Publication Search

70,607 articles from 615 journals · 1,760 citations tracked

Showing 161-168 of 168

Analytics

pardamean, fransisca harumi; Mawarno, Binardo Adi Seno; Sembiring, Yulia Shara Br

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2022 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Susu kacang-kacangan merupakan alternatif pengganti susu sapi yang saat ini banyak dikonsumsi masyarakat. Kacang kedelai dan kacang almond merupakan dua jenis kacang yang banyak digunakan sebagai bahan baku susu kacang yang banyak dijumpai di pasaran. Diantara jenis kacang-kacangan di Indonesia, kacang mete merupakan salah satu jenis yang banyak dibudidayakan di daerah Wonogiri Jawa Tengah. Salah satu kelemahan susu nabati yang berasal dari kacang-kacangan adalah ketidakstabilannya selama penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh jenis dan konsentrasi zat penstabil terhadap sifat fisik, kimia dan sensori kualitas susu meteberdasarkan jenis dan variasi konsentrasi penambahan zat penstabilxanthan gum, guar gum dan arabicgum dengan variasi konsentrasi 1% dan 0,5%. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri atas penambahan variasi konsentrasi zat penstabil 0,5% dan 1% serta datadianalisis menggunakan uji Duncan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa susu kacang mete yang paling banyak disukai secara keseluruhan secara sensoris adalah susu kacang mete dengan penambahan penstabil berupa Arabic gum sebanyak 0,5%. Berdasarkan hasil analisis kimia adalah kadar air sebesar 1,023%, kadar abu sebesar 1,06%, kadar protein kasar sebesar 1,78% dan kadar lemak sebesar 2,7%.   Kata kunci : fisikokimia, penstabil, sensoris, susu kacang mete

Isma Sapinah Aini; Nur Aida Sendy; Cris Monica; Rumasta Panjaitan; Reny Intanaria +1 more

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

According to the World Health Organization (WHO) in 2015, 585,000 women died during pregnancy or childbirth. Because 99% of maternal deaths due to labor or birth problems occur in developing countries. The risk of maternal death in developing countries is the highest with 450 maternal deaths per 100 thousand live births when compared with the risk of maternal death in 9 developed countries and 51 developing countries. The incidence of hyperemesis gravidarum in Indonesia is starting from 1-3% of all pregnancies (Maruroh and Ikke, 2016). About 50% - 90% of all pregnancies are accompanied by nausea and vomiting. According to a study of more than 360 pregnant women, only 2% experience morning sickness whereas, 80% of persistent complaints throughout the day peak at around 9 weeks of gestation. Nausea and vomiting are common disorders in early pregnancy and are complained by 50-70% of pregnant women within the first 16 weeks. Approximately 60% of pregnant women in the first trimester experience nausea and 44% experience vomiting. In this nausea and vomiting, dehydration can occur if the nausea and vomiting are severe. The general objective of this study was to provide midwifery care for first trimester pregnant women with Grade I Hyperemesis Gravidarum using a midwifery management approach with 7 Varney. This type of research the writer uses in the case study is descriptive research. This case study the author takes the subject Mrs. H with Hyperemesis Gravudarum Grade I at the Hj. Hema Wati, Bambel District, Aceh Tenggara District.

Sandri Sastrawan; Fita Ridhana; Erita; Nugroho Pitriyanto

JURNAL RISET RUMPUN ILMU HEWANI 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Penelitian bertujuan untuk mengetahui proses dan cara pengolahan limbah kotoran sapi bali menjadi teknologi tepat guna yakni biogas. Biogas merupakan energy alternative pengganti gas LPG pada masyarakat khususnya pada Kampung Paya Tungel Kecamatan Jagong Jeget Kabupaten Aceh Tengah. Metode penelitian menggunakan metode survey yang bertujuan untuk memudahkand alam menggali informasi terkait teknik pengolahan limbah kotoran sapi bali menjadi biogas. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa peternak yang telah melakukan produksi pada limbah kotoran sapi bali mereka berdampak positif pada perekonomian. Yakni penghematan pada pengguaan dan ketergantungan pada gas LPG atau kayu bakar serta limbah sisa pengolahan biogas dapat digunakan menjadi pupuk organi cair (POC) dalam pertanian.    

Askura Nikmah; Fita Ridhana2; Rusli; Bahtra Ruhmiko

JURNAL RISET RUMPUN ILMU HEWANI 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Usaha pemotongan hijauan pakan ternak di desa Paya Tumpi Kecamatan Kebayakan Kabupaten Aceh Tengah telah berdiri sejak 2018. Usaha pakan ternak sapi potong sebagian besar masih merupakan usaha peternakan rakyat yang dipelihara secara tradisional bersama tanaman pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Analisis Pendapatan Pemotong Hijauan Pakan Ternak Kecamatan Kebayakan Kabupaten Aceh Tengah (Studi Kasus Usaha Bahagia Di Kampung Paya Tumpi)”. Metode pengambilan sampel menggunakan metode studi kasus (terfokus pada suatu kasus). Metode analisa data menggunakan analisi pendapatan dan B/C ratio. Hasil penelitian menunjukan bahwa usaha pemotongan hijauan pakan ternak di desa Paya Tumpi Kecamatan Kebayakan Kabupaten Aceh Tengah adalah layak untuk di usahakan dan layak untuk dikembangkan. Hal ini berdasarkan nilai (B/C Ratio) B/C > 1 yakni dengan nilai B/C ratio 4.2    

Risman Tunny; Cut Bidara Panita Umar; Sari Siompu

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pelepah pisang ambon (Musa paradisiaca var. sapientum) seringkali hanya di buang, padahal pelepah pisang ambon memiliki antibakteri yang tinggi. Staphylococus aureus adalah salah satu gram positif berbentuk kokus dan merupakan bakteri patogen bagi manusia. Staphylococus aureus termasud bakteri yang banyak resistensi terhadap antibiotik. Tujuan.  Untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder Tanin, Saponin, Flavanoid, Fenol, dan Alkaloid pada pelepah pisang ambon (Musa paradisiaca var. sapientum). Untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak pelepah pisang ambon terhadap pertumbuhan Staphylococus aureus. Untuk mengetahui konsentrasi 20%, 40%, 60% dan 100% ekstrak etanol pelepah pisang ambon yang efektif dalam menghambat pertumbuhan Staphylococus aureus. Metodologi. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan metode difusi sumuran dengan empat varian konsentrasi 20%, 40%, 60% dan 100% . Kontrol positif yang digunakan  adalah Ciprofloxacin dan kontrol negatif yang digunakan adalah Aquades. Skrining fitokimia dilakukan dengan metode tabung. Hasil penelitian. Skrining fitokimia menunjukan ekstrak pelepah pisang ambon mengandung tanin, saponin, flavonoid, alkaloid dan fenol. Pengaruh pemberian ekstrak etanol 70% pelepah pisang ambon terhadap Staphylococus aureus di tandai dengan terbentuknya zona hambat pada  konsentrasi 20% zona hambat 13 mm, konsentrasi 40% zona hambat 16 mm, konsentrasi 60% zona hambat 18 mm dan konsentrasi 100% zona hambat 20 mm. Kesimpulan. Pelepah pisang ambon memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococus aureus dengan konsentrasi yang efektif yaitu 100% degan zona hambat 20 mm dengan kategori sangat kuat.

Rahmawati Husain; Uti Nopriani; Nur Rahma Amir; Fadli K Baligombo; Siti Ramadhani +3 more

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2021 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Desa Tambu merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Sausu Kabupaten Parigi Moutong. Sasaran kegiatan PKM ini adalah masyarakat yang memiliki ternak sapi. Pelaksanaan kegiatan program PKM ini dilaksanakan oleh tim pelaksana yang terdiri dari mahasiswa dan dosen Universitas Sintuwu Maroso Poso. Metode dalam kegiatan PKM meliputi observasi, pelayanan kesehatan ternak dan evaluasi. Hasil evaluasi kegiatan PKM menunjukan bahwa pengetahuan peserta PKM mengalami peningkatan. Secara rinci diuraikan bahwa 90% sangat mengetahui pelaksanaan kegiatan PKM, 82% sangat mengetahui tentang pemeliharaan kesehatan ternak sapi yang baik, dan 75% sangat mengetahui manfaat pemberian vitamin B kompleks pada ternak sapi.  

Yustina Wuri Wulandari, Roni Sanjaya, Nanik Suhartatik &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2019 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Es krim adalah salah satu produk olahan yang menggunakan susu sebagai bahan dasar dan berbentukbeku. Penelitian ini menggunakan kedelai hitam sebagai bahan dasar pembuatan es krim. Kedelai hitamkaya akan protein yang dapat menggantikan bahan baku pembuatan es krim berupa susu sapi. Penelitianini juga menggunakan lidah buaya sebagai bahan tambahan yang dapat meningkatkan kualitas es krim.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan es krim kedelai hitam dengan penambahan lidahbuaya terbaik ditinjau dari sifat sensorisnya. Selain itu juga untuk mengetahui karakteristik es krim kedelaihitam dengan penambahan lidah buaya meliputi: sifat fisik (overrun), sifat kimia (protein, lemak, dan totalpadatan), dan sifat fungsional (aktivitas antioksidan). Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap(RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi kedelai hitam (5, 15, 25 %)sedangkan faktor yang kedua variasi konsentrasi lidah buaya (1,5; 3; 4,5 %). Hasil penelitian menunjukanbahwa kombinasi perlakuan konsentrasi kedelai hitam dengan lidah buaya, dengan konsentrasi kedelaihitam 25% dan lidah buaya 4,5% merupakan perlakuan terbaik didasarkan pada kesukaan keseluruhanyang terdapat pada es krim. Pada perlakuan ini dihasilkan aktivitas antioksidan es krim kedelai hitamdengan penambahan lidah buaya sebesar DPPH 36,60%, kadar protein 9,42%, kadar lemak 4,62%,total padatan terlarut 29,33%, kecepatan meleleh 15,08 menit/10 gram, overrun 23,39% serta uji organoleptikterhadap warna 3,73 (kuning kehijaun), aroma langu 1,73 (tidak terlalu tinggi), tekstur 3,13 (lembut), dankesukaan keseluruhan 3,53 (paling disukai).Kata kunci: Es krim, kedelai hitam, lidah buaya.

Akhmad Mustofa, Nurtika Sari, Yannie Asri Widanti &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Labu kuning merupakan sumber karoten (pro vitamin A) yang tinggi, serta mengandung antioksidansebagai penangkal radikal bebas. Labu kuning tersusun atas karbohidrat, protein, lemak, kalsium, fosfor,zat besi, vitamin A, vitamin B, vitamin C, dan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenissusu dengan tingkat penambahan bubur labu kuning terhadap karakteristik fisik dan kimia es krim yangdisukai konsumen. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari2 faktor. Faktor pertama yaitu jenis susu (susu kedelai, susu sapi UHT, dan susu kambing) dan faktor yangkedua yaitu konsentrasi labu kuning (20, 30, dan 40%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa es krim labukuning dengan jenis susu kambing dan konsentrasi labu kuning 20% yang paling banyak disukai konsumendan memiliki karakteristik sebagai berikut: kadar protein 2,39%, kadar lemak 0,36%, kadar betakaroten555,79μg, kadar gula total 12,90%, kadar air 55,48%, kadar abu 1,45%, titik leleh 13,45 menit; warna kuning(2,05); aroma sangat khas susu (1,45); rasa labu kuning agak terasa (3,35); tekstur sangat lembut (1,40);disukai (1,55).Kata kunci: es krim, susu, fisikokimia, sensori, labu kuning.