SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

44,405 articles from 405 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-20 of 24

Analytics

Rosedevio T, Siti; Faozi, Safik

DINAMIKA HUKUM 2020 Universitas Stikubank

Penyalahgunaan narkoba yang dilakukan remaja merupakan suatu permasalahan yang sangat serius. Karena remaja merupakan calon generasi penerus bangsa. Remaja merupakan pilar dari kekuatan sosial yang sangat berperan dalam pembangunan suatu bangsa dan negara. Dalam kurun waktu dekade terakhir permaslahan ini menjadi marak. Terbukti dengan bertambahnya jumlah penyalahgunaan atau pecandu narkoba secara signifikan, hal ini membuat penulis ingin mengetahui Faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penyalahgunaan narkoba oleh remaja di Kabupaten Rembang dan upaya yang dilakukan oleh pihak Kepolisian Resor Rembang dalam menanggulangi terjadinya tindak pidana penyalahgunaan narkoba oleh remaja di Kabupaten Rembang. Hal tersebut menarik bagi penulis untuk membuat karya ilmiah mengenai tinjauan kriminologi terhadap penyalahgunaan narkoba bagi remaja di wilayah kabupaten rembang. Metode yang digunakan oleh penulis adalah yuridis sosiologis yaitu dengan cara wawancara maupun pengumpulan data baik dari data primer maupun sekunder. Menurut hasil penelitian bahwa Faktor yang paling utama mempengaruhi penyalahgunaan adalah faktor lingkungan dan didikan orang tua. Dalam kehidupan sehari-hari masih banyak dijumpai remaja yang melakukan penyalahgunaan dan polres Rembang dalam menanggulanginya melakukan beberapa hal, yaitu Upaya Represif dalam Bentuk Koodinasi Terbuka dan Upaya Represif dalam Bentuk Koodinasi Tertutup.   Kata kunci : Penyalahgunaan, Remaja, Narkoba

Astutik, Ramadhani Puji; Yusuf, Yusuf; Sugiaryo, Sugiaryo

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2020 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan Penelitian ini yaitu untuk: Mengetahui Faktor pendukung, faktor penghambat dan mengetahui bagaimana Implementasi Nilai-nilai Persatuan Indonesia dalam Kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara pada karan taruna desa pulosari kecamatan kebakkramat kabupaten karanganyar Tahun 2020.  Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif., sumber data menggunakan data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Implementasi nilai-nilai persatuan indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara pada karang taruna sudah dapat diterapkan pada setiap kegiatan program kerja yang diadakan oleh organisasi karang taruna. 2) Faktor dukungan yang diberikan oleh prangkat desa yaitu berupa sarana dan prasarana seperti aula beserta kursi, untuk kegiatan rapat karang taruna, lapangan bulu tangkis, tenis meja dan dari masyarakat sekitar dalam kegiatan karang taruna selalu ikut berpartisipasi serta terkadang membantu makanan serta minuman. 3) Faktor penghambat adalah kurangya partisipasi dari anggota, kesibukan anggota diluar kegiatan karang taruna, dan ada 50% anggota karang taruna yang tidak aktif. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk: Mengetahui Faktor pendukung, faktor penghambat dan mengetahui bagaimana Implementasi Nilai-nilai Persatuan Indonesia dalam Kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara pada karan taruna desa pulosari kecamatan kebakkramat kabupaten karanganyar Tahun 2020.  Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif., sumber data menggunakan data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Implementasi nilai-nilai persatuan indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara pada karang taruna sudah dapat diterapkan pada setiap kegiatan program kerja yang diadakan oleh organisasi karang taruna. 2) Faktor dukungan yang diberikan oleh prangkat desa yaitu berupa sarana dan prasarana seperti aula beserta kursi, untuk kegiatan rapat karang taruna, lapangan bulu tangkis, tenis meja dan dari masyarakat sekitar dalam kegiatan karang taruna selalu ikut berpartisipasi serta terkadang membantu makanan serta minuman. 3) Faktor penghambat adalah kurangya partisipasi dari anggota, kesibukan anggota diluar kegiatan karang taruna, dan ada 50% anggota karang taruna yang tidak aktif.Â

Mugi Rahayu; Subagyo, Herry

Jurnal Ilmiah Komputerisasi Akuntansi 2020 Universitas Sains dan Teknologi Komputer

This research aims to find out and analyze the factors that are predicted to determine the firm value, the factors are liquidity, debt policy, asset turnover, and profitability. The sample used in the mining sector listed on BEI for the period 2014-2018, the sampling technique using purposive sampling, obtained 118 samples. Data analysis uses multiple regressions using the SPSS program version 23. Hypothesis test results found debt policy and asset turnover positively affected firm value, while it did not prove liquidity and profitability affect firm value.

Apriyanto, Beni; Karyantina, Merkuria; Widanti, Yannie Asrie

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2020 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Permen jelly adalah produk pangan semi basah yang terbentuk dari cairan dengan bahan dasar gula dan bahan pemanis lainnya. Tekstur permen jelly terbentuk dengan menambahkan gel sebagai bahan yang pembentuk gel. Penelitian ini bertujuan untuk meciptakan inovasi produk permen jelly dari ekstrak daun kersen-pandan yang kaya akan aktivitas antiksidan dan rendah kalori. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai inovasi produk dan pengembangan bahan pangan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 2 faktor. Faktor yang digunakan yaitu konsentrasi ekstrak daun kersen-pandan dan variasi jenis gula rendah kalori (sorbitol, stevia dan fruktosa). Perbandingan ekstrak daun kersen-pandan yang digunakan adalah 140:60, 160:40, dan 180:20. Formulasi perlakuan terbaik uji kimia pada pembuatan permen jelly ini adalah perbandingan ekstrak daun kersen-pandan 140:60 g dengan jenis gula stevia, dimana aktivitas antioksidan 40,39%, total fenol 2,194 mg GAE/g, gula total 6,711% kadar abu 0,066% dan kadar air sebesar 17,75%. Uji sensorik terbaik adalah perbandingan ekstrak daun kersen-daun pandan 140:60 g dengan jenis gula stevia, dimana warna 4,30 (hijau tua), flavor pandan 2,59 (agak kuat), rasa manis 1,72 (sedikit terasa manis), tekstur kenyal 2,02 (kenyal) dan kesukaan keseluruhan 1,87 (suka).

Artha, Bareta Agdia Pury; Wulandari, Yustina Wuri; Suhartatik, Nanik

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2020 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Kopi merupakan salah satu jenis tanamannperkebunan yang sudah lama dibudidayakan dannmemiliki nilai ekonomi yang tinggi. Biji kopi umumnya diolah menjadi kopi bubuk. Produk kopi ini ditambahhdengan rempah-rempah yaitu kapulaga dan kayu manis sehinggaaakan menghasilkan produk kopi yang kaya akan antioksidan. Tujuan dari penelitian ini yaitu menentukannpengaruh penambahan kapulaga dan kayu manis dalam kopi serta menentukan pengaruh variasi komposisi rempah terhadappkopi dan aktivitasSantioksidan kopi rempah. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor pertama perbandinganSkopi dan rempah (100:0, 99:1, dan 98:2) dengan perbandinganSkapulaga dan kayuumanis 1:3. Faktor kedua yaitu perbedaan suhu roasting kopi (205oC, 220oC, 235oC). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa formulasi kopi dengannpenambahan rempah (kapulaga dan kayu manis) terbaik berdasarkan nilai kimia dan organoleptikSadalahhkopi 100 gram rempah 0 gram dengan suhu 220oC dengan kadar air sebesar 5,536%, kadar abu sebesar 4,705%, aktivitas antioksidan DPPH sebesar 67,886%, aktivitas antioksidan FRAP sebesar 11,396%, total fenol sebesar 2,851 mg GAE/g serta kadar kafein sebesar 18,290 mg/g.

Ayu Krisna Hadi, Kesia Uma; Suhartatik, Nanik; Widanti, Yannie Asrie

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2020 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Mangga (Mangifera indica L.) merupakan buah musiman dan cepat rusak, sehingga untuk mengawetkannya dapat diolah menjadi fruit leather. Gum merupakan hidrokoloid yang dapat digunakan untuk memperbaiki plastisitas fruit leather. Tujuan penelitian ini adalah menentukan karakteristik sensoris dan sifat fisikokimia fruit leather yang terbuat dari beberapa jenis mangga dengan perbedaan konsentrasi gum dan mendapatkan fruit leather terbaik berdasarkan kadar vitamin C dan serat pangan tertinggi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu jenis mangga (manalagi, golek, dan madu) masing-masing (99,5; 98,5 dan 97,5%), sedangkan faktor yang kedua yaitu gum (0,5; 1,5 dan 2,5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fruit leather yang optimal berdasarkan kadar vitamin C tertinggi adalah fruit leather dengan kombinasi perlakuan mangga golek-gum (99,5%:0,5%) dan mangga madu-gum (99,5%:0,5%) sebesar 25,99 mg/100 gram dan serat pangan tertinggi adalah fruit leather dengan kombinasi perlakuan mangga manalagi-gum (98,5%:1,5%) sebesar 9,27%.

Sari, Lintang Sekar; Wulandari, Y Wuri; Mustofa, Akhmad

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2020 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Flakes adalah salah satu jenis makanan yang berbentuk lembaran tipis atau serpihan. Penelitian ini menggunakan tepung beras ketan hitam, tepung mocaf dan ampas kelapa sebagai bahan dasar pembuatan flakes. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi yang tepat untuk menghasilkan  flakes ampas kelapa yang memiliki kandungan serat tinggi dengan variasi lama pemanggangan. Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor yaitu perbandingan tepung komposit ketan hitam : mocaf dan variasi lama pemanggangan. Faktor pertama perbandingan tepung beras ketan hitam dan tepung mocaf (60:40, 70:30, dan 80:20), sedangkan faktor kedua variasi lama pemanggangan flakes (20, 25 dan 30 menit). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rasio konsentrasi tepung beras ketan hitam dan mocaf  80:20 dan lama pemanggangan selama 30 menit merupakan formulasi flakes yang terbaik karena memiliki sifat fungsional yang diharapkan yaitu kadar air 1,38%, kadar per berat keringnya yaitu antara lain: kadar abu 0,016%, kadar lemak 0,421%, kadar protein 0,122%, kadar serat kasar 0,184%, karbohidrat 0,268% serta uji organoleptik terhadap warna  3,54 (ungu tua kehitaman), flavor kelapa 2,84 (terasa), kerenyahan 2,82 (renyah), kekerasan 3,50 (keras), kesukaan keseluruhan 3,04 (paling disukai)

Nugroho, Wahyuningtyas Puji; Mustofa, Akhmad; Suhartatik, Nanik

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2020 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

ABSTRAK Bakso ikan merupakan salah satu produk diversifikasi pangan yang disukai oleh semua kalangan masyarakat. Salah satu jenis ikan yang dapat digunakan sebagai bahan baku adalah ikan bandeng. Ikan bandeng memiliki rasa yang enak, gurih, harga yang terjangkau, serta mengandung protein tinggi dan rendah kolestrol. Guna menambah nilai gizi bakso ditambahkan suatu bahan tambahan yaitu rumput laut. Rumput laut mengandung mineral dan serat tinggi yang diperlukan oleh tubuh. Tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan pengaruh penambahan rumput laut terhadap sifat organoleptik dan kimia serta menentukan formulasi terbaik bakso ikan. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan factor pertama yaitu jenis rumput laut E cottoni, E Spinosum dan Spirulina. Faktor kedua yaitu penambahan tepung rumput laut konsentrasi 5, 10, 15%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung rumput laut berpengaruh nyata, dimana semakin banyak tepung rumput laut yang ditambahkan maka kadar air, abu, protein dan serat semakin tinggi sedangkan semakin banyak tepung rumput laut yang ditambahkan maka kadar lemak dan karbohidra tby different semakin menurun. Formulasi bakso ikan bandeng terpilih secara kimia dan organoleptik adalah penambahan E. cottoni 5%. Dalam penelitian ini masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dalam penentuan presentase penambahan tepung rumput laut serta penelitian tentang penambahan rempah-rempah untuk mereduksi flavor rumput laut khususnya jenis spirulina.Kata Kunci : Bakso, ikan bandeng, rumput laut

Saputri, Jessica Noni Estria Wicaksana Dwi; Wulandari, Yustina Wuri; Mustofa, Akhmad

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2020 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Flakes merupakan salah satu produk makanan sereal yang berbentuk serpihan. Penelitian ini menggunakan ubi ungu dan tepung gembili sebagai bahan dasar pembuatan  flakes. Ubi ungu kaya akan antioksidan yang dapat meningkatkan sifat fungsional  flakes, sedangkan gembili memiliki kadar inulin yang cukup tinggi. Penelitian ini juga menggunakan variasi lama pengovenan guna untuk mengetahaui tingkat kematangan flakes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan yang paling tinggi pada flakes ubi ungu tepung gembili dengan variasi lama pengovenan dan untuk mengetahui rasio konsentrasi ubi ungu : tepung gembili dengan variasi lama pengovenan yang disukai konsumen. Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu perbandingan ubi ungu : tepung gembili dan variasi lama pengovenan. Faktor yang pertama perbandingan ubi ungu dan tepung gembili (85:15, 90:10 dan 95:5), sedangkan faktor kedua variasi lama pengovenan flakes (40 menit, 45 menit dan 50 menit). Hasil penelitian ini menjukkan rasio konsentrasi ubi ungu dan tepung gembili 90:10 dan lama pengovenan selama 40 menit merupakan formulasi flakes yang terbaik karena memiliki sifat fungsional yang diharapkan yaitu aktivitas antioksidan 23,571%, kadar air 6,788%, kadar abu 3,628%, kadar lemak 5,977%, kadar protein 5,757%, karbohidrat 77,850% serta uji organoleptik terhadap warna 3,306; flavor ubi ungu 2,867; kerenyahan 3,417 dan kesukaan keseluruhan 3,183.

Ibrahim Paneo; Firmawati Firmawati; Muhlis Tahir; Nofiyanto Nofiyanto

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2020 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Kinerja seseorang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti sistem perusahaan dalam hal ini pendapatan. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kinerja dengan tingkat pendapatan perawat honorer di RSUD Toto Kabila.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah perawat honorer di RSUD Toto Kabila yang berjumlah 87 orang yang diambil dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 87 orang perawat honorer terdapat 11 orang perawat honorer yang memiliki kinerja kurang dengan pendapatan yang sudah sesuai berjumlah 7 orang (64%) dan terdapat 76 orang perawat yang memiliki kinerja baik  dengan pendapatan yang sudah sesuai. Hasil analisa chi square menunjukkan bahwa nilai chi square sebesar 8,129 dengan tingkat signifikan sebesar 0.004 yang lebih kecil dari ? = 0.05 artinya bahwa terdapat hubungan antara kinerja dengan tingkat pendapatan perawat honorer di RSUD Toto Kabila. Saran dari penelitian ini yakni bagi perawat honorer dapat meningkatkan kinerja yang sudah baik dan bagi manajemen RSUD Toto dapat memperhatikan kinerja perawat dan memberikan beban kerja yang sesuai dengan pendapatan yang diterimakan.

A, Sinar Rizky; Trisiana, Anita; R, Farid Ajrur; Algileri M, Lauriend; Syaibani, Iqbal +1 more

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2020 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Saat awal tahun 2020 di diseluruh dunia digegerkan dengan adanya pandemi wabah COVID-19 yang bermula dari Negara China, Kota Wuhan. Pandemi ini menyebabkan ribuan manusia terkena virus covid19 dan yang lainnyatelah  meninggal dunia. Di negara Indonesia, pemerintah sudah memberikan anjuran buat seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk waspada akan pandemi wabah Covid-19. Pemerintah Indonesia telah melakukan anjuran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Lockdown, Social distancing dll.Tujuannya untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat yang merupakan kunci utama untuk memutus rantai wabah Covid-19. Metode yang digunakan didalam penelitian ini adalah dengan menggunkan metode survei merupakan bentuk metode penelitian yang digunakan untuk dapat memperoleh sumber data serta informasi utamanya yang diperoleh dari responden menjadi sample penelitian dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data, selanjutnya dengan metode korelasional bertujuan untuk menyelidiki dampak variasi suatu faktor yang berkaitan dengan variasi lain dalam suatu faktor atau lebih. Hasil dari penelitian ini sebagai berikut : analisis, respon masyarakat dan pemikirannya yang implementasinya untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat. Evaluasinya apakah sistem yang dipakai telah sesuai dengan yang diharapkan atau belum. Kata Kunci : Menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam memutus rantai penyebaran wabah Covid-19

Dendy Kurniawan; Dwi Setiawan; Robby Andika Kusumajaya

Jurnal Ilmiah Komputerisasi Akuntansi 2020 Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi minat masyarakat menggunakan e-money dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Peneliti menggunakan model technology acceptance model (TAM) yang berfokus pada Kegunaan yang Dirasakan, Kemudahan Penggunaan yang Dirasakan, Risiko yang Dirasakan, dan terdapat variabel tambahan yaitu Sikap Pelanggan dan niat perilaku untuk menggunakan uang elektronik. Pengujian data empiris dilakukan berdasarkan data yang dikumpulkan dari 84 responden yang terdiri dari mahasiswa yang berasal dari kota kendal dan dari berbagai universitas, analisis reliabilitas, uji validitas dan analisis regresi berganda untuk melihat hubungan antara semua variabel. Hasil akhir menunjukkan bahwa persepsi kegunaan, persepsi kemudahan penggunaan, persepsi risiko, dan sikap pelanggan berpengaruh positif signifikan terhadap niat masyarakat menggunakan E-money.

Dwi Mulianda; Endro Haksara; Arum Kusuma Andini; Lulu Swastika; Martiyastuti Gandarini +2 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2020 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang berdampak pada peningkatan angka kesakitan dan kematian serta beban biaya kesehatan. Hipertensi merupakan faktor risiko terhadap kerusakan organ penting seperti otak, jantung, ginjal, retina, pembuluh darah besar (aorta) dan pembuluh darah perifer, serta penurunan kognitif. Tingkat kontrol tekanan darah tetap buruk dan jauh dari nilai memuaskan di seluruh dunia. Oleh karena itu, diperlukan penatalaksanaan yang terintegrasi antara perubahan gaya hidup, pengobatan, dan kontrol tekanan darah untuk menurunkan tekanan darah secara efektif. Kegiatan ini bertujuan agar lansia di Posyandu RW 02 Kelurahan Tambakaji Ngaliyan Semarang dapat mengetahui penatalaksanaan hipertensi. Berdasarkan Evidance Based penatalaksanaan peningkatan tekanan darah dengan upaya pencegahan gaya hidup dan herbal. Hasil pengabdian masyarakat diantaranya adalah lansia yang hadir pada tanggal 15 Desember 2015 sebanyak  orang 54 ; Screening tekanan darah 27 orang (50 %) mengalami peningkatan tekanan darah; terdapat peningkatan pengetahuan lansia setelah diberikan pendidikan kesehatan penatalaksanaan gaya hidup dan herbal hipertensi. Lansia Kelurahan Tambakaji Ngaliyan Semarang sudah menerapkan penatalaksanaan hipertensi dalam kehidupan sehari-hari.    

Nikmawaty Puluhulawa; Andi Nuraina Sudirman; Puspa A. Mustapa; Devy Lestari

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2020 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Demam Berdarah Dengue merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh  virus dengue  melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Cara paling efektif  memberantas vektor penularan DBD adalah dengan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan pelaksanaan  3M. Salah satu faktor yang mempengaruhi pelaksanaan 3M adalah dengan adanya dukungan keluarga dengan bentuk dukungan informasi, dukungan instrumental, dukungan penilaian dan dukungan emosional. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan pelaksanaan 3M dalam upaya pencegahan demam berdarah dengue. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel pada penelitian ini 97 kepala keluarga menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner dan observasi. Hasil yang diperoleh adalah ada hubungan dukungan informasi keluarga didapatkan nilai P-value 0,003, Dukungan instumental didapatkan nilai P-value 0,001, Dukungan penilaian keluarga didapatkan nilai P-value 0,001, Dukungan emosional keluarga didapatkan nilai P-value 0,001 dengan pelaksanaan 3M di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto.

Arifin Umar; Haslinda Damansya; Nurul Hasanah; Verawati Monoarfa

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2020 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Di Indonesia pengobatan tradisional sangkal putung sudah menjadi pilihan alternativ oleh masyarakat untuk menyembuhkan fraktur (patah tulang). Pengobatan sangkal putung di Sidomulyo Selatan dipengaruhi oleh beberapa masalah antaranya pengaruh keluarga atau teman, biaya yang terjangkau maupun adat budaya yang mengharuskan masyarakat berobat ke pengobatan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan pengobatan tradisional pada pasien fraktur ke sangkal putung di sidomulyo selatan. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Kuantitatif dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Sampel diambil menggunakan tehnik total sampling dengan jumlah sampel 55 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dengan analisis data menggunakan Chi Square dengan tingkat kemaknaan (? : 0,05). Hasil penelitian menunjukan nilai P Value dukungan sosial sebesar p=0,003 lebih kecil (p=0,05), P Value faktor ekonomi sebesar p=0,022 lebih kecil (p=0,05), P Value faktor budaya sebesar p= 0,010 lebih kecil (p=0,05). Sehingga bisa disimpulkan ada pengaruh antara dukungan sosial, faktor ekonomi dan faktor budaya terhadap pemilihan pengobatan tradisional.

Lenny Ali; Andi Akifa Sudirman; Deys Anggriyani Dama; Rianti Mile

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2020 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) adalah makanan dan minuman yang mengandung zat gizi, Diberikan pada anak usia 6-24 bulan untuk memenuhi kebutuhan gizi selain dari ASI. Banyak faktor yang mempengaruh ibu dalam pemberian MP-ASI salah satunya Pengetahuan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh tingkat pengetahuan ibu terhadap waktu pemberian MP-ASI pada anak usia 6-24 bulan di wilayah kerja puskesmas pulubla.  Metode penelitiaan menggunakan desain penelitian cross sectional, sampel  72 orang ibu yang memiliki anak usia 6-24 bulan. Menggunakan teknik Purpossive sampling instrument yang digunakan adalah kuesioner. Hasil yang diperoleh adalah terdapat pengaruh antara tingkat pengetahuan ibu terhadap waktu pemberian MP-ASI didapatkan nilai P-value 0,000, Saran diharapkan Puskesmas Pulubala lebih meningkatkan program penyuluhan pada ibu-ibu tentang pemberian makanan pendamping ASI pada anak. Dengan tujuan mengurangi pemberian makanan pada anak di usia dini atau kurang dari usia 6 bulan.

Prehatin, Jimu; Karyantina, Merkuria; Wulandari, Yustina Wuri

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2020 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Yoghurt merupakan salah satu produk fermentasi yang menggunakan susu sebagai bahan dasar. Penelitian ini menggunakan bahan dasar susu nabati yang berasal dari kacang gude ekstrak umbi bit sebagai bahan tambahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan rasio kacang gude kering dan ekstrak umbi bit yang tepat untuk menghasilkan yoghurt kacang gude yang mempunyai aktivitas antioksidan tinggi dan untuk menentukan tingkat penerimaan konsumen terhadap yoghurt kacang gude dengan penambahan ekstrak umbi bit. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor pertama yaitu kacang gude kering sebesar 20%, 30%, 40% dan faktor kedua yaitu ekstrak umbi bit 5%, 10%, 15%. Analisis kimia yaitu analisis aktivitas antioksidan, gula total, protein, total asam, dan lemak. Analisis organoleptik yaitu warna, kekentalan, rasa asam, flavor kacang gude dan kesukaan keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan 20% kacang gude kering dan ekstrak umbi bit 15% adalah perlakuan terbaik yang didasarkan pada kesukaan keseluruhan yang terdapat pada yoghurt. Dari komposisi tersebut terdapat aktivitas antioksidan DPPH 58,35%, kadar gula 2,77%, kadar protein 39,90%, total asam 1,17%, dan kadar lemak 0,19%. Sedangkan yoghurt yang memiliki aktivitas antioksidan tertinggi didapatkan pada komposisi 30% kacang gude dan ekstrak umbi bit 15% dengan nilai aktivitas antioksidan sebesar 65,23%. Pada perlakuan ini mengasilkan kadar gula 2,80%, kadar protein 46,96%, total asam 1,26%, dan kadar lemak 0,11%. Kata kunci: Kacang gude, ekstrak umbi bit, yoghurt, aktivitas antioksidan ABSTRACT Yogurt is one of the fermented products that used milk as a basic ingredient. This research used basic ingredients of vegetable milk derived from pigeon peas and used beet root extract as an additional material. The purpose of this study was to determine the ratio of dried pigeon peas to water and beet root extract that are appropriate for producing pigeon peas yogurt that had high antioxidant activity and to determine the level of consumer acceptance of pigeon peas yogurt with the addition of beet root extract. The experimental design used the Completely Randomized Design (CRD) with the first factor was dried pigeon peas of 20%, 30%, 40% and the second factor were beet root extract 5%, 10%, 15%. The chemical analysis was antioxidant activity, total sugar, protein, total acid, and total fat. Organoleptic analysis of color, viscosity, sour taste, flavor of pigeon peas and overall preference. The results showed that the combination treatment of 20% dried pigeon peas and 15% beet root extract was the best treatment. From the composition there is DPPH antioxidant activity 58,35%, 2,77% sugar content, 39,90% protein content, 1,17% total acid, and 0,19% fat content. Whereas yogurt with the highest antioxidant activity was found in the composition of 30% pigeon peas and 15% beetroot extract with antioxidant activity values of 65,23%. In this treatment yielded 2,80% sugar content, 46,96% protein content, 1,26% total acid, and 0,11% fat content. Keywords: Pigeon pea, beet root extract, yoghurt, antioxidant activity

Nur Hasanah, Anggi Aswinda; Mustofa, Akhmad; Widanti, Yannie Asrie

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2020 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Es krim adalah produk pangan beku yang dibuat dengan kombinasi proses pembekuan dan agitasi dengan bahan-bahan yang terdiri dari susu, pemanis, pengemulsi, penstabil dan flavor. Penambahan buah bit dan berbagai jenis gula dapat meningkatkan nilai gizi es krim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan yang tertinggi pada produk dan mengetahui karakteristik kimia, fisika, dan sensori es krim buah bit. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan dua faktor. Faktor pertama adalah bubur buah bit (20%, 30%, dan 40%) dan faktor kedua yaitu jenis gula (gula pasir, gula stevia, dan madu). Hasil penelitian menunjukkan bahwa  perlakuan es krim yang terbaik diperoleh berdasarkan aktivitas antioksidan tertinggi es krim yaitu pada perlakuan bubur buah bit 40% dan jenis gula berupa madu. Pada perlakuan tersebut memiliki karakteristik: aktivitas antioksidan 32,474% kadar protein 2,139%; kadar lemak 0,145%; kadar gula total 7,064%; overrun 14,172%; kecepatan meleleh 36,660 menit; warna  2,958 (ungu); rasa manis 2,500 (sedikit manis); tekstur lembut 3,216 (lembut); flavor buah bit 3,342 (semakin nyata); dan kesukaan keseluruhan 2,705 (sedikit suka). Kata kunci: Es krim, buah bit, jenis gula ABSTRACTIce cream is a product of frozen food that made with a combination of the process of freezing and agitation with ingredients consisting of milk, sweetener, emulsion, stabilizer, and flavor. The addition of beet fruit and the kind of sugar can improve the nutrition value of ice cream. The purpose of this research were to determine the highest antioxidant activity in a product and to determine the characteristic of physicochemical and sensoric characteristic of beet ice cream. This research used the method of Completely Randomized  Design (CRD) with two factors. The first factor was porridge of beet fruit (20%, 30%, and 40%) and the second factor was the type of sugar (cane, stevia, and honey). The result of this research indicates that the best treatment of ice cream based on the highest antioxidant activity was on the treatment of porridge beet fruit 40% and the type of sugar is honey. These treatment has a characteristic antioxidant activity 32,474%; protein 2,139%; fat 0,145%; the total of sugar 7,064%; overrun 14,172%; the velocity of melting 36,660 minutes; color 2,958 (purple); sweet taste 2,500 (a little sweet); soft texture 3,216 (soft), flavour of beet fruit 3,342 (more real); and the total of predilection 2,705(a little like).Keywords: Ice cream, beet fruit, type of sugar

Prabawati, Indah; Mustofa, Akhmad; Wulandari, Yustina Wuri

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2020 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Mayones merupakan produk olahan telur yang memiliki kandungan lemak tinggi. Reduce fat mayonnaise merupakan salah satu jenis mayones yang memiliki kadar lemak rendah dibandingkan full fat mayonnaise. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama jenis zat penstabil dengan berbagai konsentrasi CMC 2,06%, Maltodekstrin 82,43%, Xanthan gum 3,09%.  Faktor kedua jenis kuning telur dengan konsentrasi setiap bahan 20,60% yaitu kuning telur ayam kampung, kuning telur ayam petelur, kuning telur ayam omega 3. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi yang mempunyai kadar lemak lebih rendah yaitu zat penstabil maltodekstrin 82,43% dengan kuning telur ayam omega 3 dengan konsentrasi 20,60% kombinasi perlakuan tersebut mengandung kadar air 28,651%, kadar lemak 45,650%, pH 4,5, viskositas 3,30 Pa.s, kadar gula total 0,897%, kadar protein 0,160%. Pada pengujian organoleptik yaitu warna putih kekuningan (3,3), tekstur lembut (3,97), tekstur creamy (3,46), kesukaan keseluruhan (paling disukai) (2,6), flavor (mayonnaise) (3,21). Pada penelitian ini kadar lemak masih cukup tinggi sehingga belum mencapai tujuan dari pembuatan reduce fat mayonnaise Kata kunci : Mayones, reduce fat mayonnaise, kuning telur ayam, zat penstabil  ABSTRACTMayonnaise is an processed egg product that has a high fat content. Reduce fat mayonnaise is one type of mayonnaise that has lower fat content compared to full fat mayonnaise. The study was conducted using a factorial Completely Randomized Design (CRD) consisting of two factors. The first factor was the type of stabilizer with 2.06% of  CMC, 82.43% of maltodextrin and 3.09% of xanthan gum. The second factor was the type of egg yolk with 20.60% concentration of each ingredient, free range chicken egg yolk, broiler chicken egg yolk, omega 3 chicken egg yolk. The results of this study indicate that the combination treatment which has lower fat content was 82.43% of maltodextrin with omega 3 chicken egg yolk of 20.60%. The treatment combination contains 28.651% of water content, 45.650% of  fat content, pH 4.5, viscosity 3.30 Pa.s, total sugar content of 0.897%, protein content of 0.160%. In organoleptic testing, they are color (yellowish white) (3.3), soft texture (3.97), creamy texture (3,46), overall preference (most preferred) (2.6), flavor mayonnaise (3.21). The result of study the fat content was still high so that it has not reached the goal of reduced fat mayonnaise. Keywords: Mayonnaise, reduce fat mayonnaise, chicken egg yolk, stabilizing agent

Nurcahyani, Erma Ayu; Karyantina, Merkuria; Suhartatik, Nanik

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2020 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Ikan asin adalah metode untuk pengawetan makanan menggunakan kombinasi penggaraman dan pengeringan matahari. Di kalangan masyarakat, pembuatan ikan asin banyak menggunakan bahan kimia berbahaya seperti formalin. Penambahan bahan berbahaya mempengaruhi kualitas terutama keamanan. Makanan yang aman didefinisikan sebagai makanan yang terbebas dari cemaran biologi, kimia, mikrobiologi, yang dapat mempengaruhi kesehatan. Karbon aktif diduga bersifat polar yang mampu mengadsorpsi formalin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian karbon aktif dalam mengurangi cemaran formalin pada “jambal roti”. Rancangan percobaan yang digunakan untuk percobaan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktorial, dengan faktor pertama yaitu konsentrasi karbon aktif 0, 3, dan 6% serta perlakuan kedua yaitu lama perebusan selama 5, 10, dan 15 menit. Penelitian ini dimulai dari pembuatan “jambal roti” dengan penambahan formalin dan perebusan dengan karbon aktif kemudian dianalisis uji kadar formalin, NaCl, protein, dan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi karbon aktif dan lama perebusan memberikan pengaruh yang signifikan pada kualitas jambal roti. Semakin tinggi konsentrasi karbon aktif dan lama perebusan maka semakin berkurangnya kadar formalin pada jambal roti. Hasil terbaik penelitian ini adalah karbon aktif 6% dan lama perebusan 15 menit. Menghasilkan formalin 3.21 ppm, NaCl 9.40%, protein 42.00%, dan air 30.02%. Kata kunci: Karbon Aktif, Formalin, Jambal Roti, Lama Perebusan. ABSTRACT                 Salted fish was a method for food preservation using combination of salting and sun drying. Among the people, the manufacture of salted fish use hazardous chemical material such as formaldehyde. The addition of hazardous substances affects the quality especially the safety. Safe food define as food that free from biological, chemical, microbiological contaminants that can affect health. Active carbon suspected to be polar which able to adsorb formaldehyde. The purpose of this research was to determine the influence of active carbon in reducing formaldehyde in salted fish “jambal roti”. The research used completely randomized design (CRD) with 2 factors, the first factor was the concentration of active carbon 0, 3, and 6% and the second was the boiling time (for 5, 10, and 15 min). This research was started from making “jambal roti” with the addition of formaldehyde and boiling with active carbon then analyzed for formaldehyde content, NaCl, protein, and moisture. The result showed that the concentration of active carbon and boiling time had a significant effect in quality salted fish “jambal roti”. The higher the concentration of active carbon and boiling time the more formaldehyde in “jambal roti” were removed. The best results of the research was 6% active carbon and 15 min of boiling time. Resulting 3.21 ppm of formaldehyde, 9.40% of NaCl, 42.00% of protein, and 30.02% of moisture. Keywords: Active Carbon, Formaldehyde, Jambal Roti, Boiling Time