Publication Search

71,387 articles from 644 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 31

Analytics

Kurnianingsih kurnianingsih; Faradila Agista

Garina 2020 Akademi Kesejahteraan Sosial Ibu Kartini Semarang

Indonesia is an agricultural country that has great potential for the development of tropical fruits, horticultural crops and vegetables. Vegetables are important foods that are needed by the body because they contain nutrients needed by the body. However, some sweet potatoes that contain nutrients have not been adequately studied and utilized, including sweet potato (Ipomoea batatas L) from the Convulvulaceae family (Suparman, 2007). Sweet potato plants (Ipomoea batatas L) from 1968 until now have been widely produced, even Indonesia was the fourth largest country that produced sweet potato plants.The objectives of this study were: 1) Knowing the process of making purple sweet potato Gel candy; 2) Knowing consumer acceptance of purple sweet potato Gel candy products; 3) Knowing the nutritional content of purple sweet potato Gel candy. The methods used in this research include literary, documentation, experimental, organoleptic, hedonic and nutritional content methods. The resulting data is then processed and evaluated and then presented in tables and diagrams with in-depth explanations.The results showed that the best formula composition is found in code 472 The characteristics of the purple sweet potato gel candy produced are sweet and sour taste, candy aroma, solid chewy texture, light purple color. The panelists' acceptance of the making of purple sweet potato gel candy through the hedonic test results showed that the most favored by the Panelists were the product code 472 with a composition of 60 grams of sweet potato, 75 grams of gelatin, 75 grams of sugar, 1 gram of himalaya salt.

Rizky Budiyanto, Amelia; Muzayanah, Muzayanah

DINAMIKA HUKUM 2020 Universitas Stikubank

Berdasarkan pasal 28 H ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945. Pemerintah Daerah memiliki  tanggung jawab untuk memenuhi hak atas layanan kesehatan warganya sehingga warganegara berhak mendapatkan layanan kesehatan. Dengan demikian Pemerintah Kota Semarang mengesahkan Peraturan Walikota Semarang Nomor 43 Tahu 2017 tentang Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan. Fakir Miskin an anak terlantar di pelihara oleh negara, hal itu tertuang pada pasal 34 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945. Melalui program UHC, Pemerintah Kota Semarang memberikan pelayanan kesehatan pada warganya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan jaminan kesehatan terutama bagi warga miskin dan tidak mampu demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Tipe penelitian ini menggunakan metode yuridis-normatif, yaitu dengan menggambarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dikaitkan dengan teori-teori hukum dan praktek pelaksanaan hukum positif yang berkaitan dengan permasalahan. Penelitian yuridis-normatif sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh penulis, karena dalam penelitian ini penulis berusaha menguraikan kenyataan-kenyataan yang ada atau fakta yang ada dan mendeskripsikan sebuah masalah yang terdapat pada pelaksanaan Peraturan Walikota Semarang No 43 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan. Dengan adanya PBI maupun UHC hal itu telah membantu masyarakat dari segi biaya, namun perlu ditambahkan bahwa Perwal Kota Semarang Nomor 43 Tahun 2017 tersebut belum mengatur lebih rinci mengenai untuk rawat jalan sehingga masih menimbulkan beban biaya yang dirasakan oleh masyarakat. Dan juga pemerintah masih perlu melakukan sosialisasi mengenai program UHC, terbukti di tahun ke-3 (tiga) program tersebut berjalan masih ada masyarakat yang belum mengetahui program tersebut. Sayang rasanya bilamana program tersebut manfaatnya belum bisa dirasakan oleh masyarakat secara keseluruhan. Kata kunci: Implementasi, Jaminan Kesehatan, Warga Miskin  

Euis Kusumarini; Marton Musa

Jurnal DIKMAS 2020 Biro Pengelolaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarat SETIA Ngabang

Dalam rangka juga memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan mengikuti aturan kebaikan dari pemerintah pembelajaran daring sebagai solusi tetap berjalannya pelaksanaan pembelajaran.Pembelajaran daring dikatakan efektif untuk mengatasi pembelajaran yang memungkinan pengganti guru dan siswa berinteraksi dalam kelas dengan bentukkan online seperti WA, Google Meet, Zoom, Jitsu atau apapun  yang dapat diakses dimana saja dan kapan saja. Pembelajaran daring dituntut siswa belajar mandiri dan motivasi diri sendiri untuk dapat mampu menyelesaikan tugas tanggung jawabnya pada sekolah untuk pelajaran.Maka perlu adanya tambahan dorongan lebih secara bertahapan guna menyelesaikan, mengurangi, dan tercapainya apa yang diharapkan oleh pihak bersama dalam menuntaskan program Wajib Belajar 12 Tahun. Tambahan dorongan itu adalah perlu dengan layanan tambahan berupa Bimbingan Belajar Daring pada Siswa tersebut yang dikelola secara terprogram sistematis, teratur, tertib aman dan lancar di keadaan pandemi Covid-19 ini. Terprogramya adalah dimana pengabdi pada pengabdian masyarakat kami dari anggota Panitia Pengabdian Masyarakat LPPM Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda Berkeinginan telah melaksanakan  kegiatan tersebut. Laporan Pengabdian Pengabdian Kepada Masyarakat ini tercapainya tujuan adanya solusi pemecahan masalah: Bagaimana caranya untuk dapat cukup mampu meningkatkan kualitas pendidikan di masa Pandemi Covid 19 pada sekolah dasar terutama khususnya di SDN 010 Samarinda Utara.Dengan Bimbingan Belajar Daring ini  membantu siswa dan guru untuk dapat bekerjasama dalam tugas hak tanggung jawabnya  tercapai sesuai yang akan diinginkan dan diharapkan. Dalam telah mensolusikan pemecahan permasalahan serta menimbulkan semangat untuk upaya cukup besar masih tetap termotivasi minat belajar pembelajaran daring dengan segala kekurangan dan kelebihan pembelajaran daring yang telah diberlakukan selama masa pandemi Covid-19 ini terutama sekolah dasar terkhusus di SDN 010 Samarinda.

Amalia Nuruul Azizah; Alfi Muklis Kurniawan; Fina Oktaviani2

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2020 Universitas Muhammadiyah Manado

Penyebab pernikahan dini biasanya adalah faktor budaya dan sosioekonomi. Beberapa orangtua beranggapan bahwa anak dapat menjadi penyelamat keuangan keluarga saat menikah karena anak yang belum menikah akan menjadi beban keluarga. Ada pula yang beranggapan, anak akan memiliki kehidupan yang lebih baik setelah menikah. Padahal, bila anak tersebut putus sekolah, justru akan memperpanjang rantai kemiskinan serta hak dasar anak seperti sekolah terampas. Dampak lain pernikahan dini adalah merugikan perekonomian negara karena sebanyak 1,7 persen pendapatan negara bisa hilang.

Fitrian Prila Wardani; Amalia Nurul Azizah; Fina Oktaviani

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2020 Universitas Muhammadiyah Manado

Sebagian besar masyarakat sudah mengetahui apa itu kain perca, kain sisa potongan yang sudah tidak terpakai tersebut ternyata masih bisa dimanfaatkan. Bahkan di tangan - tangan kreatif, kain perca dapat disulap menjadi barang-barang kerajinan yang trendi dan tentunya bermanfaat. Membuat kerajinan kain perca, ternyata tidak serumit yang kita bayangkan, cukup sedikit ketelitian dan kreatifitas kita saja.Pelaksanaan pelatihan pembuatan bross dengan kain perca sebagai bahan dasat menggunakan metode sebagai berikut : 1. Sosialisasi kegiatan pelatihan dan pendampingan pembelajaran konsep-konsep ilmiah yang relevan terkait pemanfaatan dan pengelolaan kain perca menjadi kerajinan. Metode yang digunakan adalah metode ceramah dan diskusi grup yaitu memberikan waktu untuk tanya jawab tentang materi yang telah diberikan. 2. Pendampingan pelatihan melalui beberapa metode. Metode ceramah digunakan untuk menjelaskan materi secara menyeluruh terkait kegiatan. Selain metode ceramah juga menggunakan metode demonstrasi dan latihan. Metode ini dilakukan dengan mempraktekkan dan memberikan pelatihan dalam pembuatan bross dari kain perca kepada masyarakat. Pelatihan dibimbing pemateri dan setiap kelompok juga berkesempatan untuk saling bertukar pikiran, ide dan mengadakan latihan bersama untuk berkreasi dalam menghasilkan bross dengan berbagai variasi. 3. Pendampingan pelatihan dan manajemen pengembangan usaha yang baik. Kegiatan ini menggunakan metode ceramah, metode diskusi, dan latihan. Masyarakat yang hadir cukup antusias dalam mengikuti pelatihan pemanfaatan kain perca. Masyarakat menirukan apa yang dicontohkan oleh tim pelaksana, kebanyakan masyarakat belum pernah membuat bross dari kain perca. Namun, Alhamdulillah dengan adanya pelatihan, masyarakat dapat membuat bross dari kain perca bahkan salah beberapa masyarakat bisa membuat bross dengan sangat bagus sehingga tim pelaksana memberikan hadiah sebagai penghargaan dan apresiasi agar merangsang masyarakat untuk menekuni pemanfaatan kain perca untuk dijual, sehingga dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat Desa Sudagaran Kecamatan Sidareja.Program Pengabdian Masyarakat merupakan salah satu wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dapat memberikan sumbangsih positif bagi kemajuan dunia pendidikan. Dari kegiatan yang telah dilakukan yaitu "Pelatihan Pembuatan Bross dengan Bahan Dasar Kain Perca" dapat menambah pengetahuan, meningkatkan pemahaman, kreativitas, produktivitas dan keterampilan serta tingkat ekonomi masyarakat Desa Sudagaran Kecamatan Sidareja.

Sufa, Feri Faila; Setiawan, M Hery Yuli; Setiawan, M Hery Yuli

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Membaca menulis berhitung merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki anak dan sangat penting dalam keberhasilan pendidikan dan perkembangan hidupnya. Jika kemampuan anak terhadap kemmapuan dasar tersebut cukup baik, maka kemampuan literasi sebagai penunjang keberhasilan dalam pendidikan maupun pekerjaan akan mudah tercapai. Namun sistem pendidikan dan capaian pembelajaran di PAUD dan SD sangat berbeda. Hal ini yang menyebabkan perbedaan persepsi antara pendidik dan orang tua dalam memandang pembelajaran calistung pada anak usia dini. Tujuan pengebdian ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang karakteristik perkembnagan  anak sesuai usia dan kebutuhannya.  Metode yang digunakn dalam kegiatan ini adalah melakukan analisis awal tentang terkait pemahaman orang tua dalam pendidikan anaknya, melakukan persiapan dan melaksanakan pengabdian dan pendampingan setelah dilakukan sosialisasi dan materi pengabdian. Hasilnya ada peningkatan pemahanan sebesar 50% dari pre test dan post test. Data dikumpulkan berdasarkan tes (pre tes dan posttest), wawancara ,  pengamatan dan dokumen hasil pekembangan anak.

Jumanto, Jumanto; Wicaksono, Anggit Grahito

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Kurikulum 2013 yang diterapkan di Sekolah Dasar merekomendasikan model pembelajaran berbasis pendekatan saintifik yaitu discovery learning, project-based learning, problem-based learning dan inquiry learning. Sebagian besar guru di SD Negeri Gandekan No 230 Surakarta mengaku belum memahami keempat model pembelajaran tersebut sehingga perlu adanya pelatihan tentang model discovery learning dan project-based learning. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi: (1) metode pendekatan yang dilakukan mulai tahap survei, perijinan, dan pemberian motivasi bagi guru yang akan mengikuti pelatihan (2) metode pelaksanaan program, meliputi tahap pendahuluan, tahap sosialisasi dan audiensi, tahap pelatihan, serta tahap evaluasi akhir. Hasil kuesioner tanggapan guru terhadap pengabdian yang telah dilakukan menunjukan bahwa materi pelatihan sangat diminati dan dibutuhkan guru dalam pengembangan pembelajaran abad 21 dan menunjang era revolusi industri 4.0. Guru merasakan manfaat dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan karena dapat menjadi wawasan keilmuan baru dalam pengembangan kegiatan pembelajaran di sekolah.

setiawati, beta; setyowati, ratini

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Kemampuan Bahasa Inggris siswa-siswa SMK Mandala Bhakti Surakarta harus diperbaiki. Salah satu indikator rendahnya kemampuan Bahasa Inggris para siswa adalah skor English Proficiency Test yang berequivalensi dengan TOEIC rata-rata masih berkisar 200 sementara nilai maksimalnya adalah 990. Pada umumnya, para siswa belum mengetahui strategi dalam mengerjakan English Proficiency Test yang berequivalensi dengan TOEIC yang terdiri dari tujuh bagian yang berbeda yaitu (1) Listening: photos (2) Listening: question and response (3) Listening: short conversation (4) Listening: short talks (5) Grammar: Incomplete sentences (6) Grammar: text completion (7) Reading comprehension. Pelatihan sangat diperlukan oleh para siswa karena TOEIC adalah tes yang sekarang ini banyak dipakai untuk kepentingan bekerja di perusahaan multinasional maupun internasional.       Masalah rendahnya skor English Proficiency Test yang berequivalensi dengan TOEIC para siswa di SMK Mandala Bhakti Surakarta diminimalisir oleh tim dengan cara memberikan pelatihan intensif TOEIC preparation serta memberikan strategi jitu untuk mengerjakan soal-soal TOEIC dengan cepat dan tepat pada para siswa. Sebelum melaksanakan kegiatan, tim terlebih dahulu melakukan studi pendahuluan melalui observasi dan wawancara, baik dengan guru- guru Bahasa Inggris maupun siswa-siswa SMK Mandala Bhakti. Observasi dilakukan dengan cara memberikan pre-test English Proficiency Test yang berequivalensi dengan TOEIC untuk memperoleh data tentang kondisi kemampuan Bahasa Inggris mereka dan langsung menganalisis tingkat kesulitan tertinggi pada rata-rata siswa sehingga tim dapat mengetahui kebutuhan materi yang akan digunakan untuk pelatihan. Tim juga akan melakukan wawancara terhadap guru-guru Bahasa Inggris untuk mengetahui latar belakang secara umum siswa-siswa di SMK Mandala Bhakti dan kondisi kemampuan Bahasa Inggris para siswa. Studi pendahuluan ini dilakukan agar kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat memberikan kontribusi pada siswa-siswa SMK Mandala Bhakti dalam meningkatkan pemahaman dan ketrampilan Bahasa Inggris khususnya dalam mengerjakan TOEIC dengan hasil yang optimal. Hasil dari studi pendahuluan digunakan oleh tim untuk menyusun rencana pengajaran, materi, serta metode pembelajaran yang akan digunakan dalam pelatihan TOEIC.       Kegiatan pelatihan berlangsung selama dua bulan dengan intensitas pertemuan satu kali seminggu dalam durasi 100 menit tiap pertemuan. Lama waktu yang dibutuhkan ini terkait dengan pertimbangan agar kegiatan pelatihan tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut. Peserta pelatihan berjumlah 100 siswa kelas XI yang terdiri dari siswa program keahlian farmasi dan keperawatan.       Setelah pre-test, pelatihan TOEIC, dan evaluasi berlangsung, diharapkan siswa-siswa SMK Mandala Bhakti khususnya kelas Farmasi XII-2 dan XII-3 dan Keperawatan XII-1 dan XII-2 memiliki kemampuan penguasaan dalam mengerjakan soal-soal English Proficiency Test yang berequivalensi dengan TOEIC yang memadai terutama dalam tiga kemampuan dasar yang dilatihkan yaitu listening, structure, dan reading comprehension. Di samping itu, pelatihan ini juga ditujukan agar siswa-siswa terbiasa dengan tipe-tipe soal English Proficiency Test yang berequivalensi dengan TOEIC dan mengenali strategi cepat untuk menjawabnya dengan cepat dan tepat. Kemampuan ini diharapkan akan menunjang pencapaian tujuan sekolah yang menggunakan hasil tes English Proficiency Test yang berequivalensi dengan TOEIC sebagai sertifikat pendamping ijazah bagi para lulusan sekolah tersebut. Kata Kunci: Pelatihan,TOEIC, strategi, pre-test

Apriyanto, Beni; Karyantina, Merkuria; Widanti, Yannie Asrie

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2020 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Permen jelly adalah produk pangan semi basah yang terbentuk dari cairan dengan bahan dasar gula dan bahan pemanis lainnya. Tekstur permen jelly terbentuk dengan menambahkan gel sebagai bahan yang pembentuk gel. Penelitian ini bertujuan untuk meciptakan inovasi produk permen jelly dari ekstrak daun kersen-pandan yang kaya akan aktivitas antiksidan dan rendah kalori. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai inovasi produk dan pengembangan bahan pangan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 2 faktor. Faktor yang digunakan yaitu konsentrasi ekstrak daun kersen-pandan dan variasi jenis gula rendah kalori (sorbitol, stevia dan fruktosa). Perbandingan ekstrak daun kersen-pandan yang digunakan adalah 140:60, 160:40, dan 180:20. Formulasi perlakuan terbaik uji kimia pada pembuatan permen jelly ini adalah perbandingan ekstrak daun kersen-pandan 140:60 g dengan jenis gula stevia, dimana aktivitas antioksidan 40,39%, total fenol 2,194 mg GAE/g, gula total 6,711% kadar abu 0,066% dan kadar air sebesar 17,75%. Uji sensorik terbaik adalah perbandingan ekstrak daun kersen-daun pandan 140:60 g dengan jenis gula stevia, dimana warna 4,30 (hijau tua), flavor pandan 2,59 (agak kuat), rasa manis 1,72 (sedikit terasa manis), tekstur kenyal 2,02 (kenyal) dan kesukaan keseluruhan 1,87 (suka).

Sari, Lintang Sekar; Wulandari, Y Wuri; Mustofa, Akhmad

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2020 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Flakes adalah salah satu jenis makanan yang berbentuk lembaran tipis atau serpihan. Penelitian ini menggunakan tepung beras ketan hitam, tepung mocaf dan ampas kelapa sebagai bahan dasar pembuatan flakes. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi yang tepat untuk menghasilkan  flakes ampas kelapa yang memiliki kandungan serat tinggi dengan variasi lama pemanggangan. Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor yaitu perbandingan tepung komposit ketan hitam : mocaf dan variasi lama pemanggangan. Faktor pertama perbandingan tepung beras ketan hitam dan tepung mocaf (60:40, 70:30, dan 80:20), sedangkan faktor kedua variasi lama pemanggangan flakes (20, 25 dan 30 menit). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rasio konsentrasi tepung beras ketan hitam dan mocaf  80:20 dan lama pemanggangan selama 30 menit merupakan formulasi flakes yang terbaik karena memiliki sifat fungsional yang diharapkan yaitu kadar air 1,38%, kadar per berat keringnya yaitu antara lain: kadar abu 0,016%, kadar lemak 0,421%, kadar protein 0,122%, kadar serat kasar 0,184%, karbohidrat 0,268% serta uji organoleptik terhadap warna  3,54 (ungu tua kehitaman), flavor kelapa 2,84 (terasa), kerenyahan 2,82 (renyah), kekerasan 3,50 (keras), kesukaan keseluruhan 3,04 (paling disukai)

Saputri, Jessica Noni Estria Wicaksana Dwi; Wulandari, Yustina Wuri; Mustofa, Akhmad

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2020 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Flakes merupakan salah satu produk makanan sereal yang berbentuk serpihan. Penelitian ini menggunakan ubi ungu dan tepung gembili sebagai bahan dasar pembuatan  flakes. Ubi ungu kaya akan antioksidan yang dapat meningkatkan sifat fungsional  flakes, sedangkan gembili memiliki kadar inulin yang cukup tinggi. Penelitian ini juga menggunakan variasi lama pengovenan guna untuk mengetahaui tingkat kematangan flakes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan yang paling tinggi pada flakes ubi ungu tepung gembili dengan variasi lama pengovenan dan untuk mengetahui rasio konsentrasi ubi ungu : tepung gembili dengan variasi lama pengovenan yang disukai konsumen. Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu perbandingan ubi ungu : tepung gembili dan variasi lama pengovenan. Faktor yang pertama perbandingan ubi ungu dan tepung gembili (85:15, 90:10 dan 95:5), sedangkan faktor kedua variasi lama pengovenan flakes (40 menit, 45 menit dan 50 menit). Hasil penelitian ini menjukkan rasio konsentrasi ubi ungu dan tepung gembili 90:10 dan lama pengovenan selama 40 menit merupakan formulasi flakes yang terbaik karena memiliki sifat fungsional yang diharapkan yaitu aktivitas antioksidan 23,571%, kadar air 6,788%, kadar abu 3,628%, kadar lemak 5,977%, kadar protein 5,757%, karbohidrat 77,850% serta uji organoleptik terhadap warna 3,306; flavor ubi ungu 2,867; kerenyahan 3,417 dan kesukaan keseluruhan 3,183.

Wiwit Aris Pranata; Paulina Maria Ekasari Wahyuningrum; Timotius Tote Jelahu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2020 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Dalam  penulisan  skripsi  ini,  penulis  membahas  tentang  penanaman karakter melalui pendidikan agama Katolik di sekolah dasar. Penulisan skripsi ini melihat  pentingnya  pendidikan  agama  Katolik  untuk  menanamkan  karakter kepada siswa. Penulis melihat bahwa kurangnya penanaman nilai karakter di sekolah sehingga banyak siswa yang kurang sopan dan tidak menghargai guru dan siswa lainnya. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode studi pustaka yang menelaah tentang teori-teori nilai-nilai karakter dan pendidikan agama Katolik. Pendidikan Agama Katolik merupakan pendidikan yang dapat membuat siswa  semakin  mengenal  imannya.  Pendidikan  Agama  Katolik  sangat  efektif untuk penanaman nilai karakter karena inti dari pendidikan Agama Katolik adalah penanaman nilai-nilai yang berkaitan dengan nilai-nilai karakter. Penanaman nilai karakter melalui pendidikan agama Katolik sangan efektif, karena dalam pendidikan Agama Katolik memuat nilai-nilai karakter yang ditanamkan kepada siswa.

Mahmudah, Mahmudah; Rusmayani, Rusmayani; Arifin, Haris Nursyah

Jurnal Faidatuna 2020 STAI Denpasar Bali

The world of education in indonesia is currently experiencing a change in services due to the covid 19 pandemic and is required to make changes to the way of teaching, and other administrative services in the context of the indonesia education world, the massive changes in services resulting from the impact of the covid 19 pandemic have greatly disturbed students, teachers and parents. They are required to make changes to the way of teaching and learning and guide quickly and accurately.The role of the teacher is now very important because the learning prosess cannot be faceto-face anymore. The teacher must really do everything possible so that students can understand the material presented online.This study aims to determine:( 1) the role of teachers in improving PAI learning outcomes during the covid 19 pandemi at SD No. 1 Seminyak for the 2019/2020 school year, (2) learning outcomes during the covid 19 pandemi at SD No. 1 Seminyak 2019/2020 academic year, (3) inhibiting and supporting factors in the implementation of online learning in Islamic education subjects during the covid 19 pandemic at SD No. 1 Seminyak in the school year 2019/2020.This type of research is descriptive kwalitatif, the informan is determined by purposive method, while the key informants are the principel, religion teacher, home room teacher, students, student guardians and the data committee is analyzed by data reconstruction stages, data presentation, and verification conclusion.The results showed; (1) teachers are require to play a deeper role in online learning during the covid 19 pandemi, the online learning process delivered material through learning videos in the whatsap grop, make google absences from monitoring students to memorize short surahs via whatsapp or video calls to provide motivation and encouragement to students. (2) Pai's study results during the covid-19 pandemic are less than maximal because teachers cannot monitor students directly and many obstacles in online learning. (3) supporting factors in the implementation of online learning, namely, the availability of mobile quota and internet networks. While the inhibiting factor in online learning, namely, aconomi limitations, internet network is sometimes not as stable.

Fujiama Diapoldo Silalahi; Moh Muthohir; Mukhoyyarotul Jannah

JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS 2020 UNIVERSITAS STEKOM

This research, in general, aims to improve the learning outcomes of class X MIPA 4 students of MAN 1 Grobogan in the 2018/2019 academic year by implementing multimedia learning. And specifically it aims to make students able to achieve the learning objectives by producing a minimum KKM score of 70 and at least 80% of the total students are able to reach this minimum limit. The research method used in this research is the Classroom Action Research Method or better known as the Classroom Action Research (PTK) method. The PTK method is a process of assessing learning problems in the classroom through self-reflection in an effort to solve these problems by taking planned actions in real situations and analyzing any effects of these treatments. The results of research conducted on class X MIPA 4 MAN 1 Grobogan, the application of multimedia presentation learning media on the basic laws of chemistry and stoichiometry with the concept of enjoyful learning can improve student learning outcomes. That the application of multimedia presentation learning media can improve student learning outcomes in chemistry, especially in the material of the basic laws of chemistry and stoichiometry

Handini, Oktiana; Mustofa, Mukhlis

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pengabdian kepada masyarakat ini berupa penyampaian paparan materi  Optimalisasi Komunikasi Antar Pribadi Dalam Pendidikan  menuju Generasi Emas Pada Guru dan Orangtua Peserta Didik di SD Kestalan Surakarta. Pengabdian kepada masyarakat dengan menghadirkan guru, kepala sekolah dan perwakilan orang tua peserta didik yang tergabung dalam komite sekolah secara bersama-sama dalam acara paparan materi dan tanya jawab interaktif hingga pada level penguasaan guru SD Kestalan Surakarta tentang Optimalisasi Komunikasi Antar Pribadi Dalam Pendidikan Menuju Generasi Emas Pada Guru dan Orangtua Peserta Didik. Dengan Optimalisasi Komunikasi Antar Pribadi Dalam Pendidikan Menuju Generasi Emas Pada Guru dan Orangtua Peserta Didik di SD Kestalan Surakarta ini dimaksudkan agar mampu menumbuhkan atensi peserta didik, interaktif, komunikatif dan suasana yang menyenangkan dalam proses pembelajaran tematik Integratif di kelas. Sehingga dengan kondisi yang nyaman dan menyenangkan ini prestasi belajar peserta didik meningkat. Dengan meningkatnya prestasi belajar peserta didik secara otomatis akan meningkat pula peringkat sekolah tersebut. Sehingga terjalin hubungan harmonis antara guru dengan peserta didik dan guru dengan orang tua peserta didik dalam hal pendidikan dan tumbuh kembang peserta didik menuju generasi emas. Pengabdian kepada masyarakat ini adalah guru-guru di SD Kestalan Surakarta, sejumlah  30 peserta yang terdiri dari  guru ,Kepala Sekolah beserta orang tua peserta didik sebagai perwakilan Komite Sekolah. Pelaksanaan pada hari Senin 15 Juli 2019 di ruang kelas SD Kestalan Surakarta dengan pola waktu pelaksanaan selama 6 jam, mulai pukul 8.00 wib hingga pukul 15.00 wib.  Luaran pengabdian kepada masyarakat ini adalah (1). Memberikan dasar ilmiah bagi guru Sekolah Dasar dalam memahami hakikat komunikasi Antar Pribadi dalam pendidikan guna mendukung kelancaran proses pembelajaran. (2). Memberikan kejelasan secara teoritis dan pemahaman yang lebih baik tentang belajar, obyek belajar serta situasi dan kondisi belajar di Sekolah Dasar.(3). Memberikan kontribusi pemikiran bagi pengelola pendidikan dalam upaya meningkatkan kompetensi profesional guru di Sekolah Dasar melalui komunikasi antar pribadi dalam pendidikan. (4). Menjalin hubungan komunikasi antara guru dari pihak sekol;ah dan orangtua peserta didik di  Sekolah Dasar agar terbentuk komunikasi integratif dalam pendidikan. Selanjutnya hasil pengabdian kepada masyarakat ini dipresentasikan dalam Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyrakat dan dipublikasikan dalam jurnal pengabdian masyarakat terakreditasi dan ber ISSN.   Kata Kunci :   Komunikasi Antar Pribadi   Â

mustofa, mukhlis

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Kegiatan pembelajaran yang dilakukan dalam pengelolaan kelas menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Pelatihan Penyusunan Modul Pembelajaran IPS Berbasis Spasial Bagi Guru Kelas Sekolah Dasar Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Di SD Djama’atul Ichwan menjadi sebuah bagian untuk mendukung keberhasilan pembelajaran. Optimalisasi Pembelajaran berbasis spasial menuju peningkatan kualitas pembelajaran ini akan berlangsung efektif didukung dengan Modul Pelatihan penyusunan bahan ajar. Penerbitan modul pembelajaran perlu disusun untuk mengetahui seberapa optimal pembelajaran dilakukan. Melalui Modul Pembelajaran berbasis spasial tentunya akan didapatkan panduan pelatihan  yang akurat yang membantu guru untuk pengelolaan pembelajaran dan sebagai panduan dalam pengambilan keputusan dan mengikuti perkembangan yang telah dicapai oleh siswanya. Berdasarkan survei di lapangan terdapat fenomena rendahnya pemahaman spasial guru. Oleh karena itu, pada pengabdian kepada masyarakat kali ini tim mengadakan pelatihan untuk peningkatan kualitas pembelajaran. Tujuan yang hendak dicapai dari program pengabdian ini adalah memberikan Pelatihan Penyusunan modul  IPS Berbasis Spasial Bagi Guru Kelas dalam manajemen pembelajaran kepada guru SD Jama’atul Ichwan Surakarta  sehingga peserta dapat menerapkan pola manajemen sekolah dalam efektif dan efisien dalam pengelolan lembaga pendidikan.Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini  ditujukan untuk Guru Kelas guru SD Jama’atul Ichwan Surakarta sebagai salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan pembelajaran berkaitan ketimpangan yang ada di era modern ini. Pelatihan ini akan membantu para Guru kelas dalam meningkatkan kemampuan penyusunan bahan ajar.Pengabdian masyarakat ini dilakukan di guru SD Jama’atul Ichwan Surakarta. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi: 1) persiapan, 2) pelaksanaan pelatihan meliputi penyajian materi, penugasan membuat pembelajaran berbasis spasial. Target luaran yang diharapkan adalah Guru kelas yang mengikuti pelatihan pembelajaran berbasis spasial dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan  mengaplikasikannya sendiri pada proses kesehariannya, sekaligus mendokumentasikannya dalam bentuk modul pembelajaran yang dapat digunakan bersama bagi guru kelas. Diharapkan modul ini dapat didesiminasikan kepada guru kelas di wilayah lain. guru kelas yang mengikuti pelatihan pun dapat menyesuaikan sesuai dengan perkembangan pengetahuan terkini.katakunci : Pembelajaran IPS BerbasisSpasial, kualitaspembelajaran

susilowati, endang yuliana; Irpan, Irpan

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Abstrak Perkembangan teknologi komunikasi mendorong akses dan penyebaran informasi menjadi tanpa batas dan tidak terkontrol. Penyebaran isu hoax, ujaran kebenjian (hate speech), hingga perilaku bullying di media sosial semakin banyak terjadi. Kurangnya pemahaman akan konten media sosial yang terindikasi melanggar UU ITE serta kesadaran atas sanksi hukum penyalahgunaan informasi menjadi dasar dilaksanakannya kegiatan yang bermitra dengan PKK Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karangnyar. Melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat berupa Sosialisasi UU ITE terkait anti hoax, hate speech dan bullying menjadi solusi menuju pengguna media sosial sehat dan beretika. Melalui Kegiatan ini, mitra berbagi dan mendapat pemahaman mengenai konten dan sanksi hukum atas UU ITE. Melalui kegiatan pengabdian ini mitra telah  mampu mengetahui dan mengidentifikasi konten media sosial yang sehat dan bebas dari pelanggaran UU ITE. Keywords: Hoax, Hate Speech, Bullying, Media Sosial, UU ITE.

Prihastari, Ema Butsi; Widyaningrum, Ratna

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Tantangan dalam menyajikan pembelajaran bermakna yang mengajarkan konsep secara terbimbing dan dapat mengevaluasi kemampuan peserta didik secara langsung serta beraneka ragamnya kearifan lokal Surakarta yang masih belum terintegrasi dengan materi pembelajaran khususnya di Sekolah Dasar menjadi alasan untuk mengadakan pengabdian ini. Tujuan yang dicapai dari program pengabdian ini pelatihan pembuatan Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Kearifan Lokal yang dilaksanakan di kecamatan Banjarsari dapat menambah wawasan dan membantu para guru Sekolah Dasar di kecamatan Banjarsari dalam mengkontruk pengetahuan peserta didik dan mengurangi paradigma teacher centered melalui integrasi kearifan lokal Surakarta yang dikaitkan dengan materi ajar. Metode pelaksanaan yang dilakukan melalui metode pendekatan: a) partisipatif, b) penyadaran, c) pembelajaran (teori dan praktek), dan d) reflektif. Sedangkan, mekanisme pelaksanaan pengabdian meliputi: a) persiapan dan b) pelaksanaan pelatihan meliputi penyajian materi, penugasan membuat LKPD, evaluasi kegiatan,  refleksi serta penutupan kegiatan. Berdasarkan hasil evaluasi dan refleksi didapatkan perubahan yang signifikan dan peningkatan dalam mengintegrasikan kearifan lokal yang berbentuk lembar kerja guna meningkatkan hasil belajar peserta didik.

Irwan, Irwan

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2020 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Salah satu kontroversi yang dominan pada dekade terakhir abad ke-20 ialah pertanyaan: “Apa yang komunitas internasional atau negara lain harus lakukan ketika sebuah negara tidak dapat atau tidak mau menghentikan pelanggaran HAM secara masif dan sistematis dalam wilayahnya (contohnya: perang sipil di Liberia pada tahun 1990, penindasan suku Kurdi di Irak Utara sejak tahun 1990, penindasan sipil di Provinsi Kosovo pada tahun 1999)? Apakah komunitas internasional memiliki kewajiban moral untuk mengintervensi negara itu, yang memiliki kedaulatannya sendiri, melalui intervensi kemanusiaan (humanitarian intervention) untuk mengakhiri pembantaian itu?” Walaupun ada konsensus umum tentang pentingnya intervensi kemanusiaan, tetapi aksi militer ini banyak diperdebatkan dalam bidang moral, hukum, politik, filsafat di dunia internasional. Dalam bidang moral, artikel sederhana ini mencoba mencari dasar moral dari intervensi kemanusiaan menurut teori dari Hugo Grotius. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah studi pustaka.

Krisnawati, Dwizka; Trisiana, Anita; Mey, Elynia; Elvidna, Varelia; Budi Puspita, Yesica Maharani +1 more

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2020 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Kondisi yang dinamik dari bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi, yang di dalamnya berisi keuletan dan ketangguhan yang memiliki kemampuan untuk memperkuat kekuatan nasional, untuk menghadapi dan juga mengatasi semua ancaman,tantangan,hambatan, serta ancaman yang datang dari luar ataupun dari dalam untuk melindungi integritas,identitas,kelangsungan hidup bangsa dan juga negara serta perjuangan untuk mencapai tujuan nasionalnya. Jadi, ketahanan nasional adalah kondisi hidup dan kehidupan nasional yang wajib selalu diterapkan dan membudayakan secara terus-menerus dan bersama. Maka dari itu bisa diwujudkan dimulai dari lingkungan yang kecil yaitu pribadi,masyarakat,keluarga,bangsa dan negara dengan menggunakan niat dasar ketahan dan juga keuletannya yang bisa mengembangkan kekuatan nasional. Proses yang berkelanjutan ini wajib di dasari dengan pikiran-pikiran geopolitik dan geostrategi sebagai dasar suatu konsepsi yang dibuat serta dirumuskan dengan tetap harus memperhatikan konstelasi yang terdapat di sekitar indonesia. Oleh sebab itu dengan adanya wabah COVID-19 ini ancamam ketahanan negara telah berada tepat di depan mata adalah perlambatan dalam ekonomi global karena sebagian besar Negara telah menetapkan aturan pembatasan ruang gerak barang dari luar negeri. Kegiatan ekspor maupun impor terpaksa terhenti. Devisa negara pun ikut menurun. Bencana coivid-19 ini sudah membuat neraca keuangan berbagai negera termasuk indonesia berada dalam kondisi yang tidak sehat. Itu semua karena sebagian dana harus dialokasikan untuk membantu menghadapi virus covid-19 ini. Neraca keungan yang berfokus dengan RAPBN memerlukan penyesuaian. Pada saat-saat seperti ini, kite memerlukan solidaritas seluruh elemen bangsa. Yang harus dilakukan semua negara yaitu sama-sama memusnahkan virus covid-19 ini. Pemerintah juga harus bekerjasama dengan berbagai elemen organisasi seperti  masyarakat sipil, perusahaan, dan juga masyarakat luas mengenai langkah-langkah yang akan diambil pemerintah untuk dilaksanakan bersama. Kata Kunci : KetahananPemerintahNKRI, PandemikCOVID-19