Publication Search

95,605 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 141-160 of 2,098

Analytics

Saputro, Bambang Rinanto Adi; Novitasari, Dian; Febriana, Riska; Pujiastuti, Anasthasia

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Anemia masih menjadi masalah kesehatan yang banyak terjadi pada remaja putri dan wanita usia subur. Rendahnya pengetahuan mengenai pentingnya konsumsi tablet tambah darah dan vitamin B kompleks dapat meningkatkan risiko terjadinya anemia yang berdampak pada kesehatan dan produktivitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya konsumsi tablet tambah darah dan vitamin B kompleks sebagai upaya pencegahan anemia. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan melalui media leaflet yang dilaksanakan pada masyarakat Gintungan RT 06/RW 02, Desa Gogik, Ungaran Barat. Kegiatan diikuti oleh 37 peserta yang terdiri atas remaja putri, wanita usia subur, ibu hamil, ibu menyusui, dan masyarakat umum. Materi yang diberikan meliputi pengertian anemia, faktor risiko, manfaat tablet tambah darah dan vitamin B kompleks, aturan konsumsi, efek samping, faktor yang memengaruhi penyerapan zat besi, serta pola makan bergizi untuk mencegah anemia. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 35,1% setelah penyuluhan. Peserta juga menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai manfaat suplemen, cara konsumsi yang benar, dan upaya pencegahan anemia. Penyuluhan menggunakan media leaflet efektif sebagai sarana edukasi dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan anemia.

Sagita, Vina Anasthasia; Feronika, Cici

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Rekonsiliasi obat adalah salah satu standar pelayanan farmasi klinik di rumah sakit yang mengumpulkan informasi obat sebelum masuk rumah sakit, kemudian diselaraskan dengan resep obat saat masuk rumah sakit. Rekonsiliasi obat dilakukan untuk mencegah kesalahan dalam pengobatan (medication error). Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi implementasi rekonsiliasi obat terhadap keberhasilan pengobatan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain Systematic literature review mengacu pada PRISMA 2020 dengan metode pencarian PICO Framework. Artikel diperoleh melalui Google Scholar dengan kriteria penelitian di Indonesia, terbit tahun 2021–2025, tersedia full-text, dan terkait implementasi rekonsiliasi obat. Dari artikel yang teridentifikasi, 10 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara deskriptif. Rekonsiliasi obat terbukti menurunkan medication discrepancy dan medication error. Faktor yang memengaruhi implementasi meliputi keterlibatan apoteker klinik, kepatuhan staf terhadap standar operasional, komunikasi antarprofesi, dokumentasi yang lengkap, dukungan sistem informasi rumah sakit, serta karakteristik pasien dan karakteristik obat. Temuan ini sejalan dengan rekomendasi WHO melalui Medication Without Harm dan standar The Joint Commission. Rekonsiliasi obat merupakan strategi efektif untuk meningkatkan keselamatan pasien dan keberhasilan pengobatan. Penguatan kompetensi apoteker, kolaborasi interprofesi, sistem informasi, dan keterlibatan pasien diperlukan untuk mengoptimalkan implementasinya di Indonesia.

Mahardany, Beauty Octavia; Supriadi, Rizky Febriyanti; Amin, Erna

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Pertumbuhan anak usia 24–59 bulan merupakan periode penting yang dipengaruhi oleh kecukupan asupan zat gizi, salah satunya protein. Kekurangan protein dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan linier berupa stunting yang berdampak terhadap kualitas tumbuh kembang anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan protein dengan status pertumbuhan anak usia 24–59 bulan. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Bambu Kabupaten Mamuju. Sampel penelitian berjumlah 30 anak usia 24–59 bulan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data asupan protein diperoleh melalui food record, sedangkan status pertumbuhan diukur menggunakan indikator antropometri berat badan menurut umur (BB/U), tinggi badan menurut umur (TB/U), dan berat badan menurut tinggi badan (BB/TB). Analisis data menggunakan uji Spearman’s Rho dan Fisher’s Exact dengan tingkat kemaknaan ?=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 70% anak mengalami stunting berdasarkan indikator TB/U, terdiri dari kategori stunted sebesar 50% dan severely stunted sebesar 20%. Terdapat hubungan antara asupan protein dengan BB/U (p=0,05; r=0,593) dan TB/U (p=0,000; r=0,601), sedangkan tidak terdapat hubungan antara asupan protein dengan BB/TB (p=1,000; r=0,023). Kesimpulan penelitian ini adalah asupan protein berhubungan dengan status pertumbuhan anak terutama pada indikator TB/U. Pemenuhan protein yang cukup dan berkualitas, terutama protein hewani, perlu menjadi perhatian dalam upaya mendukung pertumbuhan dan mencegah gangguan pertumbuhan pada balita

Suswianti, Dwi; Kurniyanti, Mizam Ari; Apryanto, Frengky

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Asam urat merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar asam urat dalam darah, yaitu >7,0 mg/dL pada laki-laki dan >6,0 mg/dL pada perempuan. Kondisi ini sering dialami lansia akibat penumpukan kristal urat yang dapat menimbulkan nyeri dan gangguan mobilitas. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan adalah senam ergonomik berbasis budaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas inovasi senam ergonomik berbasis budaya terhadap kadar asam urat pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Pakis, Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan two-group pretest-posttest control group design. Sampel berjumlah 20 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi (10 responden) dan kelompok kontrol (10 responden). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon untuk mengetahui perubahan sebelum dan sesudah intervensi pada masing-masing kelompok serta uji Mann–Whitney untuk membandingkan hasil antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan kadar asam urat yang signifikan pada kelompok intervensi (p=0,046; p<0,05), sedangkan kelompok kontrol tidak mengalami perubahan bermakna (p=0,317; p>0,05). Perbandingan kadar asam urat pascaintervensi antara kedua kelompok juga menunjukkan perbedaan yang signifikan (p=0,001; p<0,05). Dengan demikian, inovasi senam ergonomik berbasis budaya yang dilakukan sebanyak empat kali selama dua minggu terbukti efektif dalam menurunkan kadar asam urat pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Pakis, Kabupaten Malang.

Salsabillah, Agnes Aulia; Zunaedi, Rosly; Yuliyanik

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja putri dan dapat berdampak pada penurunan konsentrasi belajar, kebugaran fisik, serta produktivitas. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian anemia adalah pola makan. Mengetahui hubungan antara pola makan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Widyagama Malang. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah responden sebanyak 24 siswi. Pengumpulan data pola makan menggunakan kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) yang telah dimodifikasi, sedangkan kadar hemoglobin diukur menggunakan alat Easy Touch. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan tingkat signifikansi ? = 0,05. Sebagian besar responden memiliki pola makan sehat sebanyak 13 responden (54,2%), pola makan kurang sehat sebanyak 9 responden (37,5%), dan pola makan tidak sehat sebanyak 2 responden (8,3%). Sebagian besar responden memiliki kadar hemoglobin normal sebanyak 20 responden (83,3%), sedangkan 4 responden (16,7%) memiliki kadar hemoglobin tinggi. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,051 dengan nilai p-value sebesar 0,812 (p>0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kadar hemoglobin pada remaja putri di SMA Widyagama Malang. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kadar hemoglobin pada remaja putri di SMA Widyagama Malang.

Gomes, Jumita Dos Santos; Satiti , Ika Arum Dewi; Zunaedi, Rosly

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Gangguan motorik halus pada anak usia prasekolah masih cukup tinggi, sehingga pada stimulasi untuk melatih kemampuan motorik halus anak, dalam melalui permainan edukatif seperti permainan kolase. Mengetahui pengaruh permainan kolase tematik terhadap kemampuan motorik halus anak usia prasekolah di TK Islam Gita Nanda Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan rancangan two group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 41 responden yang terdiri dari kelompok kontrol sebanyak 21 anak dan kelompok intervensi sebanyak 20 anak. Intervensi permainan kolase tematik dilakukan selama 25 menit sebanyak 6 kali pertemuan. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi kemampuan motorik halus. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann Whitney dengan taraf signifikansi ? = 0,05. Sebelum intervensi, seluruh responden (100%) pada kelompok intervensi berada pada kategori Belum Berkembang (BB). Setelah diberikan intervensi permainan kolase tematik, kemampuan motorik halus meningkat menjadi kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) pada seluruh responden (100%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,000 (<0,05), sedangkan pada kelompok kontrol tidak terdapat perubahan yang signifikan dengan nilai p-value = 0,157 (>0,05). Permainan kolase tematik berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan motorik halus anak usia prasekolah di TK Islam Gita Nanda Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Permainan kolase tematik dapat digunakan sebagai salah satu metode stimulasi perkembangan motorik halus pada anak usia prasekolah.

Pertiwi, Aditiyani Nugraha; Irawansyah; Hasanah, Uswatun

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Hipertensi atau silent killer menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas. Faktor yang berperan dalam peningkatan tekanan darah adalah kualitas tidur. Kualitas tidur yang buruk dapat menyebabkan aktivasi sistem saraf simpatis dan gangguan regulasi tekanan darah sehingga berkontribusi terhadap peningkatan derajat hipertensi. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan kualitas tidur dengan derajat hipertensi pada pasien dewasa di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Karang. Metode Penelitian yakni desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien dewasa yang terdiagnosis hipertensi. Teknik pengammbilan sampel menggunakan purposive sampling. Kualitas tidur diukur menggunakan kuesioner Pitssburgh Sleep Quality Index (PSQI). Derajat Hipertensi ditentukan berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah sesuai klasifikasi hipertensi. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikan 0,05. Hasil penelitian adalah terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan dderajat hipertensi pada penderita hipertensi. Implikasi pada penelitian ini menunjukkan pentingnya pemantauan dan peningkatan kualitas tidur sebagai bagian dari upaya pengendalian hipertensi. Edukasi mengenai pola tidur yang baik dapat menjadi salah satu strategi untuk membantu menurunkan risiko peningkatan derajat hipertensi pada pasien dewasa.

Sumarni, Rantiningsih; Aryani, Atik; Eriyanti, Etty; Suwarni, Anik

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Diabetes Mellitus (DM) adalah salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat, termasuk pada kelompok usia produktif. Deteksi dini melalui skrining glukosa darah sewaktu menjadi salah satu strategi penting dalam mengidentifikasi individu berisiko sehingga dapat dilakukan pemeriksaan konfirmasi dan penatalaksanaan lebih awal. Tujuan: untuk menganalisis hubungan antara hasil skrining glukosa darah sewaktu dengan kejadian Diabetes Mellitus pada kelompok usia produktif. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 30 responden usia 18–59 tahun yang mengikuti kegiatan Posbindu PTM di Desa Mandong dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan Fisher's Exact Test dan Odds Ratio (OR) dengan tingkat kemaknaan 95% (? = 0,05). Hasil: Sebanyak 21 responden (70,0%) tidak mengalami DM dan 9 responden (30,0%) mengalami DM. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara hasil skrining glukosa darah sewaktu dengan kejadian DM (p = 0,013). Responden dengan hasil skrining tidak normal memiliki kecenderungan peluang lebih tinggi mengalami DM (OR = 17,35; 95% CI: 0,90–336,24). Kesimpulan: Hasil skrining glukosa darah sewaktu berhubungan dengan kejadian Diabetes Mellitus pada usia produktif sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai metode skrining awal untuk mendukung deteksi dini di pelayanan kesehatan primer, yang selanjutnya perlu dikonfirmasi dengan pemeriksaan diagnostik standar.

Fauziah, Amanah; Watora, Wahyuni; Bayu Budiyanto, Angga

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Watermelon (Citrullus lanatus) contains vitamins and carotenoids, especially lycopene which functions as a natural red dye so it has the potential to be used as an active ingredient in lip tint. This study aims to formulate watermelon extract as a natural dye and a source of antioxidants in lip tint preparations and to evaluate the quality of the preparations to meet good requirements. This study was conducted experimentally with extract concentrations of 10%, 20%, and 30%. Then the physical properties of the preparations and antioxidant activity were tested. The results showed that all formulas met good physical characteristics, including a homogeneous preparation, a pH of around 5, a spreadability of 2-3 times, and a spreadability at F1 (6.49), F2 (6.57), F3 (6.09), and had maintained stability without changes in color, aroma, or shape, during storage. Antioxidant activity test shows that formula 1 (10%) has antioxidant activity in the very strong category (20.45 ppm), formula 2 (20%) is in the strong category (54.57 ppm), formula 3 (30%) is in the weak category (252.8 ppm). Overall, watermelon extract can be formulated into a good lip tint, but formula 3 (30%) shows lower activity which is thought to be due to the high extract concentration which triggers antagonistic interactions between compounds.

Sulasmin, Elin; Suhadi; Jafrianti

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Sistem rujukan pelayanan kesehatan yang terintegrasi dan responsif sangat krusial dalam mendukung keberhasilan Universal Health Coverage (UHC). Namun, dalam praktiknya masih sering ditemukan berbagai kendala seperti lamanya waktu tunggu, ketidakjelasan informasi, serta permasalahan administratif yang menghambat efektivitas pelayanan pasien BPJS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membuktikan secara empiris pengaruh akses informasi, kualitas pelayanan, dan peran tenaga kesehatan baik secara parsial maupun simultan terhadap efektivitas sistem penerimaan rujukan pasien BPJS di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Kendari. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan observasional analitik melalui pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh pasien rujukan BPJS dengan jumlah sampel sebanyak 240 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji asumsi klasik serta analisis regresi linear berganda berbantuan perangkat lunak SPSS. Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p-value sebesar 0,00 (p < 0,05) pada ketiga variabel bebas, yang mengonfirmasi adanya hubungan yang sangat signifikan secara statistik dengan efektivitas sistem penerimaan rujukan. Selanjutnya, hasil uji F membuktikan bahwa akses informasi (F = 380,762$), kualitas pelayanan (F = 394,506$), dan peran tenaga kesehatan (F = 394,506$) secara bersama-sama (simultan) memiliki pengaruh yang sangat kuat dan signifikan terhadap efektivitas sistem penerimaan rujukan pasien BPJS dengan tingkat signifikansi 0,000. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa akses informasi, kualitas pelayanan, dan peran tenaga kesehatan merupakan faktor determinan utama yang secara nyata memengaruhi keberhasilan dan kinerja efektivitas sistem rujukan di rumah sakit tersebut. Rumah sakit disarankan untuk terus mengoptimalkan integrasi teknologi informasi, meningkatkan daya tanggap petugas, serta memperkuat fungsi koordinasi tenaga kesehatan guna menekan kesalahan administrasi dan mempersingkat waktu tunggu pasien.

Dhone, Imelda; Ulfa, Miftakhul; Rufaindah, Ervin

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Ibu memiliki peran yang sangat penting dalam pencegahan stunting sejak masa prakonsepsi, kehamilan, hingga anak berusia dua tahun. Pengetahuan ibu mengenai gizi, stunting, dan praktik kesehatan anak menjadi dasar dalam menentukan pola asuh yang tepat . Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui Hubungan Persepsi Dengan pengetahuan ibu Dalam Pencegahan Stunting Pada Balita Di Puskesmas Mojolangu Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 0–59 bulan yang berkunjung ke Poli KIA Puskesmas Mojolangu sebanyak 50 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling .Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan distribusi variabel penelitian, serta analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (? = 0,05). Berdasarkan hasil penelitian  menunjukkan nilai p-value = 0,000 (< 0,05), sehingga H? ditolak dan H? diterima yaitu terdapat adanya  hubungan yang signifikan antara persepsi ibu dan pengetahuan tentang pencegahan stunting pada balita. Nilai koefisien korelasi sebesar (r=0,817). semakin positif persepsi ibu mengenai stunting maka semakin baik pula pengetahuannya tentang pencegahan stunting

Suriyani, Wa Ode; Majid, Ruslan; Jafrianti; Nazaruddin

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Perilaku merokok pada remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama rendahnya pengetahuan dan sikap terhadap bahaya merokok,prevalensi merokok pada remaja di Indonesia maupun Sulawesi Tenggara masih menunjukkan peningkatan dan berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap kesehatan, perkembangan, serta perilaku remaja. mengetahui Pengaruh Edukasi Kesehatan Melalui Media Poster Terhadap Pengetahuan Dan Perilaku Remaja Tentang Bahaya Merokok Di SMP Negeri 2 Parigi.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental, untuk menilai pengaruh edukasi kesehatan melalui media poster terhadap pengetahuan dan perilaku merokok remaja menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi, dengan analisis data meliputi uji normalitas Kolmogorov-Smirnov serta uji Paired Sample t-Test atau Wilcoxon pada tingkat signifikansi ? = 0,05.  hasil uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan bahwa diperoleh sig (2-tailed) 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pre test dan post test perilaku merokok sebelum dan sesudah diberikan edukasi kesehatan melalui media poster. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di SMP Negeri 2 Parigi, dapat disimpulkan bahwa edukasi kesehatan melalui media poster efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang bahaya merokok serta mendorong perubahan perilaku merokok ke arah yang lebih positif.

Fibrianti; Sajalia, Husniyati; Supini, R

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan masalah kesehatan di masyarakat. Penyakit ini banyak di derita oleh para perempuan di negara berkembang, Kanker serviks berawal dari adanya infeksi virus HPV yang terjadi karena pola perilaku hidup yang salah, penyebabnya adalah infeksi dari Human Vapiloma Virus (HPV) yang ditularkan melalui hubungan seksual dan ditemukan pada 95% kasus Kanker serviks. untuk mengetahui Hubungan Faktor Predisposisi dan Fakor Reinforcing dalam pelaksanaan Deteksi dini Kanker serviks Dengan metode IVA Test Pada Wanita Usia Subur di Desa Tembeng Putik wilayah kerja Puskesmas Wanasaba. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasinya wanita usia subur, jumlah sampel 38 orang dengan teknik pengambilan simple random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner, dan analisis menggunakan uji Chi Square. Hasil uji statistik menunjukkan Faktor Predisposisi (tingkat pendidikan)  didapatkan nilai p-value = 0,234 (>?=0,05), factor reinforcing (dukungan suami,)didapatkan nilai p-value = 0,004 (<?=0,05), Tidak Ada hubungan antara Faktor Predisposisi (tingkat pendidikan) dengan pelaksanaan Deteksi dini Kanker serviks metode IVA Test. Ada Hubungan antara factor reinforcing (dukungan suami,) dengan pelaksanaan Deteksi dini Kanker serviks metode IVA Test.

Wahyudi; Mu’awanah, Isnin Aulia Ulfah; Suryanto

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Anemia during pregnancy remains a common health problem and may lead to adverse outcomes for both mother and fetus. Hemoglobin and erythrocyte indices examination are important to identify anemia and describe erythrocyte morphology in pregnant women. This study aimed to describe hemoglobin levels and erythrocyte indices among anemic pregnant women at Sentosa Maternity Hospital. This research used a descriptive design with secondary data obtained from hematological examination results of pregnant women who underwent laboratory testing at Sentosa Maternity Hospital from January to December 2023. Data were analyzed descriptively and presented in frequency distribution tables. The results showed that out of 58 pregnant women undergoing hematological examination, 28 women (48%) were anemic with a mean hemoglobin level of 10.2 g/dL, while 30 women (52%) had normal hemoglobin levels with a mean of 12.8 g/dL. Based on erythrocyte indices, most anemic pregnant women had microcytic hypochromic anemia, accounting for 19 women (67%) with mean MCV of 72.3 fL, MCH of 29.8 pg, and MCHC of 33.9 g/dL, whereas 9 women (33%) had normocytic normochromic anemia with mean MCV of 83.4 fL, MCH of 29.6 pg, and MCHC of 33.4 g/dL. It can be concluded that nearly half of the examined pregnant women experienced anemia, with microcytic hypochromic anemia being the most dominant type.

Baktiyar, Joni; Rahmawati, Eva Silviana

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia. Rendahnya pengetahuan ibu mengenai pencegahan stunting merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian stunting. Penggunaan media flipbook sebagai media promosi kesehatan diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan ibu secara efektif. Mengetahui pengaruh promosi kesehatan menggunakan media flipbook terhadap pengetahuan pencegahan stunting pada ibu balita di Puskesmas Kragan II. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian berjumlah 1.126 ibu balita yang terdaftar di wilayah kerja Puskesmas Kragan II dan diperoleh sampel sebanyak 295 responden menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah pemberian promosi kesehatan menggunakan media flipbook. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi 0,05. Sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori kurang sebanyak 182 responden (61,7%). Setelah diberikan promosi kesehatan menggunakan media flipbook, mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan kategori baik sebanyak 257 responden (87,1%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan promosi kesehatan menggunakan media flipbook terhadap pengetahuan pencegahan stunting pada ibu balita. Promosi kesehatan menggunakan media flipbook terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu balita mengenai pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas Kragan II.

Hayatli, Miftahurrahmah El; Azzahrah, Sarah Haq; Harahap, Diva Nazwa; Annisa, Fadilah; Sitorus, Rezki Alya Mawaddah

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Malaria masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang berdampak terhadap angka kesakitan, kematian, dan produktivitas masyarakat. Perilaku pencegahan menjadi faktor penting dalam menurunkan risiko penularan malaria. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perilaku pencegahan terhadap risiko kejadian malaria pada masyarakat di Kabupaten Asahan. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 50 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mencakup penggunaan kelambu, penggunaan anti nyamuk, penggunaan pakaian pelindung, kebiasaan keluar rumah pada malam hari, kebersihan lingkungan, dan perilaku pencarian pengobatan. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki perilaku pencegahan yang baik (62,0%) dan risiko kejadian malaria yang rendah (66,0%). Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku pencegahan dengan risiko kejadian malaria (p=0,003). Responden dengan perilaku pencegahan kurang memiliki peluang 6,88 kali lebih besar mengalami risiko malaria tinggi (OR=6,88; 95% CI=1,84–25,68). Disimpulkan bahwa perilaku pencegahan berhubungan signifikan dengan risiko kejadian malaria di Kabupaten Asahan.

Istyanto, Febry; Liza Virgianti; Ika Wijayanti; Sophian Aswar

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Background: The rising global burden of hypertension presents a massive public health challenge, with its mitigation heavily tied to modifiable dietary factors. Among these, the escalating intake of sugar-sweetened beverages (SSBs) has emerged as a significant dietary risk. Objectives: This study aims to synthesize recent epidemiological evidence regarding the association between various types of sweetened beverages and the risk of hypertension. Methods: A narrative-analytical review was conducted by retrieving observational studies and meta-analyses published between 2023 and 2026 from the Scopus database using explicit keyword combinations targeting SSBs, prospective cohorts, and blood pressure outcomes. Findings: Synthesized data reveals that high consumption of traditional SSBs significantly increases hypertension risk by 13% (RR: 1.13) and elevates systolic blood pressure in children, primarily driven by excess liquid calories. Artificially sweetened beverages (ASBs) show a 14% risk increase in observational data, potentially confounded by reverse causation, whereas acute pure fructose ingestion triggers rapid transient blood pressure elevation. Energy drinks induce rapid 24-hour blood pressure spikes due to high caffeine content. Conversely, 100% pure fruit juice exerts a protective effect (RR: 0.74) via endothelial-improving polyphenols, while honey demonstrates a neutral effect. Implications: Public health policies must implement aggressive regulatory interventions, such as taxation on SSBs and energy drinks, alongside targeted dietary counseling that differentiates between harmful liquid sugars and protective natural fruit juices.

Indasari, Susi; Lestari, Hariati; Rusliafa, Jusniar

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan global dan terus meningkat setiap tahunnya. Penyakit ini tersebar luas dan menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat infeksi. Pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) merupakan salah satu strategi penting dalam upaya penanggulangan TB, khususnya pada kelompok berisiko seperti kontak serumah pasien TB, pelaksanaan program TPT di Kota Kendari masih belum optimal dan tergolong rendah dan Puskesmas Poasia merupakan puskesmas dengan jumlah kasus TB tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerimaan Terapi Pencegahan Tuberkulosis pada kontak serumah pasien TB dengan pendekatan teori Health Belief Model (HBM) di wilayah kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari tahun 2025. Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif yang dilaksanakan pada Maret 2026. Jumlah sampel sebanyak 80 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi dan persentase setiap variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak menerima TPT yaitu sebanyak 71 responden (88,8%), sedangkan yang menerima hanya 9 responden (11,2%). Mayoritas responden memiliki persepsi kerentanan dan keseriusan yang rendah, persepsi hambatan yang tinggi, serta efikasi diri yang rendah, sedangkan persepsi manfaat menunjukkan hasil yang cukup berimbang. Hal ini menunjukkan bahwa faktor-faktor dalam Health Belief Model berperan dalam memengaruhi penerimaan TPT. Diperlukan peningkatan edukasi dan dukungan tenaga kesehatan untuk meningkatkan kesadaran serta penerimaan TPT.

Anesta, Resqy Nongri; Effendy, Devi Savitri; Bahar, Hartati

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

ASI eksklusif merupakan pemberian Air Susu Ibu (ASI) tanpa tambahan makanan maupun minuman lain sejak bayi lahir hingga usia 6 bulan, kecuali obat dan vitamin. Setelah usia 6 bulan, pemberian ASI dilanjutkan bersama makanan pendamping ASI (MP-ASI) hingga usia 2 tahun. Penelitian ini bertujuan mengetahui  pemberian ASI eksklusif dan ASI lanjutan sampai usia 2 tahun di wilayah kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan terdiri dari 6 ibu menyusui berusia 6-24 bulan, 1 bidan,1 kader dan 3 suami yang dipilih menggunakan teknik snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Antecedent, ibu memiliki pengetahuan mengenai ASI eksklusif dan ASI lanjutan hingga usia 2 tahun. Faktor pekerjaan memengaruhi praktik pemberian ASI, terutama pada ibu bekerja yang harus memerah dan menyimpan ASI. Dukungan keluarga, khususnya suami menjadi faktor penting dalam memberikan bantuan selama proses menyusui. Selain itu, dukungan petugas kesehatan melalui edukasi mengenai pemberian ASI ekslusif dan ASI lanjutan. Behavior, ibu memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan dan melanjutkan ASI bersama MP-ASI. Proses menyusui dilakukan sesuai kebutuhan bayi dengan frekuensi sekitar 8–10 kali per hari dan durasi sekitar 10–15 menit setiap sesi. Namun, beberapa ibu mengalami produksi ASI yang tidak keluar sehingga beralih menggunakan susu formula. Consequence, pemberian ASI memberikan dampak positif peningkatan daya tahan tubuh bayi, serta menghemat ekonomi keluarga. Namun, ibu juga mengalami dampak negatif seperti kelelahan, puting lecet dan payudara bengkak.

Faza Khilwan Amna; Sandu, Yulius Virlando; Mayang, Setyani

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Kepuasan pasien merupakan indikator penting mutu pelayanan kesehatan, termasuk pelayanan radiologi yang berperan dalam menunjang diagnosis dan keputusan klinis. Penelitian ini bertujuan menggambarkan kepuasan pasien terhadap pelayanan Instalasi Radiologi Rumah Sakit Muhammadiyah Mardhatillah Randudongkal. Penelitian kuantitatif deskriptif ini menggunakan data sekunder survei kepuasan pasien Bulan Januari – Maret 2026. Sampel penelitian adalah 202 responden yang menerima pelayanan radiologi. Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi, persentase, rerata skor dan indeks kepuasan terkonversi. Hasil penelitian menunjukkan rerata kepuasan keseluruhan sebesar 3,53 dari skala 4,00 atau indeks 88,17. Nilai tertinggi terdapat pada perilaku petugas yang ramah, sopan, salam, senyum, dan empati (rerata 3,65; indeks 91,21), diikuti kompetensi tenaga kesehatan (rerata 3,57; indeks 89,23). Nilai terendah terdapat pada kewajaran biaya pelayanan (rerata 3,41; indeks 85,27), namun tetap berada pada persepsi positif. Pelayanan radiologi dipersepsikan baik oleh pasien, terutama pada aspek interpersonal dan kompetensi profesional. Perbaikan berkelanjutan perlu difokuskan pada budaya pelayanan Islami, waktu tunggu, penanganan keluhan, dan komunikasi biaya.