Publication Search

73,099 articles from 684 journals · 2,111 citations tracked

Showing 141-160 of 5,134

Analytics

Rahmi Nursyita; Elly Malihah; Supriyono Supriyono

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This study aims to explore the trends in the development of scientific publications on beauty privilege, focusing on the growth in the number of articles, citation trends, as well as keyword mapping and the dominant themes emerging in the literature. The method used is a literature review with a descriptive bibliometric approach, referring to the PRISMA model which includes four stages: identification, screening, eligibility, and inclusion. Data were collected from Google Scholar using the Publish or Perish (PoP) software, with the keyword “beauty privilege.” The analysis results show that the number of publications has increased significantly since 2021, peaking in 2023 and 2024. In terms of citations, 2023 is the most influential year, having the highest number of citations. Keyword analysis using VOSviewer generated seven topic clusters, with dominant keywords such as beauty privilege, body shaming, and social media. The conclusion of this study indicates that the topic of beauty privilege is becoming increasingly relevant and evolving, opening opportunities for further research from various social, cultural, and psychological perspectives.

Nine Elissa Maharani; Dewi Puspito Sari; Fiqi Nurbaya

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Permasalahan sampah memerlukan penangan yang serius, karena jika sampah tidak dikelola dengan baik maka akan menyebabkan masalah estetika, pencemaran bahkan kesehatan penghuni lingkungan tersebut. Pengelolaan sampah di Pasar Telukan yang tak bisa lepas dari sampah hasil kegiatan perdagangan memerlukan penyelesaikan terutama dari pedagang itu sendiri dalam hal sikap dan perilakunya dalam mengelola sampah. Ketersediaan fasilitas sarana dan prasarana pembuangan sampah juga menjadi faktor yang mempengaruhi pengelolaan sampah pasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan sampah di Pasar Telukan di Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo. Pada penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan menggunakan kuesioner dalam pengambilan data pada 111 pedagang di Pasar Telukan Sukoharjo.  Teknik sampling dengan menggunakan simple random sampling dan metode analisa data menggunakan uji chi square.  Hasil penelitian ini terdapat hubungan pengetahuan terhadap perilaku pedagang dalam pengelolaan sampah, terdapat hubungan positif dan signifikan sikap terhadap perilaku pedagang dalam pengelolaan sampah, dan fasilitas sarana prasarana terhadap perilaku pedagang dalam pengelolaan sampah di Pasar Telukan Grogol Sukoharo menunjukkan hubungan yang positif dan signifikan.

Nine Elissa Maharani; Dewi Puspito Sari; Fiqi Nurbaya

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Permasalahan sampah memerlukan penangan yang serius, karena jika sampah tidak dikelola dengan baik maka akan menyebabkan masalah estetika, pencemaran bahkan kesehatan penghuni lingkungan tersebut. Pengelolaan sampah di Pasar Telukan yang tak bisa lepas dari sampah hasil kegiatan perdagangan memerlukan penyelesaikan terutama dari pedagang itu sendiri dalam hal sikap dan perilakunya dalam mengelola sampah. Ketersediaan fasilitas sarana dan prasarana pembuangan sampah juga menjadi faktor yang mempengaruhi pengelolaan sampah pasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan sampah di Pasar Telukan di Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo. Pada penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan menggunakan kuesioner dalam pengambilan data pada 111 pedagang di Pasar Telukan Sukoharjo.  Teknik sampling dengan menggunakan simple random sampling dan metode analisa data menggunakan uji chi square.  Hasil penelitian ini terdapat hubungan pengetahuan terhadap perilaku pedagang dalam pengelolaan sampah, terdapat hubungan positif dan signifikan sikap terhadap perilaku pedagang dalam pengelolaan sampah, dan fasilitas sarana prasarana terhadap perilaku pedagang dalam pengelolaan sampah di Pasar Telukan Grogol Sukoharo menunjukkan hubungan yang positif dan signifikan.

Indri Basiru; Rambu Ina yowa; Gloria Maria Tilman De Araujo; Andiani Herlina Novianti; Tan Evan Tandiyono

Journal of Management and Social Sciences 2026 CV. Aksara Global Akademia

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan Instagram terhadap perilaku, identitas sosial, dan gaya hidup Generasi Z. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam terhadap empat informan Generasi Z yang aktif menggunakan Instagram, yakni Jay, Kalista, Manda, dan Maria. Selaras dengan empat rumusan masalah yang diajukan—mengenai pola penggunaan, pembentukan identitas, pengaruh terhadap gaya hidup, serta strategi pengelolaan—hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram memberikan pengaruh yang beragam: sebagai sumber informasi dan hiburan utama, sebagai platform pembentukan identitas dan personal branding, serta sebagai media yang memengaruhi gaya hidup meliputi fashion, pilihan makanan, dan destinasi wisata. Temuan juga mengungkapkan bahwa sebagian besar informan mampu mengontrol penggunaan Instagram secara mandiri melalui strategi seperti menonaktifkan akun, menghapus aplikasi sementara, dan memilah konten. Meskipun Instagram memberikan dampak positif seperti perluasan jaringan sosial dan akses informasi, terdapat potensi dampak negatif berupa gangguan aktivitas belajar dan tekanan sosial akibat standar kehidupan yang ditampilkan di platform tersebut. Penelitian ini menegaskan pentingnya literasi digital dan kemampuan manajemen diri dalam penggunaan media sosial, khususnya bagi Generasi Z yang tumbuh bersama teknologi digital.

Thalita Hunafa Adianty; Rifaldini; Silvi Anugrah Wulandari; Madita Putri Utami

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pendidikan karakter menjadi fokus penting dalam dunia pendidikan karena meningkatnya tantangan moral peserta didik di era globalisasi dan digitalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah menengah, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasinya, serta menganalisis dampaknya terhadap perkembangan moral peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SMK Plus Al-Ghifari. Subjek penelitian meliputi guru Bimbingan dan Konseling, wali kelas, dan siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi, dan analisis dokumen sekolah, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter telah diintegrasikan dalam proses pembelajaran dan budaya sekolah, dengan dukungan utama berupa kepedulian guru, kerja sama dengan orang tua, serta inisiatif peserta didik. Namun, implementasi masih menghadapi kendala seperti pengaruh lingkungan sosial, keterlibatan keluarga yang belum optimal, ketidakkonsistenan ketegasan pendidik, dan kesulitan adaptasi peserta didik baru. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sinergi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan untuk meningkatkan keberlanjutan dan efektivitas pendidikan karakter.

Febriana Krisdayanti Barus; Charles Fransiscus Ambarita

JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN (JISE) 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Latar belakang penelitian ini berakar pada fenomena kemajuan yang tidak merata di antara indikator pembangunan di Sumatera Utara, di mana Indeks Pembangunan Manusia (IPM), meskipun diklasifikasikan dalam kategori “tinggi”, belum secara konsisten berkontribusi pada penurunan tingkat pengangguran. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh IMB, tingkat kemiskinan, dan tingkat pengangguran terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sumatera Utara. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda menggunakan data deret waktu dari tahun 2010 hingga 2025 yang bersumber dari BPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, IPM, kemiskinan, dan pengangguran secara signifikan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi daerah. Secara parsial, IMB memiliki pengaruh positif dan signifikan, menunjukkan bahwa investasi dalam kualitas modal manusia meningkatkan produktivitas ekonomi. Sebaliknya, baik tingkat kemiskinan maupun tingkat pengangguran terbuka menunjukkan pengaruh negatif dan signifikan, yang menyiratkan bahwa peningkatan variabel-variabel ini cenderung menghambat ekspansi ekonomi. Lebih lanjut, variabel independen yang dimasukkan dalam model ini menjelaskan 49,49% variasi pertumbuhan ekonomi, sedangkan proporsi sisanya dijelaskan oleh faktor eksternal di luar cakupan penelitian ini. Hasil ini menyoroti pentingnya penerapan kebijakan yang menyelaraskan pengembangan sumber daya manusia dengan tuntutan pasar tenaga kerja untuk mengatasi masalah pengangguran terdidik.

Kustiawardani , Elen; Qoiatul Mafaza, Chelindra; Surayanah

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

PPKn di sekolah dasar berperan penting dalam membentuk karakter dan kesadaran kewarganegaraan peserta didik sejak dini. Namun, dalam praktiknya guru menghadapi berbagai hambatan yang memengaruhi optimalisasi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis hambatan dan tantangan implementasi pembelajaran PPKn di kelas IV SD Negeri Gaprang 01. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan angket. Data kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian terdiri atas guru kelas IV dan 18 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berjalan cukup baik dan memperoleh respons positif siswa, khususnya pada aspek sikap dan pemahaman nilai kewarganegaraan. Tantangan utama meliputi penyampaian materi abstrak, perbedaan kemampuan akademik, serta keberagaman latar belakang sosial-ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan penggunaan media konkret, strategi diferensiasi, serta pendekatan pembelajaran yang adaptif dan inklusif.

Indah Sumandani; Chairul Adhim; Asmawati Asmawati

Jurnal Manajemen Riset Inovasi 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Transformasi digital dalam sistem transaksi ekonomi telah menggeser pola konsumsi masyarakat menuju penggunaan layanan finansial berbasis teknologi yang lebih instan, namun di sisi lain berpotensi memicu perilaku belanja yang tidak rasional. Fenomena ini tampak pada pesatnya adopsi fitur Buy Now Pay Later (BNPL) yang menawarkan fleksibilitas pembayaran tanpa agunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan sistem pembayaran Shopee PayLater terhadap perilaku konsumtif mahasiswa STIE Yapis Dompu. Shopee PayLater merupakan inovasi layanan keuangan digital yang memberikan kemudahan transaksi dengan kalangan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Data diperoleh melalui kuesioner kepada 94 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Shopee PayLater berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa. Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 serta koefisien determinasi sebesar 55,2%, yang menunjukkan kontribusi variabel penggunaan Shopee PayLater terhadap konsumtif mahasiswa. Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi penggunaan Shopee PayLater, maka semakin tinggi pula perilaku konsumtif mahasiswa STIE Yapis Dompu.

Fiky Maulana Rohman; Putri Dwi Aprilia Nur Khasanah

JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN (JISE) 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Abstrak. Perkembangan teknologi informasi telah mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memanfaatkan sistem penjualan berbasis online. Meskipun memberi kemudahan, sistem ini juga menimbulkan tantangan baru, khususnya dalam hal pengendalian internal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana UMKM di Kota Malang menerapkan pengendalian internal dalam aktivitas penjualan online, dengan fokus pada aspek seperti pengendalian lingkungan, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, komunikasi, dan pemantauan. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara dan observasi, hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar UMKM belum menerapkan sistem pengendalian internal secara optimal, terutama dalam dokumentasi transaksi, pemisahan tugas, dan otorisasi pembayaran. Oleh karena itu, disarankan agar UMKM mulai menerapkan prinsip-prinsip dasar pengendalian internal sesuai dengan kapasitas dan kebutuhan usaha untuk menunjang kelangsungan dan kepercayaan pelanggan dalam kegiatan bisnis online.

Putra, Adam Pramugio; Azlin Resiana

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini mengkaji tentang Analisis Semiotika Roland Barthes pada Tingkuluak patiak di Nagari Cupak. Latar belakang berlandaskan pada pentingnya pelestarian nilai budaya Minangkabau yang muncul dalam pakaian adat tradisional yakni tingkuluak patiak ditinjau dari segi bentuk, bahan, warna, dan motif sebagai simbol identitas perempuan khususnya bundo kanduang. Tujuannya adalah untuk mengungkap makna denotasi, konotasi, dan mitos yang terkandung serta menjelaskan fungsi simboliknya dalam prosesi pernikahan di Nagari Cupak. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui pengamatan, wawancara, disertai dengan catatan lapangan terkait tingkuluak patiak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa denotasi dari tingkuluak patiak merupakan penutup kepala yang digunakan oleh perempuan memiliki bentuk seperti kipas dengan lima lipatan mengembang di sisi kanan dan kiri terbuat dari kain lame kemudian diberi kanji agar tampak kokoh. Secara konotasi berdasarkan pada bentuk lipatan yang ada di tingkuluak patiak mencerminkan simbol identitas masyarakat dengan adanya lima suku yang mendiami wilayah Nagari Cupak. Mitosnya, tingkuluak patiak dimaknai sebagai ideologi yang hidup dalam masyarakat dengan adanya penghormatan terhadap leluhur yang dianggap oleh masyarakat setempat. Tingkuluak patiak digunakan hanya saat menjalani prosesi pernikahan yang berfungsi sebagai penanda status dan kehormatan serta menegaskan peran bagi mande rubiah dan bundo kanduang di Nagari Cupak.

Rostiana, Aneva; Cantika, Cherin Denis Fera; Surayanah

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan memahami pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) sebagai upaya meningkatkan pemahaman nilai-nilai Pancasila pada siswa kelas 5A di SDN 1 Bendogerit Kota Blitar. Penelitian ini dilatarbelakangi pentingnya pendidikan karakter berlandaskan Pancasila dalam membentuk generasi berakhlak, disiplin, dan bertanggung jawab di tengah tantangan globalisasi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode wawancara terpusat dan observasi langsung terhadap guru serta proses pembelajaran. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan guru berperan aktif sebagai teladan dalam membentuk nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, sopan santun, dan kejujuran siswa. Penguatan nilai Pancasila juga didukung budaya sekolah melalui program pagi rutin dan kegiatan literasi berkelanjutan. Faktor pendukung utama ialah keteladanan guru dan lingkungan yang kondusif, sedangkan tantangan meliputi kebutuhan siswa yang beragam serta keterbatasan sarana digital. This study aims to understand the implementation of Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) as an effort to enhance students’ understanding of Pancasila values among fifth-grade students at SDN 1 Bendogerit, Blitar City. The research is motivated by the importance of character education based on Pancasila in shaping a generation that is virtuous, disciplined, and responsible amid the challenges of globalization. A descriptive qualitative approach was employed, using focused interviews and direct classroom observations involving teachers and the learning process. Data were analyzed through the stages of data reduction, presentation, and conclusion drawing systematically. The results indicate that teachers play an active role as role models in cultivating students’ values of discipline, responsibility, cooperation, politeness, and honesty. The reinforcement of Pancasila values is also supported by the school culture through regular morning programs and continuous literacy activities. The main supporting factors include teacher exemplarity and a conducive school environment, while challenges involve diverse student needs and limited digital learning facilities. 

Mohamamd Makbul; Awan Dharmawan; Muhaimin

Journal of Law and Administrative Science (JLAS) 2026 Universitas Teknologi Surabaya

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah dalam upaya pemenuhan gizi masyarakat yang dilaksanakan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penyedia layanan pangan. Dalam implementasinya, setiap SPPG diwajibkan memiliki sejumlah legalitas keamanan pangan, seperti Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), dan Sertifikat Halal guna menjamin mutu serta keamanan produk makanan yang didistribusikan kepada penerima manfaat. Namun demikian, masih ditemukan SPPG yang belum memenuhi persyaratan sertifikasi tersebut tetapi telah beroperasi dan ditetapkan sebagai penyedia layanan dalam Program MBG. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk inkonsistensi regulasi dalam sertifikasi keamanan pangan pada SPPG serta mengkaji dampaknya terhadap implementasi Program MBG. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka. Data penelitian diperoleh melalui studi dokumentasi terkait implementasi sertifikasi keamanan pangan pada SPPG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inkonsistensi regulasi terjadi akibat disharmoni kebijakan antar institusi, perbedaan standar operasional sertifikasi, lemahnya mekanisme validasi dan audit oleh Badan Gizi Nasional (BGN), serta seringnya pelanggaran administratif dan rendahnya penerapan sanksi. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya jaminan kualitas dan keamanan pangan, ketidakpastian standar kandungan gizi produk makanan, serta potensi kerugian bagi penerima manfaat, khususnya siswa, ibu menyusui, dan lansia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa harmonisasi regulasi, standardisasi mekanisme sertifikasi, serta penguatan koordinasi dan konsistensi penerapan sanksi merupakan faktor penting dalam meningkatkan efektivitas sertifikasi keamanan pangan pada SPPG guna mendukung keberhasilan implementasi Program MBG secara berkelanjutan.

Ruth Maya Londong Palayu; Lusia Narsia Amsad; Nazih Sadatul Kahfi

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Literasi membaca merupakan kompetensi dasar yang penting dalam mendukung perkembangan akademik murid sekolah dasar, namun kemampuan membaca pemahaman, khususnya pada tingkat kalimat sederhana, masih menjadi permasalahan di berbagai satuan pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan gerakan literasi membaca pemahaman melalui buku cerita dalam meningkatkan keterampilan membaca kalimat sederhana pada murid kelas III SD Inpres Anduam. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pra-eksperimen tipe one-group pretest–posttest. Subjek penelitian terdiri atas 9 murid kelas III yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui tes keterampilan membaca kalimat sederhana sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji paired samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan membaca murid, ditandai dengan kenaikan skor rata-rata dari 58,22 pada pretest menjadi 78,56 pada posttest (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa gerakan literasi membaca pemahaman berbasis buku cerita efektif dalam membantu murid memahami struktur dan makna kalimat sederhana. Penelitian ini merekomendasikan penerapan gerakan literasi membaca pemahaman secara berkelanjutan sebagai strategi pembelajaran membaca di sekolah dasar.

Oktavenasari, Nabilla Ayu; Anisah, Laili Nur

Journal of Law and Administrative Science (JLAS) 2026 Universitas Teknologi Surabaya

Abstract. The high number of cases of violence against children, particularly children with disabilities, presents unique challenges for law enforcement, especially during investigations. One case that has captured public attention occurred in the Sleman judicial district. A child with a disability was abused in various ways by a caregiver at a daycare center. The research questions addressed in this study are, How does the law enforcement process for cases of violence against children with disabilities (a case study of child abuse in Sleman Regency) proceed at the investigation and prosecution stages; What challenges are encountered in the law enforcement process for cases of violence against children with disabilities at the investigation and prosecution stages? The research method used is empirical legal research, with data sources obtained through direct field research at police stations and district attorneys’ offices. Data were collected through interviews with informants. The research findings indicate that the legal enforcement process for cases of violence against children with disabilities, both at the investigative and prosecutorial stages, proceeds in accordance with procedures up to Stage 1 (the first stage), wherein the investigator submits the case file to the prosecutor’s office, and the prosecutor’s office has returned the case file (P19) to be supplemented in accordance with the public prosecutor’s instructions. The challenge faced is that the victim is no longer proactive regarding the reported case. Keywords: Violence, Children with Disabilities, Daycare, Investigation. Abstrak. Banyaknya kasus kekerasan pada anak, terutama anak dengan disabilitas menjadikan penegakan hukum memiliki tantangan tersendiri terutama pada saat pemeriksaan. Salah satu kasus yang menyita perhatian public terjadi di wilayah hukum Sleman. Anak disabilitas dianiaya oleh pengasuh dari tempat penitipan dengan berbagai cara. Rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini, yaitu: Bagaimana proses penegakan hukum kasus kekerasan anak disabilitas (studi kasus kekerasan anak di wilayah Kabupaten Sleman) di tingkat penyidikan dan penuntutan; Bagaimana kendala yang dihadapi dalam proses penegakan hukum kasus kekerasan anak disabilitas (studi kasus kekerasan anak di wilayah hukum Kabupaten Sleman) di tingkat penyidikan dan penuntutan. Metode penelitian yang digunakan dalam yaitu penelitian yuridis empiris dengan sumber data melakukan penelitian secara langsung di lapangan, yakni di kepolisian dan kejaksaan. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara narasumber. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penegakan hukum kasus kekerasan anak disabilitas (studi kasus kekerasan anak di wilayah hukum Sleman) baik di tingkat penyidikan dan di tingkat penuntutan berjalan sesuai prosedur sampai dengan tahap 1 (pertama) yaitu penyidik melakukan kirim berkas perkara kepada pihak kejaksaan dan dari pihak kejaksaan telah melakukan pengembalian berkas perkara (P19) untuk dilengkapinya berkas tersebut sesuai dengan petunjuk Jaksa Penuntut Umum. Kendala yang dihadapi yaitu pihak korban sudah tidak proaktif terkait kasus yang dilaporkan. Kata kunci: Kekerasan, Anak Disabilitas, Rumah Penitipan Anak, Penyidikan.

Chadijah, Siti; Hakim, Lukman; Ekawati, Dian; Tajudin

Journal of Law and Administrative Science (JLAS) 2026 Universitas Teknologi Surabaya

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memastikan kesesuaian dan konsistensi Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025 dalam sistem peraturan perundang-undangan Indonesia, khususnya terkait kebijakan penetapan Ibu Kota Nusantara sebagai Ibu Kota Politik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kedudukan Peraturan Presiden dalam hierarki hukum, menilai tingkat konsistensinya dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022, serta mengkaji implikasi hukum dan kelembagaan yang ditimbulkan. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, serta analisis kualitatif terhadap bahan hukum sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara formal Peraturan Presiden tersebut memiliki kedudukan yang sah, namun secara substansial terdapat potensi perluasan norma yang melampaui fungsi teknisnya sehingga menimbulkan tantangan dalam konsistensi regulasi. Selain itu, ditemukan adanya implikasi hukum dan kelembagaan yang memerlukan penguatan koordinasi dan kejelasan kewenangan antar lembaga. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya harmonisasi regulasi dan penguatan tata kelola kelembagaan guna menjamin kepastian hukum dan efektivitas kebijakan pembangunan Ibu Kota Nusantara.

Salsabila Husna; Nela Safelia

Journal of Management and Social Sciences 2026 CV. Aksara Global Akademia

Laporan Tugas Akhir ini berjudul “Mekanisme Penagihan Piutang Tertunggak Pelanggan PT XYZ Pada. Tujuan Laporan Tugas Akhir ini Adalah untuk menganalisis mekanisme penagihan piutang tertunggak pelanggan PT XYZ pada PT XYZ, mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan penagihan, serta mengetahui upaya yang dilakukan perusahaan dalam mengatasi permasalahan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam proses penagihan piutang. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif untuk memberikan gambaran mengenai pelaksanaan mekanisme penagihan piutang tertunggak di perusahaan.

Mokhamad Syihabul Khoir; Imam Muhannad; Aryo Nugroho

JURNAL ILMIAH SAINS TEKNOLOGI DAN INFORMASI (JITI) 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Lagu Jawa modern merupakan perkembangan kontemporer dari musik tradisional Jawa yang semakin banyak dinikmati generasi muda melalui platform digital. Namun, meningkatnya jumlah lagu baru membuat pengguna sulit menemukan lagu yang sesuai dengan preferensi musikal jika pencarian hanya dilakukan berdasarkan judul atau nama artis. Penelitian ini mengembangkan pendekatan rekomendasi berbasis konten melalui klasterisasi fitur audio terhadap 100 lagu Jawa modern yang dikumpulkan dari YouTube. Fitur audio diekstraksi menggunakan Librosa pada Python, meliputi tempo BPM, danceability, RMS energy, zero-crossing rate, MFCC means, spectral contrast means, dan chroma features means, sehingga setiap lagu menghasilkan 36 fitur numerik. Algoritma K-Means digunakan untuk membentuk tiga klaster, PCA digunakan untuk memvisualisasikan distribusi klaster, dan Silhouette Score digunakan untuk mengevaluasi kualitas pengelompokan. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga gaya musikal yang dapat diinterpretasikan, yaitu Jawa modern enerjik, lagu tradisional atau akustik, serta Jawa eksperimental atau ambient, dengan Silhouette Score sebesar 0,114. Temuan ini menunjukkan bahwa fitur audio mampu merepresentasikan karakter lagu secara objektif dan mendukung sistem rekomendasi adaptif untuk pelestarian musik daerah. Pendekatan ini juga membantu memperluas akses pendengar terhadap kekayaan musik lokal di era digital secara berkelanjutan.

Mokhamad Syihabul Khoir; Imam Muhannad; Aryo Nugroho

JURNAL ILMIAH SAINS TEKNOLOGI DAN INFORMASI (JITI) 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Lagu Jawa modern merupakan perkembangan kontemporer dari musik tradisional Jawa yang semakin banyak dinikmati generasi muda melalui platform digital. Namun, meningkatnya jumlah lagu baru membuat pengguna sulit menemukan lagu yang sesuai dengan preferensi musikal jika pencarian hanya dilakukan berdasarkan judul atau nama artis. Penelitian ini mengembangkan pendekatan rekomendasi berbasis konten melalui klasterisasi fitur audio terhadap 100 lagu Jawa modern yang dikumpulkan dari YouTube. Fitur audio diekstraksi menggunakan Librosa pada Python, meliputi tempo BPM, danceability, RMS energy, zero-crossing rate, MFCC means, spectral contrast means, dan chroma features means, sehingga setiap lagu menghasilkan 36 fitur numerik. Algoritma K-Means digunakan untuk membentuk tiga klaster, PCA digunakan untuk memvisualisasikan distribusi klaster, dan Silhouette Score digunakan untuk mengevaluasi kualitas pengelompokan. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga gaya musikal yang dapat diinterpretasikan, yaitu Jawa modern enerjik, lagu tradisional atau akustik, serta Jawa eksperimental atau ambient, dengan Silhouette Score sebesar 0,114. Temuan ini menunjukkan bahwa fitur audio mampu merepresentasikan karakter lagu secara objektif dan mendukung sistem rekomendasi adaptif untuk pelestarian musik daerah. Pendekatan ini juga membantu memperluas akses pendengar terhadap kekayaan musik lokal di era digital secara berkelanjutan.

Masyrofi, Mohammad Iqbal Faza; Lisa Puspita Ariyanto; Meryanalinda Meryanalinda

JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI DAN INOVASI 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Korosi pada material stainless steel dalam lingkungan basa dan temperatur tinggi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi umur pakai peralatan pada sistem netralisasi minyak sawit. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh temperatur dan kecepatan pengadukan terhadap laju korosi serta membandingkan ketahanan korosi baja tahan karat SS304 dan SS316 dalam larutan NaOH 1 M. Pengujian dilakukan menggunakan metode weight loss berdasarkan standar ASTM G31–72 selama 49 hari dengan variasi temperatur 70°C, 90°C, dan 110°C serta kecepatan pengadukan 100 rpm, 200 rpm, dan 300 rpm. Laju korosi dihitung berdasarkan kehilangan massa spesimen dan dianalisis menggunakan klasifikasi ketahanan korosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan temperatur dan kecepatan pengadukan menyebabkan peningkatan laju korosi pada kedua material. Nilai laju korosi tertinggi diperoleh pada SS304 sebesar 0,0247 mm/tahun pada kondisi 110°C dan 300 rpm, sedangkan nilai terendah diperoleh pada SS316 sebesar 0,0124 mm/tahun pada kondisi 70°C dan 100 rpm. Secara umum, SS316 menunjukkan ketahanan korosi yang lebih baik dibandingkan SS304 karena kemampuan mempertahankan lapisan pasif yang lebih tinggi. Berdasarkan klasifikasi ketahanan korosi, sebagian besar kondisi pengujian berada pada kategori sangat baik sehingga kedua material masih layak digunakan pada sistem netralisasi minyak sawit, dengan SS316 lebih direkomendasikan untuk kondisi operasi yang lebih agresif.

Karina Noviyanti; Karin Nafalia Putri; Genti Deslita; Zairliana Mayanthi; Anisah Dwi Tiara Fitri +4 more

JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hubungan antara gerakan meroda dan kayang pada atlet senam di Rizfa Gimnastik Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh atlet senam yang aktif di Rizfa Gimnastik Kota Jambi. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan pengukuran kemampuan fisik serta keterampilan gerakan meroda dan kayang. Alat analisis data menggunakan uji korelasi Pearson product-moment. Temuan penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan pengaruh positif antara penguasaan gerakan kayang terhadap kemampuan meroda pada atlet. Atlet yang memiliki kelentukan kayang yang baik cenderung mampu melakukan gerakan meroda dengan teknik yang lebih stabil dan sempurna. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya bagi pelatih senam untuk memperkuat latihan dasar kelenturan tubuh melalui gerakan kayang sebagai modalitas utama sebelum meningkatkan kompleksitas gerakan senam lantai seperti meroda.