Publication Search

73,099 articles from 684 journals · 2,111 citations tracked

Showing 141-160 of 208

Analytics

Ahmad Muyadi; Dwi Noviani

This study aims to identify and analyze the challenges of Islamic education in the era of globalization and modernization. The discussion focuses on what is meant by globalization and modernization? What are the Issues of Islamic Education in the Era of Globalization and Modernization? And what are the challenges of Islamic education in the era of globalization and modernization. Data was obtained through literature study and then analyzed for its relevance to actual facts occurring today. There are three main challenges currently faced by Islamic education, namely advances in science and technology, democratization, and the cultural sector. In essence, Islamic education institutions must reform their curriculum so that they can prepare superior human resources and have competitiveness in facing global competition and Islamic education must continue to make improvements and innovate and work hard to improve existing weaknesses.    

Ainur Oktania; Jonatan Marbun; Kezia Aritonang; Theresia Sihombing; Yohana Feby +1 more

Jurnal Bima : Pusat Publikasi Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra 2023 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

This research tries to analyze the opportunities and challenges of Indonesian as a world language based on the perspective of the younger generation in the era of globalization. The aim is to provide deep insight into how Indonesian can maintain its relevance in the era of globalization. This study used a qualitative approach with data collection techniques in the form of filling out a questionnaire consisting of 6 questions. The results of the research from 56 informants show that the young generation of Indonesia has a crucial role in maintaining and advancing Indonesian as a world language. Technology and social media are considered as effective tools in popularizing this language at the global level.

Arlina; Rahmadhani, Viki

JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA 2023 CV. ALIM'SPUBLISHING

Strategi dalam suatu pembelajaran terhadap peserta didik harus tepat kita perlu adanya pendekatan terhadap peserta didik agar kita dapat mengetahui setiap karakter anak, agar kita mudah untuk menentukan suatu model pembelajaran apa yang cocok untuk peserta didik yang akan di didik. Metode ini untuk mempermudah tenaga pendidik juga untuk tidak seenak memberikan model pembelajaran tanpa adanya pendekatan dan akan berakibat pada peserta didik jika kita salah memberi strategi.  

Ellyn Dya Lestari; Gendut Sukarno

Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia 2023 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Kemajuan teknologi informasi  pada era globalisasi cenderung membentuk perubahan perilaku konsumen untuk memenuhi minat dan kebutuhannya. Kemajuan teknologi berdampak pada perubahan metode penjualan konvensional perlahan menjadi penjualan secara online dengan memanfaatkan jejaring internet dan media sosial. Penggunaan media sosial bagi masyarakat indonesia sangat beragam salah satunya ialah sebagai wadah promosi dan penjualan produk. Instagram merupakan media sosial yang berfokus pada visual sehingga cocok digunakan sebagai platform promosi dan penjualan produk UMKM, sebagai platform promosi dan penjualan yang tergolong mudah dan efisien. Hal ini dikarenakan, konsumen dapat melihat secara visual bentuk dari produk yang dijual sehingga mampu meningkatkan kepercayaan konsumen dalam membeli. Namun, pada UMKM Omah Dayang penggunaan Instagram sebagai wadah promosi dan penjualan masih belum dimanfaatkan dengan baik. Adanya keterbatasan pengetahuan dan pemahaman dalam menggunakan Instagram menjadi hambatan UMKM tersebut. Oleh karena itu, dengan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat akan membantu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman Instagram sebagai wadah promosi dan penjualan produk UMKM sehingga dapat meningkatkan penjualan produknya. Kemudian, dari kegiatan sosialisasi dan pendampingan berupa pelaku UMKM mengenal dan mulai menggunakan sosial media sebagai wadah promosi dan penjualan produk. Dari hasil kegiatan mulai menghasilkan beberapa peningkatan seperti akun sosial media yang mulai dikenal dan meningkatnya kemampuan pemilik dalam mempromosikan produknya.

Reziani Novendra; Siti Aminah

jurnal ABDIMAS Indonesia 2023 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Di era globalisasi, pembangunan sangat bergantung pada ekonomi sebagai ukuran dalam keberhasilan pemerintah. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memainkan  peran penting dalam pembangunan suatu negara, khususnya pembangunan ekonomi. Dengan adanya kegiatan digital branding ini diharapkan produk mempunyai image atau citra yang baik di mata konsumen. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini ialah kegiatan pelatihan yang dilakukan di pendopo Kelurahan Medokan Semampir dan pendampingan yang dilakukan secara door to d0or. Pelatihan dan Pendampingan Digital Branding disini mahasiswa mengajarkan bagaimana cara mengambil foto produk dan cara membuat copywriting agar menarik perhatian konsumen. Selanjutnya akan dibuatkan katalog produk yang akan memudahkan pelaku UMKM dalam memasarkan produknya. Ada Total 8 UMKM Food and Beverage yang mahasiswa dampingi mulai awal hingga akhir.

Jesslin Anastacia; Ugy Soebiantoro

Faedah : Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2023 FKIP, Universitas Palangka Raya

Di era globalisasi saat ini, kegunaan teknologi mendorong bisnis untuk berinovasi dan bergerak maju. Jika pengelolaan data mentah tidak dioptimalkan, itu akan menjadi aset yang tidak berguna. Data mentah akan menjadi aset yang tidak berarti apabila pengelolaannya tidak dioptimalkan. Selain itu, kebutuhan akan teknologi informasi merupakan penopang perusahaan agar dapat bersiteguh dalam dunia usaha yang penuh kompetisi. Oleh karena itu, untuk mendapatkan informasi dan sumber data penelitian, wawancara digunakan sebagai penunjang bentuk metode penelitian deksriptif kualitatif. Di penelitian ini CV Wibowo Jaya Sentosa harus mampu menyelesaikan masalah error yang sering terjadi karena kesalahan ketik dalam tabel dan nominal harga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan rumus Microsoft Excel lanjutan terbukti efektif dalam studi sumber data pembelian CV Wibowo Jaya Sentosa. Perkembangan teknologi informasi telah menghasilkan produk yang memiliki kapasitas besar, hemat listrik, dan dapat melakukan berbagai fungsi dan jenis pekerjaan yang semakin praktis. Dengan memanfaatkan teknologi perangkat lunak, kegiatan input data mampu dioptimalkan tanpa memerlukan waktu tambahan untuk menghindari kesalahan manual.  

Rita Evimalinda Sihombing; Evans Dusep Dongoran; Rikardo Dayanto Butar-butar; Hanyta Priscila Harahap; Mery Cristina Lumban Gaol +9 more

Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPPMI) 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Globalisasi merupakan budaya yang mendunia, yang dapat merubah budaya suatu bangsa mengikuti bangsa lain yang peradabannya lebih tinggi. Globalisasi terjadi dengan beragam faktoe penyebabnya diantaranya adalah dengan media internet yang bisa diakses melalui gadget. Gadget adalah alat yang membuka jendela informasi, permainan, hobi, maupun hiburan yang dapat mempengaruhi pola pikir aatau sikap anak didik. Hal ini bertujuan agar mengetahui adanya pengaruh gadget terhadap prestasi belajar siswa, dan mengetahui adanya pengaruh terhadap dampak gadget. Tim PkM (Pengabdian Kepada Masyarakat) melakukan suatu penelitian ke SD Eppata II Batu Aji, dengan program dampak gadget terhadap prestasi anak didik kelas IV. Kegiatan PkM ini dilakukan untuk membantu anak didik dalam penggunaaan media teknologi dengan benar dan bisa menggunakan media teknologi ini dengan alat bantu belajar siswa. Hal yang diperoleh dari kegiatan ini adalah anak didik mudah memahami cara penggunaan gadget dengan baik, dan mempergunakan media untuk belajar siswa.

Muhammad Maksum; Hestina Indriyani Putri; Alfiyan Moh. Zaim

Jurnal Riset dan Inovasi Manajemen 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Materi ini membahas tentang penelitian yang menggambarkan budaya, dimensinya, dan dampak budaya pada proses kepemimpinan. Adapun metode penulisan kajian pustaka atau studi kepustakaan yaitu berisi teori teori yang relevan dengan masalah–masalah penelitian. Pada bagian ini dilakukan pengkajian mengenai konsep dan teori yang digunakan berdasarkan literatur yang tersedia, terutama dari artikel-artikel yang dipublikasikan dalam berbagai jurnal ilmiah. Temuan dari GLOBE bernilai karena mereka muncul dari desain penelitian kuantitatif yang dikembangkan dengan baik. Kesimpulan dari proyek ini membuat pernyataan utama tentang bagaimana budaya di seluruh dunia melihat kepemimpinan. Kekuatan lain adalah desain penelitian kuantitatifnya, suatu klasifikasi dimensi budaya yang diperluas, daftar dari karakter kepemimpinan yang diterima secara universal, dan kontribusi yang dibuat dari hal itu untuk pemahaman yang lebih kaya akan proses kepemimpinan. Di sisi negatif, kajian GLOBE tidak memberikan temuan yang membentuk teori tunggal tentang bagaimana budaya terkait dengan kepemimpinan.

Ryan Ridho Ridwani; Anggita Khaerunisa; Arif Marhadi; Cayla Salsa Raya; Elsa Anggraeni Piliyanto +3 more

Jurnal Mahasiswa Kreatif 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Artikel ini membahas pengaruh perilaku sumber daya manusia dalam kehidupan organisasi bisnis di era global. Era globalisasi yang ditandai dengan persaingan yang ketat dan perubahan yang cepat menuntut organisasi bisnis untuk memahami dan mengelola perilaku sumber daya manusia dengan baik. Metode penulisan artikel Literature Review ini adalah dengan metode library risearch, yang  bersumber dari media online seperti Google Scholar, Mendeley dan media online akademik lainnya. Perilaku sumber daya manusia yang positif, seperti komitmen, dedikasi, kerja tim, adaptasi terhadap perubahan, dan komunikasi yang efektif, berkontribusi pada pencapaian tujuan organisasi dan meningkatkan produktivitas. Selain itu, perilaku sumber daya manusia juga berdampak pada citra dan reputasi organisasi di era digital yang terhubung secara global. Perilaku yang profesional, etis, dan bertanggung jawab membantu membangun kepercayaan dan kepuasan pelanggan serta pemangku kepentingan lainnya. Dalam kesimpulannya, artikel ini menekankan bahwa perilaku sumber daya manusia berperan penting dalam keberhasilan organisasi bisnis di era global, dan organisasi perlu menerapkan strategi yang tepat dalam mengelola perilaku tersebut.

Feronica Simanjorang; Glenesia Angelica; Nazlina Dwi Putri; Leoni Avista Dewi; Alwi Amanda +1 more

Jurnal Manajemen Riset Inovasi 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The development of international business activities coincides with the widespread phenomenon of market globalization (Cavusgil, Knight, & Riesenberger, 2008). Market globalization refers to the growing economic integration and growing interdependence of countries around the world. The purpose of writing this article is to analyze the implications of globalization for international business. The study population consists of four empirical cases: strategies of ICT producers to cope with globalization, strategies used by Brazilian companies to survive China's challenges due to globalization, strategies for globalization and corporate real estate. This method allows researchers to select cases that have the desired information or required characteristics that are useful in achieving research objectives. The internationalization of companies refers to the tendency of companies to systematically increase the international scope of their business activities, whereas globalization refers to the macrotrend-intensive economic relations between the countries of the world. Globalization is driving companies to internationalize and substantially increase the volume and type of cross-border transactions in goods, services, and capital. Also, globalization leads to the rapid spread and diffusion of products, technology and knowledge in the world. The process of globalization is a natural process which is the result of the growth and acceleration of the process of character generalization and production processes.  

Feronica Simanjorang; Kristianti Putri; Chairul azmi puteh; Elsya Vidara Sirait; Jeslyn Lie +1 more

Jurnal Kendali Akuntansi 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

At this time, international trade has become an important part of business development. This is demonstrated by the development of multinational companies. International trade is the exchange of products between countries. This entails buying and selling of products between other countries, as well as transactions between people from different countries. This research data collection approach is a secondary data collection technique. Data collection in research research was carried out by means of a literature study. Data analysis in this study used descriptive analysis, namely by describing the data qualitatively in the form of sentences and statements to make it easier to read and understand the data. Based on the results of the research, it was found that the main factors influencing international trade in the State of Indonesia with the current conditions are the potential of the State of Indonesia in producing or the resources it owns as well as requests from other countries. exports, foreign tourists and e-commerce which can increase the amount of national income of the State of Indonesia. In addition, the negative impact of globalization on international trade in Indonesia is an increase in the number of imports, economic inequality and acceptance of foreign culture which can reduce the amount of national income of the Indonesian state and kill local industries in Indonesia.

Ayu Puspitasari, Davita Dyah; Novita, Anggie; Faristiana, Andhita Risko

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

STRATEGI DAKWAH BIL HAL BERBAGI SAYUR GRATIS OLEH PERGURUAN SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI WINONGO DI KABUPATEN MAGETAN JAWA TIMUR Anggie Novita, Davita Dyah Ayu Puspitasari, Andhita Risko Faristiana Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Ponorogo Email : anggienovita8523@gmail.com, ayup1178@gmail.com, andhitarisko@iainponorogo.ac.id   ABSTRAK Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Dakwah bil Hal merupakan jalan yang baik karena dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Seperti kegiatan berbagi sayur gratis oleh perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Winongo. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian. Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023.   ABSTRACT In keeping with the social shifts during the current reform period, where oral speech sometimes amounted to little more than lipstick lipstick decoration because there was no concrete evidence, therefore, da'wah needs to be done with positive examples to support the reform process. Da'wah bil Hal is a good way because da'wah bil-hal covers all matters related to human needs, especially those related to material, physical, and economic needs. Such as free vegetable sharing activities by the Persaudaraan Setia Hati Winongo pencak silat college. The technique of qualitative approach is used in the study, which allows for the subsequent production of descriptive data in the form of words and writing as well as behaviors found through the observation of the research subject. Researchers used this strategy because the purpose of the study was to determine the cause behind organizing free vegetable sharing events. According to the presentation of the research discussion above, conclusions can be obtained with the free vegetable sharing activity in Magetan, Takeran Duyung Village, as for the implementer of the activity, namely the Persaudaraan Setia Hati Winongo organization in Duyung Village. The purpose of holding this activity is solely because of the emergence of a sense of concern for the community during the Covid-19 pandemic in 2020 by helping a little economic struggle in the form of food which continues until 2023.   PENDAHULUAN Islam merupakan agama yang diturunkan Allah SWT kepada nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sebagai nabi dan rasul terakhir untuk dijadikan pedoman bagi seluruh manusia hingga akhir zaman (H. A.Kadir Sobur : 2013). Dimana agama Islam menugaskan umatnya untuk menyebarluaskan dan mensiarkan Islam kepada seluruh umat atau biasa disebut dengan agama dakwah. Islam tidak hanya menugaskan melainkan juga mengajak agar umatnya mampu menerima sekaligus melaksanakan ajaran-ajaran yang ada di dalam Islam, maka dari itu perlunya metode dakwah bil-hal yang tepat seperti tolong-menolong antar masyarakat dikarenakan manusia merupakan makhluk sosial yang artinya tidak bisa untuk hidup sendiri tanpa adanya bantuan orang lain. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:   وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ  ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ   (Ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Selain itu, bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah shalat, dan tunaikanlah zakat.” Akan tetapi, kamu berpaling (mengingkarinya), kecuali sebagian kecil darimu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang. Al-Baqarah  [2]:83 Strategi dakwah merupakan suatu proses yang mengatur, mengarahkan, serta menentukan cara dan upaya apa yang dapat menghadapi sasaran dakwah pada situasi ataupun kondisi tertentu agar bisa menjadi tujuan dan sasaran dakwah yang tercapai secara maksimal (Syamsul Munir Amin;2008:165). Bentuk nyata strategi dakwah yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam saat di Madinah yaitu dengan membangun masjid sebagai pusat kegiatan dakwah, melakukan perjanjian dengan kaum Yahudi Madinah yang mana berisikan tentang memperkuat posisi kaum muslimin dari gangguan penduduk asli, Yahudi maupun bangsa Arab. Selanjutnya mempersaudarakan kaum Muhajirin dan anshor yang mana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menganjurkan kepada kaum Muhajirin dan Anshar untuk saling bersaudara dan menentang keras akan adanya kesukuan, bentuk strategi dakwah yang dibangun oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang terakhir yakni membangun ekonomi rakyat dengan mendirikan pasar di mana pasar ini dijadikan untuk sarana berdakwah yang pada umumnya pasar adalah tempat ramai para masyarakat atau kaum berkumpul untuk mencari kebutuhan atau keperluan. Dakwah adalah upaya untuk mengubah perspektif orang dari yang buruk ke yang baik. Dari kufur ke iman, dari kemiskinan ke kekayaan, dari perpecahan ke persatuan, dan dari kemaksiatan menuju ketaatan untuk menerima rahmat Tuhan (M.Qoddaruddin A. : 2019). Dakwah lebih menekankan pada inisiatif untuk meningkatkan motivasi daripada mempromosikan penghindaran tindakan yang dilarang oleh keyakinan agama. Perbuatan larangan suatu tindakan adalah tindakan hukum spasial. Dakwah dalam konteks sekarang bukan merupakan tindakan hukum, meskipun faktanya diakui bahwa dakwah dan hukum dapat hidup berdampingan. Tujuan dakwah adalah untuk membuat Islam dikenal orang-orang pada tingkat individu dan sosial untuk membuat kasih sayang Islam dikenal oleh semua makhluk hidup sebagai "Rahmat Lil'alamen" (Pimay, 2005: 35-38). Agar kesinambungan ajaran Islam dan penganutnya dari generasi ke generasi tetap terjaga, dakwah dapat menjaga nilai-nilai Islam di kalangan umat Islam dari satu generasi ke generasi berikutnya. Fungsi dakwah lainnya adalah fungsi korektif, yang melibatkan meluruskan nilai-nilai yang bengkok, menghentikan kejahatan, dan menyelamatkan manusia dari kegelapan spiritual (Sayyid Quthub :1991). Metode dalam menyampaikan dakwah Islam dapat dilakukan dengan tiga pendekatan, yaitu lisan, tulisan, dan perbuatan.  Pendekatan  bil lisan adalah dakwah yang berfokus pada kemapuan lisan. Pendekatan bil-risalah adalah dakwah melalui tulisan seperti buku, brosur, atau media elektronik. Selanjutnya dakwah dengan metode bil-hal yaitu dakwah yang berfokus pada aksi atau kreativitas perilaku da’i secara luas (perbuatan nyata). Da'wah bil hal juga dikenal sebagai dakwah bil Qudwah, yang mengacu pada dakwah yang sebenarnya melalui penggunaan Akhlaq Karimah. Menurut Buya Hamka, yang menyatakan bahwa "Akhlaq adalah sebagai alat dakwah, yaitu etika pikiran yang dapat dilihat orang, bukan dalam ucapan tulisan yang manis dan menarik tetapi dengan etika yang baik. luhur," ini sesuai dengan pernyataan (Suisyanto : 2002) Efek globalisasi di dunia dakwah adalah pengalaman yang sangat dirasakan karena kita memahami pentingnya. Semua Muslim memiliki tanggung jawab untuk melakukannya, terutama mereka yang memiliki pengetahuan tentang Islam. Sampai sekarang, lebih banyak dakwah telah dilakukan dengan menggunakan strategi lisan yang mencakup lebih banyak elemen kognitif. Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Sangat penting bagi dakwah untuk memainkan peran positif menyiratkan bahwa fokus pada sikap perilaku afektif ditempatkan pada amal nyata serta aspek lisan, lebih tulus, dan kurang mendalam. Ini menunjukkan bahwa seruan hadir. Dakwah lisan juga diimbangi dengan sedekah konkret yang dapat diamati secara empiris dan dapat digunakan untuk memobilisasi kesadaran tujuan dakwah. Untuk melakukan itu, seseorang harus mempertimbangkan bagaimana gaya dakwah bil-hal dapat mengatasi masalah ini. Menurut Manual Dakwah (Harun, 10-14), dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Ini menempatkan fokus yang lebih besar pada pertumbuhan pribadi dan kesejahteraan masyarakat untuk meningkatkan standar hidup Anda sesuai dengan doktrin Islam. Pengembangan kegiatan dakwah dapat berupa: 1) kegiatan transmigrasi, 2) pelaksanaan pendidikan masyarakat, 3) kegiatan koperasi, 4) perbaikan gizi masyarakat, 5) pelaksanaan usaha kesehatan masyarakat, seperti rumah sakit, 6) penciptaan lapangan kerja, 7) pelaksanaan panti asuhan, dan 8) peningkatan pemanfaatan media komunikasi dan seni budaya. Untuk mencapai hasil yang diinginkan, Nabi Muhammad (saw) menggunakan dakwah bil hal di bidang amal. Dakwah menunjukan akan adanya organisasi dakwah untuk menjalankan fardhu kifayah disebut dakwah dan juga pelaksanaan dakwah perorangan terhadap hubungan dan juga kriteria disebut tabligh. Perlunya memiliki sikap berbagi antar sesama merupakan salah satu perilaku yang sangat baik diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Yang mana dapat membangun kesadaran pada masyarakat untuk berbagi pada sesama untuk bisa membantu walaupun hal tersebut tidak mudah untuk dijalankan, dilihat dari masih sedikit yang memiliki kesadaran untuk berbagi pada sesama manusia. Dalam hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi yang ada di Indonesia yang mana perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya berbagi dengan sesama, salah satu organisasi yang berperan dalam konsentrasi berbagi yaitu perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo dalam program berbagi sayur gratis. Kegiatan berbagi sayur gratis ini berawal dari mewabahnya virus Covid-19. Organisai PSHW di Desa Duyung ini termotivasi untuk mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis karena melihat kondisi masyarakat yang terkena dampak dari virus Covid-19 dengan maksud membantu sedikit kebutuhan pangan masyarakat. Berdasarkan latar belakang di atas maka akan muncul masalah di mana peran perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo di kabupaten Magetan dalam menerapkan nilai-nilai dakwah bil hal melalui program berbagi sayur gratis. Dalam hal ini penulis melakukan penelitian lebih lanjut terhadap program berbagi sayur gratis dengan judul: “Strategi Dakwah Bil Hal berbagi sayur gratis oleh perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur”. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur Indonesia. Alasan memilih tempat ini dengan pertimbangan bahwa peneliti tertarik dengan program kegiatan berbagi sayur gratis oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Waktu penelitian dilaksanakan pada 28 Mei 2023. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian (Sugiyono, 2017). Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Berbeda dengan penelitian kuantitatif, temuan penelitian kualitatif dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, studi kasus, dan metode lain daripada dengan prosedur statistik atau jenis perhitungan lainnya. penelitian kualitatif semacam ini disebut fenomenologi kualitatif, sebuah atau metode yang menekankan filsafat untuk menyelidiki pengalaman peserta penelitian. Fenomenologi diartikan sebagai cara berpikir yang menggunakan tahapan-tahapan yang dilakukan secara rasional, kritis, dan tidak didasarkan pada spekulasi bias belaka untuk menghasilkan informasi baru atau mengembangkan pengetahuan yang ada. Data dapat dikumpulkan dengan dua cara: melalui metode pengumpulan data primer, dan melalui data sekunder. Data primer merupakan sumber data penelitian yang diterima langsung dari sumber asal, tanpa menggunakan perantara, menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013: 142). Organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang menawarkan acara berbagi sayuran gratis, dihubungi untuk penelitian pengumpulan data utama proyek menggunakan metodologi wawancara langsung. Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diterima peneliti secara tidak langsung melalui perantara (diperoleh dan didokumentasikan oleh pihak lain), menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013-143). Untuk memeriksa laporan, tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau literatur. Literatur dan buku domuken yang relevan dengan penelitian ini dan dapat mendukung penelitian ini merupakan contoh sumber data sekunder yang memiliki sifat pendukung bagi proses penelitian dan memenuhi kebutuhan data primer.   HASIL DAN PEMBAHASAN Apa Itu Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW)? Pada tahun 1903 Ki Ngabehi Soerodwirdjo mendirikan perguruan pencak silat yang diberi nama Sedulur Tunggal Kecer atau STK yang bertempat diDesa Tambak Gringsing, Kota Surabaya. setelah itu pada tahun 1966 berdirilah Perguruan Setia Hati Winongo yang didirikan oleh Bapak Raden Djimat Hendro Soewarno yang merupakan murid kesayangan dari Ki Ngabehi Soerodwirdjo. Persaudaraan Setia Hati Winongo berada di Desa Duyung, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun, nama persaudaraan pencak silat tersebuut diambil dari nama Desa letak didirikannya. Awal berdiri perguruan pencak silat ini diajarkan pelajaran pencak silat yang berasal dari para pendekar terkenal pada zaman Ki Ngabehi Soerodwordjo, Sasaran utama perguruan ini pada saat itu merupakan generasi-generasi muda. Dalam mencari generasi baru pada saat itu Persaudaraan Setia Hati Winongo menamai dengan “Tunas Muda”, yang memiliki arti “Setia hati yang akan bersinar Kembali” dimana Gerakan tunas muda tersebut pertama kali populer dan digunakan pada berdirinya Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang mana diharapkan generasi muda dapat menjadi penerus yang berguna bagi kepentingan bangsa dan negara. Pada saat penerimaan anggota baru Tunas Muda Winongo harus diadakannya pengesahan terlebih dahulu dengan adanya pengesahan maka akan resmi menjadi warga atau anggota baru. Tidak hanya itu ilmu-ilmu setia hati hanya boleh diketahui oleh warga yang telah diresmikan dan dilarang bagi warganya untuk mengajarkan kepada selain warga. Adanya pelajaran tingkat lanjut mau diikuti atau tidak itu tergantung kesadaran dari warga dari Setia Hati winongo tersebut, karena dalam mengikuti peruguruan ini tidak ada unsur paksaan. Persaudaraan Setia Hati Winongo selain berada di Madiun, tidak pernah membuka cabang perguruan pencak silat dimanapun, kalaupun ada kemungkinan itu hanya dijadikan tempat berlatih ataupun juga kunjungan silaturahmi. Seseorang yang ingin bergabung pada perguruan ini baik dari luar madiun atau bahkan mancanegara tetap saja saat pengesahan dilakukan dimadiun, karena sebagai pusat awal berdirinya perguruan setia hati winongo. Hal tersebuut dilakukan agar tetap menjaga kemurnian aliran setia hati winongo dan karena hal ini juga yang mana menjadikan ikatan persaudaraan dalam perguruan ini sangat kuat antara satu warga dengan yang lain. Ajaran dasar mengeai kesetia hatian yang sangat erat dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo, anggota yang baru masuk harus segera disahkan sebagai Warga agar ikatan emosional dan fisik yang bersangkutan dengan perguruan tidak terlepas, dari adanya ini menjadikan momen-momen yang mengikat solidaritas atau dapat menumbuhkan rasa kekompakan dengan seiring berjalannya proses pengesahan sehari semalam yang mana dapat membentuk kuatnya ikatan persaudaraan dan kesetiaan. Persaudaraan setia hati yang mana memiliki arti “satu rasa, satu jiwa, untuk saudara”, maka selain mengamalkan seni bela diri menggabungkan antara bela diri dengan peragakan seni tarinya, dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo. Para peneliti telah menemukan bahwa mayoritas penganut Winongo Setia Hati mengikuti Persaudaraan Pencak Silat, lebih menyukai kekerabatan antara penganut Winongo Setia Hati daripada praktik seni bela diri, dengan tujuan menjalin ikatan persahabatan yang kuat untuk mencapai tingkat fanatisme yang sangat tinggi antara penganutnya dan Persaudaraan Hati Setia Winongo itu sendiri,  serta membangun harga diri untuk selalu dihormati dan disegani dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Perguruan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur Pada saat adanya pandemic Covid-19 banyaknya masyarakat yang kesulitan sebab tidak diperbolehkannya keluar untuk beraktivitas yang mengakibatkan kondisi ekonomi mereka terpuruk. Pentingnya memiliki rasa peduli terhadap sesama untuk bisa saling membantu satu dengan yang lain. Menurut Hurlock (1980) Seseorang yang tindakannya bermanfaat bagi orang lain akan merasa sangat berarti di lingkungan mereka dan memiliki konsep diri yang positif atau ke atas. Namun, konsep diri seseorang akan condong negatif atau turun jika mereka percaya bahwa apa yang mereka kontribusikan kepada lingkungan mereka tidak ada artinya. Ketika orang terhubung dengan cara yang bermanfaat satu sama lain, mereka dapat memperoleh pengalaman yang mengubah cara mereka memandang diri mereka sendiri. Adanya pandemic Covid-19 yang mana dapat menumbuhkan rasa keperdulian antar sesama karena mengupayakan agar dampak yang terjadi tidak parah. Sepertinya halnya yang dilakukan oleh Persaudaraan Setia Hati Winongo dikabupaten Magetan Jawa Timur. Yang mana tercetuskannya ide ini karena atas kesadaran sikap tolong menolong pada diri mereka masing-masing, dan mereka juga melihat pada daerah-daerah sekitar yang menerapkan hal ini lalu dimusyawarahkan dan dapat terealisasikan pada tahun 2020 yang mana masih berjalan hingga tahun 2023. Dalam kegiatan ini tidak adanya maksud ataupun tujuan lain selain ingin membantu masyarakat sekitar karena dampak dari pandemic covid-19 ini. Sebelum adanya pandemic Covid-19 Persaudaraan Setia Hati Winongo ini juga memiliki kegiatan-kegiatan lain seperti membersikan masjid yang ada dilingkungan sekitar, memotong rumput yang mana dapat bermanfaat juga untuk lingkungan sekitar. Untuk anggota dari kegiatan ini yang kebanyakan dari anak sekolah yang lama kelamaan mulai berkurang karena berjalannya waktu anak sekolah mulai mengikuti KBM. Awal dimulainya kegiatan ini menggunakan uang kas dari Persaudaraan Setia Hati Winongo dan juga keikhlasan dari setiap anggota, lalu seiring berjalannya waktu jalan untuk mencari donator, setelah itu banyak donator yang tau dan ikut berpartisipasi mulai dari sayuran atau bahan pangan dan ada juga yang menitipkan uang untuk dibelanjakan sayur, tidak sampai disitu saja jika ada kekurangan itu akan ada sumbangan seikhlasnya bagi para anggota. Untuk sayur yang dibagikan sendiri berupa bahan mentah yang awalnya hanya dibudget lima ribu rupiah perkantong lama kelamaan bisa bertambah karena banyaknya donator yang datang. Pada umumnya setiap kegiatan memang ada struktur kepanitiaan, akan tetapi untuk kegiatan ini karena berniat ikhlas dari hati ntuk menolong sesame jadi semua bertanggung jawab mengetuai diri sendiri dalam kegiatan ini. Beradasarkan wawancara yang penulis lakukan bahwa peminat dari sayur gratis ini hanya warga sekitar yang jumlahnya juga sudah lumayan banyak, misalkan ada pengendara yang melitas jika memang minat memang dipersilahkan walaupn bukan warga sekitar. Dikarenakan kegiatan ini memang dengan tujuan membantu sesama, tidak ada pengecualian untuk penerima dipersilahkan. Para anggota pun tidak hanya meletakkan satuyuran lalu pergi tetapi juga menawarkan agar semua bisa habis dan tidak mubazir. Kegiatan ini dilakukan pada jum’at pagi, yang mana tidak ada waktu pasti kapan jam pelaksanaan karena jika semua sudah selesai disiapkan maka para warga pun sudah antri.             Sumber : foto dari panitia                         Sumber: foto dari panitia Respon Masyarakat Terhadap Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan kepada masyarakat Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur, banyak respon dari masyarakat. Disini penulis akan menyebutkan beberapa narasumber. Pertama, yaitu wawancara kepada ibu Yuli salah satu warga penerima sayur gratis. Menurut penuturan beliau dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis tersebut sangat membantu keadaan ekonomi keluarga beliau dalam hal pangan. (Wawancara, 5 Juni 2023). Kedua, wawancara kepada Ibu Siti selaku pemasok tahu pada kegiatan berbagi sayur gratis tersebut. Menurut penuturan beliau kegiatan tersebut membantu beliau dalam menyalurkan sedekah kepada masyarakat dalam bentuk uang maupun bahan pangan. Sedekah bukan di nilai seberapa banyak tetapi ke ikhlasan hati untuk membantu sesama. (Wawancara, 5 Juni 2023). Ketiga, wawancara kepada Bapak Agus selaku salah satu panitia yang mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis. Menurut penuturan beliau, kegiatan tersebut pada dasarnya adalah membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi dalam bidang pangan. Uang yang digunakan untuk menjalankan kegiatan ini awalnya dari kas organisasi, namu seiring berjalanya waktu bagi siapapun yang  ingin berbagi dengan ikhlas bisa ikut bersedekah. (Wawancara, 28 Mei 2023) Metode Dakwah Bil Hal Kata "dakwah" dikatakan berasal dari bahasa Arab "( )" (Shodiqin, 2011; Asror, 2018; Enjang, et al., 2009), yang berarti mengundang, memanggil, melayani, dan memanggil. Istilah "dakwah" juga digunakan dalam sumber-sumber lain untuk merujuk pada berbagai hal, termasuk: 1) propaganda dan penyiaran; 2) panggilan untuk merangkul, mengkaji, dan mengikuti ajaran Islam; dan 3) tumbuhnya agama di masyarakat. Irawan dan Suriadi (2019) menegaskan bahwa kata-kata lain, seperti tabligh, tabsyir indzhar, amar ma'ruf dan nahi munkar, mauidzoh hasanah, tarbiyah, ta'lim, wasyiyah, dan khotbah, juga dapat digunakan untuk memahami kata "dakwah". Tujuan dakwah, di sisi lain, adalah untuk meningkatkan status umat di semua bidang kehidupan dengan mengintegrasikan ajaran Islam ke dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kehidupan pribadi, keluarga, dan komunitas seseorang (Mulkan, 1993). Apabila terdapat interaksi antara berbagai faktor yang saling mempengaruhi seperti yang ditunjukkan pada pembahasan sebelumnya, antara lain: pesan dakwah, mad'u, lingkungan, lingkungan, dan sarana/media dakwah, maka tujuan dakwah dapat terwujud dengan tepat (Attabik, 2014; Maghfiroh, 2016). Fungsi dakwah sebagai media pembinaan dan pengembangan, menurut Asmuni Syukir dalam Asror (2018), dapat terwujudkan secara optimal jika semua unsur terpenuhi. Pembinaan dalam dakwah berarti mempertahankan dan menyempurnakan suatu hal yang telah ada sebelumnya, sedangkan pengembangan berarti mengadakan atau membaharui suatu hal yang belum ada sebelumnya. Secara harfiah, dakwah bil-hal mengacu pada penyebaran prinsip-prinsip Islam melalui perbuatan. Definisi dakwah bil-hal yang diberikan oleh Rasyid et al. dalam Sagir (2015) adalah upaya untuk mendorong orang dan kelompok untuk mengembangkan diri dan masyarakat dalam rangka mewujudkan tatanan dan kebutuhan sosial ekonomi yang lebih baik sesuai dengan tuntunan Islam tentang isu-isu sosial seperti kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan. Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018). Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018). Metode dakwah bil hal ini berkaitan dengan penelitian ini. Kegiatan berbagi sayur gratis di hari jumat yang diselenggarakan oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur. Kegiatan tersebut merupakan suatu bentuk dari merealisasikan metode dakwah bil hal dalam bidang ekonomi. Berdasarkan penjelasan di atas bahwa awal mula kegiatan ini diadakan yaitu marak nya virus Covid-19 yang berdampak pada masyarakat salah satu nya ekonomi yang menurun. Berawal dari rasa peduli organisasi ini terhadap kondisi masyarakat yang tidak bisa bekerja maka kegiatan ini akhirnya didirikan dan berjalan hingga tahun 2023 dengan maksud bersedekah membantu masyarakat dalam hal kebutuhan pangan. Hal ini merupakan suatu bentuk terealisasikanya metode dakwah bil hal.   Kesimpulan Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023. Adapun uang untuk mengadakan kegiatan ini awalnya diambilkan dari uang kas anggota organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Namun, seiiring berjalanya waktu bagi siapapun yang berkenan untuk sedekah dipersilahkan. Kegiatan ini juga sudah mendaptkan beberapa sponsor/pemasok berupa sayuran, tahu, bahkan uang yang nantinya akan dibelikan sayur untuk dibagikan. Pelaksanaan berbagi sayur gratis ini yaitu satu minggu satu kali pada hari jumat. Dimulai kisaran pukul 6 sampai pukul 7 biasanya sudah habis. Dalam sehari sayur yang dibagikan yaitu 50 sampai 100 kantong. Setiap satu kantong sayur di budget 5000 rupiah. Kaitanya dalam hal berdakwah yaitu kegiatan tersebut masuk dalam kategori strategi dakwah bil hal atau dakwah dengan aksi langsung kepada masyarakat dalam bentuk membantu kebutuhan pangan. Hal ini bisa dijadikan suatu motivasi kepada kita semua, bahwa dalam berdakwah tidak hanya pemantapan dalam hal keimanan saja namun juga dalam bentuk dakwah bil hal yaitu dengan aksi terdahap kondisi masyarakat yang masih belum sejahtera di bidang ekonomi maupun di bidang pendidikan.       Daftar Pustaka   Abdullah, Muhammad Qadaruddin. Pengantar Ilmu Dakwah. Jakarta: Qiara Media, 2019.   Chosinawarotin, C., & Sudrajat, H. (2021, October). Sayur Berkah di Masa Pandemi. In Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung (Vol. 1, pp. 75-81).   Fadilah, A. (2011). Pengaruh penggunaan alat komunikasi handphone (hp) terhadap aktivitas belajar siswa SMP negeri 66 Jakarta Selatan.   A.Kadir Sobur, Tauhid Teologis, (Jakarta: Gaung Persada Press Group 2013), hlm. 5   Khaerunnisa, N. (2021, December). Efektivitas Dakwah Bil-Hal Melalui Gerakan Infaq Beras Bengkayang di Kecamatan Bengkayang. In Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication (Vol. 1, No. 1, pp. 28-31).   Kholis, N., Mudhofi, M., Hamid, N., & Aroyandin, E. N. (2021). Dakwah Bil-Hal Kiai sebagai Upaya Pemberdayaan Santri (Action Da'wah by the Kiai as an Effort to Empower Students). Jurnal Dakwah Risalah, 32(1), 112-129.   Mahanani, S. (2019). Efektivitas Kegiatan Jimpitan dalam Meningkatkan Kepedulian Sosial Masyarakat di Desa Karanglo Kidul Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo (Doctoral dissertation, IAIN PONOROGO).   Martanti, D. E., Hartono, N. R., & Sunarsasi, S. (2021). FENOMENOLOGI “SAYUR GANTUNG” MASYARAKAT BLITAR SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN DAMPAK EKONOMI DI TENGAH COVID-19. AKUNTABILITAS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Ekonomi, 14(1), 40-41.   Mulkan, AM, 1993; “Paradigma Intelektual Muslim”, Yogyakarta, Si Press   Putra, I. D. G. U., & Rustika, I. M. (2015). Hubungan antara perilaku menolong dengan konsep diri pada remaja akhir yang menjadi anggota tim bantuan medis janar duta fakultas kedokteran universitas udayana. Jurnal Psikologi Udayana, 2(2), 198-205.   Shodiqin, Asep. (2011) Membingkai “Episteme” Ilmu Dakwah, Jurnal Ilmu Dakwah Vol.5  No 2   Sugiyono, F. X. (2017), Neraca pembayaran: Konsep, Metodologi dan Penerapan (Vol. 4). Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK) Bank Indonesia.      

Mardiah Astuti; Herlina Herlina; Imelda Agustina; Annisa Winada; Muhammad Alfaizi

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The article entitled Islamic education and character learning in the context of globalization was written with the aim of forming individuals to have good character and morality. Character education is needed in a person because with good character a good and moral person is created. Character learning of course will create a person's character based on what is learned, so that the character will stick in him and even form identity in the future. In the current era of modernization, character education can be carried out through Islamic-oriented learning, so that even though one lives in the era of globalization, one can still maintain Islamic values embedded in oneself. This research was conducted using two methods, namely qualitative research through questionnaires and literature studies by looking at previous studies whose theme is of course related to the title of this article.

Cicik Khildar Rizqi; Dety Mulyanti

Manajemen Kreatif Jurnal (MAKREJU) 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Globalization is an unavoidable phenomenon involving various sectors, when all of countries in the world has been integrated become one market that is that is no limited by territorial area. In the economy and trade, Globalization has affected various social structures. The large number of foreign investor has entered to Indonesia is one of the effects of globalization in the world of economy and trade. Investation is one of the key for strengthening process in economic development. The business sectors has become a destination for investation  is a modern retail industry. There is investation with capital strength in the modern retail industry sector make modern markets has begin, such as Supermarkets and Hypermarkets, Mini Markets and Mall. The investation  in the modern market are mushrooming and uncontrollable, it makes competition between modern markets, especially supermarket in Indonesia. Foreign investor has big capital also take part for this investation. Ease come  an investor as a result of the globalization era is a challenge  for the economic development of the common people, in this case micro, small and medium enterprises in traditional markets. The progress of modern market are rapidly and unstoppable, if it is allowed to continue, traditional markets which are forum for middle and lower economic actors, one of which is small traders, street vendors, etc. will be sidelined and displaced.

Edi Julianto; Purwanto; Nazariano Rahman Wahyudi

Jurnal Universal Technic (UNITECH) 2023 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Perkembangan globalisasi abad 21 yang semakin pesat turut diikuti dengan peningkatan pertumbuhan sektor transportasi, tidak terkecuali transportasi laut. Peranan transportasi laut merupakan bagian yang sangat penting dan bermanfaat bagi perekonomian suatu negara.

Khoirunisa Wahida; Hoirul Uyun; Didit Kurniawan Wintoko

Harmoni: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Sosial 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Globalization is a process of international integration that occurs due to the exchange of worldviews, products, thoughts, and other aspects of culture. Globalization has become a significant phenomenon in contemporary society and has had a great impact on the economy. One of the main impacts of globalization on the economy of contemporary societies and the acceleration of international trade. In addition, globalization has encouraged a freer flow of investment between countries. But the effects of globalization on the economy also pose challenges that need to be addressed. Increased global competition could threaten the survival of weaker sectors of the local economy. Local companies have to compete with multinationals that have greater resources, more advanced technology, and lower production costs. This can lead to a decline in local employment and difficulty for traditional sectors to survive. In addition, the effects of globalization also create greater economic inequality. Not all segments of contemporary society can access the same opportunities and benefits from globalization. Income inequality, social inequality, and economic inequality may increase, especially between groups connected to the global economy and groups. The impact of globalization on culture has also raised concerns about the loss of local cultural identity. Amid the influence of dominant global cultures, there is a risk that local traditions, languages and values become marginalized or forgotten.

Marya Ulfa; Muslimah; Sony Junaedi

Jurnal Suara Pengabdian 45 2023 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Desa Bakung merupakan desa yang terletak di kecamatan Mijen kabupaten  Demak. Keseharian masyarakat Desa Bakung adalah bercocok tanam, bertani, buruh tani, peternak sapi dan peternak Kambing, kuli bangunan, buruh dan lain-lain. Keadaan wilayah Desa Bakung 80 % persawahan dari luas keseluruhan Desa Bakung. Letak geografis Desa Bakung berada di wilayah utara Kabupaten Demak. Zaman sekarang semua administrasi desa menggunakan internet. Penggunaan media yang bebasis IT menimbulkan kekhawatiran bagi para kader sebagai akibat dari kondisi yang sedang terjadi. Hal tersebut dapat berupa kurang familiarnya fungsi-fungsi IT bagi kader dan penggunaan  tidak dapat diaplikasikan secara maksimal. Tantangan di masa yang akan datang, salah satunya adalah  kecenderungan penggunaan IT di kehidupan era globalisasi. Sehingga,  masalah tersebut harus secara kontinyu  diupayakan untuk diselesaikan. Oleh karena itu, Tim pengabdian pada masyarakat Fakultas Bahasa dan Budaya Universitas 17 Agustus 1945 Semarang melakukan komunikasi secara intensif dengan pengelola Tim Penggerak PKK khususnya dengan para Kader posyandu untuk mendapatkan solusi dari permasalahan tersebut. Pendampingan dalam pengisian aplikasi Sigizidu bagi Kader Posyadu desa Bakung, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak. Metode yang diterapkan dalam program pengabdian ini, yaitu metode pembelajaran partisipatif melalui metode presentasi, demonstrasi dan simulasi serta pendampingan dengan memberikan 2 jenis materi utama yaitu dasar-dasar komputer dan handphone, serta teknik pengisian aplikasi Sigizidu. Setelah pengabdian ini diharapkan kader Posyandu dapat menggunakan handpone dan laptop dalam pengisian aplikasi Sigizidu secara teliti, benar, dan mahir. Kedepannya mampu menjadi Desa yang melek Teknologi.

Muhammad Wahfiyudin Romadoni

Concept: Journal of Social Humanities and Education 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Di era globalisasi saat ini, ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat. Hal ini berdampak pada proses pembelajaran di lembaga pendidikan. Ada tiga kekuatan besar yang mempengaruhi perkembangan seseorang antara lain masyarakat sipil, negara-bangsa, dan globalisasi. Pendekatan saintifik dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada siswa dalam mengenal, memahami berbagai materi dengan menggunakan pendekatan saintifik, bahwa informasi dapat datang dari mana saja, kapan saja, tidak tergantung informasi langsung dari guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan pendekatan saintifik dalam upaya meningkatkan hard skill dan soft skill siswa khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif yang meliputi wawancara, dokumentasi dan observasi. Lokasi penelitian dilakukan. Hasil dari penelitian ini adalah penerapan pendekatan saintifik diharapkan dapat meningkatkan hard skill dan soft skill siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.      

Nur Ainun Siregar; Lidia Nova Lista; Fajar Daniel Samosir; Purnama Ramadani Silalahi

Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Di tengah era globalisasi saat ini, tingkat perkembangan teknologi telah memberikan berbagai kemudahan bagi pengguna media sosial di berbagai bidang. Tidak hanya digunakan sebagai tempat untuk berkomunikasi dan bertukar kabar, tetapi pengguna media sosial dapat menggunakannya untuk bisnis dan jual beli. Dalam riset ini peneliti melakukan penelitian guna mendapatkan hasil tenntang hal ang ingin diteliti terkait dengan penggunaan digital marketing dalam meningkatkan pendapatan para pelaku UMKM, dimana peneliti menggunakan metode kualitatif dimana teknik yang digunakan dalam riset ini adalah reduksi data, penyajian data dan penararikan kesimpulan. Dimana dampak positif dari Media sosial itu sendiri yang bisa memudahkan manusia untuk menyebarkan berita dengan mudah dan cepat, memperluas pergaulan, memudahkna dalam melakukan bisnis dan sebagainya.  

Abdul Rahman

Jurnal Masyarakat Mengabdi Nusantara 2023 STIPAS Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Seorang pendidik (dosen) yang di anggap sebagai  manusia yang berintelektual tinggi diharapkan mampu memberikan kontribusi yang tidak hanya dalam bentuk materi, tetapi juga dalam bentuk moril. Kontribusi moril ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa dan bahkan seluruh masyarakat untuk memberikan solusi dalam menghadapi setiap tantangan hidup, seperti yang terjadi di era globalisasi sekarang ini. Tujuan dari kegiatan ini untuk membentuk kepribadian mahasiswa yang memiliki jiwa yang Islami sehingga sikap dan prilaku mereka mencerminkan sebagai orang yang beriman dan berakhlak mulia kepada sesama manusia serta mampu mengimplementasikan pengetahuan yang telah mereka dapatkan khususnya pengetahuan di bidang ilmu agama sehingga dapat mempraktekkan di tengah-tengah masyarakat kapan dan dimanapun mereka berada. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 23 Oktober 2022. Hasil pengabdian: Mahasiswa terlihat lebih paham mengenai hakikat hidup menurut Al-Qurán, hal ini terlihat saat sesi diskusi tanya jawab antara narasumber dan mahasiswa yang hadir saat kajian.