Publication Search

80,083 articles from 753 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 578

Analytics

Amelia, Erika; Nurhayati, Anis

Jurnal Agrifoodtech 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Tape ketan putih merupakan produk pangan fermentasi tradisional yang dibuat melalui proses fermentasi beras ketan menggunakan ragi tape. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jenis kemasan daun dan konsentrasi ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) terhadap karakteristik fisikokimia dan organoleptik tape ketan putih. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu jenis kemasan daun (K) (daun pisang, daun jati dan daun jambu air) dan konsentrasi ekstrak bunga telang (B) (0,5%; 1%; dan 1,5%) dengan tiga kali pengulangan. Parameter yang dianalisis meliputi kadar gula, pH, serta uji organoleptik warna, aroma, rasa dan tekstur. Data analisis menggunakan ANOVA pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jenis kemasan dan konsentrasi ekstrak bunga telang berpengaruh terhadap karakteristik tape ketan putih. Perlakuan terbaik diperoleh pada kemasan daun pisang dengan penambahan ekstrak bunga telang 0,5% yang menghasilkan pH dan kadar gula yang sesuai dan tingkat penerimaan panelis tertinggi.

Sri Wahyuna Saragih; Muhammad Rafi; Harlan Mufrih; Aisha Rafa Rahma; Dwi Kartika +2 more

Jurnal Agrifoodtech 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Nanas merupakan unggulan kedua yang di ekspor Indonesia setelah buah manggis pada 22 tahun lalu, volume ekspor nanas pada tahun 2004 sebesar 2.431.263 kilogram atau mengalami peningkatan sebesar 6,4 % dari tahun -tahun sebelumnya, permintaan ekspor nanas yang cukup tinggi merupakan pendorong bagi produksi nanas dalam negeri yang mampu bersaing dengan nanas negara lain. Seperti halnya produk pertanian lainnya, karakteristik buah nanas adalah mudah rusak dan pemanfaatannya lebih banyak sebagai makanan penutup mulut karena rasanya yang segar. Potensi penganeka ragaman produk pangan dengan bahan baku sebenarnya cukup banyak namun sampai dengan saat ini masih belum berkembang. Oleh sebab itu pada penelitian ini dilakukan memanfaatkan ektrak buah nanas melalui fermentasi bakteri Acetobacter Xylinum untuk membentuk polisakarida akstraseluler (nata) sebagai hidangan non energi yang biasa kita kenal Nata de pina, penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan ekstrak buah nanas untuk dijadikan hidangan Nata de pina. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nata de pina memiliki nilai pH sebesar 4,7 dan kadar air sebesar 98,08% sudah memenuhi syarat mutu berdasar SNI nata. Hasil uji organoleptik terhadap 30 panelis menunjukkan bahwa sebagian besar panelis menyukai rasa, warna, aroma, dan tekstur Nata de pina yang dihasilkan.

Syailkham Difta Satrisna Yogaswara

Bhinneka: Jurnal Bintang Pendidikan dan Bahasa 2026 Universitas Palan

This study aims to determine the effect of triangle pass and square pass training on passing accuracy among female futsal extracurricular participants at SMA Negeri 1 Cisaat. This study employed a quantitative method with a two-group pretest–posttest experimental design. The sample was divided into two groups: one group received triangle pass training, while the other group received square pass training. Data were collected through passing accuracy tests conducted before (pretest) and after (posttest) the treatment. The data were analyzed using paired sample t-tests and independent sample t-tests. The results showed that there was an improvement in passing accuracy in both groups. The triangle pass group increased its mean score from 62.40 to 78.20, while the square pass group improved from 61.80 to 73.50. Statistical analysis indicated that both training methods had a significant effect on passing accuracy (p < 0.05). Furthermore, there was a difference in effectiveness between the two methods, with triangle pass training being more effective than square pass training. In conclusion, both triangle pass and square pass training significantly improve passing accuracy; however, triangle pass training is more recommended as the primary method in futsal training programs.

Bagas ardiyantoro; Triana Triana; Septian Maulid Wicahyo

Jurnal Pengabdian Bersama Masyarakat Indonesia 2026 CV. Aksara Global Akademia

Limbah kulit Jeruk peras , yang sering dibuang dan menimbulkan masalah lingkungan, sebenarnya memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan kembali. Kulit Jeruk peras  mengandung minyak atsiri yang dapat diolah menjadi reed diffuser, pengharum ruangan alami yang ramah lingkungan. Namun, pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan kulit Jeruk peras  masih terbatas. Siswa SMA, sebagai generasi muda yang sedang mempersiapkan diri untuk dunia kerja atau wirausaha, dapat memainkan peran penting dalam mengembangkan inovasi ini. Melalui pendidikan dan pelatihan, siswa SMA dapat mempelajari proses pembuatan reed diffuser dari kulit Jeruk peras , mulai dari ekstraksi minyak atsiri hingga pengemasan produk. Hal ini tidak hanya melatih keterampilan teknis dan kreativitas, tetapi juga membuka peluang kewirausahaan. Pemanfaatan kulit Jeruk peras  untuk reed diffuser sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular dan pembangunan berkelanjutan, yang menekankan pemanfaatan sumber daya secara efisien. Dengan menguasai keterampilan ini, siswa SMA dapat berkontribusi dalam mengurangi limbah organik sekaligus menciptakan produk bernilai ekonomi tinggi. Ini juga mendukung visi pendidikan SMA untuk menciptakan lulusan yang kompeten, kreatif, dan siap bersaing di dunia kerja. Pengabdian masyarakat kali ini dilaksanakan di SMA Islam 1 Surakarta, Kota Surakarta.

Naomi Agustina, Amelia

Jurnal Agrifoodtech 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pemurnian vitamin E dari berbagai sumber bahan alami dan limbah agroindustri terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan industri pangan, nutraseutikal, kosmetik, dan farmasi. Berbagai metode pemurnian telah diterapkan meliputi saponifikasi, ekstraksi menggunakan pelarut, dan distilasi molekuler. Studi ini mengkaji secara sistematis perkembangan metode pemurnian vitamin E dari berbagai sumber serta mengevaluasi keunggulan, keterbatasan, serta prospek penerapan teknologi yang lebih berkelanjutan. Penelusuran literatur dilakukan terhadap publikasi dalam 10 tahun terakhir yang diperoleh dari jurnal nasional dan internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa sumber alami vitamin E banyak terdapat pada minyak nabati, sedangkan sumber dari limbah agroindustri dengan kandungan vitamin E tertinggi diperoleh pada Palm Fatty Acid Distillate (PFAD). Kandungan vitamin E yang bervariasi tergantung dari jenis bahan baku, kondisi proses, dan metode pemurnian yang digunakan. Studi komparatif terkait potensi kandungan vitamin E pada bahan alam dan limbah agroindustri lokal Indonesia masih terbatas, khususnya yang mempertimbangkan variasi varietas genetik. Dari aspek teknik pemurnian, metode ekstraksi konvensional memerlukan beberapa tahapan proses sehingga perlu ditinjau dari sisi efisiensi operasional dan keekonomian. Hasil kajian menunjukkan penggunaan green solvent seperti ekstraksi dengan scCO2 dan DES yang berpotensi meningkatkan keamanan proses dan keberlanjutan lingkungan. Pengembangan metode pemurnian yang efisien, ekonomis, dan ramah lingkungan menjadi kunci dalam mendukung pemanfaatan berbagai sumber vitamin E secara berkelanjutan.

Evi Dwi Hastri; Absori Absori

This study is motivated by the proliferation of regulations that facilitate the exploitative extraction of natural resources in Indonesia as a consequence of the penetration of neoliberal ideology, which deviates from the mandate of Article 33 of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. The significance of this research lies in the strategic role of Muhammadiyah through the "Constitutional Jihad" movement in restoring state sovereignty over natural resources for the benefit of the public welfare. The study aims to analyze the philosophical foundations of Constitutional Jihad in reconstructing the vision of a Progressive Indonesia (Indonesia Berkemajuan) and to examine Muhammadiyah’s legal advocacy strategies in resisting the hegemony of liberal economic policies. The research focuses on how Muhammadiyah’s philosophical framework and litigation strategies are capable of correcting national energy policies, as reflected in Constitutional Court Decision Number 36/PUU-X/2012. This research employs a normative legal method using statutory, case, and theological-ideological approaches. The findings reveal that, philosophically, Constitutional Jihad represents the transformation of Al-Ma’un theology and the concept of Darul Ahdi wa Syahadah into a constitutional framework that integrates divine sovereignty with popular sovereignty. In terms of strategy, Muhammadiyah utilizes Public Interest Litigation supported by interdisciplinary expert collaboration and moral mobilization rooted in civil society. The analysis of Constitutional Court Decision No. 36/PUU-X/2012 demonstrates that Muhammadiyah’s advocacy successfully invalidated unconstitutional provisions of the Oil and Gas Law that had weakened state control, while simultaneously reaffirming the state's direct management function over natural resources. The study concludes that Constitutional Jihad constitutes an effective form of national ijtihad in reconstructing a progressive, sovereign, and socially just legal order in Indonesia.

Sudarsono; Gema Sari Muslimah

Meningkatnya kasus bullying yang terjadi di sekolah saat ini menjadi salah satu masalah utama dalam sistem pendidikan saat ini. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya berita tentang ramainya kasus bullying di sekolah. Pendidikan karakter merupakan salah satu hal yang dapat dilakukan dalam mengatasi dan mencegah terjadinya bullying. Tujuan penelitian ini adalah untuk; 1) Mengetahui penerapan pendidikan karakter di MTs Insan Mulia Jimbaran; 2) Bentuk pencegahan praktik bullying di MTs Insan Mulia Jimbaran; 3) Bagaimana pengelolaan pendidikan karakter dalam pencegahan praktik bullying di MTs Insan Mulia Jimbaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Data penelitian yang digunakan adalah data primer yang didapatkan dari wawancara dan observasi, dan sekunder yang didapatkan dari dokumentasi yang berasal dari MTs Insan Mulia. Hasil dari penelitian; 1) Pelaksanaan pendidikan karakter di MTs Insan Mulia dilakukan dengan menerapkan beberapa nilai seperti nilai agama, kejujuran, keadilan, kebijaksanaan yang diintergrasikan ke dalam kegiatan intrakulikuler, kokurikuler, dan ekstrakulikuler; 2) Bentuk pencegahan praktik bullying di MTs Insan Mulia berupa tata tertib/peraturan, konseling behavior, diberikan pemahaman dan pengetahuan, dan kerjasama antara sekolah dengan orang tua; 3) Pengelolaan pendidikan karakter di MTs Insan Mulia dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.

Haryanto; Fauzan Pratama, Ahmad; Roudhina, Arisya; Nur Athifah, Andi; Helendika Al Asyahra, Niska +3 more

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Prasman (Peperomia pellucida) merupakan tanaman obat yang diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid yang berpotensi memiliki aktivitas biologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat toksisitas ekstrak metanol batang prasman terhadap mortalitas larva udang (Artemia salina L.) menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan memberikan ekstrak metanol batang prasman pada berbagai konsentrasi, yaitu 10, 100, 500, 1000, 5000, dan 10000 ppm serta kontrol. Parameter yang diamati adalah persentase mortalitas larva setelah 24 jam perlakuan. Data dianalisis menggunakan metode interpolasi dan analisis probit untuk menentukan nilai LC₅₀. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak menyebabkan peningkatan mortalitas larva secara bertahap hingga mencapai 100% pada konsentrasi 10.000 ppm. Perhitungan LC₅₀ dengan metode interpolasi menghasilkan nilai 680,2 ppm pada pengujian pertama dan 529,66 ppm pada pengujian duplo. Analisis probit pada pengujian duplo menghasilkan nilai LC₅₀ sebesar 198,97 ppm. Nilai LC₅₀ yang berada di bawah 1000 ppm menunjukkan bahwa ekstrak metanol batang prasman bersifat toksik terhadap larva Artemia salina dengan kategori moderat atau racun sedang. Aktivitas toksik tersebut diduga berasal dari kandungan metabolit sekunder yang terdapat dalam batang prasman seperti Flavonoid, saponin, tanin dan minyak atsirinya. Dengan demikian, ekstrak metanol batang prasman berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif yang dapat dikembangkan lebih lanjut dalam bidang farmasi, khususnya sebagai kandidat antikanker, antimikroba, dan bioinsektisida alami.

Haryanto; Febrianti Sahar, Salsabila; Norita; Rizky Aulia Fitri, Nur; Ayu Pratiwi, Nabila +4 more

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Batang prasman (Eupatorium triplinerve. Vahl) merupakan salah satu tanaman yang mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berpotensi memiliki aktivitas biologis, sehingga perlu dilakukan pengujian toksisitas sebagai langkah awal untuk mengetahui tingkat keamanannya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai LC₅₀ dan kategori toksisitas ekstrak etanol batang prasman terhadap larva udang (Artemia salina Leach) menggunakan metode analisis probit. Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorik dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Ekstrak etanol batang prasman diuji pada konsentrasi 100, 500, 1.000, 5.000, dan 10.000 ppm. Parameter yang diamati adalah jumlah kematian larva setelah 24 jam perlakuan. Data mortalitas dihitung dalam bentuk persentase kematian, kemudian dianalisis menggunakan metode probit untuk menentukan nilai LC₅₀. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kematian larva meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak, yaitu sebesar 25%, 35%, 50%, 75%, dan 85%. Hasil analisis probit menunjukkan nilai LC₅₀ ekstrak etanol batang prasman sebesar 846 mg/L. Berdasarkan klasifikasi toksisitas, nilai tersebut termasuk dalam kategori moderat atau racun sedang. Dengan demikian, ekstrak etanol batang prasman (Euphatorium triplinerve Vahl) memiliki aktivitas toksik terhadap larva Artemia salina Leach dan termasuk dalam kategori toksisitas sedang

Haryanto; Amalia, Fitrah; Ramadhan, Ahmad; Kartika Ayu Ridwan, Maretta; Hatima, Husnul +3 more

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi tingkat toksisitas ekstrak etanol 90% daun trembesi (Samanea saman) terhadap larva Artemia salina melalui penentuan nilai LC₅₀ menggunakan metode Reed-Muench dan analisis probit. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan post-test only control group design. Larva Artemia salina digunakan sebagai organisme uji dan dipaparkan pada berbagai konsentrasi ekstrak, yaitu 10 ppm, 100 ppm, 500 ppm, 1000 ppm, 5000 ppm, dan 10.000 ppm. Parameter yang diamati adalah jumlah kematian larva setelah 24 jam perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kematian larva meningkat seiring dengan kenaikan konsentrasi ekstrak, yang mengindikasikan adanya hubungan dosis-respons. Perhitungan nilai LC₅₀ dengan metode 823 ppm. Berdasarkan klasifikasi toksisitas Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), nilai LC₅₀ tersebut termasuk dalam kategori toksik moderat / sedang. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 90% daun trembesi memiliki aktivitas toksisitas sedang terhadap larva Artemia salina. Dengan demikian, ekstrak ini berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif yang dapat dikembangkan lebih lanjut namun diperlukan penelitian lanjutan untuk mengidentifikasi senyawa aktif serta mengevaluasi keamanan pada sistem biologis yang lebih kompleks.

Haryanto; Passalowongi, A. Alya; Hadira; Ramadhani, Salsabila; Rois, Adelia +2 more

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi tingkat toksisitas ekstrak etanol 60% daun trembesi (Samanea saman) terhadap larva Artemia salina melalui penentuan nilai LC₅₀ menggunakan metode Reed-Muench dan analisis probit. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan post-test only control group design. Larva Artemia salina digunakan sebagai organisme uji dan dipaparkan pada berbagai konsentrasi ekstrak, yaitu 10 ppm, 100 ppm, 500 ppm, 1000 ppm, 5000 ppm, dan 10.000 ppm. Parameter yang diamati adalah jumlah kematian larva setelah 24 jam perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kematian larva meningkat seiring dengan kenaikan konsentrasi ekstrak, yang mengindikasikan adanya hubungan dosis-respons. Perhitungan nilai LC₅₀ dengan metode Reed-Muench diperoleh sebesar 351,07 ppm, sedangkan analisis probit menghasilkan nilai LC₅₀ sebesar 468,05 ppm. Berdasarkan klasifikasi toksisitas Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), nilai LC₅₀ tersebut termasuk dalam kategori toksik (30–1000 ppm). Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 60% daun trembesi memiliki aktivitas toksisitas sedang terhadap larva Artemia salina. Dengan demikian, ekstrak ini berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif yang dapat dikembangkan lebih lanjut, namun diperlukan penelitian lanjutan untuk mengidentifikasi senyawa aktif serta mengevaluasi keamanan pada sistem biologis yang lebih kompleks.

Haryanto; Buna, Nafila; Hafifah, Nurul; Arrahmah, Muftiha; Febrianti, Febi +1 more

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi tingkat toksisitas ekstrak etanol 90% daun trembesi (Samanea saman) terhadap larva udang (Artemia salina) menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dengan pendekatan Reed-Muench dan analisis probit. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan post-test only control group design. Larva Artemia salina digunakan sebagai organisme uji karena memiliki sensitivitas tinggi terhadap senyawa toksik dan sering digunakan sebagai indikator awal aktivitas bioaktif. Ekstrak diuji pada berbagai konsentrasi bertingkat untuk mengamati persentase mortalitas larva setelah 24 jam perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak berbanding lurus dengan peningkatan jumlah kematian larva, yang mengindikasikan adanya hubungan dosis-respons yang jelas. Nilai LC₅₀ yang diperoleh dengan metode Reed-Muench adalah sebesar 567,02 ppm, sedangkan dengan analisis probit diperoleh nilai LC₅₀ sebesar 581,0319 ppm. Perbedaan nilai ini disebabkan oleh perbedaan pendekatan analisis, di mana metode probit dinilai lebih akurat karena melibatkan transformasi statistik yang lebih kompleks. Berdasarkan klasifikasi toksisitas BSLT, nilai LC₅₀ sebesar 581,0319 ppm termasuk dalam kategori sangat toksik (LC₅₀ < 30 ppm). Tingginya tingkat toksisitas ekstrak diduga berkaitan dengan kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, dan tanin yang memiliki aktivitas sitotoksik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 90% daun trembesi memiliki potensi bioaktivitas yang tinggi dan berpeluang untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai sumber senyawa bioaktif dalam bidang farmasi maupun bioteknologi.

Haryanto; Arkam Runa Bombing, Mychellianien; Nurica; Ramadhani Putri Syahyuti, Nia; Nurul Aliyah , Afni +2 more

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai LC₅₀ ekstrak etanol 70% daun trembesi ( Samanea saman ) serta mengklasifikasikan tingkat toksisitasnya menggunakan metode Reed-Muench dan analisis probit. Uji toksisitas dilakukan terhadap larva Artemia salina sebagai organisme uji dengan variasi konsentrasi ekstrak yaitu 10, 100, 500, 1000, 5000, dan 10.000 ppm. Parameter yang diamati adalah jumlah kematian larva setelah 24 jam perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak berbanding lurus dengan peningkatan persentase kematian larva, yang mengindikasikan adanya hubungan dosis-respons yang jelas. Perhitungan menggunakan metode Reed-Muench dan analisis probit menghasilkan nilai LC50 sebesar 100,46 ppm. Berdasarkan klasifikasi toksisitas metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), nilai tersebut termasuk dalam kategori toksik sedang (moderatelytoxic). Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% daun trembesi memiliki aktivitas biologi yang signifikan terhadap organisme uji. Dengan demikian, ekstrak ini berpotensi untuk dikembangkan sebagai sumber senyawa bioaktif, namun tetap memerlukan kajian lebih lanjut terkait keamanan dan aplikasinya.

Haryanto; Auliya Alja, Dzakiyyah Azizah; Adzzariaat Zalza, Sysca; Munsir, Ana; Selviana, Murni +2 more

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat toksisitas ekstrak etanol daun trembesi (Samanea saman) terhadap larva Artemia salina menggunakan pendekatan Reed-Muench dan analisis probit. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pengujian toksisitas sebagai tahap awal dalam mengevaluasi keamanan dan potensi bioaktivitas senyawa bahan alam. Metode yang digunakan adalah uji toksisitas BSLT dengan variasi konsentrasi ekstrak diikuti dengan pengamatan jumlah kematian larva, kemudian dihitung nilai LC₅₀ menggunakan dua pendekatan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan dosis-respons dimana peningkatan konsentrasi ekstrak menyebabkan peningkatan mortalitas larva. Nilai LC₅₀ yang diperoleh sebesar 332,86 ppm dengan metode Reed-Muench dan 384,7689 ppm dengan analisis probit. Berdasarkan nilai tersebut ekstrak etanol daun trembesi tergolong dalam kategori toksik sedang (moderat). Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak memiliki aktivitas biologis yang nyata dan berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai sumber senyawa bioaktif di bidang farmasi khususnya sebagai kandidat agen sitotoksik.

Haryanto; Yunasti, A. Audia; Ulfaidah, Novi; Ramadhani, Besse; Ratna Dewi Angraeni, Sri +4 more

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Daun prasman (Euphatorium triplinerve Vahl) merupakan tanaman herbal yang diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berpotensi memberikan aktivitas biologis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai LC₅₀ dan mengklasifikasikan tingkat toksisitas ekstrak metanol daun prasman menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) terhadap larva Artemia salina Leach. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut metanol. Uji toksisitas dilakukan pada konsentrasi 10, 100, 500, 1.000, 5.000, dan 10.000 ppm dengan masing-masing perlakuan diamati selama 24 jam. Data kematian larva dihitung dalam bentuk persentase mortalitas dan dianalisis menggunakan metode probit untuk menentukan nilai LC₅₀. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kematian larva meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak, yaitu 0% (10 ppm), 2,94% (100 ppm), 7,69% (500 ppm), 31,81% (1.000 ppm), 52,38% (5.000 ppm), dan 80,95% (10.000 ppm). Analisis probit menunjukkan bahwa nilai LC₅₀ ekstrak metanol daun prasman berada pada rentang 1.000–10.000 mg/L lebih tepatnya 2.103 ppm. Berdasarkan klasifikasi toksisitas, ekstrak metanol daun prasman termasuk dalam kategori sedikit beracun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun prasman memiliki aktivitas toksik terhadap larva Artemia salina serta berpotensi menjadi sumber senyawa bioaktif yang dapat dikembangkan lebih lanjut melalui penelitian farmakologi dan toksikologi lanjutan.

Tappo, Liberthy Mendila; Zainuddin, Asnia; Yasnani

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat Indonesia. Data nasional Kementerian Kesehatan RI tahun 2024 mencatat 257.271 kasus dengan 1.461 kematian, sedangkan hingga 23 Juni 2025 dilaporkan 78.646 kasus dan 346 kematian. Penggunaan larvasida sintetis dapat menimbulkan resistensi dan dampak negatif terhadap lingkungan. diperlukan alternatif larvasida yang berasal dari bahan alami, contohnya serai dapur (Cymbopogon citratus) yang diketahui mengandung senyawa aktif seperti sitronelal, geraniol, flavonoid, saponin, dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak serai dapur (Cymbopogon citratus) terhadap mortalitas larva Aedes aegypti. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan rancangan post-test only control group design. Larva Aedes aegypti instar III–IV dibagi menjadi lima perlakuan yaitu ekstrak serai dapur konsentrasi 10%, 20% dan 30%, kontrol positif (Abate), serta kontrol negatif. Setiap kelompok terdiri atas empat kali pengulangan dengan 25 larva setiap pengulangan. Pengamatan mortalitas larva dilakukan pada 1 jam, 3 jam, 6 jam, dan 24 jam setelah perlakuan. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mortalitas larva meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak dan lamanya waktu paparan. Pada pengamatan 24 jam, seluruh konsentrasi ekstrak menunjukkan mortalitas sebesar 100%, sedangkan kontrol negatif sebesar 2%. Analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada mortalitas larva Aedes aegypti antar kelompok perlakuan (p<0,05). Berdasarkan Hasil Penelitian, dapat disimpulkan ekstrak serai dapur (Cymbopogon citratus) efektif terhadap mortalitas larva Aedes aegypti sebagai larvasida nabati dalam pengendalian vektor DBD.

Husna, Anita Nur; Irwandi; Budiyanto, Angga Bayu

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Antibakteri merupakan molekul senyawa yang mampu mencegah membasmih bakteri. Bahan antibakteri seringkali ditemukan dalam makhluk hidup sebagai metabolit sekunder. Bandotan (A. conyzoides) digunakan sebagai obat alternatif karna mengandung senyawa fitokimia yang dapat memperlambat pertumbuhan bakteri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adanya metabolit sekunder yang terdapat pada ekstrak bandotan (A. conyzoides) dan ekstrak etanol bandotan (A. conyzoides) memiliki efektivitas dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus dan bakteri E. Coli. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode cakram disk dengan variasi konsentrasi 25% dan 50%. Data yang dihasilkan kemudian dianalisis menggunakan ANOVA (Analisis Varians) untuk mengetahui perbedaan rata-rata antar data, analisis dilanjutkan dengan menggunakan uji LSD (least significant difference). Hasil dalam penelitian ini mendapatkan zona hambat disekitar kertas cakram sesuai dengan sesuai dengan konsentrasi ekstrak yang digunakan pada bakteri S. aureus pada konsentrasi 25% dan 50% dengan nilai rata-rata 3,9 mm dan 2,3 mm kategori lemah dan bakteri E. coli pada konsentrasi 25% dan 50% dengan nilai rata-rata 1,1 mm dan 4,9 mm kategori lemah. Pada analisis data menunjukan bahwa kontrol positif berbeda signifikan (P ?0,05) dengan konsentrasi 25% dan konsentrasi 50% ekstrak etanol bandotan sehingga pada konsentrasi tersebut belum efektif dalam menghambat pertembuhan bakteri S. aureus dan E.coli

Andi Patimang

ISAINTEK: Jurnal Informasi, Sains dan Teknologi 2026 Politeknik Negeri FakFak

LAMPUKITA merupakan salah satu UMKM VCO di Kabupaten Fakfak. Hasil dari pembuatan VCO usaha tersebut,  menghasilkan blondo yang selanjutnya diolah menjadi minyak goreng.  Berdasarkan aspek pemasaran,VCO LAMPUKITA memiliki prospek yang baik. Namun, ketersediaan bahan baku kelapa yang memenuhi syarat pembuatan produk utama, jumlahnya terkadang tidak tersedia.  Penelitian sebelumnya fokus pada teknik ekstraksi VCO, masih sedikit membahas strategi bisnis spesifik untuk minyak goreng hasil blondo ditingkat UMKM dengan kendala bahan baku.  Tanpa strategi pengembangan yang tepat, LAMPUKITA akan sulit bertahan secara finansial meskipun produknya memiliki nilai gizi lebih unggul. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman,  menentukan faktor internal, eksternal strategi terbaik dan model pengembangan bisnis baru yang dapat diterapkan LAMPUKITA. Penentuan lokasi secara purposive. Jenis data yaitu data primer dan data sekunder.  Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi.  Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif (analisis SWOT dan BMC) dan kuantitatif (metode IFAS, EFAS dan QSPM).  Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa kekuatan utama usaha LAMPUKITA terletak pada keunggulan produk alami, pemanfaatan blondo VCO, serta cita rasa khas kelapa Fakfak. Kelemahan utamanya adalah keterbatasan ketersediaan kelapa yang memenuhi standar VCO, kapasitas produksi masih kecil, dan keterbatasan modal. Analisis IFAS dan EFAS menunjukkan LAMPUKITA berada pada kondisi cukup mendukung untuk dikembangkan secara internal dan eksternal. Keberlanjutan usaha ditentukan oleh manajemen rantai pasok  kelapa. Strategi paling tepat dikembangkan adalah strategi kemitraan dengan petani kelapa berbasis standar VCO.  LAMPUKITA dapat menerapkan berbagai model bisnis baru untuk menanggulangi keterbatasan bahan baku.

Hidayatullah, Syarif; suteja, suteja

ISAINTEK: Jurnal Informasi, Sains dan Teknologi 2026 Politeknik Negeri FakFak

Korosi pada aluminium dalam lingkungan air laut merupakan permasalahan serius yang dapat menurunkan umur pakai material. Berbagai inhibitor alami telah dikembangkan sebagai alternatif ramah lingkungan, tetapi kajian mengenai penggunaan ekstrak labu kuning sebagai inhibitor korosi aluminium dalam media air laut, terutama dengan mempertimbangkan pengaruh temperatur, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi inhibitor ekstrak labu kuning dan temperatur terhadap laju korosi aluminium menggunakan metode weight loss. Variasi konsentrasi inhibitor yang digunakan adalah 0 ppm, 1000 ppm, 2000 ppm, dan 3000 ppm, dengan variasi temperatur 27°C, 35°C, dan 45°C selama waktu perendaman 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi inhibitor secara signifikan menurunkan laju korosi, dengan nilai optimum pada 3000 ppm yang menghasilkan laju korosi sebesar 0,448 mm/year dan efisiensi inhibisi sebesar 74,06%. Sebaliknya, peningkatan temperatur menyebabkan kenaikan laju korosi dan penurunan efisiensi inhibitor. Analisis parameter aktivasi menunjukkan bahwa penambahan inhibitor meningkatkan energi aktivasi (Ea) dari 17,075 kJ/mol menjadi 28,432 kJ/mol, yang mengindikasikan bahwa proses korosi menjadi lebih sulit terjadi. Secara keseluruhan, ekstrak labu kuning terbukti efektif sebagai inhibitor korosi ramah lingkungan yang bekerja melalui mekanisme adsorpsi dan pembentukan lapisan pelindung pada permukaan logam.

Julia Megawati Djamal; Fivianti Fivianti; I Made Rantiasa; Febrianika Ayu Kusumaningtyas

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2026 Universitas Muhamadiyah Manado

Rumbia fruit contains various bioactive secondary metabolites, particularly flavonoids, which are recognized for their antioxidant properties. These compounds contribute to the prevention of oxidative damage by scavenging and neutralizing free radicals. To enhance its practicality and ease of application, the fruit pulp extract was incorporated into a cream formulation. This study aimed to develop a topical cream containing rumbia fruit pulp extract and to evaluate its physicochemical characteristics. The antioxidant activity of the formulated cream was assessed using the 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) radical scavenging assay. The results demonstrated that the extract could be successfully formulated into a stable cream preparation. Furthermore, the formulated cream complied with the quality requirements for topical creams, as evidenced by satisfactory organoleptic properties, homogeneity, pH value, spreadability, and adhesiveness. Antioxidant evaluation revealed a color transition from purple to yellow during the DPPH assay, indicating the ability of the extract to scavenge free radicals and exhibit antioxidant activity.