Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 121-140 of 150

Analytics

Eka Fitria Ningsih; Maryono Maryono; Salis Irvan Fuadi

Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) 2023 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

This study aims to determine the role of PAI teachers in overcoming the moral degradation of students at SMA Takhassus Al-Qur'an Kalibeber Wonosobo. Moral degradation is a phenomenon of moral decline in the character of a person or group. This study uses qualitative research methods with data collection techniques through observation, interviews and documentation. Respondents in this study were PAI teachers, school principals and students at SMA Takhassus Al-Qur'an Kalibeber Wonosobo. Data analysis techniques were carried out using the Milews and Huberman interactive model, which included data collection, data reduction, data presentation, as well as conclusions and verification. The results showed that: The role of PAI teachers in overcoming student moral degradation is going well. Supporting factors for PAI teachers in overcoming student moral degradation are: co-workers who are compact, adequate facilities and infrastructure, while the inhibiting factors are: co-workers are not compact, lack of guidance and religious education in the family, lack of self-awareness in students. The role of the PAI teacher in overcoming the moral degradation of students is classified as being effective, for example changing the attitude of students who over time have begun to comply with existing rules at school and actively participate in religious activities, although not all of them.    

Faisal Faisal; Aida Imtihana; Wasilah Wasilah

Jurnal Sistem Informasi dan Ilmu Komputer 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Today's technological developments require the world of education to immigrate by adjusting developments. Technology is an important part of the learning process, including for Islamic Religious Education teachers. This type of research is qualitative, with a descriptive approach. Data collection techniques through interviews, observation and documentation. The data analysis technique is by carrying out data reduction, presenting data and ending with data verification. The results obtained that training activities on the use of information communication technology for PAI teachers have been carried out at SD Negeri Sugiraya. This information and communication technology has become an important need in the PAI learning process. Teachers are given the opportunity to learn to develop information and communication technology skills that are beneficial in their learning process and in their daily lives as well as learning programs in educational institutions need to implement information system-based learning. Integrating information and communication technology into learning, among others, to improve teacher competence in teaching and improve the quality of learner learning. Innovative information and communication technology can improve what is being done now, as well as what we have not yet started using information and communication technology.

M. Idrus , Mahmudin; Lestari, Anugrah

Al-Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

The main problem in this study is the exemplary pattern of PAI teachers who have not been able to shape the character of students at SMA Negeri 5 Gorontalo Utara, especially religious teachers where students always resist and even presumptuously to refute the teacher, as happened at SMA Negeri 5 Gorontalo Utara, so that through the example of PAI teachers this should shape the character of these students,  Somehow now, that's why from this thesis the author describes everything. The purpose of this study was to find out whether the author's expectations about the exemplary pattern of PAI teachers could shape the character of students at SMA Negeri 5 Gorontalo Utara. This type of research is classified as qualitative research. This research is classified as a type of field research and includes pure research or Ipure research. Data collection techniques use observation and interview methods, while data analysis techniques used are collecting, sorting, clarifying, synthesizing, making an overview, and making an index. This study used triangulation of data sources. Based on the results of qualitative research conducted, the end of this study shows that from the above problems now the pattern of example of PAI teachers has been able to shape the character of students even though there are still few students who are not willing to emulate PAI teachers at SMA Negeri 5 Gorontalo Utara, so it can be concluded that the pattern of example of PAI teachers at SMA Negeri 5 Gorontalo Utara is good enough.

Asrifa Asrifa

Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini 2023 Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Ilmu Qur'an Baubau

Permasalahan pokok penelitian ini adalah bagaimana upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi kenakalan peserta didik di SMA Negeri 1 Siotapina. Penelitian ini bertujuan: (1). Mengetahui bagaimana upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi kenakalan peserta didik SMA Negeri 1 Siotapina, (2). Mengetahui factor-faktor yang mendukung dan penghambat upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi kenakalan peserta didik SMA Negeri 1 Siotapina. Penelitian ini adalah penelitian berbentuk deskriptif kualitatif yang menganalisa data secara mendalam tidak berdasarkan angka. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, interview, dan dokumentasi. Sedangkan Teknik Analisa dapat melalui 3 tahap, yaitu: Data Reduction ( reduksi data), Data Display (penyajian data), dan Conclusion Drawing/verification. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1). Upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi kenakalan peserta didik di SMA Negeri 1 Siotapina adalah memberikan bimbingan khusus tentang pemaham kehidupan beragama, berkerja sama dengan guru BK untuk mengetahui asal-ususl siswa, memanggil kedua orang tua siswa, serta pemberian sanksi apabila masih melakukan kenakalan tersebut. 2).  Faktor-faktor yang mendukung upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi kenakalan peserta didik di SMA Negeri 1 Siotapina adalah adanya kerjasama dengan wali kelas, lingkungan sekolah yang baik, dan adanya kebijakan sekolah. 3). factor-faktor yang menghambat adalah tindak lanjut yang kurang maksimal, latar belakang keluarga yang berbeda, pengaruh teknologi, dan kurangnya pengawasan orang tua terhadap kehidupan anak di masyarakat.

Dinda Ha Yahya; Junaidi Junaidi; Muhiddinur Kamal; Arman Husni

Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini 2023 Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Ilmu Qur'an Baubau

Penelitian ini dilatar belakangi bahwa sebagai siswa yang memiliki tingkat kesadaran yang rendah dalam mengikuti kegiatan pembelajaran terutama kegiatan melakuka praktik yang mengaitkan dengan kehidupan sehari-hari. siswa kurang antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dan siswa kurang terlibat dalam proses kegiatan belajar mengajar. Dalam permasalahan yang ada peneliti tertarik untuk meneliti pelaksanaan pendekatan CTL pada mata pelajaran PAI di SMK N 3 Payakumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan dari model pembelajaran kontekstual dan faktor penghambatnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang menggambarkan tentang pelaksanaan pendekatan CTL pada mata pelajaran PAI di SMK N 3 Payakumbuh. Dalam mengumpulkan data peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisisnya peneliti menggunakan langkah reduksi data, penyajian data dan penarikannya kesimpulan. Untuk menguji kreadibilitas dan kevalidan data peneliti mengecek data yang sudah diperoleh dari berbagai instrumen penelitian yaitu guru, kepala sekolah dan siswa dengan menggukana triangulasi sumber, triangulasi peneliti dan triangulasi metode. Sehingga menghasilkan kesimpulan yang kredibel. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa pelaksanaan pendekatan Contekstual Teaching and Learning  (CTL) pada mata pelajaran PAI di SMK N 3 Payakumbuh dimulai dari perencanaa guru dalam mempersiapkan pembelajaran dengan membuat RPP yang menjadi pedoman guru dalam kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di dalam kelas. Pelaksanaan pendekatan CTL adalah siswa mengamati, menganalisis dan menemukan sendiri terkait pembelajaran dalam kegiatan diskusi dan menghubungkan materi dengan kehidupan nyata sehari-hari. adapun faktor penghambat yang ditemukan adalah alokasi waktu yang singkat, kemampuan guru dalam mengkaitkan pembelajaran, siswa bermain-main saat diskusi, siswa bermain handphone dan siswa perempuan lebih aktf dibandingkan dengan siswa laki-laki.

Agustinus Rangga

Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh guru yang datang dan pulang tidak tepat waktu, guru masih menggunakan pembelajaran konvensional, guru tidak membuat perangkat pembelajaran dan kualitas pembelajaran masih rendah. Tujuan khusus dari kegiatan PTS ini adalah untuk: a) Meningkatkan pemahaman guru dalam mengembangkan PAIKEM; b) Meningkatkan keterampilan guru dalam mengembangkan PAIKEM; dan c) Meningkatkan disiplin guru dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik. Adapun manfaat dari kegiatan penelitian tindakan sekolah ini, antara lain: a) bagi guru, kemampuan menerapkan PAIKEM akan memberi kemudahan dalam melaksanakan tugas mengajarnya, karena yang lebih aktif adalah siswa, sedangkan guru akan lebih banyak berperan sebagai fasiliator; b) bagi siswa, dengan penerapan pendekatan PAIKEM akan termotivasi semangat belajarnya sehingga akan menambah keberanian untuk bertanya, menjawab, melakukan sesuatu tindakan yang berpola terstruktur, menemukan dan mengembangkan ide-ide baru, sehingga aktivitas dan antusias belajar siswa lebih meningkat. Dengan demikian melalui supervisi yang lebih bersahabat terhadap guru kelas di SDI Bidara diperoleh hasil sebagai berikut :(a) Kedisiplinan guru dalam melaksanakan tugas kedinasan semakin meningkat, (b) Penyusunan perangkat pembelajaran meningkat dari 64,29% pada siklus I menjadi 83,86% pada siklus II. (c) Pada pelaksanaan proses pembelajaran meningkat dari 60,91% pada siklus I menjadi 82,73% pada siklus II. Dengan demikian hasil siklus II sudah menunjukkan peningkatan kualitas pembelajaran yang diharapkan yakni melebihi indikator 80%.

Rani Olivia; Salmi Wati; Arman Husni; Zulfani Sesmiarni

Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi penguatan pendidikan karakter religius dalam pembelajaran PAI di kelas XI IPS SMA Negeri 1 Kabupaten Mungka dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi penguatan pendidikan karakter religius dalam pembelajaran PAI di kelas. XI IPS di SMA Negeri 1 Kabupaten Mungka. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Informan penelitian ini adalah guru PAI sebagai informan kunci dan informan pendukung yaitu kepala sekolah, perwakilan kurikulum, dan siswa kelas XI IPS. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data adalah reduksi data, penyajian data, dan inferensi data. Kemudian teknik keabsahan data penulis menggunakan triangulasi teknis dan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor pendukung penguatan pendidikan karakter religius dalam pembelajaran PAI di kelas XI IPS adalah dukungan pemerintah kabupaten sebagai pembuat kebijakan terkait pendidikan agama di sekolah dukungan masyarakat, dukungan orang tua yang merupakan pendidikan pertama di pembentukan karakter religius anak, lingkungan di sekolah, dukungan teman sebaya yang membawa pengaruh baik. Sedangkan faktor penghambat penguatan pendidikan karakter religius dalam pembelajaran PAI kelas XI IPS adalah lingkungan di sekolah yang memberikan pengaruh buruk, kurangnya kemauan dan motivasi dari siswa itu sendiri untuk melaksanakan karakter religius dalam kehidupan.

Paino

JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA 2023 CV. ALIM'SPUBLISHING

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mendeskripsikan budaya organisasi, kompensasi, employee engagement dan kinerja guru di SMK Negeri Dander Bojonegoro.Menguji dan menganalisis pengaruh kompensasi dan employee engagement terhadap kinerja guru di SMK Negeri Dander Bojonegoro. Jenis penelitian adalah penelitian eksplanatori dengan pendekatan kuantitatif, Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru SMK Negeri Dander Bojonegoro yang berjumlah 68 orang dan sampel dalam penelitian ini adalah 66 guru dengan teknik total sampling atau sample jenuh. Teknik analisis data, menggunakan Structural Equation Model (SEM) dengan PLS (Partial Least Square). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kompensasi, budaya organisasi, employee engagement dan kinerja guru SMK Negeri Dander Kabupaten Bojonegoro dalam kategori yang tinggi. Budaya organisasi berpengaruh dengan signifikan terhadap employee engagement, Kompensasi berpengaruh dengan signifikan terhadap employee engagement, Budaya organisasi tidak berpengaruh dengan signifikan terhadap kinerja guru, Kompensasi tidak berpengaruh dengan signifikan terhadap kinerja guru, Employee engagement berpengaruh dengan signifikan terhadap kinerja guru, Employee engagement dapat memediasi kompensasi berpengaruh dengan signifikan terhadap kinerja guru, Employee engagement dapat memediasi budaya organisasi berpengaruh dengan signifikan terhadap kinerja guru.

Muhammad Wahfiyudin Romadoni

Concept: Journal of Social Humanities and Education 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Di era globalisasi saat ini, ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat. Hal ini berdampak pada proses pembelajaran di lembaga pendidikan. Ada tiga kekuatan besar yang mempengaruhi perkembangan seseorang antara lain masyarakat sipil, negara-bangsa, dan globalisasi. Pendekatan saintifik dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada siswa dalam mengenal, memahami berbagai materi dengan menggunakan pendekatan saintifik, bahwa informasi dapat datang dari mana saja, kapan saja, tidak tergantung informasi langsung dari guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan pendekatan saintifik dalam upaya meningkatkan hard skill dan soft skill siswa khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif yang meliputi wawancara, dokumentasi dan observasi. Lokasi penelitian dilakukan. Hasil dari penelitian ini adalah penerapan pendekatan saintifik diharapkan dapat meningkatkan hard skill dan soft skill siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.      

Yasmin Auliani; Laela Apri Liani

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Keberhasilan pembelajaran tidak terlepas dari penggunaan metode yang tepat. Metode pengajaran salah satu cara seorang guru menjelaskan materi yang diajarkan untuk mencapai tujuan pengajaran. Masalah dalam penelitian ini adalah belum optimalnya hasil proses belajar siswa. Hal ini didukung oleh hasil evaluasi siswa yang tidak memenuhi syarat minimum perolehan nilai (KKM) di sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami implikasi metode tanya jawab terhadap hasil belajar siswa. Tanya jawab adalah metode pengajaran yang meminta siswa untuk menuliskan pertanyaan mereka dalam bentuk rencana pelajaran. Hal ini juga akan berdampak buruk pada motivasi belajar dan hasil belajar siswa. Pengamatan sementara penulis masih banyak siswa yang kurang berperan aktif, tidak berinisiatif, serta kurangnya rasa percaya diri, yang menjadikan kenyataan ini menjadikan aktifitas pembelajaran hanya didominasi oleh guru. Penelitian ini dilakukan pada mata pelajaran PAI. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodologi observasional dengan Teknik pengumpulan data melalui pengamatan disertai dengan pencatatan-pencatatan hasil pengamatan objek sasaran. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode pengajaran tanya jawab dapat meningkatkan nilai siswa PAI kelas X SMK Karya Guna 1 Bekasi dan menguatkan hipotesis. Kesimpulan penelitian ini dapat menjadi panduan untuk memilih dan menggunakan strategi instruksional yang ditujukan untuk meningkatkan standar pendidikan.    

Wisni Wisni; Wedra Aprison; Salmi Wati; Al Baihaqi Anas

Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini 2023 Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Ilmu Qur'an Baubau

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh siswa kurang aktif di kelas karena pembelajaran hanya berpusat pada guru dan hasil belajar siswa belum mencapai nilai KKM. Untuk itu peneliti mencoba menawarkan salah satu model pembelajaran yaitu model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) agar proses pembelajaran menjadi menarik dan menyenangkan bagi siswa supaya hasil belajar PAI peserta didik dapat mencapai nilai KKM. Maka tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa menggunakan model kooperatif tipe STAD dengan pembelajaran konvensional pada mata pelajaran PAI kelas VIII di UPTD SMP N 1 Gunuang Omeh. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain The Static Group Comparison. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan hasil belajar siswa menggunakan model kooperatif tipe STAD dengan pembelajaran konvensional pada mata pelajaran PAI kelas VIII di UPTD SMP N 1 Gunuang Omeh. Hal ini dilihat dari hasil Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,024<0,05. Maka hipotesis nol (H0) ditolak dan Ha diterima.

Usman Usman

Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini 2023 Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Ilmu Qur'an Baubau

This study uses a qualitative method. Data collection techniques were carried out by in-depth interviews, participant observation and documentation. Data were analyzed using an interactive model consisting of collecting data (data collection), reducing data (data reduction), presenting data (data display), and concluding (conclusion). Checking the validity of the data is done by testing the credibility, transferability, dependability, and confirmability. This study also aims to find: (1) the role of PAI teachers (aqidah morals) in fostering student morals, (2) What are the driving factors in fostering student morals at MTs N 1 Central Buton, (3) What are the inhibiting factors in fostering student morals in MTs N 1 Central Buton. The results of this study indicate that: (1) the role of PAI teachers (aqidah morals) in fostering student morals at MTs N 1 Buton Tengah has shown a good attitude in accordance with Islamic teachings and applies what they get from the explanations given by the teacher at class during the learning process. (2) The driving factors in fostering student morals at MTs N 1 Central Buton are; parental factors and exemplary factors, (3) while the inhibiting factors in fostering student morals at MTs N 1 Central Buton namely; different family factors and friend factors.

Mesi Dewi Wanti; Salmi Wati; Muhiddinur Kamal; Afrinaldi Afrinaldi

Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Model pembelajaran kooperatif learning tipe jigsaw merupakan model pembelajaran kooperatif, siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari 5 sampai 6 orang satu kelompok dengan memperhatikan keheterogenan kelompok, berkerjasama positif dan setiap anggota bertanggung jawab untuk mempelajari masalah tertentu dari materi yang diberikan dan menyampaikan materi tersebut kepada anggota kelompok yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui langkah-langkah penerapan model pembelajaran kooperatif learning tipe jigsaw di kelas XI Multi 1 SMK Negeri 1 Koto Baru serta untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat model pembelajaran model pembelajaran kooperatif learning tipe jigsaw. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan ialah menggunakan observasi langsung ke sekolah dengan cara melihat langkah-langkah model pembelajaran kooperatif learning tipe jigsaw di kelas XI Multi 1, wawancara dengan guru PAI dan siswa kelas XI Multi 1 serta  dokumentasi seperti RPP. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa langkah-langkah pengembangan yang diterapkan kurang sesuai dengan teori yang telah dijabarkan oleh Rusman seperti guru membagi kelompok dengan cara berhitung yang membuat kelompok kurang heterogen yang mana salah satu ciri khas kooperatif adalah kelompok yang berbentuk heterogen, lalu di dalam kelompok ada yang beranggota 6 orang yang disebab kan oleh kondisi atau jumlah siswa yang berlebih. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi, setelah persentasi guru mengevaluasi dengan memberikan tugas latihan secara individu dan selesai mengerjakan latihan guru memberikan penjelasan materi yang masih diragukan lalu guru menutup pembelajaran. Selain itu ditemukan faktor penghambat dan faktor pendukung dalam penerapan model pembelajaran kooperatif learning tipe jigsaw, faktor penghambat yaitu saat penempatan kelompok membutuh kan lebih banyak waktu, siswa kurang serius dalam berdiskusi sehingga membuat anggota kelompok lain terganggu, dan ada juga siswa kurang percaya diri saat berdiskusi. Faktor pendukung dalam penerapan model pembelajaran kooperatif learning tipe jigsaw yaitu memicu siswa lebih aktif serta bebas mengemukakan pendapat saat diskusi, meningkatkan daya ingat siswa, meningkatkan hasil belajar, membuat siswa lebih percaya diri, dan meningkatkan keterampilan kerja sama dalam kelompok saat berdiskusi.

Ruly Budiyanto

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pembelajaran berbasis masalah  terdiri dari menyajikan kepada siswa situasi masalah yang autentik dan bermakna yang dapat memberikan kemudahan kepada mereka untuk melakukan penyelidikan dan inkuiri Mereka diberi kebebasan dalam menyelesaikan berbagai tugas tersebut, namun harus bertanggung jawab akan kebersihan setiap anggota kelompoknya dalam memahami informasi yang diberikan.  Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan: Untuk mengetahui  penerapan model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) dalam meningkatkan Prestasi Belajar PAI  Pada Siswa di X IPS 1 Semester I di SMAN 1 Tulungagung  Tahun Pelajaran  2021/2022. Metode yang dipakai untuk melakukan penelitian adalah penelitian Tindakan Kelas (PTK) pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif.  Prosedur pengumpulan datanya adalah metode tes dan observasi. Dari metode observasi diperoleh data untuk mengamati sejauhmana penerapan model  pembelajaran berbasis masalah dan interaksi antara guru dan siswa selama pembelajaran berlangsung sebagaimana ditetapkan selama penelitian.  Dari metode tes diperoleh data yang berupa nilai belajar siswa yang untuk selanjutnya digunakan untuk pengujian hipotesis. Hasil penelitian ini adalah dapat dilihat dari hasil observasi bahwa aktifitas siswa pada siklus I sebesar 78%, sedangkan pada siklus II sebesar 81%. Dengan demikian, berarti pada siklus II minat belajar siswa sudah meningkat dibanding dengan siklus I. Peningkatan tersebut juga tampak pada prestasi belajar siswa dari hasil tes awal 49.2 menjadi meningkat menjadi 74.48 pada siklus I dan 92 pada siklus II.  Dengan demikian hasil analisis data tersebut menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) dapat meningkatkan prestasi belajar   khususnya analisis tentang kontrol diri (mujahadah an-nafs), prasangka baik (husnuzan), dan persaudaraan (ukhuwah)   sehingga penerapan pembelajaran ini dapat digunakan sebagai variasi dalam pembelajaran PAI.

Muhamad Jiddan Romli; Yayat Suharyat

Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia 2022 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Tujuan dari penerapan metode Student   Teams Achievement  Division (STAD) pada pelajaran PAI yaitu untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi PAI di SMAN 1 Tambun Utara. Sasaran dalam kegiatan ini mengambil kelas XI sejumlah 30 siswa. Pelaksanaan kegiatan ini menerapkan metode deskriptif kualitatif. Adapun teknik Analisa data dilakukan dengan naratif deskriptif yang diterapkan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Permasalahan yang sering dijumpai dalam pendidikan salah satunya  pada penerapan metode pembelajaran yang monoton akan terkesan membosankan bagi beberapa siswa sehingga guru dituntut untuk senantiasa kreatif dalam menerapkan metode pembelajaran, salah satunya dengan metode STAD. Hasil belajar melalui metode STAD memaparkan bahwa prestasi siswa pada materi PAI mendapatkan peningkatan yang signifikan, siswa menunjukkan kekatifan, semangat, dan kekompakan saat bekerja sama antar kelompok selama mengerjakan pertanyaan dari guru. Agar lebih maksimal, maka  keterampilan guru dalam menerapkan metode pembelajaran PAI senantiasa diasah sehingga siswa merasa nyaman selama belajar.  

Bunga Okta Maula Ikami; Yayat Suharyat

Jurnal Masyarakat Mengabdi Nusantara 2022 STIPAS Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini memiliki maksud untuk menerapkan model pembelajaran Jigsaw pada materi pelajaran PAI  kelas XII di SMAN 1 Tambun Utara. Metode penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif yang diambil dari subjek 35 siswa kelas XII melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Persoalan siswa yang cenderung bosan saat belajar, kurang memiliki kepercayaan diri dan keberanian dalam menyampaikan materi pembelajaran ternyata menjadi penghambat dalam meningkatkan keaktifan belajar di kelas. Pemberian model pembelajaran Jigsaw menjadikan siswa untuk memiliki sikap kerja sama antar teman dengan saling menghargai satu sama lain dan tidak membeda-bedakan dan memberikan ruang untuk siswa berdiskusi mengenai materi atau pertanyaan yang menjadi tanggungjawabnya, menampilkan keberanian dan kepercayaan diri untuk mengungkapkan jawaban, sehingga mampu untuk meningkatkan keaktifan siswa saat belajar di kelas. Maka dari itu model pembelaajran Jigsaw bisa menjadi alternatif strategi pembelajaran untuk diterapkan bagi guru PAI saat menjelaskan dan mempelajari pelajaran PAI.   

Muani, Muani

Penelitian ini membicarakan tentang Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam membentuk sikap sosial siswa Madrasah. kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Implementasi membentuk sikap sosial siswa dalam Pembelajaran PAI di Madrasah. Instrument penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi wawancara dilakukan terhadap guru Pendidikan Agama Islam, Kepala Sekolah, Siswa, Komite, Tokoh Masyarakat. Observasi dilakukan dengan melihat tindakan siswa ketika berada di dalam maupun diluar kelas, dan mengamati kondisi sekolah dan segala objek penelitian di sekolah. Teknik analisa data dilakukan dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian disimpulkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam (PAI) mengimplementasikan sikap sosial siswa dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Sikap sosial yang diterapkan antara lain: religius, jujur, toleransi, disiplin, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat, peduli lingkungan dan peduli sesama.

Ummul Khairina; Darul Ilmi; Khairuddin Khairuddin; Jasmienti Jasmienti

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Dari penelitian yang telah dilakukan dapat dijelaskan bahwa kreativitas guru PAI dalam menciptakan situasi belajar efektif pada kelas VII di SMPN 1 Kecamatan Suliki adalah dengan menggunakan metode, media dan sumber belajar agar terciptanya situasi belajar yang efektif dan dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Metode yang digunakan oleh guru PAI di SMPN 1 Kecamatan Suliki adalah ceramah, tanya jawab dan diskusi. Media yang digunakan oleh guru PAI di SMPN 1 Kecamatan Suliki adalah dengan menggunakan papan tulis dan canva. Sember belajar yang digunakan oleh guru PAI SMPN 1 Kecamatan Suliki adalah bahan ajar yang dibuat oleh guru PAI itu sendiri, LKS, dan buku paket yang dipinjam diperpustakaan. Adapun faktor pendukung kreativitas guru PAI dalam menciptakan situasi belajar mengajar yang efektif pada kelas VII di SMPN 1 Kecamatan Suliki yaitu, sarana dan prasarana yang lengkap dari sekolah seperti sekolah menyediakan wifi, labor, infokus, dan mushala. Faktor penghambat kreativitas guru PAI adalah datang dari guru seperti,  bagaimana guru itu bertanggung jawab kepada peserta didiknya dan faktor penghambat kreativitas guru bisa juga dating dari siswa seperti kemampuan siwa yang berbeda-beda dalam menrima pembelajaran yang diajarakan oleh guru.

Sri Rezeki Hardiyanti; Rani Febriyanni

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan 2022 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Permasalahan penelitian ini menemukan kegiatan belajar dan mengajar pada bidang studi Akidah Akhlak ditengah-tengah pandemi covid 19 mengalami hambatan dan mempengaruhi aktivitas belajar dan mengajar. Namun, penerapan belajar menggunakan model PAIKEM dikolaborasikan dengan memanfaatkan fasilitas pembelajaran belum diterapkan sepenuhnya oleh guru dalam melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar secara daring ditengah-tengah pandemi covid 19Jenis penelitian ini dilakukan dalam bentuk penelitian Tindak Kelas. Maka penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan dalam bentuk spiral dan siklus yang satu ke siklus yang berikutnya. Subjek atau informan dalam penelitian tindakan kelas adalah 37 orang siswa/i dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Metode pengumpulan data dengan cara observasi, tes, angket dan dokumentasi. Hasil kesimpulan bahwa prestasi belajar siswa pada materi Sifat terpuji bidang studi Akidah Akhlak oleh siswa kelas VII MTs Swasta Al-Washliyah Stabat mengalami peningkatan dengan menggunakan strategi Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM) dari simpulan data yang didapat yaitu pada pra siklus ketuntasan mencapai 52,5 % siswa atau sebanyak 2 siswa yang tuntas dan 11 siswa belum tuntas. Pada siklus I dicapai prosentase ketuntasan sebesar 60,8% atau sebanyak 4 orang siswa yang tuntas dan 9 orang siswa yang belum tuntas. Pada siklus II dicapai prosentase ketuntasan belajar sebesar 77,7 % ada atau sebanyak 10 orang siswa tuntas dan 3 orang siswa yang belum tuntas. Pada siklus III dicapai ketuntasan belajar sebesar 100% meningkat 89,2 dari siklus II. Atau sebanyak 13 orang siswa mendapatkan ketuntasan dalam belajar materi Sifat terpuji .    

Munawwarah Munawwarah; Zaifatur Ridha; Satria Wiguna

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran complete sentence, analisis pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran complete sentence dan faktor yang mempengaruhi dalam implementasi model pembelajaran complete sentence. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data di lakukan dengan mengadakan: wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisa data yang diguanakan yaitu reduksi data, penyajian data kemudian menarik kesimpulan. Hasil penelitian bahwa penerapan model pembelajaran complete sentence pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas VIII di SMP Tunas Mandiri  Tanjung Pura terdiri dari beberapa tahapan yaitu: mempersiapkan lembar kerja siswa, guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai, guru menyampaikan materi pembelajaran, guru membentuk kelompok, guru membagikan lembar kerja, peserta didik berdiskusi, memperbaiki jawaban hasil diskusi, peserta didik memahami materi dan guru menyampaikan kesimpulan materi pembelajaran. Analisis Pembelajaran Pendidikan Agama Islam siswa kelas VIII di SMP Tunas Mandiri Tanjung Pura  mengalami peningkatan dengan menggunakan model pembelajaran complete sentence. Tingkatan analisis yang dimiliki siswa berada pada kategori menterjemahkan (translation).