Publication Search

72,574 articles from 669 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1881-1900 of 1,903

Analytics

Sarafuddin, Sarafuddin; Winarto, Winarto

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2019 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Kegiatan Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran guru dalam mendidik karakterpeserta didik melalui media tembang macapat pangkur di SDN 02 Gaum Tasikmadu Karanganyar. Peranguru di sekolah sangat berpengaruh pada kemajuan dan perkembangan karakter peserta didik untukmengenali dan mencintai seni dan budaya daerahnya. Selama ini kadang-kadang guru di sekolah hanyasekedar melaksanakan kewajiban mengajar dengan tuntutan ketercapai ketuntasan materi pembelajaran.Artinya bahwa guru di sekolah kurang maksimal dalam memanfaatkan media pembelajaran terutama mediaberbasis seni untuk mendidik karakter peserta didik. Kondisi ini diperoleh berdasarkan hasil survey yangawal yang dilakukan di SDN 02 Gaum Tasikmadu Karanganyar. Pengabdian ini dilakukan di SDN 02 GaumTasikmadu Karanganyar. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi: (1) metode pendekatan yang dilakukanmulai tahap survei, dan perijinan, dan (2) metode pelaksanaan program, meliputi tahap pendahuluan, tahapsosialisasi dan audiensi, tahap pelaksanaan dan kolaborasi, dan tahap evaluasi. Target luaran yang dihasilkanadalah 9 guru dari 12 guru yang mengikuti pelatihan ini mampu menyusun materi pembelajaran seni berbasiskearifan lokal. Luaran yang dihasilkan berupa materi pembelajaran seni tembang macapat pangkur sertapublikasi artikel pengabdian dalam jurnal ilmiah. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini akan dapatmemberikan penguatan pemahaman pada guru-guru tentang betapa pentingnya pendampingan dalammenanamkan karakter peserta didik. Kondisi tersebut tidak bisa dipungkiri bahwa apabila peserta didikdidekatkan dan diajarkan tentang kearifan lokal seperti tembang macapat pangkur, maka pada diri merekaakan tumbuh karakter baik yaitu kecintaan terhadap seni dan budaya daerahnya.Kata Kunci: Peran guru, pendidikan karakter, media tembang macapat pangkur.

Ningsih, dwi -; Handayani, Sri Rejeki; Rahmawati, Ismi -; Ekowati, Dewi -; Purwaningsih, Desi -

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2019 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Balm, a pharmaceutical product that is no stranger to the community, therefore, this product is one of the most potential commodities developed into a home industry that can improve the economy of the community. relatively simple balm formulation and easy in material, is very possible to be applied in the community. This article is a form of publication of community service that has been carried out on Tuesday, February 6, 2018,at RW XXII Bibis Luhur Kel. Nusukan Kec. Banjarsari Surakarta Central Java. This community service is entitled "training of sticks from herbal and pioneering industry as a home industry" which aims to provide understanding and skill through counseling, training, and application of herbal balsam in the form of sticks, and utilization in health by empowering natural resources optimally, produce new products, besides can be made for self-use, sticks balm is a product that is very much needed by the community, so it is possible to develop its production in the scale of home industry to improve the economy of the community.

Faozi, Safik

DINAMIKA HUKUM 2019 Universitas Stikubank

Penyalahgunaan narkotika telah lama berlangsung di masyarakat Indonesia.Penyebarannya sungguh sangat mengkhawatirkan. Hal yang wajar, pemerintah menyebut bahwa tahun 2015 merupakan darurat narkoba. Keadaan ini menunjukkan bahwa upaya penanggulangan dinilai kurang efektif dari kajian politik criminal. Permasalahannya bagaimana angka penyebaran narkotika dalam statistikkriminal Badan Narkotika Nasional? Bagaimana analisis kriminologi terhadap penanggulangan narkotika oleh Badan Narkotika Nasional? Hasil penelitian mengungkapkan bahwa angka penyebarannya meningkat dari tahun 2010-2013. Baik pada bahan narkotika, jenis tersangka yang terbagi atas jenis pekerjaan, jenis kelamin, kelompok umur. Wilayah penyebarannya melalui bandara, pelabuhan, perbatasan, dan jalur sungai. Penanggulangannya melalui jalur pidana dengan menerapkan sanksi pidana yang berat ringannya bervariasi. Adanya pidana yang tinggi seperti pidana mati tidak dilaksanakan secara konsisten. Jalur non penal dilakukan dengan memanfaatkan media massa, dan pencegahan tanpa pemidanaan seperti koordinasi instansional nasional dan internasional, pelatihan dan ketrampilan, penanaman nilai-nilai moral dan agama. Jalur penal dan non penal ini dilakukan dalam system masyarakat yang liberal yang rawan berpotensi melahirkan kejahatan narkotika juga.

Ni Made Wina Krisnayani; I Gede Yudiana Putra; Ni Luh Made Asri Dewi

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada (WUJ) 2019 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Pos Pelayanan Terpadu or Posyandu are Post of Integrated Service. Posyandu were an effort to empower the community to support health development, especially in improving community health status through reducing infant mortality. Posyandu activities in Guwang Sukawati Gianyar village are one of the public health services. However, each banjar is still very minimal in terms of organizing the posyandu because the cadres do not really understand how the activities of the good posyandu. The purpose of this activity is to establish a Posyandu cadre of toddlers who are able to provide optimal health services for children under five through the implementation of a toddler posyandu. Method: Training was carried out through Community Empowering, involving 35 people who were trained as cadres. The training results are analyzed qualitatively (based on observations and results ofdiscussion). Results: Based on the evaluation in the form of pretest and posttest, it was found that there was an increase in cadre knowledge, namely from 30% to 70%. Posyandu has been conducted in 7 Banjar in the Guwang Gianyar Village. Conclusion: The establishment of skilled and trained Posyandu toddlers and able to provide optimal health services for children under five through the implementation of toddlers posyandu 

Ni Made Sri Muryani; Komang Agus Jerry Widyanata; I Wayan Warditha

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada (WUJ) 2019 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Aging is a process of disappearing slowly the ability of the network to repair, replace itself and maintain its normal structure and function. In an effort to improve the health of the elderly effectively, it needs to be supported by adequate human resource skills where one of them is an elderly Posyandu cadre. After training for elderly cadres and posyandu and elderly gymnastics, it is expected that the performance of the elderly posyandu cadres can be optimized so that they can provide better health services to the elderly. Method: This activity uses the Community Empowering approach with the method of lecturing, discussion and demonstration and this activity is divided into three stages, namely preparation, implementation, and evaluation. Result: The formation of elderly cadres, increasing knowledge of the elderly, elderly posyandu and the implementation of elderly gymnastics. Conclusion: Training of elderly posyandu cadres and elderly gymnastics has been carried out well in the form of selection of elderly cadres, implementation of elderly posyandu, andelderly gymnastics through the provision of materials and training for elderly posyandu. It is expected that Puskesmas officers will always supervise and evaluate the elderly posyandu activities in Guwang Village, so that the elderly was monitored for their health conditions.

Rahmanti, Ainnur; Margiyati Margiyati; Merid Lechan TC; M. Ilham Hidayatullah; Nadea Bunga Apriliae +2 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2019 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) memiliki tujuan untuk memandirikan seluruh komponen di sekolah untuk melakukan pencegahan dan penanganan dini pada maslah- masalah kesehatan yang mucul saat disekolah. Pada MI Nashrul Fajar Kelurahan Meteseh sudah terdapat lembaga UKS yang disediakan pihak sekolah, namun belum berjalan dan dikelola dengan baik. Hasil observasi didapatkan minimnya kegiatan di UKS maupun belum terdapatnya petugas kesehatan yang terlatih / dokter kecil di sekolah tersebut. Oleh karena itu untuk mengatasi maslah tersebut melalui musyawarah warga sekolah diputuskan untuk menggerakkan kembali kegiatan di UKS dan melatih dokter kecil. Dukungan dari semua pihak terkait dibutuhkan untuk keberlangsungan pengelolaan, pembinaan dan pengembangan UKS. Program dokter kecil merupakan upaya pendekatan edukatif dalam rangka mewujudkan perilaku sehat antara lain perilaku kebersihan perorangan, dimana anak didik dilibatkan dan diaktifkan sebagai pelaksananya. Tujuan dokter kecil meningkatkan partisipasi siswa dalam program UKS, agar siswa dapat menjadi penggerak perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah, di rumah dan dilingkungannya dan siswa dapat menolong dirinya sendiri, sesama siswa dan orang lain untuk hidup sehat.

Sutanto, Felix Andreas; Yulianton, Heribertus; Hadiono, Kristophorus

Dinamik 2019 Universitas Stikubank

Kelulusan merupakan hal yang pasti terjadi dalam akhir proses sebuah pendidikan. Mendapatkan predikat wisudawan terbaik merupakan kebanggaan tersendiri bagi mahasiswa diakhir masa studinya. Fakultas Teknologi Informasi Universitas Stikubank, setiap semester selalu dihadapkan pada proses tersebut. Penetapanwisudawan terbaik dari FTI Unisbank memiliki lebih dari satu kriteria yaitu Indeks Prestasi Kumulatif (IPK),Nilai Prestasi yang diperoleh dari Kartu Rencana Prestasi (KRP), masa studi siswa yang bersangkutan, dansertifikasi kompetensi atau sertifikasi pelatihan bertaraf internasional. Metode yang digunakan untuk membantu menentukan wisudawan terbaik adalah metode TOPSIS. Pemilihan metode tersebut karena beberapa alasan salah satunya adalah kemudahan penerapan. Implementasi metode TOPSIS atas masalah tersebut diterapkan dengan membuat sebuah aplikasi berbasis web. Hasil yang diperoleh dengan menerapkan metode TOPSIS, adalah alternatif/wisudawan yang memiliki skor tertinggi dari hasil perhitungan akhir.

Yunus Harjito, Ariefah Yulandari, Widi Hariyanti &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Meningkatkan suatu nilai jual memiliki proses yang panjang. Berbagai metode dapat digunakan. Pemilihan metode yang tepatlah yang dapat membuat sebuah produk baru dan barang bekas menjadi lebih bernilai bahkan memiliki harga jual yang tinggi. Ini adalah proses yang dapat meningkatkan nilai kegiatan pelatihan kewirausahaan menuju ke tingkat perkembangan inovasi yang tinggi. Berdasarkan analisis situasi, permasalahan yang dihadapi mitra adalah keinginan yang kuat dari mitra dalam pelatihan untuk berwirausaha akan tetapi rendahnya dalam pengetahuan untuk memberikan nilai tambah pada produk baru dan barang bekas rumah tangga yang dapat dijual dengan harga yang bersaing. Pengabdian masyarakat telah dilakukan dengan khalayak sasaran warga Gambirsari RW 03, Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Surakarta, dengan memberikan pengetahuan berupa pelatihan dalam bentuk meningkatkan produk barang baru dan barang bekas agar memiliki nilai jual yang cukup tinggi dengan metode decoupage ini membuahkan hasil yang membuat mitra ingin lebih mengembangkan pelatihan tersebut menjadi suatu usaha dalam menambah pendapatan keluarga dan menyelesaikan masalah sampah anorganik keluarga.Kata kunci: Nilai tambah, decoupage, kerajinan, kewirausahaan.

Ani Restuningsih, Mukhlis Mustofa &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Proses Pembelajaran pada jenjang Sekolah Dasar (SD) teramat krusial dalam pengembangan kecerdasan siswa sekaligus merupakan tonggak awal pembentukan karakter siswa. Pengembangan sikap, kemampuan, dan keterampilan dasar yang diperlukan siswa untuk hidup di masyarakat tersaji selama berlangsungnya proses pembelajaran. Tuntutan pemahaman materi pembelajaran lebih komprehensif dan bermakna bagi kehidupan siswa dimasa mendatang merupakan keniscayaan. Keberadaan Ilmu Pengetahuan Sosial sebagai (IPS) sebagai salah satu mata pelajaran yang disajikan pada jenjang SD memiliki peran mulia penyiapan generasi mendatang menghadapi beragam ujian. Tujuan yang hendak dicapai dari pengabdian ini adalah: (1). Memberikan informasi kepada peserta agar mendapat tambahan wawasan ilmu pengetahuan tentang pembelajaran berbasis spasial (2) Memberikan teknik pelatihan kepada peserta agar dapat membuat draft pembelajaran berbasis spasial (3)Memberikan rancangan lembar kerja siswa berbasis spasial Pembelajaran Berbasis Spasial terdiri atas tujuh langkah. Ketujuh langkah tersebut adalah peyampaian tujuan pembelajaran, observasi, komunikasi dan konfir-masi, elaborasi dan integrasi, diskusi, kesimpulan, dan refleksi dan tindak lanjut. kesimpulan sebagai berikut: (1) Sosialisasi Program Pembelajaran Spasial dapat menigkatkan sikap peduli lingkungan dan sikap ilmiah siswa sekolah dasar.(2) Sosialisasi Pembelajaran berbasis spasial meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang perangkat pembelajaran berorientasi melek spasial. (3) Guru-guru dan pihak sekolah sudah melaksanakan pembelajaran berbasis spasial dengan melakukan integrasi dengan mata pelajaran yang lain denggan menggunakan media pembelajaran berbasis spasial. (4) Luaran yang dihasilkan yaitu RPP berorientasi pembelajaran berbasis spasial, dan implementasi program sekolah berbudaya spasial.Kata kunci: Pembelajaran IPS, Pembelajaran Spasial

Jumanto, Anggit Grahito Wicaksono &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Program pengabdian kepada masyarakat dapat menjadi sarana guru untuk mendapatkan informasi dantambahan pengetahuan tentang penyusunan soal tes. Tujuan program pengabdian kepada masyarakat ini adalah (1) guru memiliki kompetensi yang mumpuni dalam penyusunan soal tes kurikulum KTSP; (2) meningkatnya kualitas soal tes yang dibuat guru; dan (3) meningkatnya hasil belajar siswa karena soal tes yang mudah dipahami dan dikerjakan oleh siswa. Tempat pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di SD Djama’atul Ichwan Program Utama Surakarta. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi: (1) metode pendekatan yang dilakukan mulai tahap survei, perijinan, dan pemberian motivasi bagi guru yang akan mengikuti pelatihan (2) metode pelaksanaan program, meliputi tahap pendahuluan, tahap sosialisasi dan audiensi, tahap pelaksanaan, serta tahap evaluasi akhir. Target luaran yang dihasilkan adalah 11 guru dari 15 guru yang mengikuti pelatihan ini mampu menyusun Perangkat soal tes kurikulum KTSP sesuai dengan materi yang diampu guru serta mampu mengimplementasikan dalam pembelajaran di kelas. Luaran yang dihasilkan berupa Perangkat soal tes kurikulum KTSP sesuai dengan materi yang diampu guru serta implementasinya dalam pembelajaran di kelas, serta publikasi artikel pengabdian dalam jurnal ilmiah. Berdasarkan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan, guru menjadi lebih memahami dan mengerti tentang kriteria-kriteria penyusunan soal tes kurikulum KTSP yang berkualitas dan baik. Guru menjadi lebih terampil dalam membuat kisi-kisi soal tes dan soal tes kurikulum KTSP sesuai dengan kaidah penyusunan soal tes ujian tengah semester maupun ujian akhir semester.Kata Kunci: Penyusunan Soal Tes, Evaluasi Pembelajaran, Kurikulum KTSP

Yusuf, Siti Supeni &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Tujuan pengabdian pada masyarakat (PPM) ini adalah memberdayakan masyarakat khusunya para guru SMP Widyawacana 1 yang sebagian besar belum banyak yang memahami tentang penulisan karya ilmiah, dan penulisan laporan kegiatan yang lain yang berkaitan dengan pengembangan kompetensinya di bidang peningkatan kompetensi profesi guru. Target khusus PPM ini adala.h para guru SMP Widyawacana 1 di Surakarta yang belum memahami tentang penulisan karya ilmiah. Metode dalam pengabdian ini adalah pelatihan, pendampingan, dan diskusi dalam melakukan inovasi semua program pemberdayaan profesi guru yang akan dilaksanakan dalam satu hari dengan melibatkan dua dosen PPKn FKIP Unisri dan satu mahasiswa, melalui program ketrampilan membuat karya ilmiah dalam menulis artikel, makalah, laporan, dan pembuatan proposal PTK. Kemajuan (Progress) pengabdian ini diukur dari (1) peningkatan ketrampilan guru dalam memahami penulisan karya ilmiah, (2) manajemen tata cara penulisan, (3) project yang berupa praktik penulisan proposal dan karyailmiah di akhir pelatihan, dengan menerapkan nilai pre-test dan post-test dilaksanakan pada pertemuan, (4) peningkatan kesadaran menulis, (5) peningkatan peran serta guru, (6) terwujudnya karya ilmiah yang siap dipublikasikan.Kata Kunci: pemberdayaan guru, penulisan karya ilmiah

Priyono, Siswadi &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

PKM yang berjudul: Megolah Sampah Rumah Tangga Menjadi Pakan dan Pupuk Organik Cair melibatkan kelompok mitra yang bisa bersinergis. merupakan kelompok ibu-ibu ”Ngrekso Tuwuh” yang berkecimpung dalam mengelola sampah rumah tangga, Tujuan dari kegiatan ini yaitu memanfaatkan sampah rumah tangga yang biasanya dibuat pupuk kompos kemudian dikembangkan untuk dibuat pakan ternak/ikan maupun pupuk cair. Dengan demikian lingkungan menjadi bersih dan sehat, serta mampu menambah penghasilan mitra. Target luaran yang dihasilkan yaitu suatu produk pakan ternak/ikan dan pupuk cair kemasan serta artikel ilmiah yang dipublikasikan. Untuk mewujudkan target luaran tersebut metode yang diterapkan meliputi penyuluhan, pelatihan, pendampingan dan sekaligus praktek langsung. Dari hasil kegiatan dapat disimpulkan bahwa 1.Kelompok wanita tani ngrekso tuwuh sangat antosias menerima program PKM ini. 2. Pelatihan yang dilakukan telah menghasilkan pakan dan pupuk organik cair serta padat. 3.Telah dibentuk ketua kelompok untuk menangani program ini yaitu ibu suswati.Agar program kemitraan ini dapat keberkelanjutan maka dilakukan monitoring dan evaluasi.Kata kunci: Pakan, Pupuk Cair, Sampah

M Hery Yuli Setiawan, Feri Faila Sufa &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pengabdian ini dilaksanakan dengan latar belakang tentang pentingnya pendidikan orang tua dalam memberikan stimulasi anak untuk mengembangkan potensi anak sejak dini agar mencapai perkembangan yang optimal di masa depannya. Pada hasil penelitian Feri faila SufadanM Hery Y.S (2017) menunjukan peran parenting ternyata dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di Lembaga PAUD. Adanya kegiatan parenting yang terencana dengan baik sangat direkomendasikan untuk dilaksanakan oleh Lembaga PAUD.Pada Pengabdian ini akan melakukan optimalisasi parenting dalam menggali potensi anak. Guru dan orangtua perlu memiliki kemampuan menggali potensi anak sejak dini. Pada lembaga lembaga PAUD seperti TK, KB, SPS, aspek pengembangan moral agama, pengembangan bahasa, pengembangan kognitif, pengembangan sosial emosi , pengembangan fisik motorik, dan pengembangan seni menjadi struktur kurikulum yang selalu distimulasi oleh pendidik dalam prose pembelajaran PAUD. Diharapkan apa yang telah dilakukan pendidik dapat dilanjutkan oleh orang tua, sehingga perkembangan anak lebih optimal, karena waktu anak bersama orang tua dan keluarga lebih panjang daripada di sekolah. Karena setiap anak mempunyai potensi kecerdasan yang berbeda, diharapkan setelah orang tua dan guru dapat mengenali dan mengidentifikasi berbagai minat dan potensi kecerdasan anak, dan memberikan stimulasi yang tepat agar perkembangan anak lebih optimal. . Untuk mencapai tujuan pengabdian maka dilakukan pelatihan dan pendampingan pada guru dan orang tua. Sebelum dilakukan pelatihan, masih banyak dari orang tua siswa yang belum faham tentang hakikat pendidikan anak usia dini, penting PAUD bagi anak-anak. Para orang tua membawa anak ke lembaga PAUD agar tidak saja bermain di rumah, dan sebagian besar tidak faham akan tujuan PAUD secar umum. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, Pemberian Tugas dan Praktek Langsung. Hasil kegiatan pengabdian menunjukan bahwa orang tua yang dan guru yang bersama-sama.menjalin komunikasi yang baik dapat mengenali potensi anak nya sehingga stimulasi dapat dilakukan sejak dini dan anak lebih berkembang . Berdasarkan kegiatan pengabdian diatas dapat disimpulkan bahwa orang tua perlu mengenali potensi yang ada pada diri anak, kemudian peran orang tua dan pendidik dalam memberikan stimulasi yang tepat pada anak sangat pentin untuk mengembangkan potensi anak sejak dini.Kata Kunci: Peran orang tua, Potensi anak,

Eka Tripustikasari, Desty Rakhmawati &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Sokaraja merupakan salah satu Kecamatan yang termasuk dalam Kabupaten Banyumas, yang dipimpin seorang Bupati yang bernama Ir. Achmad Husein dan wakil nya yang bernama dr. Budhi Setiawan. Sokaraja selain sebagai pusat menimba ilmu bagi para santri yang berpusat di Masjid Kauman Sokaraja Tengah, tetapi Sokaraja juga sebagai tempat kelahiran pejuang seperti R.Separdjo Roestam, Gatot Soebroto, dan para petinggi lain di Indonesia. Sokaraja sangat terkenal dengan Soto Sokaraja, Batik Sokaraja dan Getuk gorengnya, sehingga kebanyakan mata pencaharian warga Desa Sokaraja sebagai penjual soto, pembuat batik dan produksi getuk goreng. Selain bermata pencaharian sebagai penjual soto, pembuat batik dan produksi getuk goring, tetapi banyak juga yang bermata pencaharian sebagai produsen tahu. Tahu adalah suatu produk makanan yang dibuat dari hasil penggumpalan protein kedelai. Produksi tahu masih belum dikenal banyak oleh masyarakat luas, dibandingkan dengan produksi getuk goreng, batik dan soto sokaraja yang sudah sangat dikenal masyarakat luas. Kurang dikenalnya produksi tahu di Sokaraja, bisa disebabkan kerena para produsen tahu hanya mampu membuat atau memproduksi tahu tanpa mengetahui bahwa nilai tambah dari produksi tahu itu sangatlah banyak.Seperti penambahan nilai tahu dengan membuat olahan makanan seperti kerupuk, nugget dan yang lainnya, yang nanti bisa dipasarkan.Kurang dikenalnya produksi tahu di Sokaraja, menyebabkan keuntungan dari produksi tahu masih tergolong minim.Karena berdasarkan hasil wawancara dengan produsen tahu, bahwa satu hari keuntungan yang didapat berkisar 100 ribu. Dengan adanya IbM ini diharapkan bisa menambah nilai tambah dari tahu atau ampas tahu dan menambah keuntungan bagi produsen tahu di Desa Sokaraja Tengah Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas. Karena rencana kerja dalam program IbM adalah dengan memberikan ketrampilan atau pelatihan bagi para produsen tahu di Desa Sokaraja Tengah Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas tentang bagaimana caranya agar tahu atau ampas tahu mempunyai nilai tambah yaitu dengan memproduksi tahu atau ampas tahu menjadi kerupuk yang dikemas dengan adanya izin dari Kementerian Kesehatan yang siap untuk didistribusikan atau dipasarkan. Selain itu juga akan dibuatkan aplikasi website atau media sosial via on-line untuk membantu memasarkan produk. Selain itu juga dalam pendistribusian krupuk tahu atau krupuk ampas tahu akan didistribusikan ke warung atau toko sekitar.Kata kunci: Desa Sokaraja Tengah, Produksi Tahu, Produksi Krupuk Tahu dan Produksi Krupuk Ampas Tahu.

Sartono J.S, Sutoyo &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Kabupaten Wonogiri merupakan daerah yang didominasi oleh kawasan pertanian. Praktik pertanian yang ramah lingkungan dengan pencemaran yang minimal atau dikenal dengan istilah pertanian organik, dalam kurun waktu sepuluh tahun belakangan menjadi perhatian tersendiri. Faktanya, praktik pertanian organik dilapang masih banyak menemukan kendala, antara lain mahalnya harga pupuk organik sehingga petani masih enggan beralih dari pupuk kimia. Adapun tujuan dari pengabdian masyarakat ini ialah pemberian pemahaman serta pelatihan pembuatan pupuk organik yang berasal dari bahan baku yang mudah didapatkan yaitu limbah sayuran. Bahan baku limbah sayuran yang didapatkan dari pasar Manyaran diolah dan difermentasi menjadi pupuk. Hasil dari kegiatan pengabdian ini ialah para anggota kelompok tani Sidorukun Desa Batusari, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri dapat memproduksi pupuk organik cair secara mandiri, dan menggunakan produk tersebut dalam budidaya tanaman pertanian. Pengenalan teknologi pembuatan pupuk cair organik ini dapat mendorong semangat para petani dalam menerapkan sistem pertanian organik yang dimuali dari input budidaya tanaman yaitu pupuk.Kata kunci: Pupuk cair, limbah sayuran, pertanian organik.

Martana, Efrain Patola &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk (1) meningkatkan pemahaman tentang pekarangan, tanaman obat keluarga, dan teknik budidayanya; serta (2) meningkatkan keterampilan teknik membudidayakan tanaman obat keluarga. Sedangkan target khusus yang ingin dicapai adalah PKK Rt 05/RW 08 dapat memproduksi sendiri berbagai tanaman obat keluarga sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan obat, serta menghemat pengeluaran rumah tangga. Kegiatan ini telah dilaksanakan di kelurahan Banyuanyar kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah, yang diikuti 30 orang peserta dari PKK Rt 05/ RW 08. Metode kegiatan yang digunakan adalah “pemberian pengetahuan dan pembentukan sikap melalui ceramah, diskusi, dan praktek budidaya tanaman obat keluarga. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa Ibu-Ibu PKK Rt 05 RW 08 sudah dapat memahami dan membudidayakan tanaman obat keluarga secara benar.Kata Kunci: Pekarangan, tanaman obat keluarga, teknik budidaya

Suharno, Djoko Kristianto

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Kegiatan pelatihan ini dilakukan kepada masyarakat Desa Blorong, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar. Luaran dari kegiatan ini adalah: 1) Meningkatnya pengetahuan dan wawasan peserta dalam rangka memahami cara mengelola keuangan keluarga 2) bagaimana cara membuat/menyusun akuntansi keluarga. Kegiatan ini dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: 1) Pemilihan peserta pengabdian kepada masyarakat, yaitu masyarakat Desa Blorong, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar 2) Penyampaian materi pelatihan tentang bagaimana mengelola keuangan keluarga dan menyusun akuntansi keluarga, 2) Pelaksanaan evaluasi. Evaluasi dilakukan dengan cara: sebelum pelatihan, dilakukan tanya jawab untuk mengetahui pengetahuan bagaimana mengelola keuangan keluarga dan menyusun akuntansi keluarga dan setelah itu di lakukan pelatihan bagaimana cara mengelola keuangan keluarga dan membuat/menyusun akuntansi keluarga. Dengan membandingkan hasil jawaban, maka akan diketahui apakah ada peningkatan pengetahuan peserta tentang pengelolan keuangan keluarga dan penyusunan akuntansi keluarga.Kata kunci: pengelolaan keuangan keluarga, akuntansi keluarga

Widhoyoko, Yudhistiro Pandu

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam berkomunikasi antara pamong Kelurahan Purbayan-Baki, Kabupaten Sukoharjo dengan warganya dan memanfaatkan teknologi yang dimiliki Kantor Kelurahan Purbayan-Baki, Kabupaten Sukoharjo oleh untuk membantu mempercepat kinerja terutama dalam hal berkomunikasi. Peningkatan kecepatan dan ketepatan berkomunikasi antara pihak Kelurahan Purbayan-Baki, Kabupaten Sukoharjo dan Warga Kelurahan Purbayan-Baki, Kabupaten Sukoharjo adalah dengan menawarkan pelatihan pembuatan Blog menggunakan tempalete wordpress gratisan yang mudah dan tidak berbayar sebagai wadah komunikasi dan interaksi kedua belah pihak tersebut. Pada kegiatan pengabdian ini digunakan metode simulasi dengan mendorong para pamong untuk melakukan pembuatan Blog. Sehingga pemanfaatan teknologi yang dimilki Kantor Purbayan-Baki, Kabupaten Sukoharjo secara optimal dapat dimanfaatkan dan berguna untuk seluruh warga.Kata kunci: Blog, Wordpress, Komunikasi, Pemerintahan

Jumanto, Ema Butsi Prihastari

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Segala aktivitas yang dilakukan di dalam pembelajaran hendaknya dapat dievaluasi melalui instrumen yang tepat. Berdasarkan survei di lapangan terdapat fenomena anak pintar dengan karakter yang tidak peduli dengan sekitarnya, kemudian ada anak yang berani berbuat apa saja demi mendapatkan nilai terbaik menjadi tren modern di sekolah saat ini. Permasalahan tersebut berkaitan tentang watak perilaku yang menjadi bagian dari ranah afektif. Maka, diperlukan instrumen non tes untuk membantu guru dalam mempertimbangkan dan memutuskan penilaian pada ranah tersebut. Tujuan pengabdian ini melatih dan memahamkan pentingnya instrumen non tes kepada guru-guru Sekolah Dasar di SD N Prawit I No.69 sehingga guru-guru dapat menggunakan instrumen tersebut sebagai evaluasi pada ranah afektif. Metode pelaksanaan program ini dilakukan dengan metode pendekatan: a) partisipatif, b) penyadaran, c) pembelajaran (teori dan praktek), dan d) pendampingan. Sedangkan, mekanisme pelaksanaan pengabdian yaitu persiapan dan pelaksanaan pelatihan yang meliputi: a) penyajian materi, b) penugasan membuat instrumen non tes, c) evaluasi kegiatan (pre test dan post test), refleksi serta penutupan kegiatan. Berdasarkan hasil evaluasi terdapat peningkatan sebesar 6,7 % yang didapatkan dari nilai rata-rata pre-test 55,6 dan post test 62,2. Peningkatan ini disertai tanggapan yang positif dan permintaan untuk keberlanjutan program pengabdian kepada masyarakat.Kata kunci: pelatihan, instrumen non tes, afektif

Feri Faila Sufa, M Hery Yuli Setiawan

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pengabdian Pendidikan Karakter ini diadakan dengan latar belakang tentang pentingnya pendidikan karakter pada anak untuk di tumbuhkan sejak dini agar mencapai perkembangan yang optimal di masa depannya. Pada hasil penelitian Feri faila Sufa (2016) bahwa kedisiplinan anak dapat ditingkatkan melalui metode cerita sebagai internalisasi pendidikan karakter pada anak usia dini. Melalui Bercerita kedisiplinan kemandirian, dan tangung jawab anak dapat meningkat. Disamping adanya peningkatan pada kedisiplinan, kemandirian dan tanggung jawab anak, ketrampilan guru dan orang tua dalam bercerita juga perlu ditingkatkan. Kemampuan guru dan orang tua dalam bercerita sangat penting, karena anak-anak menyukai Kegiatan bercerita, sehingga dapat dikatakan efektf untuk menerapkan pendidikan karakter. Melalui bercerita pendidik maupun orang tua dapat memindahkan tatanan nilai karakter seperti kedisiplinan, tanggung jawab dan kemandirian ke dalam diri anak. Melalui bercerita akan tercipta suasana alamiah, menyenangkan, dan anak-anak lebih mudah menerima nilai-nilai karakter tanpa paksaan, disamping dapat mengambil keteladanan, contoh dan pelajaran dari kegiatan bercerita. Untuk mencapai tujuan pengabdian telah dilakukan pelatihan dan pendampingan pada guru dan orang tua. Sebelum dilakukan pelatihan, orang tua dan guru diberikan sosialisasi dan pemahamana pentingnya pendidikan karakter sejak dini. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, Pemberian Tugas dan Praktek Langsung. Hasil kegiatan pengabdian menunjukan bahwa kegiatan bercerita yang dilakukan oleh orang tua dan guru dapat meningkatkan kedisiplinan, kemandirian dan tanggung jawab anak. Hal tersebut menunjukkan bahwa melalui bercerita, guru atau orang tua dapat menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kemandirian dan tanggung jawab. Orang Tua dan Guru memberikan cerita keteladanan, contoh dan pelajaran dari kegiatan bercerita. Berdasarkan kegiatan pengabdian di atas dapat disimpulkan kegiatan bercerita yang berisi nilai-nilai pendidikan karakter, yang berisi keteladanan, contoh sikap dan pelajaran yang diberikan pada anak sejak dini dengan konsisten dan berkesinambungan dapat meningkatkan kedisiplinan, kemandirian dan tanggung jawab anak.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Kegiatan Bercerita