Publication Search

73,319 articles from 712 journals · 2,111 citations tracked

Showing 101-106 of 106

Analytics

Reni Puspita; Linda Asmaraneti; Dwi Noviani; Hilmin Hilmin

Jurnal Insan Pendidikan dan Sosial Humaniora 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

In the educational context, professional teachers are needed to develop the quality of education for students. Teacher professionalism is the main key to the success of improving the quality of education. Professional teachers are not only required to be able to convey information to students, but are also required to plan, manage, diagnose and assess the process of teaching and learning outcomes. This research aims to examine what professionalism means, what are the characteristics of professional teachers and what are the steps to becoming professional. The approach used in this research is a qualitative approach with a type of library research. Researchers obtain data from books, journals, articles and others related to the theme or title being discussed.    

mughni, Muhamad Syafiq

JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA 2023 CV. ALIM'SPUBLISHING

This article was written to examine the new policy of the Ministry of Kemendikbud, namely the Kurikulum Merdeka Belajar Design, and its Implications for Evaluation of Islamic Religious Education Learning. The emergence of this new curriculum is due to the results of an assessment conducted by PISA (Programme for International Student Assessment) assessing that the quality of education in Indonesia is ranked 74th out of 79 countries. Broadly speaking, Indonesian education has experienced a very significant decline in literacy and numeracy. Starting from this phenomenon, the Ministry of Education and Culture designed a new curriculum design called independent learning. This study uses the Library Research method. Namely by collecting data and information in the form of texts, policy documents and previous studies on curriculum design in a formal institution. After studying the design of the Kurikulum Merdeka Belajar, this study analyses the implications of the Kurikulum Merdeka Belajar design with evaluation in Islamic religious education learning. The results of this study include, among others, that the new policy on the design of the Kurikulum Merdeka Belajar that will be applied in all formal education institutions in Indonesia is broadly as follows: 1) The national exam which previously only focused on the cognitive competence of students in the Kurikulum Merdeka Belajar has changed. become a minimum competency assessment that is held halfway through the education level process. 2) National standard school exams, which were formerly administered by the state, in this Kurikulum Merdeka Belajar were given to related educational institutions. 3) Simplification in compiling learning device documents. 4) Changes in the Zoning system in the admission of new students. Islamic religious education is a subject that is different from other subjects, this is because the learning process of Islamic religious education is coloured by divine spirits, from these divine spirits used to design an Islamic religious learning. Seeing the characteristics of the Kurikulum Merdeka Belajar that have been analysed above, the evaluation of Islamic religious education learning should be transformed into Authentic Assessment. In authentic research, Islamic education does not only assess students cognitively, but also assesses affectively (qolbiyah) and also morally (amaliyah).

Burhan Sesa; Kodrat R

Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen 2023 CV. Aksara Global Akademia

           Salah satu strategi percepatan dan pemerataan  pembangunan sebagaimana yang tertuang dalam Nawacita ketiga, ditekankan  membangun Indonesia yang dimulai dari Pingggiran Desa untuk  memperkuat daerah 3 T (Terluar, Tertinggal dan Terdepan) dalam memperkuat bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pembangunan infrastruktur desa merupakan aktivitas kegiatan pembangunan yang dilaksanakan ditingkat desa, yang meliputi beberapa aspek yang menunjang percepatan proses kehidupan masyarakat harmonis yang dilaksanakan secara terpadu dengan mengembangkan swadaya gotong royong masyarakat. Pembiayaan Alokasi Dana Desa, melaui pendekatan kearifan local, dalam mendukung percepatan seperti pembangunan jalan tani, embung desa, irigasi desa, sanitasi, jalan desa  dll. Ketersediaan dan akses pemanfaatan terhadap sarana prasarana Infrastruktur perdesaan yang masih sangat terbatas dan ditambah masih rendahnya kualitas tingkat pelayanan yang dapat dinikmati seperti jalan, irigasi, listrik, air minum, telematika, fasilitas pendidikan, kesehatan, Desa sebagai ujung tombak pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.  diberikan kewenangan dan sumber dana yang memadai agar dapat mengelola potensi yang dimilikinya guna meningkatkan pendapatan  dan kesejahtaraan masyarakat.                         Pembangunan Infrastuktur khususnya jalan, jembatan, merupakan wadah transformasi  layanan public untuk mengakselerasi dan  memudahkan kelancaran arus barang dan jasa, membuka lapangan usaha dan lapangan kerja  seta membuka kesempatan /peluang masyarakat yang berdomisili dilembah pegunungan nan jauh dari akses jalan .untuk mengangkut dan memasarkan hasil produksi pertanian, perkebunan, hanya  menggunakan transportasi seadanya, seperti sepeda, dan  motor (ojek) untuk angkutan pedesaan berupa pete pete /roda empat belum seluruhnya tersedia/ terjangkau, sarana jalan dapat dilalui karena kondisi berlubang dan berlumpur.                Pembangunan Infrastruktur merupakan katalisator dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap pengelolaan sumberdaya sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas yang dibutuhkan untuk dapat memenuhi berbagai macam kebutuhan dasar manusia baik itu kebutuhan sosial maupun kebutuhan ekonomi.

Nikmatul Ula; Kamiliyatun Laila; Nanang Qosim

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Proses pembaruan pemikiran islam dicapai melalui kontak yang luas dengan negara-negara timur tengah yang menjadi pusat-pusat islam proses transformasi ini dilakukan oleh individu dan kelompok masyarakat yang ingin memperjuangkan identitas dan prinsip ajaran islam dalam kehidupan masyarakat indonesia.Hal ini terlihat tidak hanya ada tataran reformis pendidikan, tetapi juga dalam lingkup reformasi muhammadiyah yang lebih luas di berbagai bidang, seperti panti asuhan, rumah sakit, bank pengkredutan rakyat, dan merintis berdirinya baitul mal wa at – tamlil sebagai ciri masyarakat modern. Penciptaan Asosiasi Ilmuwan Gerakan Islam Indonesia (ICMI) adalah bentuk respon terhadap keterasingan masyarakat dan politik negara warga kelas menengah.Kesimpulan dari organisasi Muhammadiyah sebagaimana dalam AD/ART ialah menegakan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Ismi Widyaningrum; Linda Linda; Ira Asyura; Minhatul Ma’arif

Jurnal Suara Pengabdian 45 2022 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Di tengah perkembangan dunia dan perubahan global di berbagai aspek kehidupan, keberhasilan generasi muda di masa yang akan datang merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan suatu negara. Mahasiswa merupakan generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa yang memiliki intelektual. Pendidikan berperan penting dalam menciptakan keberhasilan mahasiswa. Penyampaian mata kuliah yang berkaitan dengan matematika juga harus menjadi suatu perhatian, dosen dituntut harus bisa mengembangkan materi yang disampaikan, yaitu dengan mengaitkan satu materi ke materi atau konteks lainnya. Pengintegrasian nilai-nilai budaya merupakan suatu bentuk pengembangan nilai nasionalis. Salah satu budaya yang ada di masyarakat dan bangsa Indonesia adalah batik. Hal inilah yang mendasari perlunya dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dengan tujuan memberi pendampingan dalam pemanfaatan motif batik Cikadu sebagai eksplorasi konsep geometri transformasi.

Adha, Muhammad Mona; Ulpa, Eska Prawisudawati

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2021 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Pendidikan merupakan suatu hal yang paling penting untuk membentuk kepribadian seseorang. Penanaman dan penguatan karakter peserta didik era modern saat ini memiliki tantangan tersendiri khususnya bagi para guru di Indonesia. Tantangan juga dihadapi oleh diri siswa itu sendiri ditengah perkembangan teknologi dan informasi yang super cepat dan dapat dijangkau dengan mudah. Guru harus menyesuaikan keadaan perubahan situasi modern saat ini dengan perkembangan diri siswa, agar nilai positif menjadi transformasi diri untuk memiliki karakter yang baik selaras dengan budaya atau adat istiadat yang melekat kuat di Indonesia. Sebagai bangsa yang kuat di era modern ini haruslah mempunyai prinsip-prinsip dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Implementasi pendidikan karakter di sekolah diperlukan kompetensi guru yang mampu turut berkompetisi di era modernisasi ini. Di era modern saat ini penanaman dan pengembangan nilai-nilai karakter menemui hambatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan berpuluh-puluh tahun yang lalu, hal tersebut turut dipengaruhi oleh perkembangan yang terjadi di sekitar siswa maka dari itu kreativitas dan inovasi antara orang tua dan pendidik harus terus dikembangkan. Intensitas komunikasi antara siswa, orang tua, dan guru dilakukan dua arah dan memposisikan diri sebagai pendengar yang baik bagi siswa saat berada di rumah dan di sekolah.