Publication Search

71,387 articles from 644 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1141-1160 of 1,336

Analytics

Wijayanti

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan karena  kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan, anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Angka prevalensi stunting di Indonesia pada 2021 sebesar 24,4%. Faktor yang menyebabkan stunting, di antaranya kekurangan gizi pada sebelum maupun saat kehamilan. Upaya  yang dilakukan  dengan pre marital  screening.   Tujuan  penelitian adalah melakukan analisis pre marital screening program pencegahan stunting  pada catin putri. Jenis penelitian kuantitatif  dengan  deskriptif survei di UPT Puskesmas  Jaten Kabupaten Karanganyar pada  bulan Maret – Agustus 2022.  Jumlah sampel  46 orang  dan teknik pengambilan  sampel menggunakan purposive sampling. Uji statistik dilakukan secara univariat untuk memperoleh prosentase dari masing-masing variabel serta menyimpulkan resiko terjadinya  stunting pada responden. Hasil analisis pre marital screening pencegahan  stunting pada calon pengantin putri dengan indikator  1) Umur  2) Indek Massa Tubuh  3) Kadar Hemoglobin 4) Status Gizi 5) Perilaku Merokok  Atau Terpapar Asap Rokok  diperoleh kategori tidak beresiko stunting (ideal) menunjukan sejumlah 54%  dan  kategori  beresiko  stunting sejumlah 46%. 

Tahapary, Sharon Susilya; Wahyono, Teguh

IT-Explore: Jurnal Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi 2022 Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana

Mata pelajaran Bahasa Inggris seringkali dianggap sulit bagi masyarakat Indonesia.  Hal itu terbukti dengan English Proficiency Index Indonesia yang rendah, yaitu menempati peringkat 80 dari 112 negara di tahun 2021. Dengan kondisi tersebut maka pendidikan Bahasa Inggris perlu ditanamkan sejak dini, yaitu sejak usia Sekolah Dasar. Sementara itu dengan memperhatikan karakteristik anak, proses pembelajaran bahasa baru sebaiknya dilakukan menggunakan media yang mudah dimengerti dan menarik perhatian mereka. Penerapan multimedia berbasis mobile diharapkan menjadi solusi agar dapat menarik perhatian anak-anak untuk belajar.  Berdasarkan latar belakang tersebut maka penelitian ini dilakukan untuk merancang sebuah aplikas bantu belajar Bahasa Inggris berbasis mobile untuk anak-anak Sekolah Dasar.  Aplikasi tersebut diharapan dapat membantu anak-anak terutama usia Sekolah Dasar dalam belajar Bahasa Inggris dasar dengan baik, menyenangkan dan mudah dipahami. Aplikasi ini juga diharapkan dapat membantu anak-anak memahami pengetahuan tentang angka, huruf, kalimat sehari-hari, anggota keluarga dan benda dalam Bahasa Inggris, baik secara lafal, pengucapan dan maknanya.

Nur Muhibbah; Eka Falentina Tarigan; Adelina Sembiring

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Berdasarkan data WHO tahun 2013 kejadian balita pendek atau biasa disebut dengan stunting merupakan salah satu masalah gizi yang dialami oleh balita di dunia saat ini. Pada tahun 2017 22,2% atau sekitar 150,8 juta balita di dunia mengalami stunting. Balita stunting di masa yang akan datang akan mengalami kesulitan dalam mencapai perkembangan fisik dan kognitif yang optimal. Berdasarkan rekap data e-PPGBM pertanggal 27 november 2019, dari 10.755 balita yang didata, terdapat sebnyak 1517 balita stunting di kabupaten aceh singkil, dari survey awal yang dilakukan penulis 10 dari 15 anak mengalami stuning atau bertumbuh pendek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Terjadinya Stunting Di Desa Tanjung Mas Kecamatan Simpang Kanan Kabupaten Aceh Singkil Tahun 2020. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang berkunjung pada posyandu didesa tanjung mas kecamatan simpang kanan pada bulan April – Juni Tahun 2020. Dalam penelitian ini jumlah populasi penulis yaitu 33 orang. Jumlah Sampel dalam Penelitian ini diambil secara total sampling yang berjumlah 33 orang. Hasil yang di peroleh dalam penelitian ini mayoritas responden berpendidikan SD memiliki anak yang tidak mengalami stunting yaitu sebanyak 12 (36, 4 %) dengan p value 0,001. Mayoritas responden yang memiliki pengetahuan yang baik memiliki anak yang tidak mengalami stunting yaitu sebanyak 15 (45,5 %) dengan p value 0,000. Mayoritas responden yang memberikan ASI Eksklusif memiliki anak yang tidak mengalami stunting yaitu sebanyak 22 (66,7 %) dengan p value 0,000. Mayoritas responden dengan pendapatan kategori tinggi memiliki anak yang tidak mengalami stunting yaitu sebanyak 22 (66,7 %) dengan p value 0,00. Diharapkan bagi kepala desa tanjung mas untuk memperhatikan anak yang mengalami stunting di Desa Tanjung Mas dan ikut serta dalam mencegah terjadinya stunting dengan Program kesehatan.  

Nur Fatimah Sam Pohan; Lasria Simamora; Edy Marjuang Purba

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Angka Kematian Ibu merupakan salah satu indikator untuk melihat keberhasilan upaya kesehatan ibu. Hal ini terkait dengan fase kehamilan, persalinan dan nifas pada ibu dan fase tumbuh kembang pada anak. Berdasarkan data profil kesehatan Kabupaten Deli Serdang tahun 2019 Cakupan K1 di Kabupaten Deli Serdang mengalami penurunan bila dibandingkan dengan tahun 2018 menjadi 98,58% pada tahun 2019. Demikian juga dengan cakupan K4 yang menurun menjadi 93,04%. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui Hubungan Karakteristik dan Pengetahuan Ibu Dengan Kunjungan Ante Natal Care Di wilayah kerja Puskesmas Galang Tahun 2021. Jenis Penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif yang bersifat observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil TM II yang berkunjung sebanyak 36 orang dengan menggunakan teknik total sampling. Berdasarkan uji bivariat didapatkan pengetahuan mempunyai nilai p-value sebesar 0,005<0,05 demikian juga tentang karakteristik umur nilai p-value 0,036 dan paritas mempunyai nilai p-value 0,907 sedangkan karakteristik pendidikan mempunyai nilai p-value 0,036<0,05. Dari hasil uji tersebut dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan dengan kunjungan antenatal care, karakteristik pendidikan mempunyai hubungan yang signifikan dengan kunjungan antenatal care di wilayah kerja puskesmas Galang tahun 2021. Diharapkan kepada tenaga kesehatan dapat memberikan konseling/penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan dan meningkatkan mutu pelayanan terutama dalam pelayanan antenatal sehingga ibu dapat termotivasi dalam melakukan pemeriksaan kehamilan khususnya dimasa pandemi Covid-19.

Nur Susilahayati; Lisa P U. Damanik; Juliana Munthe; Plora Sinaga

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Latar Belakang :  Saat ini status kesehatan ibu dan anak di Indonesia masih jauh dari yang diharapkan, ditandai dengan masih tingginya angka kematian bayi (AKB). Hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 menunjukkan AKN sebesar 15 per 1.000 kelahiran hidup, AKB 24 per 1.000 kelahiran hidup, dan AKABA 32 per 1.000 kelahiran hidup. Pada masa neonatal (0-28 hari) terjadi perubahan yang sangat besar dari kehidupan di dalam rahim dan terjadi pematangan organ hampir pada semua sistem. Ikterus yang ditemukan pada bayi baru lahir dapat merupakan suatu gejala fisiologis (terdapat 25-50% neonatus cukup bulan dan lebih tinggi lagi pada neonatus kurang bulan). bayi yang mendapat ASI penyebab terjadinya ikterus berhubungan dengan proses pemberian minum ASI yang tidak adekuat dan buruknya pemasukan cairan yang menyebabkan tertundanya pengeluaran mekonium pada neonatus, hal tersebut akan meningkatkan sirkulasi enterohepatik Metode : Jenis penelitian yang  dilakukan adalah survei analitik. desain penelitian cross sectional.  Dengan menggunakanan analisa dara chi square. Hasil :  Hasil analisa statistik menggunakan uji chi-square menghasilkan nilai p value = 0,000. Sehingga didapatkan bahwa p < 0,05 Kesimpulan :  artinya Ha diterima atau terdapat hubungan antara pemberian ASI dengan kejadian ikterus pada bayi baru lahir 0-7 hari di Desa Baru Titi Besi Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang Tahun 2021.

Nourma Mahse; Nur Azizah; Eva Ratna

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Campak (Measles) dan Rubella (MR) adalah penyakit infeksi menular melaluisaluran napas yang disebabkan oleh virus Campak dan Rubella.  Puskesmas Jambur lak lak yang paling rendah cakupan imunisasi Measles, Rubella (MR) nya rendah yaitu 3,7%. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi Measles, Rubella (MR) di Puskesmas Jambur Lak Lak Kabupaten Aceh Tenggara Tahun 2020. Jenis Penelitian merupakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi adalah seluruh ibu yang mempunyai balita di Wilayah Kerja Puskesmas Jambur Lak Lak Kabupaten Aceh Tenggara sebanyak 51 orang dengan teknik total sampling dengan menggunakan Teknik analisis data menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang memiliki hubungan dengan pemberian imunisasi MR pada balita di wilayah kerja Puskesmas Jambur Lak Lak Kabupaten Aceh Tenggara adalah umur (p=0,006) pendidikan (p=0,332), Sikap (p=0,014), sumber informasi (p=0,084). Variabel yang tidak memiliki hubungan dengan pemberian imunisasi MR pada balita di wilayah kerja Pusekesmas Jambur Lak Lak Kabupaten Aceh Tenggara Tahun 2020 adalah pendidikan (p=0,332) dan sumber informasi (p=0,084). Diharapkan kepada tenaga kesehatan Di Puskesmas Jambur Lak Lak Kabupaten Aceh Tenggara Tahun 2020 untuk memberikan penyuluhan atau pendidikan kesehatan kepada masyarakat terutama keluarga yang memiliki anak usia 9 bulan – 15 tahun secara rutin tentang imunisasi Measles.

Arif Ali Muntaha; Ahmad Suyuti; Mukh. Nursikin

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Masa anak-anak menjadi hal yang sangat penting dalam menanamkan pondasi jiwa yang baik dan berakhlak, masa ini menjadi masa emas dalam menanamkan jiwa keagamaan anak, masa ini diibaratkan otak anak masih kosong belum tau apa-apa, sehinggga pemahaman-pemahaman dari luar yang diberikan anak akan tersimpan dimemori anak dan akan selalu diingat oleh anak tersebut. Perkembangan jiwa keagamaan masa anak adalah awal perkembangan jiwa itu sendiri, taetapi sebenarnya pendidikan jiwa kegamaan anak sudah dimulai sejak dalam kandungan walaupun dengan rangsangan dari sang ibu. Karena pengalaman beragama saat itu belum bisa diberikan secara langsung karena semua itu harus melalui rangsangan dari sang ibu, seperti ketika sang ibu sedang sholat secara tak langsung anak akan mendapat pengalaman beragama. Sehingga penanaman jiwa keagamaan harus ditanamkan kepada anak sedini mungkin agar menjadikan anak saat dewasa menjadi anak yang selalu berlandaskan agama dalam perkataan dan perbuatannya.

Laila Nurhana; Henri Peranginangin; Dadan Mardani

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan implementasi pendekatan kontekstual pada pembelajaran tematik serta mengetahui faktor pendukung serta penghambat dalam penerapan pendekatan kontekstual siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Swasta Sirojul Muslimin Jakarta. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukanpenerapan implementasi pendekatan kontekstual pada pembelajaran tematik dapat mempengaruhi keaktifan belajar siswa, dapat mengembangkan potensi diri siswa, kemandirian siswa dalam mencari sumber informasi, menunjang keterampilan yang dimiliki siswa dan mampu menghubungkan pengetahuan yang dimilikinya dengan kehidupan sehari-hari. Adapun faktor pendukung pada penerapan implementasi pendekatan kontekstual pada pembelajaran tematik yaitu terdapat pada tema yang bervariatif dalam pembelajaran tematik sehingga antusias belajar siswa semakin meningkat, siswa dengan mudah mengaitkan materi dengan situasi kehidupan sehari-hari, dan penggunaan media pembelajaran yang beragam. Sedangkan faktor penghambat terdapat pada segi waktu yang kurang maksimal, berbedaan karakter anak dalam menguasai pembelajaran, dan fasilitas internet kurang memadai.

Muhamad Zidnil Al' Amin

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2022 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Kekerasan seksual merupakan salah satu masalah yang sering terjadi dalam kehidupan masyarakat. Dan objek yang rentan menjadi target kekerasan seksual ialah perempuan dan anak. Kasus kekerasan pada perempuan dan anak dapat terjadi dimana saja dan kapan saja. Terkhusus di Kota Baubau kekerasan pada perempuan dan anak sering terjadi. Ini dibuktikan dengan banyaknya laporan terhadap kasus kekerasan pada perempuan dan anak, terkhusus kekerasan seksual di kantor UPTD PPA Baubau. Per April 2020 saja telah terjadi 15 kasus  kekerasan seksual. Sebenarnya banyak faktor yang melatarbelakangi kasus kekerasan seksual dapat terjadi. Diantaranya kurangnya pengetahuan dan kesadaran terhadap kekerasan seksual serta kurangnya pemahaman akan nilai-nilai agama Islam bagi penganutnya. Oleh karena itu PKM ini mengusung tema “Bersama Kita Peduli, Kenali dan Cegah Tindak Kekerasan Seksual Pada Anak/Remaja” bertujuan untuk mengedukasi siswa MAN 1 Baubau terkait kekerasan seksual serta kaitannya dengan Islam. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini ialah dengan metode sosialisasi. Metode ini sangat cocok untuk tema yang diambil. Karena masalah kekerasan seksual merupakan masalah sosial yang sering terjadi di sekitar kita yang mana terkadang masyarakat bingung dan tidak tahu cara penanggulangan kasus tersebut. Oleh karena itu, membawakan tema ini dengan cara sosialisasi agar peserta dapat dengan mudah mencerna materi yang diberikan. Kemudian dengan menggunakan instrumen berupa Angket yang terbagi menjadi pre-test dan post-test guna mendapatkan data yang valid. Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat di MAN 1 Baubau, dari hasil angket pre-test yang kami bagikan, ditemukan fakta bahwa masih banyak siswa yang masih minim akan pengetahuan kekerasan seksual dan bagaimana menyikapi kasus kekerasan seksual. Namun, setelah mensosialsisasikan edukasi terkait kekerasan seksual, hasil angket post-test menunjukan bahwa terjadi peningkatan yang cukup signifikan pada pengetahuan siswa tentang kekerasan seksual dan bagaimana menyikapinya. Kemudian, dari hasil angket post-test juga ditemukan bahwa tingkat kekerasan seksual pada siswa MAN 1 Baubau sangatlah rendah. Dari kegiatan ini, kami berharap sosialisasi ini akan menjadi pengetahuan tersendiri bagi para siswa untuk mampu bagaimana agar terhindar dari kekerasan seksual dan menjadi lebih peka terhadap kekerasan seksual ringan yang banyak disepelekan, karena kasus kekerasan seksual yang besar dapat bermula dari hal-hal kecil yang disepelekan tersebut.

M Ilham Rahmani Riyadi; Febri Isnawati; Khanza Zalsabila

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2022 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Early childhood has a high curiosity, so attention is needed that is not only pursuing achievement, but learning orientation that develops attitudes and interest in learning and stimulates various potentials and basic abilities of children. Therefore the design of painting activities will be the right choice to be used for creativity during this covid pandemic. This PKM painting activity was carried out at the Cimone Orphan House in Tangerang with presentation of the material and then continued with painting practice. The target of this service program is the elementary and junior high school level as many as 15 (fifteen) people. The implementation was carried out face-to-face (on the spot training) which began with observation and coordination with the management of the orphanage related to the availability of places, the readiness of the orphans and administrative licensing arrangements with the administrators of the orphanage. The method used in carrying out PKM activities is to increase children's creativity, showing examples of pots that you want to decorate / pictures using Microsoft PowerPoint in the form of pictures, playing games with orphans, and asking questions / quizzes. The results of the service to students increase knowledge, insight and creativity of orphans.

Nurul Aina Tarigan; Sri Listiana Izar

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna dan nilai budaya yang terdapat dalam pedah-pedah pada pernikahan adat suku Karo dengan kajian semantik. Sumber data penelitian ini adalah  video pernikahan adat suku Karo yang telah didokumentasikan ke dalam sebuah DVD yang diambil dari desa Lau Kersik, kecamatan Gunung Sitember, kabupaten  Dairi.  Data dari penelitian ini adalah makna dan nilai budaya pedah-pedah yang diutarakan atau disampaikan oleh pihak Kalimbubu, Senina ataupun Anak Beru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah dokumentasi video pedah-pedah yang disampaikan Kalimbubu, senina dan Anak Beru.  Teknik analisis data penelitian ini menggunakan tenik reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menyimpulkan terdapat makna konotatif dan makna denotatif dalam pedah-pedah pada pernikahan adat suku Karo. Dan juga terdapat nilai budaya  dalam pedah-pedah pada pernikahan adat suku Karo yang terdiri dari nilai budaya komitmen, nilai budaya religi, nilai budaya kerukunan dan penyelesaian konflik, nilai kesopansantunan, nilai budaya pendidikan, dan nilai budaya kerja keras.

Maulana, Ryan; Rochmani, Rochmani

DINAMIKA HUKUM 2022 Universitas Stikubank

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan:1) dasar pembentukan sanksi kebiri pada pelaku kekerasan seksual terhadap anak; dan 2) keberadaan sanksi kebiri dalam kebijakan hukum pidana. Penelitian ini termasuk dalam tipe penelitian hukum normatif/doktrinal, yaitu tipe penelitian menggunakan pendekatan undang-undang (statute approach), asas hukum dan doktrin-doktrin sebagai kajiannya. Objek penelitian ini ialah hukum yang dikonsepkan sebagai apa yang tertulis dalam peraturan perundang-undangan yang dibuat oleh lembaga yang berwenang, dalam bentuk Undang-Undang tentang perlindungan anak dari tindak pidana kekerasan seksual (pedofilia). Spesifikasi penelitian ini adalah deskriptif analitis yaitu untuk menggambarkan tentang hukuman kebiri bagi pelaku kekerasan seksual terhadap anak (pedofilia) berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Anak. Hasill penelitianl memperlihatkanl bahwal 1)l hukuml  kebiril  kimial (chemicall castration)l terhadapl pelakul tindakl pidanal pedofilial  kepadal anak-anakl menurutl  hukuml pidanal  Indonesial sudahl mencakupl unsurl yangl terdapatl padal suatul  hukuman,l  yaitu:l sebagail upayal pembalasanl (reverenge)l atasl perbuatanl melanggarl  hukuml danl  ketentuanl  yangl sudahl dibuatl ataul ditetapkan.l Penetapanl Sanksil  kebiril  yangl diterapkanl dalaml Undang-Undangl Nomorl 17l Tahunl 2016l Tentangl Perlindunganl  Anakl bertujuanl untukl menjagal kemaslahatanl masyarakatl Indonesial daril pelakul pedofilial danl memberil efekl  jeral kepadal pelakul sertal bentukl pertanggungjawabanl  hukuml bagil pelakul tindakl pidanal pedofilia.l Pihakl kontral atasl pelaksanaanl sanksil kebiril  kimial umumnyal berargumentasil bahwal hall tersebutl bertentanganl denganl prinsip-prinsipl HAMl jugal berpotensil  konflikl denganl Kodel Etikl Profesil Kedokteran;l danl 2)l saatl  inil  kebiril telahl menjadil produkl undang-undangl  yangl baru,l tentunyal dalaml kebijakanl  hukuml pidanal dikenall denganl  kebijakanl denganl pembentukan,l  kebijakanl penegakan,l kebijakanl pelaksanaan.l sementaral penulisanl penelitianl  inil  hanyal terbatasl padal  kajianl  kebijakanl keberadaanl pembentukanl undang-undangl semata.   Kata kunci: hukuman kebiri, kekerasan seksual dan undang-undang Perlindungan Anak

Sari, Aprina Cempaka; Megawati, Wenny

DINAMIKA HUKUM 2022 Universitas Stikubank

Kekerasan dalam rumah tangga dapat artikan sebagai bentuk penggunaan kekerasan atau ancaman kekerasan (fisik, psikis, emosional, seksual, penelantaran) yang dilakuan untuk mengendalikan pasangan, anak, atau anggota keluarga atau orang lain yang menetap atau berada dalam suatu lingkup rumah tangga. Ragam bentuk kekerasan itu muncul dalam pola hubungan kekuasaan dilingkup rumah tangga, antara anggota rumah tangga tersebut yang tidak seimbang (asimestris). Dalam penelitian ini, peneliti mengambil 2 (dua) rumusan masalah. Antara lain; 1) Bagaimana penerapan hukum oleh hakim terhadap kekerasan fisik dalam Rumah Tangga pada Putusan Pengadilan Negeri Semarang Nomor 549/Pid.Sus/2018/PN.Smg. 2) Bagaimana pertimbangan hakim dalam menjatuhkan sanksi pada kasus Putusan Pengadilan Negeri Semarang Nomor 549/Pid.Sus/2018/PN.Smg. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk 1) mengetahui dan memahami penerapan hukum yang terjadi pada kasus kekerasan fisik dalam rumah tangga 2) Untuk mengetahui dan memahami pertimbangan hakim dalam menjatuhkan sanksi pidana pada kasus kekerasan fisik dalam rumah tangga. Penelitian ini diharapkan menjadi sumbangsi dalam perkembangan ilmu hukum, khususnya mengenai tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga yang marak terjadi di masyarakat. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian yuridis normatif atau penelitian hukum kepustakaan (library research). Dan hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Terdakwa dijatuhi hukuman pidana sesuai dengan dakwaan tunggal sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga. Pertimbangan hokum yang diberikan oleh hakim sesuai dengan unsur-unsur pidana yang termuat dalam pasal yang mengikutinya, keterangan saksi, surat dan melihat dari fakta- fakta dan bukti yang muncul dalam perkara ini, serta melihat dari sisi keadaan yang memberatkan dan meringankan.   Kata kunci : Tindak Pidana Kekerasan dalam Rumah Tangga

Veroneka Yosefpa Windahandayani; Srimiyati, Srimiyati; Ketut Suryani; Aniska Indah Fari; Vincencius Surani

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue, DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyakit DBD dapat muncul sepanjang tahun dan dapat menyerang seluruh kelompok umur, baik Ibu hamil, anak dan dewasa. DBD dapat dicegah dengan melakukan program pemerintah yaitu 3M plus, hanya saja, dalam pelaksanaannya masih banyak masyarakat belum melakukan. Oleh karena itu beberapa Dosen Ilmu keperawatan dan Ners Universitas Katolik Musi Charitas, melakukan pendampingan penerapan pencegahan DBD dengan 3M Plus bagi warga semua usia, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan terhadap pencegahan DBD, kegiatan pendampingan dilakukan dengan cara melakukan penyuluhan. Dimana hasil pengabdian ini adalah adanya peningkatan pengetahuan tentang pencegahan DBD ± 50 %.

Kertati, Indra; Setyohadi Pratomo; Harsoyo

Perigel: Jurnal Penyuluhan Masyarakat Indonesia 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kekerasan kepada perempuan dan anak sudah pada kondisi yang memprihatinkan. Catatan Tahunan Komnas Perempuan periode 2012 – 2021 (10 tahun) menunjukkan terdapat 49.762 laporan kasus kekerasan seksual. Januari-November 2022 telah menerima 3.014 kasus kekerasan berbasis gender terhadap perempuan, termasuk 860 kasus kekerasan seksual di ranah publik/komunitas dan 899 kasus di ranah personal. Menilik jumlah yang meningkat dari waktu ke waktu, pemerintah menerbitkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) yang  memuat enam elemen kunci penghapusan kekerasan seksual. Upaya penegakan hukum melalui UUPTKS tidak dapat dilakukan sendiri, kehadiran stakeholder dalam penanganan kasus ini memberi kontribusi bagi pengurangan kekerasan. Kehadiran Jariangan Perlindungan Perempuandan anak (JPPA) menjadi alternatif dalam penanagan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Tujuan pemberdayaan ini adalah untuk menguatkan peran-peran stakeholder yang bergabung dalam JPPA dalam menfasilitrasi penanganan korban. Pemberdayaan ini untuk menjawab permasalahan tentang sejahun mana peran-peran JPPPA dalam pencegahan dan perlindungan perempuan dan anak yang mengalami kasus kekerasan.

suseno, Dhony Priyo Suseno; Nicko Fadhil Muhammad; Achmad Kurniawan

Jurnal Suara Pengabdian 45 2022 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Desa Curug mendapatkan bantuan dana untuk melaksanakan program ODF. Program ODF (Open Defecation Free) adalah kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan. Membangun kesehatan keluarga mandiri bukan hanya melalui program fisik, tetapi kegiatan setelah program tersebut berakhir yang lebih diutamakan supaya berkelanjutan dan berkesinambungan. Tujuan dilakukannya kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kesadaran keluarga mengenai pentingnya sanitasi sebagai salah satu syarat kelengkapan dalam rumah tapak sederhana dan memberikan informasi tentang tata cara membuat sanitasi yang sesuai standar kesehatan. Metode kegiatan yang akan dilakukan untuk tercapainya tujuan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah metode penyuluhan. Sanitasi yang sesuai standar kesehatan adalah jamban keluarga lengkap dengan konstruksi septictank dan resapannya yang berjarak 10-11 m dari air bersih. Penyuluhan sanitasi berstandar kesehatan membuka wawasan masyarakat bahwa anak-anak akan terhindar dari stunting, sehingga dapat menjadi sumber daya manusia unggul sesuai dengan visi misi presiden terpilih periode 2019-2024. Untuk keberlanjutan jamban keluarga mandiri sebaiknya dibentuk tim untuk mengawasi pada saat pembuatan dan pemeliharaan.

Kadek Damayanti; Sri Yuwanti

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Seiring dengan perkembangan zaman serta kemajuan teknologi, mesatua di Bali (mendongeng cerita rakyat Bali) kian ditinggalkan. Hal ini dapat menimbulkan hilangnya budaya tradisional yang mengandung nilai-nilai budaya bagi anak-anak, padahal mesatua dapat membantu menyampaikan pesan moral kepada anak-anak, sekaligus membentuk karakter anak. Namun, dengan adanya upaya pelestarian budaya tradisonal, mesatua mulai dihidupkan kembali seiring dengan berkembangnya media digital. Mesatua yang semula lisan, diceritakan langsung oleh orang tua kepada anak telah berkembang dalam karya sastra tulisan berupa buku (tulisan), dan kini berkembang menjadi visual yang marak di media digital dengan cerita bergambar yang menarik untuk anak-anak. Untuk memenuhi kebutuhan penggunaan data sebagai bahan penelitian, digunakan metode penelitian deskriptif kualitatif  untuk menggambarkan fenomena perubahan yang terjadi dari pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi, dokumen dan studi dokumen. Kebudayaan Mesatua Bali dalam proses pelestariannya telah mengalami fenomena perubahan dalam 3 periode, yaitu; periode lisan, periode menulis, dan periode visual.

Simon Sabtaria Putram Juliet; Silvester Adinuhgra

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Tulisan ini mengulas hasil penelitian kami tentang bagaimana peran orang tua dalam bina lanjut iman anak pasca komuni pertama di Stasi Santa Clara Bana-Narui, Paroki Santo Santa Theresia Lisieux Saripoi Keuskupan Palangkaraya. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Stasi Santa Clara Bana-Narui, pada Mei 2022. Total Informan 18 orang, yang terdiri atas 8 orang tua, 8 anak, ketua umat dan Pastor Paroki. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa orang tua tetap memperhatikan pembinaan iman anak setelah komuni pertama walaupun tidak maksimal. Hal itu disebabkan karena kurangnya pemahaman orang tua tentang makna Ekaristi untuk pertumbuhan iman anak. Menyikapi kenyataan ini, maka perlu dilaksanakan katekese keluarga tentang ekarsiti terutama bagi keluarga yang anaknya menerima komuni pertama. 

Sri Widoretno; Andi Abrianto; Raka Lidra Putra; Fajar Putri Fismawati

Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi 2022 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Jurnal ini meneliti tentang program kegiatan yang dilaksanakan sebagai solusi atas permasalahan yang terjadi di sebuah wilayah, tepatnya di Kelurahan Srengat, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar. Pada April tahun 2022, Indonesia dihebohkan dengan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) adalah infeksi virus yang bersifat akut dan sangat menular. Penyakit ini menyerang semua hewan berkuku belah/genap, seperti sapi, kerbau, babi, kambing, domba, termasuk juga hewan liar seperti gajah, rusa dan sebagainya, sehingga memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Untuk menunjang kegiatan yang berkaitan dengan cara mengatasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, dilakukan sosialisasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada warga. Memandang permasalahan lain yang terjadi, pada penelitian ini juga dilakukan cek kesehatan secara gratis mulai kalangan anak-anak hingga dewasa guna menunjukan pentingnya menjaga kesehatan. Kegiatan yang dilakukan adalah dengan cek asam urat, kolesterol dan gula darah dengan diskon 15%. Penelitian ini juga ditujukan sebagai solusi atas salah satu bidang usaha dalam perekonomian nasional yaitu usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Menanggapi masalah yang terjadi pada UMKM, sosialisasi digital marketing pun diselenggarakan untuk warga. Digital marketing merupakan salah satu teknologi informasi yang saat ini berkembang pesat, yaitu dengan memanfaatkan sosial media yang dianggap sangat berpotensi dalam mendorong kinerja sebuah bisnis. Penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh mengenai ketahanan ekonomi dan sumber daya manusia melalui program yang dilaksanakan.

Nur Fitri Eka Asbarini

Perigel: Jurnal Penyuluhan Masyarakat Indonesia 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pengabdian kepada Masyarakat di sinergikan dengan kegiatan KKN Mahasiswa memiliki dampak yang sangat besar bagi warga dilokasi tersebut, program pemberdayaan tersebut sebagai bentuk pelayanan administrasi kependudukan . Adapun pelayanan yang dilakukan ialah, Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Identitas Anak (KIA), Akta Kematian, Akta Kelahiran dan Kartu Keluarga (KK). Tentunya pelaksanaan program ini sebagai salah satu upaya dalam menambah pemahaman wawasan kepada masyarakat akan pentingnya memiliki data kependudukan. Hasil yang diharapkan dari program ini adalah setelah diberikan penyuluhan, masyarakat dapat dibantu untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi terkait administrasi kependudukan.