Publication Search

76,969 articles from 728 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-17 of 17

Analytics

Gabriela Hendratno; Marchellino Fergie Sanjaya; Velicya Tarisha Cheung; Willie Natanael; Budi Setiawan

Jurnal Pariwisata Indonesia 2025 Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Sriwijaya 8 Kost is an accommodation business located in Curug Sangereng, Gading Serpong. This business was developed to meet the housing needs of students and workers in the area. This study aims to analyze the feasibility of Sriwijaya 8 Kost based on nine aspects, namely legal aspects, human resource management aspects, market and marketing aspects, technical aspects, consumer behavior aspects, financial aspects, PEST aspects, environmental & industrial aspects, and risk aspects. This study uses a qualitative approach with a case study method through observation, interviews, and document analysis. The results show that the business has great market potential, supported by its strategic location and appropriate consumer segmentation. Technical planning related to facilities, layout, and operations has been well designed to ensure the comfort and safety of residents. Financial analysis shows that the business is feasible with a BEP of 3 rooms per month, a payback period of 7.7 years, an IRR of 5.023%, and an ROI of 129.5%. External factors such as government policies and high demand for housing further strengthen the feasibility of the business. Overall, Sriwijaya 8 Kost is deemed viable for operation and development, with a need for continuous improvement in legality, financial record-keeping, service quality, and risk mitigation.

Yulinda Otoluw; Niranda Oki; Nur Fadila Kueno; Indah Zain; Herman Didipu

SIMPATI: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa 2025 CV. Alim's Publishing

Interaksi sosial adalah proses dimana individu atau kelompok saling berhubungan dan mempengaruhi satu sama lain dalam berbagai konteks sosial. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk interksi sosial dalam novel Rasa karya Tere Liye. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data yang menjadi objek penelitian ini adalah novel Rasa karya Tere Liye. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik baca dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini teknik deskriptif interpreatif analisis data yang bertujuan untuk memahami isi yang terdapat pada satuan cerita. Hasil dari penelitian ini yaitu ditemukan adanya bentuk-bentuk interaksi dalam novel Rasa karya Tere Liye. Bentuk-bentuk interaksi dalam novel Rasa karya Tere Liye terbagi menjadi 5 bagian yaitu,  kerja sama, persaingan, akomodasi, pertentangan atau pertikaian, kedudukan dan peran.

Yohanes Ari Kuncoroyakti; Prasetyo Bonifasius; Hardjito Hardjito; Norma S Rainu

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma interpretatif yang memungkinkan adanya pemahaman mendalam terhadap pengalaman individu melalui wawancara mendalam. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terhadap sejumlah mahasiswa Timur yang mengalami culture shock selama proses adaptasinya di Jabodetabek. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi akomodasi yang menjelaskan bagaimana individu mengubah cara berkomunikasinya untuk mengakomodasi. diri mereka dengan budaya baru atau lingkungan sosial yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelajar Timur mengalami berbagai bentuk kejutan budaya, seperti ketidakpastian dalam komunikasi verbal dan nonverbal, perbedaan gaya hidup serta perbedaan norma sosial. Para mahasiswa juga menggunakan strategi penanggulangan komunikasi yang berbeda, seperti menyesuaikan bahasa, gaya bicara, dan sikap untuk menjembatani kesenjangan budaya. Proses adaptasi ini memerlukan waktu, namun bertahap, mereka mampu mengurangi ketegangan budaya dan meningkatkan keterampilan komunikasi antar budaya.

Khairatul Nisa; Puti Andiny; Yani Rizal; Safuridar Safuridar

Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia 2024 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

This study analyzes the impact of international tourist arrivals and their spending on the occupancy rate of star-rated hotels in Indonesia from 2009 to 2023. Using a quantitative approach with multiple linear regression, the study examines the relationship between two independent variables nternational tourist arrivals and average tourist spending and the dependent variable, which is the occupancy rate of star-rated hotels. Data for this research were sourced from the Central Statistics Agency (BPS), the Ministry of Tourism, and Bank Indonesia. The analysis results show that the number of international tourist arrivals does not significantly affect the occupancy rate of star-rated hotels. However, average tourist spending has a significant negative effect, indicating that tourists with higher spending tend to choose higher-star hotels. The simultaneous F test reveals that both variables jointly have a significant effect on hotel occupancy rates. The coefficient of determination (R²) of 45.52% indicates that both independent variables can explain the variation in the occupancy rate of star-rated hotels. Based on these findings, it is recommended that the government and tourism industry stakeholders focus on promoting destinations that attract high-spending tourists and improving the quality of star-rated hotel accommodations to meet the preferences of international tourists.

Ramadhan, Umadidan Neva; Pramesti, Previari Umi

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2024 Universitas 17 Agustus 1945

Indonesia merupakan negara yang dikenal dengan beragam destinasi pariwisata yang indah dan menarik. Seiring dengan perkembangan pariwisata yang pesat, permintaan akan fasilitas akomodasi seperti hotel, guest house, dan penginapan lainnya semakin meningkat. Khususnya guest house yang merupakan bangunan publik menjadi pilihan populer untuk para pengunjung yang mencari pengalaman menginap yang lebih personal dan terjangkau. Dalam konteks pengelolaan guest house di Indonesia, proteksi kebakaran adalah salah satu aspek yang perlu diperhatikan secara serius. Oleh karena itu, kesadaran dan tindakan proaktif dalam menerapkan sistem proteksi kebakaran di guest house adalah hal yang sangat penting. Seperti yang terdapat pada SNI 03-1735-2000, SNI 03-1746-2000, dan SNI 03-6574-2001. Penilaian dilakukan untuk mengevaluasi pemasangan sistem proteksi kebakaran pada gedung Guest House Bukit Putri Semarang. Penilaian ini didasarkan pada persyaratan yang telah ditetapkan untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan pengguna bangunan selama situasi berbahaya. Tujuan dari penilaian ini adalah untuk memastikan keefektifan sistem pencegahan kebakaran di gedung Bukit Putri Guest House. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif. Hasilnya menunjukkan bahwa sistem pencegahan kebakaran pada gedung masih bersifat pasif dan tidak mematuhi peraturan terkait.

Githa Putri Rengganis; Dini Gandini Purbaningrum

Jurnal Media Administrasi 2024 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Indonesia

This article discusses the implementation of adequate accommodation policies for students with disabilities at the University of Muhammadiyah Jakarta. The purpose of this study is to determine the implementation of adequate accommodation policies for students with disabilities at the University of Muhammadiyah Jakarta. The research method used is a descriptive method with a qualitative approach and uses the theory of Edward III. The result of this study is that the University of Muhammadiyah Jakarta has implemented the regulation, but it has not run optimally because there are several obstacles such as infrastructure that has existed long before the entry of students with disabilities, limited budget devoted to disability infrastructure, and there has been no special training for staff / employees so that it has not produced excellent service for students with disabilities.

Aswan, Mukhamad Kholil; Wijoyo, Tuwuh Adhistyo; Ray Octafian

Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Pelatihan dan pengembangan SDM sering kali diabaikan atau tidak diberikan prioritas yang cukup oleh pemilik hotel dan manajemen. Tamu mengharapkan pengalaman yang personal dan konsisten di berbagai tujuan wisata. Teknologi telah berperan penting dalam mempermudah akses informasi dan meningkatkan kepuasan tamu.Menyimpulkan hasil kegiatan pengabdian dan mencerminkan keberhasilan dalam meningkatkan kualitas akomodasi melalui pengembangan SDM. Memberikan rekomendasi untuk langkah-langkah selanjutnya dalam mempertahankan dan meningkatkan kualitas akomodasi di masa depan

Ranti Kivania; Amelia Novianti; Ricky Firmansyah

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Memasuki era perkembangan zaman yang makin terkenal akan dunia teknologi atau berbagai sektor industri yang makin pesat maju disebut dengan revolusi industri 4.0 dengan bantuan teknologi yang semakin canggih, revolusi teknologi sangat mengubah akomodasi yang berada di seluruh dunia, pada revolusi teknologi aplikasi maupun sistem yang ada pada sebuah bisnis dapat dilakukan secara online ataupun offline dimana sistem ini dilakukan untuk pemesanan dihari lain sistem ini disebut dengan sistem reservasi, manfaat sistem reservasi untuk memudahkan masyarakat dalam menikmati berbagai macam akomodasi pada bisnis dengan cepat dan meminimalisir  adanya keterlambatan jika ingin menikmati fasilitas atau tempat pada sebuah bisnis , sistem reservasi pada berbagai bisnis memiliki kelebihan dan ke efektifan untuk menjalankan sebuah bisnis. Sementara itu reservation yaitu sistem pemesanan fasilitas ataupun tempat. Reservasi sendiri merupakan suatu permintaan tamu agar mendapatkan  fasilitas atau tempat  yang diinginkan setelah melalui sistem reservasidengan harapan tidak adanya kendala ketika pada hari yang sudah direservasi, metode dalam pengumpulan data melalui berbagai karya ilmiah dengan mengolah data tersebut agar menjadi bahan penelitian inilah metode studi literatur.

Neni Lusianah; Ade Irma Purnamasari; Bani Nurhakim

Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen (EBISMEN) 2023 FEB Universitas Maritim Semarang

Akomodasi merupakan orientasi sosial yang bermakna keutuhan sosial demi menjauhi serta mendamaikan kegentingan, pertikaian yang saling berkaitan. Seumpama bentuk kegiatan akomodasi yang bermanfaat mempersiapkan perlengkapan guna melengkapi keperluan. provinsi jawa barat terdapat tempat wisata yang ramai dikunjungi oleh wisatawan nusantara dan mancanegara oleh sebab itu pengunjung menggunakan fasilitas akomodasi yang tersedia di setiap daerah, wisatawan nusantara ramai menginap di villa sedangkan wisatawan mancanegara lebih memilih hotel berbintang. Penelitian ini memfokuskan bagaimana pengelompokan wisatawan daerah wisata akomodasi dan jenis wisatawan terbanyak yang ramai berkunjung menggunakan algoritma k-means, analisis ini memakai metode Knowledge Discovery in Database (KDD). Teknik pengumpulan data atau pengumpulan data bersumber dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat. Dengan tujuan kiranya menjadi pengetahuan untuk wisatawan serta mampu mempublikasikan wisata di media sosial dan diharapkan akan lebih meningkat jumlah wisatawan yang berkunjung dan meningkatnya pembangunan sarana dan prasarana di setiap daerah akomodas.Hasil dari penelitian ini bahwa daerah akomodasi yang ramai dikunjungi adalah Kota Bandung dengan jenis wisatawan yang datang yaitu pengunjung  dalam negeri (Nusantara).

Ahmad Angga Putra Pradana

JUISI : Jurnal Ilmiah Sistem Informasi 2023 LPPM Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Pada era sekarang akomodasi bus masih cukup diminati karena kemudahan dalam mengaksesnya. Namun ketidakpastian waktu kedatangan bus tersebut terkadang menjadi masalah bagi calon penumpang karena seringnya tertinggal oleh bus yang ingin di tumpanginya. Dengan adanya permasalahan tersebut dibuatlah sebuah sistem dalam memperkirakan jarak dan waktu kedatangan bus. Dalam membangun sistem tersebut memanfaatkan modul GPS Neo-6M dan NodeMCU ESP8266 sebagai penentu titik lokasi bus. Modul GPS Neo-6M akan menerima data latitude dan longitude dari satelit navigasi yang kemudian data akan diolah NodeMCU ESP8266 dan dikirimkan ke firebase realtime database. Dalam website yang dibangun terdapat google maps API dan distance matrix service, dalam website juga terdapat titik lokasi Terminal dimana calon penumpang ingin menungu kedatangan bus. Website yang dibangun akan membaca data dari firebase realtime database dan akan menggitung hasil jarak dan perkiraan waktu kedatangan bus dengan data yang telah diperoleh dari firebase realtime database dan data dari titik terminal dimana calon penumpang ingin menunggu kedatangan bus. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan diketahui bahwa sistem yang dibuat dapat berjalan dengan baik, sistem mampu menghitung jarak dan perkiraan waktu kedatangan dari data yang ada dengan nilai rata-rata kesalahan pada pengukuran jarak sebsesar 0,9% serta sistem yang dibangun dapat menampilkan perkiraan waktu kedatangan bus.

Didik Ikhwanto

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah, 1) Bagaimanakah latar belakang terbentuknya desa wisata 2) Bagaimanakah bentuk-bentuk kegiatan pengelolaan masyarakat melalui pengembangan desa wisata dan dampaknya terhadap masyarakat sekitar. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan 1)Terbentuknya desa wisata di Desa Tlogoweru berawal dari gagasan pemerintah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta bantuan Program PNPM Mandiri Pariwisata, kemudian dikelola masyarakat setempat dengan tantangan dari pihak-pihak yang kurang mendukung adanya desa wisata. Justru hal tersebut menjadi tantangan bukan penghalang. Dengan kata lain, pemerintah membangunkan tidur panjang masyarakat dengan mendorong dan memfasilitasi adanya Desa Wisata Tlogoweru yang dikenal dengan ikon Penangkaran burung hantu. Pengelolaan masyarakat melalui pengembangan desa wisata yang dilakukan oleh pengelola dalam hal ini Pokdarwis Tlogoweru diterapkan dalam bidang atraksi dan akomodasi wisata. Pengelolaan masyarakat dalam bidang tersebut adalah dengan menyelenggarakan, a) pertemuan, b) pendampingan, c) bantuan modal sebagai stimulan, d) pembangunan sarana prasarana, e) pembentukan klompok sadarwisata (Pokdarwis), f) kerja bakti, g) Pemasaran. Pengembangan Desa Wisata Tlogoweru berdampak pada bidang ekonomi yang meliputi peningkatan pendapatan masyarakat serta penciptaan lapangan pekerjaan baru. Desa Wisata Tlogoweru dengan ikonnya Penangkaran burung hantu yang menyimpan mitos ternyata membawa berkah kesejahteraan bagi warga sekitar setelah adanya upaya pengelolaan wisata.Pengembangan Desa Wisata Tlogoweru memiliki dampak sosial-budaya mencakup peningkatan kualitas SDM, perubahan perilaku masyarakat agraris ke masyarakat pariwisata, pelestarian kebudayaan lokal berupa pelestarian seni wayang beber yang sudah langka ditemukan di Jawa, namun di sisi lain menimbulkan konflik perebutan kepengelolaan.

Maretza Naufal Fishendra

Jurnal Visi Manajemen 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Penelitian tentang kualitas pelayanan dan fasilitas terhadap kepuasan tamu. Kualitas pelayanan adalah suatu keadaan dinamis yang berkaitan erat dengan produk, jasa, sumber daya manusia, serta proses dan lingkungan yang setidaknya dapat memenuhi atau malah dapat melebihi kualitas pelayanan yang di harapkan. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif, faktual, dan akurat dengan membuat angket pada responden ( pengguna jasa coffee shop ) yang akan menjawab pertanyaan tentang akomodasi dan lokasi terhadap kepuasan tamu Kliri Coffee and Space Semarang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian regresi dan korelasi yang merupakan garis trend dari suatu kegiatan atau variabel yang terdiri dari 2 faktor atau lebih. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Kualitas Pelayanan memiliki pengaruh positif terhadap Kepuasan Tamu, sehingga hipotesis diterima.

Agil Muhammad Firmansyah; Astari Wulandari; Djudjun Rusmiatmoko

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2021 Universitas 17 Agustus 1945

Semarang juga menjadi central atau pusat dari berbagai aktivitas perdagangan, perkantoran dan perbankan di Jawa tengah, hal ini mendasari pemerintah untuk membangun kota Semarang dari berbagai sektor. Dari sektor pariwisata misalnya, saat ini Kota semarang memiliki Pariwisata yang beragam seperti wisata bangunan bersejarah, wisata keluarga, wisata kuliner, wisata religi serta wisata alam. Penambahan kapasitas Bandara Ahmad  Yani Semarang dan terus meningkatnya jumlah wisatawan di Kota Semarang masih belum dimbangi dengan adanya fasilitas- fasilitas pendukung di sekitarnya, contohnya Hotel Transit. Hotel Transit Bandara Ahmad Yani di Semarang dibuat sebagai sarana akomodasi yang mampu memberikan pelayanan yang cepat, efektif dan efisien, serta dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas, baik pokok maupun penunjang, yang dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan kepada para pengunjung hotel, terutama pengunjung yang merupakan Penumpang Bandara Ahmad Yani Semarang. Perancangan Hotel Transit Bandara Ahmad Yani Semarang, direncanakan sebagai bangunan yang memiliki filosofi bangunan komersial yang memperlihatkan penampilan fisik yang menarik dan memperlihatkan ciri khas daerah tetapi tidak mengurangi aspek fungsinya sebagai tempat yang menyediakan  jasa  penginapan,  makan  dan  minum  serta  jasa  lainnya  yang dimaksudkan untuk dapat memenuhi kebutuhan para konsumen. Pengaplikasiannya dilakukan secara zoning, denah, sirkulasi, maupun fasad. Diharapkan rancangan ini berguna dan memberikan inspirasi bagi pembaca.

Ikhwanto , Ikhwanto

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah, 1) Bagaimanakah latar belakang terbentuknya desa wisata? 2) Bagaimanakah bentuk-bentuk kegiatan pengelolaan masyarakat melalui pengembangan desa wisata dan dampaknya terhadap masyarakat sekitar. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan 1)Terbentuknya desa wisata di Desa Tlogoweru berawal dari gagasan pemerintah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta bantuan Program PNPM Mandiri Pariwisata, kemudian dikelola masyarakat setempat dengan tantangan dari pihak-pihak yang kurang mendukung adanya desa wisata. Justru hal tersebut menjadi tantangan bukan penghalang. Dengan kata lain, pemerintah membangunkan tidur panjang masyarakat dengan mendorong dan memfasilitasi adanya Desa Wisata Tlogoweru yang dikenal dengan ikon Penangkaran burung hantu. Pengelolaan masyarakat melalui pengembangan desa wisata yang dilakukan oleh pengelola dalam hal ini Pokdarwis Tlogoweru diterapkan dalam bidang atraksi dan akomodasi wisata. Pengelolaan masyarakat dalam bidang tersebut adalah dengan menyelenggarakan, a) pertemuan, b) pendampingan, c) bantuan modal sebagai stimulan, d) pembangunan sarana prasarana, e) pembentukan klompok sadarwisata (Pokdarwis), f) kerja bakti, g) Pemasaran. Hal ini relevan dengan teori benntuk-bentuk kegiatan pengelolaan masyarakat menurut Hutomo, namun terdapat bebarapa tambahan poin penting yang belum diungkapkan pada teori tersebut, misalnya pemasaran dan kerja bakti seperti yang terjadi pada Desa Wisata Tlogoweru. Sedangkan, Pengimplementasian bentuk-bentuk kegiatan pengelolaan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dalam rangka mempercepat terwujudnya keberdayaan dan kesejahteraan masyarakat Desa Wisata Tlogoweru. Pengembangan Desa Wisata Tlogoweru berdampak pada bidang ekonomi yang meliputi peningkatan pendapatan masyarakat serta penciptaan lapangan pekerjaan baru. Desa Wisata Tlogoweru dengan ikonnya Penangkaran burung hantu yang menyimpan mitos ternyata membawa berkah kesejahteraan bagi warga sekitar setelah adanya upaya pengelolaan wisata.Pengembangan Desa Wisata Tlogoweru memiliki dampak sosial-budaya mencakup peningkatan kualitas SDM, perubahan perilaku masyarakat agraris ke masyarakat pariwisata, pelestarian kebudayaan lokal berupa pelestarian seni wayang beber yang sudah langka ditemukan di Jawa, namun di sisi lain menimbulkan konflik perebutan kepengelolaan.

Nurin Aji Permana; Astari Wulandari; Choirul Amin

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2020 Universitas 17 Agustus 1945

Pemadam kebakaran (BRANDWEER) adalah orang atau pasukan yang bertugas memadamkan kebakaran, melakukan penyelamatan, dan menanggulangi musibah atau bencana alam lainya. Dinas Pemadam Kebakaran dalam sejarah Kota Semarang sama tuanya dengan sejarah Pemerintahan Kota Semarang. Dengan perkembangan masyarakat dan pertumbuhan pembangunan menuntut adanya peran pemerintah dalam mengelola Unit Pemadam Kebakaran ini. Tapi banyak juga masyarakat yang meremehkan petugas damkar ini dibuktikan dengan masih banyaknya masyarakat yang ikut campur saat petugas sedang bertugas. Mulai dari perebutan selang penyemprot dan pemukulan terhadap petugas yang dikira melarikan diri saat bertugas. Markas Besar Pemadam Kebakaran Di Semarang merupakan tempat akomodasi pelatihan pasukan pemadam yang mewadahi pelatihan anggota yang memiliki penempatan wilayah dinas di Jawa Tengah. Tujuan bangunan ini adalah sebagai contoh standarisasi keamanan bencana kebakaran yang harus di terapkan di semua bangunan selain itu, Markas besar juga sebagai tempat pelatihan anggota pemadam se Jawa Tengah. Dikarenakan bangunan markas besar pemadam kebakaran sangat di pentingkan di segi sirkulasi aktivitas maka langgam arsitektur yang digunakan adalah arsitektur modern, arsitektur modern merupakan gaya arsitektur statis yang berkembang pada masa pra-industrial sebagai bentuk dari revolusi dari gaya arsitektur tradisional. Pengaplikasiannya dilakukan secara zoning, denah, sirkulasi, maupun fasad. Diharapkan rancangan ini berguna dan memberikan inspirasi bagi pembaca.

Ainul Yaqin

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Penelitian ini dilakukan pada Museum Jawa Tengah Ranggawarsita yang bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan pengaruh kualitas pelayanan dan amenitas terhadap kepuasan pengunjung yang mana mengalami kondisi kurang baik fasilitas umum, sarana prasarana akomodasi yang memadai, serta tangible, reliability, responsiveness, assurance, serta emphaty yang mana dalam kondisi pelayanan yang diberikan oleh pelayanan oleh seorang pramuwisata masih kurang baik dalam meyakinkan wisatawan dalam melakukan kunjungan ulang pada daya tarik wisata.  Data penelitian diperoleh melalui kuesioner dan wawancara. Sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 58 responden. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi pihak pengelola maupun kepuasan pengunjung. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistik kuantitatif. Analisis kuantitatif menggunakan analisis regresi berganda untuk mengetahui pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent, uji model, uji hipotesis, dan namun sebelum dilakukan uji tersebut dilakukan dahulu uji validitas dan uji reliabilitas.  Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa kualitas pelayanan yang baik serta peningkatan sarana dan prasarana yang memadai terhadap kepuasan pengunjung. Maka hasil uji analisis regresi berganda menunjukkan nilai F yang signifikan, dengan nilai korelasi determinasi adjusted R2 square sebesar 0,636. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dan amenitas mempengaruhi secara nyata terhadap kepuasan pengunjung secara bersama-sama dengan keeratan hubungan sebesar 63,6%. Hal ini menunjukkan bahwa untuk meningkatkan kepuasan pengunjung pada Museum Jawa Tengah Ranggawarsita perlu adanya peningkatan kualitas pelayanan yang baik terhadap wisatawan, serta peningakatan sarana prasarana amenitas.

Edipeni Pramusinto; Sri Mulyani Wahono

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Upacara adat tradisional Sekaten merupakan salah satu bentuk peninggalan kebudayaan Jawa yang dapat dijadikan atraksi wisata budaya yang potensial dan diharapkan memberikan pengaruh yang besar bagi pengembangan & pembangunan Kepariwisataan Daerah bahkan Nasional. Implikasi tersebut dapat kita lihat pada penelitian ini yang mempunyai tujuan untuk mengetahui keterkaitan antara upacara adat tradisional Sekaten dengan pengembangan di Kodya Surakarta di samping itu juga untuk mengetahui unsur-unsur yang terkandung dalam upacara adat tradisional Sekaten serta letak nilai-nilai budaya yang harus dilestarikan. Keterkaitan antara upacara adat tradisional Sekaten dengan perkembangan kepariwisataan di Kodya Surakarta terlihat pada kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan lebih mengarah pada bentuk-bentuk atraksi pariwisata yang ternyata mampu mengundang banyak wisatawan untuk datang, tidak hanya wisatawan nusantara/domestik, melainkan juga wisatawan mancanegara. Realita ini apabila dilestarikan dan dikembangkan secara kontinu akan berdampak positif terhadap pengembangan dan pembangunan kepariwisataan daerah bahkan nasional, karena dari penyelenggaraan upacara adat tradisional Sekatenakan muncul komponen-komponen kebutuhan wisatawan yang lain, seperti: akomodasi, makan, minum, transportasi dan jasa penunjang lainnya. Dalam kaitan ini suksesnya kegiatan Sekaten tergantung pada unsur yang terlibat, yakni :pemerintah, swasta dan masyarakat dan keterlibatan tersebut harus bersifat saling mendukung dan menguntungkan. Bermuara dari uraian tersebut di atas maka dapat diambil kesimpulan bahwa upacara-upacara adat tradisional yang hidup pada masyarakat kita, seperti halnya: Sekaten, dapat memberikan sumbangan bagi pengembangan dan pembangunan kepariwisataan di tanah air.