Publication Search

80,106 articles from 771 journals · 2,111 citations tracked

Showing 161-180 of 1,123

Analytics

Gea, Ferimawati; Kurniawan, Martha Mulyani

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman peserta didik terhadap Pendidikan Agama Kristen, serta mengindentifikasi pengaruhnya terhadap perilaku moral dan spiritualitas peserta didik di SMP Kristen Ketapang III. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan terdiri dari 2 peserta didik kelas VII, 2 peserta didik kelas VIII, dan kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik memahami Pendidikan Agama Kristen secara holistik sebagai sarana untuk mengenal Tuhan, membentuk karakter, dan memperdalam iman. Pendidikan Agama Kristen berkontribusi nyata terhadap perilaku moral peserta didik serta menunjukkan perkembangan spiritual peserta didik. Temuan ini menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Kristen di SMP Kristen Ketapang III berfungsi secara efektif dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga dewasa dalam spiritual dan berkarakter.

Verlia Agustin S; Neng Sholihat; Berry Kurnia Vilmala

Konstanta : Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2025 International Forum of Researchers and Lecturers

This study aims to determine the influence of the Time Token Learning Type learning model combined with science literacy on communication skills and cognitive learning outcomes of SMPN XYZ students. The background of this research is low communication skills and student learning outcomes that are still substandard, so an innovative learning approach is needed that can improve both aspects. The research method used was quasi experimental with a Pretest-Posttest Control Group Design. The research subjects involved one experimental class given Time Token Learning type learning with science literacy content and one control class that used conventional learning. The research instrument consisted of a reasoned multiple-choice test to measure cognitive learning outcomes and an observation sheet to assess communication skills. The results of the study show that the application of the Time Token Learning model with science literacy has a significant influence on improving students' cognitive learning outcomes. The average pretest score of 40 increased to 75 in the posttest with an N-Gain value of 45.5% which was in the medium category. These findings prove that the learning model is effective in improving students' understanding of concepts and cognitive thinking skills. However, the results of the analysis of communication skills did not show a significant improvement. In addition, the correlation between communication skills and learning outcomes was also insignificant with a significance value of 0.826 > 0.05. In conclusion, the Time Token Learning model with science literacy has proven to be effective in improving students' cognitive learning outcomes, but has not been able to optimally develop communication skills. Therefore, it is necessary to develop additional strategies or a combination of other learning models so that communication skills can develop in line with improving cognitive learning outcomes.

Telaumbanua, Hartati; Telaumbanua, Elianus; Windarti, Maria Titik

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini menganalisis peran guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam mengimplementasikan Amanat Agung berdasarkan Matius 28:19–20, serta implikasinya terhadap pertumbuhan iman peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif di SD Kristen Pelita Bangsa Bandung dengan observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAK memiliki tiga peran utama, yaitu sebagai penginjil, pelatih, dan pengajar. Ketiga peran ini berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan iman peserta didik melalui penginjilan, pembinaan rohani, dan pengajaran firman Tuhan. Tantangan yang muncul meliputi kurangnya dukungan keluarga, pengaruh teknologi digital, dan dangkalnya pemahaman rohani siswa. Penelitian ini menegaskan urgensi guru PAK sebagai agen Amanat Agung di sekolah.

Agung Citra Resmi Wulangsih; Sony Junaedi

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pendidikan abad ke-21 menuntut adanya pengembangan kognitif sebagai bagian integral dari proses pembelajaran. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif peserta didik penghayat Sapta Darma Kelas 5 di SDN  Samban 2 Kabupaten Semarang, melalui penerapan media puzzle simbol pribadi manusia. Penelitian ini berlangsung selama dua siklus. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu media belajar puzzle Simbol Pribadi Manusia, sedangkan kemampuan kognitif sebagai variabel terikatnya. Penelitian ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam tentang penggunaan puzzle simbol pribadi manusia dapat meningkatkan kemampuan kognitif peserta didik, khususnya dalam mata pelajaran Pendidikan Kepercayaan terhadap Tuhan YME dan Budi Pekerti. Data dikumpulkan melalui instrumen penilaian observasi kemampuan kognitif, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data kualitatif meliputi koleksi data, reduksi data, penyajian data yang bersifat naratif dan verifikasi data dengan penarikan kesimpulan yang digunakan untuk menentukan peningkatan kemampuan anak dalam memahami dan menjelaskan makna, warna serta bentuk pada simbol pribadi manusia menggunakan permainan puzzle. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan kognitif peserta didik. Siklus I memperoleh persentase 33% dengan nilai rata-rata 62 meningkat pada siklus II menjadi 100% dengan nilai rata-rata 82,5. Hal ini membuktikan bahwa dengan menggunakan media pembelajaran puzzle Simbol Pribadi Manusia dapat meningkatkan kemampuan kognitif peserta didik.

Nata Hening Graita Prameswari; Wawan Wibisono

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pembelajaran peserta didik penghayat kepercayaan memerlukan model pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kreativitas peserta didik, model pembelajaran inovatif yang dapat digunakan adalah Project Based Learning (PjBL). Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi implementasi PjBL dalam meningkatkan kreativitas peserta didik penghayat kepercayaan di SMP Negeri 2 Sumowono dengan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PjBL meningkatkan kreativitas peserta didik berdasarkan empat indikator utama: kelancaran, kelenturan, keaslian, dan elaborasi. Peserta didik menghasilkan gagasan yang lebih bervariasi, mampu beradaptasi dalam menyelesaikan proyek, serta menciptakan karya yang lebih orisinal. Selain itu, PjBL meningkatkan kolaborasi antar peserta didik dan keterlibatan aktif dalam mengeksplorasi nilai kepercayaan. Hambatan utama dalam penerapan PjBL adalah keterbatasan sumber daya dan kesiapan penyuluh, sementara tantangan yang dihadapi peserta didik meliputi manajemen waktu dan adaptasi terhadap pola pembelajaran mandiri. Dukungan dari penyuluh dan kolaborasi menjadi faktor kunci keberhasilan PjBL. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan berkelanjutan bagi penyuluh guna meningkatkan efektivitas penerapan PjBL dalam Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Triyono, Maman; Eni Purwanti

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Budi Pekerti di Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Semarang. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tantangan yang dihadapi dalam penerapan Kurikulum Merdeka, terutama dalam hal pemahaman guru Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa terhadap Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih fleksibel dan berpusat pada peserta didik, namun implementasinya masih menghadapi berbagai kendala, terutama pada mata pelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Budi Pekerti. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi di SMP Negeri 1 Ambarawa dan SMP Negeri 2 Sumowono. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan Kurikulum Merdeka telah melibatkan berbagai pihak, namun masih terdapat kendala dalam penyusunan modul ajar yang sesuai dengan kebutuhan lokal. Pelaksanaan Kurikulum Merdeka telah menunjukkan upaya inklusivitas, tetapi metode pembelajaran masih didominasi oleh ceramah dan diskusi dengan minimnya penggunaan media pembelajaran yang variatif. Evaluasi pembelajaran telah mencakup asesmen formatif dan sumatif, namun evaluasi berbasis proyek belum sepenuhnya terstruktur.

Renita Kusuma Wardani; Novita Al Ihyak Dieni

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini menggunakan penerapan Model Pembelajaran Berbasis Project dalam Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Budi Pekerti menggunakan media pembuatan taman mini di lingkungan Sekolah Dasar (SD). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menganalisis penggunaan media taman mini di SD Negeri Bandungan 01. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami penggunaan media taman mini dalam mata pelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Budi Pekerti di lingkungan SD Negeri Bandungan 01. Pendidik dapat memanfaatkan media taman mini dengan baik untuk proses pembelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Budi pekerti, secara efektif dalam meningkatkan pembelajaran peserta didik, dengan fokus pada pengembangan konsep dari elemen Keagungan Tuhan, dengan keterlibatan peserta didik untuk meningkatan nilai spiritual. Melalui pendekatan kualitatif, data diperoleh melalui observasi kelas, wawancara dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen kurikulum. Pada penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi pembelajaran yang berorientasi pada proyek untuk mata pelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Budi Pekerti di tingkat SD. Hasil yang di dapatkan pada penelitian ini adalah penerapan media taman mini dalam pembelajaran project based learning, juga mengajarkan nilai-nilai yang ada pada elemen keagungan tuhan salah satunya nilai memayu hayuning bawana pada peserta didik, yang sejalan dengan implementasi Kurikulum Merdeka.

Suci Puspita Rini; Neng Sholihat

Jurnal Cakrawala Pendidikan dan Biologi 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

This study aims to assess the impact of using Talking Stick game as a learning media on students' learning outcomes and scientific communication skills in science lessons. This study was conducted using the Systematic Literature Review (SLR) method, by analyzing various relevant previous studies from elementary to secondary education levels. The research findings indicate that the Talking Stick learning technique can significantly improve student learning outcomes. This model has also been proven effective in improving science communication skills, conceptual understanding, active participation, and students' courage to express opinions during the learning process. The Talking Stick method emphasizes collaboration and involvement between students in a fun and interesting atmosphere. The use of various supporting media, such as question cards, posters, audio visuals, and student worksheets (LKS), increases the effectiveness of this method. The use of alternating sticks in question and answer sessions encourages students to be more confident and actively involved in the learning process. This also provides benefits for the development of students' critical thinking skills and emotional skills, which are very much in line with the needs of learning in the 21st century. The findings of this Talking Stick model research are recommended as an innovative strategy in science learning. Teachers are advised to combine it with interesting learning media to make the learning process more meaningful and enjoyable. tested the effectiveness of this method in various educational conditions. Furthermore, consistent application of the Talking Stick method can create an inclusive learning environment that is responsive to individual student needs. In the context of science learning, which often demands understanding of abstract concepts and problem-solving, this method can bridge the gap between theory and practice through active and reflective interaction.

Suy, Ina Naomi; Mujiono, John Gershom; Setiawan, Yusak Agus

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peranan guru menurut perspektif Alkitab, khususnya Amsal 23:19–29, dalam mengatasi kenakalan peserta didik di SMP Bhakti Insani Bogor. Fenomena kenakalan remaja di sekolah menjadi tantangan serius yang memerlukan pendekatan holistik, baik dari aspek pendidikan formal maupun nilai-nilai iman. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan guru dalam perspektif Amsal mencakup tiga dimensi utama. Pertama, guru berperan sebagai pengarah jalan yang benar, yakni memberikan bimbingan moral, spiritual, dan sosial agar peserta didik menghindari perilaku yang merugikan diri dan lingkungan. Kedua, guru berperan sebagai pendidik dengan dedikasi, yang diwujudkan melalui perhatian, pengajaran yang membangun karakter, dan keteladanan hidup. Ketiga, guru berperan sebagai penasihat yang mendorong peserta didik menghindari pertengkaran, melatih pengendalian diri, serta membangun relasi yang sehat dengan sesama. Temuan ini menegaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Amsal 23:19–29 relevan untuk diterapkan dalam konteks pendidikan modern, khususnya dalam pembinaan perilaku siswa. Dengan demikian, penerapan prinsip-prinsip biblis dalam peranan guru dapat menjadi strategi efektif dalam mencegah dan mengatasi kenakalan peserta didik, serta membentuk karakter yang takut akan Tuhan, bertanggung jawab, dan mampu hidup harmonis di tengah masyarakat.

Manafe, Nonce Julianti; Rezeki, Sri; Madjan, Herman

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini berjudul “Pengaruh Penggunaan Multimedia Interaktif Terhadap Motivasi Belajar Siswa Berdasarkan II Timotius 3:14-17 pada Mata Pelajaran PAK di SMK Negeri 3 Kota Bogor”. Skripsi ini mengkaji apakah adanya pengaruh dan sejauh mana penggunaan multimedia interaktif  berdasarkan II Timotius 3:14-17 diaplikasikan dalam konteks pendidikan saat ini untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAK. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada realitas meningkatnya penggunaan teknologi terlebih multimedia interktif dalam dunia pendidikan. Namun, meskipun di SMK Negeri 3 Kota Bogor akses terhadap multimedia interaktif sangat tinggi namun dalam pembelajaran PAK kurang penggunaannya.Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui dan menjelaskan penggunaan multimedia interaktif yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan menjelaskan manfaat yang akan diperoleh dengan adanya penggunaan multimedia interaktif berdasarkan II Timotius 3:14-17 serta dapat membuktikan bahwa dengan adanya penggunaan multimedia interaktif dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif melalui wawancara, observasi, dan angket. Implikasinya adalah peneliti telah menerapkan penggunaan multimedia interaktif dalam proses pembelajaran PAK di SMK Negeri 3 Kota Bogor, Pendidik memiliki kemampuan dalam mengelola kelas, menguasai materi dengan penggunaan multimedia interaktif, Mahasiswa STT Kadesi Bogor dapat menerapkan penggunaan multimedia interaktif dalam kegiatan di tempat tersebut, dan bagi peserta didik untuk menambah wawasan melalui membaca arya ilmiah ini sehingga menjadi sumber belajar supaya meningkatkan motivasi belajar.

Novianti, Delpi

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripisikan bagaimana kontribusi psikologi pendidikan bagi guru pendidikan agama Kristen. Guru adalah bagian terpenting dan menjadi salah satu faktor penentu untuk kesuksesan pendidikan. Namun, guru diperhadapakan pada berbagai masalah yang sangat kompleks seperti sikap, karakter, tindakan, tingkat kecerdasan, dan emosional dari  naradidik. Masalah tersebut menjadi tantangan dalam mencapai tujuan pendidikan. Salah satu pendekatan kunci pemecahan masalah dalam pendidikan adalah lewat ilmu psikologi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menganalisis data dari berbagai sumber buku, literatur dan jurnal kemudian diinterpretasikan dalam bentuk naratif atau deskriptif. Hasil penelitian ditemukan bahwa seorang guru pendidikan agama Kristen yang memanfaatkan ilmu psikologi dapat mengoptimalkan peran dan tugasnya sebagai guru sebab: Mampu mengembangkan tujuan pembelajaran; Penerapan metode belajar yang relevan; Mampu menciptakan lingkungan kelas yang kondusif; Penemuan potensi dan bakat peserta didik; Mampu memecahkan masalah; serta Menciptakan relasi yang baik lewat kemampuan komunikasi. Penelitian ini sangat relevan dengan urgensi pengetahuan psikologi bagi guru sehingga masalah-masalah dalam dunia pendidikan dapat diatasi secara tepat. Selain itu guru akan lebih peka pada kebutuhan peserta didik, lebih sistematis, serta mampu mewujudkan sistem pembelajaran yang lebih berkualitas, efektif dan relavan.

Prayesti, Tyas; Yumnaa Oktaviani, Anindita; Hidayati, Widiani

Noor: Journal of Islamic Studies 2025 Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Menjaga kesehatan raga dan jiwa menjadi salah satu kunci hidup yang seimbang dan berkualitas, namun saat ini kesehatan mental menjadi  isu krusial di kalangan remaja. Berbagai faktor seperti masalah keluarga, pertemanan, media sosial, trauma, dan tekanan pendidikan dapat mempengaruhi kondisi psikologis mereka. Sekolah memiliki peran dalam menjaga dan memperbaiki kesehatan mental peserta didik, salah satunya dengan cara Pengembangan Pendidikan Agama Islam. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mendeskripsikan Pengembangan Pendidikan Agama Islam yang ada di SMP Muhammadiyah Wonosobo dalam menjaga kesehatan mental. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi terhadap pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah yang berkaitan dengan upaya penguatan kesehatan mental peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan PAI dan kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah berperan penting dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan mental peserta didik melalui kegiatan keagamaan, metode pembelajaran dan materi pembelajaran PAI. Selain itu, guru PAI dan Wakasek Kesiswaan juga menyatakan pentingnya penguatan nilai agama dan kesehatan mental untuk menciptakan lingkungan  belajar yang baik. Penelitian ini memberikan kontribusi dengan menunjukkan bahwa pengembangan PAI di sekolah dapat menjadi alternatif intervensi dini dalam isu kesehatan mental remaja.

Telaumbanua, Frendling Juliaman; Olis, Olis

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Revolusi Industri 4.0 mendorong lahirnya Pendidikan 4.0 yang terintegrasi dengan teknologi digital. Perubahan ini berdampak signifikan pada seluruh sistem pendidikan, termasuk Pendidikan Agama Kristen (PAK). PAK memiliki mandat unik, yaitu membentuk manusia seutuhnya berdasarkan nilai-nilai Alkitab, sehingga harus responsif terhadap perkembangan teknologi tanpa kehilangan integritas teologisnya. Tantangan utama terletak pada keterbatasan kompetensi guru dalam mengintegrasikan teknologi dengan pendekatan pembelajaran yang relevan. Dalam konteks ini, pembelajaran adaptif muncul sebagai strategi pedagogis yang menyesuaikan metode, materi, dan tempo dengan karakteristik peserta didik. Melalui pembelajaran adaptif, guru PAK dapat memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pengalaman belajar yang kontekstual, personal, dan bermakna.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka, mengkaji literatur terkini terkait PAK, pembelajaran adaptif, dan teknologi pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi pembelajaran adaptif dan teknologi dalam PAK mampu menjawab tantangan Pendidikan 4.0 dengan memfasilitasi diferensiasi pengajaran, penilaian formatif, dan kolaborasi lintas pihak. Teknologi berperan sebagai medium strategis untuk menyampaikan nilai iman dengan cara yang kreatif dan relevan, sementara pembelajaran adaptif memastikan relevansi materi sesuai kebutuhan peserta didik yang beragam.Kesimpulannya, PAK adaptif berbasis teknologi bukan hanya alternatif metodologis, tetapi strategi strategis yang harus dikembangkan secara berkelanjutan. Dengan dukungan kompetensi guru, infrastruktur teknologi, serta sinergi antara sekolah, gereja, dan keluarga, PAK dapat menjadi sarana pembentukan generasi Kristen yang matang secara intelektual, spiritual, dan moral di tengah dinamika global abad ke-21.

Asiyah Khalisa Rokhimah; Roni Faslah; Maulana Amirul Adha

Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Komunikasi 2025 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

The purpose of this study is to examine the influence of self-efficacy on students’ interest in continuing their studies to higher education, with achievement motivation as a mediating variable. The research employs a quantitative approach using the survey method. The population in this study consisted of 211 students from SMKN 44 Jakarta. The sampling technique used was proportionate stratified random sampling, calculated using the Slovin formula with a 5% margin of error, resulting in a total sample of 138 students. The data analysis was conducted using Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) with the assistance of SmartPLS 4.0 software. The analysis process included the evaluation of the measurement model (outer model), the structural model (inner model), and hypothesis testing for direct and indirect effects. The results of the study demonstrate that: (1) self-efficacy has a positive and significant effect on achievement motivation; (2) self-efficacy has a positive and significant effect on students’ interest in continuing their studies to higher education; (3) achievement motivation also has a positive and significant effect on students’ interest in pursuing higher education; and (4) self-efficacy has a significant indirect effect on interest in continuing studies to higher education through achievement motivation as a mediating variable. These findings indicate that both self-efficacy and achievement motivation play important roles in shaping students' educational aspirations beyond secondary school. This study emphasizes the need for educational institutions to strengthen students’ belief in their own abilities and foster achievement motivation to increase their intention to pursue higher education. The findings contribute to the understanding of psychological factors that influence educational planning and can be used as a reference in developing academic guidance programs in vocational high schools.

Laia, Idaman; Madjan, Herman P

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini membahas relevansi integritas Kristus sebagaimana dicontohkan dalam Matius 4:1–11 sebagai dasar etika profesional dan spiritual bagi guru-guru Kristen. Dalam kisah pencobaan di padang gurun, Yesus menunjukkan keteguhan hati dan kesetiaan terhadap firman Tuhan, tanpa kompromi terhadap godaan kuasa, kekayaan, dan pengakuan. Sikap ini menjadi model sempurna integritas, yang tidak hanya bersifat moral tetapi juga spiritual. Guru Kristen sebagai pendidik dan pembentuk karakter generasi masa depan, diharapkan hidup selaras antara ucapan, prinsip, dan tindakan, sebagaimana Kristus meneladankan.Melalui pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka, penelitian ini menganalisis prinsip-prinsip integritas Kristus dan implikasinya dalam dunia pendidikan Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integritas guru Kristen berdampak langsung terhadap efektivitas pendidikan karakter, kepercayaan peserta didik, dan kredibilitas lembaga pendidikan. Namun, tantangan besar juga diidentifikasi, seperti tekanan profesional, relativisme moral, dan godaan kompromi nilai.Strategi pembinaan integritas meliputi penguatan disiplin rohani, pelatihan etika Kristen, mentoring oleh figur teladan, serta dukungan institusional dari gereja dan sekolah. Guru Kristen dipanggil tidak hanya mengajar pengetahuan, tetapi juga menjadi pemimpin rohani yang mencerminkan kehidupan Kristus. Dengan menjadikan integritas sebagai inti dari pelayanan pendidikan, guru mampu menjadi terang dan garam bagi dunia pendidikan yang tengah menghadapi krisis moral. Oleh karena itu, implementasi integritas Kristus menjadi kebutuhan mendesak dalam membentuk guru Kristen yang profesional, beriman, dan berpengaruh secara transformatif.

Danada Syamsa Belia; Lutfiyah Hidayati; Peppy Mayasari; Ma’rifatun Nashikhah

Mutiara : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah 2025 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Technological developments have influenced various aspects of life, one of which is shopping methods. Consumers now have two main options for shopping: offline and online. Competition between offline and online stores is increasingly fierce, so it is important to understand the differences in consumer shopping interests in both methods. This study aims to identify whether there are significant differences in offline and online shopping interests and to measure the magnitude of these differences. The method used in this study is quantitative with a difference test approach. The study was conducted at SMK Negeri 3 Blitar with students from the Fashion Design and Production department as research subjects. The data collection technique was carried out using a questionnaire distributed to respondents. The collected data were then analyzed using a paired two-sample T-test to determine differences in shopping interests between offline and online. After that, the effect size calculation was carried out using Cohen's D to measure the magnitude of the existing differences. The results showed that there are significant differences in interest in offline and online shopping. The results of the T-test indicate a clear difference between these two shopping methods. Furthermore, the Cohen's D effect size analysis produced a value of -0.940, which indicates that the difference is in the large category. This means that Fashion Design and Production students at SMK Negeri 3 Blitar are more likely to have a higher interest in online shopping than offline shopping. This is due to the convenience and practicality of online shopping, where consumers do not need to come to a physical store to make a transaction. This study provides an overview of how shopping interest can be influenced by the ease of access offered by online shopping.

Saidah Syakira; Resya Eka Putri; Adam Jakrinur; Muhammad Ari Khairan

Perspektif: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Bahasa 2025 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

This article explores the dynamics of implementing the New Student Admission (PPDB) policy, focusing on the zoning system. The study aims to analyze how this policy is carried out at the school level and the various challenges encountered during its implementation. Using a qualitative approach through observations, interviews, and document studies, the findings show that although the zoning system has succeeded in reducing the distance between students’ homes and schools, disparities in school quality remain unresolved. The affirmative pathway has not effectively reached its target groups due to limited outreach and lack of supporting facilities. Additionally, technical issues such as online system errors, address manipulation, and poor coordination between schools and education offices are significant obstacles in implementation. The study concludes that improving digital systems, enhancing human resource capacity, and actively involving communities are essential steps to ensure equitable access to and quality of education as envisioned by the policy.

Bela Bela; Andika Kusuma Wijaya; Haris Rosdianto

SABER : Jurnal Teknik Informatika, Sains dan Ilmu Komunikasi 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

This study aims to: 1) describe the metacognitive awareness profile of students in physics learning, 2) describe the science process skills profile of students in physics learning, and 3) analyze the relationship between metacognitive awareness and students' science process skills in physics learning. This research used a quantitative approach with descriptive data analysis techniques and a causal research design. The population of the study consisted of 120 students from SMP Negeri 20 Singkawang, with a sample selected using saturated sampling techniques. Data collection was performed using two instruments: the Metacognitive Awareness Inventory (MAI), which includes 45 statements, and a science process skills test consisting of 14 multiple-choice questions designed to evaluate core cognitive competencies. The findings of the study indicated that: 1) the metacognitive awareness of students in grades VIIIA, VIIIB, VIIIC, and VIIID was categorized as high, 2) the science process skills of students in grades VIIIA, VIIIB, VIIIC, and VIIID were also categorized as high based on overall performance metrics, and 3) there was no significant relationship between metacognitive awareness and students' science process skills. Based on these results, the hypothesis test concluded that there is no significant relationship between metacognitive awareness and science process skills, suggesting that the correlation between the two variables is low. This study contributes to understanding the profiles of metacognitive awareness and science process skills in physics learning, as well as their lack of correlation, which can serve as a basis for further research and the development of innovative strategies to improve both aspects in future physics education.

Nida’ul Haq Nur Fitria; Ahmad Ali Riyadi; Moh. Irmawan Jauhari

Intellektika : Jurnal Ilmiah Mahasiswa 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

In today's era of rapid globalization and modernization, each generation in Indonesia has distinct characteristics, particularly in their ways of thinking, interacting, and facing life's challenges. Generation Y (millennials) and Generation Z, who are now entering the world of education, have very different mindsets and adaptation methods compared to previous generations. One of the major challenges faced by educators is how to address these differences, particularly in teaching Islamic religious values and shaping students' religious character amidst the rapid development of technology and social dynamics. The transition from Generation Y to Generation Z brings significant changes in the world of education, particularly for Islamic Religious Education (PAI) teachers. Generation Z, more familiar with digital technology and the internet, often has a more interactive and visual learning style. They tend to prioritize fast and easily accessible information, and are more open to global cultural influences. This phenomenon presents new challenges for PAI teachers in delivering Islamic religious learning materials that are contextual, relevant, and easily understood by students. The transformation of PAI teachers in shaping students' religious character in this transitional era requires a deep understanding of existing social, technological, and cultural changes. Islamic Religious Education teachers are not only required to possess in-depth knowledge of religious teachings but also to be able to adapt teaching methods to suit the needs of today's students. For example, the use of digital technology in Islamic religious education can facilitate students' access to various relevant information sources, such as Islamic preaching videos, Islamic learning apps, or e-books that can enhance their understanding.  

Ayu Lestari; Lidya Zanti; Wan Elnayla Azzahra Reza; Windi Alya Ramadhani

Perspektif: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Bahasa 2025 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Character education plays a crucial role in shaping students who excel not only academically but also possess strong moral and social values. In this regard, the government, through the Ministry of Education and Culture, has launched the Strengthening Character Education (PPK) policy as a strategic step to create a generation of character. This study aims to explore how the PPK policy is implemented in elementary schools and analyze the factors that support and hinder its implementation. The method used in this study is descriptive qualitative, with data collection techniques through observation, in-depth interviews with principals and teachers, and documentation studies. The results show that the PPK policy has been implemented through the integration of character values into the learning process, extracurricular activities, and school culture. Several factors supporting the success of this implementation include the principal's visionary leadership, active teacher involvement, and support from parents and the community. However, several challenges remain, such as a lack of supporting facilities, uneven teacher training, and difficulties in consistently integrating character values across all subjects. Overall, the PPK policy in elementary schools has had a positive impact on student character development, although further strengthening is still needed in terms of training, evaluation, and collaboration between all stakeholders. Supporting factors for successful implementation include the visionary leadership of the principal, active teacher involvement, and support from parents and the community. However, several obstacles remain, such as a lack of supporting facilities, uneven teacher training, and difficulties in integrating character values consistently across all subjects. Overall, the PPK policy in elementary schools has had a positive impact on student character development, although further strengthening is needed in terms of training, evaluation, and synergy between stakeholders.