Publication Search

72,574 articles from 669 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-3 of 3

Analytics

Agus Sumitra; Fajar Adhi Purwaningrum; Adine Setya Wardhani

Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This research was conducted at Apotek Pelangi Farma Subang, because during the Covid-19 period pharmacies became a very vital business field and were the spearhead between the interests of pharmaceutical supply and the interests of the community to obtain medicines or all kinds of needs to support health. The purpose of this study is to determine the determination of Cost of Goods Sold (COGS) and how much gross profit is obtained, and whether the profit is optimal. This research uses Descriptive Analysis method by calculating quantitative data and analyzing financial statements and expressed with qualitative data to interpret the results of data calculations. The results of this study indicate that gross profit is a change in deduction from sales minus cost of goods sold. While the cost of goods sold is a calculation of the initial inventory plus purchases minus the final inventory, so that the cost of goods sold from 2018 to 2020 has increased and the profit obtained is optimal.

Vimala, Jassen; Nugroho, Adi

IT-Explore: Jurnal Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi 2022 Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana

Abstrak – Obat merupakan bahan biologis yang sangat penting digunakan untuk penyembuhan dan peningkatan kesehatan untuk manusia. Kebutuhan obat akan semakin terus meningkat seiring dengan menuanya penuduk, sehingga diperlukan peramalan penjualan ketersediaan obat. Peramalan merupakan proses menyusun informasi untuk mendapatkan informasi yang baru. Peramalan memiliki banyak metode, pada penelitian ini menggunakan Metode Single, Double, dan Triple Exponential Smoothing dengan menggunakan studi kasus obat. Ketiga algoritma ini akan dilakukan perbandingan untuk mengetahui metode mana yang terbaik dalam peramalan. Hasil penelitian ini menunjukan metode Triple Exponential Smoothing merupakan metode yang terbaik degan nilai SSE 3306.302, jika dibandingan dengan Singel Exponential Smoothing sebesar 3945.069 dan Double Exponential Smoothing sebesar 4673.829.   Abstract – Medicine is a very important biological material used for healing and improving health for humans. The need for drugs will continue to increase along with the aging of the population, so it is necessary to forecast sales of drug availability. Forecasting is the process of compiling information to obtain new information. Forecasting has many methods, in this study using the Single, Double, and Triple Exponential Smoothing method using drug case studies. These three algorithms will be compared to find out which method is the best in forecasting. The results of this study indicate that the Triple Exponential Smoothing method is the best method with an SSE value of 3306,302, when compared with Single Exponential Smoothing of 3945,069 and Double Exponential Smoothing of 4673,829.

Rizal Rizal

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2022 Universitas Muhamadiyah Manado

ABSTRAK Kepatuhan terapi pada pasin hipertensi merupakan hal yang penting untuk diperhatikan karena hipertensi merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan tetapi hanya dapat dikendalikan. Keberhasilan pengontrolan tekanan darah pada pasien hipertensi dipengaruhi oleh faktor kepatuhan dalam meminum obat antihipertensi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi hubungan tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi pada fasilitas kesehatan tingkat pertama dan lanjutan. Desain penelitian yaitu observasional cross sectional menggunakan subjek pasien hipertensi yang berusia lebih atau sama dengan 18 tahun di Puskesmas Kotabunan Bolaang Mongondow (fasilitas kesehatan tingkat pertama) dan instalasi rawat jalan Rumah Sakit Robert Wolter Monginsidi Manado (fasilitas kesehatan tingkat lanjutan) selama periode bulan Oktober hingga Desember 2019. Tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi dinilai dengan menggunakan kuesioner MMAS-8 (Morisky 8-Item Medication Adherence Scale). Total pasien pada penelitian ini yaitu 171 pasien, sebanyak 73 pasien pada faskes (fasilitas kesehatan) tingkat pertama dan 98 pasien pada faskes lanjutan. Data tingkat kepatuhan pasien dalam penggunaan obat antihipertensi pada faskes tingkat pertama menunjukkan 83,56% dengan tingkat kepatuhan rendah (skor MMAS < 6), dan hanya 16,44% dengan tingkat kepatuhan sedang sampai tinggi (skor MMAS 6 – 8). Pada faskes tingkat lanjutan terdapat 85,71%  pasien dengan tingkat kepatuhan rendah dan 14,29% dengan tingkat kepatuhan sedang sampai tinggi. Perbandingan statistik komparatif tingkat kepatuhan pada kedua faskes tersebut tidak berbeda signifikan dengan nilai p=0,767 (confidence interval 95%). Pada data menunjukkan bahwa rata-rata pasien memiliki riwayat rutin untuk kontrol sebanyak 91,8% pada fasilitas kesehatan. Berdasarkan hasil tersebut maka disarankan agar setiap Rumah Sakit dan Puskesmas mewajibkan apotekernya untuk melakukan praktik kefarmasian, dan setiap apotek tidak boleh memberikan pelayanan obat tanpa kehadiran apoteker.