Publication Search

67,356 articles from 564 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-20 of 26

Analytics

Winarni, Marti; Susanto, Anang

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Pemanfaatan sisa-sisa hasil pertanian di Desa Jabung yang berpotensi digunakan sebagai bahan perbaikan tanah masih belum optimal, meskipun ketersediaannya cukup melimpah baik di lahan sawah maupun lahan kering. Hingga saat ini, masyarakat masih memiliki keterbatasan informasi mengenai pemanfaatan biochar sebagai bahan pembenah tanah yang ramah lingkungan dan berpotensi menggantikan penggunaan bahan kimia pertanian. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Desa Jabung mengenai manfaat biochar dalam meningkatkan kualitas tanah dan mendukung produktivitas pertanian. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, serta observasi lapangan. Pemilihan metode tersebut didasarkan pada pendekatan pembelajaran partisipatif dan kontekstual sehingga peserta dapat memahami materi secara lebih efektif melalui pengalaman langsung di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lahan yang diberi perlakuan biochar memiliki kondisi tanah yang lebih gembur dan mampu mempertahankan kelembapan lebih baik dibandingkan lahan tanpa perlakuan. Selain itu, pembelajaran lapangan memberikan pemahaman yang lebih nyata kepada masyarakat mengenai proses pembuatan dan pemanfaatan biochar dari sisa-sisa hasil pertanian yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Dengan demikian, biochar dapat menjadi alternatif yang ekonomis, mudah diterapkan, dan berkelanjutan untuk mendukung perbaikan kualitas tanah serta peningkatan hasil pertanian.

Avelia, Variska; Anggarini, Dola Mareta; Nurazizah, Desi; Maolana, Fedo Alta; Annajah, Abdillah Fathan Generus +2 more

Jurnal Agrifoodtech 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Gingerbread merupakan kue kering yang terbuat dengan bahan dasar tepung terigu dengan campuran jahe dan bubuk kayu manis. Ketergantungan penggunaan tepung terigu pada pembuatan produk pangan sampai saat ini masih sangat tinggi, salah satu upaya untuk mengurangi penggunaan tepung terigu adalah dengan memanfaatkan tepung kentang sebagai pengganti tepung terigu. Jahe memiliki beragam jenis dan karakteristik yang berbeda, penggunaan jahe yang biasanya yang digunakan dalam pembuatan gingerbread yang sering dijumpai dipasaran berupa jenis jahe merah, jahe gajah dan jahe emprit. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh jenis dan bentuk jahe terhadap kualitas gingerbread cookies. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 perlakuan jenis jahe yaitu jahe gajah dan jahe merah, dan dalam bentuk bubuk dan cair. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan jenis jahe berupa bubuk dan cair menunjukkan pengaruh signifikan terhadap parameter fisik dan organoleptik produk. Penggunaan jahe bubuk cenderung meningkatkan kekerasan, serat kasar, dan daya kembang, serta menghasilkan warna yang lebih gelap dan tekstur yang lebih padat. Sebaliknya, jahe cair menghasilkan gingerbread yang lebih lembut, berwarna lebih cerah, dan tekstur lebih rapuh. Analisis sensoris menunjukkan preferensi konsumen terhadap gingerbread dengan perlakuan jahe cair dari segi warna dan aroma lebih disukai, sementara dari aspek tekstur dan kekerasan, jahe bubuk lebih disukai.  

Al Firdaus, Nazarian Azmi

Journal of Civil Engineering and Technology Sciences 2025 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Tanah ekspansif merupakan jenis tanah bermasalah yang memiliki potensi mengembang dan menyusut secara signifikan akibat perubahan kadar air, sehingga dapat menimbulkan kerusakan pada struktur perkerasan jalan, pondasi bangunan, maupun infrastruktur lainnya. Upaya stabilisasi kimia merupakan metode yang umum digunakan untuk meningkatkan sifat teknis tanah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas campuran semen dan magnesium carbonate (MgCO₃) dalam meningkatkan karakteristik fisik dan mekanis tanah ekspansif. Metodologi penelitian mencakup pengambilan sampel tanah ekspansif dari lapangan, pengujian sifat fisik serta pengujian mekanis meliputi uji pemadatan dan uji CBR. Variasi campuran semen sebesar 5% dan MgCO₃ sebesar 5-15% dari berat kering tanah. Hasil penelitian menunjukkan penambahan semen dan MgCO₃ mampu menurunkan plastisita, meningkatkan kepadatan dan nilai CBR secara signifikan dibandingkan kondisi tanah asli. Variasi paling efektif diperoleh pada 5% semen dan 15% MgCO₃ dengan nilai CBR unsoaked sebesar 16,35% dan CBR soaked sebesar 7,13%. Hasil ini menunjukkan MgCO₃ berperan sebagai aktivator mineral yang mempercepat reaksi pozzolanik dan meningkatkan pembentukan matriks pengikat pada butiran tanah. Campuran semen dan MgCO₃ dapat menjadi alternatif bahan stabilisasi yang efektif untuk perbaikan tanah ekspansif.

Ilminingtyas WH, Dyah Ilminingtyas WH; Artiningsih, Ni Komang Ayu; Sandy, Addin Kurnia

Jurnal Agrifoodtech 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Formalin adalah zat kimia berbahaya yang sering digunakan secara ilegal untuk mengawetkan ikan dan mencegah pembusukan. Kehadiran formalin dalam makanan dapat berdampak negatif pada kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menguji berapa banyak kadar air dan keberadaan formalin pada ikan teri yang dijual di Pasar Boja Kabupaten Kendal. Bahan penelitian yang digunakan adalah ikan teri dengan  jenis ikan teri asin, ikan teri cop, dan ikan teri tawar. Analisis kadar air dilakukan dengan metode gravimetri, dan analisis kandungan formalin dilakukan dengan metode kualitatif menggunakan tes kit formalin yang menghasilkan perubahan warna, sehingga dapat diketahui kandungan formalin apakah positif atau negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel ikan teri yang diuji menunjukkan nilai rata-rata kadar air berkisar antara 19,031%-31,358%. sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) Ikan Teri Asin Kering (SNI 8273-2016) dengan kadar air maksimal 40%. Hasil uji formalin menunjukkan bahwa sampel ikan teri yang dijual di Pasar Boja Kabupaten Kendal tidak mengandung formalin, karena tidak adanya perubahan warna setelah dilakukan pengujian menggunakan tes kit formalin yang mengindikasikan bahwa ikan teri yang dijual di Pasar Boja Kabupaten Kendal sangat aman untuk dikonsumsi.

Maria Magdalena Fetowin; Melanie Christine Kamo; Nurhayati Prinanda Putri Embisa; Sarah Petronela Demena; Nia Budhi Astuti

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran 2025 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Stunting remains one of the major nutritional problems in Indonesia. According to the 2024 Indonesian Health Survey (SKI), the prevalence of stunting in Papua Province reached 16.8%. A child’s nutritional status is strongly influenced by dietary intake, particularly protein, which plays a crucial role in growth. One potential source of animal protein is Indian mackerel (Rastrelliger kanagurta), a type of fish commonly found in Papua. Indian mackerel is rich in protein and omega-3 fatty acids but is highly perishable, limiting its shelf life. To address this issue, the fish is processed into flour. Additionally, green spinach is used as a source of fiber and minerals, although it is also prone to spoilage. The spinach is processed by extracting its juice, which is then incorporated into noodle products. Dried noodles were chosen as a medium for fortification because they are widely consumed across age groups and often used as a substitute for rice.This study aimed to determine the effect of adding Indian mackerel flour and green spinach extract on the chemical properties and sensory acceptance of dried noodles. The research methods included nutritional content analysis and organoleptic testing. The sensory evaluation was conducted by 25 semi-trained panelists who were nutrition science students

Salamah, Umi; Pambayu, Moestin; Sari, Vita

Kemajuan sarana informasi banyak menguntungkan masyarakat untuk belajar apapun yang diminati dengan mudah, sehingga peluang untuk membuat sendiri kebutuhannya/ do it yourself (DIY) sangat besar, termasuk pembuatan sabun. Pembuatan Sabun Cair Olive Oil Eco Enzyme dari bahan-bahan alami yaitu olive oil pomace, coconut oil dan eco enzyme, dan bahan-bahan lainnya, yang terpadu dan mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan kulit. sehingga Sabun Cair Olive Oil Eco Enzyme ini enak untuk digunakan. Proses pembuatan lengkap diupload di youtube https://www.youtube.com/watch?v=xZtl509cEBM dengan tujuan agar dapat menjadi media pembelajaran bagi masayarakat.  Pelaksanaan Kegiatan pengabdian masyarakat pada Selasa, 20 Mei 2025. Hasil testimoni dari rekan-rekan yang menggunakan Sabun Cair Olive Oil Eco Enzyme antara lain: kulit menjadi lembut, kulit yang kering bisa terasa lembab, dan di kulit enak sehingga tidak perlu memakai hand body lagi. Kegiatan pengabdian masyarakat terkait turunan yang menggunakan bahan eco enzymDIYe ini, perlu dikembangkan dan dilatihkan kepada masyarakat, karena manfaatnya yang banyak terutama untuk Kesehatan, disamping itu juga dapat meningkatkan kreatifitas masyarakat.

Hajar Alfina Alfadani; Any Sutiadiningsih; Asrul Bahar; Ita Fatkhur Romadhoni

Jurnal Inovasi Pendidikan 2024 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This study aims to determine the process of receiving, storing, and distributing dry food ingredients at Harris Hotel & Conventions Bundaran Satelit Surabaya. The research method used is descriptive qualitative, with data collection techniques using observation, documentation, and interviews conducted with three informants consisting of Chef de Partie, Cassual Raguler from the Pastry section, and cold kitchen. The results of this study indicate that the application of FIFO and FEFO has been applied even though the implementation is less consistent. In addition, the management of Bin Cards, especially in terms of recording and updating data, is less consistent. In conclusion, Harris Hotel & Conventions Bundaran Satelit Surabaya has carried out the operational reception of dry food ingredients quite well, but control is needed in the storage and distribution process of ingredients. in this study has several implications for operations at Harris Hotel & Conventions Bundaran Satelit Surabaya. With supervision of the storage and distribution process of food ingredients, it can ensure the quality of ingredients and more optimal operational efficiency, and in stock management it will help minimize the risk of damage to food ingredients.

Y.Wuri Wulandari, Akhmad Mustofa &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2024 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Desa Mojopuro Wuryantoro Wonogiri Jawa Tengah. Desa tersebut merupakan desa petani, dimana penduduknya mengandalkan hidup dari hasil pertanian. Selain ditanami padi, desa ini juga memiliki tanaman sorgum yang secara rutin ditanam setiap tahunnya. Sebagian sorgum yang dipanen dijual dalam bentuk mentah dengan harga yang tidak terlalu tinggi. Mengubah sorgum menjadi kue kering dapat merubah kebiasaan petani yang hanya menjual sorgum dalam bentuk mentah. Dengan mengubah sorgum menjadi makanan lain yang lebih enak akan menggairahkan petani untuk mengolah sorgum lebih lanjut, minimalnya untuk dikonsumsi sendiri dan secara bertahap merubahnya menjadi kegiatan ekonomi yang dapat meningkatkan pendapatan petani.Pengabdian telah dilaksanakan pada bulan April 2017 yang lalu dan ternyata memberikan dampak pada petani khususnya kelompok Wanita Tani Rahayu Widodo yaitu berubahnya pengetahuan mereka terhadap komoditi sorghum dan perubahan keinginan mereka untuk memanfaatkan bahan baku sorghum menjadi makanan yang bernilai ekonomi tinggi.Kata kunci : sorgum, makanan tradisional, Mojopuro Wonogiri

Kapti Rahayu K, Merkuria Karyantina &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2024 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Warga perumnas Mojosongo terdiri dari 26% usia sangat produktif (25-40 tahun) yaitu masih mampu untuk melakukan banyak hal yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga. Kelompok usia produktif tersebut ternyata kurang produktif, sebagian besar berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Ibu-ibu rumah tangga di wilayah perumnas Mojosongo yang dipilih menjadi mitra dalam kegiatan ini sehingga diharapkan memiliki tambahan ketrampilan yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga. Salah satu usaha yang berkembang di sekitar wilayah Perumnas Mojosongo adalah usaha pembuatan tahu. Usaha pembuatan tahu ini cukup prospektif, karena merupakan makanan favorit masyarakat. Permasalahan yang timbul adalah limbah dari usaha tahu, yaitu limbah sisa air perasan tahu dan ampas tahu, yang menimbulkan bau yang kurang sedap. Ampas tahu sering diolah menjadi tempe gembus, namun tidak semuanya yang terolah, sehingga masih ada limbah yang belum dimanfaatkan. Manfaat Pelatihan Pembuatan aneka olahan ampas tahu bagi warga adalah diharapkan mampu meningkatkan keterampilan para anggota dalam bidang pengolahan pangan, terutama dalam hal pembuatan olahan ampas tahu, sehingga mampu memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga. Ampas tahu masih mengandung protein yang cukup tinggi, sehingga berpotensi diolah menjadi produk pangan yang bergizi. Olahan ampas tahu adalah stik, kerupuk, rengginan, kue kering dan lain-lain. Bahan dan cara pembuatan olahan ampas tahu mudah diperoleh dan dipraktekkan.Kata Kunci : ampas tahu, pengolahan, produk pangan, perumnas Mojosongo

Adi Yuhara, Novena

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2024 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Kosmetik dari bahan alam sudah telah mengalami pengembangan karena banyak diproduksi oleh beberapa industri dalam bidang kosmetik. Rambut merupakan bagian dari tubuh yang  menghiasi kepala manusia dengan kebutuhan estetika, sehingga tidak heran jika banyak orang yang sangat memperhatikan kesehatan rambutnya dengan cara merawat atau memperbaiki rambut yang sudah rusak dan juga mencegah rambut dari hal-hal yang merugikan yaitu seperti seperti rambut ronotk, rambut kering, berminyak dan berketombe, yang mengganggu proses pertumbuhan rambut. Formulasi sampo herbal sebagai alternatif lain untuk memanfaatkan bahan. Tanaman murbei (Morus alba L.)merupakan tanaman dengaan beragai manfaat dalam bidang pengobatan maupun dalam bidang kosmetik. Praktikum formulasi shampo yang sudah dilakukan kemudian dilakukan pengujian stabilitas sediaan dan uji aktivitas antiketombe antara lain yaitu uji organoleptik, pH, tinggi busah, dan uji aktivitas antiketombe dengan bakteri P.ovale. Hasil yang diperoleh dengan warna putih, coklat, soklat tua, bentuk sediaan kental, aroma menthol dan bentuk kental, pH sediaan 8, tinnggi busa 4,2 dan 8,2 serta daya hambat bakteri sebesar 1,266 cm, 1,466 cm dan 1,3 cm. Pengaruh perbedaan kosentrasi ekstrak yaitu terhadap warna dan aroma, dan juga pada daya hambat antibakteri.

Kartikawati, Diah; Ilminingtyas WH, Dyah; Aslam, Ghifar Naufal; Nurtekto

Jurnal Agrifoodtech 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kopi mangrove adalah minuman hasil seduhan buah mangrove kering yang telah disangrai dan dihaluskan menjadi bubuk serta dikombinasikan dengan bubuk kopi robusta. Jenis buah mangrove yang digunakan berasal dari tanaman Rhizophora mucronata Lamk.dan Rhizophora stylosa  Griff. yang tumbuh di areal tambak ikan bandeng di Kelurahan Mangkang Wetan Kota Semarang. Minuman kopi dari biji mangrove ini perlu pengkajian lebih lanjut tentang mutu keamanan pangannya berdasarkan bahan baku. Kontaminasi secara kimia dapat berupa tercemarnya bubuk mangrove dan bubuk kopi robusta dengan beberapa jenis logam berat yang berbahaya bagi kesehatan seperti logam Cu, Pb, Zn dan Hg dan terdapatnya cemaran mikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat dan cemaran mikroba pada bubuk buah mangrove dan bubuk kopi robusta. Hasil analisis menunjukkan kadar logam berat Pb, Cd, Cu, As, dan Hg  pada bubuk kopi robusta berturut-turut 0,050 mg/kg; <0,005 mg/kg; 1,349 mg/kg, As <0,040 mg/kg; dan Hg <0,002 mg/kg, sedangkan pada bubuk buah Rhizophora sp sebesar Pb 0,210 mg/kg; Cd <0,005 mg/kg; Cu 3,204 mg/kg; As 0,040 mg/kg; dan Hg <0,002 mg/kg. Total mikroba kapang pada kopi robusta 9 koloni/g dan bubuk buah Rhizophora sp. 6 koloni/g. Secara keseluruhan kandungan logam berat dan total kapang pada kopi robusta dan bubuk buah Rhizophora sp yang digunakan sebagai bahan pembuatan kopi mangrove di bawah ambang batas yang dipersyaratkan SNI kopi bubuk.

Sugiarti, Wiwi; Helminuddin; Juliani

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Ekonomi 2023 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Ikan Nomei menjadi bagian dari hasil tangkapan para Nelayan, sehingga dapat dijadikan sumber pasokan bahan baku. Masyarakat di Kelurahan Juata Laut Kecamatan Tarakan Utara. Biaya perlu dikeluarkan untuk menghasilkan permintaan. Biaya dikeluarkan untuk produksi, promosi, pemasaran dan usaha pengolahan Ikan kering. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menghitung nilai keuntungan dan kelayakan usaha ikan kering Nomei dengan parameter (RCR, Payback period dan BEP) serta mendeskripsikan dan menghitung pola saluran pemasaran, share pemasaran, margin pemasaran, dan efeisensi pemasaran. Jumlah responden 2 Pengepul dan 10 pengecer, oleh karena itu peneliti menggunakan teknik Purposive Sampling dan Snowball Sampling Nilai keuntungan dibagi menjadi 2 yakni pada saluran I senilai Rp97,257 per kilo dan saluran II senilai Rp71,815 per kilo, jumlah RCR dalam usaha ini menghasilkan 3,515 laba dan Payback period menunjukkan senilai 0,637. Pemasaran ikan kering Nomei di Kelurahan Juata laut Kecamatan tarakan utara Kota Tarakan pada tingkat saluran I dan saluran II. Hasil perhitungan marjin pemasaran saluran I memiliki Rp80,000 per kilo sedangkan saluran II memiliki Rp60,000 per kilo, share margin pada saluran I memiliki 71,42% dan saluran II memiliki 60,71% dan nilai Efisiensi dalam usaha ini adalah saluran pemasaran I yakni sebesar 26,13% Hal ini disebabkan karena biaya yang dikeluarkan pada saluran pemasaran I lebih kecil dibanding dengan saluran pemasaran lainnya

Dewi Juliyati; Abdul Rahman

Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan gambaran yang akurat tentang 1) Tinjauan proses pembuatan kerajinan tenun tembe nggoli di Desa Leu Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, 2) Cara pengadaan bahan pokok yang digunakan pada kain tenun tembe nggoli Bima dan, 3) Strategi pemasaran produk kain tenun tembe nggoli Bima. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif desriptif dengan teknik pengumpulan data yaitu, observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Adapun pengecekan keabsahan data triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, secara umum prosedur pembuatan kain tenun tembe nggoli melalui beberapa tahap yaitu, 1) Mengambil kapas (wunta na’e) di pohonnya, 2) Kapas dijemur pada sinar matahasi yang panas, 3) Melakukan wenti, yaitu pemisahan kapas dangan bijinya menggunakan tangan dan dibentuk menjadi tipis dan selebar yang diinginkan, 4) Kapas yang sudah di Wenti dan sudah kering, lalu diratakan menggunakan kayu papan berbentuk raket/dipukul, 5) Pemolesan, yaitu kapas diratakan dalam bentuk tipis dan dipoles dengan menggunakan tangan hingga menjadi bentuk benang setengah jadi, 6) Medi, yaitupengolahan benang setengah jadi dengan menggunakan alat tenun tradisional, yaitu Langgiri dan Janta (bentuknya mirip seperti alat kincer angin dan kincer air), 7) Setelah jadi benang, maka dilakukan penenunan dengan kisaran waktu sebulan untuk sehelai sarung. Cara pengadaan bahan pokok kain tenun tembe nggoli, yaitu 1) kapas (wunta na’e), 2) kepompong ulat sutera, 3) lilin sarang lebah dan akar serai wangi, bahan pewarna kain tenun terbuat dari bahan-bahan alami yang ada dialam dan warna yang digunakan pada kain tenun ini adalah warna merah, hijau, kuning, hitam, biru dan coklat. Strategi pemasaran produk kain tenun tembe nggoli Bima, yaitu 1) Para penenun melakukan penjualan produknya dengan cara menitipkan kepada toko-toko tradisional, 2) Mereka melalukan penjualan kain tenun tembe nggoli dengan memanfaatkan sosial media, seperi facebook, instagram, watsApp dan lain-lain, 3) Mereka mempromosikan produknya dari mulut-kemulut, mulai dari tetangga, keluarga dan kerabatnya.

Vriandi Hapsara; Samantha Putri Jemy; Florensia Irena Gunawan

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Terdapat beberapa jenis bahan makanan yang digunakan di dalam Laboratorium Pengolahan Makanan di Program Studi Pengelolaan Perhotelan Universitas Pelita Harapan, salah satunya adalah jenis bahan kering atau yang dikenal juga sebagai jenis bahan groceries. Standar Operasional Prosedur yang berlaku di Laboratorium Pengolahan Makanan di Program Studi Pengelolaan Perhotelan Universitas Pelita Harapan hingga saat ini masih belum terlaksanakan dengan baik. Hal ini dikarenakan kurangnya kesadaran dan perhatian dari orang- orang yang bertugas di laboratorium pengolahan makanan seperti mahasiswa, laboran dan dosen pengampu mata kuliah yang menggunakan Laboratorium Pengolahan Makanan. Penelitian ini disusun dengan tujuan untuk mengetahui kendala-kendala yang timbul dalam melakukan kegiatan penyimpanan bahan kering dan untuk mengetahui prosedur yang tepat dan sesuai dengan standar dalam melakukan penyimpanan bahan kering di Laboratorium Pengolahan Makanan Program Studi Pengelolaan Perhotelan Universitas Pelita Harapan. Selain itu, penulis juga melakukan pengamatan terhadap penerapan metode FIFO (first in first out) dan food labeling. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa penyusunan dan penerapan SOP masih kurang maksimal dan penegakkan juga kurang. Metode penyimpanan dianggap sudah sesuai namun terbatasi oleh fasilitas dan SOP yang belum sempurna. Metode FIFO sudah ditekankan namun praktiknya kurang maksimal namun food labelling sudah berhasil diterapkan.

Khairul Anwar; Tangguh Prakoso; M. Aris Pujiyanto

Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia 2022 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Pertanian berkelanjutan merupakan kegiatan pertanian yang berupaya untuk memaksimalkan manfaat sosial dari pengelolaan sumber daya biologis. Untuk mendukung upaya pertanian berkelanjutan, salah satunya yaitu dengan mengurangi penggunaan pupuk kimia dan menggantikannya dengan pupuk organik. Pupuk organik merupakan hasil dekomposisi bahan-bahan organik baik tumbuhan kering maupun limbah dari kotoran ternak yang diurai oleh mikroba hingga dapat menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mengenalkan pupuk organik kompos, serta proses pembuatannya kepada siswa/i Play Group YA UMMI Fatimah untuk mendukung pertanian berkelanjutan. Metode yang dilakukan yaitu dengan memberikan pengenalan mengenai pupuk organik kompos dan cara pembuatan kompos, serta melakukan penanaman bibit cabe menggunakan pupuk organik kompos organik. Siswa/i Play Group YA UMMI Fatimah sangat semangat dan antusias dalam mengikuti kegiatan mulai dari pengenalan pupuk organik kompos, proses pembuatan pupuk organik kompos dan penanaman bibit cabe menggunakan pupuk organik kompos.

Jaenal Musianirudin; Mindiastiwi, Tigo

Jurnal Teknik Sipil 2022 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Tanah Lempung adalah jenis tanah yang mempunyai sifat kohesif dan plastis yang tinggi, tanah lempung terjadi akibat pelapukan-pelapukan batuan akibat adanya reaksi kimia yang terdiri dari susunan partikel-partikel yang berukuran koloid artinya butiran penyusun tanah lempung ini berukuran <0,002. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik tanah serta mengetahui pengaruh campuran semen dan serbuk batu bata sebagai bahan stabilisasi dengan metode kuat tekan bebas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode uji laboratorium berupa pengujian sifat – sifat fisis dan mekanis tanah. Penujian dilakukan pada tanah asli dan tanah yang distabilisasi dengan semen dan serbuk batu bata. Hasil penelitian uji sifat fisis tanah asli dilaboratorium didapatkan nilai berat isi tanah (γb) 1,669 gr/cm³, (γd) 1,09 gr/cm³, kadar air 52,92% dan berat jenis 2,651. Berdasarkan hasil penyelidikan tanah dapat dikategorikan dalam tanah lempung organik. Hasil dari pengujian grain size tanah dapat di kategorikan dalam tanah lanau lempung. Pada uji atterberg limit tanah dapat dikategorikan ke dalam tanah lempung plastisitas tinggi dengan PI 26,54%, pengujian proctor dengan hasil berat isi kering maksimal (γd) 1,302 gr/cm³ dan kadar air optimum (w) 36,2%. Berdasarkan hasil pengujian kuat tekan bebas (Uncofined Compression Test) dengan bahan stabilisasi serbuk batu bata 5%, 7%, 10%, 12% dan 5% semen untuk masing-masing sampel, dengan nilai kuat tekan bebas (qu) yaitu 0,785 kg/cm², 0,872 kg/cm², 1,008 kg/cm², 1,120 kg/cm², dan nilai kohesi undrained (cu) sebesar 0,205 kg/cm², 0,390 kg/cm²,0,435 kg/cm², 0,505 kg/cm², 0,560 kg/cm². Berdasarkan rekap uji kuat tekan bebas  (qu) dan didapatkan persamaan  y = 0,2127ln(x) + 0,2153 R² = 0,9855.  

Rika Asmirah

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Lip balm merupakan sediaan yang diaplikasikan pada bibir yang berfungsi sebagai pelembab dan pencerah bibir. Tanaman Mentimun dan jeruk nipis dapat dimanfaatkan untuk mencerahkan kulit, khususnya kulit yang kering dan juga kulit yang menghitam akibat penggunaan kosmetik yang salah. Tujuan penelitian untuk mengetahui kombinasi perasan buah mentimun dan jeruk nipis sebagai pencerah bibir dan mengetahui formulasi dari kombinasi perasan buah mentimun dan jeruk nipis yang memiliki sifat yang baik. Metode penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen meliputi formulasi sediaan lip balm dengan konsentrasi perasaan buah mentimun (Cucumis sativus L.) dan buah jeruk nipis (Citrus aurantifolia) konsentrasi 5%, 6% dan 7%. Dengan bahan dasar oleum cacao dan cera flava. Pemeriksaan mutu fisik sediaan meliputi pemeriksaan organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, stabilitas, suhu lebur, dan iritasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa perasan buah mentimun dan buah jeruk nipis dapat diformulasikan kedalam bentuk sediaan lip balm dengan konsentrasi 5% (F1), 6% (F2), 7% (F3) dan telah memenuhi persyaratan uji homogenitas, titik lebur sediaan dan tidak mengiritasi kulit. Karakteristik buah mentimun dan buah jeruk nipis yang dapat membentuk sediaan lip balm yang baik yaitu sediaan ketiga karena dilihat dari hasilnya warna pada bibir lebih banyak menunjukan kecerahan dan juga kelembaban.

Ardani, Monica Novia; Sugiharto, Agung

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2022 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Ikan nila merupakan ikan air tawar yang dibudidayakan masyarakat indonesia. Ikan nila mengandung protein, lemak, dan kalsium.Kandungan asam amino pada gelatin tulang ikan nila cukup lengkap sehingga sangat diperlukan oleh tubuh serta berpotensi sebagai sumber bahan pangan .Salah satunya dapat dimanfaatkan untuk pembuatan sirup yang menggunakan gelatin dari tulang ikan nila. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui konsentrasi asam klorida dan waktu perendaman yang optimal untuk pembuatan gelatin yang ditambahkan pada sirup. Sirup yang dihasilkan diarapkan dapat memenuhi standar mutu SNI dan disukai oleh konsumen. Metode yang digunakan yaitu metode ekstraksi dengan tahapan sebagai berikut: tahap persiapan bahan baku, degreasing, pembuatan larutan, demineralisasi, ekstraksi, pengeringan dan pengaplikasian pada sirup nanas. Pada proses degreasing dilakukan perendaman tulang ikan nila selama 1 jam yang bertujuan untuk membersikan tulang ikan nila. Selanjutnya tahap demineralisasi, sebanyak 20 gram bahan baku direndam dengan larutan konsentrasi asam klorida 1%, 3% dan 5% dengan waktu (10, 12, dan 24) jam sampai terbentuk Ossein (tulang lunak). Pada proses ekstraksi menggunakan hotplate dengan suhu 60oC selama 4 jam setelah itu disaring dengan kertas saring. Lalu untuk proses selanjutnya pengeringan menggunakan oven dengan suhu 60oC selama 12 jam hingga benar-benar kering. Lalu pengaplikasian gelatin tulang ikan nila dengan sirup. Analisa pada gelatin tulang ikan nila terdiri dari rendemen, derajat keasaman (pH) dan viskositas. Berdasarkan hasil penelitiannya diperoleh bahwa rendemen tertinggi pada konsentrasi 1% dengan waktu 24 jam yaitu sebesar 4,41 %. Sedangkan hasil penelitian gelatin sebagai pengental sirup sesuai dengan mutu SNI, pada konsentrasi HCL 1% dan waktu 24 jam didapatkan pH 3.8 dan viskositas 5.0149 Cp.

Sari, Lintang Sekar; Wulandari, Y Wuri; Mustofa, Akhmad

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2020 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Flakes adalah salah satu jenis makanan yang berbentuk lembaran tipis atau serpihan. Penelitian ini menggunakan tepung beras ketan hitam, tepung mocaf dan ampas kelapa sebagai bahan dasar pembuatan flakes. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi yang tepat untuk menghasilkan  flakes ampas kelapa yang memiliki kandungan serat tinggi dengan variasi lama pemanggangan. Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor yaitu perbandingan tepung komposit ketan hitam : mocaf dan variasi lama pemanggangan. Faktor pertama perbandingan tepung beras ketan hitam dan tepung mocaf (60:40, 70:30, dan 80:20), sedangkan faktor kedua variasi lama pemanggangan flakes (20, 25 dan 30 menit). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rasio konsentrasi tepung beras ketan hitam dan mocaf  80:20 dan lama pemanggangan selama 30 menit merupakan formulasi flakes yang terbaik karena memiliki sifat fungsional yang diharapkan yaitu kadar air 1,38%, kadar per berat keringnya yaitu antara lain: kadar abu 0,016%, kadar lemak 0,421%, kadar protein 0,122%, kadar serat kasar 0,184%, karbohidrat 0,268% serta uji organoleptik terhadap warna  3,54 (ungu tua kehitaman), flavor kelapa 2,84 (terasa), kerenyahan 2,82 (renyah), kekerasan 3,50 (keras), kesukaan keseluruhan 3,04 (paling disukai)

Prehatin, Jimu; Karyantina, Merkuria; Wulandari, Yustina Wuri

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2020 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Yoghurt merupakan salah satu produk fermentasi yang menggunakan susu sebagai bahan dasar. Penelitian ini menggunakan bahan dasar susu nabati yang berasal dari kacang gude ekstrak umbi bit sebagai bahan tambahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan rasio kacang gude kering dan ekstrak umbi bit yang tepat untuk menghasilkan yoghurt kacang gude yang mempunyai aktivitas antioksidan tinggi dan untuk menentukan tingkat penerimaan konsumen terhadap yoghurt kacang gude dengan penambahan ekstrak umbi bit. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor pertama yaitu kacang gude kering sebesar 20%, 30%, 40% dan faktor kedua yaitu ekstrak umbi bit 5%, 10%, 15%. Analisis kimia yaitu analisis aktivitas antioksidan, gula total, protein, total asam, dan lemak. Analisis organoleptik yaitu warna, kekentalan, rasa asam, flavor kacang gude dan kesukaan keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan 20% kacang gude kering dan ekstrak umbi bit 15% adalah perlakuan terbaik yang didasarkan pada kesukaan keseluruhan yang terdapat pada yoghurt. Dari komposisi tersebut terdapat aktivitas antioksidan DPPH 58,35%, kadar gula 2,77%, kadar protein 39,90%, total asam 1,17%, dan kadar lemak 0,19%. Sedangkan yoghurt yang memiliki aktivitas antioksidan tertinggi didapatkan pada komposisi 30% kacang gude dan ekstrak umbi bit 15% dengan nilai aktivitas antioksidan sebesar 65,23%. Pada perlakuan ini mengasilkan kadar gula 2,80%, kadar protein 46,96%, total asam 1,26%, dan kadar lemak 0,11%. Kata kunci: Kacang gude, ekstrak umbi bit, yoghurt, aktivitas antioksidan ABSTRACT Yogurt is one of the fermented products that used milk as a basic ingredient. This research used basic ingredients of vegetable milk derived from pigeon peas and used beet root extract as an additional material. The purpose of this study was to determine the ratio of dried pigeon peas to water and beet root extract that are appropriate for producing pigeon peas yogurt that had high antioxidant activity and to determine the level of consumer acceptance of pigeon peas yogurt with the addition of beet root extract. The experimental design used the Completely Randomized Design (CRD) with the first factor was dried pigeon peas of 20%, 30%, 40% and the second factor were beet root extract 5%, 10%, 15%. The chemical analysis was antioxidant activity, total sugar, protein, total acid, and total fat. Organoleptic analysis of color, viscosity, sour taste, flavor of pigeon peas and overall preference. The results showed that the combination treatment of 20% dried pigeon peas and 15% beet root extract was the best treatment. From the composition there is DPPH antioxidant activity 58,35%, 2,77% sugar content, 39,90% protein content, 1,17% total acid, and 0,19% fat content. Whereas yogurt with the highest antioxidant activity was found in the composition of 30% pigeon peas and 15% beetroot extract with antioxidant activity values of 65,23%. In this treatment yielded 2,80% sugar content, 46,96% protein content, 1,26% total acid, and 0,11% fat content. Keywords: Pigeon pea, beet root extract, yoghurt, antioxidant activity