Publication Search

70,713 articles from 616 journals · 1,760 citations tracked

Showing 1-15 of 15

Analytics

Putu Eka Utama Putra; I Wayan Sukadana

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik 2026 Pusat riset dan Inovasi Nasional

This study aims to analyze the technical and economic impact of power evacuation work on the 20 kV distribution system at PT PLN (Persero) UP3 East Bali. The main problem studied is the high losses and poor voltage profile on the downstream side of the Kintamani feeder. The method used is load flow simulation using ETAP software with a comparative approach to conditions before and after power evacuation. The results showed that the active losses decreased from 1.017 MW to 0.626 MW (efficiency 38.45%), accompanied by an increase in the end voltage from 16.32 kV to 18.72 kV and 19.38 kV, thus meeting the SPLN 1:1995 standard. The reduction in losses resulted in energy savings of 3,425,160 kWh/year. From the economic side, a payback period (PBP) of 1.40 years was obtained, which shows that the project is financially feasible. In addition, the improvement of network performance also contributes to the reliability of the distribution system and the continuity of the distribution of electrical energy to customers. Thus, power evacuation work has been proven to be effective in improving power distribution efficiency, improving voltage quality, and providing significant economic benefits.

Jeremy Putra Pratama; Ari Yuda Caesar Sutikno; Muhamad Shafar Nur Rahman; M. Syahrul Rezi; Amal Ramadhani Putra +3 more

Jurnal Pengabdian dan Solidaritas Masyarakat 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Disaster preparedness in special schools (SLB) is crucial to protect students with special needs. The purpose of this community service is to improve the knowledge and preparedness of SLB/C Amal Mulia Jakarta Selatan students in dealing with earthquake disasters. The method used is a participatory approach involving students, teachers, and school staff in counseling, creating instructional media in the form of evacuation route maps with bright colors, and conducting evacuation simulations. The results showed significant improvements in students' knowledge. On the Earthquake Definition parameter, there was an 800% increase, while the "Impact of Earthquakes" increased by 166%. Significant increases were also recorded on knowledge about types of disasters (28.57%) and correct evacuation procedures, with an increase of 1700%. The use of instructional media in the form of brightly colored evacuation route posters proved effective in helping students understand the evacuation routes. Overall, this activity successfully improved disaster preparedness at SLB Amal Mulia, preparing students to respond to emergencies with greater readiness and safety.

Susanti Sundari; Carolina, Thabita; Athalah, Rafif; Suwarni, Putri Endah

Jurnal Suara Pengabdian 45 2025 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

SDN 1 Bumi Waras merupakan sekolah yang memiliki kerentanan bencana yang tinggi sehingga perlu dilakukan pelatihan pertolongan pertama, evakuasi, dan penanganan darurat secara berkala dalam membangun sekolah yang aman bencana. Tujuan dari kegiatan ini adalah membentuk kesiapsiagaan terhadap tingginya risiko bencana sehingga dapat meminimalisir dampak negatif bencana terhadap kehidupan di lingkungan sekolah, baik secara individu maupun kolektif. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu Community Capacity Building atau Peningkatan Kapasitas Komunitas dalam meningkatkan kemampuan dan kapasitas masyarakat mengatasi masalah yang mereka hadapi. Dari observasi langsung pada kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan kapasitas warga SDN 1 Bumi Waras dalam pertolongan pertama, evakuasi, dan penanganan kedaruratan, cara penggunaan peralatan P3K yang umum, membentuk karakter siswa yang tangguh, mandiri, dan peduli. Dengan mengikuti pelatihan pertolongan pertama, siswa dan warga sekolah dapat menjadi agen perubahan dalam masyarakat dan berkontribusi dalam meningkatkan keselamatan di lingkungan sekitar.

Wibowo, Muhammad Nanang Khilmi; Cholil, Saifur Rohman

Dinamik 2025 Universitas Stikubank

Penanganan bencana merupakan isu krusial dalam mengurangi dampak negatif bencana alam dan non-alam di Kota Semarang, yang memiliki potensi bencana seperti banjir, gempa bumi, dan kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penanganan bencana di Kota Semarang pada tahun 2024 dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan VIseKriterijumska Optimizacija I Kompromisno Resenje (VIKOR), untuk menentukan prioritas tindakan yang paling efektif dalam mitigasi dan respons bencana. Metode AHP digunakan untuk memberikan bobot pada kriteria-kriteria yang mempengaruhi penanganan bencana, seperti kesiapsiagaan, infrastruktur, dan sumber daya manusia. Selanjutnya, metode VIKOR diterapkan untuk memilih solusi terbaik berdasarkan alternatif penanganan bencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prioritas penanganan bencana di Kota Semarang sebaiknya difokuskan pada penguatan sistem peringatan dini dan pengembangan infrastruktur evakuasi, dengan memperhatikan kesiapsiagaan masyarakat sebagai faktor pendukung utama. Berdasarkan perhitungan AHP, kriteria "kesiapsiagaan masyarakat" memperoleh bobot tertinggi, sementara perhitungan VIKOR menunjukkan bahwa tindakan penguatan infrastruktur evakuasi adalah solusi terbaik untuk mengurangi dampak bencana. Penelitian ini merekomendasikan Pemerintah Kota Semarang untuk meningkatkan investasi pada infrastruktur penanganan bencana dan memperkuat pelatihan serta keterlibatan masyarakat dalam program kesiapsiagaan bencana.  

Susanti Sundari; Carolina, Thabita; Suryani; Fauzan, Haroni

Jurnal Suara Pengabdian 45 2024 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Mitigasi bencana merupakan upaya mengurangi risiko dan dampak buruk bencana melalui pembangunan fisik dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat. Tujuan utama program PKM ini adalah untuk mempersiapkan siswa-siswa Sekolah Dasar dari 7 sekolah di pesisir pantai Kota Bandar Lampung agar dapat menyelamatkan diri saat terjadi bencana alam dengan cara memberikan pengetahuan tentang mitigasi bencana dan menyediakan jalur evakuasi yang jelas. Lokasi percontohan untuk sosialisasi dan pelatihan adalah di SDN 1 Sukamaju Teluk Betung Timur. Metode kegiatan PKM ini yaitu Service-Learning yang merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan kegiatan akademik dengan pengabdian masyarakat. Hasil kegiatan berjalan lancar dan kolaboratif sesuai  rencana, jalur evakuasi, tiitk kumpul dan display-display yang dibutuhkan sudah terpasang di lokasi secara permanen, lalu sosialisasi dan simulasi untuk memastikan penggunaan display dan langkah-langkah evakuasi sudah di jalankan. Kegiatan ini menghasilkan transfer pengetahuan dan keterampilan kepada siswa-siswa Sekolah Dasar melalui display, sosialisasi dan pelatihan, dimana pengetahuan dan kecakapan siswa tentang bencana meningkat menjadi 100%.

Citron S. Payu; Dewa Gede Eka Setiawan; I Made Hermanto

Jurnal Masyarakat Mengabdi Nusantara 2024 STIPAS Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Gorontalo Regency is one of the areas prone to annual flooding. One of the villages in Tibawa District, Gorontalo Regency, affected by floods is Balahu Village. The flood problem in Balahu Village is a serious issue and requires solutions to minimize the negative impacts caused by the periodic floods that occur every year. To address this problem, the Thematic KKN Program was implemented by developing and applying innovations to face disaster threats, through the mapping of natural disaster evacuation routes and disaster mitigation training for the Balahu Village community. The method used in this Thematic KKN Program to create evacuation route maps utilized network analysis. Students and the community collaborated in mapping evacuation routes, creating direction signs, and conducting disaster evacuation simulations with the support of relevant agencies, resulting in evacuation route maps ready for use during disasters. The UNG Thematic KKN 2024 activities provided significant benefits by contributing to the development of geophysical knowledge in disaster management, providing information on flood evacuation route mapping, enhancing community understanding of disaster mitigation, and strengthening community self-reliance and resilience in facing natural disasters.

Hafidz Hanafiah; Eti Nurhayati Safitri; Farihah Farihah; Nurul Aini; Suhenti Suhenti

Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPPMI) 2024 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Implementing management using the Kaizen 5S method is one way to find out how an organization is good and neat in managing its activities and operations. The Kaizen 5S method is a method that originates from Japan and has been adopted by countries throughout the world. Meanwhile, an earthquake disaster evacuation simulation is an activity that is made similar to when an earthquake disaster occurs with activities according to the SOP. This research aims to implement the Kaizen method and earthquake disaster evacuation simulation which has been studied in an educational organization at SDN Bulakan II in Cilegon City. The method used is applying the Kaizen method and earthquake disaster evacuation simulation. The results of the implementation conclude that the benefits of these two activities influence management and operational activities.

Ramadhan, Umadidan Neva; Pramesti, Previari Umi

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2024 Universitas 17 Agustus 1945

Indonesia merupakan negara yang dikenal dengan beragam destinasi pariwisata yang indah dan menarik. Seiring dengan perkembangan pariwisata yang pesat, permintaan akan fasilitas akomodasi seperti hotel, guest house, dan penginapan lainnya semakin meningkat. Khususnya guest house yang merupakan bangunan publik menjadi pilihan populer untuk para pengunjung yang mencari pengalaman menginap yang lebih personal dan terjangkau. Dalam konteks pengelolaan guest house di Indonesia, proteksi kebakaran adalah salah satu aspek yang perlu diperhatikan secara serius. Oleh karena itu, kesadaran dan tindakan proaktif dalam menerapkan sistem proteksi kebakaran di guest house adalah hal yang sangat penting. Seperti yang terdapat pada SNI 03-1735-2000, SNI 03-1746-2000, dan SNI 03-6574-2001. Penilaian dilakukan untuk mengevaluasi pemasangan sistem proteksi kebakaran pada gedung Guest House Bukit Putri Semarang. Penilaian ini didasarkan pada persyaratan yang telah ditetapkan untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan pengguna bangunan selama situasi berbahaya. Tujuan dari penilaian ini adalah untuk memastikan keefektifan sistem pencegahan kebakaran di gedung Bukit Putri Guest House. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif. Hasilnya menunjukkan bahwa sistem pencegahan kebakaran pada gedung masih bersifat pasif dan tidak mematuhi peraturan terkait.

Muchammad Raihan Rakhadary; Moch. Luqman Ashari2

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

High-rise office building adalah gedung dengan jumlah lantai paling sedikit 16 lantai yang difungsikan sebagai area kantor. Dengan ketinggian gedung yang cukup tinggi dan jumlah penghuni yang lebih dari 100 orang maka dapat dikategorikan sebagai bangunan dengan potensi bahaya tinggi. Salah satu bahaya yang mengintai adalah kebakaran yang dapat membahayakan penghuni gedung. Dengan pelatihan evakuasi yang tepat saat keadaan darurat kebakaran, diharapkan dapat meminimalisir kerugian yang dapat terjadi. Evaluasi dalam pelaksanaan simulasi evakuasi kebakaran diperlukan untuk mengoptimalkan simulasi yang dilakukan. Melalui penelitian dengan metode deskriptif kualitatif ini, peneliti akan membahas penerapan sistem tanggap darurat kebakaran mulai dari sarana dan prasarana yang diperlukan dalam menghadapi situasi darurat kebakaran pada gedung bertingkat. Penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan yang akan membantu pembaca dalam mengoptimalisasi sistem tanggap darurat yang ada pada gedung bertingkat.

Haidar Labib Tsany; Vina Kurnia Nabilah; Febrian Sekar Nurfadhilah; Moch. Luqman Ashari

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pada era perkembangan teknologi, bidang industri mengalami kemajuan guna mendorong menunjang efisiensi kerja yang didukung dengan alat dan bahan dasar baru untuk menciptakan produk yang inovatif. Namun hal tersebut seringkali menyimpan potensi bahaya seperti kebakaran. Perusahaan ini merupakan perusahaan yang bergerak di sektor galangan kapal dengan beradam tahapan proses produksi yang tentunya menyimpan banyak risiko kebakaran. Maka dari itu perusahaan mengadakan pelatihan tanggap darurat kebakaran agar pekerja dapat mengetahui langkah yang harus dilakukan saat kejadian darurat. Pelatihan simulasi tanggap darurat kebakaran ini dilakukan dengan dua rangkaian kegiatan yaitu sosialisasi pemberian materi dan praktek, kemudian dilanjutkan dengan simulasi terjadinya keadaan darurat serta diakhiri dengan evaluasi kegiatan. Kegiatan tersebut menggunakan skenario yang telah disepakati dan disosialisasikan kepada pekerja. Kegiatan pelatihan tersebut dilaksanakan selama 2 jam dan peserta sekitar 25 orang dengan tugas dan peran masing – masing. Hasil dari kegiatan pelatihan ini pekerja memahami proses evakuasi ketika terjadi keadaan darurat dengan catatan waktu yang ideal untuk proses pemadaman api serta proses evakuasi terhadap seluruh pekerja dan korban.

Moch. Luqman Ashari; Ayu Puspa Arum Masniarni Kusuma Wardani; Desfita Putri Maharani

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Dalam keadaan Indonesia yang terus kehilangan lahan kosong, bangunan gedung bertingkat menjadi salah satu jalan keluar untuk memperluas area beraktivitas. Namun perlu digarisbawahi bahwa gedung bertingkat juga memiliki risiko terbakar sehingga dapat menyebabkan kerugian materi maupun korban jiwa yang lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun perencanaan Emergency Response Plan (ERP) pada gedung bertingkat yang memiliki tujuh lantai. Perencanaan ini diharapkan dapat memenuhi standar yang ditetapkan oleh pemerintah melalui undang-undang maupun peraturan lain agar suatu gedung memiliki prosedur tanggap darurat. Penelitian ini diawali dengan pendataan dimensi dari bangunan gedung dan fungsi setiap lantai pada bangunan. Dari data tersebut kemudian didapatkan estimasi kapasitas bangunan yang selanjutnya dapat dihitung kebutuhan pintu darurat, tangga darurat, dan waktu yang diperlukan untuk dapat menyelamatkan diri dari gedung. Setelah dilakukan perhitungan dan analisis, bangunan gedung yang diteliti membutuhkan dua unit pintu darurat masing-masing untuk seriap lantai. Pintu darurat yang dibutuhkan dengan ukuran paling lebar adalah pada lantai 5 karena banyaknya orang yang berada di tempat tersebut. Ukuran lebar tangga yang diperhitungkan adalah satu meter yang mana sudah sesuai dengan rancangan bangunan. Selanjutnya waktu perhitungan matematis total untuk waktu evakuasi yang paling besar adalah lantai 5 pada koridor I, yaitu selama 3,13 menit. Hal tersebut karena kecilnya ukuran lebar dari koridor.

Alvionita Damayanti

Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPPMI) 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

program upaya pembuatan jalur evakuasi dan Titik Kumpul (Assembly Point) di Rumah Tahanan Kelas IIB Blora bertujuan untuk mendukung Permen PUPR No.14 Tahun 2017 tentang persyaratan kemudahan bangunan gedung dan memberikan layanan terbaik bagi masyarakat. Jalur evakuasi dan titik kumpul ini didesain untuk kasus darurat seperti kebakaran, gempa bumi, dan situasi darurat lainnya. Fasilitas ini menyediakan petunjuk evakuasi dan titik kumpul yang memudahkan seluruh pengguna layanan di Rumah Tahanan Kelas IIB Blora untuk mencari tempat yang aman dan berkumpul di titik kumpul setelah proses evakuasi. Tujuan dari pembuatan jalur evakuasi dan titik kumpul (Assembly Point) di Rumah Tahanan Kelas IIB Blora adalah untuk menyusun rencana tanggap darurat yang praktis, sederhana, dan mudah dimengerti, yang dapat membantu mencegah atau meminimalkan cidera, kerusakan aset, dan kerugian material akibat dari berbagai bentuk dan tingkat resiko atau bahaya di tempat kerja. Meskipun tempat kerja yang sepenuhnya aman dari keadaan darurat sulit dicapai, rencana tanggap darurat yang matang dapat menormalisasi situasi dan menyelamatkan banyak nyawa. Lokasi titik kumpul yang jelas merupakan bagian penting dari perencanaan tersebut. Kegiatan ini diawali dengan melakukan koordinasi bersama pejabat struktural dan Pembimbing Kegiatan sehingga dapat ditentukan kepastian waktu dan tempat yang tepat untuk mengadakan program  di Rumah Tahanan Kelas IIB Blora.                               

Oldi Rembet; Nelawati Radjamuda

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2022 Universitas Muhammadiyah Manado

Latar belakang dilakukan pengabdian ini Provinsi Sulawesi Utara berdasarkan geografis, klimatologis topografis dan sosiologis termasuk daerah rawan bencana di Indonesia. Wilayah Sulawesi Utara (Sulut) termasuk dalam wilayah rawan bencana seperti gempa, tanah longsor dan letusan gunung berapi. Rawan bencana longsor meliputi Sangihe, Sitaro, Manado, Jalan Manado-Tomohon, Jalan Manado-Amurang, Noongan-Ratahan-Belang dan Torosik, Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel). Sedangkan kawasan yang terletak pada zona patahan aktif, yaitu sesar Amurang-Belang, sesar Ratatotok, sesar Likupang, sesar Lembeh, sesar Bolaang Mongondow (Bolmong) dan sesar Manado-Kema. Kawasan rawan gelombang tsunami meliputi daerah pesisir pantai dengan elevasi rendah atau berpotensi atau pernah mengalami tsunami yang tersebar di seluruh wilayah provinsi. Kampung Ambong Kecamatan Likupang yang merupakan salah 1 desa yang berada dipesisir pantai, sehingga paling mudah terkena bencana. Tujuan melakukan pelatihan evakuasi dalam bencana di daerah Kampung Ambong Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara.  Metode pengabdian dengan langsung melakukan pemaparan materi dan praktek evakuasi dalam bencana di Balai Desa Kampung Abong. Hasil pelatihan menunjukkan adanya tanggapan positif dari peserta yang nampak pada antusiasme tinggi selama mengikuti pelatihan. Pada saat kegiatan praktik, peserta hanya sedikit mengalami kesulitan pada awal praktik sehingga perlu adanya pendampingan dari narasumber dan tim. Namun demikian pada kesempatan praktik selanjutnya para peserta bahkan dapat membantu satu sama lain apabila terdapat peserta yang tertinggal atau belum memahami instruksi yang diberikan oleh narasumber.  

Febri isnawati; Alfi Muklis Kurniawan; Vian Nova Erika

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2021 Universitas Muhammadiyah Manado

Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan tanaman kaya manfaat dan mudah dibudidayakan. Budidaya TOGA merupakan salah satu alternatif cerdas di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang tidak menentu. Tujuan dari pengabdian ini adalah agar masyarakat mendapatkan pengetahuan tentang tanaman obat dan manfaatnya, serta dapat membudidayakan TOGA dengan baik. Metode pengabdian yang digunakan adalah ceramah, diskusi, praktik langsung, dan pendampingan kepada masyarakat Dusun Besar, Desa Sidomulyo. Kegiatan budidaya ini diikuti oleh tiga keluarga mitra. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa semua peserta bisa membudidayakan TOGA dengan baik. Hal ini terbukti dari tanaman obat yang ditanam dirawat dengan baik dan mulai tumbuh tunas baru.

Dwi Agata, Adelia

DINAMIKA HUKUM 2020 Universitas Stikubank

Kecelakaan dalam perjalanan, merupakan sesuatu yang sangat tidak diharapkan, akan tetapi apabila terjadi, kita tidak mampu menghindarkannya. Demikian juga dengan kecelakaan kereta api. Oleh karena itu perlu untuk diteliti, apabila terjadi kecelakaan kereta api, apakah PT KAI Indonesia, dalam hal ini wilayah Daop 4 Semarang, sudah melaksanakan kewajibannya. Penelitian ini bertujuan untuk membahas permasalahan Perlindungan Penumpang Terkait Kecelakaan Kereta Api Indonesia di Daerah Operasi 4 Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah Yuridis Normatif, dengan spesifikasi penelitian bersifat Deskriptif. Perolehan data menggunakan Data Sekunder melalui studi kepustakaan dan Teknik wawancara sebagai pelengkap dari data sekunder yang kemudian dianalisa menggunakan Metode diskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa PT. Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 4 Semarang telah melaksnakan tanggung jawb dan kewajibannya sesuai dengan Pasal 87, Pasal 157, Pasal 167    Undang-Undang No  23 Tahun 2007  Tentang Perkeretaapian, yaitu melakukan evakuasi secepatnya, membewa ke rumah sakit terdekat, memberikan santunan dengan besaran fariasi antara Rp 500 ribu s/d Rp 50 juta. Bagi penumpang, dapat juga melakukan upaya hukum yaitu dengan cara musyawarah, konsiliasi,mediasi,dan arbitrase, walaupun dalam kenyataannya yang dilakuan adalah mengajukan gugatan gugatan kelompok (class action). Kendala PT. Kereta  Api  Indonesia  Daerah  Operasi  4  Semarang adalah masih banyaknya penumpang yang belum memahami cara klaim santunan Jasa Raharja bagi korban kecelakaan. Kendala lain adalah kurang lengkapnya persyaratan pengajuan  santunan  PT.  Jasa Raharja yang diajukan oleh penumpang.   Kata kunci : PT Kereta Api Indonesia, Kecelakaan, Tanggung Jawab