Publication Search

72,574 articles from 669 journals · 2,111 citations tracked

Showing 121-124 of 124

Analytics

Nur Musyafa, Faiz; Nasikh Nasikh; Heny Kusdiyanti

International Journal of Education and Literature 2022 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

The large number of young people's interest in entrepreneurship needs to get support and facilities, one of which is through entrepreneurship education. In entrepreneurship education, entrepreneurial values ​​are taught as a value that must be upheld in running entrepreneurship. The purpose of this study was to determine entrepreneurial learning at SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo, the values ​​of entrepreneurship education at SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo, and the values ​​of entrepreneurship education at SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo to form young entrepreneurs. This study uses a qualitative case study approach, using interviews, observation, and documentation. The research results show thatPKK subjects at SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo are divided into 2, namely Entrepreneurship PKK and Productive PKK, Entrepreneurship PKK studies entrepreneurship in theory and Productive PKK is practice. Entrepreneurial values ​​in subjects on PKK Entrepreneurship learning valuesIndependent, Creative, Honest, Discipline, Responsibility, Cooperation, and Communicative are taught in theory while in Productive PKK Creative values, dare to take risks, action oriented, hard work, honest, innovative, cooperation, realistic, curiosity, and Communicative skills are taught through practice. Through entrepreneurial values ​​that are implemented in learning, PKK is able to encourage students to start entrepreneurship from an early age, this is also driven by the many practical experiences students gain

Heri Sasono

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2021 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Kompetensi sumber daya manusia (SDM) senantiasa harus ditingkatkan, guna menghadapi persaingan yang semakin ketat  di Era 4.0. Peningkatan komptensi dapat melalui hard skill maupun soft skill dan intergrasi di antara keduanya, hard skill dan soft skill. Pendidikan dan pelatihan (Diklat) pegawai PT. Bumida Kantor Pusat dan Kantor Cabang DKI Jakarta, baik pendidikan formal melalui peningkatan jenjang pendidikan ke Strata-1 atau Strata-2 dan non formal, berupa peningkatan kompetensi hard skill atau soft skill. Manfaat dari peningkatan kompetensi hard skill dan kompetensi soft skill sangat dibutuhkan dalam dunia kerja, karena kedua hal ini adalah saling melengkapi dan menyatukan kompetensi hard skill dan soft skill untuk keberlangsungan (survive) perusahaan dan kesuksesan seorang pegawai menjadi seorang professionalisme.  

Riyani, Luqman Alhakim

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan tindak lanjut dari fenomena-fenomena kepemudaan yang harus senantiasa ditingkatkan, diantaranya tenggang rasa, kerja sama, kebersamaan, hard skill, soft skill, dan sebagainya, dan untuk mengembangkan potensi, bakat, dan minat pemuda yang implikasinya pada peningkatan soft skill dan hard skill baik dilingkungan keluarga, sekolah/tempat bekerja, maupun masyarakat. Bahasa sebagai media komunikasi verbal maupun tulisan memiliki peranan baik secara interpersonal maupun transaksional untuk menunjang kompetensi berkomunikasi sehingga pesan yang tersurat maupun tersirat akan tersampaikan dan difahami sesuai maksud dari interlocutor. Bahasa asing (Inggris) berperan sebagai media untuk memudahkan komunikasi pemuda dengan anggota masyarakat maupun dengan bacaan tertulis. Interaksi dengan anggota masyarakat bermakna bahwa pemuda memerlukan bahasa Inggris untuk berinteraksi dengan sesama pengguna bahasa Inggris untuk mencapai tujuan tertentu, diantaranya interaksi dengan tenaga pendidik bahasa Inggris (apabila pemuda masih menempuh pendidikan), interaksi dengan rekan kerja maupun relasi asing, dan sebagainya. Interaksi dengan bahasa cetak bermakna aktifitas pemuda terhadap bahasa tulis, diantaranya materi bacaan cetak maupun non-cetak berberbahasa Inggris, dan sebagainya. Materi pengabdian ini adalah strategi belajar mendiri menggunakan ebooks dan media sosial. Belajar mandiri merupakan suatu kegiatan belajar secara sadar baik didalam maupun diluar kelas sebagai bentuk tanggung jawab peserta didik untuk mencapai tujuan tertentu. Self-study dilatarbelakangi kesadaran dan kemauan peserta didik untuk belajar. Media sosial merupakan media komunikasi verbal maupun non-verbal sehingga dapat dipergunakan untuk mempraktikkan penggunaan bahasa secara interpersonal maupun transaksional. Pengabdian ini telah dilaksanakan pada 11 pemuda Desa Jetak 02/03, Wonorejo, Gondangrejo, Karanganyar. Pada hari Sabtu, 26 November 2016 pukul 16.00 -17.00. Hasil pengabdian ini adalah (1) para pemuda memahami penggunaan media sosial tidak hanya sekedar mengirim dan menerima informasi namun juga sebagai sarana praktik penggunaan bahasa Inggris secara tertulis; (2) pemuda memahami dan akan mencoba mempraktikkan belajar mandiri menggunakan ebooks sebab waktu mereka untuk belajar bahasa Inggris dibawah bimbingan guru hanya disekolah dan beberapa jam dilokasi les; dan (3) pemuda membentuk group blackberry dan whats up sebagai tindak lanjut dari pengabdian ini untuk mempraktikkan komunikasi non-verbal dengan sesama pengguna.

Rosi, Fathor

Updates Concept boarding school Curriculum must continue to improve it self as well as in developing innovative teaching and training Curriculum, in order to compete in this global era with other educational institutions in producing quality graduates. In addition, because the upkeep boarding school education curriculum has a harder task than the other educational institutions. Updates boarding school curriculum is required not only to produce graduates who are competent in the field of science and technology (IPTEK) but also to have faith and devotion (IMTAQ) quality so formed that boast private, skilled, creative in all things and be able to compete in the arena of real life.   Konsep Kurikulum pendidikan Pesantren harus terus berbenah diri serta inovatif dalam mengembangkan sistem pendidikan dan pengajarannya, agar dapat bersaing di era global ini dengan lembaga pendidikan lainnya dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas. Selain itu juga karena sistem pendidikan Pesantren mempunyai tugas yang lebih berat dibandingkan dengan lembaga pendidikan lain. Pembaharuan sistem Pesantren dituntut bukan hanya menghasilkan lulusan yang berkompeten dibidang ilmu pengetahuan dan tekhnologi (IPTEK) namun juga mempunyai keimanan dan ketakwaan (IMTAQ) yang berkualitas sehingga terbentuk pribadi yang membanggakan, terampil, kreatif dalam segala hal serta mampu bersaing dalam kehidupan nyata.