Publication Search

76,956 articles from 728 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 2,543

Analytics

Nurmalasari, Siti; Durrotun Nasikha, Novita; Devian Lumban Gaol, Indra

Public Service And Governance Journal 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pengelolaan keuangan desa yang bersifat transparan dan akuntabel adalah salah satu prinsip utama untuk mewujudkan pemerintahan desa yang baik. Perkembangan teknologi digital mendorong pemerintah desa agar menggunakan teknologi informasi dalam mengelola dan mempublikasikan keuangan desa dengan menerapkan Sistem Keuangan Desa atau SISKEUDES. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji seberapa efektif implementasi SISKEUDES dalam mendukung transparansi APBDes melalui media digital di Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang meliputi wawancara semi terstruktur, observasi, dokumentasi, serta analisis isi terhadap media informasi digital desa. Narasumber dalam penelitian ini adalah Sekretaris Desa dan operator SISKEUDES di Desa Rahayu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi SISKEUDES di Desa Rahayu telah berkontribusi pada peningkatan efisiensi pengelolaan keuangan desa, mempercepat proses administrasi dan pelaporan, serta mendukung transparansi informasi publik melalui website desa, media sosial, banner APBDes, dan papan informasi pembangunan desa. Dalam penelitian ini juga menunjukkan bahwa digitalisasi pengelolaan keuangan desa tidak hanya berfungsi untuk alat administrasi, tetapi juga bagian dari transformasi digital dalam pemerintahan di tingkat desa. Namun, implementasi transparansi digital masih menghadapi beberapa tantangan seperti keterbatasan kemampuan sumber daya manusia dan partisipasi masyarakat yang rendah dalam komunikasi publik secara digital di desa. Penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas implementasi SISKEUDES dipengaruhi oleh kemampuan pemerintahan desa dalam menggabungkan sistem administrasi keuangan dengan media komunikasi publik yang berbasis digital.

Haryanto, Tiara Julianti; Titania, Rahma; Widiyatmoko, Faris

Public Service And Governance Journal 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pelayanan publik merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kualitas penyelenggaraan pemerintahan. Dalam upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengembangkan Sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) sebagai inovasi pelayanan yang terintegrasi dan berbasis digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip-prinsip good governance yang meliputi transparansi, akuntabilitas, responsivitas, efektivitas dan efisiensi, serta partisipasi pada Sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) DKI Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh melalui penelusuran jurnal ilmiah, peraturan perundang-undangan, laporan kinerja instansi pemerintah, dokumen resmi DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta, serta berbagai sumber literatur yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip transparansi telah diterapkan melalui penyediaan berbagai kanal informasi dan pengaduan yang mudah diakses masyarakat. Prinsip akuntabilitas tercermin dari capaian kinerja organisasi yang seluruh indikatornya mencapai target dengan predikat sangat berhasil. Responsivitas diwujudkan melalui sistem pengelolaan pengaduan berbasis quick response. Efektivitas dan efisiensi terlihat dari tingginya indeks kepuasan masyarakat serta optimalisasi pelayanan berbasis digital. Sementara itu, prinsip partisipasi diwujudkan melalui pelibatan masyarakat dalam evaluasi pelayanan melalui Survei Kepuasan Masyarakat. Dengan demikian, penerapan prinsip-prinsip good governance pada PTSP DKI Jakarta secara umum telah berjalan dengan baik dan mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik.

Kurniawati, Priskila; Sitanggang, Rena

Public Service And Governance Journal 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Perkembangan teknologi informasi telah meningkatkan penggunaan layanan perbankan digital dalam masyarakat. Kondisi tersebut diikuti dengan meningkatnya kejahatan siber, khususnya Phishing, yang menyebabkan hilangnya dana nasabah melalui manipulasi data dan penyalahgunaan sistem elektronik. Kejahatan Phishing tidak hanya menimbulkan kerugian bagi nasabah, tetapi juga menimbulkan persoalan hukum mengenai tanggung jawab perbankan terhadap keamanan sistem dan perlindungan dana nasabah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kelalaian perbankan dalam perlindungan sistem elektronik serta pertanggungjawaban pidana bank terhadap raibnya dana nasabah akibat Phishing. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum diperoleh melalui studi kepustakaan yang terdiri dari peraturan perundang-undangan, literatur hukum, jurnal ilmiah, dan dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelalaian perbankan dapat dilihat dari lemahnya sistem keamanan digital, pengawasan transaksi elektronik, serta perlindungan data nasabah. Pertanggungjawaban pidana terhadap pihak perbankan dapat dikaitkan dengan prinsip corporate criminal liability apabila terbukti terdapat unsur kelalaian yang mengakibatkan kerugian nasabah. Pengaturan mengenai perlindungan konsumen, keamanan sistem elektronik, dan perlindungan data pribadi menjadi dasar penting dalam menentukan tanggung jawab hukum perbankan terhadap korban Phishing. Katakunci: Pertanggungjawaban Pidana, Perbankan, Phishing, Cybercrime, Perlindungan Nasabah.

Sinaga, Jesita

Public Service And Governance Journal 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tuntutan peningkatan kualitas pelayanan publik melalui transformasi digital pada bidang perizinan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Medan. Aplikasi SIPANDU dikembangkan sebagai inovasi pelayanan perizinan berbasis elektronik guna mewujudkan pelayanan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Namun dalam pelaksanaannya masih ditemukan kendala teknis sistem, keterbatasan fitur pengaduan, serta belum meratanya kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan layanan digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis efektivitas aplikasi SIPANDU dalam meningkatkan layanan perizinan di DPMPTSP Kota Medan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi dengan melibatkan 13 informan yang terdiri dari pimpinan, pengelola sistem, dan masyarakat pengguna SIPANDU. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi dengan bantuan perangkat lunak NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi SIPANDU secara umum cukup efektif dalam meningkatkan layanan perizinan di DPMPTSP Kota Medan, terutama pada dimensi manfaat bersih, kepuasan pengguna, kualitas informasi, dan kualitas layanan, meskipun masih terdapat kelemahan pada dimensi kualitas sistem dan penggunaan, khususnya terkait kemudahan penggunaan, keandalan sistem, waktu respons, kelengkapan informasi, pemerataan penggunaan aplikasi, dan fitur pengaduan. Dengan demikian, SIPANDU telah memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan pelayanan publik, namun masih memerlukan penyempurnaan teknis dan operasional agar pelayanan perizinan dapat berjalan lebih optimal. Kata Kunci: efektivitas, SIPANDU, pelayanan perizinan, DPMPTSP, pelayanan publik, e-government, sistem informasi

Farchatul Hudayah; Slamet Wiyono; Zaenul Arif

JURNAL PENELITIAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN SAINS (JPTIS) 2026 Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

Advancements in information technology encourage MSMEs to utilize information systems to enhance the effectiveness of their business management. Es Teh Arjuna, an MSME in Tegal City, faces challenges in monitoring partner sales and managing revenue because transactions are recorded manually using disparate methods; this results in slow data recapitulation, a risk of recording errors, and difficulty for the business owner in quickly accessing sales information. This study aims to analyze requirements, design, develop, and test a web-based information system for partner sales and revenue that provides information in  real-time. The Waterfall model was used for system development, while data collection involved observation, interviews, and a literature review. The system was developed using PHP and MySQL and tested via Black Box Testing. The results demonstrate that the system successfully integrates sales data from all outlets into a centralized database, streamlining the management of products, outlets, employees, cashiers, and sales transactions, as well as facilitating the generation of revenue reports for specific periods. Furthermore, the system enables the business owner to monitor sales performance more quickly, accurately, and systematically, thereby supporting decision-making and improving the operational efficiency of Es Teh Arjuna.

Salma Nafisa Qurrotu’Aini; Slamet Wiyono; Zaenul Arif

JURNAL PENELITIAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN SAINS (JPTIS) 2026 Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

The internship registration process at the Communication and Information Office of Tegal Regency is still carried out manually, resulting in several problems, such as lengthy registration procedures, difficulties in managing and retrieving data, and the risk of document loss. This study aims to design and develop a web-based internship registration information system that supports the registration, verification, selection, and information delivery processes in an integrated manner. The system was developed using the Waterfall method, which consists of requirements analysis, system design, implementation, and testing stages. The application was developed using the Laravel framework and MySQL database. System testing was conducted using the Black Box Testing method to ensure that all system functions operate according to user requirements.The results indicate that the developed system can simplify the internship registration process, improve data management efficiency, accelerate the selection process, and provide real-time registration status information to applicants. Based on the testing results, all system features function properly and meet the predetermined functional requirements.

Hendrawan Tama, Theo; Rudjiono, Daniel; Priyadi, Agus; Hendrawan Tama, Theo; Rudjiono, Daniel +1 more

JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS 2026 UNIVERSITAS STEKOM

This study aimed to develop a profile video as a promotional and informational medium for State Elementary School 3 Bentangan and to evaluate its feasibility level. The problem was initiated by the school's continuous reliance on print media, such as brochures, and the urgent need for digital content suitable for social media platforms to reach the wider community. To address this, the Research and Development method was employed, utilizing seven stages of development procedures. Data were collected through questionnaires and analyzed using a Likert Scale. The profile video development was validated by media and material experts, and subsequently tested by users. The research results indicated that the developed profile video was highly feasible for use as a promotional and informational medium, based on the validation tests conducted by the media experts, material experts, and users.

Viky Zakiyatus Sariroh

Jurnal Mutiara Ilmu Akuntansi (JUMIA) 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Digital technology advancements have greatly changed how small businesses manage their finances. This change is not only about recording transactions, but it also affects financial control, report preparation, and business decision making. Accounting Information System (SIA) came about as a solution to help small and medium businesses easily, organize, and accurately record their finances, as well as provide reliable financial information. This study aims to explain the role of the Accounting Information System in making it easier to manage the finances of small and medium businesses in the digital age, the benefits gained from using it, and the challenges faced during its implementation. The method used in this research is a literature review, which involves examining books, journals, and other related scientific publications, followed by analysis using a descriptive qualitative approach. Research findings show that using a digital-based Accounting Information System can improve business efficiency, speed up financial reporting, increase transparency, and make it easier for small and medium-sized businesses to get funding access. However, the implementation of the Accounting Information System still faces challenges such as a lack of technological understanding, limited infrastructure, and high implementation costs. Therefore, collaboration and support from various parties are needed to ensure the accounting information system is implemented effectively and sustainably in small and medium businesses.

Fischa Deanita Mabilaka; Rizky Parlika

JURNAL PENELITIAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN SAINS (JPTIS) 2026 Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

The development of information technology has brought major changes in government agencies managing data and information, including in the KPKNL office. Asset data management that is still done manually often causes various obstacles, such as recording errors, delays in preparing reports, and difficulties in data validation. These conditions can affect the effectiveness and efficiency of the ongoing administrative process. The development of this system is carried out by designing using UML, designing databases with ERD, and implementing web applications. The main features included in this web system are asset data, activity logs, asset monitoring, and asset reports. This web-based system makes it easier to manage asset data in the office at KPKNL. This improves employee work efficiency, reduces recording errors, and makes it easier for users to access information. With this web application, the asset data collection process runs faster, more integrated, and very well documented.

Meisya Hidayatika; Wirmie Eka Putra

Journal of Management and Social Sciences 2026 CV. Aksara Global Akademia

Pembiayaan Pra Pensiun Berkah merupakan salah satu produk pembiayaan syariah yang ditujukan bagi pegawai aktif yang akan memasuki masa pensiun untuk memenuhi berbagai kebutuhan konsumtif maupun produktif. Dalam pelaksanaannya, pembiayaan tersebut harus dilakukan sesuai dengan prinsip syariah dan ketentuan Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) agar terhindar dari unsur riba, gharar, dan maisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur akad Pembiayaan Pra Pensiun Berkah serta menganalisis kesesuaiannya dengan Fatwa DSN-MUI pada PT Bank Syariah Indonesia Tbk KC Jambi Pattimura. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk memberikan gambaran mengenai pelaksanaan pembiayaan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur Pembiayaan Pra Pensiun Berkah meliputi tahap pengajuan pembiayaan, pemeriksaan dokumen, pengecekan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), analisis kelayakan, persetujuan pembiayaan, pelaksanaan akad, pencairan dana, hingga monitoring pembayaran angsuran. Akad yang digunakan dalam pembiayaan ini umumnya adalah akad murabahah dan musyarakah mutanaqisah (MMQ) yang disesuaikan dengan tujuan pembiayaan nasabah. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pelaksanaan Pembiayaan Pra Pensiun Berkah telah memenuhi prinsip transparansi, keadilan, dan kehati-hatian serta sesuai dengan rukun, syarat, dan ketentuan yang diatur dalam Fatwa DSN-MUI. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa prosedur Pembiayaan Pra Pensiun Berkah pada PT Bank Syariah Indonesia Tbk KC Jambi Pattimura telah berjalan sesuai dengan prinsip syariah dan ketentuan Fatwa DSN-MUI. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan kajian perbankan syariah dan bahan evaluasi bagi lembaga keuangan syariah dalam meningkatkan kualitas layanan serta kepatuhan terhadap prinsip syariah.

Sagita, Vina Anasthasia; Feronika, Cici

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Rekonsiliasi obat adalah salah satu standar pelayanan farmasi klinik di rumah sakit yang mengumpulkan informasi obat sebelum masuk rumah sakit, kemudian diselaraskan dengan resep obat saat masuk rumah sakit. Rekonsiliasi obat dilakukan untuk mencegah kesalahan dalam pengobatan (medication error). Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi implementasi rekonsiliasi obat terhadap keberhasilan pengobatan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain Systematic literature review mengacu pada PRISMA 2020 dengan metode pencarian PICO Framework. Artikel diperoleh melalui Google Scholar dengan kriteria penelitian di Indonesia, terbit tahun 2021–2025, tersedia full-text, dan terkait implementasi rekonsiliasi obat. Dari artikel yang teridentifikasi, 10 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara deskriptif. Rekonsiliasi obat terbukti menurunkan medication discrepancy dan medication error. Faktor yang memengaruhi implementasi meliputi keterlibatan apoteker klinik, kepatuhan staf terhadap standar operasional, komunikasi antarprofesi, dokumentasi yang lengkap, dukungan sistem informasi rumah sakit, serta karakteristik pasien dan karakteristik obat. Temuan ini sejalan dengan rekomendasi WHO melalui Medication Without Harm dan standar The Joint Commission. Rekonsiliasi obat merupakan strategi efektif untuk meningkatkan keselamatan pasien dan keberhasilan pengobatan. Penguatan kompetensi apoteker, kolaborasi interprofesi, sistem informasi, dan keterlibatan pasien diperlukan untuk mengoptimalkan implementasinya di Indonesia.

Hibatullah, Habibi; Muktiono , Eka; Evi Marti

MALFINA : Maritime Logistics and Financial Journal 2026 Akademi Angkatan Laut

This study analyzes the effect of logistics digitalization systems and personnel competence on the distribution of personnel uniforms (kaporlap) at Kodiklatal. The study was motivated by the fact that the distribution system had not yet operated optimally despite the implementation of digital logistics, while delays in updating the Sistem Informasi Entitas Samapta (SIMBENSAM), limited documentation of device identities, and unequal digital skills among personnel still constrained distribution performance. A quantitative approach with explanatory design was applied. The population consisted of 3,099 personnel and the sample comprised 97 respondents selected using Slovin's formula. Data were collected through Likert-scale questionnaires and internal documentation, then analyzed using validity and reliability tests, classical assumption tests, descriptive analysis, and simple and multiple linear regression. The results show that the logistics digitalization system has a positive and significant effect on kaporlap distribution (t = 24.607; p < 0.05), personnel competence also has a positive and significant effect (t = 37.972; p < 0.05), and both variables simultaneously affect distribution performance (F = 788.285; p < 0.05) with an R square of 0.944. These findings confirm that digital systems and human competence must be strengthened in an integrated manner to support efficient, accurate, and timely distribution in a military education environment.

Martha Pretiani Malo Ngongo; Renansi Logha; Melsiana Ina; Silvester Sete Werang; Paulus Ngongo Zaghu +9 more

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2026 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Digital literacy is an essential competency that secondary school students must possess to face the rapid development of technology in the digital era. However, many students still lack adequate understanding of basic information technology concepts, digital security, and the responsible use of technology. This community service activity aimed to improve students' digital literacy through a basic information technology introduction program. The methods employed included preliminary observation, pre-test administration, educational sessions, hands-on practice, discussions, and evaluation through post-tests. The training materials covered computer hardware and software fundamentals, effective internet usage, digital security, and ethical behavior in digital environments. The results indicated a significant improvement in students’ knowledge and digital skills after participating in the program. Students became more capable of accessing, evaluating, and utilizing digital information critically while understanding the importance of cybersecurity and ethical technology use. Furthermore, the high level of participant engagement demonstrated that the program was relevant to students’ needs in today's digital society. Therefore, the basic information technology introduction program proved effective in enhancing digital literacy among secondary school students and can serve as a strategic initiative to prepare young generations to adapt to technological advancements and future digital challenges. Community Service, Digital Education, Digital Literacy, Information Technology, Secondary School

Sulasmin, Elin; Suhadi; Jafrianti

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Sistem rujukan pelayanan kesehatan yang terintegrasi dan responsif sangat krusial dalam mendukung keberhasilan Universal Health Coverage (UHC). Namun, dalam praktiknya masih sering ditemukan berbagai kendala seperti lamanya waktu tunggu, ketidakjelasan informasi, serta permasalahan administratif yang menghambat efektivitas pelayanan pasien BPJS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membuktikan secara empiris pengaruh akses informasi, kualitas pelayanan, dan peran tenaga kesehatan baik secara parsial maupun simultan terhadap efektivitas sistem penerimaan rujukan pasien BPJS di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Kendari. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan observasional analitik melalui pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh pasien rujukan BPJS dengan jumlah sampel sebanyak 240 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji asumsi klasik serta analisis regresi linear berganda berbantuan perangkat lunak SPSS. Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p-value sebesar 0,00 (p < 0,05) pada ketiga variabel bebas, yang mengonfirmasi adanya hubungan yang sangat signifikan secara statistik dengan efektivitas sistem penerimaan rujukan. Selanjutnya, hasil uji F membuktikan bahwa akses informasi (F = 380,762$), kualitas pelayanan (F = 394,506$), dan peran tenaga kesehatan (F = 394,506$) secara bersama-sama (simultan) memiliki pengaruh yang sangat kuat dan signifikan terhadap efektivitas sistem penerimaan rujukan pasien BPJS dengan tingkat signifikansi 0,000. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa akses informasi, kualitas pelayanan, dan peran tenaga kesehatan merupakan faktor determinan utama yang secara nyata memengaruhi keberhasilan dan kinerja efektivitas sistem rujukan di rumah sakit tersebut. Rumah sakit disarankan untuk terus mengoptimalkan integrasi teknologi informasi, meningkatkan daya tanggap petugas, serta memperkuat fungsi koordinasi tenaga kesehatan guna menekan kesalahan administrasi dan mempersingkat waktu tunggu pasien.

Setiyana Haridian; Budi Hartono; Arsito Ari Kuncoro

JURNAL PENELITIAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN SAINS (JPTIS) 2026 Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

Manual teaching journal management at SMA Negeri 1 Kayen frequently leads to documentation inefficiencies, risks of data loss, and challenges in the teaching supervision process. This research tends to design and develop a web-based teacher teaching journal information system employing the CodeIgniter 3 framework with a Model-View-Controller (MVC) architecture. The system was improved employing the Waterfall methodology, comprising requirements analysis, system design, implementation, testing, and maintenance phases. The system integrates four user roles—administrator, teacher, student, and supervisor—to support the digitalization of recording processes, real-time teacher attendance verification by students, and centralized activity monitoring. Black Box Testing outcomes present that all system functions, involving authentication, data management, and reporting, operate 100% in accordance with user requirements. The implementation of this system effectively reduces administrative time compared to manual methods while enhancing the accountability and transparency of teaching journal management within the school. With centralized data integration, this system helps as an effective solution for supporting data-driven managerial decision-making in education.

Wahyuni, Ade Sri; Yasnani; Fithria

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Personal hygiene saat menstruasi adalah tindakan untuk memelihara kesehatan dan kebersihan pada organ kewanitaan saat menstruasi. Perawatan pada saat menstruasi diperlukan karena pada saat menstruasi pembuluh darah rahim sangat mudah terkena infeksi. Kebersihan harus selalu dijaga karena kuman mudah sekali masuk dan akan menyebabkan penyakit pada organ reproduksi. Menurut World Health Organization (WHO) mengatakan bahwa sekitar 90% perempuan di Indonesia mengalami keputihan, dan 60% kasus tersebut terjadi pada kelompok remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan  personal hygiene selama menstruasi pada remaja putri di SMA Negeri 1 Kabangka Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara Tahun 2026. Penelitian ini berjenis penelitian kuantitatif dengan jumlah sampel mencapai 102 siswi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu jumlah sampel sama dengan populasi. Analisis datanya menggunakan analisis univariat dan bivariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi dan menguji adanya hubungan antara variabel independen dan dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel sikap dan sumber informasi berhubungan dengan tindakan personal hygiene saat menstruasi dengan nilai p-value masing-masing sebesar 0,004 dan 0,000 (p < 0,05). Variabel pengetahuan, fasilitas sanitasi, dan petugas kesehatan tidak memiliki hubungan dengan tindakan  personal hygiene saat menstruasi dengan nilai p-value masing-masing sebesar 0,25, 0,746, dan 0,467 (p > 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini berdasarkan uji statistik Chi Square menunjukkan adanya hubungan variabel sikap dan sumber informasi dengan tindakan personal hygiene saat menstruasi serta tidak adanya hubungan antara variabel pengetahuan, fasilitas sanitasi, dan petugas kesehatan dengan tindakan personal hygiene saat menstruasi.

Ramadani, Rahma; Effendy, Devi Savitri; Nurfadillah, Siti

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Computer Vision Syndrome (CVS) merupakan sekumpulan gangguan pada mata dan penglihatan yang terjadi akibat penggunaan komputer atau perangkat digital dalam waktu yang lama. Pekerja yang menggunakan komputer sebagai sarana utama dalam bekerja memiliki risiko tinggi mengalami CVS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan komputer, durasi penggunaan komputer, dan waktu istirahat dengan kejadian Computer Vision Syndrome (CVS) pada pekerja kantoran Bank Sultra Tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pekerja bidang Teknologi Informasi (IT) Bank Sultra yang menggunakan komputer sebagai alat utama dalam bekerja sebanyak 52 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Fisher's Exact Test dengan tingkat kemaknaan ? = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 44 responden (84,6%) mengalami Computer Vision Syndrome (CVS). Sebagian besar responden memiliki intensitas penggunaan komputer kategori rendah (63,5%), durasi penggunaan komputer kategori tinggi (67,3%), dan waktu istirahat kategori kurang baik (75,0%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara intensitas penggunaan komputer dengan kejadian CVS (p=0,694) dan tidak terdapat hubungan antara durasi penggunaan komputer dengan kejadian CVS (p=0,248). Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara waktu istirahat dengan kejadian CVS (p=0,002). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa waktu istirahat berhubungan dengan kejadian Computer Vision Syndrome (CVS), sedangkan intensitas dan durasi penggunaan komputer tidak berhubungan dengan kejadian CVS pada pekerja bidang Teknologi Informasi (IT) Bank Sultra. Penerapan waktu istirahat yang cukup selama bekerja perlu dilakukan sebagai upaya pencegahan CVS.

Afianto, Irvan; Asparian; Aswin, Budi; Rini, Willia Novita Eka

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada sektor pertanian masih sering diabaikan, khususnya oleh Komunitas Adat Terpencil (KAT) Suku Anak Dalam (SAD) yang memiliki keterbatasan literasi dan akses informasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intervensi video edukasi Safety Farming terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan praktik K3 pada petani Suku Anak Dalam di Desa Bukit Suban. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif pre-experimental dengan desain One-Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian berjumlah 45 responden petani laki-laki yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner wawancara terpimpin dan lembar observasi. Data dianalisis secara bivariat menggunakan uji non-parametrik Wilcoxon Signed-Rank Test (? = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang sangat signifikan pada rata-rata skor pengetahuan responden dari 4,93 menjadi 8,82 (p=0,000). Rata-rata skor sikap mengalami peningkatan dari 37,78 menjadi 47,80 (p=0,000), serta rata-rata skor praktik meningkat tajam dari 5,02 menjadi 9,27 (p=0,000) pasca-intervensi.Video edukasi Safety Farming terbukti sangat efektif secara statistik sebagai media promosi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan kognitif, sikap kehati-hatian, dan praktik K3 secara nyata pada petani KAT Suku Anak Dalam yang memiliki tingkat literasi rendah.

Rahmidini, Annisa; Hartiningrum, Chanty Yunie

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Indonesia masih menghadapi tantangan demografi berupa jumlah penduduk yang besar dengan laju pertumbuhan yang terus meningkat. Berdasarkan hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, jumlah penduduk Indonesia mencapai sekitar 257 juta jiwa. Di sisi lain, penggunaan smartphone telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, ditandai dengan peningkatan pengguna yang terus terjadi setiap tahun. Data dari Statista menunjukkan bahwa pada Oktober 2017, sekitar 75% pengguna smartphone di Indonesia menggunakan perangkat berbasis Android. Berdasarkan data integrasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) dengan KTP elektronik Kabupaten Tasikmalaya per Juni 2019, Kecamatan Cigalontang merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk terbesar kedua setelah Karangnunggal, yaitu sebanyak 74.140 jiwa atau 4,14% dari total penduduk Kabupaten Tasikmalaya yang berjumlah 1.791.881 jiwa. Jumlah tersebut terdiri atas 37.998 laki-laki (4,17%) dan 36.142 perempuan (4,10%). Dalam program Keluarga Berencana (KB), metode kontrasepsi yang paling banyak digunakan adalah suntik 300 PUS sebesar 41,10% dan suntik 150 PUS sebesar 20,55%, dengan jumlah peserta aktif mencapai 506 akseptor atau sekitar 69% dari total 730 akseptor KB. Hasil Focus Group Discussion (FGD) bersama bidan dan akseptor KB menunjukkan masih sering terjadi keterlambatan maupun kelalaian dalam konsumsi pil KB serta jadwal kunjungan ulang suntik, sehingga diperlukan media atau sistem pengingat yang dapat membantu meningkatkan kepatuhan akseptor.  Penelitian ini dilakukan untuk menilai efektivitas aplikasi mobile “e-KABE” sebagai sarana pendukung pelayanan Keluarga Berencana di Desa Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, pada tahun 2021.