Publication Search

73,319 articles from 713 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 2,195

Analytics

Kurniawati, Priskila; Sitanggang, Rena

Public Service And Governance Journal 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Di era Industri 5.0, adaptabilitas tenaga kerja menjadi urgensi utama karena terjadinya pergeseran paradigma dari fokus pada otomatisasi dan efisiensi menuju kolaborasi harmonis antara manusia dan teknologi yang berpusat pada manusia (human-centric), berkelanjutan, dan resilien. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap 40 artikel jurnal nasional dan internasional yang diterbitkan tahun 2020–2025 dari basis data Google Scholar, Scopus, dan Garuda. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi strategi upskilling dan reskilling yang efektif sebagai mekanisme adaptabilitas tenaga kerja terhadap disrupsi AI dan otomatisasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa: (1) kesenjangan keterampilan global merupakan ancaman nyata dengan 50% karyawan membutuhkan reskilling pada 2025; (2) strategi upskilling dan reskilling yang efektif mencakup pembelajaran berbasis proyek, microlearning, platform digital adaptif, dan kemitraan industri; (3) dukungan organisasi, kepemimpinan transformasional, dan budaya belajar berkelanjutan merupakan faktor penentu keberhasilan; serta (4) hambatan utama implementasi meliputi keterbatasan anggaran, resistensi perubahan, dan kesenjangan infrastruktur digital. Temuan ini menegaskan bahwa investasi pada pengembangan modal manusia melalui program upskilling dan reskilling merupakan imperatif strategis untuk menjaga ketahanan organisasi dan daya saing tenaga kerja di era transformasi digital.

Prabowo, Adi; Kertati, Indra; Karmanis; Indonesia, Indonesia

Public Service And Governance Journal 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh lingkungan pendidikan dan promosi terhadap keputusan mendaftar menjadi mahasiswa di Politeknik Bumi Akpelni Semarang, sebuah institusi pendidikan vokasi yang berfokus pada bidang kemaritiman. Fenomena penurunan jumlah pendaftar dari 944 orang pada 2019 menjadi 352 orang pada 2023 menjadi latar belakang yang mendorong urgensi penelitian ini. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linier berganda. Populasi penelitian adalah 846 taruna aktif Politeknik Bumi Akpelni, dan sampel sebanyak 140 responden diperoleh menggunakan formula Hair. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur dengan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) lingkungan pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan mendaftar dengan koefisien regresi 0,453 dan nilai t hitung 5,853 > t tabel 1,980 (sig. 0,000); (2) promosi berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi 0,376 dan nilai t hitung 4,855 > t tabel 1,980 (sig. 0,000); dan (3) secara simultan keduanya berpengaruh signifikan dengan nilai F hitung 96,462 > F tabel 3,060 serta koefisien determinasi (Adjusted R²) sebesar 0,579 atau 57,9%. Lingkungan pendidikan terbukti menjadi faktor dominan dibandingkan promosi. Penelitian ini berkontribusi mengisi kesenjangan literatur yang selama ini mengkaji kedua variabel tersebut secara terpisah, serta menambahkan perspektif spesifik pendidikan vokasi kemaritiman yang masih sangat terbatas. Implikasi manajerial mencakup peningkatan kualitas fasilitas kampus secara berkelanjutan dan transformasi strategi promosi menuju pendekatan digital yang lebih inovatif.  

Siti Muntari; Febriansyah, Febriansyah

JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS 2026 UNIVERSITAS STEKOM

Early Marriage in Pagar Alam City is currently still quite high, the Pagar Alam Religious Court only relies on a recap of the number of cases per year to draw conclusions about the early marriage data. This method has limitations in classifying early marriage factors, so the Religious Court has difficulty in monitoring and controlling the occurrence of Early Marriage in Pagar Alam City. The purpose of this research thesis is to produce a classification system for Early Marriage factors using the K-Nearest Neighbor Algorithm to find out what factors influence the occurrence of Early Marriage, the method used in this study is the Cross Industry Standard Process for Data Mining (CRISP-DM) which has 6 stages, namely: Business Understanding, Data Understanding, Data Preparation, Modeling, Evaluation, and Deployment. The testing stage in this study uses Confusion Matrix and BlackBox Testing. The final results of this study indicate that the system can classify Early Marriage factors. The classification model built achieved an Accuracy of 94.12% and a Precise value of 85.71% and a Recall value of 100.00%, while testing using Black Box testing in the form of alpha obtained a feasibility value of 83.2%, so this system is very suitable for use.  

Yunita, Erna; Rahmi, Suci; Puteri, Nafisah Eka

Jurnal Agrifoodtech 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Sosis merupakan produk olahan populer di berbagai kalangan masyarakat yang sebagian besar menggunakan bahan baku daging sapi dan ayam yang harganya relatif mahal, hal tersebut  mendorong perlunya diversifikasi menggunakan sumber protein lain, seperti ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan pure kedelai terhadap karakteristik fisikokimia dan sensori sosis ikan lumi-lumi (Harpodon nehereus). Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan enam taraf perlakuan perbandingan ikan lumi-lumi dan pure kedelai, yaitu K0 (300g:0g), K1 (250g:50g), K2 (200g:100g), K3 (150g:150g), K4 (100g:200g), dan K5 (50g:250g). Parameter yang diuji meliputi kadar air, abu, lemak, protein, karbohidrat, tekstur (penetrometer), dan uji organoleptik (hedonik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pure kedelai berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter. Seiring meningkatnya proporsi pure kedelai, kadar air menurun (72,60% hingga 66,66%), kadar lemak menurun (5,14% hingga 0,37%), dan kadar protein menurun (7,17% hingga 4,37%). Sebaliknya, kadar abu meningkat (1,27% hingga 1,86%), kadar karbohidrat meningkat (13,80% hingga 26,72%), dan nilai tekstur meningkat (17,39 N/s hingga 18,48 N/s) yang mengindikasikan sosis semakin kenyal. Berdasarkan uji sensori, perlakuan K3 (150g ikan : 150g kedelai) merupakan formulasi terbaik yang paling disukai panelis dengan skor tertinggi pada atribut warna (3,60), aroma (3,48), tekstur (3,44), rasa (3,28), dan penerimaan keseluruhan (3,62). Secara umum penambahan pure kedelai efektif meningkatkan karakteristik fisikokimia dan penerimaan sensori sosis ikan lumi-lumi.  

Amelia, Erika; Nurhayati, Anis

Jurnal Agrifoodtech 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Tape ketan putih merupakan produk pangan fermentasi tradisional yang dibuat melalui proses fermentasi beras ketan menggunakan ragi tape. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jenis kemasan daun dan konsentrasi ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) terhadap karakteristik fisikokimia dan organoleptik tape ketan putih. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu jenis kemasan daun (K) (daun pisang, daun jati dan daun jambu air) dan konsentrasi ekstrak bunga telang (B) (0,5%; 1%; dan 1,5%) dengan tiga kali pengulangan. Parameter yang dianalisis meliputi kadar gula, pH, serta uji organoleptik warna, aroma, rasa dan tekstur. Data analisis menggunakan ANOVA pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jenis kemasan dan konsentrasi ekstrak bunga telang berpengaruh terhadap karakteristik tape ketan putih. Perlakuan terbaik diperoleh pada kemasan daun pisang dengan penambahan ekstrak bunga telang 0,5% yang menghasilkan pH dan kadar gula yang sesuai dan tingkat penerimaan panelis tertinggi.

Nurcholisah Fitra

VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum 2026 STIKES Columbia Asia Medan

Patient satisfaction is a key indicator of health service quality in the National Health Insurance era. Outpatient services for BPJS members still face problems regarding waiting time, communication, and facilities. This study aimed to analyze factors affecting BPJS patient satisfaction with outpatient service quality at Malahayati Islamic Hospital Medan in 2026. A cross-sectional analytic design was applied to 150 respondents selected through consecutive sampling. Data were collected using a validated questionnaire (r>0.361; α=0.876) and analyzed by Chi-square and multiple logistic regression. Results showed that waiting time (p<0.001), staff competence (p<0.001), staff attitude (p<0.001), drug availability (p=0.032), facility comfort (p<0.001), administrative ease (p=0.003), and information clarity (p=0.008) were significantly associated with satisfaction. Multivariate analysis revealed waiting time as the most dominant factor (OR=5.42; 95% CI: 2.31–12.71), followed by staff competence (OR=4.18), facility comfort (OR=2.87), and staff attitude (OR=2.42), with Nagelkerke R²=0.512. Hospital management should optimize service flow and adopt digital queuing systems to enhance patient satisfaction.

Moch Nizar Dava Ramadhan S; Puspanantasari Putri, Erni

JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI DAN INOVASI 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Abstract. This research aims to analyze the effectiveness and reliability of production machines in the process of making public street lighting poles (PJU) at PT. XYZ The main problem faced by the company is high machine downtime so that production targets are not achieved. Therefore, a method is needed that is able to measure machine effectiveness as a whole and identify the main causes of production losses. The method applied includes Overall Equipment Effectiveness (OEE) to measure machine effectiveness based on three components, namely availability, performance and quality. The Total Productive Maintenance (TPM) approach is used to identify factors causing low effectiveness through Six Big Losses analysis. Apart from that, Mean Time To Repair (MTTR) and Mean Time Between Failure (MTBF) are calculated to determine the level of machine reliability. The data used includes machine working hours, downtime, operating time, production quantities, defective products, as well as machine damage and repair data. The analysis results are expected to show the level of machine effectiveness and identify the dominant factors causing downtime. Based on these results, improvement proposals are prepared to reduce downtime, increase machine reliability and improve production productivity Keywords: Overall Equipment Effectiveness (OEE), Total Productive Maintenance (TPM), Six Big Losses, Downtime, Efektivitas   Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas dan keandalan mesin produksi pada proses pembuatan tiang penerangan jalan umum (PJU) di PT. XYZ Permasalahan utama yang dihadapi perusahaan adalah downtime mesin yang tinggi sehingga target produksi tidak tercapai. Oleh karena itu, diperlukan metode yang mampu mengukur efektivitas mesin secara menyeluruh dan mengidentifikasi penyebab utama kerugian produksi. Metode yang diterapkan meliputi Overall Equipment Effectiveness (OEE) untuk mengukur efektivitas mesin berdasarkan tiga komponen, yaitu availability, performance, dan quality. Pendekatan Total Productive Maintenance (TPM) digunakan untuk mengidentifikasi faktor penyebab rendahnya efektivitas melalui analisis Six Big Losses. Selain itu, dilakukan perhitungan Mean Time To Repair (MTTR) dan Mean Time Between Failure (MTBF) untuk mengetahui tingkat keandalan mesin. Data yang digunakan mencakup jam kerja mesin, downtime, waktu operasi, jumlah produksi, produk cacat, serta data kerusakan dan perbaikan mesin. Hasil analisis diharapkan dapat menunjukkan tingkat efektivitas mesin dan mengidentifikasi faktor dominan penyebab downtime. Berdasarkan hasil tersebut, disusun usulan perbaikan untuk mengurangi downtime, meningkatkan keandalan mesin, dan memperbaiki produktivitas produksi Kata kunci: Overall Equipment Effectiveness (OEE), Total Productive Maintenance (TPM), Six Big Losses, Downtime Mesin, Efektivitas Mesin

Desti Kurnia Putri; Susanti Susanti

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Independent Nursing Practice (INP) is a form of healthcare service that provides direct care to the community, including Homecare services. Public interest in these services is influenced by various factors; however, the dominant factors affecting interest in the Tambah Rejo area have not been clearly identified. This study aimed to identify and analyze factors associated with interest in Homecare services at independent nursing practices and to determine the most influential factor. This study employed a quantitative approach using an analytical survey design with a cross-sectional method. A total of 153 respondents were selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed using the Chi-square test and multiple logistic regression. The results showed significant relationships between economic factors (p = 0.023; OR = 2.187), distance (p = 0.003; OR = 0.361), comfort (p < 0.001; OR = 49.67), service quality (p = 0.009; OR = 0.404), family support (p < 0.001; OR = 52.62), patient satisfaction (p < 0.001; OR = 0.212), and interest in Homecare services. Multiple logistic regression analysis revealed that comfort was the most dominant factor influencing interest in Homecare services (p < 0.001; OR = 0.124). Comfort was identified as the strongest determinant affecting community interest in Homecare services at independent nursing practices. Therefore, improving comfort in service delivery should be a primary priority in the development of independent nursing practices.

Desti Kurnia Putri; Susanti Susanti

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Independent Nursing Practice (INP) is a form of healthcare service that provides direct care to the community, including Homecare services. Public interest in these services is influenced by various factors; however, the dominant factors affecting interest in the Tambah Rejo area have not been clearly identified. This study aimed to identify and analyze factors associated with interest in Homecare services at independent nursing practices and to determine the most influential factor. This study employed a quantitative approach using an analytical survey design with a cross-sectional method. A total of 153 respondents were selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed using the Chi-square test and multiple logistic regression. The results showed significant relationships between economic factors (p = 0.023; OR = 2.187), distance (p = 0.003; OR = 0.361), comfort (p < 0.001; OR = 49.67), service quality (p = 0.009; OR = 0.404), family support (p < 0.001; OR = 52.62), patient satisfaction (p < 0.001; OR = 0.212), and interest in Homecare services. Multiple logistic regression analysis revealed that comfort was the most dominant factor influencing interest in Homecare services (p < 0.001; OR = 0.124). Comfort was identified as the strongest determinant affecting community interest in Homecare services at independent nursing practices. Therefore, improving comfort in service delivery should be a primary priority in the development of independent nursing practices.

Nunung Setiyawati; Edy Susena

Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum 2026 STIKES Columbia Asia Medan

The implementation of Electronic Medical Records (EMR) has become an essential part of digital transformation in the healthcare sector, aiming to improve the quality, effectiveness, efficiency, and continuity of healthcare services. In Indonesia, the implementation of EMR is supported by the Regulation of the Minister of Health Number 24 of 2022, which mandates healthcare facilities to adopt electronic medical records. However, the implementation process is often challenged by various technical and non-technical factors that may affect its success. This study aims to analyze the success factors and barriers to EMR implementation in hospitals through a literature review approach. The research method used was a literature review by examining and analyzing 11 scientific articles obtained from Google Scholar and other relevant scientific sources. The findings indicate that the success of EMR implementation is influenced by three main aspects, namely human, organizational, and technological factors. Supporting factors include management commitment, user readiness, continuous training, availability of information technology infrastructure, system quality, and organizational support. Meanwhile, common barriers include limited digital literacy among healthcare workers, insufficient information technology personnel, unstable internet connectivity, system errors, inadequate facilities and infrastructure, budget limitations, and the absence of specific standard operating procedures. Furthermore, EMR implementation provides significant benefits, such as improving service efficiency, facilitating access to patient information, enhancing documentation quality, supporting communication among healthcare professionals, and increasing patient safety. Therefore, successful EMR implementation requires synergy between human resources, organizational readiness, and technological infrastructure to achieve optimal healthcare service delivery.

L.M. Ferdiansyah Rahmad; Maudin Maudin; Rusli Rusli

JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

This study examines students’ interest in participating in the Al-Kautsar Tahfidz Dormitory Program at MAN 1 Baubau and identifies the factors influencing their participation. The study also seeks to provide a deeper understanding of how both internal and external conditions shape students’ willingness to engage in the program. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through semi-structured interviews with dormitory supervisors, participating students, and non-participating students. Additional supporting information was also gathered through informal discussions and observation in the dormitory environment to strengthen the data validity. Data were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing in an iterative process to ensure accurate interpretation. The findings indicate that students’ interest is shaped by internal factors, such as religious motivation, the desire to memorize the Qur’an, and self-improvement, as well as external factors, including parental support, peer influence, program socialization, and the religious dormitory environment. Conversely, low interest is associated with limited family support, low self-confidence in Qur’anic literacy, competing activities outside school, and perceptions of a demanding dormitory schedule. Overall, the program contributes positively to students’ religious character, discipline, and Qur’anic memorization skills, although variations in student interest remain evident depending on their personal and environmental conditions.

Bernadeta Cintya Dewi Lestari; Masna Alfiyatu Saadah; Annisa Lintang Sabawa Asri; Enjelika Ajeng Supadi

Journal of Management and Social Sciences 2026 CV. Aksara Global Akademia

Kepuasan kerja (job satisfaction) merupakan faktor penting yang memengaruhi kinerja dan kualitas pelayanan organisasi. Pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kadipiro 4 Kota Surakarta, tingginya tuntutan pekerjaan, sistem kompensasi, dan potensi stres kerja menjadi isu yang diduga memengaruhi kepuasan kerja pegawai. Selain itu, hasil penelitian terdahulu mengenai pengaruh workload, kompensasi, dan stres kerja terhadap job satisfaction masih menunjukkan hasil yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh workload, kompensasi, dan stres kerja terhadap job satisfaction pegawai SPPG Kadipiro 4 Kota Surakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 35 pegawai yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan workload, kompensasi, dan stres kerja berpengaruh signifikan terhadap job satisfaction (F = 42,971; sig. = 0,000). Secara parsial, kompensasi berpengaruh signifikan terhadap job satisfaction (sig. = 0,000), sedangkan workload (sig. = 0,783) dan stres kerja (sig. = 0,310) tidak berpengaruh signifikan. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,806 menunjukkan bahwa 80,6% variasi job satisfaction dapat dijelaskan oleh ketiga variabel penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa kompensasi merupakan faktor yang paling dominan dalam meningkatkan kepuasan kerja pegawai.

Mien Zyahratil Umami; Romadhona Chusna Tsani

Garina 2026 Akademi Kesejahteraan Sosial Ibu Kartini Semarang

Embroidery is one of Indonesia’s traditional craft arts that has developed over time and continues to attract people from various social backgrounds. Embroidery techniques are commonly applied to fashion products as well as household items. The diversity of embroidery motifs and techniques provides aesthetic value and uniqueness to each product, making embroidery an important element in the development of the fashion industry. This opportunity can encourage students of the Fashion Design Program at AKS Ibu Kartini to develop their entrepreneurial potential through creativity in manual embroidery. This study employed a quantitative approach using multiple linear regression analysis as the data processing technique to determine the influence of internal factors on the entrepreneurial motivation of Fashion Design students at AKS Ibu Kartini. The research sample consisted of 65 respondents. The findings revealed that, simultaneously, the four independent variables had a significant effect on entrepreneurial motivation, with a coefficient of determination (R²) value of 0.910. This indicates that 91% of the variation in entrepreneurial motivation can be explained by technical knowledge (X1), technical skills (X2), creativity and innovation (X3), and entrepreneurial mindset (X4), while the remaining 9% is influenced by other factors outside this study. Partially, variables X1, X2, and X4 showed a positive and significant effect on entrepreneurial motivation, whereas X3 demonstrated a negative and significant effect. This finding indicates that creativity without market orientation may reduce students’ motivation to engage in entrepreneurship. The implications of this study emphasize the importance of improving students’ knowledge, skills, and entrepreneurial mindset. Furthermore, proper guidance is needed to ensure that students’ creativity and innovation are aligned with market demands in order to optimally enhance entrepreneurial motivation.

Elvira Dinda Kurniasari; Hanum Salsabilla; Fransiska Clarita Saputri Rani; I Made Suparta

Kemiskinan masih menjadi permasalahan yang dihadapi oleh Provinsi Jawa Timur. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berbentuk deret waktu (time series) periode 2010–2024 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan bantuan program EViews. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial IPM memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan di Provinsi Jawa Timur, sedangkan TPT berpengaruh positif namun tidak signifikan. Secara simultan, IPM dan TPT berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Jawa Timur. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pembangunan manusia melalui aspek pendidikan, kesehatan, dan standar hidup yang layak dapat menjadi salah satu strategi dalam menurunkan tingkat kemiskinan di Provinsi Jawa Timur.

Achmad Andi Leanado; Nalazah Muzzaila Esta; Devrianti Rahma Satria; Sintya Amilia Fernanda; I Made Suparta

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi, suku bunga Federal Funds Rate (The Fed), dan pertumbuhan ekonomi Indonesia terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama periode 2005–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder berbentuk deret waktu (time series) tahunan. Analisis dilakukan menggunakan metode regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS Statistics. Sebelum dilakukan estimasi model, terlebih dahulu dilakukan pengujian asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, multikolinearitas, autokorelasi, dan heteroskedastisitas untuk memastikan bahwa model regresi memenuhi persyaratan statistik. Pengujian hipotesis dilakukan melalui uji F untuk menguji pengaruh variabel independen secara simultan, uji t untuk menganalisis pengaruh masing-masing variabel secara parsial, serta koefisien determinasi (R²) untuk mengukur kemampuan model dalam menjelaskan variasi IHSG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model regresi telah memenuhi seluruh asumsi klasik sehingga layak digunakan dalam analisis. Pengujian simultan membuktikan bahwa inflasi, suku bunga The Fed, dan pertumbuhan ekonomi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap IHSG. Sementara itu, hasil uji parsial menunjukkan bahwa hanya suku bunga The Fed yang berpengaruh negatif dan signifikan terhadap IHSG, sedangkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara statistik. Nilai koefisien determinasi sebesar 52,4% mengindikasikan bahwa variasi IHSG dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen dalam model, sedangkan 47,6% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi investor maupun pembuat kebijakan dalam memahami pengaruh kondisi makroekonomi terhadap dinamika pasar modal Indonesia.

Arjiman

Penelitian ini mengkaji strategi kepala Madrasah dan pelaksaaan Supervisi di MAN I Jembrana dalam merancang strategi dan pelaksaan supervisi yang efektif guna meningkatkan kinerja pendidik agar proses pembelajaran berjalan profesional dan bermakna. Tujuannya: (1) mengetahui strategi Kepala Madrasah dan pelaksaan Supervisi kepala Madrasah dalam meningkatkan kinerja pendidik di MAN I Jembrana, (2) menelaah sejauh mana strategi kepala Madrasah dan pelaksaan Supervisi kepala madrasah tersebut berdampak pada peningkatan kinerja pendidik, dan (3) mengidentifikasi faktor penghambat serta solusi yang ditempuh. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif naratif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan triangulasi untuk uji keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Strategi Kepala Madrasah dan Pelaksanaan Supervisi kepala madrasah  dilakukan melalui pemberian motivasi, keteladanan, pelatihan, serta komunikasi harmonis. (2) Strategi Kepala Madrasah dan Pelaksaaan Supervisi kepala madrasah terbukti meningkatkan variasi metode pembelajaran, keterlibatan guru dalam kegiatan Madrasah, serta hasil belajar siswa. (3) Hambatan yang muncul antara lain keterbatasan waktu guru dan kurangnya proaktivitas sebagian pendidik. Solusi yang ditempuh berupa pembinaan berkelanjutan dan dorongan untuk terus berinovasi. Dengan demikian, strategi Kepala Madrasah dan Pelaksanaan Supervisi kepala madrasah berkontribusi positif dalam meningkatkan kinerja pendidik dan mutu pembelajaran di madrasah.

Apriani, Putu Yuli; Suarniti, Ni Wayan; Erawati, Ni Luh Putu Sri

Bali Health Published Journal (BHPJ) 2026 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Background: Cesarean section (CS) is a mode of delivery frequently used in women with high-risk pregnancies. Over the past two decades, the rate of CS has increased significantly worldwide. Although CS can be a life-saving intervention when performed based on appropriate medical indications, it may also result in adverse outcomes for both mothers and infants and increase the clinical and economic burden on healthcare systems. Limiting CS rates can be achieved through the control of modifiable risk factors. Purpose: This study aimed to describe the factors contributing to the occurrence of cesarean section. Method: This study employed a descriptive cross-sectional design and was conducted at Singasana Regional General Hospital, Tabanan Regency, from February to May 2025. The study sample consisted of 259 women who underwent cesarean delivery during the period 2020–2024. Data were collected through a review of medical records using a checklist instrument. Univariate analysis was performed to describe maternal characteristics and indications for cesarean section. Result: Most cesarean deliveries occurred in women aged 20–35 years (77.99%) and in multiparous women (48.65%). The most dominant maternal factor was a previous cesarean section (37.6%), while the most common fetal factor was fetal distress (42.7%). Conclusion: Maternal age of 20–35 years, multiparity, a history of previous cesarean section, and fetal distress were the dominant factors associated with cesarean delivery. These findings highlight the importance of early antenatal risk screening and optimal labor management to reduce unnecessary cesarean sections and improve maternal and neonatal safety.

Moh. Bahruddin; Kurniawati

Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya produk makanan yang berlabelisasi halal semakin meningkat seiring dengan pesatnya perkembangan industri halal dunia. Selain itu, Halal bukan sekadar totalitas hukum agama, tetapi juga menjadi strategi dalam memperluas segmentasi pemasaran suatu produk yang berlabelisasi halal di tingkat internasional. Namun, dari hasil observasi di lapangan ditemukan bahwa masyarakat muslim Bali, khusus Dusun Wanasari yang belum menyadari arti penting dari labelisasi halal. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kesadaran masyarakat muslim Bali terhadap labelisasi halal dalam produk makanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui; 1) kesadaran pelaku usaha muslim Bali terhadap labelisasi halal dalam produk makanan; dan 2) kesadaran masyarakat muslim Bali terhadap labelisasi halal dalam produk makanan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian akan dituangkan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) kesadaran pelaku usaha muslim Bali terhadap labelisasi halal masih rendah. Hanya dua produk yang bersertifikat halal, sementara sebagian besar masyarakat masih mengandalkan keyakinan agama sebagai tolok ukur kehalalan. 2) kesadaran masyarakat muslim Bali terhadap label halal tergolong cukup baik, namun label halal bukan menjadi faktor utama dalam keputuskan pembelian. Selama aman untuk dikonsumsi. hal ini, tidak lepas dari kenyataan tidak semua produk tanpa labelisasi halal dianggap haram.

Putri, Nurdiyanti; Farradika, Yoli

Bali Health Published Journal (BHPJ) 2026 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Background: South Tangerang City has experienced an increase in the prevalence of diarrhea in children under five years old over the past three years. In 2023, South Tangerang City prevalence of the incidence of diarrhea in under five years old 17,68%. Purpose: This study aims to determine the distribution of diarrhea incidence in children under five years old based on risk factors through a spatial analysis approach in South Tangerang City in 2023. Methods: This study employs a quantitative, descriptive approach with an ecological design. The study was conducted from November 1, 2024, to July 31, 2025. The population and sample of this study consist of all seven sub-districts in South Tangerang City in 2023, using a total sampling technique. The variables studied included diarrhea incidence in children under five years old, population density, safe sanitation access, supervised drinking water facilities according to standards, and vitamin A supplementation coverage. Secondary data was obtained from the Health Department and the Central Statistics Agency of South Tangerang City in 2023. Results: The study results showed that in 2023, Pamulang Subdistrict had the highest number of diarrhea incidences in children under five years old. The area is also known to have a very high population density, safe sanitation access that is still below the national target, the percentage of supervised drinking water facilities and vitamin A coverage that has reached the national target. Conclusion: Most subdistricts in South Tangerang City in 2023 have high and low rates of diarrhea in children under five years old, and safe sanitation access is still below the national target.

Laras Eka Nur Hasanah; Fadean Stefany; Dwi Intan Pakuwita AR

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2026 Universitas Muhamadiyah Manado

This study aimed to examine the association between physical activity and nutritional status as risk factors for noncommunicable diseases among women of reproductive age. A descriptive quantitative study with a cross-sectional approach was conducted in Kranggan Village involving 35 respondents selected through purposive sampling. Data on physical activity were collected using questionnaires, while nutritional status was assessed based on Body Mass Index (BMI). The findings showed that most respondents had moderate physical activity levels (51.4%), followed by low physical activity levels (42.8%). Regarding nutritional status, the majority of respondents were classified as overweight (51.4%) and obese (28.6%). Statistical analysis demonstrated a significant relationship between physical activity and nutritional status (p = 0.003). The results indicate that inadequate physical activity is associated with increased nutritional status problems, particularly overweight conditions. Therefore, low physical activity and excessive body weight represent interconnected risk factors contributing to the development of noncommunicable diseases among women of reproductive age. This study highlights the importance of promoting regular physical activity and maintaining balanced nutritional status as preventive strategies to reduce the risk of noncommunicable illnesses.