Publication Search

70,857 articles from 624 journals · 1,760 citations tracked

Showing 1-10 of 10

Analytics

Vandariani Keisya; Anggita Happy Santoso; Yunita Andriani Rahayu

TAWAZUN: Journal of Islamic Finance and Digital Innovation 2026 Asosiasi Program Doktor Ekonomi Syariah Indonesia

Pendidikan Kristen memiliki peran yang signifikan dalam membentuk karakter individu berdasarkan nilai-nilai Alkitabiah. Dalam konteks ini, pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek intelektual, tetapi juga pada pembentukan moral, spiritual, dan etika yang sesuai dengan prinsip-prinsip Kristen. Artikel ini membahas bagaimana pendidikan Kristen dapat menjadi sarana utama dalam menanamkan nilai-nilai seperti kasih, kejujuran, integritas, disiplin, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan holistik yang mencakup pengajaran, keteladanan, dan pembiasaan, pendidikan Kristen mampu membentuk individu yang memiliki karakter kuat dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Kajian ini juga menyoroti tantangan serta strategi dalam mengintegrasikan nilai-nilai Alkitabiah dalam sistem pendidikan modern.

Timotius Ferry Setiawan; Petra Kania Patrecia Putri; Intan Anissa Fitri

TAWAZUN: Journal of Islamic Finance and Digital Innovation 2026 Asosiasi Program Doktor Ekonomi Syariah Indonesia

Artikel ini mengkaji konsep teologi pembelajaran dari perspektif Alkitabiah dalam upaya mengembangkan metode pengajaran yang relevan dan efektif di sekolah Kristen. Melalui penelaahan teks-teks Alkitab, artikel ini menyelidiki prinsip-prinsip dasar yang dapat diterapkan dalam pendidikan Kristen untuk menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya mendidik secara akademis, tetapi juga membentuk karakter siswa sesuai dengan nilai-nilai Kristiani. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu pendidik dalam merancang strategi pengajaran yang sejalan dengan ajaran iman dan membangun hubungan yang lebih erat antara pengajaran dan spiritualitas. Selain itu, artikel ini juga menyarankan berbagai model dan metode yang dapat digunakan dalam konteks sekolah Kristen untuk memaksimalkan pengalaman pembelajaran secara holistik.

Mey Pasampe; Esrawati Ka’bi Sumussang; Arya Salo Pongtinggi

Damai : Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Filsafat 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

The fleeting nature of human life constitutes a key theme in theological reflections within the Old Testament, particularly in the Book of Psalms in the Alkitab, which highlights human limitations and the inherent uncertainty of existence. Psalm 39:6–7 depicts human life as a transient shadow and emphasizes the futility of human efforts if they are not oriented toward God. This study seeks to explore the meaning of human transience in this passage and assess its theological significance for contemporary life. A qualitative approach with biblical hermeneutics is employed, considering historical, literary, and theological dimensions. The analysis indicates that the metaphor of the “shadow” illustrates human fragility, while the depiction of life’s futility critiques the human tendency to find purpose solely in worldly endeavors. Despite this, Psalm 39 ultimately directs readers toward hope in God, portraying Him as the ultimate source of true meaning. In a modern, materialistic context, this message continues to be relevant as a reminder of human dependency on God and the limitations of human life. Therefore, the transience of life does not signify the end of existential purpose but rather opens the way to deeper spiritual insight and the strengthening of faith.

Ulina, Febriani; Setiawan, Yusak Agus

Jurnal Silih Asuh : Teologi dan Misi 2026 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pembelajaran Pendidikan Agama Kristen dalam menerjemahkan konsep-konsep teologis yang abstrak agar sesuai dengan perkembangan kognitif peserta didik usia sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya penanaman iman sejak dini dalam keluarga sebagai ecclesia domestica, yang kemudian dilanjutkan secara sistematis dalam pendidikan formal. Namun, pada jenjang sekolah dasar, pembelajaran Pendidikan Agama Kristen menghadapi tantangan karena materi teologis yang bersifat abstrak tidak selalu selaras dengan kemampuan berpikir anak. Berdasarkan teori perkembangan kognitif Jean Piaget, anak usia 7–12 tahun berada pada tahap operasional konkret, sehingga membutuhkan pendekatan pembelajaran yang kontekstual dan berbasis pengalaman nyata. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan hermeneutika-pedagogis untuk menganalisis strategi pengajaran Yesus dalam Injil Markus 4:1–33. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yesus menerapkan strategi pembelajaran yang efektif melalui pengelolaan ruang belajar (spasial), penggunaan perumpamaan sebagai media naratif, serta pendekatan dialogis-partisipatif. Strategi ini memungkinkan terjadinya jembatan antara konsep abstrak Kerajaan Allah dengan realitas konkret kehidupan pendengar. Dengan demikian, integrasi antara pemahaman teks Alkitab dan pendekatan pedagogis yang sesuai dengan perkembangan kognitif menjadi kunci dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen yang efektif. Penelitian ini menegaskan bahwa guru Pendidikan Agama Kristen perlu mengembangkan strategi kreatif dan kontekstual agar nilai-nilai iman tidak hanya dipahami secara kognitif, tetapi juga dihayati dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari peserta didik.

Hardianta, Rbg Widhi Nugraha Agus Gembong; Wijaya, Michelle

Jurnal Silih Asuh : Teologi dan Misi 2026 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini mengkaji kisah perjumpaan Yesus dengan pemuda kaya dalam Injil Matius 19:16–30, Injil Markus 10:17–31, dan Injil Lukas 18:18–30 dalam perspektif teologi perdamaian dan keadilan sosial. Latar belakang penelitian ini bertolak dari realitas ketimpangan sosial-ekonomi yang semakin meningkat di era modern, yang ditandai oleh kesenjangan antara kelompok kaya dan miskin serta kemiskinan struktural yang terus berlangsung. Dalam konteks tersebut, kisah Yesus dan pemuda kaya dipahami tidak hanya sebagai ajaran moral mengenai keterikatan terhadap harta, tetapi juga sebagai kritik profetis terhadap struktur sosial-ekonomi yang tidak adil. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) dan hermeneutika kontekstual. Data primer diperoleh dari teks Alkitab dalam ketiga Injil Sinoptik, sedangkan data sekunder berasal dari buku, jurnal ilmiah, dan literatur teologi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep shalom dalam teologi perdamaian mencakup keadilan relasional, kesejahteraan sosial, dan solidaritas terhadap kaum marginal. Perintah Yesus kepada pemuda kaya untuk menjual hartanya dan membagikannya kepada orang miskin menunjukkan bahwa iman Kristen tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab sosial. Kekayaan dipahami sebagai stewardship yang harus digunakan demi kesejahteraan bersama. Penelitian ini menegaskan bahwa gereja dipanggil untuk menjadi agen transformasi sosial melalui praksis keadilan, pemberdayaan ekonomi, pendidikan perdamaian, dan solidaritas sosial di tengah masyarakat Indonesia yang plural dan masih menghadapi ketimpangan sosial-ekonomi.

Dyulius Thomas Bilo; Sinta Peni

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2026 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Teaching biblical principles to elementary school children plays a significant role in shaping their faith and character, as childhood represents a formative stage for spiritual, intellectual, and moral development. This study aims to examine developmentally appropriate Bible teaching tactics and emphasize the role of Christian Religious Education teachers in the faith-learning process. The approach used is a literature review that combines theological insights, developmental psychology, and Christian didactics. The findings of this analysis indicate that effective teaching methods include the use of storytelling, visual and creative aids, interactive activities, spiritual music, and the teacher's life example. These methods enhance children’s understanding of biblical teachings in a concrete and contextually relevant manner. This research confirms that Bible teaching should not be seen simply as conveying information, but rather as a holistic process of faith formation. The results of this study provide both theoretical and practical benefits, especially for Christian Religious Education teachers, Christian schools, churches, and families in supporting children's holistic faith development.

Malelak, Wilsye; Rissi, Marci

Jurnal Silih Asah 2026 LPPM - STT Kadesi Bogor

Artikel ini bertujuan untuk memberikan suatu pemahaman tentang bagaimana peran dan tanggung jawab seorang guru dalam mempersiapkan peserta didik menjadi individu-individu yang sesuai dengan kehendak Allah. Peran guru juga sangat penting dalam membentuk karakter spiritual dan perkembangan peserta didik. Dalam konteks pendidikan Agama Kristen, tugas guru tidak hanya terbatas hanya pada aspek akademik, akan tetapi juga mencakup pembentukan moral dan spiritual peserta didik Yang  Berdasarkan Roma 12:2, yang mendorong umat untuk tidak hidup dengan pola dunia ini, tetapi mengalami pembaruan pikiran yang  dapat berkeadaan sesuai dengan kehendak Allah, guru memiliki tanggung jawab dalam mempersiapkan peserta didik agar mampu menghadapi tantangan dunia dengan nilai-nilai Kristiani melalui pembaharuan pikiran. Tanggung jawab guru ini dapat meliputi pendampingan dalam pengembangan pribadi, serta pembentukan karakter yang sesuai dengan ajaran agama kristen.  Dengan demikian, guru tidak hanya  sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing spiritual yang menuntun peserta didik untuk hidup sesuai dengan prinsip-prinsip moral yang benar yang sesuai dengan pengajaran Alkitab.

Frendi Sofyan Zebua; Puspita Widia Sari Zebua; Bezeni Waruwu; Martinus Hia

Sabar : Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Katolik 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This study aims to analyze the application of design learning in planning discipleship materials as an effort to improve the Bible knowledge of church youth. This study uses a qualitative approach with an action research method, which is implemented through the stages of planning, action, observation, and reflection. The research subjects were 40 church youth who were actively involved in the discipleship program. Data collection techniques included observation, interviews, questionnaires, and participant reflections before and after the implementation of design learning. The results show that the application of design learning makes a significant contribution to improving the Bible knowledge of youth, which includes cognitive, affective, and psychomotor aspects. Youth not only experienced an increased understanding of the Bible's content, but also showed growth in faith attitudes, spiritual motivation, active participation in learning, and involvement in church services. The design learning approach helps create planned, contextual, and learner-centered discipleship learning. Thus, design learning is proven to be effective and relevant as a youth discipleship strategy in facing the challenges of faith formation in the digital era.

Agnes Monika Sinaga; Ririn Octaviana Ginting; Sheren Indah Nathania Pardede; Melina Sipahutar

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The process of Christian Religious Education for early childhood must be aligned with children’s cognitive, emotional, social, and spiritual development. One of the main challenges in this learning process is interpreting biblical stories accurately while maintaining simplicity and relevance for young learners. This study aims to examine the role of hermeneutics in understanding and interpreting biblical narratives used in Christian Religious Education for early childhood. The research employs a qualitative approach through a literature review of hermeneutical studies, biblical texts, and scholarly works on early childhood Christian education. The findings indicate that narrative hermeneutics enables educators to interpret biblical texts contextually while translating theological messages into pedagogically appropriate stories for children. Through a hermeneutical approach, learning becomes more meaningful, reflective, and transformative, fostering deeper spiritual understanding in early learners. Furthermore, hermeneutics helps educators bridge the gap between the theological content of the Bible and the everyday experiences of Christian children. In conclusion, hermeneutics functions as a strategic tool in delivering biblical messages in ways that are developmentally appropriate, spiritually enriching, and relevant to the lives of early childhood learners within Christian education contexts.

Hasudungan Simatupang

Nubuat : Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Katolik 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This study aims to examine the biblical foundation in the learning of Bible-based preschool children with a contextual learning approach. The research method used is topical research, which focuses on developing education and learning that is relevant to daily life so that children more easily absorb material according to learning goals. The learning process starts from simple things to more complex things, according to the stage of early childhood development. The results of the study show that Bible-based preschool learning includes various activities, including: educating children with a biblical foundation, introducing the Bible through number ordering, arranging the biblical alphabet, combining letters into words, arranging words into biblical phrases, reading Bible texts, memorizing short golden verses, and learning activities such as coloring and listening to Bible stories. These findings confirm that Bible-based learning with a contextual approach can be an effective strategy in shaping the spiritual, cognitive, and character foundations of preschoolers, while instilling faith values from an early age.