Publication Search

71,002 articles from 638 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1201-1220 of 1,332

Analytics

Vinsensia Gebyar Ritavany; FR. Wuriningsih; FX. Sugiyana

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pendidikan adalah kebutuhan dasar bagi setiap anak untuk tumbuh dan berkembang. Demi peningkatan motivasi dan prestasi belajar dibutuhkan suatu pembelajaran yang mendukung dan metode yang tepat. Untuk itu guru dituntut memiliki kreativitas dalam menggunakan metode dan media ajar yang menyenangkan. Salah satu metode adalah STAD atau pembelajaran kelompok yang mampu menumbuhkan kerja sama dan kreativitas siswa (Gusniar, 2017). Penggunaan metode STAD dan media Youtube ini dapat dilakukan untuk menumbuhkan motivasi dan prestasi belajar siswa. Penelitian ini dilakukan di SMK Pius X Magelang dengan pendekatan kuantitatif eksperimen. Tujuan dari penelitian iini adalah (1) Untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap penggunaan metode STAD dan media Youtube di SMK Pius X Magelang. (2) Mengetahui penggunaan metode STAD dan media Youtube dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa SMK Pius X Magelang. (3) Mengetahui pengaruh motivasi belajar dari penggunaan metode STAD dan media Youtube terhadap Prestasi belajar siswa di SMK Pius X Magelang. Pengambilan data dilakukan melalui Pretest, Posttest dan angket. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Siswa menyukai pembelajaran dengan metode STAD dan media Youtube karena menyenangkan dan membuat materi mudah dipahami. 2) Skor motivasi meningkat dari 24 menjadi 41 pada materi pertama dan 46 pada materi kedua, serta rata-rata hasil belajar meningkat dari 67,50 menjadi 81,25. 3) Adanya pengaruh motivasi dari penggunaan metode STAD dan media Youtube terhadap hasil belajar sebesar 62%. Simpulan: Motivasi dari metode STAD dan media Youtube berpengaruh terhadap prestasi belajar PAK. Saran: guru dapat menggunakan dan mengembangkan metode STAD dan media Youtube dalam PAK.

Eni Purwanti

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Anak Indonesia merupakan aset yang sangat besar sebagai potensi sumber daya manusia yang tak ternilai harganya. Anak jalanan adalah anak yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk melakukan kegiatan hidup sehari-hari di jalanan. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji tindakan sosial anak jalanan yang berdampak pada  ketertiban di Kawasan Lima kota Semarang. Teknik Pengumpulan Data dalam penelitian ini yaitu  observasi, Focus Group Discussion (FGD), dan dokumentasi. Hasil penelitian ini: 1) Anak jalanan cenderung bersikap tidak peduli dengan lingkungan disekitarnya, 2) kebiasaan anak jalanan dalam berinteraksi sering mendapat tanggapan negatif  dari masyarakat, 3) Tindakan spontan yang dilakukan komunitas anak jalanan dalam berinteraksi mengganggu ketertiban umum. Kesimpulan: Dampak Tindakan sosial anak jalanan yang mengganggu keamanan, kenyamanan dan ketertiban umum.

Isna Wahyuseptiana, Yetty; Faila Sufa, Feri; Widjanarko , Paulus

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2022 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman dan konsep tentang konsep matematika kepada pendidik anak usia dini untuk menstimulasi  kemampuan matematika sesuai tahapan perkembangannya dan karekteristik usia di lingkungan IGRA kecamatan Gatak. Setiap anak pasti punya potensi yang siap untuk dikembangkan. Semakin dini kita memahami potensi kita, maka akan semakin mudah mengembangkannya. Termasuk potensi kemampuan yang sangat di butuhkan dalam mendukung kegiatan manusia di semua bidang kehidupan. Kemapuan tersebut adalah kemmapuan berpikir matematis yang sangat penting dan saat ini dianggap sebagai kemampuan dasar yang harus dikuasai oleh individu. Memiliki kemampuan berpikir matematika memberikan peluang keberhasilan yang lebih besar dalam tiap fase kehidupan, baik sebagai pembelajar maupun sebagai profesional.Pendapat para ahli dan hasil penelitian menjelaskan bahwa pemberian stimulasi matematika sejak dini sangat penting untuk mendukung kesiapan pada pendidikan matematika selanjutnya. Berdasarkan pengamatan tampak guru menggunakan metode konvensional dalam stimulasi mengenalkan konsep matematika pada anak usia dini dan berdasarkan wawancara dengan guru mendapatkan perbedaan persepsi dalam memandang pembelajaran matematika dan cara menstimulasi perkembangan matematika anak.Berdasarkan analisis awal dapat diidentifikasi Permasalahan sebagai berikut (1) Masih rendahnya kemampuan berpikir anak dalam memahami konsep matematika. (2). Rendahnya pemahaman Pendidik PAUD dalam melakukan stimulasi dan (3) Pembelajaran yang masih konvensional dalam mengenalkan konsep matematika. Oleh karena itu perlunya kegiatan pengabdian masyarakat untuk memberikan solusi pada permasalahan yang terjadi berupa: (1) Pemberian stimulasi perkembangan berpikir konsep matematika sesuai tahapan usia (2) Melakukan Sosialisasi capaian pembelajaran konsep Matematika pada anak usia 4-6 tahun dan (3) Pendampingan  Pemberian stimulasi yang inovatif.Pada kegiatan pengabdian ini digunakan metode diskusi. Namun sebelumnya dilakukan analisis kebutuhan melalui observasi dan wawancara pembelajaran matematika di PAUD dan kemampuan anak dalam mengenal matematika. Kuis diberikan kepada guru untuk megetahui sejauh mana pemahaman pendidik tentang stimulasi matematika anak usia dini. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan pemberian materi mengenai konsep perkembangan kemampuan berpikir matematika. Kegiatan dilanjutkan dengan sharing dan diskusi dan dikhiri dengan kuis untuk mengetahui sejauhmana keterserapan pendidik pada materi yang disampaikan. Tindak lanjutnya akan dilakukan monitoring oleh mahasiswa apakah kegiatan parenting berlangsung optimal dalam mengembangkan kemampuan berpikir matematika pada anak.Berdasarkan hasil pre tes dan post tes diketahui ada peningkatan kemampuan anak dalam berpikir konsep matematika sebesar 20%.. Adapun luaran dalam Pengabdian ini adalah  model stimulasi konsep matematika anak usia dini dan  artikel ilmiah dalam jurnal pengabdian nasional. Kata kunci : stimulasi, kemampuan berpikir matematika, anak usia diniÂ

Ima Ismail; Wa Ode Rizka Fauziah Ali

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2022 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

This study aims to develop and determine the effectiveness of the "Rainbow Learning Box" learning media in fostering scientific literacy in early childhood. This media is designed as a simple, experiment-based science learning tool using colorful colors to help children understand the concepts of color, color mixing, and simple changes through play-and-learning activities. The study employed the Research and Development (R&D) method with the ADDIE model, which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The study subjects consisted of 20 children aged 5–6 years at a pre-school (PAUD) institution. Data collection techniques included observation, interviews, documentation, and child development assessment sheets. The results showed that the use of the "Rainbow Learning Box" increased children's engagement in learning, curiosity, observation skills, and simple communication skills related to experimental results. Children appeared more active and enthusiastic during learning activities because the media was engaging, interactive, and suited to the learning characteristics of early childhood. Furthermore, teachers responded positively to the media's use, citing its ease of use, safety, and affordability. Therefore, the "Rainbow Learning Box" can be an alternative, innovative science learning media to optimally support the development of scientific literacy in early childhood. 

Mochamad Riyanto

Jurnal Suara Pengabdian 45 2022 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kegiatan belajar mengajar tahun 2020 ini mengalami perubahan dikarenakan adanya wabah virus global yakni Covid-19 yang menyebabkan kegiatan belajar mengajar menjadi berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Permasalahan yang dihadapi dalam melakukan pembelajaran daring di jenjang PAUD adalah kerjasama yang dilakukan oleh guru dan orang tua peserta didik sebagai perantara pembelajaran anak selama dirumah. Kendala-kendala yang dihadapi dalam pembelajaran daring yang di hadapi oleh masing-masing orang tua peserta didik beragam, dimulai dari manajemen waktu orang tua yang juga sedang melakukan work from home (wfh) dan menjadi penghubung antara guru dan anak didik, tidak samanya kemampuan teknologi yang dimiliki tiap orang tua peserta didik. Strategi yang di terapkan Belajar di Rumah, Pembelajaran dalam Jaringan (Daring)/ Online, Pembelajaran Luar Jaringan (Luring)/ Offline.

Nilam Nurohmah; Pendik Hanafi; M. Nur Huda

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan 2022 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Berdasarkan analisis kebutuhan yang dilakukan dalam proses pembelajaran pada  TK Dharma Wanita Panggungrejo  Tulungagung, dalam kegiatan menganyam beberapa anak masih terlihat jari jemarinya sedikit kaku dan waktu yang digunakan relatif lama hingga waktu pembelajaran berakhir, namun dapat menyelesaikan tugas hingga selesai. Sedangkan di beberapa TK yang lain kegiatan menganyam masih jarang dilakukan dengan alasan kegiatan menganyam dianggap rumit untuk dilakukan anak. Selain itu masih banyak anak yang bertanya cara membuatnya secara berulang-ulang dan juga meminta bantuan kepada guru.  Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian tindakan secara garis besar, peneliti pada umumnya mengenal adanya empat langkah penting, yaitu pengembangan, plan (perencanaan), Act (tindakan), Observe (Pengamatan), dan Reflect (Perenungan) atau disingkat PAOR yang dilakukan secara intensif dan sistematis atas seseorang yang mengerjakan pekerjaan sehari-harinya.  

Agus Wibowo; Eva Arief

Jurnal Suara Pengabdian 45 2022 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Difteri merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheria pada hidung dan tenggorokan manusia dan pada beberapa kasus menyerang kulit. Difteri tergolong ke dalam penyakit menular mematikan yang dulu pernah hilang dan sekarang muncul kembali, hal ini di sebabkan kurangnya pemahaman masyarakat mengenai imunisasi lanjutan difteri yang seharusnya dilakukan setiap 10 tahun sekali,untuk menghilangkan penyakit difteri secara keseluruhan. Fakta di lapangan banyak masyarakat yang memahami kegunaan dari imunisasi, namun masyarakat masih enggan untuk melakukan imunisasi mandiri. Ini disebabkan oleh kurangnya kesadaran terhadap bahaya yang di dapat dari penyakit difteri. Keluarga merupakan sebuah sitem terbuka dimana anggota-anggotanya merupakan subsistem. Dukungan adalah sebuah support dan kekuatan di dalam anak untuk melakukan perilaku pencegahan penyakit difteri. Mendasari asuhan yang berpusat pada keluarga, yaitu fasilitasi keterlibatan orang tua dalam perawatan dan peningkatan kemampuan keluarga (ibu) merawat anaknya.

Siti Amanah; Luluk Atirotu Zahro; Nik Haryanti

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan 2022 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Penelitian ini didasarkan pada gambaran kontekstual  TK Darmawanita Kromasan Ngunut Tulungagung  sebagian anak masih kurang dalam hal kreativitasnya.  anak yang belum mampu mengaplikasikan pelepah pisang untuk dijadikan sebuah karya yang dibuat oleh anak itu sendiri, karena kurangnya kemampuan anak dalam berpikir lebih kreatif dan kurangnya pemahaman anak dalam membuat sebuah kesenian menggunakan bahan alam tersebut. Serta perlu adanya peningkatan seni karya pada anak dalam pembuatan media bahan alam pelepah pisang untuk dijadikan sebuah hasil karya yang dihasilkan oleh anak itu sendiri. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini jika ditinjau dari lokasi sumber datanya termasuk kategori penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan datanya adalah observasi, wawancara (interview), dokumentasi.

Wahyu Wirasati

Jurnal Suara Pengabdian 45 2022 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Bahaya narkoba dan penyakit HIV/AIDS merupakan hal yang sangat nyata dimana ini sangat meresahkan kalangan termasuk guru atau dosen dari instansi pendidikan. Banyak anak muda yang menjdai korban dan bila dibiarkan maka akan merusak generasi muda yang pastinya akan mengancam kehidupan bangsa kedepannya. Pencegahan perlu dilakukan. Pengaruh penggunaan zat terlarang tersebut dapat memberbahayakan penggunanya baik bagi kesehatan tubuh maupun karater dan mental. Bahkan dapat menyebabkan kematian. Perlu adanya upaya mencari tahu mengapa penggunaan narkoba justru banyak dikalangan generasi muda dan upaya mencegah generasi muda agar tidak terjangkit penyakit HIV/AIDS. Untuk itulah artikel ini disusun dengan harapan dapat menjadi pendorong banyak pihak untuk melakukan upaya pencegahan penggunaan narkoba dan penyakit HIV melalui sosialisasi di kalangan generasi muda.

Magfirah, Ilmi; Nurhidayah, Irfanita; Wahid, Ulfiani; Hamdana

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Tahap perkembangan ini menunjukkan hal yang unik dan memerlukan perhatian yang khusus dari orang dewasa untuk tumbuh dan kembang. Hal itu yang memicu makin mantapnya anggapan bahwa sesungguhnya pendidikan yang dimulai setelah usia SD tidaklah benar. Pendidikan harus sudah dimulai sejak usia dini supaya tidak terlambat. Sehingga penting bagi anak untuk mendapatkan Pendidikan Anak Usia Dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan pendidikan anak usia dini dengan perkembangan kognitif anak usia prasekolah di TK Abdi Setia Bakti di Desa Taccorong Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba 2017. Penelitian ini merupakan penelitian observacional-analitik dengan pendekatan study cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan tehnik Non Probability sampling dengan Purposive Sampling. Sampel penelitian yang diambil berjumlah 38 anak sekolah di TK Abdi Setia Bakti Desa Taccorong Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba pada tanggal 19 Mei sampai 17 Juli 2017. Alat ukur yang digunakan adalah observasi. Analisa data yang digunakan dengan uji uji Chi-Square. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa persepsi responden dengan pendidikan terakhir PAUD dengan perkembangan kognitif optimal sebanyak 23 (82,14%) responden, sedangkan pendidikan terakhir PAUD dengan perkembangan kognitif tidak optimal yaitu 0 (0%) responden, dan persepsi responden dengan pendidikan terakhir tidak PAUD dengan perkembangan kognitif optimal sebanyak 5 (17,85%) responden, sedangkan pendidikan terakhir tidak PAUD dengan perkembangan kognitif tidak optimal sebanyak 10 (100%) responden.  Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji statistik uji Chi-Square diperoleh nilai p < 0,001. Terdapat Hubungan Pendidikan Anak Usia Dini Dengan Perkembangan Kognitif Pada Anak Usia Prasekolah di TK Abdi Setia Bakti Desa Taccorong Kecamatan Gantarang Kab.Bulukumba dengan nilai p < 0,001.

Justiyulfah Syah; Desy Desy; Roza Erda; Nurul Oktavia Asyriani

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Indonesia is currently facing various health and nutrition problems. Indonesia experiences a triple burden of nutritional problems, namely malnutrition, excess nutrition (obesity) and micronutrient deficiencies. To overcome this nutritional problem, it can be done by implementing balanced nutrition. Balanced nutrition is a daily food composition that contains nutrients in types and quantities that suit the body's needs, taking into account the principles of food diversity or variety, physical activity, cleanliness and ideal body weight.Objective: Service activities are carried out to increase knowledge about balanced nutrition, determine nutritional status, and as a training tool for nutrition students in providing nutrition and health education to the community. This activity is expected to increase knowledge of balanced nutrition for children and adolescents at the Qurrotu A'yun Batam Center Orphanage.Conclusion: This counseling activity was carried out at the Qurrotu A'yun Batam Center Orphanage, Batam City, which was attended by children and teenagers. The activity consisted of an opening led by a team of lecturers and continued by reading material presented by a team of lecturers and students. Then the moderator returned to the event for a question and answer session and continued with measuring nutritional status and providing snacks to posyandu participants.

Dwitya Agustina; Risman Nugraha; Muhammad Isra Nurullah; Naufal Irfan Achmad; Nurul Azizah Maqbul +1 more

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Bencana Erupsi Gunung Semeru pada bulan Desemeber 2021 menarik hati kemanusiaan untuk hadir dan berkontribusi dalam membantu pemulihan korban bencana. Hasil Assesment menunjukan banyak para petani yang sulit untuk bisa bangkit lagi memulai pertaninan, para bisnis UMKM yang membutuhkan pengetahuan manajemen, anak-anak yang terhambat fasilitas sekolahnya sertaa krisi akidah akibat krisi ekonomi oeleh karena itu dibuatlah Kegiatan dengan hasil Asessment kebutuhan Masyarakat sekitar yaitu Pengembangan Pertanina, Pengembangan UMKM, Mengajar anak-anak dan Fundrising untuk pembangunan sarana prasana kegiatan dakwah dengan nama Program Probabinsa yaitu Program Bantu Bina Desa. Program ini bertujuan untuk Pengembangan Desa menjadi Desa Madani. Pelaksanan dilakukan secara lansgug oleh tim Probabinsa bersama para Volunteer. Kegiatan berlansgung selama 10 Hari. Hasil kegiatan menunukan efek positif bagi masyarakat semua program terlaksana dengan baik beberapa memenuhi target dan beberapa hampir mencapai target.    

Rahmanti, Ainnur; Septediningrum, Septediningrum

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Latar belakang: Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya kegagalan pemberian ASI pada anak, diantaranya karena faktor ibu bekerja. Pada survey awal di Posyandu melati kelurahan Gayamsari terdapat 35 orang ibu bekerja yang memberikan tambahan susu formula untuk anaknya yang masih berumur kurang dari enam bulan. Hal ini merupakan kondisi yang sangat memprihatinkan. Tujuan : Penulis ingin mengetahui alasan ibu bekerja yang memberikan susu formula pada anaknya. Metode:  Dengan metode pemberian kuisioner dan wawancara terstruktur untuk menceri datanya. Pengambilan data ini dilakukan kurang lebih tiga bulan lamanya. Hasil: Kegagalan terbesar disebabkan karena kurangnya pengetahuan ibu akan pentingnya ASI ekslusif dan keterbatan waktu dalam pemberian ASI. Saran : Pengetahuan akan pentingnya ASI ekslusif menjadi salah satu faktor penentu sikap ibu dalam memberikan ASI esklusif sehingga peran keluarga dan dukungan lingkungan sekitar sangat diprlukan.

Setyawan, Martin; Perkins, Ravenska

IT-Explore: Jurnal Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi 2022 Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana

Rown Division adalah sebuah usaha di bidang clothing anak muda yang berada di kota Solo dan berusaha untuk mengembangkan area pemasaran. Pengembangan teknologi informasi yang sangat cepat merubah perilaku konsumen dalam berbelanja secara online dengan menggunakan teknologi ponsel. Hal tersebut membuat dunia usaha juga harus berinovasi di bidang teknologi untuk tetap dapat mengikuti perilaku belanja konsumen, maka dibuatlah penelitian perancangan user interface mobile untuk system ordering Rown Division. Desain meliputi pemetaan kebutuhan pengguna, dan desain user interface yang disesuaikan dengan user experience. Melalui penelitian desain user interface mobile ordering diharapkan dapat memberikan kemudahan kepada konsumen dalam berbelanja di Rown Division dengan menggunakan aplikasi ponsel dan dapat membantu perusahaan dalam pengembangan pemasaran.

Ema Hidayati; Agung Budi Sardjono

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2022 Universitas 17 Agustus 1945

Balai desa Weleri merupakan tempat untuk mewadahi kegiatan pelayanan masyarakat desa. Di area balai desa terdapat polindes yang merupakan fasilitas Kesehatan bagi masyarakat dan PAUD untuk kegiatan belajar anak – anak di desa Weleri. Dengan banyaknya kegiatan yang ada di balai desa pada waktu yang bersamaan sehingga ruang atau fasilitas yang ada di balai desa tidak maksimal untuk mewadahi kegiatan tersebut. Ini dikarenakan penataan layout dan sirkulasi ruang yang ada di balai desa belum terkendali dengan baik. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini yaitu untuk memaksimalkan kebutuhan ruang dari kegiatan yang ada di balai desa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif deskriptif yaitu penelitian yang menggunakan pendekatan studi kasus pada obyek yang dipilih dengan memperoleh data dari pihak yang dituju yang kemudian dikumpulkan menjadi sumber data. Sumber data kemudian diolah dengan dianalisa oleh penulis sehingga menghasilkan sebuah temuan atau solusi dari permasalahan. Pembagian zonasi pada denah Balai Desa dengan mengefektifkan kegiatan dengan sirkulasi ruang menghasilkan penambahan ruang pada zona tertentu yaitu, zona public terdapat ruang pelayanan, warung PKK, Cafetaria, aula, ruang belajar PAUD; zona privat terdapat ruang kepala desa, ruang sekertaris desa, ruang PKK, ruang guru PAUD; zona semi public terdapat ruang staff perangkat. 

Setiawan, I Made Dody; Muryani, Ni Made Sri; Achjar, Komang Ayu Henny; Febianingsih, Ni Putu Eka

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Background: Teen are transition age from childhood to adulthood, in adolescence age the individuals will experience a change in attitudes, behaviors in line with the level of physical growth. Teenagers are very easily influenced by factors that exist outside of him as family, environment, society, peers and school friends. When enter puberty, every child has personality system that established from development so far. The concept gives sense of continuity, integrity, and consistency in a person which is a physical representation of an individual, the central core of "Me" in which all perceptions and experiences organized. In assessing theirself can positively and negatively. Individuals who have positive self-concept will be optimistic, believe in yourself and always be positive about everything, also to the failure. Individuals who have negative self-concept, believes that he looked weak, helpless, unable to do anything, incompetence, failure, poor, unattractive, unpopular and loses attraction of life. The Aim of this study was to find out description of tees self-concept who experience puberty in health vocational school of Panca Atma Jaya, Klungkung regency in 2012. Method: The method has been used in this study were descriptive method with Coss sectional approach. The sampling were simple random sampling technique so that number of sample were 130 respondents it has been collected from March-May 2012. Result: The self-concept of teen who experiences puberty, of 130 respondents, there were 2 respondents (1.5%) have negative self-concept and 128 (98.5%) respondents have a positive self-concept. Conclusion: The existence of extracurricular activities at SMK Panca Atma Jaya has a positive impact on students in developing students' self-concepts.Key words: Description of Self-Concept; Teen;, Puberty   ABSTRAKLatar belakang: Masa remaja merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak menuju usia dewasa, pada masa remaja individu mengalami perubahan dalam sikap, perilaku sejajar dengan tingkat pertumbuhan fisiknya. Remaja sangat mudah dipengaruhi oleh faktor yang ada diluar dirinya seperti keluarga, lingkungan, pergaulan, teman sebaya dan teman sekolah. Ketika memasuki masa pubertas, setiap anak telah mempunyai sistem kepribadian yang merupakan pembentukan dari perkembangan selama ini. Konsep diri memberikan rasa kontinuitas, keutuhan, dan konsistensi pada seseorang yang merupakan representasi fisik seorang individu, pusat inti dari “Aku” dimana semua persepsi dan pengalaman terorganisasi. Dalam menilai diri sendiri seorang individu dapat menilai dirinya positif ada pula yang menilai negatif. Individu yang memiliki konsep diri positif akan bersikap optimis, percaya diri sendiri dan selalu bersikap positif terhadap segala sesuatu, juga terhadap kegagalan yang dialami. Individu yang memiliki konsep diri negatif meyakini dan memandang bahwa dirinya lemah, tidak berdaya, tidak dapat berbuat apa-apa, tidak kompeten, gagal, malang, tidak menarik, tidak disukai dan kehilangan daya tarik terhadap hidup. Adapun tujuan dari penelitian ini, adalah untuk mengidentifikasi Gambaran Konsep Diri Remaja Yang Mengalami Masa Pubertas di SMK Kesehatan Panca Atma Jaya Kabupaten Klungkung tahun 2012. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan coss sectional. Jumlah sampling yang diambil menggunakan teknik simple random sampling yaitu sebanyak 130 responden yang dikumpulkan dari bulan Maret-Mei 2012. Hasil: Konsep diri remaja yang mengalami masa pubertas, dari 130 responden, sebanyak 2 (1,5%) responden mempunyai konsep diri negatif dan 128 (98,5%) responden memiliki konsep diri positif. Simpulan: Adanya kegiatan ekstrakulikuler di SMK Panca Atma Jaya memberikan dampak positif bagi siswa dalam membangun konsep diri siswa.Kata kunci : Gambaran Konsep Diri; Remaja; Pubertas

Nurasia Natsir; Yuliyanah Sain; Aliah, Nuraziza

Journal of Administrative and Sosial Science (JASS) 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

In human development, it is often characterized as a developmental milestone where new behaviors emerge and are increasingly complex as the stages of development appear in this modern era. Development does notoccur at a constant pace. A relatively fast growth (spurt) can be interspersed with slow growth (plateau).Some scholars use such uneven patterns of growth and change as evidence of qualitatively different periods of development. From the results of the study found 3 factors that have the potential to affect the development of each child's reasoning,namely; Hereditary factors (heredity), environmental factors, heredity and environmental factors that interact to form behavior. The characteristics inherited by each child have a sensitive period, namely when children are active and motivated learners and when children construct their knowledge based on experience. In implanting physical and cognitive devices there is thought and language becoming increasingly interdependent; As thought and language begin to fuse, children often talk to themselves which is known as self-talk. Self-talk has an important function in cognitive development: By talking to themselves, children learn to guide and direct their own behavior in the process of performing difficult tasks and performing complex maneuvers_just as adults guide them.

Asmarita Asmarita; Hamid Abdurrahman; Agnita, Utami

Bali Health Published Journal (BHPJ) 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Background: Social and emotional development of young children is affected by many stimulating factors, and one of those factors is early childhood education however, not all preschool children have the opportunity to attend early childhood education. This study was aimed at comparing children’s social and emotional development of those who attend and do not attend early childhood education. Method: This comparative study was carried out using cross sectional approach among 72 participants divided into 2 groups: 36 participants who attend early childhood education and 36 participants who do not attend early childhood education. Consecutive sampling technique was applied to select samples. Results: Non-parametric statistical test employed was Mann Whitney test, whose comparison value of children attending and not attending early childhood education was Pvalue 0.000; the emotional comparison value was Pvalue 0.040, so it can be concluded that there were differences in social and emotional development between children who attend early childhood education and those who do not attend early childhood education. Conclusion: Early childhood education can help stimulate development on children. Parents should pay more attention to their children’s social and emotional development, whereas if parents cannot be the medium to support children’s social and emotional development, they should engage their children to early childhood education.         

Kusjuniati, Kusjuniati

Baznas Kota Denpasar memiliki berbagai upaya dalam melakukan penghimpunan dananya seperti penghimpunan dana melalui system transfer bank, penerimaan secara langsung tunai ke kantor Baznas dan berbagai UPZ yang yang telah dibentuk oleh Baznas kota Denpasar juga dengan menggunakan sistem kencleng yang didistribusikan ke sekolah-sekolah islam di kota Denpasar seperti MI, MTS, MA dan SMK Islam dan TPQ lainnya. Program sistem kencleng diutamakan untuk anak-anak yang bersekolah di sekolah-sekolah islam tersebut dalam rangka untuk mendidik anak-anak berinfak dan bersedekah untuk sesamanya yang membutuhkan.Program kencleng ini bertujuan untuk mendidik anak-anak belajar berinfaq dan sedekah sejak usia dini. Selain itu, dengan adanya program ini mengajarkan anak-anak agar memiliki rasa peduli terhadap orang lain, belajar ikhlas dan bisa mengatur keuangannya.

Maryamin, Sofian; Mansur, Ely; Gunawan, Agus Hendra

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui : 1) Pendayagunaan ZIS di BMH Denpasar Bali.2) Program rintisan sebar da’i membangun negeri di BMH Denpasar Bali. 3) Kendala yang dihadapi oleh BMH Denpasar Bali dalam pendayagunaan ZIS melalui program rintisan sebar da’i membangun negeri. Metode penelitian ini deskriptif-kualitatif. Informan 6 orang yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, dalam pendayagunaan ZIS di Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Denpasar Bali memiliki 3 nilai, yaitu : pengalokasian, sasaran dan pendistribusian. Sedangkan untuk program sebar da’i membangun negeri memiliki 3 nilai yaitu : sosial, pendidikan dan dakwah. faktor penghambat dalam pendayagunaan ZIS melalui program rintisan sebar da’i adalah : perolehan dana ZIS yang menurun diakibatkan pandemi covid-19, kurangnya SDM baik yang ada di Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Denpasar Bali dan kurangnya SDM di pondok sebagai tenaga pendidik, lingkungan yang masih dimayoritasi masyarakat hindu sehingga proses pendidikan melalui program ini kurang maksimal, jauhnya dari pusat perkotaan sehingga mempersulit layanan kesehatan dan kurangnya sarana dan prasarana yang ada di pondok.