Publication Search

68,563 articles from 588 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-14 of 14

Analytics

Putri Lukmanasari; Kamar Zaman; Fitri Hardianti; Ernita Ernita; Sulhaswardi Sulhaswardi +1 more

Karawo : Journal of Community Service (KJCS) 2026 Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Ichsan Gorontalo

This community service activity aims to improve the knowledge and skills of the community, particularly women in the Family Welfare Movement (PKK), in sweet corn cultivation as an effort to optimize the use of yard land and strengthen household food security. The activity was conducted in Tanah Merah Village, Siak Hulu District, Kampar Regency, using a participatory approach. The methods used included outreach, technical cultivation training, interactive discussions, and ongoing mentoring. The material provided covered selecting superior seeds, planting techniques, fertilization, pest and disease control, and harvesting and post-harvest stages. The results of the activity demonstrated an increase in participants' understanding and skills in applying proper sweet corn cultivation techniques. Furthermore, there was a shift in community attitudes, leading to greater awareness of the importance of productive and sustainable yard land use. This activity also encouraged the emergence of small-scale, home-based agricultural initiatives with the potential to increase family income. Thus, this program not only contributes to community capacity building but also supports food independence and sustainable economic well-being at the local level.

Astira Kosmawati; Helen Fitri Novianti; Ratu Fania Aprilyanti; Destia Tresna Prima; Ajeng Pramesti +5 more

ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri 2025 Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Corn (Zea mays L.) is an important commodity in Indonesia, but in Citaman Village, Nagreg District, its utilization is still limited to fresh sales with low added value. To address this issue, a community service program was implemented that focused on empowering village women through training in processing corn into corn nuggets as an innovative product with economic value. The activity was designed with a community-based participatory approach that included coordination with village officials, extension sessions, processing demonstrations, hands-on practice, and evaluation through pre- and post-training questionnaires. The results of the activity showed that more than 85% of participants were very satisfied and more than 80% expressed a high interest in developing corn nuggets as a small-scale business opportunity. These findings indicate a significant increase in participants' knowledge, skills, and entrepreneurial motivation. The corn nugget innovation is not only a means of optimizing the use of local commodities, but is also relevant to the global trend of plant-based foods and supports the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), specifically Zero Hunger, Decent Work and Economic Growth, and Responsible Consumption and Production. Overall, this program proves that local food-based innovation can be used as a model for replicating community empowerment that contributes to strengthening economic resilience while encouraging sustainable development in rural areas.

Melisa Aprilia Soelo; Uswatun Hasanah; Steci Veronika Tedengki; Laura Lawrensa Taruangi; Nesya Ester Njaya

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2025 CV. ALIM'SPUBLISHING

Kue lapis merupakan jajanan tradisional Indonesia yang memiliki tekstur kenyal dan rasa manis, umumnya terbuat dari tepung beras dan tepung sagu. Namun, untuk mengurangi ketergantungan pada tepung beras serta meningkatkan nilai gizi produk pangan, penelitian ini mengembangkan inovasi kue lapis dengan kombinasi kacang hijau dan jagung manis. Kacang hijau sebagai sumber protein nabati dan jagung manis yang kaya akan karbohidrat dan vitamin dipilih untuk memberikan manfaat gizi yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan kue lapis yang tidak hanya enak tetapi juga bergizi, dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang memiliki nilai gizi tinggi. Metode pembuatan kue lapis ini melibatkan pencampuran tepung beras, tepung tapioka, santan, serta bahan tambahan berupa kacang hijau dan jagung manis yang telah diproses. Proses pembuatan dilakukan secara bertahap, dengan pengukusan setiap lapisan secara bergantian untuk memastikan tekstur yang kenyal dan matang sempurna. Hasilnya, kue lapis ini memiliki tekstur yang lembut dan kenyal dengan rasa manis alami dari jagung dan kacang hijau, serta kandungan gizi yang lebih tinggi dibandingkan dengan kue lapis tradisional. Kacang hijau dan jagung manis memberikan kontribusi signifikan terhadap kandungan protein, serat, serta vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan. Inovasi ini tidak hanya menawarkan alternatif pangan yang lebih sehat, tetapi juga dapat mendorong konsumsi pangan lokal yang bernilai gizi tinggi. Selain itu, produk ini memiliki potensi untuk dipasarkan sebagai jajanan pasar yang mendukung keberlanjutan petani lokal. Kombinasi kacang hijau dan jagung manis dapat menjadi pilihan yang lebih bergizi dan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, serta berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut dalam industri pangan tradisional.

Melisa Aprilia Soelo; Uswatun Hasanah; Steci Veronika Tedengki; Laura Lawrensa Taruangi; Nesya Ester Njaya

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2025 CV. ALIM'SPUBLISHING

Kue lapis merupakan jajanan tradisional Indonesia yang memiliki tekstur kenyal dan rasa manis, umumnya terbuat dari tepung beras dan tepung sagu. Namun, untuk mengurangi ketergantungan pada tepung beras serta meningkatkan nilai gizi produk pangan, penelitian ini mengembangkan inovasi kue lapis dengan kombinasi kacang hijau dan jagung manis. Kacang hijau sebagai sumber protein nabati dan jagung manis yang kaya akan karbohidrat dan vitamin dipilih untuk memberikan manfaat gizi yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan kue lapis yang tidak hanya enak tetapi juga bergizi, dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang memiliki nilai gizi tinggi. Metode pembuatan kue lapis ini melibatkan pencampuran tepung beras, tepung tapioka, santan, serta bahan tambahan berupa kacang hijau dan jagung manis yang telah diproses. Proses pembuatan dilakukan secara bertahap, dengan pengukusan setiap lapisan secara bergantian untuk memastikan tekstur yang kenyal dan matang sempurna. Hasilnya, kue lapis ini memiliki tekstur yang lembut dan kenyal dengan rasa manis alami dari jagung dan kacang hijau, serta kandungan gizi yang lebih tinggi dibandingkan dengan kue lapis tradisional. Kacang hijau dan jagung manis memberikan kontribusi signifikan terhadap kandungan protein, serat, serta vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan. Inovasi ini tidak hanya menawarkan alternatif pangan yang lebih sehat, tetapi juga dapat mendorong konsumsi pangan lokal yang bernilai gizi tinggi. Selain itu, produk ini memiliki potensi untuk dipasarkan sebagai jajanan pasar yang mendukung keberlanjutan petani lokal. Kombinasi kacang hijau dan jagung manis dapat menjadi pilihan yang lebih bergizi dan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, serta berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut dalam industri pangan tradisional.

Bayu Pratama; Suharjo Suharjo; Sarty Syarbiah

Journal of Student Research 2024 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Corn is one of the most important commodities in, Konawe Regency Southeast Sulawasi. Corn is included in the strategic food group whose demand continues to increase every year. Even though corn production in Southeast Sulawasi, Konawe Regency continues to increase, it cannot meet demand, which ultimately forces the government to import corn. This research was carried out in Nario Indah Village, Wawotobi District, Konawe Regency. The population of this study consisted of 25 people. The sample was taken by census as many as 25 people. The aim of this research is to analyze the economic scale, revenue, costs and income as well as the efficiency of production inputs in sweet corn farming in Nario Indah Village, Wawotobi District, Konawe Regency. The research results show that the economic scale of sweet corn farming in Nario Indah Village, Wawotobi District, Konawe Regency is in a condition of Increasing Return to Scale. Receipts amounting to Rp. 19,982,820/ Ha, cost of Rp. 9,779,086/Ha, and the income from sweet corn farming in Nario Indah Village, Wawotobi District, Konawe Regency is Rp. 10,203,734/Ha. The production inputs for land area, labor, herbicides show that they are inefficient, while the production inputs for seeds, urea and insecticides show that they are not efficient in sweet corn farming in Nario Indah Village, Wawotobi District, Konawe Regency.

Akira Devy Kauri; Niken Purwidiani; Asrul Bahar; Ila Huda Puspita Dewi

Jurnal Yudistira : Publikasi Riset Ilmu Pendidikan dan Bahasa 2024 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Changes in social conditions and lifestyle change people's consumption patterns, so there is a need for innovation in making food by utilizing vegetables to increase nutritional complexity. Stuffed Chicken is a processed product made from the main ingredient of chicken meat with the addition of vegetable puree. These problems became the objectives of this study to determine: 1) Sensory quality results which include shape, color, taste, aroma, texture and level of preference; 2) Nutritional content which includes energy, carbohydrates, protein, fat, fiber, and vitamin A; 3) Selling price of stuffed chicken per 250 gram package. This research used observation method through a sensory quality test with 30 panelists. Data result were processed with a single anova test followed by a Duncan’s test. Nutritional content (energy, carbohydrate, protein, fat, fiber, and vitamin A) was tested in the laboratory. The results showed: 1) the addition of vegetable puree proportion (carrots, sweet corn, and peas) affects the criteria of taste and aroma, while the criteria of shape, color, texture and level of liking have no significant effect. The nutritional content of stuffed chicken is energy of 294.85 kcal, carbohydrates 42.90g, protein 14.96g, fat 7.24g, Fiber 3.23g, and vitamin A 67.10 μg. The selling price of stuffed chicken is known to be Rp.36,500 per package weighing 250 grams.

Muhammad Ridwan; Rinawati Dewi; Damar Prakoso; Ida Syamsu Roidah

Botani : Publikasi Ilmu Tanaman dan Agribisnis 2024 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

The demand for sweet corn continues to increase in line with the rapid development of the food industry. Therefore, every company must be able to develop a strategic business plan to achieve the company's goals, whether short-term, medium-term, or long-term. One Day Promotion is one of the promotional activities with a gift given for every purchase of MADU-59 F1 sweet corn seeds, which is held at the Agricultural Store. This activity aims to know, implement, and identify the effectiveness of One Day Promotion (ODP) to increase sales. This activity was conducted in Karangploso, Malang, East Java, using two methods: collecting primary data through interviews, observations, recordings, and documentation, as well as collecting secondary data through literature references such as journals, books, and the internet. The One Day Promotion activity was conducted at three agricultural stores in Karangploso, Malang, East Java. This activity is considered effective in increasing brand awareness and serving as an educational medium for farmers to know the advantages of MADU-59 F1 sweet corn seeds. Additionally, the One Day Promotion activity aims to help achieve the company's goal of increasing product sales volume. With the One Day Promotion strategy, it will attract consumer interest and provide satisfaction to consumers, thus accelerating and expanding the market for MADU-59 F1 sweet corn seeds.  

Fitri Yulinar Aldila; Gevyma Tharis Iftikhor; Muhammad Khawarizmi; Taufik Setyadi

Manfaat : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Indonesia 2024 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewan Indonesia

Efforts to diversify corn-based processed products have not been widely carried out by the community, including LMDH in Candisari village, Lamongan Regency. This is due to the lack of knowledge and skills in the community regarding innovations in corn-based food processing, and people are more likely to sell corn directly to middlemen to make ends meet. The main aim of this socialization is to provide LMDH with a solution on how to use sweet corn in the Candisari Village area to process it into marketable food products using simple technology. This is the basis for socialization activities and the use of corn processing carried out in Candisari Village, Sambeng District, Lamongan Regency. The result of the socialization is an increase in community knowledge and skills in innovation in corn pudding processing and product marketing.

Mario Pani; Rahayu Eka Sari; Ali Makmur; Anuar Ramut; Joharsah Joharsah +1 more

Jurnal Hasil Kegiatan Bersama Masyarakat 2024 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

One of the consequences of poor nutritional management in toddlers is stunting. One nutritious alternative food to prevent stunting at a relatively cheaper price is sweet corn. Sweet corn is increasingly popular and widely consumed because it has a sweeter taste than regular corn (Kartika, 2019). Siswono (2004 in Surtinah, 2013) reported that the sugar content of the master sweet variety is 16 – 18%, close to the sugar content of cane, namely 19%. Sweet corn contains 96 cal Energy, 3.5 g Protein, 1.0 g Fat, 22.8 g Carbohydrates, 3.0 mg Calcium, 111 mg Phosphorus, 0.7 mg Iron, Vitamin A 400 SI, Vitamin B 0, 15 mg, Vitamin C 12.0 mg, and water 72.7 g Iskandar, 2006). This service activity was carried out at the Kampung Jawa Village Hall, Blangkejeren District, Gayo Lues Regency. The parties involved in this activity were lecturers from the Agrotechnology and Forestry study program, PSDKU Gayo Lues, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University as resource persons, as well as the Agrotechnology and Animal Husbandry study program, Faculty of Agriculture, Gunung Leuser University, Aceh Kutacane, village midwives as partners, village heads as facilitators and the village community. Javanese Village as a participant. Survey of activity locations, socialization of service activities, implementation of service activities, evaluation of service activities. The conclusions from this activity are: 1. Regarding the causes, characteristics, dangers and prevention of stunting by related parties, this is one of the first steps in efforts to improve the nutrition of pregnant women and toddlers in the Kampung Jawa Village community. 2. Sweet corn is an alternative food source that can be consumed by pregnant women and toddlers to prevent stunting. 3. This activity attracts the attention of mothers participating in socialization and Posyandu in Kampung Jawa Village and can increase their knowledge about preventing and handling stunting.

Mario Pani; Rahayu Eka Sari; Ali Makmur; Anuar Ramut; Joharsah Joharsah +3 more

Jurnal Pengabdian dan Solidaritas Masyarakat 2024 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

One of the consequences of poor nutritional management in toddlers is stunting. One nutritious alternative food to prevent stunting at a relatively cheaper price is sweet corn. Sweet corn is increasingly popular and widely consumed because it has a sweeter taste than regular corn (Kartika, 2019). Siswono (2004 in Surtinah, 2013) reported that the sugar content of the master sweet variety is 16 – 18%, close to the sugar content of cane, namely 19%. Sweet corn contains 96 cal Energy, 3.5 g Protein, 1.0 g Fat, 22.8 g Carbohydrates, 3.0 mg Calcium, 111 mg Phosphorus, 0.7 mg Iron, Vitamin A 400 SI, Vitamin B 0, 15 mg, Vitamin C 12.0 mg, and water 72.7 g Iskandar, 2006). This service activity was carried out at the Kampung Jawa Village Hall, Blangkejeren District, Gayo Lues Regency. The parties involved in this activity were lecturers from the Agrotechnology and Forestry study program, PSDKU Gayo Lues, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University as resource persons, as well as the Agrotechnology and Animal Husbandry study program, Faculty of Agriculture, Gunung Leuser University, Aceh Kutacane, village midwives as partners, village heads as facilitators and the village community. Javanese Village as a participant. Survey of activity locations, socialization of service activities, implementation of service activities, evaluation of service activities. The conclusions from this activity are: 1. Regarding the causes, characteristics, dangers and prevention of stunting by related parties, this is one of the first steps in efforts to improve the nutrition of pregnant women and toddlers in the Kampung Jawa Village community. 2. Sweet corn is an alternative food source that can be consumed by pregnant women and toddlers to prevent stunting. 3. This activity attracts the attention of mothers participating in socialization and Posyandu in Kampung Jawa Village and can increase their knowledge about preventing and handling stunting.

Elly Yuniarti Sani; Dewi Larasati; Aldila Sagitaning Putri

Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPPMI) 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Jagung manis (Zea Mays Saccharata) adalah jenis jagung yang disukai oleh masyarakat, karena lebih mudah untuk dikonsumsi, yaitu dengan cukup direbus atau dibakar saja (Eldiani Tolan, 2019). Tujuan dari penyuluhan ini adalah memberikan pengetahuan dan ketrampilan membuat puding dari jagung manis kepada siswa jurusan Agribisnis Hasil Pertanian SMK Negeri 1 Bawen. Metode kegiatan penyuluhan pembuatan puding jagung untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan membuat puding dari jagung manis dengan metode : a. Metode ceramah. b. Metode Praktek. c. Metode tanya jawab, digunakan untuk memberikan tanggapan kepada peserta tentang materi yang telah disampaikan d. Evalusi dengan memberikan pre test dan post test. Setelah pelaksanaan menunjukkan bahwa sasaran yaitu siswa dan siswi SMK Negeri 1 Bawen bertambah ilmu pengetahuannya dan mampu mengolah jagung menjadi puding jagung manis. Berdasarkan tanya jawab, wawancara dan quisioner yang dibagikan sebelum dan setelah kegiatan menujukkan bahwa : Setelah pelaksanaan menujukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta penyuluhan meningkat 77 %  tentang cara pengolahan jagung manis, Pengetahuan tentang pembuatan jagung manis menjadi puding menujukan bahwa ada peningkatan 72 % dan Pengetahuan olahan jagung manis lainnya menujukkan bahwa terdapat peningkatan 74 % setelah penyuluhan. Simpulan yang dapat diambil dari kegiatan penyuluhan ini adalah (1) Kegiatan penyuluhan pembuatan puding jagung manis meningkatkan ketrampilan para peserta (2) Respon yang diberikan oleh peserta penyuluhan menujukkan minat yang cukup memuaskan dan ada keinginan untuk menerapkan pengetahuan yang baru diperolehnya untuk disosialisasikan dilingkungan sekitar.

Dwi Arismawati; Faruq Lamusa; Harnida Wahyuni Adda

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Usaha ini didirikan agar pelanggan yang menyukai makanan ringan makaroni dapat membelinya dalam berbagai rasa.  Selain itu, para penjual berkesempatan untuk mengasah ketajaman bisnisnya melalui usaha makaroni goreng ini agar bisa menghasilkan keuntungan yang cukup besar. Cinlok (Camilan Lokal) merupakan produk makanan berbahan dasar makaroni yang memiliki konsep lebih beragam dari kebanyakan produk makaroni lainnya karena memiliki tampilan yang menarik dan rasa yang banyak dan bervariasi dari makaroni lainnya yaitu rasa original, jagung bakar, jagung manis, balado,daun jeruk pedas, pedas keju, pedas manis dan extra pedas. Konsumen biasanya dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal untuk mencapai tindakan melakukan pembelian.  Salah satu faktor internal yang paling signifikan untuk membujuk pelanggan membeli adalah kualitas produk, sehingga pelaku bisnis harus memperhatikan faktor-faktor tersebut untuk membujuk pelanggan melakukan pembelian.  Sugesti atau pengaruh yang diterima dari orang lain berdasarkan pengalaman pribadinya sendiri dan pengalaman orang yang dikenalnya merupakan salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi minat konsumen untuk membeli suatu produk.

Sanna Sanna; Faruq Lamusa; Niluh Putu Evvy Rossanty

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

CINLOK berdiri sejak tanggal 30 Oktober 2020 dan terhenti akibat Wabah Covid-19 dan dimulai lagi pada saat mengikuti program MBKM kegiatan wirausaha mandiri yaitu pada Senin, 29 Agustus 2022 . CINLOK sendiri bergerak dibidang penjualan makanan Ringan berupa makaroni goreng. CINLOK (makaroni goreng) dihadirkan dengan berbagai varian rasa yaitu : balado pedas, balado pedas manis, jangung bakar, jagung manis, keju, daun jeruk pedas dan extra hot.Untuk meningkatkan volume penjualan CINLOK menerapkan strategi bauran pemasaran. Bauran pemasaran adalah strategi pemasaran yang menekankan pada berbagai faktor yang disebut 4P (product, price,palce dan promotion), tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan strategi bauran pemasaran CINLOK dapat meningkatkan penjualan.

kiswanto, yulius; Sugiarto, Raden; Sari, Era Ema

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2023 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Sweet corn (Zea mays saccharate) di Indonesia dikenal dengan nama jagung manis semakin popular dan banyak dikonsumsi karena memiliki rasa yang manis serta umurnya yang lebih singkat (genjah). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kandungan gula jagung manis (kadar air, kadar gula reduksi, kadar gula total, dan kadar pati) setelah lepas panen dalam penyimpanan suhu ruang 32°C, 16°C, 6°C pada 1,2,3,5,7,12 dan 48 jam penyimpanan. Penelitian ini menggunakan data series data hasil pengamatan kemudian akan dianalisis dengan regresi non linier yang dianalisis dengan software Microsoft Excel dan Sigmaplot versi 12.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyimpanan suhu 6°C memberikan hasil kadar gula yang tinggi mendekati kadar gula pada kondisi awal dengan persentase penurunan sebesar 6,98 % dari kadar gula 6,6409 % menjadi 6,1773 % dan dengan  konstanta laju penurunan KG sebesar 0,049753/jam. Demikian pula untuk kadar pati pada penyimpanan suhu 6°C mengalami persentase penurunan sebesar 16,72 % dari kadar pati 12,4506 % menjadi 10,3693 % dengan konstanta laju penurunan sebesar 0,061697/jam. Semakin rendah suhu penyimpanan, maka laju penurunan kadar gula dan kadar pati makin rendah.