Publication Search

58,296 articles from 461 journals · 1,579 citations tracked

Showing 1-10 of 10

Analytics

Margiyati Margiyati; Novita Wulan sari; Mimin Indah Lestari; Anisa Sulistyaningtyas; Tria Friska Ningrum

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2020 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Proses  menua  menimbulkan  permasalahan  baik  secara  fisik,  biologis, mental maupun sosial ekonomi. Lansia merasa terbatas aktivitasnya, sering sakit, lingkungan kurang bersahabat, dan tidak percaya diri dengan penampilan fisiknya dan ini menjadi tanda rendahnya kualitas hidup lanjut usia karena mereka tidak menikmati masa tuanya.  Hasil  survey menggunakan  Mini  Mental  Status  Exam (MMSE)  diperoleh  data  bahwa  lansia  sebanyak  45  orang  yang  terdaftar  di Posyandu Setya Manunggal III Dusun Lempuyangan Bulan Januari 2020 menunjukkan yang mengalami penurunan kognitif sedang sebanyak 13 orang, penurunan kognitif berat sebanyak 5 orang. Hasil wawancara dengan kader lansia didapatkan data yang banyak mengalami pikun dikarenakan lansia hanya di rumah tanpa  adanya  aktivitas  lain  karena  adanya  keterbatasan  mobilitas  fisik.  Kader sendiri  oleh  penanggunggjawab  BKL  (Bina  Keluarga  Lansia)  dari  kecamatan Bergas sudah diarahkan untuk memberikan edukasi kepada lansia dan keluarga, baik itu bisa berupa permainan ataupun memberikan pelatihan kerajinan tangan, namun karena keterbatasan informasi, minimnya dana operasional, dan kurangnya kemampuan kader menjadikan program tersebut hanya wacana. Analisis fenomena tersebut menjadi latar belakang tim pengabdian masyarakat Akper Kesdam IV/Diponegoro bekerjasama dengan Puskesmas Bergas untuk melaksanakan kegiatan bertema, “ Penerapan Brain Gym, Puzzle Therapy, dan Handycraft Training  sebagai  Upaya  Meningkatkan  Kualitas  Hidup  Lansia  Dusun Lempuyangan, Gebugan, Kab.Semarang”.    

Hastuti, Nurnawati Hindra; Supriyadi, Agus

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Nilai sosial sebagai petunjuk umum yang telah berlangsung lama, yang  mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk menentukan sesuatu itu dikatakan baik atau buruk, pantas atau tidak pantas harus melalui proses menimbang. Hal ini tentu sangat dipengaruhi oleh kebudayaan yang dianut masyarakat. tak heran apabila antara masyarakat yang satu dan masyarakat yang lain terdapat perbedaan tata nilai.Kata kunci: Fenomena, Bermasyarakat

Sari, Ayu Istiana; Al-Hakim, Lukman

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pembelajaran bahasa Inggris di taman kanak-kanak merupakan fenomena pendidikan. Poin yang paling menonjol adalah kemampuan untuk mempelajari bahasa baru dengan cepat. Anak-anak menggunakan berbagai jenis sumber daya mental untuk memasukkan kata dan makna. Mereka melakukan interpretasi terhadap yang didengarkan dan diamati di sekitar. Guru memainkan peran penting dalam membina perkembangan intelektual dan sosial anak. Pendidikan yang diperoleh siswa adalah kunci untuk menentukan masa depan siswa tersebut. Salah satu tugas guru ada membuat rancangan pembelajaran. . RPP adalah pedoman bagi guru untuk melaksanakan proses pembalajaran di kelas. Pengembangan dan perubahan kreatif dapat dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan siswa dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris. Metode pelaksanaan merupakan landasan atau acuan agar proses dalam program pengabdian kepada masyarakat ini berjalan secara sistematis, terstruktur, dan terarah. Setelah proses observasi lapangan dan identifikasi permasalahan dilakukan, maka akan dilakukan perancangan solusi. Selanjutnya solusi yang menjadi yang telah direncanakan akan ditawarkan kepada mitra. Metode yang akan digunakan dalam program ini Survey, Implementasi, dan Evaluasi.Pelatihan ini diberikan kepada guru-guru di KB TK IT Alif Smart Kadipiro Surakarta. Hasil dari pelatihan ini adalah berkembangnya kemampuan guru dalam membuat rancangan pembelajaran bahasa Inggris untuk KB dan TK. Produk yang dihasilkan yaitu berupa RPP pembelajaran Bahasa Inggris untuk KB dan TK.

mustofa, mukhlis

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Kegiatan pembelajaran yang dilakukan dalam pengelolaan kelas menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Pelatihan Penyusunan Modul Pembelajaran IPS Berbasis Spasial Bagi Guru Kelas Sekolah Dasar Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Di SD Djama’atul Ichwan menjadi sebuah bagian untuk mendukung keberhasilan pembelajaran. Optimalisasi Pembelajaran berbasis spasial menuju peningkatan kualitas pembelajaran ini akan berlangsung efektif didukung dengan Modul Pelatihan penyusunan bahan ajar. Penerbitan modul pembelajaran perlu disusun untuk mengetahui seberapa optimal pembelajaran dilakukan. Melalui Modul Pembelajaran berbasis spasial tentunya akan didapatkan panduan pelatihan  yang akurat yang membantu guru untuk pengelolaan pembelajaran dan sebagai panduan dalam pengambilan keputusan dan mengikuti perkembangan yang telah dicapai oleh siswanya. Berdasarkan survei di lapangan terdapat fenomena rendahnya pemahaman spasial guru. Oleh karena itu, pada pengabdian kepada masyarakat kali ini tim mengadakan pelatihan untuk peningkatan kualitas pembelajaran. Tujuan yang hendak dicapai dari program pengabdian ini adalah memberikan Pelatihan Penyusunan modul  IPS Berbasis Spasial Bagi Guru Kelas dalam manajemen pembelajaran kepada guru SD Jama’atul Ichwan Surakarta  sehingga peserta dapat menerapkan pola manajemen sekolah dalam efektif dan efisien dalam pengelolan lembaga pendidikan.Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini  ditujukan untuk Guru Kelas guru SD Jama’atul Ichwan Surakarta sebagai salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan pembelajaran berkaitan ketimpangan yang ada di era modern ini. Pelatihan ini akan membantu para Guru kelas dalam meningkatkan kemampuan penyusunan bahan ajar.Pengabdian masyarakat ini dilakukan di guru SD Jama’atul Ichwan Surakarta. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi: 1) persiapan, 2) pelaksanaan pelatihan meliputi penyajian materi, penugasan membuat pembelajaran berbasis spasial. Target luaran yang diharapkan adalah Guru kelas yang mengikuti pelatihan pembelajaran berbasis spasial dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan  mengaplikasikannya sendiri pada proses kesehariannya, sekaligus mendokumentasikannya dalam bentuk modul pembelajaran yang dapat digunakan bersama bagi guru kelas. Diharapkan modul ini dapat didesiminasikan kepada guru kelas di wilayah lain. guru kelas yang mengikuti pelatihan pun dapat menyesuaikan sesuai dengan perkembangan pengetahuan terkini.katakunci : Pembelajaran IPS BerbasisSpasial, kualitaspembelajaran

Awaliya Safithri

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2020 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Early marriage is a phenomenon that still occurs frequently, especially in communities with rural cultures. And especially in village communities that uphold religious values, as is the case in the community of Sumberjambe District, Jember Regency. Sumberjambe itself is an area in Jember Regency which is close to the forestry area and is located under the slopes of Mount Raung. The review used in this research is the maqashid sharia theory in order to obtain an objective conclusion. The aim of this research is to determine the factors behind the occurrence of early marriage in Sumberjambe District and analyze the views of religious leaders regarding early marriage from a maqashid sharia perspective. The approach used in this research is a descriptive-qualitative approach with the type of field research. And the results of this research are among the first, it was found that several factors were behind the occurrence of early marriage in Sumberjambe District, including economic factors, in this case there were several parents who wanted to immediately let go of their children in the hope of reducing the cost of living in the family. Then there is the promiscuity factor, many people think that communication using social media makes teenagers free from parental supervision, resulting in out-of-wedlock pregnancies and marriage is the solution.

Awaliya Safithri

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2020 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Early marriage is a phenomenon that still occurs frequently, especially in communities with rural cultures. And especially in village communities that uphold religious values, as is the case in the community of Sumberjambe District, Jember Regency. Sumberjambe itself is an area in Jember Regency which is close to the forestry area and is located under the slopes of Mount Raung. The review used in this research is the maqashid sharia theory in order to obtain an objective conclusion. The aim of this research is to determine the factors behind the occurrence of early marriage in Sumberjambe District and analyze the views of religious leaders regarding early marriage from a maqashid sharia perspective. The approach used in this research is a descriptive-qualitative approach with the type of field research. And the results of this research are among the first, it was found that several factors were behind the occurrence of early marriage in Sumberjambe District, including economic factors, in this case there were several parents who wanted to immediately let go of their children in the hope of reducing the cost of living in the family. Then there is the promiscuity factor, many people think that communication using social media makes teenagers free from parental supervision, resulting in out-of-wedlock pregnancies and marriage is the solution.

Margiyati Margiyati; Novita Wulan Sari; Andre Dwi Susilo; Hanifah Heppy Findiasari; Jihan Rifi Marwiriyanti +2 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2020 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Indonesia sedang mengalami transisi menuju struktur penduduk tua (ageing population)   sebagai   dampak       peningkatan   Usia   Harapan   Hidup   (UHH). Peningkatan jumlah lansia ini diikuti dengan peningkatan ragam penyakit degeneratif, seperti hipertensi, diabetes, stroke, dan penyakit jantung koroner. Data Riskesdas tahun 2013 menunjukkan terjadi transisi epidemiologi dari penyakit menular ke peningkatan penyakit tidak menular (PTM) sehingga kaum lansia cenderung mempunyai penyakit yang multipatologis. Kementerian Kesehatan mencatat, angka sakit pada kaum lansia terhitung cukup besar, mencapai 25,05 persen pada 2014. Permasalahan meningkatnya populasi lansia memerlukan bentuk pelayanan kesehatan tersendiri salah satunya penyelenggaraan Pos Pelayanan Terpadu Lanjut Usia (posyandu lansia). Hasil pengkajian di Posyandu Lansia Sabar Narimo terdapat sekitar 100 lansia yang terdaftar di dusun Lempuyangan, namun karena  keterbatasan  kader  pelaksanaan  posyandu  hanya  sebatas  pengukuran tekanan darah dengan metode kunjungan rumah. Mayoritas kader tidak mengetahui pelayanan posyandu dengan sistem 5 meja. Beberapa lansia mengalami stroke karena   hipertensi   kronis   yang   baru   diketahui   saat   masuk   RS.   Intervensi keperawatan yang disusun untuk mengatasi masalah defisiensi kesehatan komunitas karena tingginya angka kejadian PTM pada lansia disertai kurang optimalnya program pelayanan kesehatan melalui posyandu lansia setempat adalah dilaksanakannya revitalisasi posyandu lansia sebagai upaya pengendalian PTM berbasis pemberdayaan masyarakat. Analisis fenomena tersebut menjadi latar belakang tim pengabdian masyarakat Akper Kesdam IV/Diponegoro bekerjasama dengan Puskesmas Bergas untuk melaksanakan kegiatan bertema, “Revitalisasi Kader Posyandu Lansia Sabar Narimo Sebagai Upaya Pengendalian PTM Pada Lansia Di Dusun Lempuyangan Desa Gebugan Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang”. Hasi kegiatan terjadi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan kader posyandu lansia dalam pelaksanaan pelayanan posyandu 5 meja.    

Dewi, Ratih Puspita; Handitcianawati, Wiwin; Hermawan, Roby

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Gempabumi (earthquake) merupakan suatu fenomena alami yang terjadi pada kulit bumi berupa bergoncangnya atau bergetarnya bumi karena adanya pergerakan pada lapisan batuan secara tiba-tiba disebabkan karena lempeng tektonik. International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (2010) menyebutkan bahwa perempuan dan anak pada umumnyamerupakan korban utama dalam bencana alam, hal ini dikarenakan korban yang tewas lebih tinggi pada perempuan dan anak perempuan, penyebabnya karena kendala budaya berupa mobilitas perempuan, kurangnya ketrampilan yang dimiliki perempuan dibandingkan dengan laki-laki, serta kekuatan fisik perempuan yang lebih kecil dibandingkan dengan laki-laki. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meminimalkan resiko jatuhnya korban perempuan dalam bencana gempabumi dengan upaya meningkatkan kesadaran, kewaspadaan, dan kesiapsiagaan terhadap bencana gempabumi. Metode pelaksanaannya dengan melakukan sosialisasi  kesiapsiagaan  bencana  gempabumi  di  Pimpinan  Cabang  Nasyiatul  Aisyiyah Klaten Selatan. Target luaran dari kegiatan ini adalah (1) menumbuhkan kesadaran kepada kaum perempuan terhadap pentingnya pemahaman mitigasi bencana gempabumi baik sebelum,  saat  tanggap  darurat  maupun  pasca  bencana,  (2)  menumbuhkan  kewaspadaan bahwa bencana gempabumi dapat terjadi sewaktu-waktu sehingga kaum perempuan harus siap  bencana  kapan  saja  dan  dimana  saja,  dan  (3)  meningkatkan  kesiapsiagaan  kaumperempuan terhadap bencana gempabumi sehingga mengurangi resiko terjadinya korban bencana dari pihak perempuan.Kata kunci: gempabumi, perempuan, kesiapsiagaan

Oktaviani, Eling Diar

Jurnal Komunikasi Pendidikan 2020 Universitas Veteran Bangun Nusantara

Fenomena mengenai permasalahan yang berhubungan dengan siswa berkebutuhan khusus atau siswa yang membutuhkan pengajaran dalam menuntut ilmu secara lebih mendalam. Siswa tersebut nantinya akan mengikuti sistem pembelajaran reguler terutama di Sekolah Dasar yang menuntut untuk menyelenggarakan pembelajaran secara inklusi yang menyatukan proses belajar mengajar antara siswa reguler (siswa yang normal) dengan siswa berkebutuhan khusus. Maka dari itu kompetensi Guru di Sekolah akan dituntut lebih mendalam dalam mengajar siswa yang berkebutuhan khusus. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research), sedangkan pengumpulan data dengan menelaah dan mengeksplorasi beberapa Jurnal, buku, serta beberapa artikel dimana sumber data atau informasi lainnya relevan (terkait) dengan kajian yang sesuai. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis peranan Guru dalam Pendidikan inklusif kepada siswa yang berkebutuhan khusus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sudah melakukan pembelajaran adaptif bagi anak  yang kesulitan belajar dengan  menyesuaikan kondisi  peserta  didik itu sendiri, penyesuaian  tersebut  berkaitan  dengan  metode  strategi,  materi,  alat/media pembelajaran, dan lingkungan belajar.

Putri Rahmawati; Loekman Mohammadi; Choirul Amin

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2020 Universitas 17 Agustus 1945

Ilmu Astronomi adalah salah satu cabang bidang keilmuan yang melibatkan pengamatan benda-benda langit (Bintang, Planet, Komet, Nebula, Gugus Bintang atau Galaksi) serta fenomena – fenomena alam yang terjadi di luar atmosfer Bumi (Misal Badai Matahari, radiasi latar belakang kosmik). Di Indonesia jumlah bangunan yang memiliki fungsi sebagai Astronomy Centre hanya terdapat di DKI Jakarta yaitu Planetarium dan Observatorium Jakarta yang terletak di Jakarta Pusat. Di Provinsi Jawa Tengah  belum  terdapat  sarana  untuk  mengakomodasi  kegiatan  astronomi, baik tingkat pelajar, mahasiswa maupun umum. Kabupaten  Semarang  dipilih  karena  mempunyai  topografi  berupa pegunungan dan jauh dari keramaian Kota Semarang yang cocok untuk menjadi tempat untuk melakukan pengamatan benda langit. Astronomy Center di Kabupaten Semarang merupakan suatu bangunan  yang  berfungsi  untuk  mewadahi  suatu  kebutuhan  wisata edukatif  dan  mengenalkan ilmu pengetahuan astronomi kepada masyarakat umum dan sebagai bangunan  yang  mempunyai  misi mengenalkan ilmu astronomi kepada masyarakat umum. Tujuan perancangan Astronomy Centre adalah untuk fasilitas edukasi yang bisa dijangkau dan memberikan pengetahuan kepada masyarakat, memiliki desain yang menarik. Dengan  penekanan desain Arsitektur Metafora, dan di peruntukan untuk pelajar, mahasiswa maupun masyarakat umum baik domestik maupun mancanegara yang datang secara individual, group, maupun study tour yang hendak belajar tentang ilmu astronomi.