SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

41,520 articles from 397 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-4 of 4

Analytics

Imelda Iskandar; Sumarni Sumarni; Julia Novita

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2020 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

The nutritional problems faced in Indonesia today remain the same, namely that many children suffer from malnutrition. The national movement to increase breastfeeding is one of the government's efforts to improve the health status of mothers and children. However, the achievement of exclusive breastfeeding has not been achieved, one of the reasons is the breastfeeding factor. Meanwhile, the point in the success of providing exclusive breastfeeding and continuing it for up to 2 years is related to a mother's understanding of lactation management. So this service activity is carried out to teach mothers who are young pregnant, late pregnant and have just given birth to a 1 month old baby to participate so that their knowledge increases. The method in this activity is a pre-test before providing information related to breastfeeding and lactation management, then continuing with the post-test to see the success of the activity. The mothers' enthusiasm was seen to be very high and resulted in a strong determination to be able to provide exclusive breast milk to their babies. The success rate of this activity was 80%, judged from the responses and questions from the participants.

Rizky Budiyanto, Amelia; Muzayanah, Muzayanah

DINAMIKA HUKUM 2020 Universitas Stikubank

Berdasarkan pasal 28 H ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945. Pemerintah Daerah memiliki  tanggung jawab untuk memenuhi hak atas layanan kesehatan warganya sehingga warganegara berhak mendapatkan layanan kesehatan. Dengan demikian Pemerintah Kota Semarang mengesahkan Peraturan Walikota Semarang Nomor 43 Tahu 2017 tentang Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan. Fakir Miskin an anak terlantar di pelihara oleh negara, hal itu tertuang pada pasal 34 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945. Melalui program UHC, Pemerintah Kota Semarang memberikan pelayanan kesehatan pada warganya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan jaminan kesehatan terutama bagi warga miskin dan tidak mampu demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Tipe penelitian ini menggunakan metode yuridis-normatif, yaitu dengan menggambarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dikaitkan dengan teori-teori hukum dan praktek pelaksanaan hukum positif yang berkaitan dengan permasalahan. Penelitian yuridis-normatif sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh penulis, karena dalam penelitian ini penulis berusaha menguraikan kenyataan-kenyataan yang ada atau fakta yang ada dan mendeskripsikan sebuah masalah yang terdapat pada pelaksanaan Peraturan Walikota Semarang No 43 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan. Dengan adanya PBI maupun UHC hal itu telah membantu masyarakat dari segi biaya, namun perlu ditambahkan bahwa Perwal Kota Semarang Nomor 43 Tahun 2017 tersebut belum mengatur lebih rinci mengenai untuk rawat jalan sehingga masih menimbulkan beban biaya yang dirasakan oleh masyarakat. Dan juga pemerintah masih perlu melakukan sosialisasi mengenai program UHC, terbukti di tahun ke-3 (tiga) program tersebut berjalan masih ada masyarakat yang belum mengetahui program tersebut. Sayang rasanya bilamana program tersebut manfaatnya belum bisa dirasakan oleh masyarakat secara keseluruhan. Kata kunci: Implementasi, Jaminan Kesehatan, Warga Miskin  

Erni Suprapti; Diana Dayaningsih; Febri Santosa; Mimin Indah Lestari; Kistia Rita Santi +2 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2020 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Balita adalah masa yang membutuhkan perhatian ekstra baik bagi orang tua maupun bagi kesehatan. Perhatian harus diberikan pada pertumbuhan atau perkembangan, status gizi sampai pada kebutuhan akan imunisasi. Status gizi balita merupakan hal penting yang harus diketahui oleh setiap orang tua, perlunya perhatian lebih dalam tumbuh kembang di usia balita didasarkan fakta bahwa kurang gizi yang terjadi pada masa emas ini bersifat irreversibel atau tidak bisa pulih kembali (Marimbi, 2010). Gizi kurang adalah gangguan kesehatan akibat kekurngan atau ketidakseimbangan zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan, aktivitas berfikir dan semua hal yang berhubungan dengan kehidupan. Kurang gizi masih merupakan permasalahan serius bagi anak-anak di Indonesia tidak terkecuali anak yang berasal dari perkotaan. Hampir seluruh daerah di Indonesia melaporkan adanya kasus gizi kurang bahkan gizi buruk di wilayahnya. Masyarakat RW 5 kelurahan Rowosari kecamatan Tembalang kota Semarang merupakan Sebagian besar ibu rumah tangga memiliki anak yang berusia antara bayi hingga remaja. Dari 90 balita yang ada di RW 5 Kelurahan Rowosari   Kecamatan Tembalang Semarang Kota, 7 balita beresiko tinggi mengalami gizi kurang. Berdasarkan data bulan November 2019, 7 balita tersebut mengalami penurunan berat atau berat badan yang menetap tiap bulannya. Sebanyak 14% ibu balita di RW 5 tidak mengetahui makanan sehat untuk balita di atas tiga tahun. Sebanyak 17% ibu balita membiarkan anaknya jika tidak mau makan.Kader Posyandu tidak pernah memberikan penyuluhan kesehatan kepada ibu yang mempunyai balita yang pengalami penurunan Berat Badan maupun Balita yang masuk dalam kategori status gizi kurang.Berdasarkan permasalahan serta peluang yang telah dijelaskan diatas, TIM Pengabdian masyarakat ingin melakukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa Revitalisasi Posyandu Balita Nusa Indah dalam upaya peningkatan pengetahuan kader tentang gisi Balita , dengan tujuan mengoptimalkan peran kader dalam upaya meningkatkan pengetahuan tentang gizi Balita di Posyandu Nusa Indah RW 5 Kelurahan Rowosari Kecamatan Tembalang Kota Semarang    

Mellynia, Rizki; Trisiana, Anita; Viyani, Nike Nur; Safitri, Fidia; Handayani, Nita Tri +1 more

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2020 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

ABSTRAK Penyakit coronavirus 2019 yang dikenal dengan nama COVID-19 melambangkan penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-CoV-2, salah satu macam korona virus. Penyakit ini  menyebabkan wabah corona virus 2019–2020. Penderita COVID-19 akan merasakan gejala seperti panas, batuk kering, dan kesusahan bernapas. Sakit tenggorokan, flu, atau bersin-bersin makin renggang dijumpai.Pada pengidap yang paling sedikit, penyakit ini bisa berakhir pada pneunomia dan kegagalan multiorgan.Pencegahan agar tidak tertular korona virus ini kita dapat membersihkan tangan, etika batuk, menjahui komunikasi jarak dekat kepada orang sakit. Penyembuhan dapat dilakukan dengan pengobatan simtomatik dan suportif.Tujuan penelitian untuk mengetahui gejala apa saja yang terjadi, cara pencegahan, dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat. Metode penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif, yang merupakan penelitian deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dan pengembangan yang berdasarkan fakta yang memberikan gambaran umum tentang pembahasan. Hasil penelitian memberikan informasi tentang covid 19 kepada masyarakat, melakukan berbagai pencegahan agar tidak tertular penyakit tersebut dan menerapkan pola hidup sehat. Dalam persfektif Pendidikan Kewarganegaraan, hidup sehat merupakan salah satu jaminan konstitusi, yang merupakan bagian dari hak, maupun kewajiban warga negara.