Publication Search

71,387 articles from 644 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-6 of 6

Analytics

Nanang qosim; Mu’tasim billah; Siti rohmah; Sulis putri dewi

Jurnal Manajemen dan Ekonomi Kreatif 2022 Universitas Kristen Indonesia Toraja

Tantangan didalam dunia pesantren merupakan Globalisasi dalam realita sosial, serta harus bertindak secara konsisten dalam melintasi batas-batas suatu negara (trans-nasional), dan mendorong perubahan-perubahan di berbagai tingkatan . Dalam keadaan seperti itu, tantangannya menuntut kesiapan pesantren di segala bidang, tanpa harus meninggalkan nilai-nilai tradisional yang dibangun  pada berabad-abad yang lalu dan menjadi sistem pendidikan khas Indonesia (pribumi). Dan  sekolah dituntut untuk berpartisipasi aktif dalam merespon  berbagai perubahan, serta mengharuskan sekolah tampil dalam persaingan pasar bebas. Kondisi ini merupakan deretan dan masalah yang panjang di mana benteng moral telah mencapai titik kritis dan terjadinya kekhawatiran, pergeseran nilai, secara signifikan. Dan merespon pesantren Zainul Hasan Genggong untuk memainkan perannya dalam dinamika yang ada, tanpa meninggalkan tradisi nilai-nilai tersebut. Dalam perspektif teori Pierre Bourdieu peran sekolah dalam menghadapi proses masuknya ke ruang lingkup dunia secara konseptual, peneliti  juga mendeskripsikannya melalui teori yaitu habitus [bentuk pesantren] x modal [kiai di pesantren] + domain [nilai Satlogi Murid] = praktik [peran kiai dalam menghadapi tantangan globalisasi]. Internalisasi nilai-nilai diatas menjadi tradisi besar di sepanjang sejarah dan dapat memberikan kemuliaan.

Eneng Martini; Aji Noor Nugraha; Poppy Aprilio Beladona

Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini 2022 Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Ilmu Qur'an Baubau

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji, menganalisis, serta memahami penerapan karakter disiplin bagi peserta didik melalui peran dari ekstrakurikuler polisi taruna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Lokasi penelitian dilakukan di SMK Taruna Nusantara Jaya desa Cisomang, Data di peroleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitiannya sebagai berikut: 1) kondisi kedisiplinan peserta didik mengalami perkembangan yang lebih baik, tetapi masih ada beberapa peserta didik yang melakukan tindak indisipliner (ringan) diantaranya indisiplner dalam waktu masuk sekolah, rambut panjang, tidak membawa atribut, dan tidak membawa helm saat berkendara. 2) pandangan peserta didik mengenai ekstrakurikuler polisi taruna bahwasannya adalah ekstrakurikuler yang baik terutama dalam hal penekanan kedisiplinan diantaranya kedisiplinan waktu dan tanggung jawab. 3) Peran ekskul POLTAR terhadap kedisiplinan peserta didik yaitu dengan melakukan kegiatan pelaksanaan kedisiplinan diantaranya mengawasi, mencatat, memperingatkan, memberi pengarahan dan menindak sesuai intruksi dari pembina dan kesiswaan.

Kundharu Saddhono; Budhi Setiawan; Muhammad Rohmadi; Ani Rakhmawati; Raheni Suhita +1 more

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Dalam rangka mewujudkan perlindungan terhadap masyarakat pedesaan terhadap paham radikalisme maka pendidikan dan penguatan wawasan kebangsaan untuk masyarakat pedesaan diperlukan sebagai bentuk kepedulian dari setiap pihak, baik pemerintah, masyarakat, dan keluarga. Pendidikan dan penguatan wawasan kebangsaan untuk masyarakat pedesaan akan terbentuk jika semua pihak memiliki kesadaran akan pentingnya pendidikan nilai kebangsaan dimulai semenjak dini. Masyarakat saat ini sangat rentan disusupi oleh paham dan gerakan radikalisme. Hal ini dikarenakan belum ada satu pun kebijakan spesifik untuk melindungi atau memproteksi masyarakat dari penetrasi paham dan gerakan radikalisme. Untuk itu, perlu adanya langkah konkret dalam hal mencegah radikalisasi dan penanaman nilai-nilai kebangsaan. Pendidikan nilai kebangsaan pada masyarakat inilah yang menjadi dasar pembentukan awal karena meluruskan sebatang ranting jauh lebih mudah daripada meluruskan sebatang pohon, maka dari itu pendidikan nilai kebangsaan yang paling efektif adalah pendidikan pada masyarakat, terutama di pedesaan Pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa di masyarakat harus dilakukan dengan tepat. Pengembangan nilai moral untuk masyarakat bisa dilakukan di dalam tiga tri pusat yang ada, yaitu, keluarga, lingkungan, dan masyarakat. Dalam pengembangan nilai moral untuk masyarakat perlu dilakukan dengan sangat hati-hati. Hal ini dikarenakan masyarakat adalah tempat berbagai macam karakter yang heterogen. Maka dari itu, tim pengabdi mengajukan kegiatan pengabdian berkaitan dengan penanaman nilai-nilai kebangsaan terhadap masyarakat pedesaan yang bertujuan untuk mengatasi perpecahbelahan masyarakat Indonesia ini dan mencegah radikalisme di masyarakat, mengingat banyaknya kelompok separatis lahir di Indonesia ini maka salah satu cara untuk memutuskan rantai gejolak yang bertujuan menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Jadi, kegiatan pengabdian ini tidak hanya memberikan pembekalan tentang internalisasi nilai-nilai kebangsaan pada masyarakat tetapi juga akan diintegrasikan dengan aktivitas masyarakat dalam keseharian yang akan dibimbing secara komprehensif dengan mengambil tema penguatan wawasan kebangsaan Indonesia dan nasionalisme bagi masyarakat sebagai pilar bangsa.  

Alsabarni AMD; Jeriah Jeriah; Rahmat Rahmat; Erfina Maharani; Elika Putri +1 more

Perigel: Jurnal Penyuluhan Masyarakat Indonesia 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

     Pendidikan karakter dalam institusi pendidikan baik formal maupun non-formal diharapkan menjadi solusi dekadensi moral anak bangsa. Taman Pendidikan Al-Qur’an merupakan Lembaga yang dijadikan oleh kelompok yang berasal dari unsur masyarakat yang menjalankan pendidikan non-formal berbasis keagamaan Islam. Permasalahan yang diamati adalah bagaimana dampingan terhadap pembentukan karakter anak sejak dini, dan problematika dalam proses pengelolaan TPA/TPQ di kampung Sadong Juru Mudi. Tujuan pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah penguatan peran TPQ dalam Pendidikan karakter religius dan internalisasi pendidikan karakter religius. Metode yang digunakan adalah metode ABCD (aset-based comunnity development) yaitu sebuah paradigma dalam pengabdian masyarakat. Setelah diadakannya penyuluhan dari bapak kadis DBD, PP/PA mengenai dampingan dalam membentuk karakter anak sejak dini menuju bina keluarga balita menyampaikan kepada ustadzah TPA Istiqomah untuk terus menjalankan pengajian di TPA/TPQ Istiqomah dalam membangun generasi Islami pada anak desa Sadong Juru Mudi.

Tuti Ningrum; Fera Elviana

Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Culture has an important role in the company. One of the elements in corporate culture is values. Companies must ensure that the culture is acceptable and even practiced by employees. PR Sukun it self has problems related to employees' understanding of their cultural values. Internalization can be used as one of the company's strategies to ensure that cultural values ​​can be accepted and implemented. Of course, guidelines are needed as the basis for the implementation of internalization. Purpose of this study is to know the guidelines formulation process for the internalization of corporate cultural values. This research uses descriptive-qualitative. Data collected by triangulation method that are interviews, documentation, and observation. The results show that PR Sukun had espoused values “Sukun Kuat”, that are (contibutive, strong, original, and tados). Moreover, this research also got information about conditions and steps for internalizing the current PR Sukun values. The results are compared with the references obtained by the writer to make recommendation. The recommendations of this guideline contain the preparation of guide or internalization materials, the formation of agents of change and their duties, planning of internalization programs, and monitoring evaluations.

Wijaya, Wijaya; Annur, Saipul; Ibrahim, Ibrahim

Jurnal Faidatuna 2022 STAI Denpasar Bali

This article discusses the Internalization of Islamic Values ​​in Youth at the Nurul Falah Mosque Block Kana Palembang. It is important to instill Islamic values ​​in Muslims, including mosque youth, as the next generation of the nation. The type of research used is qualitative with a descriptive approach. The method of collecting data is through interviews, observation and documentation. The data analysis technique begins with data reduction, then data presentation and finally data verification. Meanwhile, the technique for examining data integrity is through triangulation which consists of triangulation of time, sources and methods. The results obtained are Islamic Values ​​in Youth at the Nurul Falah Mosque Block Kana Palembang which have been well implemented, through the field of mosque worship. Some of the activities carried out are related to the cultivation of Islamic values ​​for mosque youth, namely the values ​​of faith, shari'ah values ​​and moral values. To internalize these Islamic values, several activities are carried out, namely Islamic studies which are held every Saturday night, then study of classic books on the first Sunday morning of every month, Islamic studies on national holidays, as well as routine activities every Friday night.