Publication Search

70,857 articles from 624 journals · 1,760 citations tracked

Showing 161-169 of 169

Analytics

Mukorobin Mukorobin

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Profil Budaya Organisasi Indomart Genuk Demak saat ini (current) dan yang diharapkan (preferred) masih didominasi oleh tipe budaya hierarchy dan market dengan gap sebesar 3%, maka tidak dibutuhkan perubahan budaya organisasi yang signifikan. Namun jika dilihat lebih detail terhadap keenam dimensi, ada lima dimensi yang menunjukan gap lebih dari 5% sehingga memerlukan perubahan budaya organisasi sebagai strategi peningkatan SDM pada perusahaan tersebut. Kelima dimensi tersebut adalah Kepemimpinan Organisasi, Pengelolaan Karyawan, Perekat Organisasi, Penekanan Strategis dan Kriteria Sukses.Strategi yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia pada Indomart Genuk Demak berdasarkan pada enam dimensi utama, yaitu : a). Kepemimpinan Organisasi : Menerapkan kepemimpinan organisasi yang lebih fleksible namun tidak juga melanggar aturan b). Pengelolaan Karyawan : melakukan pengelolaan karyawan yang lebih mengutamakan kerja sama tim, kesepakatan, partisipasi semua karyawan, lebih fokus pada pengelolaan intern perusahaan. c). Perekat Organisasi : mengurangi formalitas aturan aturan yang mendasari perekat organisasi. d. Penekanan Strategis : fokus pada internal perusahaan dan mengurangi fokus pada persaingan pasar e). Kriteria Sukses : menekankan kriteria sukses pada pengembangan SDM, kondisi internal perusahaan, kerja tim dan komitmen serta kepedulian akan sesama karyawan.Kata kunci: dampak, ritel modern, Indomart.

W, Vela Tiara; Trisiana, Anita; U, Bagus Khotibul; A, Salsa Rizka; Dwi S, Intan +1 more

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2020 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

ABSTRAKNasionalisme adalah suatu ajaran untuk mewujudkan dan juga mempertahankan  negara. Dengan cara menciptakan suatu gagasan nama bangsa untuk kelompok warga yang memiliki tujuan dan masa depan yang sama untuk menciptakan kepentingan negara, dan nasionalisme juga dapat di artikan sebagai ajaran untuk mencintai bangsa dan negaranya sendiri.Coronavirus atau sering di sebut Covid-19 termasuk spesies jenis virus yang mengakibatkan penyakit yang menyerang makhluk hidup yaitu manusia dan hewan. Corona virus ini menyerang manusia dan menimbulkan sakit yang menyerang pada pernapasan, dimuali dari pilek hingga penyakit yang parah, Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernapasan Akut Berat/ Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) adalah contoh penyakit. Dalam penelitian, Corona bisa ditemui di feses, akan tetapi tetapi sampai bulan Maret 2020 belum  diketahui jika penularannya melalui feses, dan dampaknya diperkirakan cukup rendah. Covid-19 jenis baru ini ditemukan  manusia dalam kejadian luar biasa yang berasal dari Wuhan China, pada bulan Desember 2019, dan kemudian dinamai Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS- COV2), dan mngakibatkan penyakit Coronavirus Disease-2019 (COVID-19). COVID-19 yang memiliki ukuran dengan diameter 60- 140 nm. Corona secara genetic ini berbeda dari virus SARS-CoV dan MERS-CoV.Ketahanan Nasional merupakan cara yang digunakan untuk mengarahkan seluruh sumber daya nasional yang berisi kegigihan dimana kegigihan terdapat kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, guna menyambut dan mengutik semua rintangan, resiko, kendala, dan provokasi baik  internal maupun dari eksternal, langsung dan tidak langsung yang dapat mengubah moralitas, jati diri, dan keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara dan kerja keras untuk menjejaki tujuan dari perjuangan nasional di Indonesia. Kata Kunci : Nasionalisme, Covid-19, Ketahanan Nasional NegaraÂ

Setiawan, M Hery Yuli; Sufa, Feri Faila

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pengabidan Kepada Masyarakat ini diadakan dengan tujuan untuk memberikan pendalaman kreativitas pendidik dalam pelaksanaan pembelajaan saintifik pada kurikulum 2013. Pengbdian ini sebagai tindak lanjut dari penelitian sebelumnya yang telah dilaksanakan  tentang peningkatan kreatifitas guru dalam pelaksanaan kurikulum 2013. Pelaksanaan pengabdian pada masyarakat ini didahului dengan koordinasi kepada pimpinan lembaga dan melakukan perjanjian kerja sama dalam berbagai bidang salah satunya pelatihan melalui pengabdian pada masyarakat ini.Pada kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di RA Al Islam 3 Gebang, pengabdian ini menggunakan metode kolaboratif dengan melakukan pengalian informasi untuk mengetahuai pemahaman guru tentang kreativitas pendidik dalam pembelajaran saintifik pada implementasi kurikulum 2013. Dilanjut dengan memberikan materi mengenai kreativitas pendidik dalam pembelajaran saintifik pada implementasi kurikulum 2013. Kemudian mempraktekan kegiatan pembelajaran dengan pembelajaran santifik. Tindak lanjutnya akan dilakukan monitoring oleh mahasiswa seberapa luas penyebaran IPTEK yang telah diberikanHasil dari Pengabidan ini adalah peningkatan pemahaman guru tentang perlunya peningkatan kreativitas guru dalam melaskanakan pendekatan saintifik berbasis kurikulum 2013. Sehingga guru dapat merancang dan melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan saintifik yang kreatif, harapanya Iptek yang telah disampaikan dapat di sebarkan oleh mitra.Kata Kunci : Saintifik, Kreativitas guru.

Barata SatriaWicaksono

Jurnal Visi Manajemen 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Penelitian ini dilakukan pada Healhty Lounge Rumah Sakit Telogorejo Semarang yang bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan pengaruh kompetensi waiter dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan tamu di Healhty Lounge. Metode yang digunakan dalam penelitian dan metode penyajian datanya adalah kuantitatif dengan mengambil tempat penelitian di Rumah Sakit Telogorejo Semarang, adapun teknik pengumpulan data berupa Kuesioner, observasi, studi pustaka. Hasil analisis data menunjukkan bahwa untuk menciptakan kualitas pelayanan yang baik dibutuhkan waiter yang berkompeten dan operasional kerja sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 100 responden. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi pihak manajemen maupun kepuasan tamu. Data yang diperoleh diolah menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistik kuantitatif. Analisis kuantitatif menggunakan analisis regrensi berganda untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependent, uji model, uji hipotesis, dan namun sebelum dilakukan uji tersebut makan yang dilakukan pertama adalah uji validitas dan uji reliabilitas. Hasil analisis regrensi menunjuka bahwa peningkatan mutu hygiene dan sanitasi terhadap kepuasan konsumen. Maka hasil uji analisis regrensi berganda menunjukan nilai F yang signifikan, dengan nilai korelasi determinasi (R2) sebesar 0,279. Hal ini menunjukan bahwa kompetensi dan kualitas pelayanan mempengaruhi secara nyata terhadap kepuasan tamu secara bersama-sama dengan kecepatan hubungan sebesar 27,9 %. Hal ini menunjukan bahwa untuk meningkatkan kepuasan tamu perlu adanya peningkatan kompetensi dan kualitas pelayanan yang baik.

Ahmad, Deni Nasir

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2019 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah untuk memberikan pelayanan kepada lingkungan masyarakat mengenai perbaikan lingkungan serta menanamkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan, kesehatan dan mencegah banjir atau longsor dengan akibat terkikisnya tanah di tepian sungai ciliwung dengan menanam tanaman anti longsor. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat adalah a. Observasi langsung, b. Melakukan kegiatan perencanaan proyek perbaikan lingkungan dimana kami membagi tim dengan beberapa tugas dan kegiatan yakni, langkah pertama membersihkan aliran sungai ciliwung, langkah kedua penanaman tanaman anti longsor dan terakhir melakukan pemilahan dan pengolahan sampah anorganik. c. Melakukan evaluasi dan shering bersama untuk menemukan kesepakatan bersama dalam melakukan perbaikan lingkungan. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tim pengabdi terdiri dari : a. peserta diberikan pengetahuan umum mengenai jenis tanaman tepian sungai dan diberikan bibit tanaman yang akan ditanam untuk tanaman pencegah longsor sekaligus untuk penghijauan sekitar tepian sungai kegiatan dilakukan bersama komunitas “ngumpal” (Ngumpul Anak Lintas Ciliwung). b. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat tim pengabdi membagi 3 kelompok dengan lokasi tugas berbeda-beda dan dengan tugas kelompok yang sama. c. Setelah membagikan kelompok kerja maka tim pengabdi melakukan kegiatan membersihkan sekitar aliran sungai dan kegiatan penanaman pohon atau tanaman tahan longsor. Simpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat yaitu : a. Masyarakat sangat menerima dan menyambut secara positif dari kegiatan yang tim pengabdi telah lakukan. b. Masyarakat mulai terlihat peduli dengan mau mendengar penyuluhan dan mengikuti seluruh kegiatan yang telah tim pengabdi rancang untuk kegiatan pengabdian.

Rokhani, Rokhani; Andraini, Fitika

DINAMIKA HUKUM 2019 Universitas Stikubank

Sistem jaminan sosial nasional bidang jaminan kesehatan di Indonesia baru mulai serius diurusi pemerintah setelah disahkannya Undang-Undang No. 40 Tahun 2004 tentang sistem jaminan sosial nasional dan Undang-Undang tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).Berdasarkan uraian tersebut maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan mengambil judul : “Tinjauan Hukum Perjanjian Kerjasama Terhadap Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan Peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial dengan Laboratorium Kesehatan Sarana Medika”. Perumusan masalah yang akan diteliti adalah 1) bagaimana tinjauan hukum perjanjian kerjasama pelayanan kesehatan antara Badan Penyelenggara Jaminan Sosial dengan Laboratorium Kesehatan Sarana Medika ?2) Bagaimana Prosedur yang harus dilaksanakan peserta BPJS dalam mengajukan klaim agar mendapatkan pelayanan kesehatan dari fasilitas kesehatan BPJS ? 3) Hambatanyang dihadapi oleh peserta BPJS dalam mendapatkan pelayanan kesehatan, dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi BPJS dan Fasilitas Kesehatan dan bagaimana upaya penyelesaiannya ? Hasil penelitian dan pembahasan menunjukan bahwa (1) Tinjauan hukum perjanjiankerjasama pelayanan kesehatan antara Badan Penyelenggara Jaminan Sosial dengan Laboratorium Kesehatan Sarana Medika diselenggarakan berdasarkan Permenkes Nomor 71 Tahun 2013 Pasal 4 ayat (1), (2) dan berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011. yang menyatakan bahwa: ayat (1) “Fasilitas Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 mengadakan kerja sama dengan BPJS Kesehatan.” Dan ayat (2) “Kerja sama Fasilitas Kesehatan dengan BPJS Kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui perjanjian kerja sama.” (2) Prosedur yang harus dilaksanakan peserta BPJS dalam mengajukan klaim agar mendapatkan pelayanan kesehatan dari fasilitas kesehatan BPJS, yaitu: a) Pesertamengajukan klaim disertai dokumen pendukung sebagai syarat klaim yang telah ditetapkan oleh BPJS, (3) Hambatanyang dihadapi oleh peserta BPJS dalam mendapatkan pelayanan kesehatan, dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi BPJS dan Fasilitas Kesehatan yaitu berupa kurangnya sosialisasi dari BPJS.

Yasinta Yasinta; Fransiskus Janu Hamu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2019 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Permasalahan yang dihadapi remaja di rumah yaitu masalah antar remaja dengan orang tua atau sebaliknya masalah orang tua dengan anak ( remaja). Orang tua menjadi contoh dan teladan bagi anak (remaja). Untuk menjadi contoh bagi anak-anak (remaja) orang tua harus mampu membangun sikap yang harmonis dalam keluarga, dan menanamkan  nilai-nilai keagamaan bukan hanya  melalui kata-kata  namun  yang  paling  dibutuhkan  oleh  anak  (remaja)  yaitu  tindakan konkrit. Itulah mengapa peranan orang tua dalam keluarga sangat penting. Karena mengikuti perkembangan zaman, maka tantangan makin berat dan maju pula. Orang  tua  dituntut  untuk  ikut  mengerti  arus  zaman,  menguasai  semampunya untuk membantu anak-anak (remaja) meniti kehidupan dijalan yang baik dan benar. Orang tua hendaknya tidak melalaikan pendidikan dan pembinaan terhadap anak, karena kesibukan dan tuntutan kerja. Dua hal yang sama berat, sama pentingnya dan sama berharganya bagi kebahagiaan keluarga.

Riyani, Luqman Alhakim

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan tindak lanjut dari fenomena-fenomena kepemudaan yang harus senantiasa ditingkatkan, diantaranya tenggang rasa, kerja sama, kebersamaan, hard skill, soft skill, dan sebagainya, dan untuk mengembangkan potensi, bakat, dan minat pemuda yang implikasinya pada peningkatan soft skill dan hard skill baik dilingkungan keluarga, sekolah/tempat bekerja, maupun masyarakat. Bahasa sebagai media komunikasi verbal maupun tulisan memiliki peranan baik secara interpersonal maupun transaksional untuk menunjang kompetensi berkomunikasi sehingga pesan yang tersurat maupun tersirat akan tersampaikan dan difahami sesuai maksud dari interlocutor. Bahasa asing (Inggris) berperan sebagai media untuk memudahkan komunikasi pemuda dengan anggota masyarakat maupun dengan bacaan tertulis. Interaksi dengan anggota masyarakat bermakna bahwa pemuda memerlukan bahasa Inggris untuk berinteraksi dengan sesama pengguna bahasa Inggris untuk mencapai tujuan tertentu, diantaranya interaksi dengan tenaga pendidik bahasa Inggris (apabila pemuda masih menempuh pendidikan), interaksi dengan rekan kerja maupun relasi asing, dan sebagainya. Interaksi dengan bahasa cetak bermakna aktifitas pemuda terhadap bahasa tulis, diantaranya materi bacaan cetak maupun non-cetak berberbahasa Inggris, dan sebagainya. Materi pengabdian ini adalah strategi belajar mendiri menggunakan ebooks dan media sosial. Belajar mandiri merupakan suatu kegiatan belajar secara sadar baik didalam maupun diluar kelas sebagai bentuk tanggung jawab peserta didik untuk mencapai tujuan tertentu. Self-study dilatarbelakangi kesadaran dan kemauan peserta didik untuk belajar. Media sosial merupakan media komunikasi verbal maupun non-verbal sehingga dapat dipergunakan untuk mempraktikkan penggunaan bahasa secara interpersonal maupun transaksional. Pengabdian ini telah dilaksanakan pada 11 pemuda Desa Jetak 02/03, Wonorejo, Gondangrejo, Karanganyar. Pada hari Sabtu, 26 November 2016 pukul 16.00 -17.00. Hasil pengabdian ini adalah (1) para pemuda memahami penggunaan media sosial tidak hanya sekedar mengirim dan menerima informasi namun juga sebagai sarana praktik penggunaan bahasa Inggris secara tertulis; (2) pemuda memahami dan akan mencoba mempraktikkan belajar mandiri menggunakan ebooks sebab waktu mereka untuk belajar bahasa Inggris dibawah bimbingan guru hanya disekolah dan beberapa jam dilokasi les; dan (3) pemuda membentuk group blackberry dan whats up sebagai tindak lanjut dari pengabdian ini untuk mempraktikkan komunikasi non-verbal dengan sesama pengguna.

Ismail, Syarof Nursyah

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kontribusi beberapa variabel, yaitu: (1) efektifitas kepemimpinan, (2) budaya organisasi, (3) etos kerja, dan (4) efektifitas kepemimpinan, budaya organisasi, etos kerja secara bersama-sama terhadap kepuasan kerja guru MA Raudlotul Huffadz Kediri Tabanan.Populasi dalam penelitian ini adalah guru-guru MA Raudlotul Huffadz Kediri Tabanan yang berjumlah 30 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, yang mengambil sampel seluruh guru di MA Raudlotul Huffadz Kediri Tabanan.Penelitian ini dirancang dalam bentuk penelitian ex-post facto.Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner.Data dianalisis dengan menggunakan uji regresi sederhana dan uji regresi ganda.Eksplanasi penelitian bersifat kausal korelasional deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Efektifitas kepemimpinan memberikan kontribusi signifikan terhadap kepuasan kerja guru MA Raudlotul Huffadz Kediri Tabanan dengan kontribusi sebesar 24,20%; (2) Budaya organisasi memberikan kontribusi signifikan terhadap kepuasan kerja guru MA Raudlotul Huffadz Kediri Tabanan dengan kontribusi sebesar 10,10%; (3) Etos kerja memberikan kontribusi signifikan terhadap kepuasan kerja guru MA Raudlotul Huffadz Kediri Tabanan dengan kontribusi sebesar 38,20%; dan (4) Efektifitas kepemimpinan, budaya organisasi dan etos kerja secara simultan memberikan kontribusi signifikan terhadap kepuasan kerja guru MA Raudlotul Huffadz Kediri Tabanan dengan kontribusi sebesar 72,50%.Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan, bahwa terdapat kontribusi yang signifikan efektifitas kepemimpinan, budaya organisasi, dan etos kerja terhadap kepuasan kerja guru MA Raudlotul Huffadz Kediri Tabanan.Dengan demikian, ketiga variabel atau faktor tersebut dapat dijadikan prediktor tingkat kepuasan guru MA Raudlotul Huffadz Kediri Tabanan.