Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-7 of 7

Analytics

Rio Saputra; Didit Darmawan; Lina Wahyu Indayanti; Indah Wati Dwi Rini; Titik Ustiani

Global Leadership Organizational Research in Management 2023 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Abortion is a complex issue involving moral, legal and health considerations. Legal exceptions to abortion are a key focus in unraveling the dynamics of this complexity. Legal views and norms regarding abortion have undergone significant changes, reflecting social changes and understandings of women's reproductive rights. This study aims to analyze the regulations and legal views that define legal exceptions to abortion in Indonesia and how they relate to mitigating women's health risks. The research method involved a literature review and juridical analysis. The results show that the Health Law and Criminal Code provide exceptions for abortion under certain medical conditions, but the 40-day maximum time limit has been criticized. The role of certified health workers and constantly updated regulations play an important role. Implementation of legal exceptions remains challenging, especially in remote areas. In responding to this debate, regulations need to consider the humanitarian and psychological aspects of rape victims.

Yudha Ardy Tama; Rachmat Ihya

Mandub: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

ABSTRAK   Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui kajian tentang tindakan aborsi apabila ditinjau dari perspektif hukum Islam serta mengetahui kajian tentang tindakan aborsi apabila ditinjau dari peraturan perundang-undangan di Indonesia. Penelitian menggunakan metode yuridis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kajian tentang tindakan aborsi apabila ditinjau dari perspektif hukum Islam menunjukkan bahwa tahun 2005 Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan Fatwa MUI 4/2005 atas pertimbangan bahwa dewasa ini semakin banyak terjadi tindakan aborsi yang dilakukan oleh masyarakat tanpa memperhatikan tuntunan agama. MUI menyatakan bahwa: a) Aborsi haram hukumnya sejak terjadinya implantasi blastosis pada dinding rahim ibu (nidasi); b) Aborsi dibolehkan karena adanya uzur, baik yang bersifat darurat ataupun hajat; Aborsi yang dibolehkan karena uzur sebagaimana dimaksud pada angka 2 hanya boleh dilaksanakan di fasilitas kesehatan yang telah ditunjuk oleh pemerintah; serta d) Aborsi haram hukumnya dilakukan pada kehamilan yang terjadi akibat zina. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kajian tentang tindakan aborsi apabila ditinjau dari peraturan perundang-undangan di Indonesia meunjukkan bahwa peraturan perundang-undangan di Indonesa yang mengatur tentang tindakan aborsi yakni pada Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dan Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 Tentang Kesehatan.   Kata kunci: Aborsi, Hukum Islam, Undang-Undang                                                                 ABSTRACT   The purpose of this research is to find out the study of abortion when viewed from the perspective of Islamic law and to know the study of abortion when viewed from the laws and regulations in Indonesia. The study used juridical methods. The results showed that the study of abortion when viewed from the perspective of Islamic law showed that in 2005 the Indonesian Ulema Council issued MUI Fatwa 4/2005 on the consideration that today there are more and more abortions carried out by the community without regard to religious guidance. MUI states that: a) Abortion is illegal since the implantation of blastocyst in the mother's uterine wall (nidation); b) Abortion is permissible due to old age, whether emergency or emergency; Abortions that are permitted due to old age as referred to in number 2 may only be carried out in health facilities that have been designated by the government; and d) Unlawful abortions are performed in pregnancies resulting from adultery. The results also show that the study of abortion when viewed from the laws and regulations in Indonesia shows that the laws and regulations in Indonesia that regulate the act of abortion are in the Criminal Code (KUHP) and Law Number 36 of 2009 concerning Health.   Keywords: Abortion, Islamic Law, Law

Medhira Iswara; Agus Takariawan; Ajie Ramdan

Birokrasi: JURNAL ILMU HUKUM DAN TATA NEGARA 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Pregnancy can be good or bad depending on the condition of the mother. Some mothers who do not want their babies choose to have illegal abortions. This has led to the proliferation of illegal abortion clinics that perform abortions not in accordance with the law.  Although the law provides for some justifiable cases of abortion, there is debate about the consequences of punishing abortionists. Judges' verdicts in abortion cases often do not fulfil the purpose of punishment to provide a deterrent and corrective effect. The purpose of this research is to analyse the Case Study of Central Jakarta District Court Decision Number 1140/pid.sus/2020/Pn Jkt Pst on the act of carrying out illegal abortion in accordance with Article 75 of Law Number 36 of 2009 concerning health in relation to the purpose of punishment. This research method is a normative juridical approach. The research specifications used are descriptive analysis. The result of this research is that the Panel of Judges in this case can be considered lacking in considering the mitigating or aggravating circumstances of the defendant when compared to other cases. Consideration of judges who are less mature can lead to unclear objectives of punishment in cases of abortion. The clarity of the human rights of a foetus is questionable in this abortion case. More research and careful consideration by judges is needed to ensure fair and balanced sentencing in abortion cases.

Sarah Nur Tri Andini; Siti Juwariyah; Mamat Supriyono

DIAGNOSA: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Keperawatan 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Remaja merupakan kelompok usia yang sangat rentan terhadap resiko triad kesehatan reproduksi antara lain kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi, perkawinan dan pernikahan dini, Narkoba, dan HIV/AIDS. Masalah kesehatan reproduksi siswa terkadang diperparah dengan kurangnya pengetahuan mereka tentang kesehatan reproduksi yang sehat. Salah satu cara pemerintah menangani masalah kesehatan reproduksi adalah melalui pendidikan. Remaja akan mendapatakan informasi yang akurat tentang kesehatan reproduksi melalui edukasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas edukasi media vidio terhadap tingkat pengethauan kesehatan reproduksi remaja. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan penelitian quasy eksperimen dengan metode one group pre-test  dan post-test, responden penelitian ini sebanyak 64 responden. Teknik sampel yaitu menggunakan Random sampling. Hasil penelitian di dapatkan bahwa ada peningkatan penegtahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi media vidio kesehatan reproduksi remaja. Berdasarkan uji statistic marginal homogenity diketahui bahwa p-value =0,0001 (<0,05) yang bermakna terdapat efektivitas edukasi media vidio terhadap peningkatan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi remaja. Berdasarkan penelitian ini,edukasi kesehatan repdroduksi remaja melalui vidio dapat digunakan dalam meningkatkan pengetahuan pemahaman kesehatan reproduksi remaja.  

Nabila Aulia Nurahma; Mohammad Nizar Zulmi

Jurnal Hukum dan Sosial Politik 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

.Penyalahgunaan zat terkait aborsi adalah masalah utama dengan risiko kesehatan dan etika. Praktek ini melibatkan penggunaan obat-obatan yang tidak diatur dan dilakukan tanpa pengawasan medis yang ketat. Fokus utama artikel ini adalah pada penyalahgunaan obat-obatan yang digunakan sebagai alat aborsi. Artikel ini menyajikan ketentuan hukum penyalahgunaan narkoba sebagai sarana aborsi dari perspektif hukum pidana Indonesia dan Islam. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana hukum pidana Indonesia dan Islam memperlakukan penyalahgunaan narkoba sebagai sarana untuk mengakhiri kehamilan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Artinya, penulis tidak menggunakan satu sampel pun. Pengumpulan data dilakukan dengan metode kepustakaan dan penulis mengidentifikasi secara sistematis sumber-sumber yang terkait dengan objek. Setelah menerima data, penulis menganalisis data peraturan hukum yang diperoleh pada subjek penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa menurut hukum pidana Indonesia dan hukum pidana Islam, penyalahgunaan zat dalam aborsi membawa hukuman yang berbeda untuk dokter, pelaku aborsi dan pelaku aborsi. Hukuman terberat menurut hukum pidana Indonesia adalah penjara dan denda sebesar Rp. 1 miliar bagi pelaku tindak pidana yang dikenai hukuman Ta’zir menurut hukum pidana Islam

Nur Hikmatus Sobah

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

One of the benefits of the semiotic approach is being able to examine in more detail the communication conveyed by works of art. In the current digital era, works of art can take the form of photography, videography, and so on, where these works of art can provide meaning or representation of a communication message. One of the works of art in the form of videography is video clips. One example of a video clip is a song entitled "Perfect My Day" sung by Rey Mbayang, which used to be trending 1 on YouTube in the music category. The background of this video is Dinda Hauw's documentary film when she is going through the process leading up to childbirth, this makes the writer interested in analyzing Ferdinand De Saussure's semiotics because the writer also has personal experience in dealing with the birth process. In this research, the researcher uses Ferdinand De Saussure's semiotic analysis method and examines the signs that refer to the video clip for the song "Sempurnaka Hariku" sung by Rey Mbayang. These signs are data such as images and other visual elements, as well as other supporting data, which will be studied and interpreted in the form of words and language. The results of the research on the video clip for the song "Perfect my day" sung by Rey Mbayang has signifiers and signifieds. It can be analyzed that the overall meaning of the various signs in the semiotic analysis is an explanation that the video clip tells about the struggles of the process of giving birth to Rey Mbayang and Dinda Hauw's first child from the beginning of the process full of anxiety, resignation, and pain until after birth it changes with a feeling of emotion, relieved and happy also grateful to have been given the mandate and gift in the form of a son from Allah SWT. The sign is that in the process of struggling to give birth, there is the role of the husband and family which are very important to support the success of the process.

Y.A. Triana Ohoiwutun; Samuel Saut Martua Samosir; Chosya Sheila Aprilliana Arimbhi

JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji penerapan asas kepentingan terbaik bagi anak dalam kebijakan reformulasi berhubungan dengan anak korban tindak perkosaan, serta mengevaluasi perluasan bentuk tindak pidana kejahatan persetubuhan terhadap anak yang dapat dilakukan aborsi ditinjau asas kepentingan terbaik bagi anak. Metode penelitian ini menggunakan tipe penelitian yuridis normatif. Penelitian ini menggunakan dua pendekatan yakni pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Sumber bahan hukum yang digunakan yaitu bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Analisis bahan hukum menggunakan metode berfikir deduktif serta melakukan studi kepustakaan dengan cara meneliti bahan pustaka. Penelitian ini berkesimpulan (1) Dibutuhkan 2 alat bukti sebagai bukti dari adanya perkosaan, sehingga hal tersebut memberikan ruang penguatan dari segi hukum disamping adanya konseling yang dtentukan sebagai syarat diperbolehkannya aborsi; (2) supaya asas kepentingan terbaik bagi anak dapat diterapkan terhadap anak korban tindak pidana yang akan melakukan aborsi, di dalam UU Kesehatan harus segera direformulasi yang mengatur mengenai kualifikasi tentang anak korban peresetubuhan yang dapat dilakukan aborsi tidak hanya korban perkosaan saja, hal ini bertujuan agar apa yang menjadi tujuan pemerintah untuk menjaga dan melindungi hak-hak anak.