Publication Search

73,128 articles from 694 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 24

Analytics

Rr. Chantika Vebyola Wijaya; Dedo Indra Pratama; Adib Yanuar Gunawan; Wiwin Yulianingsih

JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The inheritance law itself is part of the civil law and the smallest part of the family law. The customary law inheritance system includes 3 (three) patterns, namely patrilineal, matrilineal, and parental. One of the tribes that still applies customary inheritance law is the Talang Mamak Tribe. This research explores the application of the inheritance of the Talang Mamak Tribe in the customary inheritance system in Indonesia and its legal consequences in terms of aspects of Indonesian civil law. This research is of a normative juridical type using a statutory debate approach and a concept approach. The secondary data used comes from literature studies with analytical descriptive analytical methods. The result of the research obtained by Penilis is that most of the Talang Mamak people are known to have converted to Islam. The traditional inheritance of the Talang Mamak Tribe basically uses a matrilineal system, where the heirs are daughters. The role of Ninik amak and the daughter here is to be the ruler or controller of the inheritance and the custodian of all the brothers of the wife including the sons. According to Article 105 and Article 109 of the Civil Code, this is inversely proportional to the position of women who are classified as legally incompetent. The inheritance system in the Talang Mamak Tribe should be given legal protection by the government specifically.     Keywords: , , ,

Fahrian Nurhidayat; Muhammad Fajar Dwi Prasetyo; Diana Rahima

JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Hukum waris adat ada untuk mejadi suatu budidaya kita sebagai negara dengan berbagai suku dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami sebagai pewarisan dalam perkawinan beda kasta dalam hal hak dan kewajibannya menerima objek waris. Berdasarkan metode penelitian normatif yuridis berdasarkan hukum, asas beserta kaidah nya dan peraturan-peraturan hukum waris adat Bali dari ketentuan yang ada. Hasil yang diteliti dalam hal ini adalah perkawinan beda kasta dilarang untuk dilakukan dan perempuan yang melakukan akan kehilangan kasta atau tri wangsa nya dan menjadi satu kasta dengan suami. Kemudian, perempuan yang nyerod tidak dapat menjadi ahli waris jika ia juga termasuk pursua atau putrika akan tetapi pewarisan yang ada pada keluarganya tetap berdasarkan peraturan hukum waris adat Bali. Sehingga dengan melihat hukum adat Bali perkawinan beda kasta akan mendapat konsekuensi besar bagi kaum perempuan dan pewarisannya akan seperti aturan yang berlaku pada Manawa Dharmasastra.  

Attahariq T.P; Azizul Hakim .C

JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Customary law is one of the important sources of law in the development of national law which leads to statutory regulations. Bugis tribe is one of the four tribes in South Sulawesi. In the case of inheritance, Bugis tribe recognizes parental kinship system. One of the core elements of customary law for the development of national inheritance law is customary inheritance law. The research results show that the distribution of inheritance to the Bugis community is carried out in three ways:grants, testament or last testament and testament, and after the testator dies.  

Imam Hanafi; Mohammad Arsyi. O

Journal of Administrative and Sosial Science (JASS) 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Hukum adat ialah salah satu sumber hukum yang penting dalam pembangunan hukum nasional yang bermuara pada peraturan perundang-undangan. Unsur-unsur psikologis hukum adat yang berintikan kepribadian bangsa Indonesia perlu dituangkan dalam peraturan hukum yang baru agar hukum yang baru itu sesuai dengan dasar keadilan dan perasaan hukum rakyat Indonesia. Salah satu unsur inti hukum adat bagi pembangunan hukum waris nasional adalah hukum waris adat. Dalam hukum adat Minangkabau didasarkan atas tatanan hukum ibu atau sering disebut dengan sistem matrilineal. Dalam masyarakat Minangkabau, pusaka terbagi menjadi pusaka tinggi dan pusaka rendah.    

Hasan Hasan; Haryeni Haryeni; Muslimat Muslimat

Concept: Journal of Social Humanities and Education 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Kalindaqdaq merupakan salah satu tradisi adat yang berasal dari etnis suku Mandar, Sulawesi Barat. Tradisi ini berupa penyampaian perumpamaan saat hendak menyampaikan keinginannya kepada seseorang, berkarakteristik layaknya sebuah pantun juga puisi. Kalindaqdaq adalah sebuah ungkapan perasaan dari seseorang, sehingga juga disebut sebagai puisi mandar. Puisi Mandar ini biasanya bertujuan untuk merayu wanita, perjuangan, sindiran, ataupun motivasi.  Asal kata dari kalindaqdaq berasal dari suku kata Kali (Gali) dan daqdaq (dada), jadi secara bahasa, Kalindaqdaq dapat diartikan ’isi dada’ atau cetusan perasaan dan pikiran yang  dinyatakan dalam kalimat-kalimat yang indah. Kalindaqdaq yang merupakan ekspresi kreativitas masyarakat Mandar, pertama kali disyairkan oleh rakyatnya pada saat raja ke-empat kerajaan Balanipa, Daetta Tommuane dan Daetta Towaine diarak mengendarai kuda Pattudu. kalindaqdaq digolongkan dalam berbagai macam tema yang menyentuh berbagai aspek kehidupan, mulai dari tema agama yang bernuangsa syaria’ah maupun tasawuf, percintaan, patriotisme sampai ke-yang  jenaka (humor). Kalindaqdaq Mandar disampaikan oleh seorang penutur, biasanya pemuda, atau lelaki paruh baya, bahkan biasanya orang tua, singkatnya ia dilakoni oleh kaum pria. Kalindaqdaq dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari di daerah Mandar, utamanya dalam acara-acara khusus sepertia; Mettumae (melamar), Pelantikan Raja dan acara mappatammaq (orang khataman Al Qur’an menunggangi kuda penari).

Muhammad Abdul Gofur; Muhamad Fahmi Ridho Auliya; Mukh Nursikin

Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Indonesia adalah bangsa majemuk yang terdiri dari berbagai suku, ras, bahasa, adat istiadat, agama, dan budaya. Masyarakat Indonesia juga dikenal sebagai masyarakat multikultural dengan latar belakang budaya dan agama yang beragam. Secara konseptual, multikulturalisme mengacu pada profil negara sebagai bangsa yang majemuk dan masyarakat yang multikultural. Warga negara akan menghargai pluralitas dan multikulturalisme berdasarkan prinsip pemerataan. Multikulturalisme sebagai konsep keragaman dan pemerataan harus diakomodasi dalam sistem pendidikan nasional. Itu harus tercermin dalam kurikulum.      

Siska Udilawaty; Apsari Dj.Hasan

JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS 2022 UNIVERSITAS STEKOM

This study discusses the meaning contained in the logo of the Province of Gorontalo in semiotic analysis. Logo is the identity of an institution that represents the history and culture of the institution while semiotics is the science of reading signs both verbally and visually, visual forms make the vision and mission as well as identity reflected in a logo. Just like the regional logo of Gorontalo Province which has various meanings of signs and symbols that reflect the area, for example, the Padi and cotton symbols are inspired by the city government logo which means depicting prosperity and others. There is also an oval pattern in the logo taken from the eggs of the Maleo bird, which is endemic to Gorontalo. There is the fort of Otana and pictures of books taken from our philosophy "adat based on sara', sara' based on the book of Allah. The purpose of the study was to describe and analyze what the meaning of the symbols in the logo of the Gorontalo Province were. The research used semiotic analysis of Charles Sanders Peirce. Semiotics departed from three main elements, which Peirce called the triangle theory of meaning, namely: signs, objects, and interpretants. The meaning of the logo can be studied scientifically with semiotic theory. In Peirce's study, symbols are divided into 3 categories: icons, indexes, and symbols. To analyze the meaning of symbols, Peirce uses 3 semiotic terms: representamen which is a symbol, semiotic object which is a real object of symbol reference, and interpretant which states the relationship between representamen and semiotic objects. Benefits of this research To add scientific insight in the field of linguistics, especially to the use of semiotic theory and to find out creative strategies in promotional activities of a government institution so that they can build a brand in the eyes of the public. The results of this study determine the meaning of the signs on the regional symbols of Gorontalo province. The output of this research is a scientific paper published in an accredited national journal.This study discusses the meaning contained in the logo of the Province of Gorontalo in semiotic analysis. Logo is the identity of an institution that represents the history and culture of the institution while semiotics is the science of reading signs both verbally and visually, visual forms make the vision and mission as well as identity reflected in a logo. Just like the regional logo of Gorontalo Province which has various meanings of signs and symbols that reflect the area, for example, the Padi and cotton symbols are inspired by the city government logo which means depicting prosperity and others. There is also an oval pattern in the logo taken from the eggs of the Maleo bird, which is endemic to Gorontalo. There is the fort of Otana and pictures of books taken from our philosophy "adat based on sara', sara' based on the book of Allah. The purpose of the study was to describe and analyze what the meaning of the symbols in the logo of the Gorontalo Province were. The research used semiotic analysis of Charles Sanders Peirce. Semiotics departed from three main elements, which Peirce called the triangle theory of meaning, namely: signs, objects, and interpretants. The meaning of the logo can be studied scientifically with semiotic theory. In Peirce's study, symbols are divided into 3 categories: icons, indexes, and symbols. To analyze the meaning of symbols, Peirce uses 3 semiotic terms: representamen which is a symbol, semiotic object which is a real object of symbol reference, and interpretant which states the relationship between representamen and semiotic objects. Benefits of this research To add scientific insight in the field of linguistics, especially to the use of semiotic theory and to find out creative strategies in promotional activities of a government institution so that they can build a brand in the eyes of the public. The results of this study determine the meaning of the signs on the regional symbols of Gorontalo province. The output of this research is a scientific paper published in an accredited national journal.

Sandika, I Kadek Budi; Ariasih, Ni Kadek; Sutarwiyasa, I Ketut; Lesmana, Putu Surya Wedra; Ginantra, Ni Luh Wiwik Sri Rahayu +3 more

Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi 2022 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Pemerintahan desa Pecatu belum mampu menangani sampah pada unit jasa pengelolaan sampah secara maksimal karena sampah belum terpilah di sumber timbulannya, mesin yang kurang bagus, serta belum menemukan formula tepat menangani masalah residu. Tujuan Kegiatan PKM yaitu melakukan optimalisasi pengelolaan sampah melalui proses pemilihan. proses edukasi kepada masyarakat sebagai target dari transfer knowledge tata cara pemilahan sampah, karena masyarakat merupakan sumber timbulan dari pengelolaan sampah.  Kegiatan PKM ini memberikan solusi yang ditawarkan dengan sumber daya yang dimiliki adalah sosialisasi, edukasi dan pendampingan pemilahan sampah di sumber timbulan sampah/pelanggan. Hasil penelitian berfokus pada  kegiatan pendampingan program pemilahan sampah ditargetkan pada 5% pelanggan unit jasa pengelolaan sampah, Tahapan pengabdian yang direncanakan adalah persiapan, FGD unsur pemerintahan desa dinas dan desa adat, sosialisasi pemilahan sampah, monitoring pelaksanaan pemilahan sampah disumbernya, serta evaluasi kegiatan. Hasil PKM menunjukkan tingkat pemahaman dan konsistensi masyarakat pada proses pemilahan sampah rerata adalah 63%.

Jocom, Hary

IT-Explore: Jurnal Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi 2022 Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana

Penelitian ini bertujuan mengukur sejauhmana penggunaan smart tourism dalam kerangka mendukung industri pariwisata di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau. Pemilihan lokasi didasarkan atas latar belakang memiliki nilai historis, budaya, dan religi yang tinggi baik di tingkat nasional maupun internasional, dan merupakan destinasi favorit wisatawan asing dari Malaysia dan Singapura karena kedekatan historis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui serangkaian penyebaran kuesioner kepada wisatawan yang berkunjung dilanjutkan dengan wawancara terstruktur dan diskusi terfokus dengan tokoh kunci yang telah ditentukan oleh peneliti, baik itu tokoh masyarakat, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), tokoh adat, dan pemerintah daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan dan promosi wisata Pulau Penyengat masih dilakukan secara konvensional, belum mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi sebagai instrumen untuk mendukung pemasaran industri pariwisata secara luas. Kondisi empirik ini berakar pada berbagai persoalan yang ada, baik itu sumber daya manusia, kebijakan pembangunan pariwisata, dan kesadaran kolektif pembangunan industri pariwisata

Vinsensius Bawa Toron; Paulinus Tibo

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini dengan judul Nilai-nilai Adat dalam Komunitas Basis (KBG). Penelitian dilakukan di Desa Tanalein, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah normatif sosiologis. Komunitas Basis Gereja (KBG) sejak  Gereja perdana telah terbentuk. Komunitas Basis Gereja yang ditekankan adalah nilai kesetiaan, hidup bersama, bekerja bersama, loyalitas, saling membagi, saling mendengar, bersama melakukan pelayanan Injil Kerajaan Al1ah dan bersama menyerukan pertobatan. Bertolak dari nilai-nilai dimaksud, Gereja lokal juga telah memiliki nilai budaya telah tumbuh dan berkembang. Gereja lokal melihat itu sebagai  kekayaan dalam pengembangan KBG. Koun dan wuu’ lolon dalam bercocok tanam yang diangkat dalam penelitian ini memiliki nilai-nilai kerjasama, saling mendengar dan bersyukur. Untuk menuju model KBG masa kini, maka prinsip Koun dan wuu’ lolon  yang telah merasuk di setiap klan dalam adat istiadat dalam hal ini bercocok tanam harus menjadi menjadi prinsip-prinsip yang menjiwai sebuah KBG. 

Lenni Sitorus

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kepercayaan atau Keyakinan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang sudah dimiliki oleh suku Batak Toba ini sudah mereka yakini sejak dahulu kala jauh sebelum agama asing memasuki nusantara Indonesia. Kepercyaa atau keyakinan tersebut adalah Ugamo Malim. Kepercayaan Ugamo Malim merupakan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa melalui persembahan suci dan yang mempersembahkan juga harus bersih dan suci yang juga merupakan perwujudan sila pertama Pancasila, dan diatur dalam Undang Undang Dasar 1945. Ugamo Malin memiliki ajaran dan tuntunan yang sesuai dengan Pancasila. Penganut kepercayaan Ugamo Malim terus berkurang jumlahnya, namun masyarakat adat Batak Toba terus melestarikan budaya leluhur ini.

Markus Amid

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2022 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Adat is a way of life that has been passed down from generation to generation, sometimes considered sacred, so that when religion with rules/teachings that are considered new by the community becomes a new way of life, it becomes a problem to be considered as throwing away custom, or people who have forgotten the land, or are arrogant. , fanatic or dubbed uncivilized. From a religious perspective, Christians are divided into several interpretations. The attitude of rejection, which considers customs a sin with the assumption that everything in the world is sin (1 John 2:15-16). Meanwhile, other interpretations are fully accepting of adat. Custom is a gift from God, the fall of man into sin has damaged and confused traditional values, customary values need to be tested with the Word of God. This study uses a qualitative methodology with an interview and literature approach. The result of the research is that Christians should not reject customs, they only need to sort out what is contrary to God's word and what is not contrary to God's word. Customs that are contrary to God's word must be abolished, while customs related to God's word must be cultivated. Conclusion: Christian faith must be above customs because Christian faith is directly related to faith in Christ

Siti Larassati; Mhd Isman

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konflik sosial dalam novel Perempuan yang Menangis Kepada Bulan Hitam karya Dian Purnomo dengan pendekatan sosiologi sastra. Sumber data penelitian adalah novel Perempuan yang Menangis Kepada Bulan Hitam karya Dian Purnomo berjumlah 320 halaman diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama di Palmerah Barat, Jakarta, cetakan keempat Maret 2022. Data penelitian ini adalah konflik sosial novel Perempuan yang Menangis Kepada Bulan Hitam karya Dian Purnomo. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan cara mengumpulkan data, mendeskripsikan data, dan menganalisis data. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah membaca berulang-ulang novel, menghayati, memahami, mengumpulkan data, menggarisbawahi, mendeskripsikan dan menyimpulkan hasil penelitian. Hasil penelitian ini ditemukan beberapa konflik sosial di antaranya: konflik pribadi, konflik kelompok, konflik politik dan konflik budaya. Konflik pribadi banyak ditemukan sebab antar tokoh di dalam novel ini saling bersitegang, adu mulut dan melakukan perkelahian. Konflik kelompok terjadi antara Dangu dengan masyarakat desa. Konflik politik terjadi karena penyuapan yang dilakukan oleh salah seorang warga kepada polisi. Konflik budaya terjadi karena ada beberapa adat yang tidak lagi relevan jika diterapkan di masa kini.

Rini Yanti; Muchtadi Muchtadi; Hartono Hartono

Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Judul dari penelitian ini adalah Etnomatematika dalam Tradisi Upacara Adat Maruba  di Kerajaan Hulu Ai’k Kecamatan Hulu Sungai Kabupaten Ketapang. Fokus penelitian ini adalah untuk menemukan 1) Apa saja alat-alat yang digunakan pada tradisi upacara adat maruba yang mengandung unsur matematika? 2) Apa saja aktivitas upacara adat maruba yang mengandung unsur matematika?. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Deskriptif kualitatif! Bentuk penelitian ini merupakan studi kasus yang bertujuan untuk menghimpun atau menganalisis data berbagai fenomena-fenomena yang menjadi subjek penelitian di sini peneliti memberikan pertanyaan-peratanyaan dan tes yang terstruktur kemudian data dianalisis secara kualitatif deskriptif untuk mengetahui kebenaran yang terdapat pada lokasi penelitian. Data dan jenis data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dengan menggunakan lembar observasi, pedoman wawancara dan dokumen. Hasil penelitian menuajukan bahwa alat-alat tradisional tradisi upacara maruba dikerajaan hulu sungai etis Dayak krio yang dapat digunakan dalam pembelajaran matematika di sekolah yaitu ketawak/ gerantung, mangkok tanah, kain batik, tempayan, bosi/parang, ancak, piring keramik,pahar, tanduk kerbau, dan kain kuning, adapun materi matematika yang dapat mengunakan alat-alat tradisional tradisi upacara adat maruba di kerajaan hulu sungai etis Dayak krio tersebut adalah, namgun datar, bangun ruang, dan oprasi bilangan bulat. Selanjutnya, ada enam aktivitas yang terdapat didalam tradisi upacara adat maruba dikerajaan hulu aik suku Dayak krio  yang mengandung unsur matematika antara lain aktivitas  duduk gae, begamal betabuh menari maigal, beramu, pencucian benda pusaka, buang sial tolak bala, dan aktivitas timang tanduk sengiang holing rata-rata materi matematika yang termuat adalah materi membilang, mengukur, dan oprasi hitung, penjumlahan dan perkalian.

Wasalmi

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2022 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Masyarakat adalah kumpulan banyak individu, kecil besar, yang terikat satuan, adat, ritus atau hukum khas, dan hidup bersama. Al-Qur’an mengandung ajaran yang konprehensif, universal dan menyentuh semua kehidupan umat manusia. Al-Qur’an tidak hanya berbicara tentang hukum-hukum dalam beribadah mahdhah saja, tetapi mu’amalah juga yaitu mulai dari interaksi sesama manusia, bagaiamana cara untuk mendamaikan antara sesame manusia, bahkan seruan untuk selalu mengajak sesama kepada jalan yang benar, dan masih banyak lagi lainnya yang berhubungan dengan masyarakat. Terdapat ayat-ayat dalam al-Qur’an yang telah membahas persoalan ini, salah satunya adalah QS.Ali Imron dan al-Hujurat.   

Nurul Aina Tarigan; Sri Listiana Izar

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna dan nilai budaya yang terdapat dalam pedah-pedah pada pernikahan adat suku Karo dengan kajian semantik. Sumber data penelitian ini adalah  video pernikahan adat suku Karo yang telah didokumentasikan ke dalam sebuah DVD yang diambil dari desa Lau Kersik, kecamatan Gunung Sitember, kabupaten  Dairi.  Data dari penelitian ini adalah makna dan nilai budaya pedah-pedah yang diutarakan atau disampaikan oleh pihak Kalimbubu, Senina ataupun Anak Beru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah dokumentasi video pedah-pedah yang disampaikan Kalimbubu, senina dan Anak Beru.  Teknik analisis data penelitian ini menggunakan tenik reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menyimpulkan terdapat makna konotatif dan makna denotatif dalam pedah-pedah pada pernikahan adat suku Karo. Dan juga terdapat nilai budaya  dalam pedah-pedah pada pernikahan adat suku Karo yang terdiri dari nilai budaya komitmen, nilai budaya religi, nilai budaya kerukunan dan penyelesaian konflik, nilai kesopansantunan, nilai budaya pendidikan, dan nilai budaya kerja keras.

Daniel T. Todapa; Juemi Juemi

Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPPMI) 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

The community service activity entitled "Socialization of Village Cultural Traditions" was carried out in Kamarora B Village, District. Nokilalaki Sigi Regency The aim of this community service activity is to empower and improve the quality of the existence of traditional villages in the context of preserving culture and strengthening character as national identity. Selection in Kamarora B Village Because Kamarora B Village is a village that has customs and culture which have begun to be eroded by the rapid flow of globalization, efforts are needed to preserve cultural customs as a filter and foundation for development in Kamarora B Village, Kec. Nokilalaki, Sigi Regency. This community service activity is carried out by conducting outreach which aims to increase the understanding and knowledge of Village Government Apparatus, Youth and the community regarding how important it is to maintain the cultural traditions of Kamarora B Village which have begun to be eroded by the times.

Arief Fahmi Lubis

Public Service And Governance Journal 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

The revitalization of customary law as a source of local wisdom does not mean returning to the past, but taking the essence of wisdom that has stood the test of time and adapting it to answer contemporary challenges. Qualitative research uses a descriptive approach to collect data systematically, factually, and quickly according to the description when the research is carried out. The results of this study show that with the right approach, customary law can be a source of inspiration and solutions to various modern problems, ranging from environmental crises to erosion of social cohesion.  

Asiah Sanyah Hasanah Simanjuntak; Yuliza Chintia

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Local wisdom atau disebut dengan kearifan lokal yang merupakan cara atau suatu kegitan yang sedang di lakukan masyarakat pada daerah tertentu mengenai suatu pemahahan yang sangat mendalam mengenai suatu pengetahuan mengenai bagaimana asal mula dari suatu tempat tinggal yang sedang di tempati sekitar dan memiliki perkembangan Local wisdom atau kearifan lokal adalah cara atau praktik yang dilakukan masyarakat di daerah tertentu tentang pemahaman mendalam mereka yang berasal dari lingkungan sekitar dan dikembangkan oleh warga setempat secara turun temurun. Kearifan local muncul dari dalam mereka sendiri dan dikembangkan selama beberapa generasi dan tertanam dalam diri masyarakat. Kearifan local merupakan warisan nenek moyang yang menyatu dengan religi, budaya dan adat istiadat.namun sekaran kearifan local sudah mulai memudar karena masyarakat modern menganggap bahwa kehidupan modern lebih baik. Oleh karena iitu literatur ini bertujuan untuk memberikan wawasan tentang kearifan lokal. Metode yang digunakan yaitu sistematik literature review yang didapat dari hasil review dari beberapa sumber artikel.

Irvan Fadly; Muh Farras Rasyiq

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2022 Universitas 17 Agustus 1945

Dalam sebuah kota di Jawa, alun-alun umumnya merupakan suatu lapangan terbuka yang luas dan berumput yang dikelilingi oleh jalan yang menjadi bagian salah satu elemen yang ada di setiap kegiatan manusia. Oleh karenanya setiap manusia baik secara individu dan kelompok kerapkali melakukannya. Hasil cipta, rasa, karsa, dan karya manusia yang paling rumit sepanjang peradaban. Kota bisa dibilang sebagai tempat yang padat dan dihuni oleh orang-orang yang heterogen (beraneka ragam) baik dalam hal mata pencaharian, agama, adat, dan kebudayaan. Kota Blora memiliki ruang terbuka yang juga dimiliki oleh kota-kota lain. Alun alun Blora sendiri merupakan salah satu landmark yang ada di Blora. Berada pada tengah kota membuat alun alun Blora ini selalu ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai kota karena hampir semua jalan terpusat ke Taman alun alun Blora ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hubungan antara ruang fisik yang tercipta dan pengaruhnya terhadap perilaku yang berkelanjutan masyarakat yang menggunakannya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan proses analisis studi kasus di Kota Blora. Penelitian ini menemukan elemen-elemen fisik yang ada sebagai penanda sebuah alun-alun kota dan beberapa kelompok penggunaan yang telah disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya, berupa aktivitas-aktivitas yang telah menjadi tradisi dan telah dikembangkan sesuai perkembangan ruang yang tersedia.