual, hilang nafsu makan, pusing, pinggang terasa sakit dan ada beberapa santriwati yang sampai tidak bisa menjalani aktivitas sehari-harinya. Penanganan yang biasa diberikan adalah 4 santriwati dengan kompres air hangat dan 6 santriwati lainnya menggunakan obat Pereda nyeri dengan jenis ibuprofen. 

Siska Nurchofifa; Diah Nur Hayati; Sintyowati Sintyowati; Lukmanul Khotimah; Maritza Azhara +2 more

JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN (JISE) 2024 CV. ALIM'SPUBLISHING

Berkembangnya usaha Kerupuk Barokah tersebut menjadikan informasi menjadi hal yang sangat penting peranannya dalam menunjang jalannya pemasaran kerupuk ini karena sebagian besar pemasarannya dilakukan dari mulut ke mulut. Melihat potensi yang dimiliki, maka pabrik kerupuk Barokah ini perlu penanganan yang tepat agar kedepannya dapat lebih berkembang dan mampu bersaing dengan usaha sejenis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kelayakan usaha pada Pabrik Kerupuk Barokah. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Legalitas usaha ini masih belum lengkap, tetapi hal ini umum untuk usaha kecil. Aspek keuangan melibatkan biaya produksi, omset harus lebih tinggi dari biaya produksi agar mendapat keuntungan. Usaha ini memanfaatkan alat produksi, dan usaha ini dikelola oleh Bapak Sutrisno dan dibantu 5 karyawan. Adanya penelitian ini diharapkan dapat menyadarkan pemilik akan pentingnya legalitas hukum.

Rahmat Hidayat; Dina Ediana

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan layanan konseling Individual pada konseli yang mengalami kecanduan game online Objek penelitian adalah seorang laki-laki berusia 19 tahun yang tinggal di daerah Bekasi. Permasalahan ini diteliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data penelitian dikumpulkan melalui kegiatan observasi dan wawancara. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian disajikan melalui dinamika BMB3 dalam layanan konseling Individual dilakukan dengan beberapa tahap, antara lain: (1) Pengantaran; (2) Penjajakan; (3) Penafsiran; (4) Pembinaan; (5) Penilaian. Penerapan konseling Individual diarahkan kepada perilaku positif terstuktur yang dilihat melalui proses berpikir, merasa, bersikap, bertindak dan bertanggung jawab pada diri konseli. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konseling Individual dengan konsep BMB3 efektif untuk menangani permasalahan kecanduan game online.

istiana, istiana; Musa Fitri Fatkhiya; Gita Ulistanti

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2024 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Parkinson adalah penyakit neurodegenerative jangka panjang yang ditandai dengan gangguan pergerakan, dan tremor saat istirahat. Penyakit parkinson belum bisa disembuhkan dan hanya bisa di lakukan penanganan menggunakan obat dan terapi. Pengobatan yang dilakukan jangka panjang akan mempengaruhi pasien secara ekonomi secara langsung. Selain biaya yang dikeluarkan untuk obat, pasien Parkinson juga dapat kehilangan produktivitas karena meninggalkan pekerjaan akibat gejala dari penyakitnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis biaya berdasarkan persepsi pasien penderita parkinson yaitu biaya langsung dan biaya tidak langsung. Biaya langsung terdiri dari biaya pengobatan sedangkan biaya tidak langsung terdiri dari biaya hilangnya produktivitas. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan pengambilan data dari rekam medik dan wawancara kepada pasien. Data dianalisis untuk melihat besar atau rata-rata biasa langsung yaitu biaya medis langsung maupun non medis langsung dan biaya tidak langsung yaitu hilangnya produktivitas. Hasil penelitian ini adalah terdapat 23 sampel yang terdiri dari laki-laki 70% atau sebanyak 16 orang dan Perempuan sebesar 30% atau sebanyak 7 orang.  Biaya medis langsung dengan komponen biaya tertinggi adalah biaya pemeriksaan dengan rata-rata Rp. 12.130, biaya obat rata-rata Rp. 64.503, biaya asuhan perawat rata-rata Rp. 64.500. Biaya non medis langsung dengan komponen biaya tertinggi yaitu biaya transportasi rata-rata Rp.  20.652, biaya konsumsi rata-rata Rp. 16.965. Biaya tidak langsung pada jenis hilangnya produktivitas dengan rata-rata Rp. 1.388.894. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa biaya medis langsung merupakan biaya tertinggi dibandingkan biaya non medis langsung dan biaya tidak langsung.   Kata kunci: Analisis biaya, Parkinson, Persepsi pasien,

Ayu Febriyanti; Mazdra Urzais, Vivia Mustaqimah Jarita Dewi; Moch. Luqman Ashari

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pelabuhan merupakan bagian dari suatu sistem kompleks yang bertujuan untuk menjaga rantai logistik agar berjalan lancar.Seluruh aktivitas operasional di area kerja pelabuhan tentu tidak lepas dari adanya risiko kecelakaan dan keadaan darurat lainnya, tak terkecuali Terminal Petikemas. Adapun risiko yang mungkin terjadi di antaranya kelalaian operator, kesalahan dalam menjalankan prosedur, ataupun kebakaran. perusahaan dengan risiko tinggi wajib memiliki sistem tanggap darurat beserta organisasi tanggap darurat.Maka dari itu fokus pada penelitian kali ini adalah pada salah satu Perusahaan Jasa Petikemas di Surabaya. Proses kerja di perusahaan ini tentu terkait penanganan container dengan berbagai jenis muatan. Container ini kemudian diletakkan pada lapangan penumpukan petikemas yang memiliki risiko tinggi akan terjadinya kebakaran. Setelah dilakukan observasi, pada masing-masing CY telah tersedia Fire Hydrant dengan kondisi berupa rusaknya bagian-bagian hidran, kurang mencakupnya pemanfaatan hidran ke seluruh area, serta titik lokasi penempatan hidran yang tidak maksimal. Maka dari itu, penulis melakukan kajian lebih lanjut terkait kondisi sistem tanggap darurat di Lapangan Penumpukan Petikemas dan melakukan perancangan ulang penempatan hidran di Container Yard.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif di mana setelah  pengambilan data maka dilakukan analisis terhadap tingkat risiko kebakaran dan selanjutnya perhitungan dan perancangan ulang kebutuhan hidran. Hasil penilaian risiko menunjukkan tingkat risiko kebakaran tingkat tinggi pada CY 01, serta tingkat sedang di CY 02 dan CY 03. Kondisi hidran di Terminal Petikemas di Surabaya memiliki beberapa ketidaksesuaian yang harus dilakukan perbaikan dengan penggantian bagian serta pemeliharaan berkala. Selanjutnya pada perhitungan kebutuhan hidran di area Container Yard menghasilkan dibutuhkannya penambahan 3 pilar hidran serta 2 sambungan hose di CY 01, serta penambahan 3 pilar hidran dan 2 sambungan hose di CY 02.

Holisoh, Farhatus; Nur Azizah Maulidyah

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan ­­­menganalisis penerapan model kolaboratif dalam pengelolaan konflik antar siswa di MTs Negeri 1 Jember. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis pendekatan deskriptif yang berfokus pada pengamatan secara mendalam. Informan dalam penelitian ini adalah Koordinator Bimbingan Konseling selaku pihak kedua setelah wali kelas dalam hal penanganan konflik yang terjadi antar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan konflik antar siswa di MTs Negeri 1 Jember dengan menggunakan metode kolaborasi telah berjalan dengan baik tanpa menimbulkan dampak negatif satupun. Hal ini dikarenakan adanya pelibatan partisipasi semua pihak dalam penanganan konflik seperti guru, koordinator BK, tatib, kesiswaan, humas, kepala sekolah, hingga orang tua. Cara ini dilakukan supaya memunculkan berbagai pendapat terkait solusi terbaik dalam mengelola konflik yang muncul di sekolah, sehingga mempercepat penyelesaian konflik yang ada. Dari adanya keterlibatan semua pihak, maka tanggung jawab untuk dapat mencari solusi dalam penyelesaian konflik antar siswa tidak hanya ada pada satu pihak saja, melainkan menjadi tanggung jawab bersama sehingga terjalin hubungan yang kuat antara satu sama lain. Hal ini dikarenakan dalam proses pemecahan masalah, terjadi budaya diskusi dan toleransi untuk mencapai tujuan bersama yakni mampu menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan pribadi dan akademik siswa di dalamnya dengan adanya pengelolaan manajemen konflik yang tepat. Adapun hambatan yang bisa muncul dalam pengelolaan konflik antar siswa yaitu ketidakbijakan atau adanya keraguan dari kepala sekolah dalam memutuskan sesuatu, sehingga hal tersebut dapat menimbulkan konflik baru dan harus mencari solusi lain lagi pada akhirnya.

Muhammad Bagus Scheva Putra Mahendra; Kabul Fadilah

JURNAL WILAYAH, KOTA DAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN 2023 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Meningkatnya aktivitas kapal di Pelabuhan Surabaya akan mengakibatkan tingginya risiko pencemaran terhadap lingkungan. Pencemaran dapat terjadi pada lingkungan laut, darat, dan udara. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak dari pencemaran yang diakibatkan oleh operasional kapal di Pelabuhan Surabaya dan strategi penanganannya sesuai dengan peraturan pemerintah, International Maritime Organization dan Marine Pollution. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dan jenis penelitian ini adalah deskripsi kuantitatif. Jenis Penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian deskriptif observasional. Dampak yang terjadi di lingkungan laut akibat kegiatan operasional pelabuhan disebabkan oleh air balas dan emisi NOx. Aktivitas kapal yang tinggi akan meningkatkan pembuangan air balas di laut. Total hasil pembuangan emisi NOx yang diperoleh dalam penelitian ini selama 3 hari adalah 1026,25 Kg, 429,34 Kg, dan 452,22 Kg. Emisi gas buang yang dikeluarkan rata- rata berada di atas ambang batas. Batas kualitas udara yang tergolong untuk dikatakan berpotensi pencemaran adalah 12,51. Strategi yang dapat dilakukan dalam menangani permasalahan – permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan BWMTS ( Ballast Water Management Treatment System ) dan filter mekanis untuk menangani air balas. Dalam menangani NOx dapat menerapkan metode EGR, SCR, dan Water Injection and Emulsion.  

Andi Akifa Sudirman; Dewi Modjo; Rahmat Abdul Azis

Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pada anak usia prasekolah, apabila anak mengalami kecemasan tinggi saat dirawat di rumah sakit kemungkinan anak akan mengalami disfungsi perkembangan, maka dari itu perlu adanya penanganan untuk mengatasi kecemasan yaitu dengan terapi bermain mewarnai. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh terapi bermain mewarnai terhadap tingkat kecemasan efek hospitalisasi pada usia pra sekolah di ruang perawatan anak RSUD Tani dan Nelayan Boalemo. Jenis penelitian kuantitatif. Desain penelitian dengan metode Pra-Eksperimental. Populasi anak usia pra sekolah yang di rawat di ruang perawatan anak RSUD Tani dan nelayan Boalemo 48 orang anak. Sampel berjumlah 16 orang dengan cara Non Probability Sampling dengan jenis Accidental Sampling. Instrumen yang digunakan adalah Zung-Self Rating Anxiety Scale (ZSAS) dan SOP terapi bermain mewarnai. Uji statistik menggunakan paired t-test. Hasil yang diperoleh rata-rata tingkat kecemasan sebelum 6.13 dan sesudah 3.25, serta nilai signifikan yaitu 0.000 (<α0.05). Disimpulkan, adanya pengaruh terapi bermain mewarnai terhadap tingkat kecemasan efek hospitalisasi pada usia pra sekolah di ruang perawatan anak RSUD Tani dan Nelayan Boalemo.

Nini Niatullah Aliyati; Mujiburrahman Mujiburrahman

Journal of Educational Innovation and Public Health 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pasien yang berkunjung pada tahun 2020 sebanyak 134 pasien. Dan data pasien kasus DBD yang berkunjung pada tahun 2021 yaitu sebanyak 120 pasien, sedangkan yang berkunjung pada tahun 2022 yaitu pada bulan januari-mei sebanyak 32 pasien. Pelayanan yang berkualitas pun penting untuk mendapat perhatian mengalami penurunan dengan jumlah kasus DBD. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penanganan penyakit demam berdarah di puskesmas plus sape. Kemudian metoede penelitian ini adalah Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif  Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien Demam berdarah di Puskesmas Plus Sape Kabupaten Bima pada bulan Januari-Mei Tahun 2022 dengan jumlah pasien 72 orang. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pasien demam berdarah di Puskesmas Plus Sape Kabupaten Bima pada Bulan Januari-Mei tahun 2022 jumlah pasien sebanyak 32 Dengan menggunakan teknik Total Sampling. Adapun hasil penelitian yaitu Hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan petugas kesehatan dengan kehandalan dalam menangani penyakit demam berdarah dengue di Puskesmas Plus Sape Kabupaten Bima Tahun 2022.  

Reza Al Alif; Said Iskandar Al Idrus

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Sapi merupakan hewan yang hidup di darat, yang menjadikan salah satu dari sekian banyak sumber protein dan lemak yang dibutuhkan manusia. Sapi merupakan hewan pemakan tumbuhan yang sangat berguna bagi banyak orang terutama dari segi susu, daging, kulit dan kotorannya. Komoditas telur, daging, dan susu ialah komoditas pangan yang memiliki protein dan lemak yang tinggi. Sapi juga termasuk dalam kategori hewan ternak. Dalam menjaga kualitas serta pemeliharaan sapi ditemukannya kendala, yakni adanya penyakit yang menyerang sapi. Hal ini menjadi hambatan bagi peternak sapi. Kendala dalam mendiagnosis penyakit sapi ialah kurangnya pengetahuan peternak tentang penyakit sapi, keterbatasan waktu, dan pengambilan keputusan dalam proses pencegahan. Dari teknik berternak hingga penanganan penyakit, seharusnya berkonsultasi dengan ahlinya (dokter hewan) untuk mendapatan solusi terbaik dari permasalahan tersebut agar peternak mendapatkan hasil yang maksimal Dalam hal ini sistem pakar dijadikan sebagai alternatif kedua dalam membantu mengatasi pemecahan masalah. sistem pakar ini memberikan informasi tentang berbagai jenis penyakit yang menyerang hewan sapi, sistem pakar ini menggunakan metode Forward Chaining, dimana Sistem ini diharapkan dapat membantu dalam penanganan konsultasi peternak sapi dalam mendiagnosa penyakit. Sistem ini disediakan untuk memberi peluang peternak agar dapat membantu mengetahui gejala sebelum ditangani dokter hewan dan dapat mencegah gejala penyakit tersebut secara cepat.

Gede Wirata; I Made Dwiantara; Made Kunayanti; Abdul Gafur Ramdhoni; Komang Agoes Udayana Putra

Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

 Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak ragam. Terdapat beberapa sektor penting yang berada di Indonesia seperti Sektor pertanian, pendidikan, pembagunaan, objek wisata, dan lainnya. Bali sebagai salah satu destinasi wisata utama dunia menawarkan ragam jenis dan tempat wisata. Salah satunya Wisata “Alas Pala” Sangeh. Wisata ini merupakan salah satu tempat yang menyediakan objek wisata berupa pemandangan alam yang indah yang merupakan salah satu habitat kera atu monyet yang ada di Bali. Disisi lain sampah merupakan suatu masalah yang membutuhkan penanganan yang benar dan sungguh- sungguh untuk menjaga kelestarian wisata “Alas Pala” Sangeh. Oleh sebab itu, tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat selaku pengunjung untuk menjaga kebersihan lingkungan, dan meningkatkan pengetahuan dalam pemilahan sampah yang dibuang di tempat wisata “Alas Pala” Sangeh. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah berupa penyuluhan dan pelatihan kepada masyarakat dan pengelola tempat wisata serta pemberian tempat sampah yang tepat di lokasi ini serta kegiatan bersih-bersih . Hasil yang diperoleh dari pengabdian masyarakat ini adalah masyarakat dan pengelola menjadi paham tentang pemilahan sehingga lingkungan “Alas Pala” Sangeh” tetap terjaga dengan baik.  

Dona Despika Susanti; Fadhilla Yusri

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2023 Universitas Muhammadiyah Manado

Salah satu cara menanggulangi masalah keterlantaran anak adalah melalui sistem dalam panti. Penanganan anak terlantar melalui panti merupakan alternatif terakhir apabila penanganan anak terlantar melalui panti  memang lebih praktis dan mudah sekaligus dapat menampung anak dalam jumlah yang besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas anak asuh panti asuhan Aisyiyah Payakumbuh, untuk mengetahui pola asuh yang diterapkan oleh pihak panti asuhan Aisyiyah Payakumbuh, dan untuk mengetahui usaha-usaha yang dilakukan oleh pihak panti asuhan Aisyiyah Payakumbuh dalam menunjang pendidikan anak. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif-kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara. Analisis data yang digunakan meliputi empat tahap , yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian pada peranan panti asuhan Aisyiyah Payakumbuh dalam menunjang pendidikan anak secara formal yaitu memberikan pelayanan pendidikan SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi selama sekolah tersebut berada dibawah naungan Muhammadiyah. Dapat disimpulkan mengenai Peranan Panti Asuhan Aisyiyah Payakumbuh dalam menunjang pendidikan anak, pada umumnya pengurus panti melakukan sesuai dengan hak yang didapatkan anak dalam keluarganya sendiri.    

Rima Iska Marito Marbun

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Tuberkulosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium tuberkulosis. Umumnya setelah masuk ke dalam tubuh melalui rongga pernapasan, bakteri ini akan menuju ke paruparu.Tetapi bukan hanya di paruparu,bakteri ini juga dapat menuju organ tubuh lain,seperti ginjal, limpa, tulang dan otak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya Hubungan antara kejadian penyakit Tuberculosis paru dengan beberapa faktor kondisi rumah yaitu Kepadatan penghuni, Kamarisasi, Ventilasi, suhu, kelembaban, dan pencahayaan . Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Dengan Uji Chi-Square, adapun sampel dalam penelitian ini yaitu 65 rumah. Hasil dari penelitian ini didapatkan kepadatan penghuni yang memenuhi syarat dan menderita penyakit TBC paru yaitu 11 rumah dan tidak memenuhi syarat sebanyak 39 rumah, yang tidak menderita dan memenuhi syarat sebanyak 14 rumah dan yang tidak memenuhi syarat yaitu 1 rumah. Kamarisasi yang memenuhi syarat dan menderita sebanyak 12 rumah dan tidak memenuhi syarat sebanyak 38 rumah, yang tidak menderita dan memenuhi syarat yaitu 15 rumah dan tidak memenuhi syarat yaitu 0 rumah. Ventilasi yang memenuhi syarat dan menderita sebanyak 15 rumah dan tidak memenuhi syarat sebanyak 35, yang tidak menderita dan memenuhi syarat yaitu 14 rumah dan tidak memenuhi syarat yaitu 1 rumah. Suhu yang memenuhi syarat dan menderita sebanyak 15 rumah dan tidak memenuhi syarat sebanyak 35 rumah, yang tidak menderita dan memenuhi syarat yaitu 14 dan tidak memenuhi syarat yaitu 1 rumah. Kelembaban yang memenuhi syarat dan menderita sebanyak 22 rumah dan tidak memenuhi syarat sebanyak 28 rumah, yang tidak menderita dan memenuhi syarat yaitu 14 rumah dan tidak memenuhi syarat yaitu 1 rumah.Pencahayaan yang tidak memenuhi syarat dan menderita sebanyak 17 rumah dan tidak memenuhi syarat sebanyak 33 rumah yang tidak menderita dan memenuhi syarat yaitu 4 rumah dan tidak memenuhi syarat yaitu 11 rumah. Kesimpulan yang didapatkan yaitu ada hubungan yang signifikan antara TBC paru dengan Kepadatan penghuni, Kamarisasi, Ventilasi, Suhu,dan Kelembaban,Tidak ada hubungan anatara TBC paru dengan Pencahayaan terhadap kejadian penyakit Tuberculosis Paru . Maka itu disarankan untuk mengadakan penyuluhan tentang bahaya serta penanganan penyakit Tuberculosi Paru secara rutin oleh tenaga kesehatan terkait PHBS.    

Antara, I Made Yudi; Putra, Kadek Agus Dwija; Yudhawati, NLP. S; Putra, I Gede Yudiana

Bali Health Published Journal (BHPJ) 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Latar belakang: Peningkatan jumlah lanjut usia membutuhkan penanganan yang serius, ini dikarenakan secara alamiah lansia mengalami penurunan baik dari segi fisik, biologi maupun mentalnya. Hasil penetitian yang dilakukan sebelumnya didapatkan hasil bahwa kebanyakan lansia mengalami depresi ringan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat depresi pada lanjut usia yang tinggal di desa Gumbrih, berdasarkan Usia, Jenis Kelamin, Pendidikan, Status Perkawinan dan Tempat tinggal. Metode: Observasional yang bersifat deskriptif, untuk pengambilan datanya menggunakan kuisioner Geriatric Disstres Scale (GDS) dengan 15 item pertanyaan yang dilakukan selama 7 minggu. Hasil: Pada penelitian didapatkan subyek penelitian rata-rata berusia 60-69 tahun sebanyak 56,1%, Dengan jenis kelamin laki-laki lebih banyak yaitu 51,5%, rata-rata berpendidikan terakhir SD (Sekolah Dasar) sebanyak 54,4%, sudah menikah yaitu sebanyak 80,1%, dan tinggal dengan keluarga sebanyak 94,2%. Pada penelitian diperoleh 71,3% yang normal/tidak depresi, 25.7% yang depresi ringan, 1,8%  mengalami depresi sedang dan 0.6% mengalami depresi berat. Simpulan: Sebagian besar responden berusia 60-69 tahun, Berjenis kelamin laki laki, berpendidikan sekolah dasar (SD) dan memiliki tingkat depresi normal (Tidak depresi).

Azmiyati Mutoharoh; Wahidin Wahidin; Yulia Feriska; Muhammad Taufiq

Jurnal Sains dan Teknologi 2022 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Ruas jalan pada Kabupaten Brebes merupakan jalan Kabupaten yang menghubungkan dua ibu kota kecamatan yaitu Kecamatan Kersana dan Kecamatan Tanjung. Seiring berkembang dunia industri dan dunia usaha di dua kecamatan terseebut, berakibat semakin bertambah volume kendaraan di ruas jalan Tanjung – Kersana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dimensi, jenis dan tingkat kerusakan pada ruas jalan tersebut. Penelitian dilakukan dengan cara survei untuk mendapatkan data primer, untuk dapat dijadikan acuan untuk penanganan pemeliharaan jalan. Metode yang digunakan adalah metode PCI (pavement condition index). Pada ruas jalan Tanjung – Kersana STA 0+000 s.d. 6+000 didapatkan jenis kerusakan retak kulit buaya, retak tepi, lubang, tambalan dengan nilai PCI = 75 yang termasuk kategori sangat baik (very good). Haal ini dalam metode bina marga, masuk dalam kategori pemeliharaan rutin. Penanganan yang dilakukan berupa pengaspalan (P2), mengisi retakan (P4), penambalan lubang (P5). Jalan tersebut harus segera dilakukan perbaikan agar kerusakan tidak semakin parah.

Aghus Jamaludin Kharis; Ary Dwi Anjarini; Aria Mulyapradana; Aria Elshifa

Public Service And Governance Journal 2021 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penataan ruang kantor menjadi suatu kebutuhan dari perkantoran saat in, fungsi tata ruang kantor memberikan nilai tambah bagi kelangsungan dalam aktifitas perusahaan yang mampu menjadikan kinerja dan produktivitas yang dihasilkanpun akan sesuai dengan yang diharapkan oleh perusahaan. CV Andromeda Multi Sarana merupakan perusahaan baru dan berkembang dalam penanganan tata ruang kantor  masih tergolong sederhana  dan  terlihat masih banyak  yang harus  diperbaikin  serta kinerja karyawan yang belum optimal sehingga berdampak pada produktivitas kerja yang dihasilkan oleh karyawannya. Secara tidak langsung tujuan perusahaan belum dapat tercapai sesuai dengan keinginan perusahaan. Riset ini untuk mengetahui pengaruh penataan ruang kantor dan kinerja karyawan terhadap produktivitas kerja karyawan pada CV Andromeda Multi Sarana. Riset ini menggunakan metode kuantitatif dengan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji t dan f serta analisis regresi. Analisa di riset ini menggunakan program SPSS. Hasil riset ini yakni terdapat pengaruh antara tata letak kantor dengan produktivitas kerja karyawan sebesar t=3,841 dan sig. 0,000 dan ada pengaruh antara kinerja karyawan dengan produktivitas kerja karyawan sebesar t=3,507 dan sig. 0,001. Agar maksimal dalam produktivitas karyawan maka perusahaan perlu memperhatikan standar penempatan jumlah karyawan dengan luas ruang kerja dan kesesuaian jenis pekerjaan serta kerjasama dalam bekerja.

Supriyanto, Aji

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Pemakaian perangkat teknologi berbasis wireless pada saat ini sudah begitu banyak, baik digunakan untuk komunikasi suara maupun data. Karena teknologi wireless memanfaatkan frekwensitinggi untuk menghantarkan sebuah komunikasi, maka kerentanan terhadap keamanan juga lebih tinggi dibanding dengan teknologi komunikasi yang lainnya. Berbagai tindakan pengamanan dapat dilakukan melalui perangkat komunikasi yang digunakan oleh user maupun oleh operator yang memberikan layanan komunikasi. Kelemahan jaringan wireless secara umum dapat dibagi menjadi 2 jenis, yakni kelemahan pada konfigurasi dan kelemahan pada jenis enkripsi yang digunakan. Secara garis besar, celah pada jaringan wireless terbentang di atas empat layer di mana keempat lapis (layer) tersebut sebenarnya merupakan proses dari terjadinya komunikasi data pada media wireless. Keempat lapis tersebut adalah lapis fisik, lapis jaringan, lapis user, dan lapis aplikasi. Model-model penanganan keamanan yang terjadi pada masing-masing lapis pada teknologi wireless tersebut dapat dilakukan antara lain yaitu dengan cara menyembunyikan SSID, memanfaatkan kunci WEP, WPA-PSK atau WPA2-PSK, implementasi fasilitas MAC filtering, pemasangan infrastruktur captive portal.