Publication Search

70,860 articles from 625 journals · 1,760 citations tracked

Showing 141-160 of 642

Analytics

Novianti, Delpi

Jurnal Silih Asuh : Teologi dan Misi 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Relativisme sebagai pandangan filsafat modern menolak adanya kebenaran yang absolut, termasuk dalam ranah keagamaan dan moralitas. Dalam konteks pendidikan Kristen, pemikiran ini menjadi tantangan serius karena menggoyahkan dasar epistemologis iman yang menegaskan bahwa Allah adalah sumber kebenaran sejati. Relativisme menempatkan manusia sebagai ukuran kebenaran, sehingga setiap pandangan dianggap sah menurut keyakinan pribadi, budaya, atau pengalaman masing-masing. Akibatnya, nilai-nilai objektif yang bersumber dari wahyu ilahi semakin kabur di tengah sistem pendidikan yang cenderung menekankan kebebasan berpikir tanpa batas moral. Tantangan ini meliputi tiga dimensi utama: penolakan terhadap kebenaran absolut, pandangan bahwa semua agama sama, dan keyakinan bahwa kebenaran bersandar pada pengalaman subjektif. Ketiganya menyebabkan peserta didik kehilangan arah moral dan spiritual yang jelas. Pendidikan Kristen dituntut untuk merespons dengan menegaskan kembali kebenaran yang bersumber dari firman Tuhan, memperkuat kemampuan berpikir kritis berbasis iman, serta mengembangkan kurikulum yang mengintegrasikan nilai-nilai Alkitabiah dalam seluruh bidang ilmu. Guru Kristen memiliki peran strategis dalam menanamkan keyakinan bahwa Kristus adalah kebenaran yang hidup dan tidak berubah di tengah dunia yang terus bergeser secara ideologis. Dengan demikian, pendidikan Kristen bukan hanya berfungsi mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan cara pandang dunia yang berakar pada kebenaran Allah yang kekal, sebagai jawaban terhadap arus relativisme yang mengaburkan makna sejati dari kebenaran.

Soumilena, Selfiana

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kode etik guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) dan keteladanan teologis dalam praktik pendidikan di sekolah menengah. Guru PAK tidak hanya dipandang sebagai penyampai pengetahuan kognitif, tetapi juga sebagai teladan hidup yang menghadirkan nilai-nilai Kristiani melalui sikap, perkataan, dan tindakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka terhadap berbagai literatur terkini yang membahas etika profesi guru, teologi pendidikan, serta praktik pendidikan agama Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman guru PAK terhadap kode etik masih bervariasi, mulai dari yang melihatnya sekadar aturan administratif hingga yang menafsirkannya sebagai panggilan iman dan tanggung jawab moral. Keteladanan teologis terbukti menjadi aspek penting dalam implementasi kode etik karena guru PAK dituntut untuk menunjukkan konsistensi antara ajaran iman dan perilaku nyata. Implementasi kode etik dalam praktik pendidikan terlihat dalam pengajaran, relasi interpersonal, dan kerja sama kelembagaan, meski menghadapi tantangan etis seperti dilema nilai, tekanan eksternal, serta pengaruh media digital. Temuan juga menegaskan bahwa kode etik dan keteladanan teologis guru PAK berperan signifikan dalam pendidikan karakter siswa, membentuk integritas, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Kesimpulannya, integrasi antara kode etik profesional dan keteladanan teologis memungkinkan guru PAK menjadi agen transformasi moral dan spiritual yang relevan di tengah kompleksitas pendidikan modern. Penelitian ini menekankan perlunya pembinaan berkelanjutan bagi guru PAK agar mampu menghidupi kode etik dan menghadirkan teladan Kristiani dalam proses pendidikan.

DSS, Thermanto; Triyanto, Yoel

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini bertujuan untuk menafsir ulang makna iman anak berkebutuhan khusus melalui sudut pandang teologi disabilitas dalam konteks budaya serta pelayanan gerejawi di Indonesia. Anak berkebutuhan khusus, seperti autisme, sindrom down, hiperaktif, cerebral palsy, dan hambatan intelektual lainnya, acapkali dilihat dari sudut pandang medis atau psikologis saja. Sedangkan melalui sudut pandang spiritual mereka seringkali diabaikan atau dianggap tidak penting. Umumnya dalam banyak gereja, konsep iman masih sangat idealis, bergantung pada kapasitas intelektual dan kemampuan lisan. Hal ini mengakibatkan anak berkebutuhan khusus acapkali tidak bisa mengekspresikan iman yang "benar" sehingga seringkali dianggap kurang memiliki iman. Studi ini memakai metode penelitian literatur dengan mengkaji berbagai macam teori dan pendekatan dalam teologi disabilitas modern, seperti yang dikembangkan oleh tokoh seperti Amos Yong, John Swinton, maupun Thomas Reynolds. Studi ini juga mengaitkannya dalam konteks sosial-budaya dan konteks gerejawi di Indonesia. Artikel ini menunjukkan bahwa anak berkebutuhan khusus memiliki kapasitas spiritual yang asli, meskipun melalui cara pemahaman dan mengekspresikan iman yang berbeda dari anak reguler. Mereka dapat juga berperan aktif dalam lingkup liturgi dan aktivitas gerejawi. Dalam wilayah negara Indonesia, norma atau etika lokal seperti gotong royong, empati kolektif, serta penghargaan terhadap perbedaan dapat menjadi landasan berpikir teologis untuk membangun gereja yang lebih ramah anak berkebutuhan khusus. Kesimpulannya, penelitian ini mengundang gereja serta komunitas Kristen di Indonesia untuk memandang anak berkebutuhan khusus bukan hanya sebagai pihak yang menjadi sasaran pelayanan saja, namun juga sebagai subjek yang memiliki iman yang utuh, yang berharga, yang memiliki kontribusi spiritual yang dapat ikut serta membangun tubuh Kristus dalam kebhinekaan.

Istijabath Istijabath; Vera Imanti; Galih Fajar Fadillah

Jurnal Hasil Kegiatan Bersama Masyarakat 2025 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

The formation of manners from an early age is crucial in building children's character with noble morals. Children at the Al-Quran Educational Park (TPA) often face challenges in understanding and applying adab values ​​in everyday life. This service activity aims to implement the Five Basic ABC Media as an intervention effort to increase understanding and application of etiquette among TPA children. This media is based on five main principles: Accept, Belief, Confidentiality, Empathy and Respect. The method used in this service is an interactive learning method involving 12 TPA children as subjects. Intervention is carried out through various educational activities, such as interactive games, manners simulations, discussions that focus on building positive character. The results of this service activity show that the application of the Five Basic ABC Media can provide practical understanding and ethical behavior to children, which is demonstrated through FGD activities. The conclusion from this service activity is that the Five Basic ABC Media is a fairly effective method in guiding TPA children to understand and apply etiquette in everyday life. It is hoped that this media can be a guide for TPA educators in developing character education based on Islamic values ​​in a comprehensive and enjoyable manner

Wibowo, Muhammad Riski Septiana; Hakim, M. Iman Nur; Shofiah, Siti; Risqi, Muhammad Isro; Firdaus, Denisya Haddad

Mars: Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro Dan Ilmu Komputer 2025 Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

The braking system was a crucial component in ensuring the safety of motor vehicles on the road. Brake failures, such as brake fade or total malfunction, could result in fatal accidents. Therefore, an accurate and realistic testing method was necessary to measure the effectiveness of a vehicle’s braking system. This study aimed to develop a deceleration measuring device based on GPS, which could be used in road test methods. The device was designed using an ESP32 microcontroller combined with a BN-220 GPS module, RTC real-time clock sensor, 16x2 LCD, thermal printer, and microSD storage media. Testing was conducted on a Mitsubishi L300 vehicle at the Depok Beach runway in Yogyakarta, with initial speed variations ranging from 10 to 80 km/h. Calibration results showed that the device had an accuracy of 99.64% with an average error of 0.36%. Meanwhile, the test results recorded deceleration values ranging from 0.74 to 3.26 m/s², depending on the initial speed and braking conditions. Based on these findings, the developed device proved to be accurate and feasible as an alternative method for field testing of braking systems.

Anisa Putri; Ely Yuliana; Azza Nuha Nisrina; Achmad Zakari; Aldi Khusmufa Nur Iman

Jurnal Ekonomi Keuangan Syariah dan Akuntansi Pajak 2025 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Sharia-based Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in supporting national economic growth and developing a competitive halal value chain, yet they still face challenges such as limited digital literacy, restricted access to halal certification, and insufficient marketing strategies aligned with sharia principles. This study aims to analyze the readiness of Sharia MSMEs in utilizing e-commerce platforms as a medium for halal product marketing through a systematic literature review of 50 articles from accredited national journals and reputable international publications. The findings reveal that Sharia MSME readiness is influenced by internal factors, including digital literacy, halal certification, branding strategies, and sharia compliance, as well as external factors such as government policies, digital ecosystem support, and consumer trust. The study highlights the importance of accelerating halal certification, strengthening human resource capacity, and implementing value-based marketing strategies to enhance competitiveness. The implications suggest that synergy among MSMEs, government, and digital platform providers is essential to create an inclusive and sustainable halal ecosystem, enabling Sharia MSMEs to compete effectively in both local and global markets.

Ghaida Ghaida; Zidni Imanurrohmah Lubis; Fika Ertitri

Jurnal Pelaksanaan Pengabdian Bergerak bersama Masyarakat 2025 Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Aging is often accompanied by sleep problems that have a negative impact on the well-being of older adults, such as reducing their quality of daily life and triggering a higher risk of chronic diseases, depression, and cognitive decline. To address this issue, the physiotherapy team held an educational program at the Arjosari Village ILP in Malang City, which aimed to equip older adults with knowledge about the value of quality sleep. The material was delivered through simple brochures, two-way discussion sessions, and assessments through initial and final tests. A total of 15 people participated, and from the opening discussion, about 80 percent of them admitted to having frequent sleep disturbances. Before the event, a survey showed that their understanding was still minimal, especially regarding what healthy sleep is, the triggers of sleep disturbances, the benefits of good sleep, the signs of sleep disturbances, and steps to overcome them. After the counseling, there was a significant increase, with the level of understanding reaching more than 86 percent on all topics. These results prove that community-based educational approaches such as this are very effective as a means of empowerment and early prevention. Activities such as this should be made a routine to support the overall health of the elderly.

Sary, Annisa Novita; Oktariyani Dasril; Sandra Hardini

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2025 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Tuberculosis (TB) remains a major health problem in Indonesia, particularly in Islamic boarding schools (pesantren) where overcrowding and low awareness increase transmission risks. This community engagement aimed to improve knowledge, early detection, and reduce TB stigma at SMA Dar El Iman Islamic Boarding School, Padang. A participatory approach was conducted from July to September 2025 involving 34 female students. Activities included health education, student cadre formation through the Red Cross Youth (PMR), TB symptom screening, and anti-stigma campaigns. Results showed students’ knowledge improved from 45% to 90%, five student cadres were established as peer educators, and three suspected TB cases were referred to health facilities. Evaluation indicated increased awareness of dormitory hygiene, ventilation, and peer support. This program highlights pesantren as a strategic platform for TB prevention and early detection. In conclusion, school-based TB education and screening effectively enhance students’ capacity and support the national TB elimination target by 2030.

Andre Jonatan; Hineru Sidabutar; Intan Panggabean; Imanuel Simarmata; Lilis Manik +2 more

Jurnal Ilmu Pendidikan 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This research aims to identify and develop effective strategies to enhance language skills with self-confidence among students of Electrical Engineering Education at Universitas Negeri Medan. Language proficiency and self-confidence are crucial factors in supporting both academic and professional communication in the field of electrical engineering, especially when students are required to present ideas, convey research findings, and interact in the workplace. The research employed a qualitative method with direct observation, in-depth interviews, and literature study to obtain valid and comprehensive data. The findings indicate that the implementation of interactive learning methods, regular speaking practice, the utilization of technological media, and the reinforcement of a positive mindset significantly improve students’ language abilities while simultaneously fostering their confidence in communication. Furthermore, the presence of a supportive learning environment and the active role of lecturers as facilitators contribute to encouraging students to perform confidently in public. The implications of this study are expected to serve as a reference for educators and educational institutions in improving the quality of language learning, particularly in technical study programs. Thus, graduates are not only equipped with technical expertise but also possess strong communication competencies to face global challenges.

Ricky Imanuel Ndaumanu; Suprayuandi Pratama; Gulay Yusifli Elshad

Journal of Information Technology and Computer Science 2025 International Forum of Researchers and Lecturers

The increasing demand for cloud computing services has led to the rapid expansion of cloud data centers, which consume significant amounts of energy and contribute substantially to global CO2 emissions. As the IT industry grows, the environmental impact of these data centers becomes an urgent concern. Green Cloud Computing (GCC) has emerged as a solution to mitigate this impact by focusing on energy efficiency and reducing carbon footprints while maintaining the necessary functionality and performance of cloud infrastructures. However, traditional blockchain consensus algorithms such as Proof of Work (PoW) and Proof of Stake (PoS) face limitations regarding energy consumption and scalability, which exacerbates the environmental burden. This study proposes a quantum-inspired blockchain consensus algorithm designed to optimize energy consumption and reduce latency in cloud data centers. By integrating quantum principles such as superposition and entanglement, the algorithm enhances task scheduling and resource utilization, enabling more energy-efficient operations without sacrificing performance. Simulations in a green cloud environment showed that the quantum-inspired algorithm resulted in up to a 30% reduction in energy usage compared to traditional consensus methods, with a 40% improvement in consensus processing time. These results suggest that quantum-inspired algorithms hold significant potential for enhancing the sustainability of cloud infrastructures by improving energy efficiency and scalability. Furthermore, this study discusses the feasibility of implementing quantum-inspired algorithms on classical hardware, addressing challenges in scalability and integration into existing blockchain frameworks. The findings provide valuable insights into the potential of quantum-inspired technologies to drive energy-efficient solutions in cloud computing.

Mihit, Yohanes

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2025 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji muatan pedagogi Laudato Si’ dalam kurikulum Pendidikan Agama Katolik (PAK) tingkat SMP sebagai strategi pembentukan karakter ekologis peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, serta analisis isi terhadap tiga buku ajar resmi PAK kelas VII, VIII, dan IX yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai-nilai ekologis hadir secara bertahap dan kontekstual. Pada kelas VII dan VIII, nilai-nilai ekologi lebih banyak muncul secara implisit melalui refleksi iman atas ciptaan dan relasi sosial, sedangkan buku kelas IX memuat secara eksplisit ajakan untuk membangun persahabatan dengan alam. Integrasi nilai Laudato Si’ tercermin dalam pendekatan naratif, reflektif, dan praksis iman yang menekankan kesatuan antara spiritualitas dan tanggung jawab ekologis. Temuan ini memperkuat pentingnya pendidikan agama sebagai sarana pembentukan karakter ekologis dalam konteks krisis lingkungan global. Pendidikan iman yang diintegrasikan dengan kesadaran ekologis tidak hanya membentuk pengetahuan, tetapi juga membangun gaya hidup ekologis sebagai wujud konkret pertobatan ekologis dan iman yang bertanggung jawab terhadap ciptaan.

Aprilia, Stella

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2025 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini mengkaji integrasi nilai-nilai budaya Huma Betang masyarakat Dayak Kalimantan Tengah sebagai fondasi spiritualitas ekologis bagi kaum muda Katolik. Melalui pendekatan diskursus teologis-kultural, studi ini mengeksplorasi bagaimana nilai belom bahadat (hidup bersama secara harmonis), handep (gotong royong), dan filosofi huma betang dapat diintegrasikan dengan prinsip ekologi integral Laudato Si'. Temuan menunjukkan nilai budaya lokal menjadi jembatan efektif antara iman Katolik dan identitas kulturan, menghasilkan spiritualitas ekologis kontekstual yang relevan. Strategi integrasi mencakup: transformasi paradigma iman dari antroposentris ke ekosentris, rekonstruksi pembinaan pastoral berbasis kearifan lokal, dan penguatan komunitas kaum muda sebagai agen perubahan ekologis. Penelitian berkontribusi pada pengembangan teologi kontekstual Indonesia yang mengangkat kearifan Dayak sebagai medium pewartaan iman sekaligus advokasi pelestarian lingkungan, menawarkan model inkulturasi yang responsif terhadap krisis ekologis kontemporer.

Ulan Dari, Liska Kristiani

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2025 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Krisis ekologis di Kalimantan Barat, seperti banjir tahunan, deforestasi, dan pencemaran sungai, menuntut keterlibatan berbagai pihak, termasuk mahasiswa Katolik. Gereja Katolik melalui ajaran ekologi integral menegaskan bahwa tanggung jawab ekologis adalah bagian dari iman. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan, kesadaran, gaya hidup, dan refleksi iman mahasiswa Katolik terhadap isu lingkungan. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, data dikumpulkan dari 34 responden melalui angket daring dan dianalisis secara statistik deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki kesadaran ekologis awal dan bersedia terlibat dalam aksi lingkungan, namun belum sepenuhnya konsisten dalam praktik gaya hidup ramah lingkungan. Hanya sebagian kecil yang menerapkan kebiasaan konkret seperti membawa tempat makan sendiri. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kesadaran dan tindakan, serta perlunya strategi pembinaan iman yang mengintegrasikan spiritualitas dan praktik ekologis. Penelitian ini menjadi dasar awal untuk pengembangan program ekopastoral yang kontekstual di lingkungan kampus dan komunitas kategorial.

Edinda Juwita; Farhan Ramadhan; Rifki Putra Pratama; Najwa Ayu Risma; Wismanto Wismanto +1 more

Journal of Student Research 2025 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The background of this study is the significance of faith for Muslims in facing the challenges of the modern era, amidst the rapid development of technology and open access to information that often impacts the quality of faith. The purpose of this study is to analyze the role of faith in maintaining inner peace and mental well-being for Muslims, as well as to provide recommendations for strengthening faith in the digital age. The method used is a qualitative approach with in-depth interviews and questionnaires conducted with Muslims from various backgrounds. The results show that individuals with strong faith are more capable of handling social pressures and upholding Islamic values, even though social media can be a negative influence.

Tio, Teodorus

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2025 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai Konsili Trente (1545–1563) sebagai respons resmi Gereja Katolik terhadap tantangan Reformasi Protestan, sekaligus sebagai tonggak pembaruan internal Gereja. Masalah yang diangkat dalam studi ini adalah ketegangan teologis dan historis antara tuntutan pembaruan dari dalam Gereja serta kritik keras yang dilancarkan oleh para reformator Protestan terkait Kitab Suci, sakramen, dan otoritas Gereja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur melalui analisis data sekunder dari dokumen konsili, literatur teologi, serta penelitian historis sebelumnya. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada penegasan peran Konsili Trente bukan hanya sebagai instrumen “kontra” terhadap Reformasi, melainkan juga sebagai wadah refleksi teologis yang menghasilkan reformasi internal mendalam dalam bidang liturgi, sakramentologi, formasi imam, dan disiplin gereja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konsili Trente berhasil mengokohkan identitas Katolik melalui penegasan ajaran iman sekaligus memperbarui praksis pastoral, yang pada akhirnya menjadi landasan teologi dan kehidupan Gereja Katolik hingga Konsili Vatikan II. Oleh karena itu, studi ini menekankan pentingnya melihat Konsili Trente secara seimbang: sebagai benteng iman sekaligus sumber pembaruan yang relevan bagi dinamika Gereja sepanjang sejarah.

Adinuhgra, Silvester; Sinaga, Louis Fingky Alexander; Ngarani, Nullya

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2025 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini mengkaji pengalaman umat Stasi Ibu Teresa Sei Hanyu dalam membangun Gereja Sinodal, sebuah model gereja yang menekankan partisipasi aktif dan kolaborasi seluruh umat beriman. Melalui wawancara mendalam dan observasi partisipan selama tiga minggu, studi ini mengungkap bagaimana prinsip-prinsip sinodalitas diterapkan di tingkat akar rumput. Temuan utama menunjukkan bahwa Stasi Ibu Teresa telah mengimplementasikan berbagai inisiatif untuk mewujudkan Gereja Sinodal, termasuk dialog antar umat, pemberdayaan kelompok kategorial, dan peningkatan partisipasi dalam liturgi serta pelayanan sosial. Meskipun menghadapi tantangan seperti resistensi terhadap perubahan dan kesenjangan generasi, stasi ini berhasil menciptakan ruang dialog yang memungkinkan suara-suara beragam untuk didengar dan dihargai. Dampak penerapan prinsip Gereja Sinodal terlihat dalam peningkatan keterlibatan umat dalam pengambilan keputusan gereja dan penguatan relasi sosial antar umat. Kolaborasi antara Stasi Ibu Teresa dengan Paroki induk juga mengalami peningkatan, terutama dalam perencanaan pastoral dan pelaksanaan program pembinaan iman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi menuju model gereja yang lebih partisipatif dan inklusif membutuhkan komitmen dan keterlibatan aktif dari seluruh umat. Stasi Ibu Teresa mendemonstrasikan bahwa prinsip-prinsip sinodalitas dapat diterapkan secara konkret di tingkat lokal, memberikan kontribusi pada visi Gereja Katolik universal yang lebih inklusif dan responsif.

Crespany, Vinsensia Yulisa; Imelda, Maria

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2025 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Krisis ekologis telah menarik perhatian besar di seluruh dunia. Gereja juga telah menyerukan tindakan nyata. Melalui ensiklik yang ditulis oleh Paus Fransiskus, disampaikan ajakan untuk melakukan transformasi positif sebagai tanggapan terhadap krisis ekologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Gereja sebagai agen transformasi serta mengimplementasikan pemahaman atas Laudato si’ dalam tindakan konkret. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif, menelaah dokumen Gereja seperti Laudato si’ dan data sekunder lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Gereja merupakan agen transformasi ekologis yang memiliki peran penting dalam memajukan kesejahteraan ekologis. Dalam Laudato si’, terdapat tiga aspek yang membentuk implikasi peran Gereja: pertobatan ekologis, liturgi, dan pendidikan iman, yang menumbuhkan kesadaran ekologis serta solidaritas terhadap para korban krisis ekologis. Gereja tidak hanya menjadi pembawa pesan, tetapi juga secara aktif berperan sebagai penggerak perubahan berkelanjutan.

Faisal Yusuf; Herman Paninggiran; Muchammad Wibowo; Almas Imanina; Kefas Harnanto

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2025 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Kampung Jawi, a cultural tourism destination in Semarang City, has experienced a significant decline in tourist visits due to stagnant digital promotion activities. The main problem lies in the absence of an integrative and empirically tested model that combines technology, community empowerment, and cultural reinforcement for Indonesian cultural tourism villages. This study aims to address this gap by formulating and testing the participatory SOME+ model, a modification of the original SOME framework (Share, Optimize, Manage, Engage) with the addition of TRAIN (capacity building) and SUSTAIN (sustainability). Using a mixed-methods exploratory sequential design (QUAL → quan), data were collected through observation, in-depth interviews, focus group discussions (FGDs), and social media content analysis. The findings highlight initial challenges such as low digital literacy and fragmented coordination. Nevertheless, a two-week pilot project increased social media engagement rates from 2.8% to 4.3% (a 52% rise) and enhanced community participation in content production from 25% to 41% (a 64% rise). The synthesis of these findings indicates that the SOME+ model effectively revitalizes the digital branding of cultural tourism villages. This research concludes that the participatory SOME+ model is a practical and replicable framework for strengthening community-based digital promotion and is recommended for adoption in rural tourism development policies.

Syafiq Nur Iman; Tiara Hikmah J; Desi Ratnasari; Gilang Maulana S; Andira Triantika N +2 more

Pandawa : Pusat Publikasi Hasil Pengabdian Masyarakat 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Competition in recruiting high-quality talent has intensified due to the advancement of digital technology, globalization, and the shifting preferences of younger generations in choosing their workplace. Traditional recruitment models are no longer sufficient, requiring companies to integrate employer branding with recruitment marketing strategies to attract potential candidates effectively. This study aims to analyze how PT Surya Pratista Hutama (SUPRAMA), a food manufacturing company, implements employer branding to strengthen its corporate image and enhance recruitment effectiveness. The research employed a qualitative descriptive method through observation, interviews, and documentation studies with the Human Capital and Corporate Communication Division. The findings reveal that SUPRAMA’s employer branding strategy is carried out through organizational culture strengthening, the use of digital platforms, consistent visual identity, and collaboration with educational institutions. The integration of these strategies has proven to increase the number of qualified applicants, improve candidate experience, and enhance the company’s reputation as an employer of choice. However, challenges remain in maintaining consistent branding communication and developing innovative digital content. This study concludes that employer branding is not merely a communication tool but also a long-term investment in human resource management.

Rian Fikri Teguh Imanto; April Laksana; Putri Handayani; Achmad Nashrudin Priatna; Arfian Suryasuciramdhan

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 2025 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Standard Operating Procedures (SOPs) play a crucial role in creating consistency, efficiency, and accountability in governance. However, the process of developing SOPs within the bureaucracy often faces complex organizational communication challenges. This study aims to analyze the organizational communication process in developing SOPs at the Serang City Regional Inspectorate, focusing on the role of the Secretariat as the administrative coordination center. The method used was a qualitative case study approach, involving in-depth interviews with key informants, observation, and documentation analysis. The results indicate that organizational communication plays a crucial role in every stage of SOP development, from data collection and drafting, to cross-sector coordination, and document finalization. The Secretariat acts as a liaison between units, archives manager, and coordination meeting facilitator. However, obstacles identified include a top-down vertical communication pattern, differing perceptions between units, delays in information flow due to bureaucracy, and limited technology-based communication tools. Improvements were made through the establishment of cross-unit forums, communication training, and the use of online applications to strengthen two-way communication. The implications of this research indicate that increasing the effectiveness of organizational communication is a key factor in accelerating the process of preparing SOPs and supporting the creation of more responsive, efficient, and accountable governance.