Publication Search

69,914 articles from 605 journals · 1,760 citations tracked

Showing 1-20 of 20

Analytics

Gulo, Didi Kristina; Olis Olis

Jurnal Silih Asah 2026 LPPM - STT Kadesi Bogor

 Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan pendidikan dasar anak usia dini antara 3-6 tahun berlandaskan pada Ulangan 6:6-9 di PAUD Kristen Agape Sentani.  Pendidikan anak usia dini merupakan tahap pendidikan yang sangat fundamental dalam membentuk dasar perkembangan kognitif, sosial-emosional, moral, dan spiritual anak. Penelitian menunjukkan bahwa kurangnya pengasuhan positif dan minimnya pembentukan nilai moral sejak usia dini dapat meningkatkan risiko munculnya perilaku menyimpang, kesulitan pengendalian emosi, serta masalah penyesuaian sosial pada masa remaja dan dewasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melakukan pengumpulan data melalui penelusuran pustaka yang relevan. Penerapan prinsip nilai Ulangan 6:6-9 dalam pendidikan anak usia dini dilakukan dengan mengintegrasikan Firman Tuhan yang harus diajarkan berulang-ulang secara konsisten dalam seluruh aktivitas pembelajaran. Prinsip ulangan 6:6-9 menunjukkan bahwa pendidikan iman harus hadir dalam setiap rutinitas sehingga anak dapat mencerminkan iman dalam lingkungan sekolah yang menciptakan suasana kelas penuh kasih, aman, dan menyenangkan. Ketika prinsip-prinsip ini diimplementasikan secara konsisten melalui kurikulum, metode pembelajaran, lingkungan belajar, dan kemitraan dengan orang tua, PAUD Kristen Kasih Agape Sentani akan mampu mewujudkan visinya dalam membentuk generasi yang mengenal dan mengasihi Tuhan sejak usia dini.

Jasmine, Javanie; Amelia, Ratih

JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN (JISE) 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh storytelling marketing terhadap purchase intention melalui brand experience dan brand engagement pada produk makeup Wardah di kalangan mahasiswa Kota Surabaya. Storytelling marketing menjadi strategi pemasaran yang digunakan untuk membangun hubungan emosional dan meningkatkan keterlibatan konsumen terhadap merek, khususnya dalam industri kosmetik yang kompetitif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling yang melibatkan 180 mahasiswa aktif di perguruan tinggi Kota Surabaya yang pernah membeli atau menggunakan Wardah serta terpapar konten storytelling di media sosial. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan metode PLS-SEM dengan bantuan SmartPLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa storytelling marketing tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap purchase intention. Namun, storytelling marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand experience dan brand engagement, yang keduanya juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap purchase intention. Brand engagement memediasi secara penuh pengaruh storytelling marketing terhadap purchase intention, serta brand experience juga memediasi hubungan tersebut.

Nikmatul Khoiriyah; Muhammad Sholih Hafidhuddin; Muh Fatahillah Suparman

AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keseimbangan antara akal dan hati yang mencakup aspek emosional dan spiritual dalam Pendidikan nislam pada siswa MBS Jatinom Klaten. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi langsung terhadap kehidupan siswa di asrama, masjid, dan sekolah. Subjek penelitian terdiri dari sekitar -+ 200 siswa yang setara jenjang SMP dan SMA. Hasil penelitian menunjukan semangat dan fokus belajar siswa cenderung mengalami naik turun. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi emosi, metode pembelajaran guru, dan interaksi sosial antar siswa. Kegiatan spiritual seperti sholat jama’ah, dzikir, halaqoh Qur’an, dan ta’lim berperan dalam pembentukan ketenangan batin dan membantu menstabilkan emosi siswa, sehingga akan berdampak positif terhadap sikap dan konsentrasi belajar. Penelitian ini menegaskan bahwa Pendidikan islam yang ideal perlu mengintegrasikan antara akal, emosi, dan spiritual secara seimbang untuk membentuk siswa yang cerdas, berakhlak dan memiliki kesadaran diri yang baik

Tasya; Aina Maulidia; Ali Iskandar Zulkarnain; Saudah

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pendidikan karakter merupakan pondasi utama dalam membentuk kepribadian anak sejak usia dini. Masa kanak-kanak adalah periode krusial dalam pengembangan moral, sosial, dan emosional, sehingga peran orang tua dan guru menjadi sangat penting dalam proses ini. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran orang tua dan guru dalam pendidikan karakter anak usia dini serta mengkaji pentingnya kolaborasi antara kedua pihak. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa orang tua sebagai pendidik pertama memberikan pengaruh melalui keteladanan, komunikasi, dan pola asuh yang positif. Sementara itu, guru memiliki peran strategis dalam merancang pembelajaran yang terintegrasi dengan nilai-nilai karakter dan membangun budaya sekolah yang mendukung. Kolaborasi erat antara orang tua dan guru menjadi kunci keberhasilan pendidikan karakter anak, memungkinkan penerapan nilai-nilai moral secara konsisten di lingkungan rumah dan sekolah. Diharapkan, melalui sinergi yang baik, anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter mulia dan siap menghadapi tantangan kehidupan.

Tambing, Nabila Yusril Ihza Lestari Sallu; Syaharani Altrisnisa, Anindya; Nuraini, Farah Hanifah; Atikasari, Dewi Ayu; Abidah Aristawati, Salwa +1 more

jurnal ABDIMAS Indonesia 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Anak dengan Down Syndrome (DS) menghadapi berbagai hambatan perkembangan, baik secara fisik, kognitif, sosial, maupun emosional, sehingga memerlukan layanan khusus. Salah satu masalah utama yang dialami adalah rendahnya keseimbangan akibat hipotonia, kelemahan otot, gangguan postural, serta keterbatasan sistem sensorimotor, yang berimplikasi pada risiko jatuh dan keterlambatan motorik. Selain itu, anak DS juga cenderung mengalami hambatan dalam sosialisasi yang berdampak pada rendahnya rasa percaya diri. Penelitian dan kegiatan pengabdian masyarakat di SLB D1 Surakarta ini dirancang untuk meningkatkan keseimbangan dan rasa percaya diri melalui intervensi menari di atas landasan dengan berbagai tekstur permukaan serta pemberian buku cerita interaktif. Metode yang digunakan meliputi baseline assessment, sosialisasi, latihan motorik, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test terhadap pengetahuan guru pendamping dan orang tua. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman orang tua dan guru mengenai pentingnya keseimbangan dan rasa percaya diri, dengan capaian pengetahuan baik meningkat dari 57,9% menjadi 89,5%. Selain itu, anak menunjukkan keterlibatan aktif dalam latihan yang menyenangkan, yang diyakini dapat memperbaiki kontrol postural sekaligus memupuk rasa percaya diri melalui pengalaman positif. Dengan demikian, kegiatan menari dan membaca buku cerita bergambar dapat menjadi strategi komplementer yang efektif untuk mendukung tumbuh kembang anak DS secara holistik.

Sari, Anggi Novita; Sulartopo, Sulartopo; Kholifah, Siti

KOMPAK : Jurnal Ilmiah Komputerisasi Akuntansi 2025 Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Perkembangan media sosial telah mengubah strategi pemasaran digital secara signifikan, dengan TikTok Shop menjadi salah satu kanal e-commerce yang berkembang pesat untuk memperkuat keterlibatan merek dan loyalitas konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komunikasi pemasaran online, konten marketing, dan brand engagement terhadap loyalitas merek pada platform TikTok Shop dengan studi kasus merek lokal Shiyu Shopeu. Pendekatan penelitian bersifat kuantitatif dengan desain survei potong lintang terhadap 120 responden yang dipilih secara purposive, mencakup konsumen aktif yang telah melakukan pembelian melalui TikTok Shop. Data primer diperoleh melalui kuesioner skala Likert lima poin, sedangkan analisis dilakukan menggunakan regresi linier berganda setelah melalui uji validitas, reliabilitas, dan asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan ketiga variabel independen memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas merek (nilai F-hitung = 103,26; Sig. < 0,001), dengan brand engagement sebagai variabel dominan (t-hitung = 5,922; Sig. < 0,001), sementara nilai R² = 0,692 mengindikasikan bahwa 69,2% variasi loyalitas merek dapat dijelaskan oleh model. Temuan ini menegaskan pentingnya interaksi emosional dan keterlibatan aktif konsumen dalam membangun komitmen merek di lingkungan digital yang dinamis. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya literatur pemasaran digital, serta memberikan rekomendasi strategis bagi pelaku usaha untuk mengoptimalkan komunikasi daring dan konten kreatif guna meningkatkan loyalitas pelanggan secara berkelanjutan.

Suryaningsih, Ester Putri; Indarto, Indarto; Sugiarti, Rini

Jurnal Ilmiah Serat Acitya 2024 Universitas 17 Agustus 1945

Cyberloafing merupakan tindakan karyawan yang disengaja berupa penggunaan akses internet perusahaan untuk browsing situs-situs yang tidak berkaitan dengan pekerjaan dan dilakukan selama jam kerja untuk kepentingan pribadi. Cyberloafing menyebabkan produktivitas menurun dan dapat merugikan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengawasan kasar terhadap cyberloafing melalui kelelahan emosional dan komitmen organisasi. Metode penelitian ini merupakan explanatory research dengan pendekatan kuantitatif. Subyek penelitian yaitu tenaga kependidikan perguruan tinggi XXX. Kuesioner menggunakan skala likert. Variabel yang diukur adalah Pengawasan Kasar, Kelelahan Emosional, Komitmen Organsisasi dan Cyberloafing. Analisis data adalah Structural Equation Modelling (SEM) Partial Least Square (PLS). Sampel penelitian adalah enam puluh tujuh tenaga kependidikan perguruan tinggi XXX. Hasil penelitian yaitu Pengawasan kasar berpengaruh positif terhadap cyberloafing, Pengawasan kasar berpengaruh positif terhadap kelelahan emosional, Kelelahan emosional berpengaruh positif terhadap cyberloafing, Kelelahan emosional memediasi hubungan antara pengawasan kasar dan cyberloafing dengan efek partial mediation, Komitmen organisasi memoderasi hubungan antara kelelahan emosional dan cyberloafing.

Luthfiah Mawar; M. Agung Rahmadi; Helsa Nasution; Ika Sandra Dewi; Milna Sari

Jurnal Ventilator: Jurnal riset ilmu kesehatan dan Keperawatan 2024 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

This study evaluates the impact of positive emotions on rheumatoid arthritis (RA) treatment outcomes through a meta-analysis of 47 studies (2015-2024) involving 12,384 patients. The primary findings reveal a significant positive correlation between positive emotions and improved RA treatment outcomes (r = 0.42, p < 0.001), with the strongest effects observed in enhanced quality of life (r = 0.51) and physical function (r = 0.45). Patients exhibiting high positive emotions demonstrated greater reductions in pain (d = 0.38), decreased inflammation (d = 0.29), and improved physical function (d = 0.45) compared to control groups. Moreover, moderator analyses uncovered stronger effects among elderly patients (? = 0.012, p = 0.025) and those with longer RA duration (? = 0.018, p = 0.009). Finally, mediational analyses indicated that positive emotions contributed to improved treatment adherence (indirect effect = 0.09, 95% CI [0.05, 0.13]) and increased physical activity (indirect effect = 0.07, 95% CI [0.03, 0.11]) in RA patients. These findings extend Fredrickson's (2001) Broaden-and-Build theory and support Keefe et al.'s (2002) biopsychosocial model. Compared to meta-analyses by Brosseau et al. (2018) and Zhou et al. (2020), this study provides more comprehensive evidence on the role of positive emotions in various RA treatment outcomes. The novelty of this research lies in the analysis of previously unexplored mediating and moderating mechanisms, as well as a comparison of effectiveness with pharmacological interventions (SMD = 0.18, 95% CI [-0.05, 0.41], p = 0.124). These results support the integration of positive emotion-based interventions in RA management and expand upon Strand et al.'s (2019) findings on patient expectations in RA treatment.

ali, muhammad khaidar ali

Innovation, Theory & Practice Management Journal 2024 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh stres kerja dan konflik kerja terhadap kinerja karyawan baik secara langsung maupun tidak langsung melalui kecerdasan emosional pada PT. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. BPR Sejahtera Artha Sembada Kabupaten Pekalongan dengan jumlah 78 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode sampel jenuh atau metode sensus, maka jumlah sampel yang digunakan sebesar 78 responden. Hasil penelitian menyatakan jika stres kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, konflik kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, dan kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.                                                   

Ayu Puspitasari, Davita Dyah; Novita, Anggie; Faristiana, Andhita Risko

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

STRATEGI DAKWAH BIL HAL BERBAGI SAYUR GRATIS OLEH PERGURUAN SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI WINONGO DI KABUPATEN MAGETAN JAWA TIMUR Anggie Novita, Davita Dyah Ayu Puspitasari, Andhita Risko Faristiana Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Ponorogo Email : anggienovita8523@gmail.com, ayup1178@gmail.com, andhitarisko@iainponorogo.ac.id   ABSTRAK Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Dakwah bil Hal merupakan jalan yang baik karena dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Seperti kegiatan berbagi sayur gratis oleh perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Winongo. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian. Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023.   ABSTRACT In keeping with the social shifts during the current reform period, where oral speech sometimes amounted to little more than lipstick lipstick decoration because there was no concrete evidence, therefore, da'wah needs to be done with positive examples to support the reform process. Da'wah bil Hal is a good way because da'wah bil-hal covers all matters related to human needs, especially those related to material, physical, and economic needs. Such as free vegetable sharing activities by the Persaudaraan Setia Hati Winongo pencak silat college. The technique of qualitative approach is used in the study, which allows for the subsequent production of descriptive data in the form of words and writing as well as behaviors found through the observation of the research subject. Researchers used this strategy because the purpose of the study was to determine the cause behind organizing free vegetable sharing events. According to the presentation of the research discussion above, conclusions can be obtained with the free vegetable sharing activity in Magetan, Takeran Duyung Village, as for the implementer of the activity, namely the Persaudaraan Setia Hati Winongo organization in Duyung Village. The purpose of holding this activity is solely because of the emergence of a sense of concern for the community during the Covid-19 pandemic in 2020 by helping a little economic struggle in the form of food which continues until 2023.   PENDAHULUAN Islam merupakan agama yang diturunkan Allah SWT kepada nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sebagai nabi dan rasul terakhir untuk dijadikan pedoman bagi seluruh manusia hingga akhir zaman (H. A.Kadir Sobur : 2013). Dimana agama Islam menugaskan umatnya untuk menyebarluaskan dan mensiarkan Islam kepada seluruh umat atau biasa disebut dengan agama dakwah. Islam tidak hanya menugaskan melainkan juga mengajak agar umatnya mampu menerima sekaligus melaksanakan ajaran-ajaran yang ada di dalam Islam, maka dari itu perlunya metode dakwah bil-hal yang tepat seperti tolong-menolong antar masyarakat dikarenakan manusia merupakan makhluk sosial yang artinya tidak bisa untuk hidup sendiri tanpa adanya bantuan orang lain. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:   وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ  ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ   (Ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Selain itu, bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah shalat, dan tunaikanlah zakat.” Akan tetapi, kamu berpaling (mengingkarinya), kecuali sebagian kecil darimu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang. Al-Baqarah  [2]:83 Strategi dakwah merupakan suatu proses yang mengatur, mengarahkan, serta menentukan cara dan upaya apa yang dapat menghadapi sasaran dakwah pada situasi ataupun kondisi tertentu agar bisa menjadi tujuan dan sasaran dakwah yang tercapai secara maksimal (Syamsul Munir Amin;2008:165). Bentuk nyata strategi dakwah yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam saat di Madinah yaitu dengan membangun masjid sebagai pusat kegiatan dakwah, melakukan perjanjian dengan kaum Yahudi Madinah yang mana berisikan tentang memperkuat posisi kaum muslimin dari gangguan penduduk asli, Yahudi maupun bangsa Arab. Selanjutnya mempersaudarakan kaum Muhajirin dan anshor yang mana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menganjurkan kepada kaum Muhajirin dan Anshar untuk saling bersaudara dan menentang keras akan adanya kesukuan, bentuk strategi dakwah yang dibangun oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang terakhir yakni membangun ekonomi rakyat dengan mendirikan pasar di mana pasar ini dijadikan untuk sarana berdakwah yang pada umumnya pasar adalah tempat ramai para masyarakat atau kaum berkumpul untuk mencari kebutuhan atau keperluan. Dakwah adalah upaya untuk mengubah perspektif orang dari yang buruk ke yang baik. Dari kufur ke iman, dari kemiskinan ke kekayaan, dari perpecahan ke persatuan, dan dari kemaksiatan menuju ketaatan untuk menerima rahmat Tuhan (M.Qoddaruddin A. : 2019). Dakwah lebih menekankan pada inisiatif untuk meningkatkan motivasi daripada mempromosikan penghindaran tindakan yang dilarang oleh keyakinan agama. Perbuatan larangan suatu tindakan adalah tindakan hukum spasial. Dakwah dalam konteks sekarang bukan merupakan tindakan hukum, meskipun faktanya diakui bahwa dakwah dan hukum dapat hidup berdampingan. Tujuan dakwah adalah untuk membuat Islam dikenal orang-orang pada tingkat individu dan sosial untuk membuat kasih sayang Islam dikenal oleh semua makhluk hidup sebagai "Rahmat Lil'alamen" (Pimay, 2005: 35-38). Agar kesinambungan ajaran Islam dan penganutnya dari generasi ke generasi tetap terjaga, dakwah dapat menjaga nilai-nilai Islam di kalangan umat Islam dari satu generasi ke generasi berikutnya. Fungsi dakwah lainnya adalah fungsi korektif, yang melibatkan meluruskan nilai-nilai yang bengkok, menghentikan kejahatan, dan menyelamatkan manusia dari kegelapan spiritual (Sayyid Quthub :1991). Metode dalam menyampaikan dakwah Islam dapat dilakukan dengan tiga pendekatan, yaitu lisan, tulisan, dan perbuatan.  Pendekatan  bil lisan adalah dakwah yang berfokus pada kemapuan lisan. Pendekatan bil-risalah adalah dakwah melalui tulisan seperti buku, brosur, atau media elektronik. Selanjutnya dakwah dengan metode bil-hal yaitu dakwah yang berfokus pada aksi atau kreativitas perilaku da’i secara luas (perbuatan nyata). Da'wah bil hal juga dikenal sebagai dakwah bil Qudwah, yang mengacu pada dakwah yang sebenarnya melalui penggunaan Akhlaq Karimah. Menurut Buya Hamka, yang menyatakan bahwa "Akhlaq adalah sebagai alat dakwah, yaitu etika pikiran yang dapat dilihat orang, bukan dalam ucapan tulisan yang manis dan menarik tetapi dengan etika yang baik. luhur," ini sesuai dengan pernyataan (Suisyanto : 2002) Efek globalisasi di dunia dakwah adalah pengalaman yang sangat dirasakan karena kita memahami pentingnya. Semua Muslim memiliki tanggung jawab untuk melakukannya, terutama mereka yang memiliki pengetahuan tentang Islam. Sampai sekarang, lebih banyak dakwah telah dilakukan dengan menggunakan strategi lisan yang mencakup lebih banyak elemen kognitif. Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Sangat penting bagi dakwah untuk memainkan peran positif menyiratkan bahwa fokus pada sikap perilaku afektif ditempatkan pada amal nyata serta aspek lisan, lebih tulus, dan kurang mendalam. Ini menunjukkan bahwa seruan hadir. Dakwah lisan juga diimbangi dengan sedekah konkret yang dapat diamati secara empiris dan dapat digunakan untuk memobilisasi kesadaran tujuan dakwah. Untuk melakukan itu, seseorang harus mempertimbangkan bagaimana gaya dakwah bil-hal dapat mengatasi masalah ini. Menurut Manual Dakwah (Harun, 10-14), dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Ini menempatkan fokus yang lebih besar pada pertumbuhan pribadi dan kesejahteraan masyarakat untuk meningkatkan standar hidup Anda sesuai dengan doktrin Islam. Pengembangan kegiatan dakwah dapat berupa: 1) kegiatan transmigrasi, 2) pelaksanaan pendidikan masyarakat, 3) kegiatan koperasi, 4) perbaikan gizi masyarakat, 5) pelaksanaan usaha kesehatan masyarakat, seperti rumah sakit, 6) penciptaan lapangan kerja, 7) pelaksanaan panti asuhan, dan 8) peningkatan pemanfaatan media komunikasi dan seni budaya. Untuk mencapai hasil yang diinginkan, Nabi Muhammad (saw) menggunakan dakwah bil hal di bidang amal. Dakwah menunjukan akan adanya organisasi dakwah untuk menjalankan fardhu kifayah disebut dakwah dan juga pelaksanaan dakwah perorangan terhadap hubungan dan juga kriteria disebut tabligh. Perlunya memiliki sikap berbagi antar sesama merupakan salah satu perilaku yang sangat baik diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Yang mana dapat membangun kesadaran pada masyarakat untuk berbagi pada sesama untuk bisa membantu walaupun hal tersebut tidak mudah untuk dijalankan, dilihat dari masih sedikit yang memiliki kesadaran untuk berbagi pada sesama manusia. Dalam hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi yang ada di Indonesia yang mana perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya berbagi dengan sesama, salah satu organisasi yang berperan dalam konsentrasi berbagi yaitu perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo dalam program berbagi sayur gratis. Kegiatan berbagi sayur gratis ini berawal dari mewabahnya virus Covid-19. Organisai PSHW di Desa Duyung ini termotivasi untuk mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis karena melihat kondisi masyarakat yang terkena dampak dari virus Covid-19 dengan maksud membantu sedikit kebutuhan pangan masyarakat. Berdasarkan latar belakang di atas maka akan muncul masalah di mana peran perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo di kabupaten Magetan dalam menerapkan nilai-nilai dakwah bil hal melalui program berbagi sayur gratis. Dalam hal ini penulis melakukan penelitian lebih lanjut terhadap program berbagi sayur gratis dengan judul: “Strategi Dakwah Bil Hal berbagi sayur gratis oleh perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur”. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur Indonesia. Alasan memilih tempat ini dengan pertimbangan bahwa peneliti tertarik dengan program kegiatan berbagi sayur gratis oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Waktu penelitian dilaksanakan pada 28 Mei 2023. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian (Sugiyono, 2017). Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Berbeda dengan penelitian kuantitatif, temuan penelitian kualitatif dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, studi kasus, dan metode lain daripada dengan prosedur statistik atau jenis perhitungan lainnya. penelitian kualitatif semacam ini disebut fenomenologi kualitatif, sebuah atau metode yang menekankan filsafat untuk menyelidiki pengalaman peserta penelitian. Fenomenologi diartikan sebagai cara berpikir yang menggunakan tahapan-tahapan yang dilakukan secara rasional, kritis, dan tidak didasarkan pada spekulasi bias belaka untuk menghasilkan informasi baru atau mengembangkan pengetahuan yang ada. Data dapat dikumpulkan dengan dua cara: melalui metode pengumpulan data primer, dan melalui data sekunder. Data primer merupakan sumber data penelitian yang diterima langsung dari sumber asal, tanpa menggunakan perantara, menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013: 142). Organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang menawarkan acara berbagi sayuran gratis, dihubungi untuk penelitian pengumpulan data utama proyek menggunakan metodologi wawancara langsung. Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diterima peneliti secara tidak langsung melalui perantara (diperoleh dan didokumentasikan oleh pihak lain), menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013-143). Untuk memeriksa laporan, tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau literatur. Literatur dan buku domuken yang relevan dengan penelitian ini dan dapat mendukung penelitian ini merupakan contoh sumber data sekunder yang memiliki sifat pendukung bagi proses penelitian dan memenuhi kebutuhan data primer.   HASIL DAN PEMBAHASAN Apa Itu Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW)? Pada tahun 1903 Ki Ngabehi Soerodwirdjo mendirikan perguruan pencak silat yang diberi nama Sedulur Tunggal Kecer atau STK yang bertempat diDesa Tambak Gringsing, Kota Surabaya. setelah itu pada tahun 1966 berdirilah Perguruan Setia Hati Winongo yang didirikan oleh Bapak Raden Djimat Hendro Soewarno yang merupakan murid kesayangan dari Ki Ngabehi Soerodwirdjo. Persaudaraan Setia Hati Winongo berada di Desa Duyung, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun, nama persaudaraan pencak silat tersebuut diambil dari nama Desa letak didirikannya. Awal berdiri perguruan pencak silat ini diajarkan pelajaran pencak silat yang berasal dari para pendekar terkenal pada zaman Ki Ngabehi Soerodwordjo, Sasaran utama perguruan ini pada saat itu merupakan generasi-generasi muda. Dalam mencari generasi baru pada saat itu Persaudaraan Setia Hati Winongo menamai dengan “Tunas Muda”, yang memiliki arti “Setia hati yang akan bersinar Kembali” dimana Gerakan tunas muda tersebut pertama kali populer dan digunakan pada berdirinya Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang mana diharapkan generasi muda dapat menjadi penerus yang berguna bagi kepentingan bangsa dan negara. Pada saat penerimaan anggota baru Tunas Muda Winongo harus diadakannya pengesahan terlebih dahulu dengan adanya pengesahan maka akan resmi menjadi warga atau anggota baru. Tidak hanya itu ilmu-ilmu setia hati hanya boleh diketahui oleh warga yang telah diresmikan dan dilarang bagi warganya untuk mengajarkan kepada selain warga. Adanya pelajaran tingkat lanjut mau diikuti atau tidak itu tergantung kesadaran dari warga dari Setia Hati winongo tersebut, karena dalam mengikuti peruguruan ini tidak ada unsur paksaan. Persaudaraan Setia Hati Winongo selain berada di Madiun, tidak pernah membuka cabang perguruan pencak silat dimanapun, kalaupun ada kemungkinan itu hanya dijadikan tempat berlatih ataupun juga kunjungan silaturahmi. Seseorang yang ingin bergabung pada perguruan ini baik dari luar madiun atau bahkan mancanegara tetap saja saat pengesahan dilakukan dimadiun, karena sebagai pusat awal berdirinya perguruan setia hati winongo. Hal tersebuut dilakukan agar tetap menjaga kemurnian aliran setia hati winongo dan karena hal ini juga yang mana menjadikan ikatan persaudaraan dalam perguruan ini sangat kuat antara satu warga dengan yang lain. Ajaran dasar mengeai kesetia hatian yang sangat erat dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo, anggota yang baru masuk harus segera disahkan sebagai Warga agar ikatan emosional dan fisik yang bersangkutan dengan perguruan tidak terlepas, dari adanya ini menjadikan momen-momen yang mengikat solidaritas atau dapat menumbuhkan rasa kekompakan dengan seiring berjalannya proses pengesahan sehari semalam yang mana dapat membentuk kuatnya ikatan persaudaraan dan kesetiaan. Persaudaraan setia hati yang mana memiliki arti “satu rasa, satu jiwa, untuk saudara”, maka selain mengamalkan seni bela diri menggabungkan antara bela diri dengan peragakan seni tarinya, dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo. Para peneliti telah menemukan bahwa mayoritas penganut Winongo Setia Hati mengikuti Persaudaraan Pencak Silat, lebih menyukai kekerabatan antara penganut Winongo Setia Hati daripada praktik seni bela diri, dengan tujuan menjalin ikatan persahabatan yang kuat untuk mencapai tingkat fanatisme yang sangat tinggi antara penganutnya dan Persaudaraan Hati Setia Winongo itu sendiri,  serta membangun harga diri untuk selalu dihormati dan disegani dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Perguruan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur Pada saat adanya pandemic Covid-19 banyaknya masyarakat yang kesulitan sebab tidak diperbolehkannya keluar untuk beraktivitas yang mengakibatkan kondisi ekonomi mereka terpuruk. Pentingnya memiliki rasa peduli terhadap sesama untuk bisa saling membantu satu dengan yang lain. Menurut Hurlock (1980) Seseorang yang tindakannya bermanfaat bagi orang lain akan merasa sangat berarti di lingkungan mereka dan memiliki konsep diri yang positif atau ke atas. Namun, konsep diri seseorang akan condong negatif atau turun jika mereka percaya bahwa apa yang mereka kontribusikan kepada lingkungan mereka tidak ada artinya. Ketika orang terhubung dengan cara yang bermanfaat satu sama lain, mereka dapat memperoleh pengalaman yang mengubah cara mereka memandang diri mereka sendiri. Adanya pandemic Covid-19 yang mana dapat menumbuhkan rasa keperdulian antar sesama karena mengupayakan agar dampak yang terjadi tidak parah. Sepertinya halnya yang dilakukan oleh Persaudaraan Setia Hati Winongo dikabupaten Magetan Jawa Timur. Yang mana tercetuskannya ide ini karena atas kesadaran sikap tolong menolong pada diri mereka masing-masing, dan mereka juga melihat pada daerah-daerah sekitar yang menerapkan hal ini lalu dimusyawarahkan dan dapat terealisasikan pada tahun 2020 yang mana masih berjalan hingga tahun 2023. Dalam kegiatan ini tidak adanya maksud ataupun tujuan lain selain ingin membantu masyarakat sekitar karena dampak dari pandemic covid-19 ini. Sebelum adanya pandemic Covid-19 Persaudaraan Setia Hati Winongo ini juga memiliki kegiatan-kegiatan lain seperti membersikan masjid yang ada dilingkungan sekitar, memotong rumput yang mana dapat bermanfaat juga untuk lingkungan sekitar. Untuk anggota dari kegiatan ini yang kebanyakan dari anak sekolah yang lama kelamaan mulai berkurang karena berjalannya waktu anak sekolah mulai mengikuti KBM. Awal dimulainya kegiatan ini menggunakan uang kas dari Persaudaraan Setia Hati Winongo dan juga keikhlasan dari setiap anggota, lalu seiring berjalannya waktu jalan untuk mencari donator, setelah itu banyak donator yang tau dan ikut berpartisipasi mulai dari sayuran atau bahan pangan dan ada juga yang menitipkan uang untuk dibelanjakan sayur, tidak sampai disitu saja jika ada kekurangan itu akan ada sumbangan seikhlasnya bagi para anggota. Untuk sayur yang dibagikan sendiri berupa bahan mentah yang awalnya hanya dibudget lima ribu rupiah perkantong lama kelamaan bisa bertambah karena banyaknya donator yang datang. Pada umumnya setiap kegiatan memang ada struktur kepanitiaan, akan tetapi untuk kegiatan ini karena berniat ikhlas dari hati ntuk menolong sesame jadi semua bertanggung jawab mengetuai diri sendiri dalam kegiatan ini. Beradasarkan wawancara yang penulis lakukan bahwa peminat dari sayur gratis ini hanya warga sekitar yang jumlahnya juga sudah lumayan banyak, misalkan ada pengendara yang melitas jika memang minat memang dipersilahkan walaupn bukan warga sekitar. Dikarenakan kegiatan ini memang dengan tujuan membantu sesama, tidak ada pengecualian untuk penerima dipersilahkan. Para anggota pun tidak hanya meletakkan satuyuran lalu pergi tetapi juga menawarkan agar semua bisa habis dan tidak mubazir. Kegiatan ini dilakukan pada jum’at pagi, yang mana tidak ada waktu pasti kapan jam pelaksanaan karena jika semua sudah selesai disiapkan maka para warga pun sudah antri.             Sumber : foto dari panitia                         Sumber: foto dari panitia Respon Masyarakat Terhadap Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan kepada masyarakat Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur, banyak respon dari masyarakat. Disini penulis akan menyebutkan beberapa narasumber. Pertama, yaitu wawancara kepada ibu Yuli salah satu warga penerima sayur gratis. Menurut penuturan beliau dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis tersebut sangat membantu keadaan ekonomi keluarga beliau dalam hal pangan. (Wawancara, 5 Juni 2023). Kedua, wawancara kepada Ibu Siti selaku pemasok tahu pada kegiatan berbagi sayur gratis tersebut. Menurut penuturan beliau kegiatan tersebut membantu beliau dalam menyalurkan sedekah kepada masyarakat dalam bentuk uang maupun bahan pangan. Sedekah bukan di nilai seberapa banyak tetapi ke ikhlasan hati untuk membantu sesama. (Wawancara, 5 Juni 2023). Ketiga, wawancara kepada Bapak Agus selaku salah satu panitia yang mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis. Menurut penuturan beliau, kegiatan tersebut pada dasarnya adalah membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi dalam bidang pangan. Uang yang digunakan untuk menjalankan kegiatan ini awalnya dari kas organisasi, namu seiring berjalanya waktu bagi siapapun yang  ingin berbagi dengan ikhlas bisa ikut bersedekah. (Wawancara, 28 Mei 2023) Metode Dakwah Bil Hal Kata "dakwah" dikatakan berasal dari bahasa Arab "( )" (Shodiqin, 2011; Asror, 2018; Enjang, et al., 2009), yang berarti mengundang, memanggil, melayani, dan memanggil. Istilah "dakwah" juga digunakan dalam sumber-sumber lain untuk merujuk pada berbagai hal, termasuk: 1) propaganda dan penyiaran; 2) panggilan untuk merangkul, mengkaji, dan mengikuti ajaran Islam; dan 3) tumbuhnya agama di masyarakat. Irawan dan Suriadi (2019) menegaskan bahwa kata-kata lain, seperti tabligh, tabsyir indzhar, amar ma'ruf dan nahi munkar, mauidzoh hasanah, tarbiyah, ta'lim, wasyiyah, dan khotbah, juga dapat digunakan untuk memahami kata "dakwah". Tujuan dakwah, di sisi lain, adalah untuk meningkatkan status umat di semua bidang kehidupan dengan mengintegrasikan ajaran Islam ke dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kehidupan pribadi, keluarga, dan komunitas seseorang (Mulkan, 1993). Apabila terdapat interaksi antara berbagai faktor yang saling mempengaruhi seperti yang ditunjukkan pada pembahasan sebelumnya, antara lain: pesan dakwah, mad'u, lingkungan, lingkungan, dan sarana/media dakwah, maka tujuan dakwah dapat terwujud dengan tepat (Attabik, 2014; Maghfiroh, 2016). Fungsi dakwah sebagai media pembinaan dan pengembangan, menurut Asmuni Syukir dalam Asror (2018), dapat terwujudkan secara optimal jika semua unsur terpenuhi. Pembinaan dalam dakwah berarti mempertahankan dan menyempurnakan suatu hal yang telah ada sebelumnya, sedangkan pengembangan berarti mengadakan atau membaharui suatu hal yang belum ada sebelumnya. Secara harfiah, dakwah bil-hal mengacu pada penyebaran prinsip-prinsip Islam melalui perbuatan. Definisi dakwah bil-hal yang diberikan oleh Rasyid et al. dalam Sagir (2015) adalah upaya untuk mendorong orang dan kelompok untuk mengembangkan diri dan masyarakat dalam rangka mewujudkan tatanan dan kebutuhan sosial ekonomi yang lebih baik sesuai dengan tuntunan Islam tentang isu-isu sosial seperti kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan. Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018). Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018). Metode dakwah bil hal ini berkaitan dengan penelitian ini. Kegiatan berbagi sayur gratis di hari jumat yang diselenggarakan oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur. Kegiatan tersebut merupakan suatu bentuk dari merealisasikan metode dakwah bil hal dalam bidang ekonomi. Berdasarkan penjelasan di atas bahwa awal mula kegiatan ini diadakan yaitu marak nya virus Covid-19 yang berdampak pada masyarakat salah satu nya ekonomi yang menurun. Berawal dari rasa peduli organisasi ini terhadap kondisi masyarakat yang tidak bisa bekerja maka kegiatan ini akhirnya didirikan dan berjalan hingga tahun 2023 dengan maksud bersedekah membantu masyarakat dalam hal kebutuhan pangan. Hal ini merupakan suatu bentuk terealisasikanya metode dakwah bil hal.   Kesimpulan Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023. Adapun uang untuk mengadakan kegiatan ini awalnya diambilkan dari uang kas anggota organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Namun, seiiring berjalanya waktu bagi siapapun yang berkenan untuk sedekah dipersilahkan. Kegiatan ini juga sudah mendaptkan beberapa sponsor/pemasok berupa sayuran, tahu, bahkan uang yang nantinya akan dibelikan sayur untuk dibagikan. Pelaksanaan berbagi sayur gratis ini yaitu satu minggu satu kali pada hari jumat. Dimulai kisaran pukul 6 sampai pukul 7 biasanya sudah habis. Dalam sehari sayur yang dibagikan yaitu 50 sampai 100 kantong. Setiap satu kantong sayur di budget 5000 rupiah. Kaitanya dalam hal berdakwah yaitu kegiatan tersebut masuk dalam kategori strategi dakwah bil hal atau dakwah dengan aksi langsung kepada masyarakat dalam bentuk membantu kebutuhan pangan. Hal ini bisa dijadikan suatu motivasi kepada kita semua, bahwa dalam berdakwah tidak hanya pemantapan dalam hal keimanan saja namun juga dalam bentuk dakwah bil hal yaitu dengan aksi terdahap kondisi masyarakat yang masih belum sejahtera di bidang ekonomi maupun di bidang pendidikan.       Daftar Pustaka   Abdullah, Muhammad Qadaruddin. Pengantar Ilmu Dakwah. Jakarta: Qiara Media, 2019.   Chosinawarotin, C., & Sudrajat, H. (2021, October). Sayur Berkah di Masa Pandemi. In Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung (Vol. 1, pp. 75-81).   Fadilah, A. (2011). Pengaruh penggunaan alat komunikasi handphone (hp) terhadap aktivitas belajar siswa SMP negeri 66 Jakarta Selatan.   A.Kadir Sobur, Tauhid Teologis, (Jakarta: Gaung Persada Press Group 2013), hlm. 5   Khaerunnisa, N. (2021, December). Efektivitas Dakwah Bil-Hal Melalui Gerakan Infaq Beras Bengkayang di Kecamatan Bengkayang. In Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication (Vol. 1, No. 1, pp. 28-31).   Kholis, N., Mudhofi, M., Hamid, N., & Aroyandin, E. N. (2021). Dakwah Bil-Hal Kiai sebagai Upaya Pemberdayaan Santri (Action Da'wah by the Kiai as an Effort to Empower Students). Jurnal Dakwah Risalah, 32(1), 112-129.   Mahanani, S. (2019). Efektivitas Kegiatan Jimpitan dalam Meningkatkan Kepedulian Sosial Masyarakat di Desa Karanglo Kidul Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo (Doctoral dissertation, IAIN PONOROGO).   Martanti, D. E., Hartono, N. R., & Sunarsasi, S. (2021). FENOMENOLOGI “SAYUR GANTUNG” MASYARAKAT BLITAR SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN DAMPAK EKONOMI DI TENGAH COVID-19. AKUNTABILITAS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Ekonomi, 14(1), 40-41.   Mulkan, AM, 1993; “Paradigma Intelektual Muslim”, Yogyakarta, Si Press   Putra, I. D. G. U., & Rustika, I. M. (2015). Hubungan antara perilaku menolong dengan konsep diri pada remaja akhir yang menjadi anggota tim bantuan medis janar duta fakultas kedokteran universitas udayana. Jurnal Psikologi Udayana, 2(2), 198-205.   Shodiqin, Asep. (2011) Membingkai “Episteme” Ilmu Dakwah, Jurnal Ilmu Dakwah Vol.5  No 2   Sugiyono, F. X. (2017), Neraca pembayaran: Konsep, Metodologi dan Penerapan (Vol. 4). Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK) Bank Indonesia.      

Abdul Rivai Poli; Nurfitriyana B. Utiarahman; Defitrianti Tampilang; Supriyanti Umaternate; Vrigita Yesa Manangkabo +2 more

Perigel: Jurnal Penyuluhan Masyarakat Indonesia 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Masa Remaja adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak kemasa dewasa, seiring dengan perubahan fisik, biologis dan psikis untuk menuju pada kematangan, jasmani, berfikir, seksual dan kematangan emosional. Sebagian orang berpendapat bahwa masa muda saat yang paling indah dan nikmat. salah satu cara yang dilakukan untuk mencegah terjadinya pergaulan bebas dikalangan remaja pada siswa-siswi SMK Kesehatan Muhammadiyah Randangan dengan mengadakan penyuluhan mengenia pergaulan bebas pada saat Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diadakan oleh kampus Universitas Muhammaiyah Manado terhadap mitra sekolah. Penyuluhan yang bertujuan untuk menambah wawasan pengetahuan tentang bahaya pergaulan bebas pada siswa-siswi SMK Kesehatan Muhammadiyah Randangan. Materi penyuluhan yang diberikan yaitu mengenai pengertian pergaulan bebas, pergaulan bebas negative dan positif,ciri-ciri pergaulan bebas,factor penyebab pergaulan bebas, akibat pergaulan bebas dan cara mengatasi pergaulan bebas. Setelah pemberian materi diadakan proses tanya jawab antara siswa-siswi dan penyaji materi penyuluhan dari mahasiswa KKN. Sehingga didapatkan hasil sebagian besar siswa-siswi SMK kesehatan Muhammadiyah randangan dapat memahami materi yang telah diberikan

Meri Yanti; Efni Anita; Aztyara Ismadharliani

Wawasan : Jurnal Ilmu Manajemenx, Ekonomi dan Kewirausahan 2023 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Tujuan: untuk mengetahui kecenderungan persepsi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam terhadap investasi sebagai respon kasus investasi bodong, Persepsi dan minat terhadap produk investasi, serta pengaruh persepsi terhadap keputusan investasi mahasiswa. Metode: penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data dengan melakukan observasi, wawancara, dokumentasi dan penarikan kesimpulan. Hasil: Hasil penelitian ini menemukan bahwa persepsi mahasiswa terhadap investasi lebih kecenderung ke persepsi positif yaitu sebesar 67,14% dalam artian maraknya kasus investasi bodong tidak membuat mahasiswa memiliki respon yang buruk terhadap investasi. Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor dalam diri seperti pengetahuan dan literasi, motivasi, sikap, minat dan harapan. Sedangkan persepsi negatif sebesar 32,86%, sedikit banyak masih terdapat mahasiswa yang memiliki persepsi yang buruk terhadap investasi sebagai respon dari kasus investasi bodong. Persepsi tersebut dipengaruhi oleh faktor suasana emosional, dan faktor internal seperti sikap, motivasi, minat, dan pengalaman. Rata-rata mahasiswa masih memiliki persepsi yang positif dan berminat terhadap produk-produk investasi baik bentuk investasi pada aset riil maupun pada aset finansial. Namun terdapat fakta bahwa maraknya kasus investasi bodong membuat beberapa mahasiswa memiliki ketidakpercayaan dan image negatif terhadap produk keuangan sehingga lebih menyukai dan berminat pada bentuk investasi riil dibandingkan bentuk investasi finansial seperti investasi tanah, properti, emas dan lain sebagainya. Kemudian ditemukan pula hasil penelitian bahwa terdapat pengaruh persepsi terhadap keputusan investasi mahasiswa namun sedikit banyak tidak terdapat pengaruh persepsi terhadap keputusan investasi. Kesimpulan: Setelah dilakukan penelitian hasil penelitian menunjukkan bahwa maraknya kasus investasi bodong yang terjadi tidak membuat mahasiswa memiliki persepsi negatif terhadap investasi hal tersebut dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, keyakinan, harapan, dan minat.

Meri Yanti; Efni Anita; Aztyara Ismadharliani

Jurnal Manajemen dan Ekonomi Kreatif 2023 Universitas Kristen Indonesia Toraja

Tujuan: untuk mengetahui kecenderungan persepsi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam terhadap investasi sebagai respon kasus investasi bodong, Persepsi dan minat terhadap produk investasi, serta pengaruh persepsi terhadap keputusan investasi mahasiswa. Metode: penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data dengan melakukan observasi, wawancara, dokumentasi dan penarikan kesimpulan. Hasil: Hasil penelitian ini menemukan bahwa persepsi mahasiswa terhadap investasi lebih kecenderung ke persepsi positif yaitu sebesar 67,14% dalam artian maraknya kasus investasi bodong tidak membuat mahasiswa memiliki respon yang buruk terhadap investasi. Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor dalam diri seperti pengetahuan dan literasi, motivasi, sikap, minat dan harapan. Sedangkan persepsi negatif sebesar 32,86%, sedikit banyak masih terdapat mahasiswa yang memiliki persepsi yang buruk terhadap investasi sebagai respon dari kasus investasi bodong. Persepsi tersebut dipengaruhi oleh faktor suasana emosional, dan faktor internal seperti sikap, motivasi, minat, dan pengalaman. Rata-rata mahasiswa masih memiliki persepsi yang positif dan berminat terhadap produk-produk investasi baik bentuk investasi pada aset riil maupun pada aset finansial. Namun terdapat fakta bahwa maraknya kasus investasi bodong membuat beberapa mahasiswa memiliki ketidakpercayaan dan image negatif terhadap produk keuangan sehingga lebih menyukai dan berminat pada bentuk investasi riil dibandingkan bentuk investasi finansial seperti investasi tanah, properti, emas dan lain sebagainya. Kemudian ditemukan pula hasil penelitian bahwa terdapat pengaruh persepsi terhadap keputusan investasi mahasiswa namun sedikit banyak tidak terdapat pengaruh persepsi terhadap keputusan investasi. Kesimpulan: Setelah dilakukan penelitian hasil penelitian menunjukkan bahwa maraknya kasus investasi bodong yang terjadi tidak membuat mahasiswa memiliki persepsi negatif terhadap investasi hal tersebut dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, keyakinan, harapan, dan minat.

Jasanta Peranginangin; Tiza Wahyu Romadlon

Journal of Management and Social Sciences (JIMAS) 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hedonic shopping motivation, quality of website, discount terhadap perilaku e-impulse buying pengguna Shopee dengan pisitive emotion sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) dengan sampel menggunakan kuisioner yang disebar sebanyak 200 namun hanya 191 data responden yang valid, menggunakan teknik random sampling, dan dengan aplikasi AMOS 24. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa variabel hedonic shopping motivation berpengaruh secara signifikan terhadap positive emotion dan e-impulse buying, quality of website berpengaruh signifikan terhadap positive emotion, discount tidak berpengaruh secara signifikan terhadap positive emotion namun berpengaruh langsung dengan e-impulse buying serta positive emotion tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku e-Impulse buying.  

Devi Ratna Sari Habibie; Alim Murtani

Transformasi: Journal of Economics and Business Management 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor emosional dan rasional terhadap keputusan nasabah menabung di PT. Bank SUMUT Syariah KCPSy Marelan Raya metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kuantitatif.Metodologi penelitian dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu mengumpulkan data primer yaitu data kuisioner dengan sampel sebanyak 83 orang nasabah dan data sekunder yaitu buku dan jurnal. Hasil penelitian menandakan bahwa Berdasarkan hasil uji SPSS Secara parsial variabel Faktor Emosional berpengaruh positif  signifikan terhadap keputusan nasabah. Secara parsial variabel Faktor Rasional berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan nasabah, dengan nilai berpengaruhnya.

Okta Millenia Putri; Ulul Azmiyah; Laily Muzdalifah

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Café Merci merupakan café baru yang sangat familiar dikalangan remaja , café ini memiliki store atmosphere yang sangat bagus sehingga menimbulkan niat beli kepada konsumen melalui positive emosion, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran store atmosphere dan niat beli melalui positive emosion dari konsumen café merci. Hipotetis dalam penelitian ini ada tiga. Hipotesis pertama store atmosphere berpengaruh positif signifikan terhadap positive emosion, hipotesis dua store atmosphere berpengaruh positif signifikan terhadap niat beli, hipotesis tiga positive emosion berpengaruh signifikan terhadap niat beli. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kuantatif dengan menggunakan metode Partial Least Square (PLS). populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang mengunjungi café merci Sidoarjo. Sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan memilih 100 orang pengunjung café mweci sebagai sampel. Teknik analisi data dalam penelitian ini yaitu deskriptif dan analisis statistik inferensial dengan metode Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menjelaskan bahwa store atmosphere berpengaruh positif signifikan terhadap positive emosion,selanjtunya store atmosphere berpengaruh positif signifikan terhadap niat beli, dan positive emosion berpengaruh signifikan terhadap niat beli

Rizqi Tajuddin A. P; Arifatul Aningrum; Novia Afatal H

Concept: Journal of Social Humanities and Education 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Jumlah konflik setiap tahun semakin meningkat bahkan kalangan mahasiswa sebagai kalangan akademisi tak luput menghadapi konflik. Terdapat beberapa kasus konflik yang menyangkut mahasiswa dan tentunya diperlukan mata kuliah Manajemen Konflik sehingga mereka memiliki kemampuan menyelesaikan konflik secara konstruktif. Jurnal ini bertujuan menganalisis Persepsi Mahasiswa Terhadap Konflik Dalam Pembelajaran Mata Kuliah Manajemen Konflik di Prodi Manajemen Pendidikan Islam di Universitas Islam Negeri Kyai Haji Ahmad Shiddiq Jember. Persepsi yang dianalisis terkait dengan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Data yang didapat berasal dari observasi dan angket kepada 26 mahasiswa Prodi Manajemen Pendidikan Islam. Hasil sebelum pembelajaran Manajemen konflik diperoleh data bahwa 73,1% responden memiliki persepsi negatif terhadap konflik, 88,5% responden membutuhkan orang lain untuk menyelesaikan konflik, 61,5% kesulitan dalam menyelesaikan konfilik, dan 65,4% sering mengalah dalam menyelesaikan konflik. Terdapat perubahan persepsi setelah pembelajaran manajemen Konflik yang mengarah pada peningkatan positif yaitu 63% responden memiliki persepsi positif terhadap konflik, 77,8% responden membutuhkan orang lain dalam menyelesaikan konflik, 48,1% kesulitan dalam menyelesaikan konflik, dan 77,8% menghadapi konflik dengan mengalah. Saran bagi permasalahan tersebut yaitu metode pembelajaran Manajemen Konflik lebih menitik beratkan pada aspek afektif seperti bagaimana mengontrol emosi, menumbuhkan kepercayaan diri dalam menyelesaikan konflik, dan berlatih menggunakan metode problem solving. Permasalahan yang dihadapi responden dipengaruhi pula oleh aspek psikologis dan budaya dalam masyarakatnya.

Andriani, Andriani

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Background: Menarche in young women can cause anxiety. Many teenagers view menarche as a frightening thing, because menarche will cause discomfort, pain, dizziness and so on, Psychological symptoms to reject the physiological process. Anxiety is an excessive emotional reactivity, a dull depression, or a sensitive context, an emotional response. Purpose: The objective of the study was to understand the relationship of attitude knowledge and family support with the level of anxiety of adolescent girls. Methods: This research is quantitative type with anlitik design with coss sectional approach. The study was conducted in February - April 2018. The sample in this study was female teenager amounting to 25 people. The sampling technique used is simple random sampling. The study was conducted using primary data obtained from the questionnaire, and univariate and bivariate analysis using chi-square statistical test. Results: From the result of research analysis of knowledge relationship with anxiety level got 15 respondents who have high knowledge of 8 people (53,3%) with high level of anxiety and 7 people (46,70%) with low level of anxiety. 13 respondents were positive attitude 6 people (46,2%) with high level of anxiety and 7 people (53,8%) with low level of anxiety. of 14 respondents who received family support and 7 people (46.2%) with high anxiety level and 7 people (53.8%) with low anxiety level. Conclusion: Based on the results of the study found no relationship of knowledge with anxiety level with p value 0.742> ? 0.05, Based on the results of the study found no relation attitude with anxiety level with p value 0,529> ? 0.05, Based on the results obtained did not there is a relationship of family support with anxiety level with p value 0,495> ? 0,05. Latar Belakang: Menarche yaitu haid pertama kali pada remaja putri dapat menimbulkan kecemasan. Banyak remaja memandang menarche adalah hal yang menakutkan, karena menarche akan menimbulkan ketidaknyamanan, sakit, pusing dan sebagainya, Gejala psikologis untuk menolak proses fisiologis tersebut. Kecemasan  merupakan  reaktivitas  emosional  berlebihan, depresi  yang  tumpul,  atau  konteks  sensitif,  respon  emosional. Tujuan: Tujuan penelitian adalah untuk mengetuhui hubungan pengetahuan sikap dan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan remaja putri. Metode: Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Februari – April 2018. sampel dalam penelitian ini adalah remaja putri yang berjumlah 25 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah simple Random sampling. Penelitian dilakukan menggunakan data primer yang diperoleh dari kuesioner, dan analisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik chi-square. Hasil: Dari hasil analisis penelitian hubungan pengetahuan dengan tingkat kecemasan didapatkan  15 responden yang berpengetahuan tinggi 8 orang (53,3%) dengan tingkat kecemasan yang tinggi dan 7 orang (46,70%) dengan tingkat kecemasan yang rendah. 13 responden yang sikap positif 6 orang (46,2%) dengan tingkat kecemasan yang tinggi dan 7 orang (53,8%) dengan tingkat kecemasan yang rendah. dari 14 responden yang mendapat dukungan keluarga dan 7 orang (46,2%) dengan tingkat kecemasan yang tinggi dan 7 orang (53,8%) dengan tingkat kecemasan yang rendah. Kesimpulan: Berdasarkan hasil dari penelitian didapatkan tidak ada hubungan pengetahuan dengan tingkat kecemasan dengan p value 0,742 > ? 0,05, Berdasarkan hasil dari penelitian didapatkan tidak ada hubungan sikap dengan tingkat kecemasan dengan p value 0,529 > ? 0,05, Berdasarkan hasil dari penelitian didapatkan tidak ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan dengan p value 0,495 > ? 0,05.

Satria Evans Umboh; Kevin Yerykho Sitinjak

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2021 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Peran keluarga menjadi faktor yang penting dalam perkembangan anak, khususnya pada saat remaja. Peran orang tua bukan saja penting untuk menjaga perkembangan anak dari hal-hal negatif,  tetapi juga untuk membentuk kepribadian, kecerdasan inteligensi, emosi, serta spiritualnya agar menjadi manusia seutuhnya. Artikel ini membahas tentang pola asuh orang tua serta bagaimana Pendidikan Kristen di terapkan dalam keluarga. Hasil dari penelusuran artikel ini menegaskan bahwa pola asuh orang tua yang baik serta penerapan ajaran Kristiani di dalam keluarga berdampak positif bagi anak.

Tuti Anggarawati; Nanang; Enggar Dwi Prasetyo; Alfia Tyas Mahestye; Bynar Fredy Anggara +2 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2019 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Remaja adalah masa transisi usia dimana seseorang belum dikatakan dewasa namun bukan lagi seorang anak. Remaja  akan fase pencarian identitas diri, gejolak hormon, dan tekanan yang besar dari sekolah serta lingkungan sekitarnya. Proses pematangan fisik  yang terjadi lebih cepat dari proses pematangan kejiwaan (psikososial)  menyebabkan   remaja harus menghadapi perubagan fisik, kognitif dan emosional yang dapat menimbulkan kondisi stres dan memicu perilaku unik pada remaja. Perilaku –perilaku yang dimunculkan oleh remaja untuk menghadapi kondisi stres seperti  cemas,  depresi, merokok,  menjadi anak  jalanan,  adiksi game, kekerasan, penyalahgunaan obat, sampai bunuh diri. Bunuh diri merupakan kematian no.2 terbanyak di dunia pada usia 15 – 29 tahun (WHO, Preventing Suicide, 2014), 350 juta orang di dunia diestimasikan mengalami  depresi,  dan  depresi  merupakan  penyebab  disabilitas  utama  di dunia. (WHO, Depression, 2012). Gangguan mental emosional: gejala depresi dan anxietas pada usia ? 15 tahun sebesar 6% atau sebesar > 14 juta jiwa Gangguan jiwa berat (Psikosis): gejala psikosis sebesar 1,7/1000 atau sebesar > 400.000 jiwa.   Salah satu penyebab dari timbulnya gangguan mental emosional sampai akhirnya mengalami psikotik adalah karena remaja tidak mampu dalam beradaptasi pada masa transisi atau dalam menghadapi perubahan kehidupannya. Secara alamiah sebenarnya apabila tubuh baik fisiologis maupun psikologis  terpapar  oleh  suatu  stressor  atau  tekanan  atau  keadaan  yang tidakpasti tubuh akan melakukan suatu mekanisme untuk mempertahankan kondisi tubuhnya seperti semula. Bentuk dari pertahanan diri seseorang berbeda sesuai dengan mekanisme psikis yang diperlukan untuk beradaptasi dengan relitas eksternal.Defence  mekanisme  yang  positif  /konstruktif  akan  membangun  jiwa remaja menjadi pribadi yang handal dan siap menjadi generasi penerus bangsa yang dapat dibanggakan untuk keluarga, masyarakat dan negara. Kesehatan jiwa remaja merupakan hal  penting dalam menentukan kualitas bangsa. Remaja yang tumbuh dalam lingkungan kondusif dan mendukung merupakan sumber daya manusia yang dapat menjadi aset bangsa tidak ternilai.