Publication Search

72,230 articles from 663 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-4 of 4

Analytics

Alfons Seran; Yohanes Anjar Donobakti

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This study aims to explore and deepen the understanding of the doctrine of the Holy Trinity through the approach of Hindu–Christian meditative dialogue. The doctrine of the Holy Trinity constitutes the central foundation of the Christian faith, understood as the unity and equality of the essence of the one God in three persons, namely the Father, the Son, and the Holy Spirit. However, explanations and interpretations of the Trinitarian doctrine are often regarded as complex and difficult to comprehend, not only by the general public but also by many Christians, particularly lay believers. Therefore, an alternative approach that is more communicative and contextual is needed so that this doctrine can be understood in a simpler and more reflective manner. One approach proposed in this study is the concept of Hindu–Christian meditative dialogue, which emphasizes the contemplative dimension and inner spiritual experience as means of theological understanding. This study employs a qualitative method using a literature-based approach, drawing on theological documents, books, scholarly journals, and other relevant literature as the primary data sources. The collected data and information are then systematically analyzed and elaborated to formulate a more accessible conceptual understanding of the doctrine of the Holy Trinity through Hindu–Christian meditative dialogue. The findings indicate that Hindu–Christian meditative dialogue can serve as an effective medium for explaining and understanding the doctrine of the Holy Trinity in a clearer, deeper, and more contextual manner.

Angelo Luciani Moa Dosi Woda

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2021 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Misteri salib Kristus yang menebus dan menyelamatkan semua manusia, dunia, dan alam semesta, kerap disalahmengerti oleh sebagian orang pada zaman mutakhir ini. Mereka mengklaim bahwa tangisan kematian Yesus di atas kayu salib dianggap sebagai ungkapan putus asa, kutukan dan penderitaan orang yang berdosa. Selain itu, mereka berpendapat bahwa dalam peristiwa salib, terjadi keterpisahan dalam misteri Allah Tritunggal. Tentu saja, pernyataan tersebut tidak benar. Sesungguhnya, Allah menyatakan cinta dan kerahiman-Nya yang sempurna dalam peristiwa salib bagi pembaruan hidup seluruh makhluk ciptaan-Nya.

Angelo Luciani Moa Dosi Woda

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2020 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Patut diakui, pembahasan mengenai ajaran iman Gereja tentang Roh Kudus, masih kurang dalam Gereja Katolik. Karena itu, berdasarkan pembaruan hidup dan karya misi Gereja dalam Konsili Vatikan II, segenap umat beriman Kristiani merefleksikan kembali teologi tentang Roh Kudus. Dalam konteks ini, Joseph Kardinal Ratzinger (Paus Benediktus XVI) memberikan kontribusi penting mengenai ajaran iman Gereja universal tentang Roh Kudus. Suatu refleksi pneumatologis yang mengalir dari sumber-sumber iman Gereja sesuai dengan situasi zaman modern ini. Itu berarti karya Roh Kudus dalam sejarah keselamatan yang berpuncak pada misteri Kristus dan Gereja mengungkapkan misteri Allah Tritunggal yang Mahakudus, yaitu Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

Angelo Luciani Moa Dosi WODA

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2018 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Pemahaman ajaran Gereja Universal mengenai keabadian jiwa, api penyucian, surga, dan neraka bukan hanya berkaitan tentang hal-hal yang terjadi pada akhir jaman. Bukan pula upaya mengelaborasi cabang teologi sistematika terakhir yang disebut eskatologi. Melainkan, upaya memahami ajaran iman Kristiani sejak permulaannya hingga keselamatan yang definitif pada hidup yang akan datang. Itu berarti melihat kesatuan teologi dalam  misteri  keselamatan  Allah  melalui  peristiwa  Yesus  Kristus  dan kuasa Roh Kudus yang hadir dalam Gereja kepada seluruh umat manusia. Itulah sebabnya, ajaran iman Gereja universal mengenai misteri hidup yang   kekal   bukanlah   suatu   utopia,   khayalan,   atau   impian   belaka, melainkan suatu realitas hidup yang bersumber dari misteri Allah Tritunggal, Yesus Kristus, dan Gereja universal.