Publication Search

67,732 articles from 582 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-4 of 4

Analytics

Alfi Muklis Kurniawan; Fitrian Prila Warndani; Widji Dias Astuti

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2021 Universitas Muhammadiyah Manado

Pertanian organik adalah teknik budidaya tanaman tanpa memakai pupuk kimia dan pestisida kimia. Untuk meningkatkan keberhasilan budidaya sayuran organik, cara penanamannya dapat memanfaatkan pupuk kandang, pupuk hijau, endapan minyak, bahan-bahan organg belum tercemar baik didalam maupun diluar lahan, dan kompos yang terdiri dari mineral yang kaya nutrisi. Hal tersebut bertujuan untuk memperbaiki kesuburan tanah dan memenuhi nutrisi yang diperlukan oleh tanaman. Kerusakan tanah bisa dihindari melalu pemeliharaan tanah, kualitas sumber air dan lingkungan lahan pertaniah, serta perlindungan kontinuitas produksi lahan. Sedangkan hasil yang berkualitas, aman dan sehat bisa dilakukan dengan upaya pengendalian pada saat penanaman, pengendalian secara fisik, serta pengendalian secara alamiah baik pada hama maupun gulma yang merugikan.Secara singkat, pertanian organik tidak hanya untuk mempertahankan keseimbangan kondisi alamiah lingkungan dan menghasilkan sayuran yang sehat dan aman, tapi juga untuk mempertahankan kontinuitas penggunaan lahan pertanian.

Ningsih, dwi -

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2021 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Penduduk di Wilayah RW IV Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta sangat beragam, dari yang berusia produktif hingga dengan lansia, diantaranya terdapat banyak ibu – ibu dan remaja putri yang tidak bekerja tetapi berkeinginan dan sangat potensial untuk mendirikan home industry yang dikelola warga secara bersama. Dalam kaitannya dengan upaya untuk membina dan mengembangkan potensi ibu ibu dan remaja putri, metode yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat dilakukan melalui penyuluhan dan pelatihan pembuatan produk yang mudah dibuat, murah bahannya, dan banyak diminati di pasar, yaitu masker peel off dari bahan alami. Akhir dari program pengabdian ini dilakukan evaluasi keberhasilan pengabdian masyarakat. Evaluasi dinilai berdasarkan kuisioner dari peserta dan berdasarkan penilaian dari Ketua PKK RW IV. Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh peserta yaitu dengan kesungguhan peserta dalam mengikuti kegiatan ini.Pada evaluasi dari Ketua PKK RW IV, kegiatan ini dinilai sangat bermanfaat bagi warga dalam meningkatkan kemampuan ibu-ibu dalam pembuatan masker wajah.

Putri, F. Nindita Apiliani; Purwijantiningsih, Ekawati; Pranata, Fransiskus Sinung

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2021 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Produk minuman memiliki permasalahan masa simpan yang rendah akibat adanya kontaminasi mikrobia. Beberapa metode pengawetan dapat dilakukan untuk meningkatkan masa simpan produk minuman. Bahan pengawet alami dapat digunakan sebagai senyawa antimikrobia, salah satunya adalah bakteriosin. Penggunaan bakteriosin dalam industri minuman dapat membantu mengurangi penggunaan pengawet sintetik serta intensitas perlakuan pemanasan. Fokus kajian pustaka ini pada aplikasi bakteriosin untuk mengurangi mikrobia pada produk minuman dan mengevaluasi kualitasnya setelah dilakukan penambahan bakteriosin. Berdasarkan kajian pustaka diketahui bahwa aplikasi beberapa jenis bakteriosin dari berbagai bakteri asam laktat pada produk minuman menunjukkan terjadi penghambatan pertumbuhan mikrobia pada produk dan tidak terdapat perubahan signifikan terhadap kualitas produk minuman tersebut. Bakteriosin berpotensi untuk digunakan sebagai pengawet alami yang dapat memperpanjang masa simpan produk minuman.

Ni Komang Ayu Artiningsih, Ayu

Jurnal Agrifoodtech 2021 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Makanan yang banyak kita jumpai dipasaran tradisional maupun pasar modern dalam proses pembuatan membutuhkan zat pewarna,  tanpa pewarna maka segala jenis makanan maupun minuman tidak akan punya daya tarik bagi konsumen, karena dengan pewarna maka produk mempunyai tekstur dan bisa menaikkan harga jual, disamping eksotik makanan yang menarik, untuk memberi daya tarik warna makanan. Namun demikian masih banyak makanan yang menggunakan bahwa pewarna sintetik yang kadang berbahaya bagi kesehatan manusia. Buah naga merupakan salah satu buah eksotik yang banyak dikonsumsi masyarakat, umumnya yang dikonsumsi adalah daging buahnya, sedangkan kulit buahnya dibuang sebagai sampah atau limbah yang pada suatu saat akan membebani lingkungan hidup. Sejauh ini kulit buah dari buah naga belum dimanfaatkan secara optimal, meskipun sebenarnya memiliki potensi untuk dimanfaatkan menjadi bahan-bahan yang bermanfaat.  Salah satu potensinya adalah di manfaatkan menjadi zat pewarna  alami pada makanan. Bermacam-macam bahan pewarna saat ini banyak digunakan pada produk makanan, pewarna alami adalah pewarna yang aman untuk kesehatan,  dibandingkan pewarna sintetik.  Pewarna alami telah banyak diaplikasikan pada pangan, salah satunya yang diangkat  penelitian  adalah memanfaatkan limbah kulit buah naga sebagai pewarna alami, sehingga diharapkan dengan dimanfaatkannya limbah pertanian yang memiliki potensi sebagai bahan pewarna makanan dapat memberikan jaminan keamanan bagi konsumen juga mengurangi limbah yang akan  mencemari lingkungan.