Publication Search

67,356 articles from 564 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-6 of 6

Analytics

Dwi Rindiani; Eriskatri Nurandriani; Ninstar Fathina Rifa; Yosi Soraya; Windy Risa Maghfira +1 more

jurnal ABDIMAS Indonesia 2023 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Pengelolaan obat sangat penting dalam sistem pelayanan kesehatan, sehingga penerapannya harus dilakukan secara tepat dan bijak. Berbagai permasalahan terkait obat dapat dikarenakan masyarakat kurang paham tentang penggunaan dan penanganan obat dengan benar. Masalah penyalahgunaan obat-obatan di masyarakat merupakan faktor yang perlu menjadi perhatian terutama daerah pedesaan dengan fasilitas kesehatan terbatas. Tujuan kegiatan ini yaitu untuk memberikan edukasi dan informasi tentang cara mendapatkan obat, menggunakan obat, penyimpanan obat hingga pada proses membuang obat dengan baik dan benar. Metode penyuluhan ini dilakukan secara langsung dengan ceramah dan diskusi secara interaktif. Diskusi dilakukan dengan metode tanya jawab terkait materi serta konseling berdasarkan masalah setiap individu terkait penggunaan obat. Materi selain disajikan secara presentasi juga diberikan melalui leaflet terkait cara pengelolaan obat yang baik dan benar (DAGUSIBU). Kegiatan penyuluhan ini telah dicapai dengan menambah wawasan dan informasi kepada masyarakat tentang cara pengelolaan obat yaitu DAGUSIBU dalam kehidupan sehari-hari.

Yulia Maulidatul; Latifah Mulyani

jurnal ABDIMAS Indonesia 2023 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilakukan oleh STIKES Ibnu Sina Ajibarang. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan obat yang tepat. Kegiatan dimulai dengan pembukaan dan sambutan oleh ibu-ibu PKK di desa setempat. Para peserta penyuluhan terutama terdiri dari ibu-ibu rumah tangga. Mereka diberikan penjelasan mengenai definisi umum obat serta klasifikasi obat seperti obat bebas, obat bebas terbatas, obat keras, dan obat wajib apotek. Tujuan penjelasan ini adalah agar masyarakat memahami perbedaan jenis obat dan cara memperolehnya dengan tepat. Selanjutnya, peserta juga diberikan informasi mengenai berbagai macam sediaan obat dan cara penggunaannya. Hal ini penting agar masyarakat tidak salah dalam menggunakan obat dan memahami teknik penggunaan yang tepat, terutama untuk sediaan obat yang memerlukan teknik khusus seperti obat inhalasi dan suntikan. Selain itu, masyarakat juga diberikan pengetahuan tentang tata cara penyimpanan dan pembuangan obat yang baik dan benar. Penyimpanan yang tepat dapat menjaga kualitas obat, sedangkan pembuangan yang benar mencegah penyalahgunaan obat serta kerusakan lingkungan. Kegiatan penyuluhan DAGUSIBU diakhiri dengan sesi tanya jawab, di mana masyarakat aktif bertanya dan berdiskusi tentang pengelolaan obat yang benar. Respon positif dari peserta menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran mereka terhadap pentingnya penggunaan obat yang tepat. Secara keseluruhan, penyuluhan DAGUSIBU di Desa Kalisari, Banyumas, berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat yang benar. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengelola obat dengan baik, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat secara umum.

Iva Rinia Dewi; Arinda Nur Cahyani; Anisa Annastasya

jurnal ABDIMAS Indonesia 2023 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah merubah pola hidup dan pola pikir masyarakat. Kemudahan informasi juga semakin memudahkan masyarakat dalam mendapatkan obat-obat tersebut. Penggunaan obat yang sudah memasyarakat ini tidak diimbangi dengan kesadaran penggunaannya. Banyak masyarakat memperlakukan obat dengan kurang tepat. Hal tersebut menyebabkan obat tidak bisa berfungsi sebagaimana yang diharapkan. DAGUSIBU adalah prinsip yang harus diterapkan semua orang ketika membeli, menggunakan, menyimpan, serta membuang obat. DAGUSIBU sendiri merupakan bentuk akronim DApatkan, GUnakan, SImpan, dan BUang. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk membina kader kesehatan peduli obat di tingkat Desa Ledug Kecamatan Kembaran dan memberikan edukasi kepada masyarakat agar dapat memperoleh, menggunakan, menyimpan dan membuang obat dengan benar sehingga dapat mencegah penggunaan obat yang tidak rasional. Metode yang digunakan dalam dalam pengabdian masyarakat kali ini adalah dengan memberikan penyuluhan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan juga dilakukan pembagian leaflet agar masyarakat bisa melihat dan membaca kembali garis besat dari materi yang disampaikan. Evaluasi dilakukan dengan cara peserta mengisi kuisioner pretest dan posttest. Berdasarkan hasi pretest dan posttest menunjukan adanya peningkatan pengetahuan ditunjukan dengan hasil posttest yang meningkat. Kegiatan sosialisasi berjalan dengan baik dan lancar dan peserta antusias dalam menyampaikan pertanyaan. Kesimpulan: Dengan adanya penyuluhan tentang DAGUSIBU maka dapat meningkatkan pengetahuan dan kemudian diaplikasikan di lingkungan maupun keluarga.

Dhea Nur Fadhilah; Suharyanisa Suharyanisa; Dumartina Hutauruk; Siti Nurbaya

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Indonesia merupakan salah satu negara yang berlokasi di wilayah yang rawan terhadap berbagai kejadian bencana alam. Banjir merupakan bencana yang setiap tahun terjadi di Indonesia dan berbagai kejadian banjir terbukti berdampak pada kehidupan manusia dan lingkunganya terutama dampaknya terhadap kesehatan masyarakat yang terkena banjir. Penyakit yang dialami biasanya berupa diare, demam, dan gatal-gatal pada kulit yang disebabkan oleh bakteri, virus maupun patogen lainnya. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan sosialisasi tentang bahaya banjir dan pengenalan tentang antibiotik kepada masyarakat, sehingga penyakit dampak banjir khususnya diare dapat teratasi dengan baik, kegiatan ini dilakukan oleh tim Dosen Universitas Sari Mutiara dengan melakukan edukasi mengenai Dapatkan Gunakan Simpan dan Buang (DAGUSIBU) Antibiotik. Metode kegiatan ini melibatkan masayarakat di Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang adalah ceramah, pembagian leaflet, dan tanya jawab. Ceramah yang disajikan dalam bentuk presentasi power point, pembagian leaflet dalam bentuk brosur dilanjutkan dengan sesi diskusi atau tanya jawab tentang DAGUSIBU Antibiotik. Hasil dari kegiatan ini adalah di Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang mendapatkan edukasi terkait Sosialisasi Bahaya Banjir dan DAGUSIBU (dapatkan, gunakan, simpan, dan buang) antibiotik.    

Monica Suryani; Manahan Situmorang; Steven Tandiono

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Diabetes Mellitus (DM) merupakan masalah kesehatan global yang insidensinya semakin meningkat. Indonesia menempati peringkat 4 di dunia setelah Amerika Serikat India dan China. Peningkatan kemakmuran di negara berkembang dan perubahan gaya hidup menyebabkan peningkatan prevalensi penyakit degeneratif salah satunya Diabetes Mellitus (DM). Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan sosialisasi dan edukasi tentang diabetes mellitus dagusibu dalam meningkatkan rasionalitas penggunaan obat kepada masyarakat. Metode kegiatan ini melibatkan apoteker dan masyarakat di Taman Cadika, Kota Medan, Sumatera Utara.  Hasil dari kegiatan ini adalah Tim pengabdian masyarakat berharap agar masyarakat dapat mendapatkan pengetahuan tentang diabetes mellitus dagusibu dalam meningkatkan rasionalitas penggunaan obat serta cara mendapatkan, gunakan, menyimpan, dan membuang obat antibiotik yang benar, sehingga tidak terjadi penyalahgunaan obat. Berdasarkan hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan oleh Apoteker Kota Medan. Kegiatan ini berjalan dengan baik serta masyarakat dapat menerima pengetahuan tentang sosialisasi dan edukasi tentang diabetes mellitus dagusibu dalam meningkatkan rasionalitas penggunaan obat.    

Devina Chandra; Natanael Priltius; Manuppak Irianto Tampubolon

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Wilayah Indonesia merupakan negara kepulauan, secara geografis terletak di persimpangan tiga lempeng utama  dengan potensi bencana banjir yang sangat besar. Banjir dapat menyebabkan kerusakan seperti materi dan kesehatan pada masyarakat. Penyakit yang dialami biasanya berupa diare, demam, dan gatal-gatal pada kulit yang disebabkan oleh bakteri, virus maupun patogen lainnya. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan sosialisasi tentang bahaya banjir dan pengenalan tentang vitamin kepada masyarakat, sehingga terjadi peningkatan imun tubuh yang dilakukan oleh tim Dosen Universitas Sari Mutiara dengan melakukan edukasi mengenai Dapatkan Gunakan Simpan dan Buang (DAGUSIBU) Vitamin. Metode kegiatan ini melibatkan masayarakat di Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang adalah ceramah, pembagian leaflet, dan tanya jawab. Ceramah yang disajikan dalam bentuk presentasi power point, pembagian leaflet dalam bentuk brosur dilanjutkan dengan sesi diskusi atau tanya jawab tentang DAGUSIBU Vitamin. Hasil dari kegiatan ini adalah di Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang mendapatkan edukasi terkait Sosialisasi Bahaya Banjir dan DAGUSIBU (dapatkan, gunakan, simpan, dan buang) vitamin.