Publication Search

67,732 articles from 582 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1581-1600 of 1,886

Analytics

Mesi Dewi Wanti; Salmi Wati; Muhiddinur Kamal; Afrinaldi Afrinaldi

Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Model pembelajaran kooperatif learning tipe jigsaw merupakan model pembelajaran kooperatif, siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari 5 sampai 6 orang satu kelompok dengan memperhatikan keheterogenan kelompok, berkerjasama positif dan setiap anggota bertanggung jawab untuk mempelajari masalah tertentu dari materi yang diberikan dan menyampaikan materi tersebut kepada anggota kelompok yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui langkah-langkah penerapan model pembelajaran kooperatif learning tipe jigsaw di kelas XI Multi 1 SMK Negeri 1 Koto Baru serta untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat model pembelajaran model pembelajaran kooperatif learning tipe jigsaw. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan ialah menggunakan observasi langsung ke sekolah dengan cara melihat langkah-langkah model pembelajaran kooperatif learning tipe jigsaw di kelas XI Multi 1, wawancara dengan guru PAI dan siswa kelas XI Multi 1 serta  dokumentasi seperti RPP. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa langkah-langkah pengembangan yang diterapkan kurang sesuai dengan teori yang telah dijabarkan oleh Rusman seperti guru membagi kelompok dengan cara berhitung yang membuat kelompok kurang heterogen yang mana salah satu ciri khas kooperatif adalah kelompok yang berbentuk heterogen, lalu di dalam kelompok ada yang beranggota 6 orang yang disebab kan oleh kondisi atau jumlah siswa yang berlebih. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi, setelah persentasi guru mengevaluasi dengan memberikan tugas latihan secara individu dan selesai mengerjakan latihan guru memberikan penjelasan materi yang masih diragukan lalu guru menutup pembelajaran. Selain itu ditemukan faktor penghambat dan faktor pendukung dalam penerapan model pembelajaran kooperatif learning tipe jigsaw, faktor penghambat yaitu saat penempatan kelompok membutuh kan lebih banyak waktu, siswa kurang serius dalam berdiskusi sehingga membuat anggota kelompok lain terganggu, dan ada juga siswa kurang percaya diri saat berdiskusi. Faktor pendukung dalam penerapan model pembelajaran kooperatif learning tipe jigsaw yaitu memicu siswa lebih aktif serta bebas mengemukakan pendapat saat diskusi, meningkatkan daya ingat siswa, meningkatkan hasil belajar, membuat siswa lebih percaya diri, dan meningkatkan keterampilan kerja sama dalam kelompok saat berdiskusi.

Lina Anisa Putri; Jasmienti Jasmienti; Alimir Alimir; Darul Ilmi

Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

 Latar belakang penelitian ini adalah kondisi kecerdasan spiritual siswa yang masih jauh dari nilai-nilai keislaman. Hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya peserta didik yang lalai dalam shalat dan sering mengundurkan waktu shalat, siswa yang tidak ikut serta dalam pelaksanaan shalat zhuhur berjamaah, siswa yang kurang pandai dalam baca tulis al-qur’an, siswa yang masih banyak berbicara kasar sesama teman serta siswa yang tidak amanah dalam menjalankan tugas yang diberikan kepada siswa. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian deskritif kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan ialah menggunakan observasi langsung ke sekolah dengan cara melihat kreativitas guru Pendidikan Agama Islam mengembangkan kecerdasan spiritual siswa di kelas VII, wawancara dengan guru Pendidikan Agama Islam, Wakil Kurikulum dan Siswa kelas VII serta dokumentasi seperti RPP dan Absebsi Shalat Dhuha dan Shalat Zhuhur siswa kelas VII. Adapun analisis data dilakukan dengan menelaah seluruh data, kemudian melakukan penyeleksian kembali terhadap data yang ada, kemudian melakukan display data, verifikasi data dan mengklarifikasikan data yang telah didapat. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa kreativitas yang dilakukan guru Pendidikan Agama Islam memiliki rasa ingin tahu terhadap siswa, mengajukan pertanyaan berbobot, memberikan gagasan dan usulan terhadap suatu masalah, mempunyai daya imajinasi, dan mengembangkan atau merinci suatu gagasan. Selain itu ditemukan faktor penghambat dan faktor pendukung dalam mengembangkan kecerdasan spiritual siswa, faktor penghambat yaitu siswa yang cepat terpengaruh terhadap lingkungan tempat bergaul dan juga kebiasaan siswa atau lingkungan sekitar. Faktor pendukung dalam mengembangkan kecerdasan spiritual siswa yaitu pihak keluarga, pihak sekolah, serta adanya sarana dan prasarana dan respon siswa yang begitu baik.  

Chery Yanti

Journal of Creative Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Permasalahan yang sering terjadi dalam proses pembelajaran bahwa masih banyak hasil belajar siswa yang tergolong rendah. Siswa kurang dalam memahami materi pembelajaran khususnya pelajaran PKn karena siswa menganggap PKn hanya pelajaran yang memerlukan hafalan. Kurangnya pemanfaatan sumber belajar baik cetak maupun non cetak. Berdasarkan hal tersebut peneliti melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus dengan tujuan untuk mengetahui efektivitas dan penerapan model Cooperative Learning tipe Jigsaw dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil tindakan yang dilakukan, terjadi peningkatan daya serap klasikal pada Siklus I dan II sebesar 2,64 dan 3,09. Sedangkan ketuntasan belajar klasikal pada Siklus I dan II sebesar 63,33% dan 90,00%. Dan daya serap individu pada Siklus I dan II sebanyak 19 siswa dan 27 siswa. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan model Cooperative Learning tipe Jigsaw yang digunakan guru dapat meningkatkan hasil belajar PKn pada pokok bahasan memahami sistem pemerintahan Republik Indonesia siswa kelas VI MI Negeri 2 Gowa Kec. Pallangga Kab. Gowa tahun 2021-2022. Selain itu juga, penerapan model Cooperative Learning tipe Jigsaw sangat efektif digunakan guru untuk meningkatkan hasil belajar PKn pada pokok bahasan memahami sistem pemerintahan Republik Indonesia siswa kelas VI MI Negeri 2 Gowa Kec. Pallangga Kab. Gowa tahun 2021-2022.  

Muya Syaroh Iwanda Lubis; Nurhayati Nurhayati; Budiman Purba

Jurnal Nusantara Berbakti 2023 Universitas Kristen Indonesia Toraja

Gender dan Kekerasan terhadap perempuan saling terkait. Gender dan ketidakadilan gender seringkali mewarnai berbagai relasi dan persoalan sosial berdasarkan isu gender. Indonesia sampai saat ini belum memiliki hukum yang secara tegas mengatur penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan. Adapun metode pelaksanaan yang akan dilakukan dalam mendukung realisasi kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah melakukan bedah kasus aktual, melaksanakan sosialisasi dan forum pembelajaran gender, melakukan kompetisi essay, membuat unit penanganan kekerasan berbasis gender dan melakukan Monitoring dan Evaluasi. Kegiatan ini diharapkan bisa membuka wawasan sensitivitas dan praktek sosial dalam relasi gender yang berkeadilan sehingga berbagai bentuk ketidakadilan gender seperti streotip gender, subordinasi, peran rangkap tiga perempuan, marginalisasi dan kekerasan bisa diminimalisir untuk tidak akan terjadi lagi. Penyadaran ini diarahkan pada pencegahan dan penanganan kekerasan berbasis gender dari perspektif sosiologi dan hukum. Sekolah diharapkan bisa menjadi agen yang tanggap dan bisa menangani persoalan ketidakadilan dan kekerasan gender di sekolah. Demikian siswa SMP dan SMA Harapan 3 Deli Serdang diharapkan dapat membuat perubahan sosial sebagai agen perubahan sosial dalam mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dan melaksanakan zero tolerance terhadap tindakantindakan bullying dan kekerasan berbasis gender di sekolah maupun masyarakat sekitarnya.

Syarifatunnisa; Ahmad Fuadi

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

penurunan akhlak peserta didik masa kini ya ng menyebabkan kasus kekerasan kepada guru maupun kepada sesama murid yang muncul di pemberitaan media.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep pendidikan di buku  Ash-Shuffah pada masa Nabi Muhammad dan relevansinya terhadap pembentukan akhlak peserta didik masa kini. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research). Teknik analisis isi (content analysis) dan menggunakan pendekatan historis-filosofi. Metode pengumpulan data diperoleh dari buku Ash-Shuffah karya Yakhsyallah Mansur,    jurnal, dan sumber lain yang berhubungan dengan jawaban rumusan masalah. Data  dianalisa dengan memilih data dan mengambil data yang diperlukan, menyajikan data dalam bentuk tulisan, mengklasifikasi data dan mengaitkan antara data konsep pendidikan buku Ash-Shuffa dengan teori-teori pembentukan akhlak. Hasil menunjukkan bahwa didalam konsep pendidikan dalam buku Ash-Shuffah terdapat relevansi terhadap pembentukan akhlak diantaranya ialah relevansi tujuan pendidikan, kurikulum pendidikan, lingkungan pendidikan, dan metode pendidikan Ash-Shuffah terhadap teori pembentukan akhlak peserta didik masa kini.

Julhijni Tambusai; Muhizar Muchtar; Satria Wiguna

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Membaca dan memahami Al-Qur‟an adalah suatu keharusan karena Al-Qur‟an merupakan sumber utama bagi umat Islam dalam menjalankan kehidupan sehari- hari. Kemampuan siswa dalam membaca Al-Qur‟an masih belum maksimal. Hal ini terlihat dari siswa yang belum paham tentang hukum bacaan dalam ilmu tajwid dan masih lemah dalam pelafasan huruf sehingga masih ada siswa yang belum benar dalam menerapkan hukum bacaan ilmu tajwid ketika membaca Al-Qur‟an. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  bagaimana  metode  tahsin  yang digunakan  oleh  guru.  Jenis  penelitian  ini  merupakan  penelitian  kuantitatif karena  data-data  yang  diperoleh  berupa  data-data  numerik  dan  pengolahan datanya  dengan  menggunakan  statistik,  dibantu  dengan  menggunakan  aplikasi SPSS. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII di MTs Al- Ikhwan, dengan sampel sebanyak satu kelas yaitu kelas VIII A. Hasil penelitian ini adalah  adanya  pengaruh  pelajaran  tajwid  terhadap  kemampuan  membaca  Al- quran di Madrasah Tsanawiyah Al-Ikhwan ditunjukkan dari hasil output SPSS dapat diketahui bahwa Sig (2-tailed) = 0.985 ini berarti pada taraf signifikan α = 0.05  diterima dan terdapat pengaruh antara variable X dan Y.

Mercy Wely, Bunga; Yusria; Jamilah

Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini 2023 Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Ilmu Qur'an Baubau

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan implementasi media hand puppet dalam pengembangan kemampuan berbahasa anak usia dini. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptip. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yaitu dengan reduksi data, penyajian data, verifikasi data dan uji kepercayaan menggunakan tringgulasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi media hand puppet dapat mengembangkan kemampuan berbahasa anak yakni media hand puppet guru melakukan tanya jawab serta meminta anak mengulang kalimat sederhana, guru mempersiapkan dengan sangat matang pada desain pembelajaran, selanjutnya pelaksanaan implementasi media hand puppet yakni guru menyusun program tahunan, promes, proming, dan rencana pembelajaran harian, guru melakukan dengan metode bercerita, berikutnya kendala implementasi media hand puppet yakni kurangnya fasilitas boneka tangan, guru kurang jelas dalam menyampaikan materi, pertanyaan yang guru ajukan belum merangsang kegiatan bercerita anak, guru belum bisa mengkondisikan kelas, adapun faktor pendukung adalah pengalaman guru, loyalitas, dan konsitensi guru dalam mengimplementasikan media hand puppet

Febriani Uswa Hasanah; Charles Charles; Zulfani Sesmiarni; Supratman Zakir

Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The background of this research is based on the results of observations with teachers and students that teachers in using audio-visual-based learning media are already creative but not maximally. From the teacher's perception, stated that they were still clueless in using IT-based media. With creativity, it is hoped that the implementation of learning will run effectively, be fun, and lead to threats to the expected quality of learning. The solution taken by the teacher is to learn more about technology, and diligently attend training. The goal to be achieved in this research is to find out the form of teacher creativity in using audio-visual media in class VII fiqh subjects at MTsS Fastabiqul Khairat Gunung Malintang. This type of research is descriptive qualitative research which is a form of the most basic research, aimed at describing or describing phenomena that exist or occur in the field. In this study the authors describe Teacher Creativity in Using Audio Visual Media in Jurisprudence Subjects at MTsS Fastabiqul Khairat Gunung Malintang. The technique of collecting data in this research is through interviews, where researchers ask for answers by way of debriefing verbally with research informants. Based on the results of the research conducted by the authors, it was found that teachers at MTsS Fastabiqul Khairat Gunung Malintang have not been optimally able to be creative in using audio-visual media seen from the four indicators of creativity. First, the smoothness of the teacher, namely being able to adapt material to the media but the teacher has difficulty mastering sources from the internet, secondly, in terms of flexibility, namely the teacher uses applications but has not been fully able to use the application fluently, the third is teacher creativity in terms of elaboration, namely the teacher adding information in the media, fourth, teacher creativity in terms of originality, that is, teachers can use audio-visual media in their classes.

Ani Daniyati; Ismy Bulqis Saputri; Ricken Wijaya; Siti Aqila Septiyani; Usep Setiawan

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Proses pembelajaran merupakan kegiatan yang dilakukan oleh dua pihak yaitu guru sebagai fasilitator dan siswa sebagai pembelajaran perantara untuk menyampaikan pesan berupa kognitif, afektif dan psikomotorik. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode kepustakaan Penelitian ini mempelajari dan mengkaji berbagai macam literatul kepustakaan mengenai referensi-referensi. Baik itu dalam bentuk buku, artikel, jurnal, dan informasi lainnya yang berhubungan dengan pembahasan pada jurnal ini. media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyampaikan pesan melalui berbagai saluran, seperti merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar yang efektif untuk menambah informasi baru pada diri siswa sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Dalam hal membantu murid atau peserta didik mendapatkan kemudahan dalam memperoleh informasi dalam belajarnya, ada banyak unsur yang harus diperhatikan Jika proses pembelajaran berhasil bila guru dapat memanfaatkan media pembelajaran secara maksimal. Guru bertanggung jawab atas suksesnya kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi guru dituntut untuk mengikuti perkembangan zaman. Masih banyak guru yang enggan untuk mengubah pemikirannya demi keberhasilan proses belajar mengajar.

Eko Supria; Wedra Aprison

JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA 2023 CV. ALIM'SPUBLISHING

Latar belakang permasalahan dalam penelitian ini adalah kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menggerogoki nilai kemanusiaan peserta didik seperti kejujuran, tolerasi, kerja sama, saling menghormati dan menghargai antar sesama mulai memudar, hal ini akan mengancam eksistensi keberagamaan dan integritas suatu bangsa. Diantara beberapa kenyataan yang ditemui dilapangan, yaitu ketika guru masuk kedalam kelas peserta didik tidak memperhatikan guru yang sedang berada didalam kelas, guru mengucapkan salam ada sebagian peserta didik tidak menjawab salam. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang datanya diperoleh dari observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keagamaan diterapkan melalui Model ekstrakurikuler (Suplemen) yaitu melalui kegiatan tambahan yang berorientasi pada pembinaan karakter peserta didik. Beberapa nilai-nilai pendidikan karakter yaitu religious, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli social, tanggung jawab. Dan menjadi faktor yang mempengaruhi dalam penerapan pendidikan karakter yaitu faktor kebiasaan, faktor keturunan, faktor lingkungan, dan faktor kekeluargaan.

Muhammad Azmi Khoirullah; Syahrul Rihmaul Hikam; Heny kusmawati

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas media smart card (kartu pintar) pada pembelajaran tematik di MI Maslakul Huda Gunungsari. Penelitiannya merupakan lapangan yang bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian adalah Guru kelas IV dan Kepala Sekolah. Adapun teknik pengumpulan data melalu wawancara dan dokumentasi, dengan teknik analisa data yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan/verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi media smart card pada pembelajaran tematik dilakukan dengan permainan tepuk kartu dengan langkah-langkah yang telah ditentukan, adapun kendala yang dihadapi guru dalam menerapkan media smart card ini adalah adanya keterbatasan waktu untuk menyiapkannya sehingga hanya digunakan untuk beberapa pembelajaran saja. Peran media smart card pada pembelajaran tematik adalah sebagai media yang dapat membuat siswa lebih aktif berinteraksi, membuat suasana kelas lebih kondusif, mempermudah guru dalam penyampaian materi, memudahkan siswa mengingat dan memahami materi, serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Sehingga dapat dikatakan implementasi media smart card sesuai dengan kemampuan.

Hanik Mutma'inah; Muhammad Ainun Najib; Heny Kusmawati

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Anak merupakan pembelajar aktif yang membangun pengetahuannya sendiri. Penanaman konsep pada anak dilakukan secara menyenangkan dengan melibatkan dan mengikut sertakan anak dalam kegiatan tersebut. Hal ini dilakukan agar mudah diingat dan dipahami anak. Pembelajaran sain merupakan salah satu cara penanaman konsep sederhana pada anak. Pengenalan sain pada anak ditekankan pada proses dari pada produk. Sains juga melatih anak menggunakan lima inderanya untuk mengeksplosasi terhadap berbagai kejadian maupun benda. Namun kenyataannya, masih banyak guru belum mampu menerapkan pembelajaran sains sederhana untuk menanamkan konsep pada anak. Guru kebanyakan hanya memberi lembar kerja siswa untuk kegiatan pembelajaran. Hal ini menyebabkan pembelajaran yang dilakukan pada anak kurang menarik dan sulit untuk diingat. Penulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pembelajaran sains sederhana bagi anak usia dini.

Muhammad Rifki Mustofa; Lu’luil Maknun; Heny Kusmawati

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Berbagai studi nasional maupun internasional menunjukkan bahwa Indonesia telah mengalami krisis pembelajaran (learning crisis) yang sangat cukup lama. Studi-studi tersebut menunjukkan bahwa banyak dari anak-anak Indonesia yang sangat tidak mampu memahami bacaan sederhana atau menerapkan konsep matematika dasar. Temuan itu juga juga memperlihatkan kesenjangan pendidikan yang curam di antarwilayah dan sekelompok sosial di Indonesia. Kurikulum menentukan materi yang digunakan untuk diajarkan di kelas. Kurikulum juga sangat mempengaruhi terhadap kecepatan dan metode mengajar yang digunakan guru untuk memenuhi kebutuhan peserta didik. Untuk itulah Kemendikbudristek mengembangkan Kurikulum Merdeka sebagai bagian penting dalam upaya memulihkan pembelajaran dari krisis yang sudah lama kita alami. Penelitian ini menggunakan metode wawancara kepada guru yang mengajar kurikulum merdeka di SMP N 1 Tambakromo dan metode observasi secara langsung saat kegiatan pembelajaran menggunakan kurikulum merdeka. Kurikulum sendiri perlu berbubah agar relevan dengan perkembangan zaman saat ini dan dapat memenuhi kebutuhan belajar murid agar tercipta generasi mendatang yang cemerlang

Dina Nur Riska; Faizal Aditya; Ma’rifatun Utami; Muthia Nurul Karimah; Dede Indra Setiabudi

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Bagi mayoritas instruktur dan pelamar sekolah dasar selama bertahun-tahun, pembelajaran tema sangatlah menantang.. Kesulitan-kesulitan tersebut diantaranya kesulitan dalam perencanaan pembelajaran tematik, Kesulitan-kesulitan ini berdampak pada kesiapan dan kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kesulitan yang dialami guru dalam hal merencanakan pembelajaran tematik di sekolah dasar. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian studi pustaka. Data dalam studi ini dikumpulkan melalui dokumentasi dari berbagai sumber yang berkaitan dengan tema penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sulit menentukan tujuan pembelajaran dan penilaian (soal, skor dan kunci jawaban); sulit menguraikan KD menjadi indikator; sulit menyusun langkah pembelajaran dalam RPP; sulit menyesuaikan metode; sulit membuat media sendiri; serta kesulitan dalam menyesuaikan materi ajar dengan siswa.

Elmi Masfufah; Erna Sari; Asshofarul Munafi’ah; Heny Kusmawati

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Efektivitas proses pembelajaran akan dipengaruhi oleh peran guru dalam pengelolaan kelas. Hal ini menantang bagi guru untuk mengelola kursus, keragaman kepribadian siswa, kebutuhan, dan gaya belajar. Dalam pencapaian pembelajaran yang efektif dan efisien, sebuah kelas harus dikelola. Pengajar berusaha untuk menggunakan potensi kelas, memperhatikan siswa secara dekat, dan mengenal mereka satu per satu dalam mencegah munculnya perilaku siswa yang mengganggu kelancaran proses belajar dan mengajar. Pembelajaran sebagai proses memiliki strategi dengan pengelolaan kelas dalam upaya mengefektifkan pembelajaran. Pengajar berupaya menciptakan dan memelihara lingkungan dan kondisi pembelajaran yang t, ideal, dan membahagiakan guna menjamin proses pembelajaran yang efisien dan pembelajaran yang tujuan berhasil dipenuhi. Tujuan studi ini adalah untuk mendeskripsikan teknik pengelolaan kelas yang meningkatkan hasil dan proses pembelajaran. Metode penelitian ini menggunakan tinjauan literatur sistematis dari perpustakaan dan bersifat deskriptif kualitatif. Menurut sejumlah penelitian yang telah efektif dalam mengevaluasi, tantangan utama pengajaran adalah mengelola persiapan, demonstrasi, dan pengelolaan proses dan hasil akhir untuk evaluasi diri. Namun, penting untuk ditekankan bahwa instruktur harus memahami model pembelajaran berbasis masalah untuk menerapkan teknik diskusi, presentasi, dan diskusi kelompok yang efisien di kelas.

Mohammad Rudiyanto; Ria Kasanova

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Karakter dan akhlak mahasiswa harus dikembangkan secara maksimal agar tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga berkembang di bidang non-akademik untuk mempertahankan rasa identitas diri mereka dalam menghadapi globalisasi. Oleh karena itu, penanaman budi pekerti luhur pada mahasiswa Indonesia merupakan hal yang paling mendesak yang perlu segera mendapat perhatian. Melalui investigasi ini, diyakini akan ditemukan taktik atau konsep untuk meningkatkan akhlak mulia di kalangan pelajar Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tinjauan literatur, yang memerlukan pengumpulan dan penilaian sumber dan fakta dari karya-karya yang diterbitkan seperti buku, jurnal, makalah, dan tesis. Teknik membaca semantik dan simbolik digunakan untuk memperoleh data. Berdasarkan temuan penelitian, pendidikan karakter harus terus dilaksanakan di lingkungan pendidikan tinggi guna meningkatkan dan menanamkan akhlak mulia pada mahasiswa. Guru besar bertanggung jawab untuk membina moralitas dan karakter mahasiswa. Melalui keteladanan yang diberikan oleh dosen dalam lingkungan akademik, mahasiswa akan melakukan peniruan dan cenderung memandang akademisi sebagai role model.

Nursyahdia Harahap

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi kematangan karier siswa kelas X, upaya guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kematangan karier siswa kelas X, pengembangan kematangan karier siswa kelas X di MAN 1 Padang Lawas Utara. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Data diperoleh dari guru BK,  koordinator BK/Wakasek Kesiswaan, dan 4 siswa kelas X. Hasil penelitian menyatakan bahwa (1) Menunjukkan bahwa kondisi kematangan karier siswa kelas X berbeda – beda, adanya bukti 15 siswa (7 laki – laki dan 8 perempuan) mengalami masalah pada kematangan karier tidak mendapatkan dukungan dari orang tua, tidak mengetahui kemampuan yang dimilikinya, tidak peduli dengan karier dan kurang memahami informasi karier, (2)  Upaya guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kematangan karier siswa kelas X dengan menerapkan layanan bimbingan kelompok, layanan konseling individu, (3) Mengembangkan kematangan karier siswa kelas X dengan bimbingan kelompok, memberikan dukungan kepada siswa, melengkapi failitas, memberikan pelatihan yang sesuai kebutuhan potensi yang dimilki siswa. Berdasarkan pada temuan penelitian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kematangan karier siswa kelas X dapat ditingkatkan melalui bimbingan karier, layanan bimbingan kelompok, layanan konseling individu yang dilakukan oleh guru BK MAN 1 Padang Lawas Utara.

Dea Rahma Damanik; Abdul Gani Jamora Nasution; Zakiyah Andiny Sihombing; Muhammad Fathoni; Tasya Fatiha +1 more

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Teori belajar adalah materi inti bagi seorang guru dalam praktik pembelajaran bagi siswa. Ini terkait dengan kemampuan profesional guru dalam melaksanakan tugas utamanya dalam mengajar. Jika dikaitkan dengan program pendidikan nasional, bahwa seorang guru harus memiliki keilmuan yang cukup dalam ilmu pedagogis, teori belajar merupakan hal yang mendasar. Oleh karena itu, makalah ini akan membahas beberapa teori tentang pengajaran dan pembelajaran yang secara luas dikenal di kalangan pakar pendidikan. Metodologi yang digunakan dalam karya ini adalah model analisis kualitatif deskriptif yang menguraikan teori secara rinci sehingga memungkinkan pembaca untuk memberikan analisis yang lebih mendalam. Oleh karena itu, isi teori mungkin sedikit sederhana, tetapi penjelasannya akan menjadi hal yang penting.

Sukatiah, Sukatiah

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

. Kita memahami bahwa media pembelajaran saat ini telah berkembang dengan pesat, namunkarena keterbatasan yang dimiliki SDN 22 Penjalaan maka guru kelas yang ada di sekolah tersebut harus pandai-pandai memanfaatkan sarana yang ada di sekitar sekolah untuk membuat pembelajaran lebih menarik. Namun belum semua guru mampu memanfaatkan sarana ynag ada disekitar sekolah untuk proses belajar mengajara bahkan cenderung tidak pernah digunakan dalam pembelajaran di kelas. Penulis merasakan dalam proses pembelajaran dengan mencoba beberapa metode yang ada. Pembelajaran kurang antusias dalam pembelajaran, ada yang ngobrol, melamun dan diam saja. Dari tes formatif yang dilakukan penulis pada akhir pembelajaran terlihat perolehan hasilnya. Sebagian besar (70%) siswa mendapatkan nilai dibawah KKM yang ditetapkan yaitu 70. Peneliti menawarkan alternatif pemencahan masalah dengan menerapkan pembelajaran mengguakan media lingkungan sekitar sekolah. Diharapkan dengan tidak selalu berada dikelas dan melihat lingkungan sekitar siswa jadi tidak merasa bosan dan jenuh akan media yang dipakai selama ini. Setelah melalui penelitian yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus tindakan kelas terjadi peningkatan perhatian belajar mengikuti perbaikan pembelajaran dengan mengunakan media lingkungan sekitar pada Mata Pelajaran IPA materi ciri-ciri dan kebutuhan mahluk hidup sebesar 42.5% yaitu sebelum penelitian sebanyak 50% dan sesudah siklus II Terjadi penelitian prestasi belajar setelah mengikuti penelitian tindakan perbaikan pembelajaran dengan mengunakan media lingkungan sekitar pada Mata Pelajaran IPA materi ciri-ciri dan kebutuhan mahluk hidup sebesar 67%. Sebelum penelitian sebanak 4 siswa (20% yang memperoleh nilai 65 dan setelah penelitian meningkatkan menjadi 19 siswa 95%)   Kata kunci: ,.

Pransiska; Mina Syafaati; Lilik Malihatin; Heny Kusmawati

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pendidikan memiliki kedudukan dan peranan yang sangat penting dikarenakan melalui pendidikan mampu membentuk kepribadian dari individu atau peserta didik. Pendidikan yakni salah satu kebutuhan manusia dalam mengembangkan diri sesuai dengan potensi yang pada diri manusia tersebut. Melalui penggunaan model Discovery Learning proses pembelajaran akan berubah yang semulanya guru lebih aktif menjadi peserta didik yang mengendalikan pembelajaran agar peserta didik mandiri. Dalam menggunakan model pembelajaran ini, guru harus menjelaskan tugas yang harus peserta didik laksanakan, tujuan tugas, informasi yang harus di cari, diolah, dibahas pada kelompok masing-masing. Tujuan  penelitian  ini  adalah untuk   mendeskripsikan implementasi Discovery Learning terhadap pembelajaran agama Islam di MTs Salafiyah Lahar Tlogowungu Pati. Jenis dalam penelitian yakni menggunakan penelitian kualitatif yang menggunakan beberapa pendekatan yakni pendekatan yuridis, pedagogis dan psikologis. Temuan peneliti menunjukkan bahwa komponen input yang meliputi sejumlah indikator antara lain silabus pembelajaran, rencana  pelaksanaan pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar sudah memadai untuk pelaksanaan rencana  pelaksanaan pembelajaran yang memenuhi standar kurikulum 2013. Yang kedua adalah elemen proses, yang mengikuti metodologi ilmiah dan memerlukan kegiatan seperti merangsang pengamatan, mengajukan pertanyaan melalui pernyataan masalah, penalaran melalui pengumpulan data, mengasosiasikan melalui pengolahan dan verifikasi data, dan berkomunikasi melalui generalisasi.  Pada  aspek pembelajaran pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam ini sejalan dengan sintaks model pembelajaran discovery. Komponen ketiga adalah output, yaitu penilaian sikap, pengetahuan, dan kemampuan sesuai dengan pedoman yang dituangkan dalam Permendikbud No. 66 tahun 2013.