Publication Search

71,387 articles from 644 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1241-1254 of 1,254

Analytics

Kristine Dareda; Irma Yahya; Hermin B. Korah

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2019 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Masa remaja merupakan periode terjadinya pertumbuhan dan perkembangan yang pesat baik secara fisik, psikologis maupun intelektual. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa efektifitas Inovasi metode edukasi  Remaja  dalam upaya preventif  Penyakit Menular Seksual ( PMS ) /Infeksi Menular Seksual (IMS) di SMK V Manado. Desain penelitian yaitu two group pretest posttest. Sampel diambil sebanyak 40 responden dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Pengumpulan data mengunakan tehnik wawancara dan observasi dan mengisi  kuesioner. Selanjutnya data yang terkumpul diolah menggunakan program komputer SPSS untuk dianalisa menggunakan uji T-Berpasangan. Hasil penelitian diketahui nilai mean sebelum diberikan edukasi secara langsung yaitu 1.25 dan nilai mean sesudah yaitu 1.60 dengan nilai p=0.00, kemudian diketahui nilai mean sebelum diberikan edukasi menggunakan whatsapp yaitu 1.15 dan nilai mean sesudah yaitu 1.65 dengan nilai p=0.000. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah metode yang paling efektif pada peningkatan pengetahuan siswa SMK Negeri V Manado adalah metode edukasi menggunakan media internet (whatsapp).

Nurbeta Nurbeta; Silvester Adinuhgra; Fransiskus Janu Hamu; Widya Ariyani

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2019 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

The purpose of this thesis is to depart from the problems faced by Catholic adolescents, relating to the number of teenagers not active in activities in the Church, and falling into promiscuity. Departing from this issue, the need for the role of Catholic Religious Education to transfer the values of Faith to Catholic youth. Thesis entitled "Catholic Religion Education as a Media of Faith Communication for Youth in Saint Francis Benagin" aims to provide correct understanding to Catholic youth about the importance of Catholic Religion Education as a medium to translate Catholic Faith values so that Catholic youth can become adolescents with integrity , productive, competitive, innovative and has a good spirituality life. The method used in this research is qualitative method. Data obtained by observation, interviews and documentation. Research steps include, conversations with informants, informant profiles, reflection, synthesis, prospects or possibilities that will occur.

Azhari, Nanang Khosim; Tuti Anggarawati; Nadhea Bunga Aprilia; Tria Friska Ningrum

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2019 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Homosexuals or currently better known as LGBT (lesbian, gay, bisexual and transgender) is a phenomenon that has graced the media lately. Starting from the prosecution for legalizing same-sex marriage, the pros and cons of its existence, prostitution of minors for gays to prosecution by certain groups to criminalize homosexuals. Although homosexuals have existed for a long time, it is not yet known for certain the cause of this same-sex liking. Including the debate whether homosexuality is classified as a nuisance, risk or grace (normal). Homosexuality is a feeling of being attracted to the same sex (Stuart, 2013). Homosexuality does not occur between men and men (gay) or women and women. Another understanding according to Behrman, et al (2012) states that homosexuality is a physical and romantic force of the same sex. Currently, the phenomenon of homosexuality is better known as the term LGBT (lesbian, gay, bisexual and transgender). This phenomenon has existed since ancient times, but nowadays homosexual behavior has begun to tend to be carried out openly. This is different from ancient times where homosexual behavior was carried out in secret (Budiarty, 2011).

Yuliana D; Safriadi Darmasnyah A; Sitti Rabania; Desi Apriana Kadir

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2019 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Merokok meupakan aktivitas membakar rokok yang sebagian asapnya diisap masuk ke dalam tubuh dan sebagian tersebar di lingkungan sekitar Peran dari orang tua sangatlah penting dalam upaya menekan meningkatnya jumlah perokok di kalangan remaja, karena orang tua sebagai figur contoh. Ketika orang tua adalah perokok berat, maka anak-anaknya akan mungkin sekali untuk mencontohnya. Bahwa orang tua perokok akan berpengaruh dalam mendorong anak mereka untuk menjadi perokok pemula. Di perkirakan pengaruh orang tua akan meningkatkan kemungkinan merokok 3,3 kali pada anak lelaki dan 1,5 kali pada anak perempuan. Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Aliyah Swasta Lebani dari tanggal 12 Juni sampai dengan 10 Juli 2019. Dengan menggunakan metode deskriptif analitik dengan menggunakan desain cross sectional study dengan jumlah sampel  64 remaja dengan kriteria inklusi: Siswa Madrasah Aliyah Swasta Lebani kelas X dan XI, berjenis kelamin laki-laki, usia 15-18 tahun, tidak mengalami gangguan mental dan bersedia menjadi responden. Pengumpukan data dengan menggunakan kuesioner. Dengan menggunakan Uji Statistik Chi-Square  dengan tingkat kemaknaan   ? = 0,05. Analisis data di lakukan dengan analisis univariat dan analisis bivariat pada program SPSS versi 17,0. Hasil penelitian menunjukan bahwa:  bahwa ada hubungan yang bermakna antara peran orang tue dengan kebiasaan merokok dengan nilai p=0,000 > dari nilai a= 0,05. Dianjurkan pada keluarga (ayah dan ibu) agar lebih memahami akan peran orang tua dalam mendidik dan membesarkan anak teristimewa dalam hal mencegah anak sejak dini untuk tidak merokok, dianjurkan kepada petugas kesehatan dalam hal ini Puskesmas Dungkait.

Yuni Astuti; Erni Suprapti; Apriliya Dwi S; Badriyatul Khasanah; Dina Farkhana +3 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2019 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Anak remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Perkembangan yang mencolok pada masa remaja usia 10 sampai 19 tahun adalah terjadinya kematangan identitas seksual dan perkembangan organ reproduksi untuk memasuki masa dewasa (Supartini, 2012). Perubahan terpenting yang terjadi pada remaja perempuan adalah haid pertama kali (menarche). Menarche dianggap  sebagai tanda kedewasaan  pada remaja perempuan di beberapa daerah, sehingga mereka dianggap sudah mampu melakukan tugas sebagai seorang wanita. Santrock (2010), menyimpulkan bahwa anak perempuan yang mengalami menarche akan mengalami kondisi psikologis seperti cemas, stres, takut dan beresiko mengalami depresi karena terjadi perubahan fisik setelah menarche. Salah satu cara menghadapi hal tersebut dengan meningkatkan pengetahuan anak melalui pendidikan kesehatan di sekolahan mengenai menarche. Sekolah merupakan tempat yang paling tepat untuk melakukan pendidikan kesehatan karena sekolah merupakan lingkungan terdekat anak setelah lingkungan keluarganya. Sekolah dapat menjadi langkah strategis dalam upaya peningkatan kesehatan pada anak usia sekolah    

Febianingsih, Ni Putu Eka; Putra, Kadek Agus Dwija; Putra, Gede Yudiana

Bali Health Published Journal (BHPJ) 2019 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Background: High prevalence of anemia exists in the developing country where its causes are multi-factorial. One of the most vulnerable populations are adolescent girl. This study aims to know the prevalence and risk factor of anemia among adolescent girls in Abiansemal High School Methods: Cross sectional study was conduct with a total of 254 individuals comprising healthy participated. The relevant information was collected with interviews, anthropometric measurements and Hemoglobin assay. Multivariate Poisson Regression analysis was done to analysis the risk factor. Results: The prevalence of anemia was found to be 71.3% (22.8% mild anemia, 47.2% moderate anemia and 1.2% severe anemia). Mean age of the adolescent girls was 15.5 ± 0.66 years old. Multivariate analysis showed that the strongest predictors of anemia associated with adolescent girls is eating frequency ? 2 times a day (aPR:1.55; 95% CI: 1.32 to 1.81), excessive menstrual bleeding (aPR: 1, 35; 95% CI 1.17 to 1.56), vegetarian diet (aPR: 1.23; 95% CI 1.08 to 1.41) and drinking tea during meals (aPR: 1.17; 95% CI 1.01 to 1.36). However, the level of knowledge, socioeconomic status, and BMI did not contribute significantly in this study. Conclusions: High prevalence of anemia in adolescent girls of Abiansemal High School. Anemia screening should be done regularly and giving iron tablets to adolescent girls.

Sopia Sopia; Silvester Adinuhgra; Titi Christiana

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2019 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pentingnya berpastoral bagi para remaja khususnya remaja bermasalah di wilayah Paroki Santa Maria De La Salette Muara Teweh. Oleh karena itu, melalui  penelitian ini dapat membantu dan menolong remaja agar dapat menghayati iman, menemukan jati diri, bertanggung jawab, disiplin dan mampu menjadi harapan Gereja, Bangsa dan Negara. Metode yang digunakan dalam proses penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan metode penelitian kualitatif, penulis ingin mengetahui jawaban dan pengalaman para informan berkaitan dengan remaja yang bermasalah di Paroki Santa Maria De La Salette Muara Teweh. Setelah mendapatkan data dari para informan, penulis berusaha menganalisis jawaban tersebut dari para informan berkaitan dengan masalah yang dialami oleh para remaja. Dari hasil penelitian, penulis menemukan banyak sekali informan mengatakan bahwa  remaja  di  Paroki  Santa  Maria  De  La  Salette  Muara  Teweh,  mengalami masalah yakni kurangnya rasa percaya diri, takut, minder, dan bingung dalam mengambil keputusan  yang pasti. Hal itu disebabkan oleh faktor orang tua yang broken home, pengaruh teman sebaya yang kurang baik, dan pergaulan sehari-hari. Simpulan   dari   penelitian   ini   adalah   bahwa   pada   usia   remaja,   mereka memerlukan bimbingan  dan pendampingan dari orang tua maupun guru. Dengan demikian, penelitian ini menjadi sangat penting untuk berpastoral bagi remaja yang bermasalah.

Yasinta Yasinta; Fransiskus Janu Hamu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2019 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Permasalahan yang dihadapi remaja di rumah yaitu masalah antar remaja dengan orang tua atau sebaliknya masalah orang tua dengan anak ( remaja). Orang tua menjadi contoh dan teladan bagi anak (remaja). Untuk menjadi contoh bagi anak-anak (remaja) orang tua harus mampu membangun sikap yang harmonis dalam keluarga, dan menanamkan  nilai-nilai keagamaan bukan hanya  melalui kata-kata  namun  yang  paling  dibutuhkan  oleh  anak  (remaja)  yaitu  tindakan konkrit. Itulah mengapa peranan orang tua dalam keluarga sangat penting. Karena mengikuti perkembangan zaman, maka tantangan makin berat dan maju pula. Orang  tua  dituntut  untuk  ikut  mengerti  arus  zaman,  menguasai  semampunya untuk membantu anak-anak (remaja) meniti kehidupan dijalan yang baik dan benar. Orang tua hendaknya tidak melalaikan pendidikan dan pembinaan terhadap anak, karena kesibukan dan tuntutan kerja. Dua hal yang sama berat, sama pentingnya dan sama berharganya bagi kebahagiaan keluarga.

Anita Trisiana, Damianus Agus Sido, Dalintang Ketut Dwi Saputri &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Indonesia merupakan negara hukum, karena di Indonesia segala sesuatuperbuatan harus didasarkan pada hukum. Tujuan dibentuknya hukum yaitu untukmendapatkan kepastian hukum. Dengan ini mempunyai tujuan untuk meningkatkankesadaran akan hukum bagi remaja yang bertujuan untuk menangulanggi pengaruhglobalisasi.sebabglobalisasi menyentuh segala aspek dalam kehidupan,dapatmenciptakan permasalahan pada remaja. Jadi upaya yang dapat dilakukan dengancarapenyuluhan hukum pada remaja, melakukan pembaharuan hukum, proses hukum jugatidak boleh didasarkan pada hal politik, menjujung tinggi hak asasi manusia, penegakanhukum. Hukum di Indonesia belum sepenuhnya dilakukan, salah satu faktor adalahkurangnya kesadaran hukum.Kata Kunci: kesadaran Hukum, globalisasi

Sri Suryanti, Hera Heru

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

The purpose of community service activities with the theme of Information Service on Reproductive Health in Young Women Aisyiah I orphanage member West City Banjarsari Solo is to provide knowledge about reproductive health in young women members of Putri Aisyiah I West Kota, Banjarsari, Solo in order to take care of themselves and prepare self as a prospective mother.The target of this community service activity is the realization of the guidance to maintain the health of femininity that can be used by young women members of Orphanage Princess Aisyiah I West Town, Banjarsari, Solo. So that helps the achievement of the goal effectively and efficiently is able to maintain the health of her feminine in a preventive and correct so that become healthy citizens.This community service is implemented by applying Brenstorming method, Lecture method, Question answer method, and Exercise method to make the material easy to receive and practiced completely by the members. Information service is conducted for one month with frequency of exercise once a week, place of execution at Princess Orphanage Aisyiah I Solo. Through this activity the members have knowledge about reproduction health, so as to strengthen the self-adolescent girls who entered the orphanage and finally the young women become members of a strong and productive society.Keywords: Information services, reproductive health.

Yenni Yenni; Andi Tenri Angka

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2018 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

The aim of this research is to determine the description of adolescent knowledge about the early symptoms of sexually transmitted diseases based on the definition, early symptoms and types of STDs at SMA Negeri 11 Makassar. The type of research used was descriptive research, to determine adolescent knowledge about the early symptoms of sexually transmitted diseases at SMA Negeri 11 Makassar in 2018. The results of research conducted on 50 respondents at SMA Negeri 11 Makassar showed that there were 49 people (98 %) of respondents who answered correctly about the definition of sexually transmitted diseases, 47 people (94%) answered correctly about the symptoms of sexually transmitted diseases and 47 people (94%) answered correctly about the types of sexually transmitted diseases. From the results of the research the author draws the conclusion that adolescent knowledge based on the definition of sexually transmitted diseases is good with the highest percentage of 98%, based on the symptoms of sexually transmitted diseases is good with the highest percentage of 94%, based on the types of sexually transmitted diseases is good with the highest percentage of 94 %. It is recommended that students of SMA Negeri 11 whose level of knowledge is in the good category to be maintained and who are still lacking to motivate themselves to study and seek more information about sexually transmitted diseases.    

Ida Royani

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2018 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Penelitian  yang dilakukan  terhadap sampel siswa/i SMP Pangudi Luhur Salatiga ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial orang tua dan monitoring orang tua terhadap self-esteem remaja awal. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Adapun alat yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk angket, yakni angket dukungan sosial orang tua, monitoring orang tua dan self-esteem. Metode analisa data yang digunakan adalah analisa regresi 2 prediktor dengan bantuan program SPSS versi 17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial orang tua dan monitoring orang tua secara simultan berpengaruh signifikan terhadap self-esteem (F- reg=33.833; p-value<0.05), dan total sumbangan yang diberikan sebesar 48.11%. Masing-masing variabel memberikan sumbangan sebesar 12.42% dan   35.69%.   Sumbangan   Monitoring   Orang   Tua   lebih   besar   (ß- MOT=0.525) dibandingkan sumbangan dari Dukungan Sosial Orang Tua (ß-DOT=0.206). Total sumbangan sebesar 48.11% menandakan bahwa masih ada  variabel-variabel  lain  di  luar  penelitian  ini  yang  dapat  dijadikan sebagai prediktor self-esteem sebesar 51.89%.

Hidayah Siswantini, Desy Nur

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2017 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah mengetahui ada tidaknya hubungan pendidikan karakter dalam keluarga dengan pembentukan sikap sosial di Kelurahan Jeruk, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen tahun 2016.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Dalam penelitian ini, populasinya adalah remaj di Kelurahan Jeruk yang berjumlah 434 remaja. Sampel diambil dengan sampel random yang berjumlah 44 remaja. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi untuk memperoleh data-data remaja di Kelurahan Jeruk, serta digunakan teknik angket untuk mengetahui hubungan pendidikan karakter dalam lingkungan keluarga dengan pembentukan sikap sosial remaja. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis hubungan dengan rumus product moment. Hasil analisis menunjukan bahwa rxy = 0,724 > r tabel 5% = 0,297 dan 1% = 0,384, dengan memiliki hipotesis yang menyatakan “Ada hubungan yang positif dan signifikan antara pendidikan karakter dalam lingkungan keluarga dengan pembentukan sikap sosial remaja di Keluran Jeruk, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen tahun 2016”, terbukti kebenarannya.Kata Kunci : Pendidikan Karakter, Lingkungan Keluarga, Sikap Sosial.

Sasongko, Jati; Santoso, Dwi Budi

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

Short Message Service atau yang lebih dikenal dengan SMS saat ini sudah banyak digunakanoleh masyarakat sebagai alat komunikasi. Kelebihan dari SMS adalah biayanya yang murah, cepat, danlangsung pada tujuan. Mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa hingga orang lanjut usia hampirsemuanya memanfaatkan teknologi SMS ini. Awalnya SMS hanya digunakan untuk berkomunikasi antarpersonal saja. Tetapi kini seiring perkembangan jaman, penggunaan SMS semakin berkembang. Misalnyauntuk polling suatu audisi, mengakses nilai kuliah, mengirim kritik & saran kepada media massa untukkemudian dipublikasikan dan banyak lagi penggunaan lainnya. Untuk dapat melakukan hal-hal tersebut,tentu saja diperlukan dukungan dari software & hardware yang memadai. Mungkin banyak orang yangberanggapan bahwa untuk membuat suatu aplikasi SMS itu dibutuhkan software & hardware yang rumitdan mahal. Padahal dapat dibuat dengan mudah & biaya yang terjangkau. Untuk membuat aplikasi SMSyang sederhana “hanya” membutuhkan Ponsel NOKIA 6110 atau 5110, kabel data 5 in 1, komputer yangmemiliki port COM dan dilengkapi Visual Basic 6. Mobile FBUS 1.5 ActiveX adalah Freeware ActiveXControl yang digunakan untuk membuat aplikasi yang berhubungan dengan Ponsel. Contoh aplikasi yangdapat dibuat adalah pengirim & penerima SMS, memanipulasi logo operator, mengakses Phonebook danlain-lain. Mobile FBUS 1.5 ActiveX dapat digunakan pada Ponsel GSM NOKIA yaitu NOKIA 51xx / 61xxdan 3210.