SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

50,562 articles from 425 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-12 of 12

Analytics

Alma Nur Atika; Rista Syahrida; Hasnah Faizah

Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Arab Melayu merupakan aksara yang dimodifikasi dari aksara Arab yang disesuaikan dengan bahasa Melayu. Pada penulisannya terdapat kaidah penulisan Arab Melayu Klasik dan Arab Melayu Modern atau penulisan Arab Melayu Riau saat ini. Pada kaidah penulisan Arab Melayu Klasik, kosa-kata yang berasal dari bahasa Arab ditulis sesuai tulisan bahasa Arab. Namun, pada kaidah penulisan Arab Melayu Modern atau Arab Melayu saat ini semua kosa-kata ditulis sesuai dengan konsonannya tanpa membedakan kosa kata tersebut berasal dari bahasa Arab atau bukan bahasa Arab. Implikasi dari perbedaan penulisan ini, banyak kosa-kata yang berasal dari serapan bahasa Arab penulisannya berbeda dari bentuk aslinya. Perbedaan penulisan ini menyebabkan banyak kesalahan dalam menulis, nama sendiri, nama jalan, nama instansi, nama gedung, dan kosa-kata lainnya yang berasal dari bahasa Arab. Akibat dari kesalahan tersebut tidak hanya salah dalam penulisan kaidah, namun juga dapat merubah makna ketika dibaca. Jika hal ini tidak dikaji ulang, maka akan menyulitkan dalam pengajaran, pemahaman, dan penulisan Arab Melayu.

Hasnah Faizah; Nuraini Nuraini; Sandra Julia; Ennida Sari Panggabean

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Kaedah penulisan Arab Melayu itu sendiri berkosa-kata yang berasal dari Arab Melayu harus di tulis sesuai dengan tulisan bahasa Arab. Implikasi dari pergeseran kaedah penulisannya,  banyak kosa kata yang diadobsi dari bahasa Arab berbeda penulisan dari bentuk asalnya. Penelitian ini berfokus pada kesalahan bentuk penulisan Arab Melayu yang ditemukan dalam buku panduan baca tulis Arab Melayu untuk MDTA dan kesalahan-kesalahan bentuk penulisan Arab Melayu juga sering terjadi di sekitar kita kita. Contohnya pada nama jalan, bangunan, buku, bahan ajar dan masih banyak lagi. Akan tetapi peneliti akan memfokuskan penelitian pada bahan ajar atau buku panduan yang bersumber dari web online http://online.anyflip.com/yyyfv/nkwt/mobile/. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesalahan penggunaan huruf ڨ، ي، و dalam buku panduan baca tulis Arab Melayu untuk MDTA yang bersumber dari web online. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang analisis datanya menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, simak dan catat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat kesalahan dalam bentuk penulisan Arab melayu, seperti penggunaan huruf ڨ، ي، و yang tidak tepat sehingga akan mempengaruhi fungsi huruf dan arti dalam penulisan Arab Melayu itu sendiri.

Tiarma Fitri Malau; Lydia Nivea Indah Permatasari Silaban; Seventina Sibagariang; Enjelina; Putri Amelia Siahaan +2 more

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pembinaan Warga Gereja yang Marturia atau bersaksi, Gereja sebagai tubuh Kristus dan tanda iman serta ketundukannya kepada Tuhan, gereja harus bersaksi, terutama dengan mewartakan anugerah, kebenaran, dan keadilan Tuhan kepada masyarakat dalam segala situasi dan tantangan, serta tentang anugerah Tuhan kepada seluruh ciptaan Nya. Bersaksi yang dimaksud adalah membuktikan kasih setianya kepada Kristus yang rela mati dikayu salib, bangkit, dan naik ke surga, supaya manusia kiranya mendapatkan hidup yang kekal dari Tuhan. Tulisan ini bertujuan untuk menggabungkan gereja yang Marturia dengan Pendidikan Agama Kristen (PAK), dimana PAK adalah pendidikan yang berpusat pada Tuhan Yesus Kristus dan Alkitab sebagai dasar atau titik acuan. PAK berperan untuk bersaksi kepada masyarakat dengan mendasarkan Alkitab dan Pendidikan Agama Kristen memberikan pengajaran yang sifatnya mendidik serta memberikan bimbingan kepada warga Gereja. Tulisan ini menggunakan metode  kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Dengan mencari berbagai sumber-sumber yang terkait dengan topik yang dibahas. Peneliti menggunakan berbagai sumber-sumber data baik berupa buku teks, jurnal ilmiah serta artikel ilmiah yang diambil dari sumber internet. Melalui tulisan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan dalam gereja, dan dapat mengatasi tantangan-tantangan Pembinaan Warga Gereja yang Marturia, terutama di zaman modern ini melalui gereja dan Tenaga PAK, supaya jemaat dan peserta didik terbimbing atas Terimplikasinya pembinaan warga gereja terhadap PAK, sehingga warga jemaat dan peserta didik mendapatkan nilai-nilai kehidupan yang daripada kesaksian hidup Kristus dengan melaksanakan tugas dan panggilan gereja terutama dengan Marturia atau Bersaksi.

A’thi Fauzani Wisudawati; Muhammad Isa

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Para mahasiswa dituntut untuk menyusun sebuah artikel ilmiah yang mereka refleksikan dalam sebuah publikasi. Keterampilan menulis dimunculkan melalui teori, dan fakta, serta mengkolaborasikan aspek-aspek tersebut mejadi sebuah gagasan ilmiah yang baik. Tantangan untuk meyusun artikel ilmiah membawa peluang bagi konsepsi pembelajaran secara mandiri (PLE). Penelitian ini membahas bagaimana keterlibatan mahasiswa dengan lingkungan belajarnya ketika mereka menyusun artikel ilmiah. Terdapat sembilan belas mahasiswa pascasarjana jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di Indonesia sebagai peserta penelitian. Metode penelitian yang digunakan berupa observasi, kuesioner, dan wawancara mendalam untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik memiliki keterlibatan yang kuat dalam penggunaan teknologi atau perangkat digital untuk mendukung pembelajaran penulisan artikel ilmiah. Namun, kebutuhan untuk memanfaatkan perangkat atau sumber offline juga menunjukkan angka yang signifikan. Implikasi dari penelitian ini ditujukan kepada dosen mata kuliah penulisan akademik sebagai refleksi pengajaran 2.0 dan peserta didik sebagai referensi dan pembelajaran di masa depan.

Junedi, Junedi; Suprihatin, Suprihatin; Mukh Nursikin

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan 2022 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Tujuan..penelitian..ini..adalah..untuk..mengetahui..proses..pelaksanaan Inovasi kurikulum muatan lokal tahfidzul qur’an dalam meningkatkan hasil pembelajaran qur’an hadits. untuk mengetahui dampak penerapan kurikulum muatan lokal tahfidzul qur’an dalam meningkatkan hasil pembelajaran qur’an hadits. untuk mengetahui dan mengungkapkan faktor pendukung dan penghambat serta solusi Inovasi kurikulum muatan lokal tahfidzul qur’an dalam meningkatkan hasil pembelajaran qur’an hadits. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif artinya peneliti mendeskripsikan kenyataan di lapangan secara benar. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sebagai human instrumen dengan menggunakan pedoman wawancara dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses Inovasi kurikulum muatan lokal dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu tahap persiapan kegiatan pembelajaran, pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan menutup kegiatan pembelajaran namun belum maksimal. Faktor pendukung yang melandasi dan menyemangati Inovasi kurikulum muatan lokal adalah landasan Yuridis Formal, sarana dan prasarana dan pendanaan. Implikasi dalam penelitian ini adalah, jika pengInovasian kurikulum muatan lokal tahfidzul qur’an dapat meningkatkan hasil pembelajaran qur’an hadits di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1Boyolali, maka diharapkan kepada semua guru dan stakeholder dapat bekerja sama dalam memberikan semangat serta motivasi dan ruang gerak yang luas kepada guru muatan lokal tahfidzul qur’an dalam menerapkan aturan-aturan yang relevan.

Trie Hierdawati

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Ekonomi 2022 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan penyerapan tenaga kerja UMKM di Provinsi Jambi, menganalisis pengaruh modal kerja, nilai produksi, tingkat upah minimum dan jumlah unit usaha terhadap penyerapan tenaga kerja UMKM di Provinsi Jambi, dan menganalisis pengaruh modal kerja, nilai produksi, tingkat upah minimum dan jumlah unit usaha baik secara simultan maupun parsial terhadap penyerapan tenaga kerja UMKM di Provinsi Jambi. Data yang digunakan dalam kajian empiris ini merupakan data runtutaan waktu dari tahun 2000 sampai 2015 yang berasal dari Laporan SEKI Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi dan Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia. Alat analisis yang digunakan yaitu Ordinary Least Square (OLS). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan jumlah tenaga kerja UMKM berfluktuasi. Jumlah tenaga kerja UMKM yang tertinggi selama tahun 2000-2015 terjadi pada tahun 2004 yakni sebesar 30.31 persen dan yang terendah terjadi pada tahun 2006 yakni minus 1.43 persen. Hasil penelitian yang menjelaskan adanya hubungan positif dan signifikan antara modal kerja dengan jumlah tenaga kerja UMKM di Provinsi Jambi dapat diimplikasikan bahwa dalam semakin besar modal yang ditanamkan akan menambah penggunan tenaga kerja. Selanjutnya, hasil penelitian yang menjelaskan adanya hubungan negatif dan signifikan antara upah minimum provinsi dengan jumlah tenaga kerja UMKM di Provinsi Jambi dapat diimplikasikan dengan semakin besar upah yang dibayarkan kepada karyawan, semakin kecil proporsi keuntungan bagi pengusaha. Perubahan tingkat upah akan mempengaruhi tinggi rendahnya biaya produksi perusahaan. Kemudian, hasil penelitian yang menjelaskan adanya hubungan negatif, namun tidak signifikan antara nilai produksi tenaga kerja terhadap jumlah tenaga kerja UMKM di Provinsi Jambi dapat diimplikasikan bahwa naik turunnya permintaan pasar akan hasil produksi dari perusahaan yang bersangkutan mempengaruhi penyerapan tenaga kerja.    

Sarwo Nugroho; Sarwo Nugroho; Agus Waryanto

JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS 2022 UNIVERSITAS STEKOM

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana masyarakat terlibat dengan seni di era selfie, perangkat digital, dan media sosial. Ini mengkaji pengalaman penonton pameran seni, di mana pengunjung didorong untuk menggunakan media sosial untuk berbagi pengalaman seni mereka, untuk memahami bagaimana pendekatan semacam itu dapat mengubah sifat keterlibatan pengunjung dengan seni. Bisa dibilang, selfie yang diambil di ruang seni memperkaya pengalaman dan keterlibatan pengunjung dengan seni dan berfungsi sebagai alat pemasaran bersama, memberdayakan, dan otentik untuk museum. Data untuk penelitian ini dikumpulkan melalui observasi non partisipan (etnografi) dan netnografi di Museum Lawang Sewu Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih-alih mempromosikan pelepasan dari karya seni, selfie di ruang seni menjadi "keterikatan materi - diskursif jaringan" yang memberdayakan konsumen seni untuk bersama-sama menciptakan nilai dan organisasi seni untuk mengurangi jarak antar konsumen dan mereproduksi keaslian ikonik dari karya seni. karya seni di ruang maya. Artikel ini berkontribusi pada teori selfie dengan mengatasi pandangan tradisional tentang selfie sebagai manifestasi ekspresi diri narsistik. Sebaliknya, dalam mempromosikan interpretasi selfie sebagai sarana pemberdayaan dan demokratisasi yang digunakan oleh konsumen seni untuk mengembangkan narasi dan proyek identitas dalam konteks seperti museum di mana secara tradisional pengembangan narasi adalah karakter elit. Kontribusi lebih lanjut yang diberikan oleh penelitian ini berasal dari identifikasi kelompok pengunjung (yaitu, pelari realitas, pecinta seni, photoholics, dan pecinta selfie), ditempatkan pada kontinum nilai co-creation, yang perlu disadari oleh administrator seni sebagai memasuki era konsumsi seni yang lebih dinamis. Dengan menguraikan implikasi manajerial, penelitian ini memberikan refleksi awal tentang bagaimana manajer seni dapat menavigasi era yang muncul dari selfie .   Keywords: Selfie, Media Sosial, Interpretas

Fathorrahman Fathorrahman; Dairani Dairani; Ahmad Yunus

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pengadaan barang dan jasa di pemerintahan desa menjadi kegiatan yang rutin dalam setiap tahun anggaran. Kegitan rutinan yang diselenggrakan untuk segala kegiata pemerintahan di pemerintahan desa menjadi sangat urgen karena berbagai faktor. Salah satunya karena pagu anggaran dari APBN 2022 sangatlah besar. Pagu anggaran tersebut sebesar enam puluh delapan triluin (Rp 68 triliun). Dari pagu tersebut, terdapat porsi besar untuk kegiatan pengadaan barang dan jasa di pemerintahan desa. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini hendak mengkaji bagaimana konsep atau aspek hukum pengadaan barang dan jasa di pemerintahan desa. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif. Dari penelitian ini, dapat diperoleh kesimpulan bahwa pengadaan barang dan jasa di pemerintahan desa berbeda dengan pengadaan barang dan jasa di pemerintahan seca umum. Dikecualikannnya pengadaan tersebut tentu meiliki implikasi hukum yang berbeda pula sehingga perlu dilakukan penelitian yang mendalam supaya para pemangku kebijakan di tingkat pemerintahan desa, tidak terjebak pada kasus-kasus hukum di kemudian hari.    

Dyah Silvana Amalia

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Ketentuan Pasal 24C ayat (1) UUD NRI Tahun 1945 memberikan wewenang pada Mahkamah Konstitusi untuk mengadili sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan oleh UUD. Sedangkan sengketa kewenangan antarlembaga negara yang tidak diatur dalam UUD NRI Tahun 1945 mengalami vacuum of norm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, perlunya diatur  sengketa kewenangan antarlembaga negara yang tidak diatur dalam UUD NRI Tahun 1945 karena Indonesia adalah negara hukum, karena belum tuntasnya pembahasan dalam Perubahan UUD NRI Tahun 1945, karena adanya potensi sengketa kewenangan antarlembaga negara. Kedua, implikasi hukum  penyelesaian kewenangan antarlembaga negara yang tidak diatur dalam UUD NRI Tahun 1945 yang dilakukan oleh Presiden melalui instruksi-instruksi terselesaikannya sengketa. Ketiga, dalam perspektif kehidupan kenegaraan, formulasi pengaturan penyelesaian sengketa kewenangan antarlembaga negara dapat dilakukan melalui tiga opsi : (1) memperluas kewenangan Mahkamah Konstitusi (2) memperluas kewenangan Mahkamah Agung (3) memberikan kewenangan pada lembaga negara lain.    

Michael Romaneda Sugiyono

Jurnal Akta Notaris 2022 Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum UNTAG Semarang

Perjanjian jual beli hak atas tanah dibuat berdasarkan pada kesepakatan antara para pihak. Adanya keterlibatan pihak ketiga pada transaksi jual beli tanah dalam bentuk pemberian janji untuk pembayaran kompensasi atas jual beli dapat menyebabkan kesepakatan berdasarkan kesadaran tidak mutlak yang dapat menimbulkan permasalahan terutama bila janji demikian tidak terpenuhi. Dengan menggunakan metode pengumpulan data wawancara dengan Notaris maka dalam penulisan ini membahas mengenai kekuatan perjanjian di bawah tangan terhadap akta jual beli secara notariil, implikasi pembatalan akta jual beli tanah setelah adanya wanprestasi bagi para pihak, dan pertimbangan hakim dalam mengadili Putusan Pengadilan Negeri Bantul No. 73/Pdt.G/2013/PN.Btl. Kekuatan perjanjian di bawah tangan pada dasarnya berkekuatan hukum apabila kedua belah pihak menandatangani isi perjanjian tersebut dan terdapat saksi yang menyaksikan adanya perjanjian tersebut seperti yang telah diatur dalam Pasal 1865 – 1912 KUHPerdata. Implikasi pada putusan secara hukum ada unsur penipuan dari AM sebagai pihak kedua kepada K selaku penjual dalam bentuk perbedaan harga jual yang sudah disepakati dalam akta di bawah tangan dengan akta jual beli PPAT. Pertimbangan hakim dalam memutus perkara pada putusan Nomor 73/Pdt.G/2013.PN.Btl didasarkan pada adanya tindakan wanprestasi yang dilakukan oleh Tergugat I, sehingga hakim memutuskan sesuai dengan isi perjanjian di bawah tangan dan akta jual beli otentik bahwa apabila Tergugat I melakukan wanprestasi, maka harus menanggung konsekuensi bahwa objek tanah tersebut kembali kepada Penggugat.

Andelia Tritia; Petrus Poerwadi; Paul Diman; Noor Hidayat; Mariani Mariani

Reduplication is a study of morphology regarding the process of repeating words, either in whole or in part, with varying phonemes or not, in combination with affixes or not, and becomes a language unit as a phonological and grammatical tool. This research was conducted to find out how the form and meaning of the reduplication of the Ngaju Dayak language in the stories of Tambun and Bungai are found in the book "The Ot Danum from Tumbang Miri until Tumbang Rungan". This study uses a qualitative research method with a descriptive approach and the data are taken from a book about legend stories about the Ngaju Dayak in a book entitled "The Ot Danum from Tumbang Miri until Tumbang Rungan".   Data collection techniques on this research is a listening and note-taking technique. Data analysis techniques used is according to Matthew B. Miles and A. Michael Huberman which is divided into three namely data reduction, data display or data presentation, as well as conclusions and conclusions verification. The results of the research on the legendary stories about Tambun and Bungai in a book entitled "The Ot Danum from Tumbang Miri until Tumbang Rungan" shows that (1) there are 4 forms of reduplication and 3 types of reduplication meanings in this study. The results of the study also has implications for literary learning for grade X senior high school students in second semesters, especially KD 3.4, and KD 4.4.

Dyah Silvana Amalia

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pasca Amandemen UUD 1945 terjadi perubahan yang mendasar dalam kehidupan ketatanegaraan di Indonesia. Salah satu bentuk perubahan tersebut adalah dikembangkannya prinsip checks and balances. Dengan prinsip ini, setiap lembaga negara memiliki posisi yang sejajar, sehingga dimungkinkan terjadi perbedaan penafsiran dan berimplikasi terjadinya sengketa kewenangan antar lembaga negara yang kewenangnnya diberikan oleh UUD 1945. Sengketa kewenangan antara Presiden dengan DPR dn BPK merupakan contoh konkrit sengketa kewenangan antar lembaga negara yang kewenangnnya diberikan oleh UUD 1945. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, artinya penelitian ini menggunakan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 2/SKLN-X/2012 dan perundang-undangan sebagai bahan hukum utama dalam penelitian ini. Analisis secara mendalam dilakukan dengan metode penafsiran konstitusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa putusan MK yang menyatakan menolak permohonan I Pemohon dan tidak dapat menerima permohonan II Pemohon adalah tepat menurut konstitusi. Putusan MK tersebut lebih brperspektif hukum daripada politik.