Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1181-1200 of 1,339

Analytics

Sardi, Idrus; Putra, Kadek Agus Dwija

Bali Health Published Journal (BHPJ) 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Latar Belakang : Karies gigi disebabkan oleh multi faktor, salah satunya yaitu terjadi karena anak gemar mengkonsumsi makanan manis dan lengket yang digolongkan sebagai makanan kariogenik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian karies gigi dan tingkat konsumsi makanan kariogenik pada anak usia prasekolah. Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskrpitif. Dengan menggunakan teknik sampling nonprobability (purposive sampling), jumlah sampel 33 anak dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner yang terdapat 10 pernyataan, analisa data dengan analisis univariat. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan responden sebagian besar berjenis kelamin laki-laki, Sebagian besar berumur 5 tahun, tingkat konsumsi makanan kariogenik paling banyak pada  kategori sedang (60,6%), serta 87,9% anak mengalami karies gigi. Simpulan: Dari hasil penelitian didapatkan tingkat konsumsi makanan kariogenik pada anak usia prasekolah memiliki tingkat konsumsi makanan kariogenik pada tingkat sedang dan menyebabkan hampir seluruh anak mengalami karies gigi.

Rudjiono, Rudjiono; Mika, Yosua; Budi Santoso

JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS 2022 UNIVERSITAS STEKOM

LSM-SAIN GGBI is moving agency onfield service child and church. CompanyInteractive profile is a multimedia based program that can used for support information andpromotion already there is on the SLM-SAIN GGBI. SAIN already do promotion with stage ToT (Training of trainers) as much three times, however even then not yet can reach whole region GGBI services, Year 2017-2020 ( before pandemic ) still a little churches involved in Movement Dear Indonesian children, so hinder achievement SAIN 's vision and mission for reach out , disciple and give socialization to children and churches.  LSM-SAIN GGBI needs a medium for help serve information and more promotions interesting and effective in reach children and churches, protect those who are still must keep going socialized as well as educating, without must do activity physical, that is with company profileinteractive.Interactive company profile could used for develop system information based on the website on the LSM -SAIN GGBI and could serve more view interesting for used children.  Results planning this in the form of company profile the interactive containing information and promotion of LSM-SAIN GGBI, Education, Socialization, and Games. Results from study this based onfrom test validation media expert is 37, from expert Theory is 36. Criteria this is atbetween 31-40 i.e belong to in valid category and results test try effectiveness product is 27. Criteria this are between 21 – 30 are classified as in category effective. So that toolhelp interactive company profile this could declared valid and effective as well as worthy for used.

Widya Kirana Septiani Putri

Jurnal Akta Notaris 2022 Program Studi Kenotariatan Program Magister

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis: a)  kedudukan anak di luar kawin menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan; b) akibat hukum pengakuan anak di luar kawin setelah berlakunya Putusan MK Nomor 46/PUU-VIII/2010; dan c) hambatan yang ditemui terhadap adanya pengakuan anak di luar kawin setelah berlakunya Putusan MK Nomor 46/PUU-VIII/2010. Metode pendekatan yang digunakan adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa: a) kedudukan anak luar kawin menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, yaitu anak yang lahir di dalam perkawinan yang tidak tercatat termasuk dalam anak yang lahir di luar perkawinan, karena perkawinan tidak tercatat maka tidak sah dalam kacamata hukum positif di Indonesia; b) akibat hukum anak yang lahir dari perkawinan yang tidak tercatat, maupun anak yang lahir tanpa ikatan perkawinan menurut Keputusan MK No. 46/PUU-VIII/2010 kedudukannya sama dengan anak yang lahir di dalam perkawinan yang sah, sepanjang ayah biologisnya dapat dibuktikan dengan teknologi atau alat bukti yang sah menurut hukum; dan c) hambatan yang ditemui dalam pelaksanaan Putusan MK No. 46/PUU-VIII/2010 adalah putusan Mahkamah Konstitusi tersebut belum dapat diimplementasikan di wilayah Pengadilan Negeri Semarang. Hal ini disebabkan putusan MK tersebut dianggap bertentangan dengan nilai-nilai yang dianut oleh para hakim maupun nilai-nilai agama, dan nilai-nilai yang ada di masyarakat, bahkan Undang-undang Perkawinan. Sedangkan di Pengadilan Agama Semarang, Putusan MK tersebut berjalan secara efektif, khususnya terhadap pernikahan yang sah menurut agama Islam, tetapi tidak dicatatkan. Namun terhadap keturunan dari hasil hubungan tanpa dilangsungkannya pernikahan (zina), tidak dapat memperoleh pengakuan sebagai anak sah.

Safriady Safriady; Nurhijrah Auliya Ponu; Darlis Ardian; Rani Wahyuni; Nurlia Nurlia +3 more

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2022 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Masa remaja adalah fase peralihan seorang anak menuju dewasa yang dipenuhi banyak perubahan dalam tubuhnya termaksud mengenai hubungan interaksinya. Kekuatan dan kelemahan interaksi sosial menentukan kuat atau tidaknya suatu hubungan, yang memerlukan perhatian dan dukungan bagi remaja untuk memiliki hubungan yang sehat,untuk itu perlunya adanya edukasi untuk menunjang terciptanya pergaulan yang baik khususnya pada reaja yang dimana bertujuan untuk terciptanya pergaulan positif. Pergaulan yang positif akan berdampak pada kesehatan mental anak. Hal ini disebabkan banyak hal yang baik disekitanya contohnya seperti akan tercipta lingkungan yang penuh dengan kasih dan cinta,komunikasi yang terjalin baik, meningkatnya kepercayaan diri anak, tumbuhnya rasa saling percaya, meningkatkan kebahagian dan mengurangi stres pada anak. Untuk itu penulis mengadakan pengabdian yang ditujukan untuk remaja agar mereka lebih paham tentang bagaimana menjalankan pergaulan positif untuk menjaga kestabilan mental agar terciptanya interaksi yang baik. Hal ini juga akan dikaji dari sudut pandang agama agar mengingatkan kita kembali betapa islam dengan sempurna mengatur kehidupan manusia bahkan dalam pergaulan.

Neli Aprila Yunandi; Muhamad Dadih Hidayat; Diky Nurjaman; Ahmad Muiz Rahman

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini mengkaji puisi “salahkah melangkah” karya Fiersa Besari. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kondisi dan kritik sosial yang disampaikan Fiersa Besari dalam isi puisi yang dia ciptakan. Permalasahan sosial kian menjamur setelah bebasnya berekspresi lewat media sosial.Hal ini tentunya memberikan pengaruh terhadap anak muda milenial pada saat ini, yang lebih lama menghabiskan waktunya untuk bermain di media sosial ketimbang bermain dan berinteraksi langsung dengan orang-orang di  sekitarnya. Kritik membangun sangat penting untuk diberikan pada anak muda Milenial saat ini, untuk itu Fiersa Besari hadir dengan puisinya yang berjudul "Salahkan Melangkah" dengan gayanya yang cocok dengan anak muda milenial penulis pun tertarik untuk menganalisis kritik dan makna sosial yang ada di dalamnya karena sangat cocok dengan keadaan saat ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah satu buah puisi karya fiersa besari yang berjudul "Salahkan Melangkah". kondisi dan kritik sosial dalam puisi “salahkah melangkah” karya Fiersa besari menggambarkan secara jelas dan nyata permasalahan yang terjadi pada kehidupan masyarakat. Dalam isi puisinya itu, Fiersa tidak hanya menggambarkan keadaan sosial remaja saja tetapi permasalahan yang terjadi pada hampir seluruh kalangan masyarakat. Kritik dalam isi puisi Fiersa setidaknya dapat menjadi nasehat bagi semua kalangan masyarakat agar selalu menjaga dan mengontrol sikap dan perilaku diri kita semuanya.

Indrinawati, Indrinawati; Widayati, Kurniasih

Bali Health Published Journal (BHPJ) 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Latar belakang : Stunting merupakan suatu masalah gizi yang dihadapi oleh balita saat ini. Jika tinggi badan anak berdasarkan usia di bawah standar nasional (Z- Score <-2 SD), maka diklasifikasikan sebagai terhambat. Ibu yang dapat memanfaatkan pelayanan kesehatan dengan baik akan memberi dampak positif kepada keadaan status gizi anaknya. Pelayanan kesehatan merupakan salah satu faktor tidak langsung yang dapat mempengaruhi keadaan status gizi. Pelayanan kesehatan primer perlu ditingkatkan pelayanannya, sebab pelayanan kesehatan primer memiliki peranan yang cukup signifikan yang dapat ditujukan untuk meningkatkan derajat kesehatan dan gizi anak agar terhindar dari kematian dini dan mutu fisik yang rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Gambaran Pelayanan Kesehatan Primer Pada Kejadian Stunting” di wilayah Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar. Metode : Metode penelitian yang digunakan yaitu survey dengan jenis penelitian deskriptif yang menggunakan data sekunder tahun 2020 dengan jumlah sampel sebanyak 47 orang yang menggunakan instrumen penelitian lembar ekstrasi data dengan analisis SPSS 20. Hasil : Hasil penelitian ini didapatkan karakteristik responden yang memiliki balita stunting rata-rata berumur 30 tahun sebanyak 4 orang (6,4%), berpendidikan SMA sebanyak 29 orang (61,7%) dan bekerja swasta sebanyak 23 orang (48,9%). Berdasarkan analisis pelayanan kesehatan primer didapatkan bahwa sebagian besar responden berobat ke pelayanan kesehatan praktek bidan dan dokter sebanyak 33 orang (70,2%), jarak ke pelayanan kesehatan kategori jauh sebanyak 33 orang (70,2%), sebagian besar sudah mendapatkan penyuluhan IMD sebanyak 40 orang (85,1%), penyuluhan ASI Eksklusif sebanyak 35 orang (74,5%), penyuluhan MPASI sebanyak 39 orang (83%) dan penyuluhan KB sebanyak 38 orang (80,9%). Berdasarkan analisis gambaran pelayanan kesehatan primer didapatkan bahwa pelayanan kesehatan primer dalam kategori baik sebanyak 40 orang (85,1%). Simpulan : Berdasarkan hasil penelitian didapatkan pelayanan kesehatan primer pada kejadian stunting di Wilayah Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar dalam kategori baik yaitu banyak responden memanfaatkan pelayanan kesehatan seperti berobat ke pelayanan kesehatan dan mendapatkan penyuluhan.

Valentina Marpaung; Anselmus Joko P; Andarweni Astuti

Adanya kebijakan stay at home memaksa keluarga kristiani untuk melakukan kegiatan keagamaan dari rumah seperti beribadah di rumah, melakukan kegiatan rohani, memberikan ajaran agama katolik pada anak, mengajarkan moral dasar pada anak. Persoalan yang muncul sejauh mana tingkat kesadaran keluarga katolik menyadari perannya sebagai Ecclesia Domestica dalam memberikan pendidikan moral dan agama pada anak, bagaimana aktivitas keluarga katolik melaksanakan pendidikan moral dan agama pada anak di masa pandemi, dan hambatan bagi orangtua dalam menerapkan pendidikan agama dan moral di masa pandemi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif Deskriptif, 15 KK Stasi St. Benedictus TSE. Teknik pengumpulan data menggunakan  metode koesioner, wawancara, dokumentasi. Tingkat kesadaran keluarga katolik sebagai Ecclesia domestica memberikan pendidikan agama dan moral pada anak memperoleh angka 71%, aktivitas keluarga katolik dimasa pandemi memperoleh angka 70%, hambatan yang dihadapi orangtua dalam mendidik moral dan agama anak memperoleh angka 68%. Hasil menunjukan bahwa peran Ecclesia domestica yang dikatakan sebagai Gereja Rumah Tangga untuk mendidik moral dan agama anak sudah cukup baik. Hasil wawancara dari ketiga variabel  menyatakan tingkat kesadaran  keluarga katolik didukung dengan adanya keterbukaan terhadap anggota keluarga. Aktifitas yang dilakukan dalam selama masa pandemi dengan mengajarkan nilai moral dasar, dan melakukan kegiatan rohani. Beberapa hambatan yang dialami keluarga katolik tidak bisa membagi waktu dan faktor lingkungan.

Valentina Marpaung; Anselmus Joko P; Andarweni Astuti

Adanya kebijakan stay at home memaksa keluarga kristiani untuk melakukan kegiatan keagamaan dari rumah seperti beribadah di rumah, melakukan kegiatan rohani, memberikan ajaran agama katolik pada anak, mengajarkan moral dasar pada anak. Persoalan yang muncul sejauh mana tingkat kesadaran keluarga katolik menyadari perannya sebagai Ecclesia Domestica dalam memberikan pendidikan moral dan agama pada anak, bagaimana aktivitas keluarga katolik melaksanakan pendidikan moral dan agama pada anak di masa pandemi, dan hambatan bagi orangtua dalam menerapkan pendidikan agama dan moral di masa pandemi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif Deskriptif, 15 KK Stasi St. Benedictus TSE. Teknik pengumpulan data menggunakan  metode koesioner, wawancara, dokumentasi. Tingkat kesadaran keluarga katolik sebagai Ecclesia domestica memberikan pendidikan agama dan moral pada anak memperoleh angka 71%, aktivitas keluarga katolik dimasa pandemi memperoleh angka 70%, hambatan yang dihadapi orangtua dalam mendidik moral dan agama anak memperoleh angka 68%. Hasil menunjukan bahwa peran Ecclesia domestica yang dikatakan sebagai Gereja Rumah Tangga untuk mendidik moral dan agama anak sudah cukup baik. Hasil wawancara dari ketiga variabel  menyatakan tingkat kesadaran  keluarga katolik didukung dengan adanya keterbukaan terhadap anggota keluarga. Aktifitas yang dilakukan dalam selama masa pandemi dengan mengajarkan nilai moral dasar, dan melakukan kegiatan rohani. Beberapa hambatan yang dialami keluarga katolik tidak bisa membagi waktu dan faktor lingkungan.

Nahira Nahira; Sumarni Sumarni

Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi 2022 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua peristiwa yang berbeda tetapi tidak bisa dipisahkan. Pemantauan pertumbuhan merupakan salah satu kegiatan utama program perbaikan gizi, yang menitikberatkan pada upaya pencegahan dan peningkatan keadaan gizi anak. Seiring perkembangan masa, dengan semakin mudahnya akses internet yang bisa digunakan oleh semua orang. Sehingga pada saat ini kebanyakan orang cenderung melakukan pencarian informasi lewat media online. Adapun aplikasi yang di rekomendasikan ialah “Si DITA’’ pengunaan mobile aplikasi ini diharapkan kapanpun dan dimanapun orang tua dapat selalu memantau tumbuh kembang anaknya serta menjadi panduan bagi orang tua merujuk ke puskesmas, klinik tumbuh kembang, dan dokter bila anak mengalami hambatan tumbuh kembang agar dilakukan screening lebih akurat. Dengan digunakan mobile aplikasi ini menjadi solusi teknologi yang dapat mempermudah dalam mendekteksi penyimpangan pertumbuhan dan perkembangan anak.

Setyohadi Pratomo; Kertati, Indra; Harsoyo

Jurnal Suara Pengabdian 45 2022 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Akta kelahiran adalah hak anak dalam mendapatkan identitas hukum. Pemenuhan atas hak anak dalam mendapatkan akta kelahiran merupakan kewajiban bagi pemerintah daerah untuk dapat merealisasikannya. BPS Kota Semarang mencatat jumlah penduduk usia 0-19 tahun sebanyak 127.834 jiwa. Diantra jumlah tersebut terdapat usia 0-18 tahun termasuk dalam kategori anak. Undang-undang nomor 35 btahun 2014 merumuskan anak adalah penduduk usia 0-18 tahun. Persentase kepemilikan Akta Kelahiran Kota Semarang pada tahun 2021 sebesar 80,44 persen. Jumlah ini jika menilik dari target nasional sebera 80 persen telah memenuhi syarat. Jika dilihat dari sebaran berdasarkan kecamatan, terdapat 7 kecamatan yang  kepemilikan akta kelahiran berada di bawah rata-rata yaitu Kecamatan Semarang Utara, Gayamsari, Pedurungan, Semarang Selatan, Gungungpati dan Tugu. Upaya meningkatkan cakupan persentase ini dilakukan dengan melibatkan organisasi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Tingkat Kecamatan. Peran organisasi ini cukup vital karena memiliki unit organisasi terkecil hingga Rukun Tetangga (RT). Permasalahan yang masih dihadapi oleh masyarakat dalam pengurusan akta kelahiran ini menyangkut budaya. Pengurusan biasanya dilakukan setelah puput pusar yaitu 40 hari sejak dilahirkan, padahal pemerintah daerah sudah mempermudah layanan hingga one day service. Tujuan pemberdayaan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan pengurus PKK dalam meningkatkan cakupan akta kelahiran anak.

Rozikin

JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Dengan adanya kemajuan tehnologi sekarang ini banyak kejadian yang menimpa anak anak kita sebagai contoh banyak  Tindak Pidana Kekerasan atau ancaman kekerasan ,tipu muslihat, serangkaian kata bohong , memaksa atau membujuk anak dibawah umur untuk melakukan persetubuhan dan atau pencabulan, ini sering terjadi di daerah daerah ,hampir di seluruh wilayah Indonesia  Hal ini karena kurangnya pemahaman hukum terhadap anak anak terutama hukum pidana dan Hukum perlindungan anak ,Anak anak kita tidak berfikir dengan meniru dan bergaya seperti yang ada di internet ,anak anak tidak menyadari bahwa apa yang mereka lakukan tersebut sebenarnya melanggar hukum,,maka dengan adanya kejadian tersebut kita selaku orang tua harus waspada dan selalu memperhatikan anak anak kita dalam kehidupan sehari hari,Demikian karena dengan adanya kemajuan tehnologi, sebagaimana hubungan antara anak yang satu dengan yang lainnya sangat mudah dan cepat,apalagi dalam masa pandemi ini mereka anak anak kita tidak sekolah secara off line tetapi sekolahnya secara on line,dan banyak kesempatan untuk bermain hp dalam setiap harinya ,Kalau kita selaku orang tua tidak memperhatikan anak anaknya ,mereka bisa berhubungan dengan sembarang anak ,yang mengakibatkan moral dan etika anak anak kita rusak.Contohnya banyak kejadian yang orang tuanya bekerja di luar negeri ,anak anak mereka jadi tidak karuan dalam kelakuan dan moralnya ,banyak banyak anak anak yang dibawah umur dengan bebasnya melakukan hubungan intim layaknya suami istri,mereka mulai dini atau kecil sudah di tinggal orang tuanya ,bekerja di luar negeri ,sehingga pengawasan anak anak tersebut terlalu bebas dan kurangnya perhatian.Ini terjadi karena kemajuan Tehnologi yang sangat pesat ,apa yang ada di seluruh dunia ini bisa kita ketahui baik itu yang sifatnya mendidik maupun yang merusak moral anak kita ,contoh yang merusak moral banyak disajikan film film porno di dalam akun hp ini, kalau yang sifatnya mendidik tidak menjadi masalah contohnya anak anak mengetahui kejadian dan berita berita di luar sana ,ini bisa menambah pengetahuan dan pengalaman anak.Sehingga banyak kejadian kejadian yang menimpa anak anak kita , Karena kurangnya pengawasan , banyak juga anak anak kita terlibat narkoba ,maupun mengkonsumsi pil pil koplo, demikian juga minum minuman keras , mereka semua ini meniru gaya hidup di internet internet yang serba gelamor ,mereka belum berfikir kalau semua itu sebenarnya merusak masa depan diri mereka sendiri .Itulah kita selaku orang tua harus benar benar memperhatikan tingkah laku anak anak kita , agar jangan sampai anak anak kita terjerumus ke dalam lembah hitam yang salah ,sehingga melanggar Undang undang perlindungan anak dan juga undang undang KUHP Karena Pandemi covid 19 yang tidak kunjung selesai sehingga anak anak kita belajar secara on line di rumah yang bisa mengakibatkan terlalu banyak waktu senggang untuk anak anak kita bermain HP ,sehingga pemikiran anak anak kita tersebut cenderung pengin mempraktekkan nseperti apa yang di lihat di HP ,yang mana apabila yang ndi lihat di HP tersebut mungkin yang mendidik ,anak kita akan menjadi lebih baik tetapi apabila yang dilihat di HP tersebut gambar gambar pornograpi maka akan membuat pelajaran kepada anak anak kita dan kelakuan yang pantas dilakukan oleh seorang anak yang usianya masih dibawah umur ,sehingga ini bisa merusak masa depan anak anak bangsa kita ,maka dalam hal ini kita selaku orang tua harus benar benar mengawasi dan betul betul memperhatikan anak anak kita biar jangan sampai melakukan hal hal yang tidak senonoh dan tidak anak anak kita melakukannya , sebagai contoh kejadian yang dilaporkan di unit PPA ( Pelayanan Perempuan dan Anak ) di Sat Reskrim Polres Kendal, Polda Jawa Tengah     Seorang Anak sampai melakukan perbuatan seperti itu karena disebabkan kurangnya pengawasan dari orang tua ,orang tua membiarkan anaknya bermain tanpa pengawasan yang ketat dari orang tua ,sehingga setelah kejadian tersebut baru orang tuanya kaget dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak Kepolisian,Sebelum hal ini terjadi harus betul betul kita selaku orang tua kontrol kepada anak anak kita .lebih baik kita cerewet dari pada anak anak kita kebablasan.Karena Tehnologi sekarang ini sudah sangat maju apapun bisa dilihat dan dengar dari youtobe maupun instagram dan lainnya

Mukhtar, Mukhtar

Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan kemampuan membaca dini pada anak usia 5-6 tahun  melalui media gambar di RA Al Manshuriah tahun pelajaran 2022/2023, adapun pertanyaan penelitian sehingga rumusan masalah dari penelitian ini adalah 1) Bagaimana cara meningkatkan kemampuan membaca dini anak usia 5-6 melalui media gambar di RA Al Manshuriah 2) Apa saja hambatan Meningkatkan Kemampuan Membaca Anak Usia 5-6 Tahun dengan menggunakan media gambar di RA Al Manshuriah tahun pelajaran 2022/2023. Untuk menjawab pertanyaan penelitian tersebut peneliti merancang penelitian dengan menggunakan jenis dan metode kualitatif, dari penelitian ini usia anak 5-6 tahun pada RA Al Manshuriah tahun pelajaran 2022/2023, untuk mengumpulkan data peneliti menggunakan tekhnik observasi, wawancara, dokumentasi, selanjutnya menggunakan analisis data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa upaya meningkatkan kemampuan membaca dini dengan menggunakan media gambar pada RA Al Manshuriah tahun pelajaran 2022/2023 sudah tepat yaitu dengan metode belajar sambil bermain, hal ini dibuktikan dengan hasil skor anak pada observasi ke dua yaitu Dari hasil observasi kedua menunjukan bahwa anak yang tingkat kemampuan membaca terdapat 9 orang anak berkembang sesuai harapan (BSH) 62,5%. 5 orang anak mulai berkembang (MB) 31,25%, dan 1 orang anak yang belum berkembang (BB) 6,25% . sesuai dengan factor-faktor pendukung yaitu metode yang menantang dan merangsang serta kepedulian seorang guru terhadap anak, adapun hambatan-hambatan yang dihadapi yaitu  rasa ketertarikan anak terhadap guru masih kurang, tidak ada sinergi guru dengan sekolah, kerjasama antara guru dengan orang tua anak masih belum maksimal, sebagai alternative dari hambatan-hambatan tersebut adalah guru menghadirkan  model-model pembelajaran yang menantang peduli terhadap nuansa dalam pembelajaran, menunjukkan kepribadian yang positif dengan menanamkan nilai-nilai agama.

Erni Suprapti; Diana Dayaningsih; Adinda Putri Azzahra; Agung Widodo W; Mutiara Sukma +2 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Toddler ialah anak yang berusia 12 – 36 bulan atau 1 – 3 tahun. Toddler berisiko tinggi mengalami kecelakaan yang dapat mengakibatkan kondisi yang fatal yaitu kematian.     Penyebab  cedera  yang  sering  terjadi  yaitu  jatuh,  kecelakaan  sepeda  motor, tranportasi darat, terluka karena benda tumpul/tajam, kejatuhan, terbakar dan gigitan hewan. Factor lingkungan yang tidak aman merupakan factor yang  paling  berperan  dalam  kejadian  cedera  pada  anak-anak  dan  disusul  oleh  factor pengawasan orang tua yang masih rendah serta pengetahuan orang tua tentang pemahaman jenis-jenis kecelakaan yang dapat terjadi pada toddler serta pentingnya pencegahan terhadap bahaya  yang dapat terjadi pada toddler. Banyak orang tua yang bersikap terlalu membiarkan anaknya yang akan berdampak pada keamanan dan keselamatan hidup anak tersebut. Orang tua perlu  memiliki  pengetahuan  tentang  pencegahan  terhadap  bahaya  kecelakaan  pada  anak sehingga orang tua akan bersikap dan berperilaku sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki. Studi  pendahuluan  yang  dilakukan  di  wilayah  RW  01  Kelurahan  Meteseh  Kecamatan Tembalang Kota Semarang, diketahui banyak anak toddler yang mengalami kecelakaan seperti tertusuk jarum, jatuh, tersedak dan mengalami luka bakar. Dari 5 orang ibu yang memiliki anak usia  toddler  mengatakan  bahwa  anaknya  pernah  mengalami  kecelakaan  seperti  terjatuh, tersedak , terpeleset , tertusuk jarum, terbakar. Saat ditanya apakah ibu mengetahui upaya apa yang   dilakukan   untuk   mencegah   kecelakaan   yang   terjadi   pada   anaknnya,   semua  ibu mengatakan tidak mengetahui dan belum pernah mendapatkan penyuluhan tentang pencegahan kecelakaan tersebut. Berdasarkan permasalahan serta peluang tersebut, TIM pengabmas Akper Kesdam IV/Diponegoro ingin melakukan kegiatan pengabdian masyarakat dengan memberikan penyuluhan tentang Jenis kecelakaan pada anak usia toddler dan pencegahannya. Tujuan kegiatan ini agar ibu-ibu  yang  mempunyai  anak  usia  toddler dapat memahami tentang jenis-jenis kecelakaan yang dapat terjadi pada   anak    dan   cara   pencegahannya.   Edukasi  yang  diberikan  melalui penyuluhan dengan memberikan pengetahuan tentang jenis-jenis kecelakaan dan pencegahannya pada anak usia toddler. Koordinasi dilakukan dengan berbagai pihak terkait sehingga pelaksanaan penyuluhan berjalan dengan lancar. Dikarenakan masa pandemic  covid-19,  dimana  tidak  diperbolehkan  untuk  berkumpul  dengan  jumlah orang yang banyak, maka penyuluhan diberikan lewat zoom meeting. Hasil dari penyuluhan ini ibu-ibu merasa puas dan senang mendapatkan pengetahuan tentang jenis-jenis kecelakaan dan pencegahannya pada anak usia toddler dan semuanya akan mempraktekkan ilmu pengetahuan yang sudah diberikan.

Tuti Anggarawati; Yuni Astuti

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Ada sebagian kondisi yang menyulitkan orang tua dalam menghadapi buah hati sehingga tanpa disadari mengatakan atau melaksanakan sesuatu yang tanpa disadari melakukan kekerasan pada anak yang bisa membahayakan atau melukai anak, biasanya tanpa alasan yang terang. Kejadian seperti inilah yang disebut kekerasan pada anak. Unsur- elemen yang mendorong terjadinya tindak kekerasan pada anak antara lain immaturitas/ketidakmatangan orang tua, kurangnya pengetahuan bagaimana menjadi orang tua, kemauan yang tak realistis kepada kecakapan dan perilaku anak, pengalaman negatif masa kecil dari orang tua, isolasi sosial, permasalahan rumah tangga, serta permasalahan obat-obat terlarang dan alkohol. Semua bentuk kekerasan pada anak secara lahiriah/jasmani terjadi saat orang tua frustrasi atau naik pitam, kemudian melaksanakan tindakan-tindakan agresif secara lahiriah, bisa berupa cubitan, pukulan, tendangan, menyulut dengan rokok, membakar, dan tindakan – tindakan lain yang bisa membahayakan si kecil. Sering penyiksaan lahiriah yakni hasil dari hukuman jasmani yang bertujuan menegakkan disiplin, yang tidak sesuai dengan usia si kecil. Banyak orang tua mau menjadi orang tua yang bagus, tapi lepas kendali dalam memecahkan perilaku sang anak. Penyiksaan emosi dengan  perbuatan merendahkan atau meremehkan   orang   lain   akan   mengganggu   pengerjaan   perkembangan   buah   hati selanjutnya. Dampaknya buah hati merasa tidak berharga untuk dicintai dan dikasihi, bayi tumbuh dalam kecemasan dan rasa tidak aman, lambat perkembangannya, atau alhasil mempunyai rasa percaya diri yang rendah. Bila berlangsung berulang-ulang dalam bentang waktu lama akan memunculkan cedera serius terhadap anak, dan meninggalkan bekas baik jasmani atau pun psikis, si kecil menjadi menarik diri, merasa tidak aman, sukar memaksimalkan trust kepada orang lain, perilaku merusak, dan sebagainya, seperti kurangnya rasa percaya diri,  kesusahan  membina  persahabatan,  perilaku  merusak  seperti  tiba-tiba  membakar barang atau berperilaku kejam terhadap binatang, beberapa mengerjakan agresi, menarik diri, penyalahgunaan obat dan alkohol, maupun kecenderungan bunuh diri. Agar anak terhindar dari kekerasan maka perlu upaya dari pemberdayaan masyarakat untuk terlibat secara aktif menurunkan angka kejadian kekerasan pada anak di saat pandemic covid. Edukasi tentang kekerasan pada anak dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman keluarga sehingga keluarga mampu berfungsi dengan baik dan mampu menciptakan keluarga yang sejahtera.  

Irne Wida Desiyanti; Adhe Lisna Gayuh Sasiwi

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2022 Universitas Muhamadiyah Manado

Hasil pemantauan KPAI dari 2011 Sampai 2014, terjadi peningkatan yang sigfnifikan terhadap kasus kekerasan dan penyimpanagan sekseual kepada anak. Tahun 2011 terjadi 2178 kasus kekerasan, 2012 ada 3512 kasus, 2013 ada 4311 kasus, 2014 ada 5066 kasus (kpai.go.id). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media Audio Visual Aids (AVA) dalam peningkatan Pengetahuan Anak Usia Dini terhadap pendidikan seksual pada anak usia dini di RA Assalaam.   Jenis penelitian yang digunakan adalah experiment dengan bentuk rancangan non randomized one Group Pre-test dan Post-test Design. Variabel yang digunakan ini dibedakan menjadi variabel bebas yaitu media Audio Visual Aids (AVA), sedangkan variabel terikatnya adalah Pengetahuan Anak Usia Dini tentang pendidikan seksual sejak dini. Besar sampel dalam penelitian ini adalah siswa RA Assalaam sebanyak 46 siswa.   Sebelum diberikan pembelajaran menggunakan media AVA 44,6% pengetahuan cukup dan setelahnya meningkat menjadi 59,3 %  kriteria pengetahuan baik. Bedasarkan hasil SPSS diketahui bahwa nilai ρ = 0,000 sehingga ρ < α, maka terdapat pengaruh antara pengetahuan sebelum dan pengetahuan sesudah pemberian Pendidikan Kesehatan Audio Visual Aids pada responden.      

Noormah Juwita; Ria A.J.Rotinsulu

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2022 Universitas Muhamadiyah Manado

Rendahnya keikutsertaan suami dalam program KB berhubungan dengan beberapa faktor yaitu pengetahuan,umur,jumlah anak serta dukungan pada keluarga.  Dan masyarakat yang masih menggangap keikutsertaan belum atau tidak penting dilakukan. Bila dibandingkan dengan partisipasi pria di negara-negara tetangga seperti : Korea (27%), Sri Langka (26%), Filipina (24%), Bangladesh (18%), Nepal (18%), Malaysia (16,8%), Cina (11%), Thailand (9%), dan Pakistan (9%),  maka Indonesia menempati angka paling rendah keikutsertaan dalam ber-KB.Tujuan penelitian ini Untuk mengidentifikasi faktor yang berhubungan ; pengetahuan, umur, jumlah anak dan dukungan keluarga dengan keikutsertaan suami dalam KB vasektomi di Kel.Pandu Kec.Bunaken Kota Manado Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan rancangan cross sectional. Jumlah sampel yang di ambil adalah 150 orang suami  Di Kel. Pandu Kec. Bunaken Kota Manado. Instrument penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data meliputi analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji chi square. Berdasarkan hasil penelitian adalah pengetahuan sebagian besar memiliki pengetahuan cukup yakni 72 responden ( 48 % ) , sebagian besar memiliki umur < 30 - 40 Tahun yakni 77 responden (51,3 %), jumlah anak hampir seluruhnya memiliki jumlah anak hidup > 2 Org yakni  81 responden (54 %). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan umur dengan keikutsertaan suami KB vasektomi sedangkan  tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan jumlah anak.  

MUHAMMAD AL QOMAR

Jurnal Visi Manajemen 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah, sebagai berikut:1) Bagaimana kehidupan sosial ekonomi pedagang kerupuk kulit ikan di Desa Sriwulan Kecamatan Sayung kabupaten Demak? 2) Bagaimana Strategi pedagang kerupuk kulit ikan di Desa Sriwulan Kecamatan Sayung Kabupaten Demak dalam peningkatankehidupan sosial ekonomi? 3) Bagaimana faktor pendorong dan penghambat pedagang kerupuk kulit ikan di Desa Sriwulan Kecamatan Sayung kabupaten Demak dalam menjalankan Strateginya? Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan maka 1). Kehidupan sosial ekonomi merupakan dua hal yang berbeda. Kehidupan sosial pedagang kerupuk kulit ikan meliputi: pendidikan pedagang kerupuk kulit ikan, dimana pendidikan tertinggi pedagang kerupuk kulit ikan hanya sampai pada jenjang Sekolah Dasar (SD) saja. Kerjasama dalam berdagang kerupuk kulit ikan. Kegiatan rutin seperti pengajian dan arisan. Sedangkan kehidupan ekonomi pedagang kerupuk kulit ikan meliputi: pendapatan sehari-hari pedagang kerupuk kulit ikan berbeda-beda, tergantung dengan kisaran jumlah dagangannya. Kepemilikan harta benda pedagang kerupuk kulit ikan masih dibantu oleh anak-anaknya yang sudah bekerja, karena hasil pendapatan dari berdagang kerupuk kulit ikan hanya mencukupi untuk makan saja. 2) Strategi pedagang kerupuk kulit ikan dalam peningkatankehidupan sosial ekonomi adalah dengan peningkatanpendidikan bagi anak, bergantian berjualan dalam satu los, memberikan harga khusus kepada pelanggan, memberikan hadiah atau bonus kepada pelanggan, modal dari tabungan sendiri, menabungkan hasil pendapatannya, dan sistem penetapan harga. Ternyata antara pedagang kerupuk kulit ikan yang memiliki tingkat ekonomi paling tinggi, pedagang kerupuk kulit ikan yang memiliki masa kerja paling lama, dan pedagang kerupuk kulit ikan yang paling muda memiliki Strategi yang berbeda dalam peningkatankehidupan sosial ekonomi. Peran ketua pengelola Pedagang kecil tidak mempengaruhi pada Strategi para pedagang kerupuk kulit ikan, karena para pedagang kerupuk kulit ikan memiliki Strategi dalam peningkatankehidupan sosial ekonomi secara individual. 3) Faktor pendorong dan penghambat pedagang kerupuk kulit ikan dalam menjalankan Strateginya yaitu dari faktor pendorong meliputi: bantuan dari pemerintah yang berupa peralatan berdagang untuk kelangsungan usaha, membuka mata pencaharian bagi masyarakat, serta adanya faktor turun-temurun yang mempermudah berdagang kerupuk kulit ikan. Sedangkan dari faktor penghambat meliputi: ketergantungan terhadap cuaca yang menimbulkan omzet atau pendapatan menurun karena berkurangnya jumlah pengunjung dan berkurangnya frekuensi konsumen di Pasar, serta sistem pembayaran yang lambat yang dilakukan oleh konsumen akan menimbulkan berkurangnya pendapatan pedagang.

Sri Atikah; Ria Angelina Jessica Rotinsulu; Yoram Andhika Imanuel; Dahlia Mangantar

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2022 Universitas Muhammadiyah Manado

Creativity if poorly developed from an early age can adversely affect future life. A child who cannot develop his creativity will lose confidence in him in the future because he feels in him there is nothing to be encouraged about. Promoting a child's creativity requires stimulus using a teaching strategy or method. The need for creativity to be developed at an early age is because at this age the child-children have the ability to respond to everything from the outside quickly. In addition to clean and healthy living behaviors (PHBS) in the school ward are conscious efforts of students and teachers to prevent disease, freeing a healthy environment from illness. The stages of brain development in preteens occupy the fastest possible position of up to 80% of brain development. The goal of devotion is to foster creativity and deliver health education in children of an early age. Public service activities have been conducted in the temple of hosana pineng district of minahasa sulawesi north on April 26, 2022. The development of children's creativity and PHBS application, through education and simulations. Applying the method of playing "slime" was one of the educational forms of preserving optimum development or growth of children ata very early age through creative, interactive and integrated play that jugan "slime" was a tool the teacher could observe and observe. Learners are also taught to do simple things as a child's routine of daily activities as an effort to maintain good health (washing hands and brushing teeth).The result of this PKM activity on the development of early childhood creativity in the creativity attainment indicator is that 16 children have a high level of creativity that shows the results are beginning to grow (MB) and 4 children show the undeveloped results (bb). As for PHBS children-a very early age children were especially conscious when teaching them how to wash their hands and brush their teeth.

Suyatno Suyatno; Nurul Istiqomah; Anik Enikmawati; Luthfiah Chusnul Khotimah

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Anak usia sekolah adalah anak - anak yang berusia 7 - 12 tahun. Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi kesehatan mental anak, termasuk faktor eksternal dan internal.Tujuan: mengetahui hubungan perkembangan sosial dengan kesehatan mental pada anak usia sekolah.Metodologi: Penelitian ini menggunakan cross sectional pada 65 responden. Teknik sampling probability sampling.Instrumen penelitian ini mengguakan kuesioner, analisa yang digunakan dengan uji chie -square.Hasil: hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara perkembangan sosial dengan kesehatan mental pada anak usia sekolah (nilai p 0,001 < 0,005).Kesimpulan:.Jumlah Responden penelitian sebanyak 65 orang siswa SDN Karangwuni dengan usia 7-8 tahun sebanyak 21 orang (32,3%), usia 9-10 tahun sebanyak 24 orang (37.0%)., usia 11-12 tahun sebanyak 20 orang (30,7%)2. perkembangan sosial dengan ketegori cukup sebanyak 37 responden (56.9%) dan kategori baik sebanyak 28 responden (43.1%)3. Untuk kesehatan mental menunjukkan bahwa kesehatan mental dengan kategori normal sebanyak 42 responden (64.5%) dan kategori tidak normal sebanyak 23 responden (35.4%). Maka terdapat hubungan antara perkembangan sosial dengan kesehatan mental pada anak usia sekolah menggunakan Uji Chi-square dengan didapatkan bahwa nilai p- value 0.01.

Aisha, Dinda; Aska, Winda Utari

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Kekerasan pada anak semakin tahun semakin meningkat datanya. Jika dilihat dari laman resmi KemenPPA, pada tahun 2022 terdapat 1,714 kasus yang dilaporkan mengenai kekerasan anak yang dilakukan oleh orang tua kandung anak tersebut. Kekerasan pada anak yang dilakukan oleh orang tua dapat terjadi karena niat melakukan disiplin yang keliru, hukuman yang diberikan karena perilaku yang kurang tepat dari anak atau karena orang tua tidak mampu meregulasi diri dan stres. Stres pengasuhan dapat berdampak pada kondisi psikologis orang tua, konflik dengan pasangan, cara mengasuh dan interaksi antara orang tua dan anak. Jika dilihat dari fenomena tersebut, salah satu upaya dalam pencegahan kekerasan pada anak yang dilakukan oleh orang tua adalah dengan meminimalisir atau mengelola stres pengasuhan yang dimiliki oleh orang tua. Sehingga peneliti tertarik untuk melihat bagaimana tingkat stres pengasuhan pada ibu di Dewa Waluya, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Penelitian ini dilakukan pada 31 responden yaitu ibu yang memiliki anak yang berdomisili di Desa Waluya. Teknik pengumpulan data menggunakan The Parental Stress Scale (PSS) yang dikembangkan oleh Berry & Jones. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 83,9% responden memiliki tingkat stres pengasuhan yang rendah dan 16,1% dengan tingkat stres pengasuhan sedang. Tidak ditemukan responden yang memiliki tingkat stres pengasuhan yang tinggi.