Publication Search

69,815 articles from 602 journals · 1,699 citations tracked

Showing 121-132 of 132

Analytics

umar, moh azizul umar; Sarif Surorejo; Pingky Septiana Ananda

Teknik: Jurnal Ilmu Teknik dan Informatika 2022 LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi - Studi Ekonomi Modern

Program bantuan adalah salah satu jalan yang diberikan pemerintah untuk penanggulangan masalah kemerosotan ekonomi pada pedagang yang disebabkan karena virus covid-19 yang menjalar di Indonesia menyebabkan jarang ada pelanggan untuk membeli sesuatu bahan atau produk ke pasar, bermaksud agar bisa memenuhi kebutuhan pedagang  yang mempunyai ekonomi yang lemah dan meningkatkan kehidupan pedagang dengan menerima program bantuan. Proses untuk menentukan penerima program bantuan di pasar masih menggunakan cara yang masih manual dengan menulis formulir dalam wujud kertas yang sudah dibagikan, perhitungan matematis skor pun masih dilakukan secara manual dan dipindah ke format excel dari hasil seleksi yang sudah didata, hal ini hanya membuat lebih banyak peluang terjadinya error dan memperlambat performa para petugas pasar. Sering kali terjadi miskomunikasi penyaluran bantuan yang menjadi rumit, atau berkurangnya jumlah nominal, sehingga terjadi kesalah pahaman antar masyarakat. Metode Simple Additive Weighting (SAW) membutuhkan proses normalisasi matriks keputusan. Untuk penyelesaian masalah ini, penulis menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) untuk mendapatkan penilaian kriteria majemuk dan lengkap. Kata Kunci: SPK, COVID 19, Bantuan, Metode SAW.

Michael Narwastu Arunglangi; Lazarus Ramandei

JURNAL WILAYAH, KOTA DAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN 2022 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya rencana relokasi Pasar Induk Regional Youtefa lama ke Pasar Induk Regional Youtefa Baru, yang merupakan himbauan dari pemerintah Kota Jayapura. Karena pemerintah Kota Jayapura melihat bahwa Pasar Youtefa lama memiliki berbagai permasalahan, seperti terjadinya ahli fungsi lahan pada saat pembangunan Pasar Youtefa, dimana sebelumnya Pasar Youtefa merupakan hutan sagu dan daerah resapan air, adapun permasalahan lain akibat dari terjadinya ahli fungsi lahan adalah; banjir, sarana-prasarana tidak berfungsi baik. Akibat dari himbauan pemerintah untuk merelokasi Pasar Youtefa lama ke Pasar Youtefa baru timbul berbagai macam persepsi dari berbagai macam masyarakat yaitu; pedagang dan konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Persepsi masyarakat terkait rencana relokasi Pasar Youtefa lama ke Pasar Youtefa baru (2) Faktor apa saja yang mempengaruhi relokasi Pasar Youtefa lama ke Pasar Induk Regional Youtefa baru (3) Upaya yang dilakukan pemerintah untuk meyakinkan pedagang dan konsumen terkait rencana relokasi Pasar Youtefa lama ke Pasar Yooutefa baru. Dari berbagai macam tujuan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa rata-rata persepsi masyarakat mengenai pemindahan Pasar Youtefa lama yaitu tidak setuju yang di dominas mayoritas adalah pedagang dan konsumen lama yang sudah berjualan lebih dari 5 tahun sedangankan rata-rata yang setuju di dominasi oleh pedagang baru dan kosumen baru yang baru berjualan dan berbelanja di Pasar Youtefa kurang dari  1 tahun.

MUHAMMAD AL QOMAR

Jurnal Visi Manajemen 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah, sebagai berikut:1) Bagaimana kehidupan sosial ekonomi pedagang kerupuk kulit ikan di Desa Sriwulan Kecamatan Sayung kabupaten Demak? 2) Bagaimana Strategi pedagang kerupuk kulit ikan di Desa Sriwulan Kecamatan Sayung Kabupaten Demak dalam peningkatankehidupan sosial ekonomi? 3) Bagaimana faktor pendorong dan penghambat pedagang kerupuk kulit ikan di Desa Sriwulan Kecamatan Sayung kabupaten Demak dalam menjalankan Strateginya? Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan maka 1). Kehidupan sosial ekonomi merupakan dua hal yang berbeda. Kehidupan sosial pedagang kerupuk kulit ikan meliputi: pendidikan pedagang kerupuk kulit ikan, dimana pendidikan tertinggi pedagang kerupuk kulit ikan hanya sampai pada jenjang Sekolah Dasar (SD) saja. Kerjasama dalam berdagang kerupuk kulit ikan. Kegiatan rutin seperti pengajian dan arisan. Sedangkan kehidupan ekonomi pedagang kerupuk kulit ikan meliputi: pendapatan sehari-hari pedagang kerupuk kulit ikan berbeda-beda, tergantung dengan kisaran jumlah dagangannya. Kepemilikan harta benda pedagang kerupuk kulit ikan masih dibantu oleh anak-anaknya yang sudah bekerja, karena hasil pendapatan dari berdagang kerupuk kulit ikan hanya mencukupi untuk makan saja. 2) Strategi pedagang kerupuk kulit ikan dalam peningkatankehidupan sosial ekonomi adalah dengan peningkatanpendidikan bagi anak, bergantian berjualan dalam satu los, memberikan harga khusus kepada pelanggan, memberikan hadiah atau bonus kepada pelanggan, modal dari tabungan sendiri, menabungkan hasil pendapatannya, dan sistem penetapan harga. Ternyata antara pedagang kerupuk kulit ikan yang memiliki tingkat ekonomi paling tinggi, pedagang kerupuk kulit ikan yang memiliki masa kerja paling lama, dan pedagang kerupuk kulit ikan yang paling muda memiliki Strategi yang berbeda dalam peningkatankehidupan sosial ekonomi. Peran ketua pengelola Pedagang kecil tidak mempengaruhi pada Strategi para pedagang kerupuk kulit ikan, karena para pedagang kerupuk kulit ikan memiliki Strategi dalam peningkatankehidupan sosial ekonomi secara individual. 3) Faktor pendorong dan penghambat pedagang kerupuk kulit ikan dalam menjalankan Strateginya yaitu dari faktor pendorong meliputi: bantuan dari pemerintah yang berupa peralatan berdagang untuk kelangsungan usaha, membuka mata pencaharian bagi masyarakat, serta adanya faktor turun-temurun yang mempermudah berdagang kerupuk kulit ikan. Sedangkan dari faktor penghambat meliputi: ketergantungan terhadap cuaca yang menimbulkan omzet atau pendapatan menurun karena berkurangnya jumlah pengunjung dan berkurangnya frekuensi konsumen di Pasar, serta sistem pembayaran yang lambat yang dilakukan oleh konsumen akan menimbulkan berkurangnya pendapatan pedagang.

Alliyah, Siti; Maslichan, Maslichan

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2022 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

The Covid-19 pandemic that has hit all countries since the beginning of 2020 has caused all sectors of life, especially the economy, to experience a very large impact. In connection with the existence of WFH and social distancing, the movement of the community in life is slow because with WFH people cannot leave the house and with social distancing people are prohibited from carrying out activities that are gathering or grouping. Rembang city  is one of the areas in Central Java which is included in the red zone, because of the presence of several people who were positive for the Covid-19 virus. So that people also do WFH and social distancing. One of the villages that experienced the impact of WFH and social distancing is Jolotundo village. One of the community activities affected by the covid-19 virus is the activity of the Jolotundo village community “pasar krempyeng”. So that the STIE YPPI Rembang service team is motivated to solve partner problems, where the focus of our activities is so that the “pasar krempyeng” trader group has a new business, where the new business can be carried out both on the production and marketing side. Methods of implementing activities that have been carried out include: counseling, management training and practice of making herbal medicine. The results of community service activities in Jolotundo village, including; There are group participants who open a new business (herbal drink), there is an attractive packaging that supports the marketing program.

Hadi, Syamsul; Dewi, Idah Kusuma; mansur, ahmad

Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Desa Branjang memiliki kekayaan alam yang bagus untuk sektor pertanian, khususnya sektor padi, palawija dan buah Kondisi masyarakat Desa Branjang saat ini merupakan masyarakat heterogen dimana mata pencaharian masyarakat Desa Branjang sebagian besar adalah petani, peternak dan pedagang hingga kini. Desa Branjang telah ditetapkan sebagai rintisan desa wisata oleh Bupati Ungaran karena potensinya sebagai daya tarik wisata dinilai dapat memberdayakan masyarakat dan meningkatkan pendapatan sehingga tercapai kesejahteraan bagi masyarakat Desa Branjang. Salah satu pendukung kegiatan event gelar budaya adalah gelar produk UMKM dari pelaku usaha di desa Branjang. Panitia event menyediakan 10 stand yang diberikan kepada pelaku usaha dengan sistim sewa stand. Semua produk UMKM yang dipasarkan di stand dikelola oleh BUMDes UNTUNG MAKMUR

Hendri Hermawan Adinugraha; Asih Maisaroh; Rifqi Hidayatullah

Teknik: Jurnal Ilmu Teknik dan Informatika 2021 LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi - Studi Ekonomi Modern

Perkembangan teknologi pada zaman modern ini sangat begitu pesat. Informasi dengan begitu mudahnya dapat diakses oleh semua kalangan masyarakat melalui internet. Pada penelitian yang dilakukan peneliti menggunakan jenis penelitian field research (penelitian lapangan) yaitu penelitian yang datanya dilakukan di lapangan. Sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan data sekunder, dimana sumber primer didapat dari observasi dan wawancara dengan para pedagang di BBC, sementara sumber sekunder didapat dari jurnal, buku serta sumber referensi yang lainnya. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa hampir sebagian besar dari pedagang yang ada di pasar Batik Buaran Center (BBC) melakukan pemasaran melalui digital marketing baik itu melalui Facebook, Telegram, maupun E-Commers yang ada. Akan tetapi ada sebagian kecil juga para pedagang yang masih melakukan strategi pemasaranya secara konvensional dan masih mengandalkan para pengunjung maupun pembeli datang langsung ke tempat BBC. Omzet pendapatan maupun penjualan para pedagang juga sangat terasa penurunannya, terutama dari segi penjualan secara offline yang mengandalkan pengunjung dating, dari segi digital marketing mengalami sedikit penurunan yang tidak signifikan. Pemasaran melalui digital marketing yang membuat para pedagang masih tetap bertahan hingga sekarang dan menopang perekonomian dalam usaha batik di Pekalongan.

Rahmad Purwanto Widiyastomo

Public Service And Governance Journal 2021 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tentang penataan dan pemberdayaan pedagang kaki lima dalam kaitannya dengan pemberdayaan pedagang kecil yang menjadi dalah satu daya Tarik dalam memperdagangkan hasil-hasil produksi lokal, seperti batik dan tenun serta produk kerajinan. Pengaturan, pembinaan  dan  pemberdaaan pedagang  kaki  lima  di  Kota  Pekalongan telah  diatur dengan  dengan mengacu kebijakan dari Pusat dan kebijakan daerah dalam rangka legalitas usaha, pemberdayaaan pedagang kaki lima dan ketertiban umum serta peningkatan kesejahteraan pelaku usaha.

Mukorobin Mukorobin

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Profil Budaya Organisasi Indomart Genuk Demak saat ini (current) dan yang diharapkan (preferred) masih didominasi oleh tipe budaya hierarchy dan market dengan gap sebesar 3%, maka tidak dibutuhkan perubahan budaya organisasi yang signifikan. Namun jika dilihat lebih detail terhadap keenam dimensi, ada lima dimensi yang menunjukan gap lebih dari 5% sehingga memerlukan perubahan budaya organisasi sebagai strategi peningkatan SDM pada perusahaan tersebut. Kelima dimensi tersebut adalah Kepemimpinan Organisasi, Pengelolaan Karyawan, Perekat Organisasi, Penekanan Strategis dan Kriteria Sukses.Strategi yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia pada Indomart Genuk Demak berdasarkan pada enam dimensi utama, yaitu : a). Kepemimpinan Organisasi : Menerapkan kepemimpinan organisasi yang lebih fleksible namun tidak juga melanggar aturan b). Pengelolaan Karyawan : melakukan pengelolaan karyawan yang lebih mengutamakan kerja sama tim, kesepakatan, partisipasi semua karyawan, lebih fokus pada pengelolaan intern perusahaan. c). Perekat Organisasi : mengurangi formalitas aturan aturan yang mendasari perekat organisasi. d. Penekanan Strategis : fokus pada internal perusahaan dan mengurangi fokus pada persaingan pasar e). Kriteria Sukses : menekankan kriteria sukses pada pengembangan SDM, kondisi internal perusahaan, kerja tim dan komitmen serta kepedulian akan sesama karyawan.Kata kunci: dampak, ritel modern, Indomart.

Muzayanah, Ilham Mohammad Ikhsan,

DINAMIKA HUKUM 2019 Universitas Stikubank

The authority of the Government in collecting taxes and levies from the community and renovating it is not only owned by the Central Government but also falls under the authority of the City Government and Provincial Governments. This is in accordance with the principles of decentralization and the implementation of regional autonomy based on Law Number 32 of 2004 concerning Regional Government, Law Number 33 of 2004 concerning Financial Balance Between Central and Regional Governments, and Law Number 28 of 2009 concerning Regional Taxes and Retribution Regions, Semarang City Regulation Number 9 of 2013 concerning Traditional Market Settings. In the context of managing the market environment in the form of legal services to the community in the market environment, especially traders, the Semarang City Government has issued Regional Regulation Number 4 of 2004 concerning Market Levies. This study raises the problems, namely: 1) How is the management of regional levies by the Semarang City government, 2) What is the Semarang City policy towards the renovation of the Peterongan Market, 3) What is the Semarang City policy towards the regulation of the Semarang City Peterongan market trader after renovation. The purpose of writing this thesis is 1) To know and explain the management of local levies by the Semarang City Government, 2) To find out and explain Semarang City policies towards the renovation of Peterongan Market, 3) To find out and explain the arrangements for the Peterongan market traders in Semarang City after renovation. This research is a qualitative study with a normative juridical approach to determine the realization of the implementation of Semarang City Regional Regulation Number 4 of 2004 concerning Market Levies and Semarang City Regional Regulation Number 9 of 2013 concerning Traditional Market Regulations for market traders. This research was conducted in Peterongan Market, Semarang City, located on Jalan MT. Haryono. The results showed that the Semarang City Government towards market traders was in accordance with the Semarang City Regional Regulation Number 4 of 2004 concerning Market Charges and Semarang City Regional Regulation Number 9 of 2013 concerning Traditional Market Regulations, with several things that are still a note to the Semarang City government for pay more attention to sustainability for the welfare of traditional market traders, physical conditions and market environment.   Keywords : Policy, Traditional Market Management

Nurati, Dian Esti

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

unorganized street sellers is sufficiently significant. The data existing in Trade Service shows out of 5,817 street sellers registered, some of them have not been arranged completely by Surakarta City Government. New Klewer Market opened officially on April 21, 2017 by Trade Service can arrange the placement of sellers better in New Klewer Market. Process of validating Klewer Market’s seller data completed by City Government indicates that 2,211 sellers will be arranged and placed, passing through a procedure including registering, problem mapping, scheduling, and requirement communicated to all sellers. Similarly, the Street Sellers affiliated with Klewer Market Yard Sellers Association (Paguyuban Pedagang Pelataran Pasar Klewer, thereafter called P4K) have been arranged on the fourth floor of new Klewer Market building, consisting of more than 900 sellers. All yard sellers should know environment orderliness organized by management and should comply with it. The problems faced by the sellers not permitted to transfer their shanties to others have been apparently understood by sellers. City Government attempted to establish more intensive and better communication, in socializing the rules to the sellers. Cooperation between City Government and organizers and sellers to maintain the environmental orderliness in Klewer Market is expected to implement the arrangement of Yard Sellers in Klewer Market of Surakarta corresponding to the arrangement program. The yard seller arrangement policy in Klewer Market of Surakarta referring to the good application of cooperation can realize better the performance of Surakarta City Government, in this case Trade Service of Surakarta City.Keywords: management and arrangement, environmental orderliness understanding, Klewer Market’s Street Sellers

Alwi Suddin, Y. Djoko Suseno

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Penataan tempat UKM khususnya terus diupayakan oleh pemda berkaitan dengan pengelolaan yang semakin profesional. Pada kondisi saat ini tempat UKM mengalami perkembangan yang cukup signifikan dilihat dari jumlah pengunjung yang datang setiap tahunnya mengalami kenaikan. Dampak dari perkembangan UKM tersebut mengakibatkan semakin banyaknya kelompok Pedagang kecil yang ada di Terminal Ngabeyan Kartasura Sukoharjo. Metode pendekatan yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan di kelompok Pedagang Kaki Lima di Lingkungan terminal Ngabeyan Kartasura Sukoharjo adalah dengan memberikan solusi alternatif meliputi: (1) Penyuluhan sistem pengelolaan manajemen usaha kecil. (2) Penyuluhan sistem pemasaran dan promosi produk. (3) Penyuluhan sistem pengelolaan keuangan. Hasil yang dicapai : (1) Dengan adanya optimalisasi peran dan lembaga perbankan, persyaratan dan prosedur yang ditetapkan oleh lembaga penyalur kredit. (2) Keberhasilan penerapan dan pengelolaan usah kecil (pedaang tahu asongan), Nampak meningkatkan jumlah usaha kecil lain semakin bertambah menjadi usaha yang lebih baik. (3) Dengan keberhasilan dari pendekatan akan meningkatkan jumlah usaha kecil yang memperoleh kepercayaan mengelola kredit modal usaha dan mampu beroperasi secara bisnis (saling menguntungkan). (4) Usaha kecil sebagai kelompok pedagang dengan skala usaha dan berperan usaha kecil dalam penyerapan tenaga kerja selatif besar, sehingga pengembangan usaha tersebut merupakan langkah yang strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional. (5) Dalam rangka lebih mengembangkan usaha kecil, maka strategi yang dapat dilakukan usaha kecil adalah mengoptimalkan peran penyuluhan dan pendampingan dalam membina dan melakukan pendampingan para usaha kecil

Retno Susanti, Suprihatmi SW

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Bisnis ritel banyak diminati masyarakat Surakarta untuk dikembangkan karena tidak membutuhkan sumber daya yang materiil. Demikian halnya di Kalurahan Nusukan, sebagian masyarakat mempunyai mata pencaharian sebagai pedagang ritel dengan jenis usaha beragam seperti pedagang kelontong, makanan, sembako, pakaian, dan sebagainya. Namun pada kenyataannya usaha ritel di Cangakan Kalurahan Nusukan belum dapat berkembang dengan baik. Hal ini disebabkan pengusaha dalam memulai usahanya tanpa bekal pengetahuan yang cukup. Aspek pemasaran dan keuangan belum diterapkan dngan baik. Target penyuluhan adalah pengusaha bisnis ritel di Cangakan Kalurahan Nusukan Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta. Metode yang digunakan dalam mengatasi masalah pengusaha bisnis ritel di Cangakan adalah penyuluhan sistim pemasaran dan penyuluhan sistem pengelolaan keuangan. Hasil yang dicapai adalah peningkatan pengetahuan tentang pengelolaan usaha pada aspek pemasaran dan keuangan serta peningkatan laba usaha.Kata kunci : Pemasaran, Keuangan, Laba.