Publication Search

54,413 articles from 425 journals · 1,457 citations tracked

Showing 1-20 of 25

Analytics

Gilang Wicaksono; Emi Maimunah

Jurnal Ekonomi dan Keuangan 2026 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

This research addresses a paradoxical phenomenon in Lampung Province's Micro and Small Industry (MSI) sector (2018-2022), where high technology adoption is accompanied by declining business units and income inequality. The objective is to evaluate technical efficiency and productivity changes across 15 regencies/cities using the Variable Returns to Scale (VRS) Data Envelopment Analysis (DEA) model and the Malmquist Productivity Index (MPI). Results show an average technical efficiency of 0.838, indicating a 16.2% room for output improvement. Mesuji Regency serves as the benchmark with perfect efficiency. The main inefficiency stems from labor slack (averaging 3,458 people per region), reflecting disguised unemployment. The Malmquist index records an asymmetric productivity growth of 2.1% annually, entirely driven by technological progress (3.5%), while internal managerial efficiency contracted (-1.4%). Consequently, technology adoption requires structural intervention; regional governments must prioritize vocational training and basic managerial strengthening to reduce labor slack and break the MSI inefficiency cycle.

Ananda Firza Ramadhan; Nisrina Nabila A`bidah; Muhamad Salsabil Fadilah; Heny Indriani; Budi Santoso +2 more

Jurnal Hasil Kegiatan Bersama Masyarakat 2026 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Tegal Regency is a region in Central Java Province. Geographically, Tegal Regency is situated on a highly advantaged path. This regency, with its capital in Slawi, boasts a diverse range of economic centers spread across several regions. Dominated by small and medium-sized industries, the community can be empowered and participate in improving their well-being through job creation. Small and Medium Industry centers are highly diverse. One area we highlight in this article is the potential of metal and machinery SMEs, which are crucial commodities in the local economy. The metal industry is located around Talang District. The metal and machinery sector holds significant promise due to the potential for increased manufacturing demand, which can boost the local economy. In this study, we used field research and interviews to understand how the SME economy operates. By highlighting this, we hope that the government will focus on SMEs, particularly in the metal and machinery sector, by providing incentives for training and improving product quality and human resources. Based on the above description, local economic growth is highly possible with the support of adequate facilities and infrastructure.

Halawa, Pastiani Putri; Octafian, Ray

KOMPAK : Jurnal Ilmiah Komputerisasi Akuntansi 2026 Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan arus kas dalam mendukung keberlanjutan usaha kue tradisional dengan mengambil studi kasus pada Toko Roti Ganjel Rel Ambarawa. Pengelolaan arus kas yang efektif merupakan faktor krusial dalam menjaga keberlangsungan usaha kecil dan menengah, khususnya pada industri makanan tradisional yang menghadapi tantangan fluktuasi permintaan musiman dan persaingan dengan produk modern. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan pemilik usaha, serta analisis dokumen keuangan selama periode enam bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Toko Roti Ganjel Rel Ambarawa menerapkan beberapa strategi kunci dalam pengelolaan arus kas, meliputi sistem pencatatan keuangan harian yang terstruktur, pengelolaan persediaan berbasis permintaan historis, diversifikasi produk untuk menstabilkan pendapatan, serta penerapan kebijakan kredit yang ketat kepada pelanggan. Strategi-strategi tersebut terbukti efektif dalam menjaga likuiditas usaha dengan rasio kas rata-rata sebesar 1,8 dan periode perputaran kas selama 15 hari. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi pelaku usaha kue tradisional dalam merancang sistem pengelolaan arus kas yang berkelanjutan serta kontribusi teoretis dalam pengembangan model manajemen keuangan untuk usaha mikro kecil dan menengah sektor kuliner tradisional.

Oktaviana, Lusi; Herwiyanto; Rohmad Suryadi; Dewi Purnasari; Inna Nur Rokhmah +2 more

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Industri Kecil dan Menengah (IKM) merupakan kontributor penting dalam pembangunan ekonomi daerah melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan nilai tambah, dan penguatan struktur ekonomi berbasis lokal. Namun demikian, banyak IKM masih menghadapi tantangan berkelanjutan yang berkaitan dengan keterbatasan kapasitas inovasi, rendahnya adopsi pemasaran digital, serta lemahnya akses terhadap kemitraan strategis. Sentra IKM Srikayu di Surakarta merupakan klaster industri furnitur yang mengkhususkan diri pada produk berbahan kayu jati dan mahoni dengan karakteristik kualitas yang kuat, namun perluasan pasar dan pengembangan kemitraannya masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi internal dan eksternal Sentra IKM Srikayu menggunakan analisis strategis berbasis SWOT sebagai dasar perumusan strategi pengembangan akses pasar dan kemitraan. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed-method dengan mengintegrasikan diskusi kelompok terfokus, wawancara mendalam, dan analisis data sekunder. Hasil analisis matriks IFAS dan EFAS menunjukkan skor masing-masing sebesar 2,82 dan 2,62, yang menempatkan sentra pada Kuadran I, yang mengindikasikan strategi pertumbuhan agresif. Rekomendasi strategi meliputi penguatan branding dan pemasaran digital, diversifikasi desain produk sesuai tren pasar, perluasan kemitraan strategis, serta peningkatan kapasitas produksi dan kapabilitas sumber daya manusia guna menjamin daya saing dan keberlanjutan jangka Panjang.

Aulia Putri Siagian; Siti Marfuah Bako; Muhammad Faisal Haririe Nasution; Imam Fitrahwan; Siti Suaibah Nsution

Kajian Ekonomi dan Akuntansi Terapan 2025 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

In the era of globalization and the Fourth Industrial Revolution, Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) face significant challenges to remain relevant and competitive, one of which is through digital adaptation. However, digital adaptation among MSMEs still encounters various obstacles, especially in using food delivery platforms such as GoFood and GrabFood, including high commission fees, unilateral order cancellations, and slow technical responses. This study aims to analyze the adaptability of MSMEs to digitalization and its impact on business sustainability and performance amid the digital economic transformation. This research applies a qualitative phenomenological approach involving MSME actors from various business sectors. Data were collected through interviews and observations to explore the lived experiences of MSME actors in facing digital challenges. The results indicate that the success of MSME digital adaptation depends not only on internal capabilities but also on external support from platform providers and the government. Synergy among business actors, digital service providers, and policymakers is essential to create an inclusive and sustainable digital ecosystem for MSMEs.

Asyifa Permata Dewi; Muhammad Khoirul Anwar

Jurnal Transformasi Bisnis Digital 2025 Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) are the drivers of the Indonesian economy that have great potential to improve the economy and community welfare. The development of MSMEs, which has so far taken the form of training, technical guidance and entrepreneurship workshops attended by ASIPA members and general MSMEs in the ASIPA Community of South Tangerang City, has had a positive effect on several actors, although not all of them have been able to implement what has been given during the training. This research aims to discuss how the Micro, Small and Medium Enterprises (MSME) Development Policy is implemented in the ASIPA South Tangerang Community, using a qualitative approach with descriptive methods. This research analysis uses the theory put forward by Edward III (1980) with four indicators, namely: (1) Communication, (2) Resources, (3) Disposition, (4) Bureaucratic Structure. The data analyzed is the result of interviews, observations and documentation in the ASIPA South Tangerang Community. The results of research on the Implementation of Micro, Small and Medium Enterprises (MSME) Development Policy in the South Tangerang ASIPA Community from four indicators are that (1) Lack of understanding in promotion to improve the business of MSME actors (2) In providing services, guidance and security for MSME actors in terms of quality, there are still administrators and members who lack competence. Apart from that, in terms of quantity, the number of administrators and members is still minimal to carry out improvement activities in innovation (3) There is still a lack of facilities and training activities as well as proposals for security equipment and others, not all of which can be fulfilled because limited budget resources (4) The administrators and members have carried out their duties in accordance with the SOP that has been regulated, however the performance of the administrators and members has not been optimal because there are still administrators and members who carry out concurrent work in other fields.    

Badra Maitri; Hery Haryanto

Pemberdayaan Masyarakat: Jurnal Aksi Sosial 2024 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Manajemen inventaris bahan baku yang efisien sangat penting bagi kelangsungan operasional Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya di industri kuliner. Artikel ini membahas penerapan metode Economic Order Quantity (EOQ) dan Reorder Point (ROP) dalam manajemen inventaris bahan baku di Moon Cafe, salah satu UMKM di kota Batam. EOQ digunakan untuk menentukan jumlah pemesanan yang optimal, sehingga biaya pemesanan dan penyimpanan bahan baku dapat diminimalkan. Sementara itu, ROP berfungsi untuk menentukan titik pemesanan ulang bahan baku agar tidak terjadi kekurangan atau kelebihan stok. Melalui analisis data historis konsumsi bahan baku, penerapan metode ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional Moon Cafe, mengurangi pemborosan biaya, serta meningkatkan ketersediaan bahan baku secara tepat waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan EOQ dan ROP, Moon Cafe dapat mengoptimalkan proses pengadaan bahan baku, mengurangi biaya penyimpanan, serta memastikan kelancaran produksi dan pelayanan. Kata Kunci: Bahan Baku, Efisiensi, EOQ, Manajemen Inventaris, UMKM

Badra Maitri; Hery Haryanto

Pemberdayaan Masyarakat: Jurnal Aksi Sosial 2024 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Manajemen inventaris bahan baku yang efisien sangat penting bagi kelangsungan operasional Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya di industri kuliner. Artikel ini membahas penerapan metode Economic Order Quantity (EOQ) dan Reorder Point (ROP) dalam manajemen inventaris bahan baku di Moon Cafe, salah satu UMKM di kota Batam. EOQ digunakan untuk menentukan jumlah pemesanan yang optimal, sehingga biaya pemesanan dan penyimpanan bahan baku dapat diminimalkan. Sementara itu, ROP berfungsi untuk menentukan titik pemesanan ulang bahan baku agar tidak terjadi kekurangan atau kelebihan stok. Melalui analisis data historis konsumsi bahan baku, penerapan metode ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional Moon Cafe, mengurangi pemborosan biaya, serta meningkatkan ketersediaan bahan baku secara tepat waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan EOQ dan ROP, Moon Cafe dapat mengoptimalkan proses pengadaan bahan baku, mengurangi biaya penyimpanan, serta memastikan kelancaran produksi dan pelayanan. Kata Kunci: Bahan Baku, Efisiensi, EOQ, Manajemen Inventaris, UMKM

Syah, Ardi Firman; Satato, Yuniarto Rahmad

KOMPAK : Jurnal Ilmiah Komputerisasi Akuntansi 2024 Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Dalam mengembangkan sebuah bisnis, penting untuk memiliki manajemen keuangan yang efektif. Namun, masih banyak pelaku usaha yang mengalami kesulitan dalam mengelola keuangan dengan baik. Praktik manajemen keuangan merupakan salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap kegagalan bisnis skala kecil dan menengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi praktik pengelolaan keuangan yang diterapkan oleh industri Tempe Bima Sakti Raya Suruhan Di Kecamatan Ungaran Barat. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Dari analisis yang dilakukan, ditemukan bahwa manajemen keuangan di usaha tempe masih belum sepenuhnya mengadopsi prinsip-prinsip pengelolaan keuangan yang meliputi perencanaan, pencatatan (kadang-kadang tercatat dan kadang-kadang tidak), pelaporan (hanya melaporkan hasil pemasukan dan pengeluaran secara manual), dan pengendalian, para pengelola usaha tempe merasa percaya diri dengan pengetahuan yang mereka miliki, meskipun terbatas, dan merasa tidak perlu meningkatkan pemahaman mereka tentang laporan keuangan

Putra, Romi Adi; Nasrah, Rasidah; Yeni, Afni

Jurnal Ilmiah Serat Acitya 2024 Universitas 17 Agustus 1945

Untuk menunjang perkembangan sebuah usaha, kualitas dari sumber daya manusia yang baik akan berguna dalam membentuk karakter individu yang memiliki kemampuan dan motivasi dalam menjalankan aktifitas dari usaha yang dijalani. Serta, seorang pengusaha dituntut untuk selalu melakukan inovasi pada produknya. Hal ini berfungsi sebagai bagian dari strategi pemasaran untuk menarik banyak pelanggan sehingga akan dapat bertahan ditengah perkembangan dunia usaha pada masa kini. Tujuan diadakan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas sumber daya manusia dan inovasi produk terhadap perkembangan UMKM di Kota Solok. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian kausalitas. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui kuesioner yang diisi oleh responden. Populasi penelitian ini adalah seluruh karyawan yang bekerja di 22 UMKM industri kerupuk dan sejenisnya yang ada di Kota Solok yang berjumlah 95 orang. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan total sampling. Sehingga, jumlah sampel yang akan digunakan berjumlah 95 orang. Teknik analisis data menggunakan uji instrumen penelitian, analisis regresi linier berganda, uji koefisien determinasi dan uji hipotesis. Hasil penelitian yang diperoleh adalah kualitas sumber daya manusia serta inovasi produk berpengaruh secara parsial terhadap perkembangan UMKM. Dan secara simultan, kualitas sumber daya manusia dan inovasi produk berpengaruh terhadap perkembangan UMKM. UMKM)

Nini Azelvi; Maisarah Leli; Yossi Eriawati

Transformasi: Journal of Economics and Business Management 2024 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

This paper discusses the Analysis of MSME Strategy in the Development of Creative Economy in the Small Dodol Industry in Muara Tapus Village, Sungai Aur District. The purpose of this study is to analyze what strategies have been implemented by MSMEs based on the creative economy in the small dodol industry in Muara Tapus Village, Sungai Aur District and to provide alternative strategies that are in accordance with the current position and condition of the business. This type of research uses qualitative research with a descriptive approach. The data source used is the primary data source, namely data from informants. The data collection techniques used are observation, interviews and documentation in the small dodol industry in Muara Tapus Village, Sungai Aur District. The subjects in this study were small dodol industry business actors in Muara Tapus Village, Sungai Aur District. Based on the results of the study, it shows that there are several obstacles or constraints on the development of MSMEs, namely minimal capital, human resources, low management. And the strategic factors that influence the development of MSMEs are capital, marketing, operations, human resources and aspects of government policy.

Tio Ardiyansyah; Seger sugianto; Nella suwarno

Prosiding Seminar Nasional Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis 2024 Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

The aim of this research is to determine the evaluation of the implementation of the duties of the Department of Cooperatives, Small and Medium Enterprises, Industry and Trade of Pelalawan Regency in developing the Bono batik industry. This research was carried out by looking at the evaluation of the implementation of tasks in the development of the Bono batik industry from several points of view, namely coaching, facilitating facilities and infrastructure, and supervision. In its implementation the researcher carried out data analysis using a descriptive survey where the researcher described the actual situation of what happened. during research by collecting data, classifying and analyzing so that an analytical formulation of the problems faced can be obtained and then a conclusion can be drawn. The type of data used is primary data obtained directly from respondents, namely the Head of the Industrial Development Section and all batik craftsmen at Rumah Batik Andalan. Meanwhile, secondary data is in the form of books, official government documentation obtained from the Industrial Development Section and Rumah Batik Andalan. To collect data, researchers used questionnaires, interviews and observations. Based on the results of research conducted by researchers regarding the Evaluation of the Implementation of the Duties of the Pelalawan Regency Cooperatives, Small and Medium Enterprises, Industry and Trade Department in Industrial Development (Batik Bono Industrial Study), it can be concluded that the implementation is in the score range of 195 in the Poorly Implemented category. Which means it hasn't been implemented well.

Mirwansyah Putra Ritonga; Komala Dewi

Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia 2023 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

The development of Small and Medium Enterprises (SMEs) is one of the government's priorities, especially in Tebing Tinggi City. Known as an industrial city, it becomes an opportunity for the development of SMEs, which are the majority of the workers. The development of SMEs, especially "Culinary Clusters" that have high added value to economic growth, needs to be given greater attention to developed. The purpose of this study is to analyze the factors that influence the business performance of SMEs in Batam City. The method used to determine the relationship between these factors uses partial least square- structural equation modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 3.0 software. The results of data processing show that internal and external factors influence the performance of SMEs. External factors consist of government policies, socio-economic conditions, and culture, the role of related institutions has a significant influence on the condition of internal factors consisting of aspects of human resources, finance, technical production, and marketing. External and internal factors have a positive and significant influence on the performance of SMEs.

Atik Pita Riyani; Muhammad Yasin

Jurnal Manajemen Kreatif dan Inovasi 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Efforts to improve the Indonesian economy are important, because Indonesia has great economic potential. Because if the economy increases, the standard of living and conditions of society will also increase. The purpose of this study was to find out how the business feasibility of small tempe chip industries in Ngawi District, Ngawi Regency. The informants in this study were the owners of a small tempe chip industry in Ngawi District, Ngawi Regency. The number of informants in this study were 6 small business owners of tempeh chips. Research on small industrial enterprises uses analytical methods including ROI, R/C, and B/C. The method of data collection was carried out using editing and tabulation techniques. For the results of the research that has been done, it shows that the average cost of production incurred by the small tempe chip industry in Ngawi District, Ngawi Regency is Rp. 15,065,971/month, while the average income in the small tempe chip industry is IDR 42,666,667. the average result of the feasibility analysis of small tempe chip industry businesses in Ngawi District, Ngawi Regency in one month of production is that the ROI is declared feasible because a result of 3.84% is said to be feasible because ROI > 1. On average the results of R/C on business feasibility that is equal to 3.90 R/C ratio is said to be feasible. Whereas for the average B/C ratio analysis method, it is obtained at 2.01, so the business is feasible to run because B/C> 1.

Muhammad Yasin; Moh Toriq Alfian; Noviati Mahmudah

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh industri kecil terhadap pertumbuhan ekonomi yang ada di Kabupaten Malang. Melihat dari segi geografis, wilayah tersebut dekat dari bahan baku untuk industri. Hasil analisis menunjukkan pengaruh industri kecil terhadap pertumbuhan ekonomi ini dapat disimpulkan bahwa perkembangan PDRB Kabupaten Malang naik stabil di setiap tahunnya dari periode 2010 sebesar 41.342.862,10 menjadi 64.819.044,55 di tahun 2018 salah satunya akibat berkembangnya industri kecil yang ada. Pertumbuhan industri kecil ini dapat dilihat dari bertambahnya unit usaha industri kecil hingga di angka 1.527 di tahun 2018. Dengan banyaknya usaha industri kecil tersebut maka berpengaruh terhadap jumlah tenaga kerja dan nilai investasi sebagai modal yang juga bertambah untuk mendapatkan produktivitas yang lebih besar. Dari faktor-faktor tersebut berdampak pada  pengaruh industri kecil terhadap PDRB Kabupaten Malang yang terus bertambah secara signifikan.

Muhammad Akbar Perdana; Alviolita Tri Amanda; Muhammad Yasin

Journal of Creative Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Bonggolan Small Industry is one of the leading products of Sidayu District, Gresik Regency which still requires further product development. The purpose of this study is to determine the Leading Product Development Strategy of Small Industry Bonggolan Sidayu District, Gresik Regency to increase its competitiveness so that it is known by the wider community. This study used descriptive analysis method through the results of Observation and Interview. The data analysis used is a SWOT analysis carried out to analyze internal and external factors of entrepreneurs in industrial estates. The results of this study show that there are 4 strength factors, 4 weakness factors, 5 opportunity factors and 4 threat factors so that 8 strategies can be formulated in developing superior products of the Bonggolan Small Industry, Sidayu District, Gresik Regency so that it can compete with other products and be known by the wider community.

Rina Dwi Kristianti; M. Rizal Amri Chusen; Muhammad Yasin

Populer: Jurnal Penelitian Mahasiswa 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Industri kecil dan Menengah (IKM) merupakan salah satu sektor yang penting dalam perekonomian Indonesia. Kita menyadar bahwa pengembangan IKM didaerah sangat erat kaitnya dengan otonomi daera. Kecamatan rungkut memiliki jumlah Industri Menengah dan Industri Rumah Tangga sejumlah 1.219 . Kecamatan Rungkut mengalamikenaikan industri kecil dan industri rumah tangga pada pertengahan covid-19, industri kecil dan rumahan sebagian besar dibidang makanan dan kerajinan. Tujuan dari penelitian ini adalah adalah untuk mengetahui pola spasial IKM dan IRT di kecamatan rungkut, dengan metode yang akan digunakandidalam penelitian ini ada beberapa metode yaitu teknik pengumpulan data, teknis analisis data, populasi dan sampel dan metoe pengumpulan data. Untuk hasil yang didapatan dalam penelitian ini adalah industri kecil dan rumah tangga memiliki karakteristik sebagai industri dengan kekayaan sebesar Rp.200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) yang tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, hal ini diartikan sebagai modal awal berdirinya suatu usaha yang dijadikan nilai investasi, Modal awal ini mencakup biaya pengadaan peralatan maupun mesin dalam proses produsi. Industri kecil dan rumah tangga biasanya hanya menghasilkan penjualan maksimal sebesar Rp.1000.000.000,- (satu miliar rupiah) per tahunnya.

Yadi, Agni Prajna; Yadi, Agni Prajna; Andik Pratama; Iroh Maharani

EBISNIS : JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN BISNIS 2023 LPPM Universitas Sains dan Teknologi Komputer

This research aims to enhance the productivity and profitability of the small-scale tempe industry in Malang City through the determination and utilization of optimal working capital. Effective management of working capital is crucial for businesses, particularly in relation to sales growth and the need for immediate and close funding of current assets. However, many tempe industries have yet to analyze their working capital requirements, hence this study is expected to contribute valuable insights for the relevant industry to develop their business. The average balance method and the cash inflow-outflow method were employed in this research to determine the required amount of working capital. The sensitivity analysis conducted on Pak Didiek Karim's tempe industry showed that a decrease in production capacity of up to 80% and an increase of soybean up to 60% is still profitable, but an increase in soybean prices can negatively impact profitability. Overall, this research provides a clear overview of the working capital requirements for small-scale tempe industries in Malang City.

Dicky Perwira Ompusunggu; Dicky Febrian

Transformasi: Journal of Economics and Business Management 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

This study aims to contribute knowledge about Indonesian consumer behavior and marketing strategies through social media that can help businesses increase their product sales in the increasingly competitive Murung Raya district market. A qualitative research method was used in this study. The research location is the Batu Makap Industrial Tourism Village in Murung Raya Regency. In Batu Makap village, researchers conducted structured interviews with respondents from SMEs and digital village managers. The existence of this information technology has an impact on existing markets and existing business agreements. Steps will be taken to introduce SMEs to digital marketing and attract them to participate in loan programs to use digital marketing techniques. In addition, MSME players will also learn about marketing strategies such as digital marketing, online shopping, and product development. Digital marketing enables marketing and selling products based on customer location. Some MSMEs have mastered using technology to sell their products. In developing a digital village in Makapu Village, Murung Raya District, digital marketing has enabled MSMEs to lead their marketing. Steps have been taken to introduce MSMEs to digital marketing and encourage them to participate in lending programs and use digital marketing techniques.  

Regina Inesta; Alexandra Hukom

Jurnal Manajemen Riset Inovasi 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini berfokus pada situasi resesi dari ekonomi indonesia akibat dari penyebaran wabah covid-19.metode yang digunakan dari penelitain ini adalah kualitatif dengan penyederhanaan deskriptif pada data yang sudah terkumpul. Dampak dari resesi ekonomi selama pandemi COVID-19 sangat dirasakan oleh para pekerja. Pengurangan tenaga kerja atau bahkan penutupan perusahaan yang terjadi selama resesi dapat berdampak besar pada pekerja. Ini dapat meningkatkan tingkat pengangguran dan membuat mencari pekerjaan baru menjadi sulit. Pada tingkat perusahaan, resesi dapat mengakibatkan pengurangan jam kerja atau pemotongan gaji karyawan, yang pada gilirannya dapat menyebabkan penurunan pendapatan dan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup. Selain itu, situasi resesi dan pengangguran dapat menyebabkan tingkat stres dan kecemasan yang tinggi bagi para pekerja. Pandemi COVID-19 menyebabkan resesi ekonomi global dan berdampak besar pada berbagai sektor industri, seperti pariwisata, perhotelan, restoran, dan hiburan. Sebaliknya, sektor kesehatan, teknologi, dan e-commerce memiliki performa yang lebih baik. Resesi juga memperlihatkan ketergantungan global pada rantai pasokan yang terintegrasi dan penting bagi pemerintah untuk mengambil tindakan dengan kebijakan fiskal dan moneter yang tepat serta membantu usaha kecil dan menengah. Meskipun demikian, pandemi membawa peluang untuk mengembangkan sektor baru dan mendorong perubahan ekonomi yang lebih berkelanjutan. Pemerintah harus memperhatikan dampak sosial dari kebijakan ekonomi dan mendorong perubahan menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan.