Publication Search

65,449 articles from 545 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-20 of 60

Analytics

Nisrina Shani Aziza; Dewi Suprihatin; Slamet Triyadi

Bhinneka: Jurnal Bintang Pendidikan dan Bahasa 2026 Universitas Palan

This study aims to describe the types of meaning contained in the short story collection Ihwal Nama Majid Pucuk through a semantic study and to produce a recommendation for handout teaching material in learning short story texts for grade XI of senior high school. This research employs a qualitative approach with a descriptive method and a text-analysis model, while the data consist of word, phrase, and sentence quotations collected through documentation techniques. The main theory used is Abdul Chaer's theory of meaning, supported by Geoffrey Leech's theory of associative meaning, with data analysis following the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that the three analyzed short stories contain eight types of meaning, namely lexical and grammatical meaning, referential and nonreferential meaning, denotative and connotative meaning, word and term meaning, conceptual and associative meaning, idiomatic meaning, figurative meaning, as well as locutionary, illocutionary, and perlocutionary meaning. Lexical and grammatical meanings dominate the findings, while proverbial meaning is not found in the data source. The diversity of these meanings confirms that this short story collection is suitable to be used as handout teaching material for short story texts in grade XI of senior high school. Abstrak. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis-jenis makna yang terkandung dalam kumpulan cerita pendek Ihwal Nama Majid Pucuk melalui kajian semantik sekaligus menghasilkan rekomendasi bahan ajar handout pada pembelajaran teks cerpen kelas XI SMA. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan model analisis teks, sedangkan data berupa kutipan kata, frasa, dan kalimat yang dikumpulkan melalui teknik dokumentasi. Teori utama yang digunakan adalah teori makna Abdul Chaer dan teori pendukung makna asosiatif Geoffrey Leech, dengan analisis data mengikuti tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam ketiga cerpen yang dianalisis ditemukan delapan jenis makna, yaitu makna leksikal dan gramatikal, makna referensial dan nonreferensial, makna denotatif dan konotatif, makna kata dan istilah, makna konseptual dan asosiatif, makna idiomatikal, makna kias, serta makna lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Makna leksikal dan gramatikal mendominasi temuan, sementara makna peribahasa tidak ditemukan dalam sumber data. Keberagaman makna tersebut menegaskan bahwa kumpulan cerpen ini layak dijadikan bahan ajar handout teks cerpen kelas XI SMA.

Widyadhana, Wisnu Kumara; shofiinoorman

Amphibious Journal 2025 Akademi Angkatan Laut

Penelitian ini membahas pentingnya pembelajaran mengenai perang proxy (proxy war) bagi taruna Korps Marinir di Akademi Angkatan Laut sebagai bekal dalam menghadapi ancaman pertahanan negara di masa depan. Perubahan makna istilah “perang” yang kini lebih sering dipahami sebagai sifat daripada sekadar tindakan, menunjukkan urgensi pemahaman baru di kalangan militer. Proxy war merupakan konfrontasi tidak langsung antara dua kekuatan melalui perantara untuk menghindari konflik langsung yang dapat menyebabkan kerusakan fatal. Saat ini, Taruna Korps Marinir belum memperoleh pembelajaran khusus mengenai proxy war, sehingga materi ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapan mereka. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan konsep pembelajaran proxy war yang dapat diterapkan dalam kurikulum pendidikan taruna Korps Marinir, agar mereka memiliki bekal yang memadai untuk menjadi perwira TNI-AL yang mampu menghadapi berbagai ancaman pertahanan di masa depan. Penelitian menggunakan metode penelitian dan pengembangan, meliputi pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara, serta uji coba konsep pembelajaran yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi materi proxy war secara signifikan meningkatkan pemahaman dan kesiapan taruna dalam menghadapi skenario perang tidak langsung.

Aqil, Nur Ilham; Jayanti, Fitri Dwi; Indarto, Bambang Ahmad; Nurani, Bulan Karima

Dinamika Akuntansi Keuangan dan Perbankan 2025 Faculty of Economic and Business Universitas STIKUBANK

PSAK 101 merupakaan standar akuntansi yang digunakan sebagai pedoman akuntan untuk mempermudah entitas syariah dalam penyusunan dan penyajian pelaporan keuangan yang mudah dipahami dan juga dapat membandingkan antara laporan keuangan entitas syariah periode sebelumnya. Berdasarkan PSAK 101 laporan keuangan yang lengkap terdiri dari : laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, laporan rekonsiliasi pendapatan dan bagi hasil, laporan sumber dan penyaluran dana zakat, laporan sumber dan penggunaan dana kebajikan, catatan atas laporan keuangan. Penelitian ini dilakukan pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) yang diawasi oleh OJK Kantor Regional 3 Jawa Tengah. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penyajian laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi BPRS di Provinsi Jawa Tengah telah sesuai dengan PSAK No. 101?. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknik studi literatur adalah suatu metode pengumpulan data melalui pemeriksaan atau peninjauan terhadap dokumen-dokumen yang terdiri langsung dari buku-buku, surat-surat, catatan harian, laporan-laporan, dan kajian terhadap dokumen-dokumen yang berkaitan dengan penelitian. Hasil  dari penelitian yang penulis lakukan adalah BPRS di Provinsi Jawa Tengah sudah menerapkan PSAK secara penuh dalam pembuatan laporan keuangan, hanya saja masih terdapat perbedaan istilah dalam komponen-komponen laporan keuangannya.

Taufiq Hidayat; Taswirul Afkar; Misbahul Khanif; Mukhammad Aqmal Aziz

Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Komunikasi 2025 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Indonesia as a multicultural country has various traditions that reflect social and spiritual values, one of which is the tingkeban tradition in Javanese culture. This tradition is not only a spiritual ritual for the safety of pregnant women and their fetuses, but also a medium for cultural expression through the symbolism of traditional food. This study aims to identify the terms of traditional food and snacks in the tingkeban ceremony and explore the symbolic and cultural meanings contained therein through an ethnolinguistic approach. The focus of the study was directed at the people of Ketapangkuning Village, Ngusikan District, Jombang Regency, East Java, who still maintain the traditional tingkeban practice. By using an ethnolinguistic approach, this study attempts to trace the relationship between language and culture reflected in the lexicon of traditional food as a representation of the values of harmony, balance, and respect for life in Javanese society.

Tiwi Widya Lestari; Amelia Amanda Verawati; Adila Nisa Hamidah; Taswirul Afkar

Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Komunikasi 2025 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

This study examines the naming of tourist attractions in Gondang District, Mojokerto Regency, through an ethnolinguistic approach to describe the meaning contained in the names. The object of study includes five tourist destinations, namely Akar Seribu, Bale Kambang, Kebun Pandansari, Padi Park, and Mbencirang Valley. This research used a descriptive qualitative method with data collection techniques in the form of field observations, interviews, and documentation. The data were analyzed using descriptive-interpretative analysis techniques, namely by describing the language form used in naming, interpreting the meaning based on the local cultural context, and linking it to the social and ecological functions of each area. The results of the study show that the naming of tourist attractions in this area not only functions as a geographical marker, but also as a representation of the community's relationship with nature, agrarian identity, and a form of language adaptation to changes in spatial functions.

Moh Shofii Noorman; MARYONO; NANI KUSMIYATI

Amphibious Journal 2025 Akademi Angkatan Laut

Penelitian ini membahas pentingnya pembelajaran mengenai perang proxy (proxy war) bagi taruna Korps Marinir di Akademi Angkatan Laut sebagai bekal dalam menghadapi ancaman pertahanan negara di masa depan. Perubahan makna istilah “perang” yang kini lebih sering dipahami sebagai sifat daripada sekadar tindakan, menunjukkan urgensi pemahaman baru di kalangan militer. Proxy war merupakan konfrontasi tidak langsung antara dua kekuatan melalui perantara untuk menghindari konflik langsung yang dapat menyebabkan kerusakan fatal. Saat ini, Taruna Korps Marinir belum memperoleh pembelajaran khusus mengenai proxy war, sehingga materi ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapan mereka. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan konsep pembelajaran proxy war yang dapat diterapkan dalam kurikulum pendidikan taruna Korps Marinir, agar mereka memiliki bekal yang memadai untuk menjadi perwira TNI-AL yang mampu menghadapi berbagai ancaman pertahanan di masa depan. Penelitian menggunakan metode penelitian dan pengembangan, meliputi pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara, serta uji coba konsep pembelajaran yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi materi proxy war secara signifikan meningkatkan pemahaman dan kesiapan taruna dalam menghadapi skenario perang tidak langsung.

Devi Maylia Permata Sari; Rohmatin Indriyani; Arjun Firmansyah; Siska Adelia; Iskandar Ali Muhtarom

SIMPATI: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa 2025 CV. Alim's Publishing

Teknik penerjemahan mertupakan metode yang berfungsi guna mentransfer pesan dari Bahasa Sumber (BSu) ke Bahasa Sasaran (BSa), yang meliputi tingkatan kata, frasa, klausa, dan kalimat. Teknik ini memiliki lima karakteristik, sebagaimana dikemukakan oleh (Molina & Hurtado Albir, 2002), yang menekankan pengaruhnya terhadap hasil terjemahan, klasifikasi berdasarkan teks BSu, penerapan pada tataran mikro, keterkaitan dengan konteks tertentu, dan sifatnya yang fungsional. Beragamnya istilah teknik antar pakar sering menimbulkan tumpang tindih, sehingga penelitian ini mengacu pada 18 teknik penerjemahan Molina dan Albir yang sudah teruji secara komprehensif. Penelitian ini menganalisis penerapan teknik cutting dan omission dalam penerjemahan novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.(Florensa, Aini, Sholehhudin, & Sutrimah, 2023) Teknik cutting digunakan untuk menyederhanakan struktur kalimat panjang, sementara omission diterapkan untuk menghilangkan elemen budaya lokal yang sulit diterjemahkan tanpa mengorbankan inti cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua teknik tersebut efektif dalam meningkatkan keterbacaan teks terjemahan. (Venuti, 2017)Namun, terdapat risiko kehilangan aspek estetika dan budaya lokal. Dengan demikian, penerjemah perlu berhati-hati agar esensi cerita tetap terjaga dan pesan tersampaikan secara akurat kepada pembaca internasional.

Tupa Pebrianti Lumbantoruan; Selviana Putri Naibaho; Agustinus Gulo; Yesica Elisabet Tanjung; Juita Manullang

Damai : Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Filsafat 2024 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This article discusses the concept of the Kingdom of God in Jesus' teaching according to the Gospel of Mark. The Kingdom of God is understood as a spiritual and eschatological reality that is present through the ministry of Jesus Christ. In the Gospel of Mark, Jesus' teaching about the Kingdom of God challenges the traditional view that expects the coming of the Messiah as a political leader. Using a qualitative approach, this study examines the verses of Mark 1:15, 4:11-12, 4:30-32, and 10:15 to explain the characteristics of the Kingdom of God, such as its theocentric, messianic, and dynamic nature. The study highlights that the Kingdom of God is the active rule of God in human history, with two main dimensions: "already present" through Jesus' ministry and "not yet fully realized" until His second coming. This article provides theological and historical insights into the relevance of Jesus' teachings on the Kingdom of God for the life of the church and society today.

Annisa Putri Ramadhani; Jumadi Jumadi; Dwi Wahyu Candra Dewi

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2024 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Sal Priadi is a Male Songwriter and Singer. His song entitled Gala Sunflower is very popular among teenagers, especially today. This research was motivated by the desire to know the meaning of the words and terms in the song, which could become material for thought and reflection about life. The song Gala Sunflower tells of longing for someone who has died, and this research aims to understand the meaning of the words and terms contained in the song. Research on the song Gala Bunga Matahari to identify several things contained in the song, such as the various settings contained in the song, the meaning of words, the meaning of terms, and implement it as language and literature learning material. The research method used is a qualitative method from song sources using the note-taking technique. The steps used in understanding the song Gala Bunga Sunflower use hermeneutic techniques. Understanding the song Gala Bunga Sunflower can be linked to basic learning competencies, such as identifying the meaning of words and the meaning of terms. It is hoped that students can apply the meaning contained in Sal Priadi's song "Gala Bunga Matahari".

Abdul Syukur; Arina Rahma Tika; Erlita Praha Ardila Putri; Sigit Wibowo

Penelitian ini menganalisis teknik penerjemahan pidato kepresidenan untuk menyampaikan pesan etis dan ide pembangunan berkelanjutan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, studi ini menggali teknik penerjemahan seperti modulasi, kesetaraan budaya, dan adaptasi gaya bahasa, serta dampaknya pada pemahaman audiens.Hasil penelitian menunjukkan penggunaan teknik modulasi pada frasa "harnessing technological progress," diterjemahkan menjadi "memanfaatkan kemajuan teknologi," yang lebih relevan dengan konteks Indonesia. Teknik kesetaraan budaya diterapkan pada istilah "inclusive future," diadaptasi menjadi "masa depan yang inklusif dan adil," mengacu pada nilai keadilan dalam budaya lokal. Adaptasi gaya bahasa juga tampak pada frasa "emerging technologies," yang diterjemahkan langsung menjadi "teknologi baru yang berkembang."Teknik modulasi dan kesetaraan budaya dominan dalam analisis ini, menunjukkan efektivitasnya dalam menyampaikan nilai penting pidato. Penggunaan teknik penerjemahan yang tepat memfasilitasi interpretasi yang lebih jelas dan bermakna, menciptakan koneksi antara pidato presiden dan audiens lokal.

Ridho Darman

The land title (in Indonesian: sertipikat) is a legal product issued by the Ministry of Agrarian Affairs and Spatial Planning/National Land Agency, while “sertifikat” (spelled with 'f' instead of 'p'), which is the standard term according to KBBI (Indonesian Dictionary). The number of social media users increases every year, resulting in a growing amount of data generated. Big data derived from social media can encompass public perception or societal behaviors. The significant benefits derived from social media analytics provide opportunities to explore and analyze data sources within social media. This study analyzes data from the social media platforms Twitter, Facebook, and Instagram to determine common terms used by the public regarding "sertipikat tanah" (land certificate) and "sertifikat tanah" (land certificate). These platforms were chosen because they provide open data. The use of uncommon terms among the public potentially hinders the government's intended objectives. The final results indicate that despite "sertipikat" being the official legal term, the public is more accustomed to using "sertifikat tanah." The comparison of usage between "sertipikat tanah" and "sertifikat tanah" on Facebook is 11% : 89%, on Instagram 38% : 62%, and on Twitter 70% : 30%, with the majority of "sertipikat tanah" usage on Twitter originating from government accounts.

Shafira Aulia Putri; Rino Wicaksono; Intan Findanavy Ridzqo

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2024 Universitas 17 Agustus 1945

Berdasarkan data Kementrian Perdagangan pada tahun 2022, hanya 0,3% dari jumlah pasar rakyat di Indonesia yang baru mendapatkan sertifikasi SNI pasar rakyat. Istilah ‘pasar tradisional’ memiliki konotasi yang kurang bagus karena diidentikkan dengan keadaanya yang kumuh, bau, sempit, tidak beraturan dan tidak aman bagi pengunjung. Oleh sebab itu kemudian dikembangkan istilah ‘pasar rakyat’ yang memiliki makna yang lebih baik. Pasar Minggu Korpri Suradita merupakan pasar rakyat yang berlokasi di dalam kawasan perumahan di Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang. Walaupun telah disebut sebagai ‘pasar rakyat’, namun berdasarkan ulasan masyarakat yang disampaikan melalui laman nicelocal.id dan Google Maps, pengunjung Pasar Minggu Korpri Suradita menyampaikan keluhan bahwa pasar ini ternyata masih memerlukan penataan yang lebih baik, lapak yang semrawut, parkir yang tidak beraturan. Untuk itu, tujuan penelitian ini adalah mengkaji dan menganalisis mengenai permasalahan dan mengetahui apakah Pasar Minggu Korpri Suradita sudah memenuhi standar persyaratan teknis SNI 8152:2021 Pasar Rakyat. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Data didapatkan dari wawancara dan observasi dan dianalisis menggunakan skoring yaitu, 0 (tidak tersedia), 1 (tidak sesuai standar), dan 2 (sesuai standar). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Pasar Minggu Korpri Suradita belum memenuhi Standar Nasional Indonesia tentang Pasar Rakyat tahun 2021, yang terlihat dari sebagian besar fasilitas yang masih belum tersedia.

Iliya Ulva; Uut Istianah

Realisasi : Ilmu Pendidikan, Seni Rupa dan Desain 2024 Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

This research aims to describe the use of lunar terms in the Javanese calendar in people's lives and reveal the meaning and cultural values ​​contained therein. The research method used is subjective exploration with triangulation data collection techniques, inductive data examination, and subjective questioning. The research results show that Javanese people use lunar terms in the Javanese calendar in various aspects of life, such as determining dates, mentioning events, carrying out traditions, calculating good days, mentioning age, and strengthening cultural identity. The use of the term Javanese month contains quite deep meaning and cultural values, including cultural adaptation, local wisdom, religiosity, oral traditions and cultural identity. The term month in the Javanese calendar is not just a translation. This is a reflection of how Javanese culture adapts, respects local wisdom, and upholds religious values ​​and oral traditions. The use of this term in everyday life is an affirmation of Javanese cultural identity which continues to be preserved.

Englishtina, Inti; Marwinda, Kristin; Mega Mahardhika, Steffie; Al Ihyak Dieni, Novita

Perigel: Jurnal Penyuluhan Masyarakat Indonesia 2024 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

This study aims to determine the effectiveness of news article writing training focused on using English terms in headlines and articles. Participants were students from NU 3 Mualimin High School, Weleri District, Kendal Regency, with varying expertise levels. The training involved intensive workshops on news article structure, appropriate writing styles, and correct use of English terms. Results are expected to provide insights into the impact of training on improving article quality, particularly in English term usage. Evaluation included qualitative analysis of articles before and after training, considering changes in writing style, information clarity, and English term usage skills. The study also discusses challenges faced by authors and presents recommendations for further improvement, aiming to enhance writing skills in the context of globalization and the influence of English in mass media

Renata Ramadhani; Naafi ul Badii; Moch Zoelvan; Jerry Mardi; Raditya Dafa +1 more

Perspektif: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Bahasa 2024 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan Bahasa Indonesia sebagai alat untuk menjelaskan konsep-konsep dasar kalkulus, seperti limit, turunan, dan integral, dalam pembelajaran di tingkat perguruan tinggi. Kalkulus sering dianggap sebagai mata pelajaran yang kompleks, dengan banyak mahasiswa menghadapi kesulitan dalam memahami berbagai konsep dan istilah yang sulit. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan sampel terdiri dari 65 mahasiswa dari berbagai universitas yang sedang mempelajari mata kuliah kalkulus. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini mencakup 10 pertanyaan yang dirancang untuk mengukur pemahaman dan persepsi mahasiswa terhadap penggunaan Bahasa Indonesia dalam pengajaran kalkulus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Bahasa Indonesia dapat memperjelas konsep-konsep dasar kalkulus dan secara signifikan meningkatkan pemahaman serta hasil belajar mahasiswa. Sebagian besar responden melaporkan bahwa penjelasan dalam Bahasa Indonesia membantu mereka memahami materi dengan lebih baik dan mengurangi kebingungan terhadap istilah-istilah teknis. Kesimpulannya, penggunaan Bahasa Indonesia dalam pengajaran kalkulus memiliki potensi besar untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran dan mempermudah mahasiswa dalam memahami konsep-konsep dasar yang kompleks. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi para pengajar dalam mengembangkan strategi pengajaran yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa

Abdul Ganif Harlembang; Yogi Permana; Muhammad Iqbal Ramadhan; Fathurrahman Fathurrahman; Wismanto Wismanto

Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam 2024 Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

The problem in this study is the importance of understanding the nature of the object of education from the perspective of Islamic education. In general, the object of education is often understood as just a human who needs learning. But in Islamic education, the object of education is not just individual humans, but more than that. Humans as objects of education have very broad dimensions. Islamic education has indicated this in its main source, namely the Qur'an and the Sunnah of the Prophet Muhammad. To answer this research problem, the approach used is library research. The results of this study are the object of education in Islam refers to several words. First, the word ahl means family, wife, relatives, or people who live in the same place. the word ahl can also refer to various groups that are formed and formed in the reality of human life. Second, the word 'asyirah has varied meanings. The emphasis on the meaning of the most dominant is the family in a larger scope when compared to the family in terms of ahl. So that the term 'asyirah is not only limited to a relationship because of kinship, but also a relationship because of similarities both geographically or in terms of place of residence, ethnicity, tribe, or because of the intense interactive communication between existing community groups. Third, the term al-qurbu refers more to a family bound bybrotherhood, perhaps the brotherhood is the result of a lineage or brotherhood which is only limited to common perception. Thus, in Islamic education, education does not only focus on how to teach humans as individuals, but humans in various communities also receive serious attention in order to realize the goals of Islamic education, namely the actualization of faith and piety to Allah SWT in human’s soul.    

Subakti, Hani

JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI (JPMA), 2024 CV. ALIM'SPUBLISHING

Abstrak. Artificial intelligence (AI) adalah istilah dari industrial society yang merupakan sebuah "program komputer, pembelajaran mesin, perangkat keras dan perangkat lunak". Artificial intelligence ini menggunakan sebuah ilmu dari perangkat keras dan perangkat lunak yang terinspirasi oleh rekayasa terbalik dari pola neokognitron yang bekerja diotak manusia. Produk industri ini banyak digunakan dalam pengembangan dan aplikasi sehari-hari di berbagai bidang, termasuk pendidikan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperjelas peran artificial intelligence dalam pendidikan, dan metode yang digunakan adalah metode media informasi, seperti poster yang pasang di majalah dinding sekolah. poster tersebut ini mengenai edukasi pentingnya artificial intelligence dalam membantu dan membuat profil pembelajaran untuk setiap siswa dan memungkinkan materi pembelajaran disesuaikan dengan kemampuan, gaya belajar, dan pengalaman setiap siswa. Kata Kunci: Pendidikan, artificial intelligence, media edukasi.

Kholilur Rahman; Pratiwi Ayu Sri D; Samuel Dharma Putra Nainggolan; Jamalum Sinambela

Notary Law Research 2023 Program Studi Kenotariatan Program Magister Fakultas Hukum UNTAG Semarang

Para pelaku usaha berlomba-lomba dalam hal mengejar keuntungan sehingga terciptalah suatu iklim persaingan usaha antara perlaku usaha yang satu dengan pelaku usaha yang lain. Hal seperti ini menjadi positif apabila dalam suatu persaingan tersebut menggunakan cara-cara yang adil dan fair. Hal yang terjadi adalah tidak jarang pelaku usaha didasari oleh keinginan untuk menambah keuntungannya menggunakan cara-cara yang melanggar hukum dengan membuat suatu kesepakatan dengan pelaku usaha lain yang bertujuan untuk merusak iklim persaingan usaha yang telah berjalan baik yang salah satunya dikenal dengan istilah kartel. Melalui Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, iklim persaingan usaha dijaga oleh Negara. Komisi Pengawas Persaingan Usaha sebagai garda terdepan dalam hal pengawasan persaingan usaha. Namun terjadi beberapa permasalahan mengenai kewenangannya yang menyebabkan tetap terjadinya kartel dalam suatu persaingan usaha. Penelitian ini berusaha menjawab itu semua melalui pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual maupun pendekatan kasus agar menghasilkan pemahaman atas permasalahan kartel dan penegakan hukum pidananya di Indonesia.

Rahmat Hidayat

Analisa transaksional adalah perilaku perilaku – aktivitas pendukung kognitif untuk mengoptimalkan ego individu – setiap ego individu menggerakkan hidup kita sesuai dengan pikiran, dan kita dibatasi pada panca indera, pikiran dan intelek (akal), dan juga mengidentifikasi diri kita dengan istilah-istilah sampai taraf tertentu. Sehingga perlu diatasi agar dapat membantu siswa dalam memahami dirinya, yaitu status status ego yang dapat diturunkan dalam menjalankan perannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi umum dari informasi Status Ego Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Bonjol. Metode yang digunakan adalah metode deskripti dengan bentuk penelitian survei. Sampel penelitian ini berjumlah 40 siswa. Hasil analisis menunjukkan siswa kelas IX SMP Negeri 1 Bonjol mencapai hasil 58% ego anak dengan kategori “Rendah”, 96% ego orang dewasa dengan kategori “Tinggi” dan ego orang tua 91% dengan kategori “Tinggi”. kategori.

Elfa Mirnawati Damayanti; Agus Nurudin

Jurnal Akta Notaris 2023 Program Studi Kenotariatan Program Magister

Dalam menjalankan kegiatan usaha diperlukan suatu modal yang bersumber dari modal sendiri maupun hutang. Pada umumnya dalam pemberian hutang atau pinjaman akan dibuat suatu Perjanjian Utang Piutang dan atas jaminan berupa hak atas tanah yang diberikan oleh debitur akan dibuat suatu Akta Pemberian Hak Tanggungan. Namun demikian, pada studi kasus Putusan Nomor 437 PK/Pdt/2013 terdapat perbuatan hukum yang berbeda atas hubungan utang piutang antara Para Penggugat dan Tergugat I, yakni dibuatnya Akta Perjanjian Jual Beli dan Pengosongan atau yang dikenal dengan istilah APJB/PPJB, serta Akta Jual Beli (AJB). Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dimana data sekunder menjadi bahan penelitian kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadinya peralihan hak atas tanah dilakukan dengan cara Tergugat I mendaftarkan peralihan hak tersebut berdasar alas hak berupa AJB sehingga jaminan berupa sertifikat bidang tanah beralih menjadi atas nama Tergugat I. Upaya hukum yang dilakukan oleh Para Penggugat selain gugatan pada tingkat pertama yaitu Kasasi dan Peninjauan Kembali, sedangkan upaya hukum yang dilakukan Tergugat I adalah Banding. Implikasi yuridis atas dibuatnya APJB dan AJB terhadap Perjanjian Utang Piutang adalah akta-akta tersebut batal demi hukum dan sertifikat hak atas tanah yang sudah beralih menjadi atas nama Tergugat I tidak mempunyai kekuatan mengikat.