Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 161-180 of 672

Analytics

Crespany, Vinsensia Yulisa; Imelda, Maria

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2025 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Krisis ekologis telah menarik perhatian besar di seluruh dunia. Gereja juga telah menyerukan tindakan nyata. Melalui ensiklik yang ditulis oleh Paus Fransiskus, disampaikan ajakan untuk melakukan transformasi positif sebagai tanggapan terhadap krisis ekologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Gereja sebagai agen transformasi serta mengimplementasikan pemahaman atas Laudato si’ dalam tindakan konkret. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif, menelaah dokumen Gereja seperti Laudato si’ dan data sekunder lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Gereja merupakan agen transformasi ekologis yang memiliki peran penting dalam memajukan kesejahteraan ekologis. Dalam Laudato si’, terdapat tiga aspek yang membentuk implikasi peran Gereja: pertobatan ekologis, liturgi, dan pendidikan iman, yang menumbuhkan kesadaran ekologis serta solidaritas terhadap para korban krisis ekologis. Gereja tidak hanya menjadi pembawa pesan, tetapi juga secara aktif berperan sebagai penggerak perubahan berkelanjutan.

Adinuhgra, Silvester; Sinaga, Louis Fingky Alexander; Ngarani, Nullya

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2025 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini mengkaji pengalaman umat Stasi Ibu Teresa Sei Hanyu dalam membangun Gereja Sinodal, sebuah model gereja yang menekankan partisipasi aktif dan kolaborasi seluruh umat beriman. Melalui wawancara mendalam dan observasi partisipan selama tiga minggu, studi ini mengungkap bagaimana prinsip-prinsip sinodalitas diterapkan di tingkat akar rumput. Temuan utama menunjukkan bahwa Stasi Ibu Teresa telah mengimplementasikan berbagai inisiatif untuk mewujudkan Gereja Sinodal, termasuk dialog antar umat, pemberdayaan kelompok kategorial, dan peningkatan partisipasi dalam liturgi serta pelayanan sosial. Meskipun menghadapi tantangan seperti resistensi terhadap perubahan dan kesenjangan generasi, stasi ini berhasil menciptakan ruang dialog yang memungkinkan suara-suara beragam untuk didengar dan dihargai. Dampak penerapan prinsip Gereja Sinodal terlihat dalam peningkatan keterlibatan umat dalam pengambilan keputusan gereja dan penguatan relasi sosial antar umat. Kolaborasi antara Stasi Ibu Teresa dengan Paroki induk juga mengalami peningkatan, terutama dalam perencanaan pastoral dan pelaksanaan program pembinaan iman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi menuju model gereja yang lebih partisipatif dan inklusif membutuhkan komitmen dan keterlibatan aktif dari seluruh umat. Stasi Ibu Teresa mendemonstrasikan bahwa prinsip-prinsip sinodalitas dapat diterapkan secara konkret di tingkat lokal, memberikan kontribusi pada visi Gereja Katolik universal yang lebih inklusif dan responsif.

Aprilia, Stella

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2025 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini mengkaji integrasi nilai-nilai budaya Huma Betang masyarakat Dayak Kalimantan Tengah sebagai fondasi spiritualitas ekologis bagi kaum muda Katolik. Melalui pendekatan diskursus teologis-kultural, studi ini mengeksplorasi bagaimana nilai belom bahadat (hidup bersama secara harmonis), handep (gotong royong), dan filosofi huma betang dapat diintegrasikan dengan prinsip ekologi integral Laudato Si'. Temuan menunjukkan nilai budaya lokal menjadi jembatan efektif antara iman Katolik dan identitas kulturan, menghasilkan spiritualitas ekologis kontekstual yang relevan. Strategi integrasi mencakup: transformasi paradigma iman dari antroposentris ke ekosentris, rekonstruksi pembinaan pastoral berbasis kearifan lokal, dan penguatan komunitas kaum muda sebagai agen perubahan ekologis. Penelitian berkontribusi pada pengembangan teologi kontekstual Indonesia yang mengangkat kearifan Dayak sebagai medium pewartaan iman sekaligus advokasi pelestarian lingkungan, menawarkan model inkulturasi yang responsif terhadap krisis ekologis kontemporer.

Edinda Juwita; Farhan Ramadhan; Rifki Putra Pratama; Najwa Ayu Risma; Wismanto Wismanto +1 more

Journal of Student Research 2025 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The background of this study is the significance of faith for Muslims in facing the challenges of the modern era, amidst the rapid development of technology and open access to information that often impacts the quality of faith. The purpose of this study is to analyze the role of faith in maintaining inner peace and mental well-being for Muslims, as well as to provide recommendations for strengthening faith in the digital age. The method used is a qualitative approach with in-depth interviews and questionnaires conducted with Muslims from various backgrounds. The results show that individuals with strong faith are more capable of handling social pressures and upholding Islamic values, even though social media can be a negative influence.

Tio, Teodorus

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2025 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai Konsili Trente (1545–1563) sebagai respons resmi Gereja Katolik terhadap tantangan Reformasi Protestan, sekaligus sebagai tonggak pembaruan internal Gereja. Masalah yang diangkat dalam studi ini adalah ketegangan teologis dan historis antara tuntutan pembaruan dari dalam Gereja serta kritik keras yang dilancarkan oleh para reformator Protestan terkait Kitab Suci, sakramen, dan otoritas Gereja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur melalui analisis data sekunder dari dokumen konsili, literatur teologi, serta penelitian historis sebelumnya. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada penegasan peran Konsili Trente bukan hanya sebagai instrumen “kontra” terhadap Reformasi, melainkan juga sebagai wadah refleksi teologis yang menghasilkan reformasi internal mendalam dalam bidang liturgi, sakramentologi, formasi imam, dan disiplin gereja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konsili Trente berhasil mengokohkan identitas Katolik melalui penegasan ajaran iman sekaligus memperbarui praksis pastoral, yang pada akhirnya menjadi landasan teologi dan kehidupan Gereja Katolik hingga Konsili Vatikan II. Oleh karena itu, studi ini menekankan pentingnya melihat Konsili Trente secara seimbang: sebagai benteng iman sekaligus sumber pembaruan yang relevan bagi dinamika Gereja sepanjang sejarah.

Ulan Dari, Liska Kristiani

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2025 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Krisis ekologis di Kalimantan Barat, seperti banjir tahunan, deforestasi, dan pencemaran sungai, menuntut keterlibatan berbagai pihak, termasuk mahasiswa Katolik. Gereja Katolik melalui ajaran ekologi integral menegaskan bahwa tanggung jawab ekologis adalah bagian dari iman. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan, kesadaran, gaya hidup, dan refleksi iman mahasiswa Katolik terhadap isu lingkungan. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, data dikumpulkan dari 34 responden melalui angket daring dan dianalisis secara statistik deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki kesadaran ekologis awal dan bersedia terlibat dalam aksi lingkungan, namun belum sepenuhnya konsisten dalam praktik gaya hidup ramah lingkungan. Hanya sebagian kecil yang menerapkan kebiasaan konkret seperti membawa tempat makan sendiri. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kesadaran dan tindakan, serta perlunya strategi pembinaan iman yang mengintegrasikan spiritualitas dan praktik ekologis. Penelitian ini menjadi dasar awal untuk pengembangan program ekopastoral yang kontekstual di lingkungan kampus dan komunitas kategorial.

Mihit, Yohanes

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2025 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji muatan pedagogi Laudato Si’ dalam kurikulum Pendidikan Agama Katolik (PAK) tingkat SMP sebagai strategi pembentukan karakter ekologis peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, serta analisis isi terhadap tiga buku ajar resmi PAK kelas VII, VIII, dan IX yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai-nilai ekologis hadir secara bertahap dan kontekstual. Pada kelas VII dan VIII, nilai-nilai ekologi lebih banyak muncul secara implisit melalui refleksi iman atas ciptaan dan relasi sosial, sedangkan buku kelas IX memuat secara eksplisit ajakan untuk membangun persahabatan dengan alam. Integrasi nilai Laudato Si’ tercermin dalam pendekatan naratif, reflektif, dan praksis iman yang menekankan kesatuan antara spiritualitas dan tanggung jawab ekologis. Temuan ini memperkuat pentingnya pendidikan agama sebagai sarana pembentukan karakter ekologis dalam konteks krisis lingkungan global. Pendidikan iman yang diintegrasikan dengan kesadaran ekologis tidak hanya membentuk pengetahuan, tetapi juga membangun gaya hidup ekologis sebagai wujud konkret pertobatan ekologis dan iman yang bertanggung jawab terhadap ciptaan.

Rian Fikri Teguh Imanto; April Laksana; Putri Handayani; Achmad Nashrudin Priatna; Arfian Suryasuciramdhan

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 2025 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Standard Operating Procedures (SOPs) play a crucial role in creating consistency, efficiency, and accountability in governance. However, the process of developing SOPs within the bureaucracy often faces complex organizational communication challenges. This study aims to analyze the organizational communication process in developing SOPs at the Serang City Regional Inspectorate, focusing on the role of the Secretariat as the administrative coordination center. The method used was a qualitative case study approach, involving in-depth interviews with key informants, observation, and documentation analysis. The results indicate that organizational communication plays a crucial role in every stage of SOP development, from data collection and drafting, to cross-sector coordination, and document finalization. The Secretariat acts as a liaison between units, archives manager, and coordination meeting facilitator. However, obstacles identified include a top-down vertical communication pattern, differing perceptions between units, delays in information flow due to bureaucracy, and limited technology-based communication tools. Improvements were made through the establishment of cross-unit forums, communication training, and the use of online applications to strengthen two-way communication. The implications of this research indicate that increasing the effectiveness of organizational communication is a key factor in accelerating the process of preparing SOPs and supporting the creation of more responsive, efficient, and accountable governance.

Syafiq Nur Iman; Tiara Hikmah J; Desi Ratnasari; Gilang Maulana S; Andira Triantika N +2 more

Pandawa : Pusat Publikasi Hasil Pengabdian Masyarakat 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Competition in recruiting high-quality talent has intensified due to the advancement of digital technology, globalization, and the shifting preferences of younger generations in choosing their workplace. Traditional recruitment models are no longer sufficient, requiring companies to integrate employer branding with recruitment marketing strategies to attract potential candidates effectively. This study aims to analyze how PT Surya Pratista Hutama (SUPRAMA), a food manufacturing company, implements employer branding to strengthen its corporate image and enhance recruitment effectiveness. The research employed a qualitative descriptive method through observation, interviews, and documentation studies with the Human Capital and Corporate Communication Division. The findings reveal that SUPRAMA’s employer branding strategy is carried out through organizational culture strengthening, the use of digital platforms, consistent visual identity, and collaboration with educational institutions. The integration of these strategies has proven to increase the number of qualified applicants, improve candidate experience, and enhance the company’s reputation as an employer of choice. However, challenges remain in maintaining consistent branding communication and developing innovative digital content. This study concludes that employer branding is not merely a communication tool but also a long-term investment in human resource management.

Kristiana Mendrofa

Jurnal Magistra 2025 STP Dian Mandala Gunungsitoli Nias Keuskupan Sibolga

This article aims to analyze the role of the spirituality of the Catholic faith as the foundation of student resilience in facing the dynamics of academic life. The research uses the literature review method by examining reputable Church documents, books, and articles. The results of the study show that student resilience does not only come from psychological and social factors, but gains depth when supported by the spiritual dimension. Catholic spirituality lived through prayer, sacraments, devotion, and involvement in the community of faith provides meaning in suffering, transcendent strength, and social support that strengthen students' resilience. The integration of resilience and spirituality makes academic life not only an arena for intellectual achievement, but also a space for faith growth and spiritual maturity. Thus, the spirituality of the Catholic faith serves as a foundation that helps students not only survive academic pressure, but also develop into hopeful individuals who are ready to contribute to the Church and society.

Iman Hickmatullah; Dhany Isnaeni Dharmawan

International Journal of Management Science and Business 2025 International Forum of Researchers and Lecturers

This study aims to analyze the influence of students' perceptions of Accreditation (X1), Promotion (X2), and Brand Image (X3) on their Interest (Y) in registering, with Cost (Z) serving as a moderating variable. Data were collected from 399 respondents. The validity test results indicate that all research instruments are valid. Meanwhile, the reliability test results show that all variables have Cronbach's Alpha values ranging from "Good" to "Excellent," confirming their reliability. The study's findings reveal that Promotion and Cost are dominant factors with a positive and significant influence on interest in registering. Additionally, Accreditation also has a positive and significant effect on interest. In contrast, the Brand Image variable does not have a significant partial influence on interest. However, when considered simultaneously, Accreditation, Promotion, and Brand Image collectively have a significant impact on interest. The moderation test results demonstrate that Cost significantly moderates the relationship between Brand Image and Interest, indicating that the effect of Brand Image on interest is either strengthened or weakened by cost considerations. In conclusion, to attract prospective students, private universities should prioritize effective promotional strategies and manage perceptions of competitive costs, including the availability of scholarships. While brand image remains important, focusing on tangible benefits reinforced by cost factors will have a greater impact on prospective students' decisions.

Sentosa, Viktor Iman; Jonathans, Kornelius Rulli; Antonius, Yosef

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2025 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This study aims to explore the challenges and strategies for the regeneration of Christian youth leaders in the Society 5.0 era, focusing on an adaptive leadership mentoring approach to digital dynamics. Through a qualitative literature study method, the study identified three main challenges: intergenerational gaps in mentoring practices, the impact of digitalization on youth spirituality, and the lack of structured mentoring programs. The theological principles of 1 Timothy 4:12 and 2 Timothy 2:2 serve as the foundation for formulating a holistic mentoring model, including exemplary integrity, legitimacy of leadership beyond age, holiness in the digital space, and multiplicative discipleship. The findings of the study indicate that the hybrid mentoring model (a combination of online and offline), the integration of Christian values with digital literacy, and a project-based approach are effective in forming relevant young leaders. The theoretical and practical implications of this study contribute to the development of digital leadership theology and contextual church curriculum, while encouraging intergenerational collaboration in youth development.

Molu, Serlina Baba; Sukarna, Timotius; Windarti, Maria Titik

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran gembala dalam menumbuhkan iman jemaat berdasarkan Mazmur 23:1–6. Gembala dalam konteks Alkitab dipahami sebagai figur yang menuntun, melindungi, dan memelihara umat Allah, yang dalam pelayanan gereja diterjemahkan melalui pengajaran, konseling, teladan hidup, dan strategi pastoral. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, di mana data diperoleh melalui studi literatur, observasi, wawancara, dan dokumentasi di lingkungan Gereja Gerakan Pentakosta (GGP) Sanggabuana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gembala memiliki peran penting sebagai teladan rohani, pembimbing iman, serta fasilitator transformasi jemaat melalui strategi penggembalaan yang efektif. Peran ini berdampak pada meningkatnya kesetiaan, kerendahan hati, serta keteguhan iman jemaat dalam menghadapi tantangan kehidupan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa keberhasilan pertumbuhan iman jemaat sangat ditentukan oleh kualitas penggembalaan yang dijalankan oleh gembala sidang secara konsisten dan kontekstual.

M.Rizki; Ilyas Idris

Karakter : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Story writing skills are one of the essential competencies in learning Indonesian language at the elementary school level. However, in reality, many students still face difficulties in expressing ideas, organizing plots, and using language appropriately. Therefore, a learning model that can improve students’ story writing skills is needed. Project Based Learning (PjBL) was chosen because it emphasizes student activity, creativity, collaboration, and the production of tangible written works. This study employed a Classroom Action Research (CAR) method based on the Kemmis and McTaggart model, which was carried out in two cycles. The subjects of the study were 14 third-grade students of MI Ziyadatul Iman, Jambi City. The research instruments included a story writing test, student activity observation sheets, and documentation. Data were analyzed using both quantitative techniques (average scores, mastery percentages) and qualitative techniques (student activity and reflection in each cycle). The findings showed that students’ story writing skills improved through the implementation of PjBL. The average score increased from 62.86 in the first cycle to 79.29 in the second cycle. The percentage of learning mastery also rose from 42.86% in the first cycle to 85.71% in the second cycle. In addition, students became more active, creative, and collaborative during the learning process. The implementation of Project Based Learning can therefore enhance the story writing skills of third-grade students at MI Ziyadatul Iman, Jambi City, both in terms of learning outcomes and learning activities.

Mintaria. M. Is Thomes; Damaris Advin Jeliner Nubatonis; Malik Bambangan

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2025 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The covenant between God and Abraham serves as proof that God is a faithful God who never abandons His people, whether in times of joy or sorrow. This covenant is also one of the fundamental covenants in the Old Testament, with significant theological and historical implications. This article, we’re discusses and analyzes God’s covenant with Abraham and its implications for Christian faith today, based on Genesis 12:1-9. Through this covenant, God promises three main things to Abraham: numerous descendants, the promised land, and blessings for all nations. Futhermore, this covenant serves as the foundation of Israel’s identity and finds its fulfillment in Jesus Christ, as foretold in Genesis 3:15, namely the offspring that will be born a woman. This study serves as evidence and a model for Christians regarding Abraham’s obedience and steadfast faith, emphasizing that salvation in Jesus Christ is one of God’s fulfilled promises to Abraham. Thus, understanding this covenant strengthens the conviction that God remains faithful to His promises and that faith in Him is the foundation of true spiritual life for believers.

Gea, Ferimawati; Kurniawan, Martha Mulyani

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman peserta didik terhadap Pendidikan Agama Kristen, serta mengindentifikasi pengaruhnya terhadap perilaku moral dan spiritualitas peserta didik di SMP Kristen Ketapang III. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan terdiri dari 2 peserta didik kelas VII, 2 peserta didik kelas VIII, dan kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik memahami Pendidikan Agama Kristen secara holistik sebagai sarana untuk mengenal Tuhan, membentuk karakter, dan memperdalam iman. Pendidikan Agama Kristen berkontribusi nyata terhadap perilaku moral peserta didik serta menunjukkan perkembangan spiritual peserta didik. Temuan ini menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Kristen di SMP Kristen Ketapang III berfungsi secara efektif dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga dewasa dalam spiritual dan berkarakter.

Friska Sotania Bate’e; Noibe Halawa; Imansudi Zega; Lestari Waruwu

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2025 Pusat riset dan Inovasi Nasional

This study aims to determine the effect of the Course Review Horay learning model on students' comprehension ability in response text material at SMP Negeri 4 Gunungsitoli Idanoi. This learning model is an active and fun strategy that combines game elements with learning activities, so it is expected to increase student engagement and understanding of the material. The study used a quasi-experimental approach with a Non-Equivalent Control Group Design. The research procedure included three stages, namely (1) implementing a pre-test to measure students' initial abilities, (2) providing treatment by applying the Course Review Horay model in the experimental class and conventional learning in the control class, and (3) implementing a post-test to determine the increase in students' comprehension abilities. The study population was all seventh grade students consisting of two classes, namely VII-A and VII-B, each consisting of 20 students, so that the total number of participants was 40 people. Sampling used a saturated sampling technique because the entire population was sampled. The independent variable in the study was the application of the Course Review Horay learning model, while the dependent variable was student learning outcomes in the response text material. The results of data analysis showed a significant difference between student learning outcomes in the experimental class and the control class. Based on the hypothesis test, the t-value was 12.006, with a significance (2-tailed) <0.001, which is smaller than 0.05. 

Hatmoko, Haru; Windarti, Maria Titik

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Profesi guru dalam perspektif pendidikan modern dipahami bukan sekadar sebagai penyampai pengetahuan, tetapi juga sebagai agen transformasi moral, etika, dan spiritual. Dalam konteks pendidikan Kristen, peran guru semakin signifikan karena dipanggil untuk menghadirkan teladan Kristus dalam seluruh aspek kehidupannya. Penelitian ini mengkaji relevansi keteladanan Yesus dalam Yohanes 13:13–16 dengan praktik pendidikan guru agama Kristen di sekolah. Teks ini menampilkan Yesus yang membasuh kaki murid-murid-Nya sebagai simbol kerendahan hati, kasih, dan pelayanan, yang menjadi dasar teologis bagi peran guru Kristen. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan teologis dan pendidikan, melalui studi pustaka dan wawancara dengan guru-guru di SMA PGRI 22 Serpong. Hasil penelitian menunjukkan lima temuan utama. Pertama, teladan guru Kristen berfungsi sebagai model nyata yang membentuk iman dan karakter siswa. Kedua, praktik mentoring dalam perspektif Alkitab menegaskan pentingnya relasi personal dalam pendidikan iman. Ketiga, keteladanan Yesus menampilkan dimensi servant leadership yang relevan bagi kepemimpinan guru Kristen. Keempat, integritas guru Kristen menjadi fondasi utama dalam proses pendidikan karena konsistensi hidup lebih berpengaruh daripada sekadar instruksi verbal. Kelima, keteladanan Yesus tetap relevan di era modern karena mampu menuntun peserta didik menghadapi tantangan globalisasi dan digitalisasi dengan iman yang tangguh. Dengan demikian, guru agama Kristen dipanggil untuk melayani dengan kasih, rendah hati, dan penuh integritas, sehingga mampu membentuk generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus matang secara spiritual.

Iman Ridho Purnama Mendrofa; Ayler Beniah Ndraha; Fatolosa Hulu; Eliagus Telaumbanua

Jurnal Visi Manajemen 2025 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

This study examines the implementation of home care-based health service innovations at Dr. M. Thomsen Nias Regional General Hospital as an adaptive strategy to overcome limited access to services in island regions. The aim is to analyze the benefits, challenges, and strategies for strengthening the program, with a focus on human resource management aspects. The research method employs a descriptive qualitative approach through in-depth interviews, participatory observation, and documentary studies involving relevant stakeholders. The results indicate that home care significantly improves accessibility for vulnerable groups, reduces geographical barriers, and enhances the quality of interaction between healthcare workers and patients. The program's success is influenced by visionary leadership, selective recruitment, continuous training, and sustained work motivation. However, challenges such as high workloads, logistical limitations, and suboptimal cross-unit coordination remain. The implications of this research emphasize the importance of institutional strengthening, the establishment of a dedicated home care unit, the use of information technology, and cross-sector collaboration based on local values to ensure the sustainability of the program and improve the health status of communities in remote areas. Furthermore, this study underscores the importance of continuously evaluating the performance of home care services through measurable indicators based on local needs. Routine monitoring and active community involvement as beneficiaries can increase accountability and encourage participation in maintaining service continuity. Strengthening an organizational culture that is adaptive and responsive to changes in the external environment is also key to anticipating the dynamic health needs of island communities. Thus, the home care approach is not merely a short-term solution but also part of the transformation of the health care system toward a more inclusive and socially just model. 

Telaumbanua, Hartati; Telaumbanua, Elianus; Windarti, Maria Titik

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini menganalisis peran guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam mengimplementasikan Amanat Agung berdasarkan Matius 28:19–20, serta implikasinya terhadap pertumbuhan iman peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif di SD Kristen Pelita Bangsa Bandung dengan observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAK memiliki tiga peran utama, yaitu sebagai penginjil, pelatih, dan pengajar. Ketiga peran ini berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan iman peserta didik melalui penginjilan, pembinaan rohani, dan pengajaran firman Tuhan. Tantangan yang muncul meliputi kurangnya dukungan keluarga, pengaruh teknologi digital, dan dangkalnya pemahaman rohani siswa. Penelitian ini menegaskan urgensi guru PAK sebagai agen Amanat Agung di sekolah.