Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1741-1760 of 2,073

Analytics

Habib Maulana

Journal of Creative Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisa kebutuhan awal peran parenting dalam pendidikan karakter sekolah dasar sebagai upaya strategi pembelajaran yang dapat membentuk karakter peserta didik melalui pembelajaran dikelas. Sasaran pada penelitian ini adalah guru SD Gugus Kamboja Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes. Metode yang digunakan pada kegiatan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan intrumen penelitian berupa angket dan wawancara. Penggunaan teknik analisis data meliputi tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisa dari instrumen dihasilkan data bahwa penerapan parenting pendidikan karakter dalam pembelajaran disekolah dasar tinggi. Keseluruhan guru sasaran penelitian berjumlah 18 orang. Selain menjalankan proses pembelajaran juga menerapakan parenting pendidikan karakter pada peserta didik dalam proses pembelajaran yang disusun dengan pembelajaran menarik dan menggunakan metode yang membuat peserta didik merasakan mudah menerima pembelajarannya selain itu, menerapakan parenting pendidikan karakter pada peserta didik dalam proses pembelajaran dengan tujuan untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter peserta didik. Adapun guru yang belum menerapakan parenting pendidikan karakter dalam pembelajaran disekolah dasar dan yang belum pernah mengikuti pelatihan atau seminar penerapan parenting pendidikan karakter dalam pembelajaran disekolah dasar. Hasil penelitian ini berguna sebagai analisa awal peran parenting dalam pendidikan karakter disekolah dasar. Agar Guru dapat menerapkan parenting pendidikan karakter dalam pembelajaran yang disusun dengan pembelajaran menarik dan menggunakan metode, teknik, prosedur, serta perangkat yang diperkirakan cocok untuk mencapai tujuan dalam menerapakan parenting pendidikan karakter pada pembelajaran. Dengan mengupayakan pengembangan kompetensi guru untuk mengelola sebuah kegiatan yang menarik dan mudah dalam kaitannya dengan proses pembentukan karakter peserta didik. Guru juga agar melibatkan peran orang tua dalam pelaksanaannpendidikan karakter karena keluarga mempunyai peran yang sangat penting dalam memberikan pendidikan karakter pada peserta didik

PIPIT IRAWATI

Journal of Creative Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Dampak yang paling menonjol pada pandemi Covid-19 adalah penutupan sekolah dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) daring. Guru memberikan bahan pembelajaran dengan memanfaatkan jaringan internet. Guru hanya memberikan bahan pembelajaran melalui zoom padahal peran guru di sekolah bukan hanya memberikan bahan pembelajaran tetapi juga mengasah bakat minat anak. Setiap anak itu unik dengan kemampuan yang luar biasa untuk dikembangkan sesuai dengan potensinya. Guru dalam mengembangkan bahan pembelajaran juga harus memperhatikan potensi anak.Tujuan dari jurnal non penelitian ini adalah peran guru untuk mengembangkan bakat minat siswa di sekolah. Memaksimalkan potensi anak berkaitan dengan bakat dan minat anak juga perlu berkolaborasi dengan orang tua untuk mewujudkan bakat tersebut.

Supartha, I Kadek Dwi Gandika; Pramawati, I Dewa Ayu Agung Tantri; Iskandar , Adi Panca Saputra; Andika, I Gede; Ariningsih, Kadek Ayu

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2023 Universitas Muhammadiyah Manado

Peningkatan kualitas pendidikan guru di bidang IT memegang peranan yang sangat penting, kemampuan guru sangat dituntut untuk mampu memberikan pelajaran disaat pandemi Covid-19 di Indonesia. Menyadari tugas dan tanggung jawab guru sebagai pendidik dalam menentukan keberhasilan proses belajar siswa, agar dalam menyampaikan pelajaran lebih efektif dan efisien dalam kondisi pandemi Covid-19 maka dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, melakukan observasi untuk mengetahui kondisi penggunaan teknologi dalam pembelajaran daring pada mitra SDN 7 Kesiman Denpasar Timur. Selanjutnya pada akhir kegiatan pelatihan tim menyebarkan angket untuk mengukur dari 2 indikator yaitu pada indikator 1 penguasaan, penggunaan, dan Google Classroom sebagai media alternatif pembelajaran memperoleh hasil jawaban bisa sebesar 83% dan tidak bisa sebesar 17%. Dan indikator 2 video sebagai media alternatif pembelajaran memperoleh hasil jawaban bisa sebesar 87% dan tidak bisa sebesar 13%. Hasil tersebut menyatakan bahwa pelatihan yang dilakukan memperoleh respon yang baik dari para Guru di SD Negeri 7 Kesiman.

Adriana Kolo; Yanuarius Sani Feka

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2023 Universitas Muhammadiyah Manado

Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa harus terus diinternalisasikan kepada diri setiap bangsa Indonesia, karena kemakmuran, kemajuan serta persatuan dan kesatuan yang hendak dicapai harus sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dimana Pancasila bertindah sebagai ruh perjuangan, pikiran dan tindakan setiap warga negara. Meskipun Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan menjadi pelajaran wajib pada jenjang persekolahan, namun diperlukan upaya lebih untuk menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila khususnya kepada siswa dan pada umumnya kepada segenap warga sekolah, karena pada prakteknya tidak jarang PPKn dianggap sebagai pelajaran pelengkap. Dilakukannya internalisasi nilai-nilai Pancasila melalui film inspiratif berbasis nilai Pancasila pada SMA R.A Kartini Maktihan menjadi salah satu upaya penguatan karakter dan jati diri warga sekolah sebagai manusia Pancasila. Adapun beberapa bentuk keberhasilan yang didapatkan dari pengabdian ini adalah; 1) warga sekolah SMA R.A Kartini Maktihan sangat antusias saat menerima internalisasi melalui film inspiratif berbasis nilai Pancasila; 2) Internalisasi nilai Pancasila melalui film dianggap lebih mudah dipahami oleh para siswa; dan 3) antusiasme peserta didik dan guru dalam mengomentari dan memberikan pandangan terhadap isi film sangat baik. Adapun kesimpulan dari pengabdian yang dilakukan ini bahwa internalisasi nilai-nilai Pancasila melalui film inspiratif berbasis nilai-nilai Pancasila memberikan dampak positif bagi warga sekolah SMA R.A Kartini Maktihan.    

Kustiana Dewi

Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Urgensi dari proses pendidikan adalah terbentuknya manusia yang berkarakter. Pembentukan karakter tersebut dimulai sedini mungkin. Dalam menanamkan nilai karakter pada anak merupakan sarana paling penting dalam pilar pendidikan terhadap upaya pembinaan dedikasi positif bagi anak dalam menghormati tatanan hidup seperti etika dan tingkah laku. Implementasi pendidikan karakter terhadap anak usia dini dapat dilakukan dengan 9 pilar karakter melalui pembiasaan dan keteladanan yang difokuskan pada karakter pilar dua yaitu karakter kemandirian. Sebagaimana kita ketahui bahwa pada pendidikan anak usia dini sering kita jumpai beberapa anak yang belum mandiri misalnya, anak makan masih disuapi, enggan mengambil minum sendiri, sekolah minta ditunggui memakai dan melepas sepatu dengan bantuan guru/orang tua dan membiarkan peralatan belajarnya tergeletak disembarang tempat. Guru perlu menerapkan pendidikan karakter kemandirian pada peserta didik melalui kegiatan pembiasaan dan keteladanan yang tertuang dalam RPPH (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian). Guru membiasakan perilaku kemandirian pada peserta didik melalui aktivitas rutin dan berulang-ulang. Perubahan yang nampak pada peserta didik setelah menerapkan pilar dua melalui pembiasaan yakni peserta didik menjadi lebih mandiri seperti makan dan minum sendiri, berani bersekolah sendiri tanpa ditunggui, bisa memakai dan melepas sepatu sendiri serta mampu merapikan peralatan belajarnya secara mandiri.

Atik Wahidatul Hasanah; Sumarno; Ida Dwijayanti

Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

hasil analisis awal bahwa penggunaan model pembelajaran guru di RA Al Kautsar Kebonbatur Mranggen Demak masih sangat rendah sekali karena rata rata ada pada kategori kurang. Hal ini karena kebanyakan  guru hanya melakukan pembelajaran dengen ceramah di depan dan menulis di papan tulis serta bernyanyi untuk menghidupkan suasana, pada pengamatan terhadap penggunaan alat bantu pembeljaaran ada pada kategori cukup ini artinya sudah ada alat bantu atau media pembelajaran, hanya kurang maksimal penggunaannya dan khusus alat bantu looseparts masih kurang. keaktifan belajar anak ada pada kategori kurang, hal ini disebabkan salama pembelajaran guru kurang dapat memberikan stimulasi secara tepat terhadap arah perkembangan kognitif anak sehingga keaktifan anak menjadi kurang, respon anak dalam pembelajaran ada pada kategori sangat kurang. Sedangkan keterlibatan anak dalam pembelajaran ada pada kategori kurang kemudian perkembangan kognitif anak ada pada ketegori kurang kemampuan kognitif diberbagai aspek masih kurang sekali seperti memecahkan masalah sederhana, berfikir logis sebab akibat, berpikir simbolik seperti konsep bialangan mengenal huruf dan lain sebagainya. Oleh sebab itu perlu dikembangkan model pembelajaran saintifik berbasis steam  dan loose parts untuk meningkatkan kemampuan kognitif pada siswa.

Durratus Sa’diyah

Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Lingkungan sekolah memiliki peranan penting dalam pembentukan moral pelajar terlebih lagi pada masa sekarang di mana kemajuan teknologi dan arus globalisasi memicu degradasi moral penerus bangsa. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan pendidikan moral melalui permainan tradisional. Kajian ini bertujuan untuk menemukenali nilai-nilai dalam permainan tradisional yang dapat mengembangkan moral anak. Hasil kajian mengungkap dalam permainan tradisional terkandung nilai-nilai karakter yang teramat strategis bagi penanaman, pembentukan, atau penguatan jati diri anak. Maka dari itu, perkembangan moral diharapkan dapat lebih optimal melalui permainan tradisional yang dipantau oleh guru.

Alim Citra Aria Bima; Yudha Adi Kusuma

Jurnal Nusantara Berbakti 2023 Universitas Kristen Indonesia Toraja

Kegiatan promosi menjadi faktor kunci dalam menarik minat siswa untuk melanjutkan studi ke jenjang Sekolah Dasar (SD). Salah satu media promosi yang digunakan adalah website sekolah. Media website sekolah bermanfaat dalam memberikan informasi sekolah seperti sarana prasarana sekolah, kegiatan kegiatan sekolah, organisasi sekolah, prestasi prestasi siswa, dll. Media website dipilih sebagai studi pengabdian di SDN Ngampel 01 karena kondisi website sekolah sebelumnya tidak tidak berjalan dengan baik, sehingga jumlah siswa yang melanjutkan ke SDN Ngampel 01 berkurang. Kegiatan pengabdian diharapkan mampu mengedukasi semua pihak terutama staf dan guru dalam mengembangkan website setelah diserahkan ke pihak sekolah. Staf dan guru antusias dengan presentasi yang diberikan selama kegiatan dengan tanya jawab dalam mengembangkan website sekolah. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat berdampak pada jumlah siswa di SDN Ngampel 01 kedepannya.  

Sayyidati Maliha; Mahdia Arafah; Putri Malika Alya; Rizazah Putri Raudina; Emeliya Sukma Dara

Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Menerapkan fasilitas sekolah adalah rencana manajemen untuk mengelola dan memelihara institusi pendidikan seperti sekolah, akademi dan perwalian multi-akademi dapat menjadi tugas yang berat. Namun, memiliki sistem manajemen fasilitas yang efektif seperti perangkat lunak manajemen fasilitas dan juga perangkat keras dapat memberikan beberapa keuntungan. Misalnya memperbaiki lingkungan belajar, meningkatkan kualitas dan kuantitas sekolah serta menunjang hasil pendidikan setiap siswa. Jika hampir 50% guru percaya bahwa tempat kerja mereka membahayakan kesejahteraan mereka, ada baiknya memikirkan bagaimana pengenalan tempat dan fasilitas komersial dapat membantu.

Mutia Rafika Agustin; Alfi Rahmi

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengentasan masalah siswa melalui tindakan Alih Tangan Kasus yang dilaksanakan di MTsN 5 Solok. Beragamnya masalah siswa yang ditemui tentunya memiliki upaya pengentasan yang berbeda, salah satunya dengan tindakan Alih Tangan Kasus. Tindakan Alih Tangan Kasus dilaksanakan karena permasalahan yang terjadi pada siswa diluar ranahnya Bimbingan dan Konseling. Bermula dari siswa yang diamati didalam dan diluar kelas, lalu ditetapkan menjadi konseli untuk dilakukannya konseling individual, diketahui bahwa penyebab siswa tersebut bermasalah disekolah karena adanya masalah pada kesehatan fisik yang merupakan bukanlah ranahnya Bimbingan dan Konseling. Sesuai dengan ilmu Bimbingan dan Konseling, permasalahan pada kesehatan fisik konseli bukanlah menjadi gawaian Guru BK atau Konselor sekolah. Oleh sebab itu, perlu dilakukannya Alih Tangan Kasus kepada Pihak Kesehatan untuk mengentaskan permasalahan konseli tersebut. Jenis penelitian yang digunakan dalam hal ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Dimana teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi  partisipan dan wawancara dengan siswa serta guru BK.

Rahmi Anggun Pratiwi; Alfi Rahmi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak full day school terhadap konsetrasi belajar siswa di SMA Negeri 4 Pariaman. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dimana peneliti menggunakan metode observasi dan wawancara. Dilihat siswa tidak efektif dalam menyusaikann dirinya sendiri pada jam tambahan selama full day. Salah satunya kekurangan sekolah sepanjang hari ini siswa banyak kelelahan. Sekolah yang melaksanakan program full day school berdampak pada siswa yaitu kelelahan secara fisik, kelelahan mental, dan kelelahan emosional. Siswa juga merasa jenuh dan bosan, jenuh dalam belajar dan timbul rasa bosan dan lelah mengakibatkan kurangnya konsetrasi belajar siswa saat proses pembelajaran berlangsung. Siswa yang biasanya sekolah pulang siang sekarang pulang sore, di tambah lagi tugas atau pr yang diberikan guru mata pelajaran yang terlalu berlebihan hal ini berdampak tidak mampu siswa berkonsetrasi dan mudah lupa. Awal berlangsungnya program full day scool di sekolah banyak siswa yang mengeluh, lelah, beberapa minggu dilaksanakan full day school banyak sekali siswa yang tidak hadir dengan alasan sakit dan ada juga yang absen tanpa keterangan, setiap kelas pasti ada yang tidak hadir setiap harinya diatas lima orang. Jadi kesimpulan bawah full day school berdampak pada konsetrasi belajar siswa di SMA Negeri 4 Pariaman.

Afrina Afrina; Linda Yarni

Peran guru BK saat ini sangat diperlukan dalam membina karakter siswa baik dari dalam maupun dari luar pembelajaran setelah pendemi covid 19 ini. Untuk menanamkan nilai-nilai karakter tertentu kepada siswa didalamnya terdapat komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, serta tindakan untuk melakukan nilai-nilai tersebut. Karakter siswa merupakan ciri khas suatu perilaku yang nampak dari diri seseorang, dari karakter tersebut dapat dilihat performa yang nampak seperti dalam belajar, berbuat, berkarya, atau sejenisnya.  Karakter merupakan bentuk kepribadian yang melekat pada diri seseorang. Karakter bisa dibentuk dan diperkuat melalui proses pendidikan yang dapat dilakukan dilingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat sekitar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran guru BK dalam membina karakter siswa setelah pandemi covid 19 di MTsN 1 Pasaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan data didapat melalui observasi dan wawancara. Lokasi penelitian ini bertempat di MTsN 1 Pasaman. Dengan penelitian ini dapat diketahui peran guru BK dalam membina karakter siswa adalah dengan memberikan nasehat, memberikan contoh yang baik kepada siswa dan bekerja sama dengan guru-guru dan staf lain untuk saling membantu.

Hatika Mutiasari; Linda Yarni

Pada saat sekarang ini kasus tentang bullying sedang marak-maraknya terjadi pada kalangan siswa disekolah, bullying hampir terus hadir dalam dunia pendidikan seakan-akan tidak ada hentinya. Bullying merupakan perilaku yang menggunakan kekuatan yang digunakan untuk melukai seorang indivindu atau beberapa orang secara fisik atau secara psikologis. Para siswa yang menjadi korban dari bullying sering mendapatkan masalah sebagai dampak dari tindakan bullying yang dilakukan pelaku seperti masalah pada mental dan kesehatan fisik. Biasanya masalah yang sering dialami korban bullying adalah masalah mental yaitu merasa tidak aman saat berada dilingkungan sekolah dan selalu merasa takut dengan pelaku yang berpengaruh pada penurunan minat belajar siswa disekolah karena selalu merasa terancam. Berbagai hal sudah diupayakan dengan baik oleh guru-guru termasuk guru bk yang sangat berpengaruh dalam merubah perilaku sisiwa, dalam penanganannya memang sudah berhasil karena harus beberapa kali siswa yang menjadi pelaku bullying masuk keruang bk sehingga mereka sadar jika tindakan bullying itu tidak boleh dilakukan. Namun ketika satu pelaku sudah diamankan, muncul pelaku lainnya melakukan tindakan bullying dengan cara yang berbeda, sehingga pihak sekolah melakukan berbagai tindakan agar siswa-siswa menjadi sadar jika tindakan bullying termasuk dalam tindakan tercela dan tidak boleh dilakukan oleh siswa sebagai siswa yang terpelajar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Metode penelitian adalah cara alamiah untuk bisa memperoleh data dengan maksud dan tujuan tertentu.

Dewita Sandri; Isnaniah; Tati Tisnawati

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab rendahnya minat belajar siswa kelas IX pada mata pelajaran matematika di SMPN 1 Enam Lingkung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Narasumber wawancara terdiri atas 9 orang dengan 3 orang siswa kelas IX yang nilai matematikanya rendah sekaligus bertindak sebagai objek penelitian, 3 orang tua siswa, 2 guru wali kelas dan 1 orang guru BK. Dalam pengambilan data peneliti melakukan observasi langsung dan wawancara. Setelah mendapatkan hasil dari wawancara, peneliti mendapatkan bahwa faktor rendahnya minat belajar siswa kelas IX pada mata pelajaran matematika, diantaranya: (1) tidak cukupnya waktu istirahat siswa, (2) kurangnya motivasi belajar siswa, (3) siswa tidak tertarik terhadap matematika, (4) adanya 2 kegiatan sekaligus yaitu sekolah dan pesantren, (5) adanya pengaruh dari efek pasca covid-19 atau pembelajaran daring.

Cici Marshela; Linda Yarni

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi SMA N 1 Harau yang merupakan salah satu sekolah terfavorit di Kecamatan Harau. Salah satu yang tampak oleh peneliti permasalahan di SMA N 1 Harau yaitu permasalahan media sosial. Media sosial ini sangat berpengaruh pada hasil belajar siswa. Pada permasalahan ini tidak bisa siswa disalahkan dengan sepenuhnya karena pada zaman sekarang belajar banyak menggunakan Handphone atau media sosial. Ketidaksesuaian prestasi belajar siswa dengan gaya belajar seringkali disebabkan oleh media sosial. Hal itu tentu terjadi karena gaya belajar anak yang tidak sesuai dengan dirinya dan juga kurangnya pengawasan terhadap anak. Media sosial merupakan suatu perangkat alat komunikasi yang digunakan untuk berkomunikasi melalui jaringan data internet. Media sosial sangat berpengaruh pada prestasi belajar siswa. Selain pengaruh negative pada prestasi belajar, media sosial ini juga bisa membantu siswa dalam proses pembelajaran. Prestasi merupakan hasil dari belajar yang telah dicapai selama proses pembelajaran. Prestasi belajar dapat dihasilkan atau ditunjukkan melalui angka dan juga berupa hasil-hasil belajar siswa selama proses pembelajaran. Peran orang tua dalam prestasi belajar sangat diharapkan untuk membantu siswa dalam menggunakan media sosial.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara dan observasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh prestasi belajar, media sosial, dampak negatif dan dampak positif, dan peran guru di sekolah terhadap dampak penggunaan media sosial.

Peta Murni; M. Sahlan; Yostia Fatma; Zulfani Sesmiarni; Herlina Rasyid

Penelitian ini merupakan salah satu tugas pada program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Daljab 3 di Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Setiap guru yang mengikuti program ini harus melakukan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) yang digunakan untuk melakukan penelitian terhadap permasalahan dalam proses pembelajaran di sekolah. Dengan adanya perubahan proses pembelajaran pada masa pandemic ini, dimana pembelajaran dilakukan secara daring mengakibatkan berbagai  permasalahan dalam proses pelaksanaannya. Keterbatasan dalam proses  pembelajaran mengakibatkan hasil belajar peserta didik menurun sehingga banyak diantara peserta didik yang mendapatkan nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil  belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning yang dilaksanakan secara Blended Learning (Singkron-Asingkron). Proses penelitian dilakukan sebanyak tiga siklus yang sebelumnya melakukan tindakan pada tahap pra siklus, setiap siklusnya meliputi 4 tahap yaitu : 1) tahap  perencanaan, 2) tahap pelaksanaan, 3) tahap observasi, 4) tahap refleksi. Hasil yang diperoleh dari pelaksanaan penelitian terlihat adanya peningkatan pada hasil belajar peserta didik, ini terlihat dari hasil yang diperoleh peserta didik dari mengerjakan lembar kerja peserta didik. Persentase tingkat keberhasilan peserta didik mencapai nilai di atas atau sesuai KKM pada aspek pengetahuan di Siklus I adalah sebesar 75% dan pada siklus II adalah sebesar 88% dan pada siklus III 90 %, dapat dilihat peningkatan presentasi pada siklus I ke siklus II adalah sebesar 13%. Sedangkan untuk peningkatan hasil belajar pada aspek keterampilan dapat dilihat dari hasil  belajar pra siklus yaitu sebesar 78% dan pada siklus II adalah 100%, terjadi  peningkatan sebesar 22% untuk hasil belajar aspek keterampilan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning berdasarkan hasil penelitian ternyata dapat meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.  

Nurmala Hayati; Fadhilla Yusri

Kekerasan didalam dunia Pendidikan sangatlah banyak dan suatu hal yang fakta yang sudah sering sekali terjadi di lingkungan Pendidikan atau sekolah. upaya pencegahan bullying pada siswa smpn 1 enam lingkung. Salah satu yang tampak yaitu pada permasalahan bullying terhadap remaja, banyknya remaja yang melakukan pembulian terhadap temannya contohnya anak-anak smpn 1 enam lingkung yaitu kelas lX(Sembilan) melakukan pembulian atau pemerasan kepada siswa kelas Vll (tujuh). Penelitian ini bertujuan untuk upaya pencegahan bullying pada siswa di Desa Sarang Gagak Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis yaitu wawancara dan observasi. Hasil penelitian peneliti memberikan pengetahuan tentang membangun karakter anak, peneliti juga memberikan penerangan atau penjelasan tentang sikap terbuka pada siswa agar siswa terbuka kepada guru dan orang tua, peneliti memberikan penjelasan mengenai menjalin persahabatan dan percaya diri agar siswa lebih percaya diri dan tidak terjadinya pembullying. menunjukkan bahwa perilaku bullying yang ditemukan di lokasi penelitian berupa bullying verbal dan bullying relasional. Upaya pencegahan bullying dilakukan secara terpadu dengan melibatkan peran guru, siswa, serta orangtua.

Eko Siswanto; Supriyanto; Muhamad Sidik

JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI (JPMA), 2023 CV. ALIM'SPUBLISHING

The progress of science and technology of a nation is certainly inseparable from the success of the learning process in higher education institutions and institutions in that country. The stages of change are expected to be able to bring the nation towards the progress of a higher civilization and permeate as a whole as the identity of the nation. The level of mastery of science and technology is clear evidence of the success of development. Improving mastery of science and technology is not only carried out in formal education, but can also be carried out through non-formal education. Information technology has developed very rapidly and covers various fields. The field of education is one of the fields that is influenced by information technology, both in the formal learning process at school and non-formal in the form of training outside of school  

Ahmad Ashifuddin Aqham; Indra Ava Dianta; Moh Muthohir

Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

The purpose of this community service is to provide counseling and training in making multimedia-based learning media as a good online digital-based learning tool, understand the manufacture of multimedia-based learning media, be able to apply the knowledge gained and be involved in managing multimedia-based learning for MTs teachers and MA Nuril Huda Grobokan.

marzuki; EI Widdah , Minnah; Zukhairina

Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini 2023 Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Ilmu Qur'an Baubau

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan supervisi kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru. metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jensi studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, verifikasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa supervisi kepala sekolah belum optimal dikarenakan kepala sekolah belum menyusun program pengawasan dan belum mensosialisasikan program pengawasan kepada pendidik dan tenaga kependidikan, adapun faktor pendukung dan pengahambat supervisi kepala sekolah yakni komintmen tugas kerja dan beban kerja yang rangkap jabatan, sedangkan upaya yang dilakukan dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru adalah dengan mengikuti pelatihan, pendidikan kilat, dan seminar online