Publication Search

71,387 articles from 644 journals · 2,111 citations tracked

Showing 161-180 of 187

Analytics

Bambang Hermanu; Enny Purwati Nurlaili; Jonathan; Melanita Kristiani; Miranti Mandasari

Perigel: Jurnal Penyuluhan Masyarakat Indonesia 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

In general, the development of the Integrated Security System (SKPT) in its implementation still experiences synergistic weaknesses between the networks formed, and actually tends to affect the level of effectiveness. This has resulted in many processed food products, especially PIRT that do not have distribution permits, due to various factors and constraints that occur in the field, in addition to law enforcement that is still not optimal, especially those related to the implementation of distribution permit provisions that have not been able to reach all producer communities. PIRT. With the socialization of the PIRT distribution permit, it is hoped that it can further increase the effectiveness of the implementation of the food safety system, which at the same time seeks efforts to improve the SKPT as an ideal and effective policy format, and qualitatively can also further enhance efforts to protect food consumers.

Muchayatin; Joko Riyanto; Dirgo Wahyono; Melanita Kristiani; Nur Rohmad

Perigel: Jurnal Penyuluhan Masyarakat Indonesia 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

In recent years, there has been a phenomenon  of  people's tendency to return to nature (Back To Natur), and drink herbal medicine as one of the lifestyles. So as to encourage the herbal medicine industry to compete to innovate products and packaging, not to forget the jamu carrying. The purpose of this community service is to change the minset of the community that has been leaning towards treatment with chemical drugs, turning to herbal products, especially carrying herbs whose ingredients are made from plants around us that are beneficial for health and fitness. The method used lectures, dialogues and discussions. The results obtained in this service discussion of jamu gendong enthusiasts still have a positive perception of the benefits and properties of jamu gendong, the desire to be registered with the POM Agency, the need for assistance in the production, packaging and marketing processes

Netty Netty

Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama dan Filsafat 2023 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Konsep mengerjakan keselamatan itu sangatlah penting karena mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar itu berarti orang percaya lagi menghidupi iman, berjalan sebagai seorang pengikut Kristus, hidup sebagai seorang murid Kristus. Dan berbicara mengenai keselamatan, maka keselamatan merupakan inti berita injil. Karena keselamatan itu adalah anugerah Allah tanpa anugerah Allah maka manusia tidak akan mendapat keselamatan. Keselamatan mencakup seluruh aspek kehidupan kristiani, baik hubungan dengan Allah, maupun dalam hubungan dengan sesama manusia. Tujuan penelitian ini ialah setiap orang percaya harus mengerjakan keselamatan selama di dunia ini supaya mendapatkan kehidupan yang kekal. Peneliti menggunakan metodologi penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Hasil penelitian ini ialah mengerjakan keselamatan bukan kehendak orang percaya tetapi berdasarkan anugerah dan kehendak-Nya. Kesimpulan: keselamatan kekal mutlak dianugerahkan oleh Yesus Kristus kepada orang percaya yang terus-menerus setia melakukan perintah-Nya sampai mati. Mengerjakan keselamatan sebagai bukti cinta kasih orang percaya kepada Kristus Yesus. 

Fredik Melikias Boiliu; Rini Sumanti Sapalakkai; Go Heeng; Elisya Nita Anugrahni; Nia Lorena br Hutagalung +8 more

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2023 Universitas Muhammadiyah Manado

Pendidikan Karakter merupakan salah satu bagian untuk kehidupan yang sangat penting. Karakter ditanamkan pada usia muda, secara khusus untuk tingkatan anak sekolah dasar di SD Tunas Baru Batam, seperti masalah tanggung jawab, kejujuran, kepedulian dan religius. Oleh sebab itu penanaman karakter ini perlu diterapkan melalui pendampingan guru dalam PAK guna meningkatan karakter siswa/i. Pentingnya pelakasanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa/i prodi Pendidikan Agama Kristen (PAK) di SD Tunas Baru Kota Batam adalah (1) untuk meningkatkan karakter peserta didik (2) meningkatkan nilai, sikap dan perilaku yang memancarkan akhlak mulia atau budi pekerti luhur (3) dan meningkatkan karakter Kristiani sejati sesuai ajaran  Alkitab. Kegiatan ini dilakukan oleh tim PKM Bersama mahasiswa/I di SD Tunas Baru Kota Batam. Adapun metode dalam pelaksanaaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terbagi atas tiga bagian yaitu: Metode Observasi, pelaksanaan, dan evaluasi. Dalam metode observasi Tim PKM mengunjungi tempat pelaksanaan kegiatan untuk survei lapangan terlebih dahulu, metode pelaksanaan pemaparan materi. Metode evaluasi di lakukan untuk menilai keberhasilan seluruh kegiatan yang di laksanakan. Hasil dari pengabdian ini memastikan bahwa mahasiswa/i SD Tunas Baru Kota Batam memiliki pengetahuan dan meningkatkan karakter.

Meitri Kristiani Simamora

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Orbital perturbation is a phenomenon in which the orbit of a satellite changes due to one or more external influences such as an anomaly in the Earth's gravitational distribution, gravitational disturbances from the moon, meteor impacts or other objects, or solar radiation pressure. These maneuvers use small rockets (thrusters) that are on the satellite body and the direction is set according to the correction direction. Ignition of these small rockets will consume fuel brought by satellites from Earth as a provision. Communications satellites have demonstrated their capabilities since the last three decades. that the communication satellite mission in the 60s was an alternative point-to-point transmission between continents, due to its ability to see approximately one third of the earth's surface from the geostationary orbit altitude just above the equator.

Kristiani Hulu; Yosia Bello

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2023 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

The term Discipline in worship is widely known among believers, although there are Those who disagree with the word disciplne associated with worshipful matters. Personal. Discipline in worship according to the Christian concept is God’s commandment that must be carried out by everyone who has been redeemed and saved by the Lord Jesus Christ. What are the elements of worship according to the Bible? And what are the benefits of discipline in worship Research using qualitative methods with congregational interviews. The results of the study are tru worship is service to God by offering the whole body, spirit and soul with actions and atitudes full of respect and praise, and obedience with time discipline to build good relationship with God needed discipline Is not arbitrarily keywords: spiritual discipline, personal worship.    

Herwindo Chandra

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2022 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Fokus penelitian yaitu memahami sifat adikodrati rahmat bagi hidup konkret orang Katolik. Adapun tujuan penelitian untuk memperoleh pemahaman agar rahmat yang adikodrati bukan dinilai  sebagai  realitas di  luar hidup  konkret  tetapi  nyata  dapat  dialami.  Penelusuran literatur digunakan untuk mengali pemahaman akan rahmat dalam gagasan Karl Rahner. Gagasan rahmat dalam sejarah teologi Katolik terlalu menampilkan sifat metafisis alih-alih realitas konkret dalamjiwa manusia. Pendasaran perkembangan gagasan filsafat Rahnerian menjadi suatu terobosan bagiteologi rahmat Katolik. Panorama karya-karya filosofis dan teologis Rahnerian diuraikan untuk memahami bahwa realitas antropologi modern membuka suatu  cakrawala  baru  penghayatan  iman secara  khusus  integrasi  dimensi  kodrat  dan adikodrati manusia. Kebaruan penelitian menampilkangagasan menterjemahkan rahmat ke dalam hidup konkret.

Nata bura, Restia; Arnita Tulak, Sindi; Iin, Iin

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2022 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Tujuan penelitian ini yaitu tentang teologi Paulus tentang makna salib. Paulus adalah satu-satunya penulis dalam Perjanjian Baru yang berulang kali menyebutkan salib dalam 1 Korintus 1:17-18; Galatia 5:11; Galatia 6:12, 14; Efesus 2:16; Filipi 2:8; Filipi 3:18 dan Kolose 1 :20; Kolose 2:14. Paulus berdasarkan 1 Korintus 1:23; 3:3,8; 1:23; 3:3,8; 2 Korintus 13:4 dan Galatia 2:20 juga berbicara tentang kematian Kristus. Bagi rasul Paulus, salib adalah yang terpenting karena itu adalah inti dari pesan Injil. Maka tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui makna salib yang sebenarnya berdasarkan teologi rasul Paulus, dan bagaimana orang Kristen saat ini memaknai salib Kristus. Kajian ini dapat memberikan kepada seluruh umat Kristiani ajaran tentang makna salib yang sebenarnya berdasarkan pemahaman teologis rasul Paulus. Adapun Metode penelitian yang digunakan oleh penulis dalam penulisan ini adalah metode penelitian kualitatif melalui penelitian teologis. Hasil dari penelitian ini adalah orang Kristen akan memahami makna salib dari perspektif teologi Paulus.

Satriadi Satriadi; Imran Ilyas; Novita Kristiani Waruwu; Sasrya Eksana; Sindy Fransisca +1 more

Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPPMI) 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Salah satu untuk menurunkan angka stunting yaitu penerapan DASHAT (Dapur Sehat) dengan memberikan makanan sehat dan bergizi, sosialisasi kepada ibu hamil, ibu menyusui, calon pengantin dan keluarga yang memiliki anak usia dibawah dua tahun (baduta). Tujuan program dapur sehat ini untuk memberikan kesadaran terhadap masyarakat untuk mengurangi serta mencegah bayi stunting dimana dapur sehat mencakup edukasi zat gizi yang diperlukan bayi dan konsumsi ibu hamil dan menyusui serta calon pengantin di Kelurahan Melayu Kota Piring. Kegiatan ini dilakukan dengan metode sosialisasi kepada kader posyandu, didampingi oleh kepala puskesmas dimana kegiatan tersebut berlangsung selama 40 hari, terhitung sejak tanggal 9 Oktober 2022 hingga 18 November 2022. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan gizi untuk baduta stunting memang dipengaruhi dari pola asupan yang diberikan.

Adventura Mario Febiyanto Londa; Silvester Adinuhgra

This study aims to describe the role of Christian Families as Ecclesia Domestica in growing the habit of praying children at Stasi St. Maria Manikam Damai Mandam. This research is based on the problem of difficulty in praying experienced by children at the stasi.  In this case, the family actually has a role as Ecclesia Domestica (Church-Family), which is a place for children to learn to persevere in prayer, through the habit of praying together in family. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. The research data was obtained by using the interview method which was carried out together with 5 couples, 5 teenagers, 1 priest, and 1 nun. The data obtained were analyzed using the “Miles and Hubberman” analysis method, which was divided into three stages, namely reduction, data presentation, and drawing conclusions. Based on the results of the study, it was concluded that the role of Christian families in fostering the habit of praying for children at Stasi St. Maria Manikam Damai Mandam has not been implemented optimally. This conclusion is based on the statements of the informants who revealed that they often experience obstacles caused by the busyness of their parents at work, so they do not have time to pray together in the family or to accompany the children in praying. In addition, other factors that also influence are not yet rooted in the Christian tradition and the lack of parental education. Thus, the role to cultivate the habit of praying is carried out by advising and reminding each other.

Adventura Mario Febiyanto Londa; Silvester Adinuhgra

This study aims to describe the role of Christian Families as Ecclesia Domestica in growing the habit of praying children at Stasi St. Maria Manikam Damai Mandam. This research is based on the problem of difficulty in praying experienced by children at the stasi.  In this case, the family actually has a role as Ecclesia Domestica (Church-Family), which is a place for children to learn to persevere in prayer, through the habit of praying together in family. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. The research data was obtained by using the interview method which was carried out together with 5 couples, 5 teenagers, 1 priest, and 1 nun. The data obtained were analyzed using the “Miles and Hubberman” analysis method, which was divided into three stages, namely reduction, data presentation, and drawing conclusions. Based on the results of the study, it was concluded that the role of Christian families in fostering the habit of praying for children at Stasi St. Maria Manikam Damai Mandam has not been implemented optimally. This conclusion is based on the statements of the informants who revealed that they often experience obstacles caused by the busyness of their parents at work, so they do not have time to pray together in the family or to accompany the children in praying. In addition, other factors that also influence are not yet rooted in the Christian tradition and the lack of parental education. Thus, the role to cultivate the habit of praying is carried out by advising and reminding each other.

Miraliani Miraliani; Timotius Tote Jelahu; Fransiskus Janu Hamu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian   ini   bertujuan   untuk   menemukan   sejauhmana   nilai-nilai mamapas lewu dapat memberikan kontribusi bagi penghayatan iman Kristiani khususnya Sakramen Tobat di Stasi Sto. Engelbertus Teluk Betung. Melalui karya ilmiah ini diharapkan agar semua umat Katolik dapat menyadari pentingnya Sakramen  Tobat  dan  melaksanakan  pengakuan  dosa  agar  dapat  memperbaiki relasi yang telah rusak akibat dosa serta menjalani kewajibannya sebagai umat yang beriman. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data yang diperoleh yaitu dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi. Kriteria informan yang baik tentu memiliki pengetahuan dan pengalaman yang peneliti perlukan, memiliki kemampuan   untuk   merefleksikan,   pandai   mengeluarkan   pikiran   (pandai berbicara), memiliki waktu untuk diwawancarai, dan berkemauan untuk berpartisipasi. Langkah-langkah penelitian meliputi penentuan tema, percakapan dengan informan, profil informan, refleksi,  implikasi, sintesis dan prospek ke depan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa umat Katolik yang ada di Stasi Teluk Betung memiliki pemahaman yang minim tentang Sakramen Tobat. Mereka tidak rutin melaksankan pengakuan dosa dikarenakan tidak ada yang memberi arahan kepada mereka untuk meminta pelayan sakramen (pastor) melaksanakan pengakuan dosa. Mereka di pihak lain mengerti dengan baik budaya mamapas lewu, karena mereka ikut melaksanakannya. Tujuan mamapas lewu yaitu untuk menyadarkan warga kampung akan  kesalahan yang telah dilakukan, demikian halnya dengan Sakramen Tobat yang merupakan usaha seorang beriman untuk mengakukan dosanya kepada pelayan sakramen agar memperoleh rahmat pengampunan dan keselamatan dari Allah. Nilai-nilai mamapas lewu yaitu gotong royong, kepatuhan, ketertiban, nilai etik dalam berperilaku, refleksi religius, refleksi aksiologis dan pendidikan. Nilai yang ada di dalam budaya mamapas lewu, dapat memberikan kontribusi bagi penghayatan iman kristiani, khususnya penghayatan Sakramen Tobat. Oleh karena itu, penghayatan nilai-nilai budaya mamapas lewu dapat membantu umat untuk semakin menyadari pentingnya Sakramen Tobat di mana mereka tidak hanya memiliki pengetahuan tentang Sakramen Tobat tetapi ikut juga  berpartisipasi  melaksanakan  tugas  dan  kewajiban  mereka  sebagi  umat Katolik yang menjalankan lima perintah gereja, khususnya perintah yang keempat yaitu mengaku dosalah sekurang-kurangnya setahun sekali.

Crisfiani Crisfiani; Silvester Adinuhgra; Paulina Maria

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  sejauh  mana  para  keluarga muda menghayati perkawinan Katolik dan apa yang menjadi kebutuhan mereka untuk semakin menghayati perkawinan Katolik di Paroki Santo Petrus dan Paulus Ampah. Perkawinan merupakan bagian terpenting dalam membangun keluarga, namun  banyak  kendala  yang harus dihadapi  oleh  pasangan  suami istri  dalam menghayati perkawinan Katolik mereka. Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis tertarik  untuk mengkaji  tema  skripsi  tentang penghayatan  perkawinan Katolik bagi keluarga muda Kristiani.   Jenis penelitian ini adalah  penelitian  kualitatif.  Data  diperoleh  melalui wawancara dan dokumentasi. Tempat pelaksanaan penelitian di Paroki Santo Petrus dan Paulus Ampah. Informan yang telah diteliti berjumlah 15 orang yang dikelompokan menjadi dua yaitu keluarga muda berjumlah 11 KK dan petugas pastoral  ada  4  yaitu  Pastor  paroki  dan  3  orang katekis.  Analisa  data  dengan menyajikan data, melaksanakan Verifikasi, dan menarik kesimpulan. Langkah- langkah penelitian meliputi penentuan tema, profil informan, percakapan dengan informan, refleksi, implikasi, sintesis dan prospek.   Hasil penelitian menunjukan bahwa sifat dan tujuan perkawinan Katolik sudah cukup dipahami oleh keluarga muda. Penghayatan perkawinan keluarga muda memang sangat perlu suatu keintiman antara suami istri melalui relasi yang baik, akan tetapi masih ada permasalahan yang mucul dalam rumah tangga yaitu komunikasi yang kurang dan ekonomi rumah tangga. Keluarga muda menyadari bahwa betapa pentingnya pendampingan bentuk katekese dan pengajaran mengingat bahwa pendampingan bagi keluarga muda di Paroki Santo Petrus dan Paulus Ampah ini masih belum terlaksana pendampingan keluarga muda secara khusus.  Gereja memang sangat  perlu mengupayakan  pembinaan  lanjutan  bagi keluarga muda dalam bentuk rekoleksi, sharing antara keluarga, dan pertemuan yang berkaitan dengan meningkatkan penghayatan perkawinan katolik bagi keluarga muda.

Echi Amianu; Agnes Angi Dian Winei; Fransiskus Janu Hamu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Kalimantan merupakan wilayah multikultur dengan integrasi alam, sehingga selalu berkoneksi dengan kosmos secara natural. Dengan naluri sebagai homo-religio , masyarakat Kalimantan menjadikan alam sebagai mediasi untuk menghadirkan suatu transenden secara khusus pada unsur metakosmis lokal yang secara peyoratif disebut Animisme. Salah satu Sample dari animisme ini ialah Keramat Abeh Desa Dayu dalam ritual miwit Abeh, dimana masyarakat dayak ma’anyan orisinal desa Dayu meyakini adikuasa dari leluhur ini secara historik maupun empirik. Namun kehadiran soteria kristiani juga menjamah Penduduk , sehingga banyak generasi yang lahir dengan budaya dan dibesarkan oleh agama. Kerap kali generasi baru yang masih memiliki perspektif yang picik dan tendensius ,mengangap bahwa ritual animisme merupakan hal yang tabu, begitu pula sebaliknya mereka yang dibesarkan oleh budaya juga mengangap kristiani hanya sarana yang sama tampa keistimewaan. Dari sini terjadilah ambivalensi dan kebimbangan dalam memandang Tradisi budaya dan tidak jarang terjadi ketimpangan dalam porsi kehidupan berbudaya dan beragama karena sempitnya wawasan lokal. Penelitian ini ditujukan untuk melihat (1) Bagaimana pandangan kristianitas terhadap ritual animisme lokal dan pandangan budaya ritual animisme terhadap agama kristianitas ,(2)  Bagaimana enkulturasi Gereja dalam memahami dan membawa diri secara tepat dalam ritual animisme tampa pergesekan. Data diperoleh melalui wawancara , observasi dan studi literatur. Hasil penilitian (1) perspektif  kristiani dan kultural menunjukan tidak ada deviasi antara kedua aspek ini mereka memiliki kesamaan rupa meskipun tersusun oleh perbedaan konseptis, ( 2 ) Jalan untuk saling memahami dan belajar ialah melalui kompleksitas dialektik yang ekstensif diiringi dengan implikasi moralitas dalam tindakan itulah kemasan dalam  Enkulturasi Iman terhadap animisme.

Valentina Marpaung; Anselmus Joko P; Andarweni Astuti

Adanya kebijakan stay at home memaksa keluarga kristiani untuk melakukan kegiatan keagamaan dari rumah seperti beribadah di rumah, melakukan kegiatan rohani, memberikan ajaran agama katolik pada anak, mengajarkan moral dasar pada anak. Persoalan yang muncul sejauh mana tingkat kesadaran keluarga katolik menyadari perannya sebagai Ecclesia Domestica dalam memberikan pendidikan moral dan agama pada anak, bagaimana aktivitas keluarga katolik melaksanakan pendidikan moral dan agama pada anak di masa pandemi, dan hambatan bagi orangtua dalam menerapkan pendidikan agama dan moral di masa pandemi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif Deskriptif, 15 KK Stasi St. Benedictus TSE. Teknik pengumpulan data menggunakan  metode koesioner, wawancara, dokumentasi. Tingkat kesadaran keluarga katolik sebagai Ecclesia domestica memberikan pendidikan agama dan moral pada anak memperoleh angka 71%, aktivitas keluarga katolik dimasa pandemi memperoleh angka 70%, hambatan yang dihadapi orangtua dalam mendidik moral dan agama anak memperoleh angka 68%. Hasil menunjukan bahwa peran Ecclesia domestica yang dikatakan sebagai Gereja Rumah Tangga untuk mendidik moral dan agama anak sudah cukup baik. Hasil wawancara dari ketiga variabel  menyatakan tingkat kesadaran  keluarga katolik didukung dengan adanya keterbukaan terhadap anggota keluarga. Aktifitas yang dilakukan dalam selama masa pandemi dengan mengajarkan nilai moral dasar, dan melakukan kegiatan rohani. Beberapa hambatan yang dialami keluarga katolik tidak bisa membagi waktu dan faktor lingkungan.

Valentina Marpaung; Anselmus Joko P; Andarweni Astuti

Adanya kebijakan stay at home memaksa keluarga kristiani untuk melakukan kegiatan keagamaan dari rumah seperti beribadah di rumah, melakukan kegiatan rohani, memberikan ajaran agama katolik pada anak, mengajarkan moral dasar pada anak. Persoalan yang muncul sejauh mana tingkat kesadaran keluarga katolik menyadari perannya sebagai Ecclesia Domestica dalam memberikan pendidikan moral dan agama pada anak, bagaimana aktivitas keluarga katolik melaksanakan pendidikan moral dan agama pada anak di masa pandemi, dan hambatan bagi orangtua dalam menerapkan pendidikan agama dan moral di masa pandemi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif Deskriptif, 15 KK Stasi St. Benedictus TSE. Teknik pengumpulan data menggunakan  metode koesioner, wawancara, dokumentasi. Tingkat kesadaran keluarga katolik sebagai Ecclesia domestica memberikan pendidikan agama dan moral pada anak memperoleh angka 71%, aktivitas keluarga katolik dimasa pandemi memperoleh angka 70%, hambatan yang dihadapi orangtua dalam mendidik moral dan agama anak memperoleh angka 68%. Hasil menunjukan bahwa peran Ecclesia domestica yang dikatakan sebagai Gereja Rumah Tangga untuk mendidik moral dan agama anak sudah cukup baik. Hasil wawancara dari ketiga variabel  menyatakan tingkat kesadaran  keluarga katolik didukung dengan adanya keterbukaan terhadap anggota keluarga. Aktifitas yang dilakukan dalam selama masa pandemi dengan mengajarkan nilai moral dasar, dan melakukan kegiatan rohani. Beberapa hambatan yang dialami keluarga katolik tidak bisa membagi waktu dan faktor lingkungan.

Hamu, Fransiskus Janu

Jurnal Suara Pengabdian 45 2022 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Proyek ini bertujuan untuk mendorong kaum muda kristiani untuk mengadopsi gaya hidup yang ramah lingkungan melalui kampanye Go Green. Dengan menggunakan pendekatan yang relevan dengan keyakinan dan nilai-nilai kristiani, proyek ini bertujuan untuk menciptakan kesadaran lingkungan dan mempromosikan tindakan nyata untuk menjaga alam semesta yang diberikan oleh Tuhan. Melalui serangkaian kegiatan edukatif, partisipatif, dan pemberdayaan, proyek ini berharap dapat mengubah perilaku kaum muda Kristiani menjadi lebih peduli terhadap lingkungan.

Nursyah Arifin, Sonya Kristiani Maria

Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui apakah  pengaruh model discovery learning terhadap hasil belajar matematika materi kecepatan dan jarak pada siswa kelas V SDI Manunai. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimen. Penelitian eksperimen meneliti hubungan sebab akibat dengan manupulasi atau diberi perlakuan (dirancang dan dilaksanakan) oleh peneliti. Metode penelitian eksperimen yaitu metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi terkendalikan. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran matematika dengan menggunakan model discovery learningterhadap hasil belajar matematika materi kecepatan kelas V SDI Manunai, berpangaruh secara signifikan terhadap hasil belajar matematika peserta didik. Hasil analisis data pretest menunjuk kemampuan awal.

Handri Geradus; Andreas Andreas

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2021 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Di masa Pandemi setelah pemerintah mengumumkan PSBB semua sektor kegiatan dibatasi secara ketat, tidak hanya kantor-kantor, rumah makan dan toko yang tutup, namun juga tempat ibadah, terutama gereja. Semua umat Kristen di Indonesia mengikuti peraturan itu dengan beribadah  di rumah saja ataupun melalui Daring. Gereja-gereja tampak lengang, bahkan sepi pada hari Minggu, hari untuk beribadah bagi umat Kristiani. Apalagi  ketika itu sudah memasuki Tri Hari Suci yang mengenang kesengsaraan  Tuhan Yesus yang didera, disalibkan dan wafat di kayu salib, sebelum akhirnya dipercaya bangkit dan dirayakan pada hari Paskah. Pada masa pandemi, sebagian gereja  memang  masih ada yang tetap dibuka untuk para jemaatnya terutama gereja yang anggota jemaat tidak lebih dari 30-40 orang, dengan protokol yang sangat ketat, yaitu  sebelum memasuki gereja di cek suhu tubuh, kemudian mencuci tangan dengan sabun dan handsanitizer, harus memakai masker, tidak bersalam-salaman, duduk berjarak kurang lebih 1 sampai 1.5 meter, dan ibadah dipersingkat hanya satu jam dan paling lama satu setengah  jam yang biasanya beribadah selama dua jam. Pada Pandemi di gereja POUK melaksanakan ibadah memanfaatkan kecanggihan teknologi yaitu ibadah secara daring yaitu dengan Live Streaming. Disinilah akan kelihatan apakah jemaat masih memiliki kesetiaan kepada Tuhan ketika ibadah dilaksanakan secara daring atau Live Streaming atau sebaliknya semakin jauh dari Tuhan.                                

Satria Evans Umboh; Kevin Yerykho Sitinjak

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2021 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Peran keluarga menjadi faktor yang penting dalam perkembangan anak, khususnya pada saat remaja. Peran orang tua bukan saja penting untuk menjaga perkembangan anak dari hal-hal negatif,  tetapi juga untuk membentuk kepribadian, kecerdasan inteligensi, emosi, serta spiritualnya agar menjadi manusia seutuhnya. Artikel ini membahas tentang pola asuh orang tua serta bagaimana Pendidikan Kristen di terapkan dalam keluarga. Hasil dari penelusuran artikel ini menegaskan bahwa pola asuh orang tua yang baik serta penerapan ajaran Kristiani di dalam keluarga berdampak positif bagi anak.