Publication Search

71,387 articles from 644 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1241-1260 of 1,336

Analytics

Karningsih Karningsih

Public Service And Governance Journal 2021 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Program Indonesia Pintar bertujuan untuk    menjamin semua  anak usia sekolah  untuk menempuh pendidikan ,  dan kesempatan belajar.Bantuan dana Program Indonessia Pintar ini sangat membantu siswa untuk memenuhi kebutuhan sekolah, apalagi ketika munculnya wabah pandemi covid-19 berdampak pada semua sektor kehidupan, termasuk sektor pendidikan yang mengharuskan siswa belajar di rumah, hal ini tidak  selalu menguntungkan bagi siswa dari keluarga miskin, karena tuntutan biaya hidup yang tinggi orang tua menyebabkan pemanfaatan dana PIP tidak digunakan untuk biaya sekolah  siswa,  melainkan  untuk  memenuhi  kebutuhan  keluarga  .  pembelajaran  selama  pandemi Covid -19 secara  online bisa dilakukan dengan fasilitas  internet, pulsa dan gadget,   Pendekatan penelitian adalah deskriptif kualitatif,   fokus penelitian yaitu komunikasi, sumber daya, struktur birokrasi,  dan  disposisi..  Hasil  penelitian  menunjukkan    bahwa    implementasi  Program  Indonesia Pintar di SMP Negeri 1 Japah Kabupaten blora   belum optimal   dimanfaatkan untuk kebutuhan pendidikan  siswa  ,).  Komunikasi  program  PIP  dilakukan  melalui  sosialisasi  pemanfaatan  bantuan dana PIP, dan   tidak ada pengawasan dalam pemanfaatan bantuan   dana. Struktur birokrasi sederhana  oleh pihak sekolah kepada orang tua siswa,Sumber daya manusia sudah melaksanakan tanggung jawabnya, tetapi sumber   dana mengalami masalah pendistribusian karena kurang tepat waktu,  dilihat dari disposisi (sikap) implementor memberikan pelayanan dengan baik.

Darmawan, I Putu Ayub; Nalle, Patri Alinda; Magdalena, Magdalena; Marderina, Marderina; Julita, Yustina

Jurnal Komunikasi Pendidikan 2021 Universitas Veteran Bangun Nusantara

Pandemi covid-19 telah memaksa pembelajaran dilaksanakan dengan cara berbeda. Siswa harus belajar dari rumah, sementara Sekolah dan guru harus menyelenggarakan pembelajaran yang efektif. Demikian pula orang tua harus berperan aktif melaksanakan pembelajaran dari rumah. Untuk itu, penulis melakukan penelitian terdahap upaya sekolah dan keterlibatan orang tua dalam pembelajaran di masa pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan jika upaya TK Isa Almasih mewujudkan kegiatan belajar pada masa pandemi covid-19 adalah 1) Merancang pembelajaran yang menstimulus siswa belajar sesuai dengan tema belajar dan efisien secara ekonomi; 2) Bekerjasama dengan orang tua murid dengan mengadakan pertemuan terbatas membahas perkembangan siswa; 3) Menggunakan sosial media untuk  menyampaikan informasi yang berkaitan dengan bahan ajar dan pemberitahuan hasil belajar murid. Sementara bentuk keterlibatan orang tua dalam pembelajaran dari rumah yaitu 1) Menjadi penuntun anak dalam belajar dari rumah; 2) Orang tua berperan menjadi operator. AbstractThe Covid-19 pandemic has forced learning to be carried out in a different way. Students must learn from home, while schools and teachers must organize effective learning. Likewise, parents must play an active role in carrying out learning from home. For this reason, the authors conducted research on school efforts and the involvement of parents in learning during the Covid-19 pandemic. This study uses a qualitative approach by collecting data through interviews. The results showed that the efforts of Isa Almasih Kindergarten to realize learning activities during the Covid-19 pandemic were 1) Designing learning that stimulates students to learn according to the learning theme and is economically efficient; 2) Collaborating with the parents by holding a limited meeting to discuss student development; 3) Using social media to convey information related to teaching materials and notification of student learning outcomes. While the forms of parental involvement in learning from home are 1) Being a guide for children in learning from home; 2) Parents act as operators.

Bernarda Meteray; Helen Yuliance Ester Wabiser

Jurnal DIKMAS 2021 Biro Pengelolaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarat SETIA Ngabang

Developing children's interests and talents in a religious context is crucial to shaping the character and morality of the younger generation. This study aims to explore the various methods used in religious activities in Heram District, Waena Kel. Jayapura City, and to measure their impact on the development of children's interests and talents. Through qualitative and quantitative approaches, data was collected from observations, interviews, and questionnaires. Results show that religious activities not only increase children's interest in spiritual aspects, but also contribute to their social and emotional development.

Erni Suprapti; Diana Dayaningsih; Afifah Kurniawati; Afifah Muslim; Afriza Prima S +2 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2021 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Pandemi covid-19 memaksa anak-anak untuk stay di rumah untuk menghindari penularan. Hal ini membuat anak menjadi bosan dan jenuh yang berakibat stress pada anak. Orang tua memiliki peranan penting dalam mendampingi anak-anak selama di rumah. Peran orang tua di masa Covid-19 adalah sebagai pembimbing, pendidik, penjaga, pengembang, dan pengawas bagi anak-anak. Peran yang selama ini dilaksanakan di satuan pendidikan beralih fungsi di satuan keluarga.  Salah  satu  peran  khusus  yang  harus dilakukan orang tua adalah bermain bersama anak. Bermain merupakan kebutuhan dasar anak dan menjadi momen yang penting bagi perkembangan anak. Bermain terapeutik bertujuan untuk meningkatkan kesehatan emosi pada anak. Melalui bermain terapuetik seorang anak dapat mengekspresikan perasaan emosi dan membantu anak mengurangi ketakutannya. Peran orang tua menjadi lebih besar dalam mendampingi anak bermain selama di rumah. Perawat anak memiliki tanggung jawab dalam mempersiapkan orang tua mendampingi anak secara maksimal untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Tim pengabdian masyarakat Akper Kesdam IV/Diponegoro berupaya untuk memberikan edukasi tentang bermain therapeutik pada anak selama masa pandemi covid-19 yang sasarannya adalah ibu-ibu yang mempunyai anak Balita. Hal ini dilakukan berdasarkan Analisa munculnya permasalahan pada anak-anak yang merasa bosan dan jenuh dan berakibat stress pada anak dan kebingungan ibu dalam memberikan permainan yang tepat untuk anak selama masa pandemi covid ini. Edukasi yang diberikan melalui penyuluhan dengan memberikan pengetahuan tentang permainan yang dapat diberikan kepada anak selama masa pandemi covid-19. Koordinasi dilakukan dengan berbagai pihak terkait sehingga pelaksanaan penyuluhan berjalan dengan lancar. Dikarenakan masa pandemic covid-19, dimana tidak diperbolehkan untuk berkumpul dengan jumlah orang yang banyak, maka penyuluhan diberikan lewat zoom meeting. Hasil dari penyuluhan  ini  ibu-ibu  merasa  puas  dan  senang mendapatkan pengetahuan  tentang bermain therapeutik untuk anak selama masa pandemic covid-19 dan semuanya mempraktekkan ilmu pengetahuan yang sudah diberikan. Anak-anak juga merasa senang dan stress pada anak berkurang.      

Adhe Lisna Gayuh Sasiwi; Nelawati Radjamuda

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2021 Universitas Muhamadiyah Manado

Salah satu penyebab kematian ibu antara lain masih rendahnya pemahaman tentang kontrasepsi dan kesehatan reproduksi, rendahnya akses terhadap pelayanan kontrasepsi dan banyaknya pasangan usia subur (PUS) tidak mendapat pelayanan kontrasepsi, pada hal itu beresiko meningkatkan jumlah kematian ibu karena aborsi yang tidak aman (Budijanto, 2013).      Berdasarkan data wilayah kerja puskesmas Kombos pada tahun 2017 diketahui bahwa Jumlah peserta KB aktif berjumlah 3.711 (68,6%) dari total 5.408 Pasangan Usia Subur (PUS). Ini berarti masih ada 1.697 (31,4 %) PUS yang bukan merupakan peserta KB aktif. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan masih tingginya PUS yang tidak menggunakan alat kontrasepsi di wilayah kerja puskesmas Kombos tahun 2017.       Desain penelitian dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Penelitian ini telah dilaksanakan di wilayah kerja puskesmas Kombos Kota Manado pada  bulan Mei 2019. Variabel dalam penelitian ini adalah mono variable yaitu Faktor PUS tidak menggunakan alat kontrasepsi. Populasi dalam hal ini adalah semua PUS yang bukan peserta KB aktif di puskesmas Kombos yaitu berjumlah 1697 peserta. Sampel dalam hal ini adalah sebagian PUS yang bukan peserta KB aktif di puskesmas Kombos yaitu berjumlah 94 peserta. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu menggunakan aksidental sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner. Analisa data ada penelitian ini menggunakan tabel distribusi frekwensi. Faktor penyebab Pasangan Usia Subur (PUS) tidak menggunakan alat kontrasepsi di wilayah kerja puskesmas Kombos Kota Manado menunjukkan 19,1% ingin punya anak, 16,4 % takut efek samping, 15,3% tidak nyaman, 14,5% fertilitas (ingin banyak anak0, 14,5% tidak ingin, 9,2% masalah akses alat KB, 6,5% masalah kepercayaan/agama..    

Herbi Kriswanto; Paulina Maria; Silvester Adinuhgra; Greget Widhiati

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2021 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Dalam penulisan skripsi ini, penulis membahas tentang pentingnya penggunaan media audio visual dalam menciptakan semangat belajar anak sekami. Penulis melihat bahwa banyak anak sekami  yang tidak bersemangat dalam mengikuti kegiatan sekami karena mereka merasa bosan dan tidak tertarik dengan apa yang dilihat, didengar, dan dilakukan selama proses kegiatan berlangsung. Teristimewa anak-anak  sekami  yang  berada  di  stasi-stasi  yang  terpencil  atau  jarang  ada kegiatan SEKAMI. Hal ini terlihat dari jumlah keaktifan anak sekami yang kurang aktif. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode studi pustaka yang menelaah tentang teori-teori media, teori audio visual, teori semangat belajar dan SEKAMI. Penelitian ini juga memberikan usulan program yang dapat digunakan oleh para Pembina sekami dalam pembinaan menggunkan media audio visual. Media merupakan alat bantu yang dapat digunakan seorang Pembina SEKAMI untuk menyampaikan materi pembinaan untuk anak SEKAMI. Media yang efektif dalam pembinaan iman ialah media audio visual. Media audio visual merupakan media yang memadukan unsur gambar dan suara. Penggunaan media audio visual dalam kegiatan SEKAMI dapat membantu anak SEKAMI untuk lebih mengenal peristiwa-peristiwa masa lampau dan dapat meningkatkan semangat belajar anak SEKAMI

Zumrotus Sa'diyah; Farida Isroani

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2021 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) upaya pustakawan dalam meningkatkan minat baca anak di Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat; (2) kendala yang dihadapi pustakawan dalam meningkatkan minat baca anak di Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dengan petugas Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat dan observasi. Berdasarkan penelitian ini, ada beberapa ringkasan. Diantaranya: (1) upaya pustakawan untuk meningkatkan minat baca anak di Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat adalah, menyediakan sarana dan prasarana, memperbarui koleksi buku secara berkala, memberikan layanan khusus untuk anak, desain ruangan yang nyaman, kerjasama dengan sekolah, menambah pustakawan yang bekerja di bidang pelayanan anak; (2) Kendala yang dihadapi pustakawan untuk meningkatkan minat baca anak di Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat adalah, meja dan kursi terbatas, tempat bermain anak belum tersedia, kurangnya minat baca anak, ruang kegiatan anak kurang memadai, warna cat kamar kurang menarik, kurangnya petugas perpustakaan pada pelayanan anak.

Ana Merdekawaty; Fatmawati; Ardiyansyah

Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

The purpose of this service activity is to increase the knowledge and skills of participants in Moringa processing; increase participants' knowledge about the potential of Moringa leaves as a healthy food ingredient, and produce Moringa chicken nuget products and Moringa leaf sticks. The activity method used is mentoring with activity stages; 1. preparation, 2. implementation, 3. evaluation. The results of the activity showed an increase in the knowledge and skills of the participants in processing Moringa leaves, participants knew that Moringa leaves have good nutritional potential and can be developed as a healthy food processing ingredient, and participants are skilled in processing Moringa leaves into Moringa chicken nuggets and Moringa leaf sticks. . Given the large benefits of this activity, it is advisable to carry out further activities in the form of assistance in marketing Moringa leaf processed products in order to increase people's income.

Maria Sihombing; Brigita Pesik

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2021 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Keperibadian sangat penting dalam kehidupan manusia, termasuk seorang guru yang memiliki tanggung jawab dengan keperibadian tersebut dapat memberikan hal yang positif dalam kehidupan siswa. Titus 2:7 memberikan gambaran yang cukup jelas bagaimana seorang guru dapat bertanggung jawab dalam pekerjaannya sebagai pendidik dan pada akhirnya dapat mempengaruhi prestasi belajar. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian survel, yaitu penelitian yang digunakan pada populasi skala besar maupun kecil. Hasil penelitian kepribadian guru pendidikan agama Kristen dengan prestasi belajar siswa berdasarkan Titus 2:7 dipengaruhi dan bisa diterapkan karena memiliki pengaruh yang baik. Terdapat pengaruh yang signifikan antara keperibadian guru berdasarkan Titus 2:7 dengan prestasi belajar siswa di pusat pengembangan anak 10 432 Merpati, dan berdasarkan hermenutik yang Titus 2:7 diketahui bahwa seorang guru harus bersungguh-sungguh dan berperan aktif dalam menjadikan dirinya contoh dan teladan bagi siswa, jujur dalam perkataan dan berintegritas dan dilakukan secara terhormat dan konsisten serta berkesinambungan

Wahyuseptiana, Yetty Isna; Nuryanto, Sidik

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2021 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Abstrak Pendidikan saat ini mengalami dinamika perubahan sehingga menuntut setiap individu untuk mampu berkompetisi. Tentunya hal ini menjadikan sekolah dan keluarga lebih peka akan pemberian pengetahuan kepada anak. Saat ini kemampuan literasi awal pada anak telah diupayakan untuk mendapat perhatian. Hal ini dikarenakan kemampuan literasi awal merupakan salah satu indikator siap atau tidaknya anak melanjutkan jenjang pendidikan berikutnya. Namun dilapangan para guru di TK Aisyah Cekel Karanganyar masih belum memahami literasi awal. Dengan demikian guru perlu memiliki pemahaman pembelajaran literasi awal. Tujuan yang dicapai dari program pengabdian ini yaitu pelatihan pengembangan pembelajaran literasi awal pada anak. Metode pelaksanaan yang dilakukan melalui metode pendekatan partisipatif, penyadaran, pembelajaran (teori dan praktek) dan reflektif. Adapun mekanisme pelaksanaan pengabdian meliputi persiapan, pelaksanaan pelatihan mencakup penyajian materi, evaluasi kegiatan, refleksi dan penutupan kegiatan. Berdasarkan hasil evaluasi dan refleksi diperoleh adanya perubahan secara signifikan dan peningkatan akan pemahaman para guru terhadap pembelajaran literasi awal pada anak. Kata kunci: Literasi, anak usia dini, Guru

Sumaryanto, Sumaryanto; Widajanti, Erni; Handayani, Asih

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2021 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

UMKM menghadapi persaingan yang ketat, era digitalisasi menuntut pelaku usaha bergerak secepat perubahan. Data, teknologi Smartphone dan aplikasi adalah satu paket. Salah satu aplikasi yang dapat digunakan adalah imooji. Bagi UMKM aplikasi imooji membantu mencapai tujuan usaha. Pemasaran Sosial digunakan untuk menarik empati, yaitu dengan mengelola sampah. Roti Andika adalah UMKM di daerah Tohudan, menghasilkan roti berbahan baku, peralatan dan cara operasional konvensional. Keunggulannya harga murah. Pegawai Roti Andika anak-anak muda yang familiar dengan smartphone, tetapi penggunaan smartphone tidak optimal. Fungsi Aplikasi imooji untuk memasarkan produk, kali ini kontennya berisi kepedulani lingkungan yaitu cara mengelola sampah yang benar. Target pelatihan meningkatkan penjualan melalui konten mengelola sampah dan meningkatkan kualitas hidup serta informasi yang ingin disampaikan kepada siapapun, dimanapun dan kapanpun dengan konten menarik.

Budi NU, Santoso; Rahmat, Doris

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2021 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Bentuk kekerasan fisik yang dilakukan oleh pasangan (suami) berisiko mengakibatkan efek psikologis bagi korban (istri/perempuan), diantaranya, mengalami peningkatan depresi, rendah diri, dan tekanan psikologis. Tingkat keparahan kekerasan fisik ini juga dapat memprediksi tingkat depresi pada korban. Rata- rata gangguan stres pasca trauma pada perempuan yang mengalami siksaan secara fisik cukup tinggi menyatakan bahwa kekerasan dalam rumah tangga yang dikaitkan dengan kuantitas kejadianya, kualitas peristiwa dan perilaku negatif anggota keluarga dapat menjerumuskan kepada kehancuran dan perceraian keluarga. Efek kekerasan dalam rumah tangga tidak hanya menimpa perempuan yang menjadi korban. Kekerasan tersebut juga berakibat buruk pada anak, yaitu mengganggu perkembangan Anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga, mengalami masalah psikologis, emosional, perilaku, masalah sosial dan akademik. Kekerasan sering kali terjadi pada perempuan disebabkan adanya pandangan masyarakat Kata kunci:Perlindungan, Kdrt

Siti Dea Ananda; La Ode Muhammad; La Ode Alfis; Nurdiana Ahmad

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2021 Universitas Muhammadiyah Manado

So far, scholarly conversations about child development disorders in coastal communities can be mapped into at least two trends. First, studies that attempt to uncover the factors that cause growth and development disorders in children and studies that are limited to testing measuring instruments for early detection of children's growth and development disorders. The focus of the study in this article is the form of child growth and development disorders and how to detect child growth and development disorders as early as possible. This study uses qualitative research that produces descriptive data. The results showed that there are several child growth and development disorders, namely language development disorders, attention deficit disorder, autism and decreased intelligence levels. Early detection can be done by means of history taking, routine physical examination and developmental screening.

Muriyati Rokani; Andi Akifa Sudirman; Nur Ainnun K. Uba; Sri Yulianti Amara

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2021 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Nutritional status is an expression of a state of balance in the form of certain variables or the manifestation of nutrition in the form of certain variables. The purpose of this study was to determine the relationship between parenting style and the level of parents’ economic income in improving the nutritional status of toddler during the COVID-19 pandemic in Barakati Village, Batudaa District, Gorontalo Regency. The research design used an analytical survey method with a cross sectional approach. the sampling technique uses purposive sampling. The results showed that there is a relationship between parenting style and the level of parents’ economic income during the COVID-19 pandemic with the nutritional status of toddler. The conclusion is that the majority of parents apply directive parenting with a low level of parental income, but this does not make parents’ attention to child nutrition neglected so that the average nutritional status of children is normal. Suggestions from this study are that parents can provide good parenting to children and pay attention to the nutritional status of children by utilizing food ingredients that are easily available but have good nutritional content.

Supena, Asep; Iskandar, Rossi

Jurnal Komunikasi Pendidikan 2021 Universitas Veteran Bangun Nusantara

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana layanan pendidikan inklusi anak berkebutuhan khsuus tunarungu di Sekolah Luar Biasa Negeri Ciamis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan Anak tunarungu memiliki hambatan dalam pendengaran akibatnya tunarungu kesulitan dalam berbicara. Anak tunarungu memaksimalkan indera penglihatannya sebagai jalan penyempurna dari kurangnya indera pendengaran. Mereka memiliki gerakan mata yang cepat, agak beringas. Sisa pendengaran anak tuna rungu dapat dilatih dengan latihan Bina Persepsi Bunyi dan Irama, anak tuna rungu juga dapat melatih otot-otot berbicaranya sehingga dapat berkomunikasi seperti anak normal lainnya. Pengembangan komunikasi persepsi bunyi dan irama merupakan program khusus yang dilakukan sekolah SLBN Ciamis untuk melatih kemampuan anak tunarungu di sekolah. Namun pada saat pandemic covid-19 orang tua menjadi pendamping khusus sekaligus sebagai guru selama dirumah untuk melatih berbicara anaknya menggunakan bahasa sehari hari selain dibantu melalui alat bantu mendengar yang dipandu oleh guru nya. 

Gunarto Gunarto; Harsoyo Harsoyo

Public Service And Governance Journal 2021 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS bukan pekerjaan sederhana, dan mudah. Meningkatnya kasus yang terus menerus setiap kasus adalah jawaban dari persoalan yang dihadapi oleh semua bangsa di dunia ini. KAbupaten Semarang merupakan salah satu dari tujuh kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki persebaran kasus yang tinggi. Permasalahan yang ditemui atas meningkatnya kasus HIV/AIDS ini cukup beragam, baik dari factor internal maupun eksternal. Undang-undang Kesehatan telah memberikan rambu-rambu untuk upaya kesehatan bagi masyarakat. Pemerintah dan Pemerintah Kabupaten Semarang telah melakukan upaya menterjemahkan secara spesifik dan operasional. Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 3 Tahun 2010 adalah bukti upaya implementasi dalam pencegahan dan penaggulangan HIV/AIDS. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkanupaya implementasi kebijakan public dari Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2010. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi telah berjalan dengan baik, namun belum optimal. FAktor-faktor yang mempengaruhi adalah  selain kondisi internal berkaitan dengan penelusuran kasus dan pembiayaan, yang paling dominan justru dari kondisi eksternal. Kondisi eksternal ini menyangkut kesadaran melaporakan kasus, kesadaran menggunakan kondom, persebaran yang sulit terdeteksi, juga termasuk penutupan lokalisasi dari berbagai daerah sekitar. Partisipasi ODHA juga menjadi factor yang harus mendapat perhatian dari pemerintah, pemerintah daerah dan LSM pendamping ODHA

Sri Mulyani Wahono

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Menanamkan cinta tanah air kepada generasi muda dimulai dari masa anak-anak dengan cara melihatkan hasil budaya dan perjuang para pendiri bangsa dengan berwisata ke museum. Museum merupakan tempat penyimpanan dan pemeliharaan dari bukti sejarah bangsa. Dengan peninggalan nenek moyang bangsa Indonesia disimpan di museum  akan menggugah rasa bangga dan memilikinya, sehingga dalam jiwa generasi muda timbul rasa untuk memelihara dan melestarikan juga mengembangkan rasa cinta tanah air. Mengajak pergi berwisata budaya salah satu cara  mudah untuk mengajarkan generasi penerus bangsa untuk mencintai bangsanya, negaranya dan tanah airnya. Dengan bukti nyata apa yang ada dan  dipamerkan di Museum Ronggowarsita.

Rizky Budiyanto, Amelia; Muzayanah, Muzayanah

DINAMIKA HUKUM 2020 Universitas Stikubank

Berdasarkan pasal 28 H ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945. Pemerintah Daerah memiliki  tanggung jawab untuk memenuhi hak atas layanan kesehatan warganya sehingga warganegara berhak mendapatkan layanan kesehatan. Dengan demikian Pemerintah Kota Semarang mengesahkan Peraturan Walikota Semarang Nomor 43 Tahu 2017 tentang Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan. Fakir Miskin an anak terlantar di pelihara oleh negara, hal itu tertuang pada pasal 34 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945. Melalui program UHC, Pemerintah Kota Semarang memberikan pelayanan kesehatan pada warganya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan jaminan kesehatan terutama bagi warga miskin dan tidak mampu demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Tipe penelitian ini menggunakan metode yuridis-normatif, yaitu dengan menggambarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dikaitkan dengan teori-teori hukum dan praktek pelaksanaan hukum positif yang berkaitan dengan permasalahan. Penelitian yuridis-normatif sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh penulis, karena dalam penelitian ini penulis berusaha menguraikan kenyataan-kenyataan yang ada atau fakta yang ada dan mendeskripsikan sebuah masalah yang terdapat pada pelaksanaan Peraturan Walikota Semarang No 43 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan. Dengan adanya PBI maupun UHC hal itu telah membantu masyarakat dari segi biaya, namun perlu ditambahkan bahwa Perwal Kota Semarang Nomor 43 Tahun 2017 tersebut belum mengatur lebih rinci mengenai untuk rawat jalan sehingga masih menimbulkan beban biaya yang dirasakan oleh masyarakat. Dan juga pemerintah masih perlu melakukan sosialisasi mengenai program UHC, terbukti di tahun ke-3 (tiga) program tersebut berjalan masih ada masyarakat yang belum mengetahui program tersebut. Sayang rasanya bilamana program tersebut manfaatnya belum bisa dirasakan oleh masyarakat secara keseluruhan. Kata kunci: Implementasi, Jaminan Kesehatan, Warga Miskin  

Amalia Nuruul Azizah; Devi Riri Yuliyani; Amelia Lestari

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2020 Universitas Muhammadiyah Manado

Bahasa ibu merupakan alat komunikasi pertama seorang anak pertama dilahirkan yang berasal dari lingkungan terdekatnya baik dari ibu, ayah, sanak saudara dan juga lingkungan masyarakat sekitar. Bahasa ibu pun sering disebut juga dengan bahasa daerah dimana seorang anak tersebut dilahirkan maka bahasa yang ia gunakan adalah menggunakan bahasa ibu, hal ini dikarenakan agar tetap terjaganya bahasa daerah tersebut dan juga agar tetap lestari. Penggunaan bahasa daerah atau bahasa ibupun berpengaruh terhadap lingkungan sekitarnya dimana keadaan lingkungan tersebut akan terbawa oleh anak hingga besar nanti, lingkungan pun merupakan daerah yang paling dekat dengan anak dan sering berinteraksi sehari-hari. Maka dari itu perlu adanya sosialisasi pelatihan bahasa daerah sebagai penggunaan bahasa ibu. Tujuannya adalah untuk  untuk meningkatkan kemampuan penggunaan bahasa daerah pada anak usia dini dan untuk membentuk dan membangun kesadaran orang tua tentang pentingnya pendidikan bahasa daerah sebagai bahasa ibu. Teknik yang digunakan untuk pelatihan ini adalah pengumpulan data, menentukan tema kegiatan, membuat materi kegiatan, melakukan sosialisasi dan pelatihan,dan yang terakhir yaitu mengevaluasi.

Euis Kusumarini; Ahmad Syafie Adha

Jurnal DIKMAS 2020 Biro Pengelolaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarat SETIA Ngabang

Laporan Pengabdian Kepada Masyarakat ini disusun dalam rangka pemecahan masalah: Bagaimana caranya untuk dapat meningkatkan kualitas pendidikan pada anak jalanan usia sekolah  dalam program Wajib Belajar Nasional dan Bagaimana cara membangun kesadaran dan motivasi  belajar bagi anak jalanan usia sekolah agar menjadi harapan masa depan sebagai kualitas dalam kemajuan pembangunan bangsa negara RI pada  baik bagi pihak peserta didik/ anak jalanan itu sendiri pun orang tua/wali, keluarga, pihak sekolah, pemerintah dan pihak lain  yang turut bisa mampu mendukung secara materil dan moril serta Diharapkan nantinya adalah bahwa dengan adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat bermanfaat dan bisa berkelanjutan jika cukup berhasil akan hasilnya  untuk diharapkan dari para peserta didik yakni anak jalan usia sekolah terdapat perubahan sifat watak karakter dan nilai baik pengetahuan keterampilan dan perubahan sikap karakter yang dilihat dari adanya prestasi kecakapan keahlian yang bermanfaat bagi dirinya dan orang banyak dengan nyata sehingga tujuan dari Wajib Belajar Cukup berperan serta, segi adanya Bimbingan Konseling Belajar untuk Anak Jalanan Usia Sekolah adalah hal yang paling cukup efektif dan efisien dilakukan dengan prosedur dan proses yang benar sesuai kondisi dan komunikatif serta kemampuan ilmu pendidikan yang dimilki oleh Konselor dalam memberikan layanan Bimbingan Konseling tersebut. Serta kesadaran motivasi serta dukungan dari peserta didik anak jalanan usia sekolah tersebut orangtua/wali keluarga pihak pemerintah steakholder  dapat berhasil mensolusikan tingkat pengangguran kriminalitas dan buta huruf atau berkelanjutan pendidikan hingga pada Wajib Belajar Nasional dapat cukup terpenuhi.