Publication Search

72,574 articles from 669 journals · 2,111 citations tracked

Showing 121-133 of 133

Analytics

Ruslaini, Ruslaini; Ariesta, Tierza

Studia Ekonomika 2022 STIE KASIH BANGSA

Di masa kini, setiap perusahaan wajib menyusun laporan keuangan. Oleh karenanya profesi akuntan semakin dibutuhkan. Akan tetapi profesionalisme dan etika menjadi hal yang terpenting. Seorang akuntan adalah pihak yang bertanggung jawab atas laporan keuangan yang disajikan.Untuk itu perlu adanya eksternal auditor untuk memeriksa, apakah laporan keuangan yang dibuat oleh akuntan dalam suatu perusahaan sudah sesuai dengan standar.Implementasi pekerjaan auditor dihadapkan situasi yang sulit, dimana hasil temuan auditor tidak sesuai dengan harapan klien, sehingga menimbulkan konflik. Perlunya mengembangkan sikap locus of control, dimana auditor dapat menolak tekanan klien untuk melakukan tindakan yang tidak etis. Komitmen profesi artinya auditor memiliki komitmen professional yang tinggi. Tingkat pendidikan formal wajib dimiliki oleh setiap auditor sebelum menjalankan tugasnya dengan baik. Auditor yang banyak pengalaman memiliki tingkat kesalahan pekerjaan lebih sedikit. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui secara empiris baik simultan atau parsial apakah terdapat pengaruh locus of control, komitmen profesi, tingkatpendidikan dan pengalaman kerja terhadap perilaku auditor dalam situasi konflik audit. Metodologi penelitian menggunakan data primer yaitu dengan questioner dan untuk menguji penelitian tersebut, uji kualitas data ( uji validitas, uji reabilitas ), uji asumsi klasik ( uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heterokedastisitas ), uji hipotesis ( uji t, uji f, uji korelasi, uji koefisien determinasi ) Hasil dari penelitian ini locus of control berpengaruh terhadap perilaku auditor dalam situasi konflik audit. Dengan nilai t hitung (7.868) > t tabel (2.945). komitmen profesi berpengaruh terhadap perilaku auditor dalam situsi konflik audit. Dengan nilai t hitung (4.529) > t tabel (2.945). Locus of control dan komitmen profesi berpengaruh secara bersama-sama terhadap perilaku auditor dalam konflik audit. Dengan nilai f hitung (37.558 )> f tabel (5.942). terdapat pengaruh tingkatpendidikan terhadap perilaku auditor dalam situasi konflik audit. Dengan nilai sig 0.001 < 0.05. Terdapat pengaruh antara pengalaman terhadap perilaku auditor dalam situasi konflik audit. Dengan nilai sig 0.00 < 0.05.

Fiar, Ahmad Alfiar; Jaeni

KOMPAK : Jurnal Ilmiah Komputerisasi Akuntansi 2022 Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Forensic audits and investigative audits are used to uncover, detect and prevent fraud. In preventing fraud, the auditor is required to have competence, professionalism and spiritual intelligence to maximize fraud prevention. The population in this study were all auditors who worked at BPKP Representatives of Central Java. The sampling technique used convenience sampling and obtained a sample of 40 respondents. The method of collecting data is through a survey method using a questionnaire. The data analysis technique used is multiple linear regression analysis. The results of this study indicate that forensic audits, investigative audits, and auditor competence have no significant effect on fraud prevention. while professionalism and spiritual intelligence have a significant positive effect on fraud prevention

Stefanus Rikardus Dhajo; Paulina Maria; Silvester Adinuhgra

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan kompetensi profesionalisme guru agama katolik dalam kemampuan proses belajar mengajar serta meningkatkan hasil pembelajaran  yang baik. Penelitian   ini   merupakan   penelitian    yang   menggunakan   pendekatan penelitiaan  kuantitatif    dengan  metode  deskriptif.  Data  diperolah  menggunakan angket tertutup. Responden penelitian yaitu guru agama katolik yang mengajar di sekolah dasar negeri kota Palangka Raya berjumlah 5 orang. Dari  hasil  penelitian   yang  telah  dilakukan   oleh   peneliti  kepada  guru pendidikan agama katolik di Sekolah Dasar Negeri Kota Palangka Raya dapat disimpulkan bahwa kompetensi profesional guru pendidikan agama katolik adalah baik.  Hal  tersebut  dilihat  dari  pencapaian  masing-masing  indikator  yaitu  pada indikator 1. kemampuan membuat perencanaan dan persiapan mengajar adalah 86,6% yang  masuk  pada  kriteria  baik.  Indikator  2.  penguasaaan  materi  yang  diajarkan kepada siswa adalah 65% yang masuk pada kriteria cukup baik. Indikator 3. penguasaan  metode dan  strategi  mengajar adalah  60%  yang masuk  pada kriteria cukup baik. Indikator 4. memberikan tugas-tugas kepada siswa adalah 73,3% yang masuk pada kriteria baik. Indikator 5. kemampuan mengelola kelas adalah 75% yang masuk pada kriteria baik. Indikator 6. kemampuan melakukan penilaian dan evaluasi adalah 80% yang masuk pada kriteria baik. Dari hasil tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa kompetensi profesional guru pendidikan agama Katolik dalam proses belajar mengajar di Sekolah Dasar Kota Palangka Raya berjalan dengan baik.

Heri Sasono

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2021 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Kompetensi sumber daya manusia (SDM) senantiasa harus ditingkatkan, guna menghadapi persaingan yang semakin ketat  di Era 4.0. Peningkatan komptensi dapat melalui hard skill maupun soft skill dan intergrasi di antara keduanya, hard skill dan soft skill. Pendidikan dan pelatihan (Diklat) pegawai PT. Bumida Kantor Pusat dan Kantor Cabang DKI Jakarta, baik pendidikan formal melalui peningkatan jenjang pendidikan ke Strata-1 atau Strata-2 dan non formal, berupa peningkatan kompetensi hard skill atau soft skill. Manfaat dari peningkatan kompetensi hard skill dan kompetensi soft skill sangat dibutuhkan dalam dunia kerja, karena kedua hal ini adalah saling melengkapi dan menyatukan kompetensi hard skill dan soft skill untuk keberlangsungan (survive) perusahaan dan kesuksesan seorang pegawai menjadi seorang professionalisme.  

Anita, Anita; Muhayat, Imam; Wahyudi, Nur

Jurnal Faidatuna 2020 STAI Denpasar Bali

Profesionalisme guru adalah seorang yang bertugas untuk menyampaikan ilmu pengetahuan, kecakapan kepada peserta didik yang bertujuan untuk mengembangkan seluruh aspek pribadi. Masalah yang dihadapi di MI Bina Ihsan Mulia Badung Bali yakni kompetensi profesional yang harus dimiliki oleh seorang guru itu terhambat karena adanya kesenjangan antara teori dan praktik. Hal ini yang mendasari dilakukannya penelitian di MI Bina Ihsan Mulia Badung Bali yang memiliki siswa yang prestasi belajarnya cukup baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Peranan profesionalisme guru di MI Bina Ihsan Mulia Badung Bali Tahun Pelajaran 2019/2020, dan faktor dalam meningkatkan mutu pembelajaran di MI Bina Ihsan Mulia Badung Bali Tahun Pelajaran 2019/2020. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan tiga teknik pengumpulan data yaitu: observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah Peranan profesionalisme guru di MI Bina Ihsan Mulia Badung Bali telah terlaksana dengan baik. Walaupun ada faktor yang tidak dijalankan dengan profesional. Faktor dalam meningkatkan mutu pembelajaran ada 2 faktor yaitu pendukung dan penghambat. Faktor pendukungnya adalah faktor internal guru, kurikulum, dan kepala sekolah. Sedangkan faktor penghambatnya adalah latar belakang pendidikan guru dan ekonomi. ABSTRACTTeacher professionalism is a person whose duty is to convey knowledge, skills to students who aim to develop all personal aspects. The problem faced at MI Bina Ihsan Mulia Badung Bali is that the professional competency that must be possessed by a teacher is hampered because of the gap between theory and practice. This is the basis for conducting research at MI Bina Ihsan Mulia Badung Bali which has students whose learning achievement is quite good. The purpose of this study was to determine the role of professionalism of teachers in MI Bina Ihsan Mulia Badung Bali Academic Year 2019/2020, and factors in improving the quality of learning at MI Bina Ihsan Mulia Badung Bali Academic Year 2019/2020. This type of research is descriptive qualitative approach with three data collection techniques, namely: observation, documentation, and interviews. The results of this study are the role of teacher professionalism at MI Bina Ihsan Mulia Badung Bali has been well implemented. Although there are factors that are not carried out professionally. There are 2 factors in improving the quality of learning, namely supporting and inhibiting. Supporting factors are internal factors of teachers, curriculum, and school principals. While the inhibiting factors are the educational background of teachers and economics.

Arief Fahmi Lubis

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2020 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Military justice carried out by the Military Prosecutor is an indirect authority because the delegation of the case is an implementation of the Handover of the Case from Papera, in other words the Military Prosecutor cannot delegate the case or take prosecution action to the competent court without the existence of a Decree from Papera because it is in accordance with Article 123 paragraph (1) letter f of Law Number 31 of 1997, in essence, the authority to hand over cases is the authority of Papera, not the authority of the Military Prosecutor. The aim of this research is to analyze the responsibilities of Military Prosecutors in carrying out prosecutions. Technically, juridically, they are responsible to the TNI Prosecutor General (Orjen TNI), while operationally they are responsible to the Case Submitting Officer (Papera). Qualitative research uses a descriptive approach to collect data systematically, factually, and quickly according to the description at the time of the research. The results of this research show that Military Prosecutors as law enforcers in the field of prosecution in the Military Justice environment have a strategic and decisive role in indicting someone before trial. For this reason, the professionalism of Military Prosecutors is a necessity in carrying out their duties so that prosecutions can be carried out in accordance with applicable regulations and the goal of law enforcement itself can be achieved optimally as expected.

Widhiyoga, Setyasih Harini &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2019 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Seorang guru profesional saat ini tidak hanya ditentukan oleh tingginya pencapaian secara akademik namun juga kemampuan dalam membuat kreatifitas dan karya inovasi yang mendukung proses pembelajaran. Permasalahan yang dihadapi oleh guru yang ada di SMK Negeri 4 Surakarta terutama yang perempuan adalah: (1) kurangnya wawasan dari guru-guru perempuan mengenai pentingnya penyusunan publikasi ilmiah sebagai prasyarat untuk meningkatkan kepangkatan (jabatan fungsional); (2) kurangnya kemampuan beberapa guru perempuan dalam penyusunan karya ilmiah; (3) guru masih lemah dalam menyusun artikel ilmiah populer yang dapat dipublikasikan melalui media massa cetak ataupun online. Target dari pelaksanaan Pengabdian Pada Masyarakarat ini adalah sebagai berikut: (1) Melakukan sosialisasi tentang karya ilmiah berdasarkan pada riset yang diwujudkan melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK); (2) Melakukan sosialisasi tentang jurnal sebagai bentuk publikasi ilmiah yang bisa digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan profesionalisme; (3) Peningkatan motivasi dalam membuat karya inovasi dan kreativitas guna memperbaiki proses pembelajaran agar lebih menarik bagi para siswa; (4) Meningkatkan kemampuan para guru melalui pelatihan publikasi ilmiah; (5) Memberikan pelatihan penyusunan opini berdasarkan artikel ilmiah untuk diunggah ke media massa online. Luaran yang dapat diberikan melalui pengabdian pada masyarakat ini adalah sebagai berikut: (1) pembuatan laporan hasil pengabdian; (2) pembuatan artikel untuk publikasi ilmiah yang dimasukkan ke dalam jurnal hasil pengabdian; (3) memasukkan artikel dalam bentuk opini ke media massa online. Metode pelaksanaannya adalah melalui sosialisasi, pelatihan, pendampingan dan motivasi. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan antusias dan minat besar dari para guru perempuan terhadap sosialisasi dan pelatihan penyusunan publikasi ilmiah yang bersumber dari riset termasuk artikel yang dihasilkan untuk dimuat di media massa cetak dan online.Kata kunci: guru, profesional, pembangunan, publikasi ilmiah

Ahda Ahda; Yulihasri Yulihasri; Dona Amelia

Jurnal Visi Manajemen 2019 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Teacher profession requires certain expertise and skills, where expertise and skills can be obtained from an education or special education training. The reality is that there are still many teachers who have met the qualifications and certified of educators, but their competence is still far from being expected to be able to produce students who have integrative abilities. The purpose of this study was to determine the effect of work commitment, soft skills and spiritual quotient on teacher professionalismat SMA Negeri 5 Bukittinggi in 2020. This type of research is quantitative research. The study was conducted at SMA 5 Bukittinggi. The study population was all teachers, 63 people. Data management in this study will use the smartPLS software. The results of the t statistic test were found to be 2,727greater than the T-table of 1. 999 with a p value of 0.007 smaller than 0. 05. The results of the t-statistic test were 3,629, greater than the T-table 1. 999 with a p value of 0. 000 less than 0. 05. The t-test results obtained by 3,629greater than the T-table 1. 999 with a p value of 0. 039smaller than 0. 05. The demands of teacher professionalism in the modern era must be balanced with the provision of good competencies through various workshops, competency development and also trainings that are followed on an ongoing basis

Farida, Siti; Jamilah, Fitrotin

Dalam suatu organisasi peran kepemimpinan sangat dominan bagi maju mundurnya suatu kegiatan, karena seorang pemimpin merupakan motor penggerak atau motivator bagi orang-orang yang dipimpin. Ketercapaian tujuan pendidikan juga sangat bergantung padakompetensi manajerial dan kebijaksanaan kepemimpinan kepala sekolah yang merupakan salah satu pemimpin pendidikan. Karena kepala sekolah merupakan seorang pejabat yang profesional dalam organisasi sekolah yang bertugas mengatur semua sumber organisasi dan bekerjasama dengan guru-guru dalam mendidik siswa untuk mencapai tujuan pendidikan. Dengan kompetensi manajerial yang dimiliki kepala sekolah ini akan mampu mengembangkan profesionalisme tenaga kependidikan sehingga akan mudah diarahkan. Didalam tulisan ini akan dibahas tentang apa yang dimaksud dengan kepemimpinan pendidikan, dan apa saja kompetensi kepala sekolah dalam perspektif manajemen pendidikan.

Ahmadi, Khairul

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2017 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Seorang guru wajib memiliki kualifikasi akademik yang diperoleh melaluipendidikan tinggi program sarjana (S1), Peningkatkan profesionalisme guruberhak mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) atau dengan mengikutiPendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG). Profesionalitas guru seringdikaitkan dengan tiga faktor yang cukup penting, yaitu kompetensi guru,sertifikasi guru, dan tunjangan profesi guru. Menurut UU RI No. 14 Tahun 2005,kompetensi guru tersebut mencakup empat jenis, yaitu: kompetensi pedagogik,kompetensi profesional, kompetensi sosial, dan kompetensi kepribadian. Modelpengembangan untuk guru meliputi pengembangan guru yang dipandu secaraindividu, observasi atau penilaian, keterlibatan dalam suatu prosespengembangan/peningkatan, pelatihan, dan pemeriksaan. Budaya dan karakterbangsa perlu dimiliki secara utuh oleh setiap guru yang mengampu mata pelajaranPendidikan Kewarganegaraan. Ini merupakan tantangan bagi seorang guru dalammenanamkan nilai-nilai moral pancasila kepada para siswa-siswinya.Kata Kunci: Tenaga Pengajar, Profesionalisme

Rusmayani, Rusmayani

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) profesionalisme guru PAI dalam pemanfaatan media pembelajaran, (2) kendala guru PAI dalam pemanfaatan media pembelajaran, (3). Upaya kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru PAI dalam pemanfaatan media pembelajaran, dan (4) upaya guru PAI dalam meningkatkan profesionalismenya dalam pemanfaatan media pembelajaran. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Subyek penelitian ini adalah guru-guru PAI di MA Al Ma’ruf Denpasar. Objek penelitian ini adalah profesionalisme guru PAI dalam pemanfaatan media pembelajaran. Metode pengumpulan data yang digunakan, ialah metode observasi, dokumentasi, wawancara, dan kuesioner/angket. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, wawancara tidak terstruktur, dan lembar kuesioner/angket. Data dianalisis dengan menggunakan model analisis deskriptif kuantitatif melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan: 1) profesionalisme guru PAI dalam pemanfaatan media pembelajaran di MA Al Ma’ruf Denpasar dapat disimpulkan cukup profesional hal ini dapat dilihat dari sekitar 66,67% guru sudah cukup menguasai definisi, jenis dan manfaat media pembelajaran sedangkan sisanya sekitar 33,33% memiliki pengetahuan yang kurang terhadap definisi, jenis dan manfaat media pembelajaran, dalam pemanfaatan media pembelajaran, guru-guru MA Al Maruf memiliki keberagaman dalam hal intensitas penggunaan sumber belajar, 2) kendala yang dialami guru PAI dalam pemanfaatan media pembelajaran adalah kurangnya tersedianya media pembelajaran yang dapat digunakan guru PAI di sekolah, kurangnya alokasi waktu untuk mata pelajaran PAI, guru kurang kreatif dalam menyajikan materi pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran elektronik, kurangnya pemahaman guru PAI mengenai keanekaragaman media pembelajaran yang bisa digunakan dalam proses pembelajaran, dan tidak tersedianya tempat khusus untuk menyimpan dan merawat media pembelajaran, 3) upaya yang dilakukan Kepala Sekolah MA Al Ma’ruf dalam meningkatkan profesionalisme guru-guru PAI dalam hal pemanfaatan media pembelajaran adalah mengikutsertakan guru-guru PAI dalam penataran yang diselenggarakan nantinya oleh lembaga-lembaga pendidikan khususnya LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan) Provinsi Bali, mendorong guru-guru PAI untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran, serta berupaya meningkatkan ketersediaan media pembelajaran baik dari pendanaan khusus dari sekolah maupun bantuan dari Kementerian Agama, dan 4) upaya yang dilakukan guru PAI untuk meningkatkan profesionalismenya dalam hal pemanfaatan media pembelajaran termasuk kategori cukup bagus, hal ini di lihat dari indikator prosentase membaca, diskusi, mengikuti kegiatan MGMP, mengikuti seminar. Hanya saja kurang dalam melakukan penelitian secara mandiri.

Siti Supeni, Sri Rejeki NP &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2016 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan yang ingin di capai dalam penelitian ini adalah:1) Untuk mengetahui ada tidaknya Pengaruh Lingkungan Sekolah terhadap Pembentukan Karakter Peserta Didik pada siswa kelas X,XI,XII di SMK Tunas Nusantara Jaten Karanganyar Tahun Ajaran 2015/2016. 2) Untuk mengetahui ada tidaknya Pengaruh Profesionalisme Guru terhadap Pembentukan Karakter Peserta Didik di SMK Tunas Nusantara Jaten Karanganyar Tahun Ajaran 2015/2016.3) Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh Lingkungan Sekolah dan Profesionalisme Guru terhadap Pembentukan Karakter Peserta Didik di SMK Tunas Nusantara Jaten Karanganyar Tahun Ajaran 2015/2016. Dalam Penelitian ini populasinya adalah siswa kelas X,XI,XII SMK Tunas Nusantara Jaten Karanganyar Tahun Ajaran 2015/2016 yang berjumlah 160 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, observasi dan dokumentasi. Hasil Peneliti menjelaskan 1) ada hubungan yang positif dan signifikan antara Pengaruh Lingkungan Sekolah dan Pembentukan Karakter Peserta Didik. Terbukti kebenarannya untuk mengetahui kebenarannya maka Rxy1 = 0,843 selanjutnya nilai Rxy1 di bandingkan dengan nilai tabel = 30 Signifikan 5% = 0,361 dan signifikan 1% = 0,463 hasil analisis menunjukan bahwa nilai rxy1 = 0,843 > r tabel 5% = 0,361 dan 1% = 0,463 2) ada hubungan yang positif dan signifikan antara Profesionalisme Guru dan Karakter Peserta Didik. Terbukti kebenarannya untuk mengetahui kebenarannya maka Rxy2 = 0,878 selanjutnya nilai rxy2 dibandingkan dengan nilai tabel = 30 signifikan 5% = 0,361 dan signifikan 1% = 0,463 hasil analisis menunjukan bahwa nilai rxy2 0,878 > r tabel 5% = 0,361 dan 1% = 0,463. 3) ada hubungan yang positif dan signifikan antara Pengaruh Lingkungan Sekolah dan Profesionalisme Guru terhadap Pembentukan Karakter Peserta Didik.terbukti kebenaranya untuk mengetahui kebenarannya maka di peroleh nilai F = 0,802 Selanjutnya nilai F hitung dibandingkan dengan nilai F tabel Signifikan 5% yaitu 0,361. Dengan nilai F hitung = 0,802 > F Tabel = 0,361Kata Kunci : Lingkungan Sekolah, Profesionalisme Guru, Karakter.

Atika Jauharia, Hatta H

Dinamika Akuntansi Keuangan dan Perbankan 2013 Faculty of Economic and Business Universitas STIKUBANK

Public accountant has an important role to the business. Their opinion through audit statement has been used by stakeholder of the company to make economic decision. Audit statement expected to improve the quality and credibility of the financial statement released by management. But after Enron scandal that involved auditor of Arthur Andersen, one of the biggest public accountant firm in the world, professionalism of auditor was questioned. Implication of the scandal, America released Sarbanes-Oxley Act in 2002, while Indonesia has released UU No. 5 in 2011 to regulate public accountant profession, that can increase professionalism of public accountant at the same time protects public accountant and public interest. Key words:   public accountant, UU No. 5 tahun 2011, professionalism, Enron scandal, financial statement, and audit statement.