Publication Search

67,356 articles from 564 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1081-1100 of 1,592

Analytics

Rahma Aulia; Rula Azmi Fath; Muhammad Difa Darusallam; Meity Suryandari

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Perubahan zaman membawa dampak bagi seluruh Negara. Dengan adanya perubahan zaman, pola pikir manusiapun ikut berubah. Perubahan zaman membawa dampak positif maupun negatif. Perubahan ini terjadi karena adanya Globalisasi. Peranan keluarga dalam pembimbingan generasi muda cukup dominan. Pembentukan perilaku yang positif yang harus dimiliki oleh setiap orang warga negara yang baik, bermula dari keluarga menurut Jamaludin Ancok dikutip Hendriyati Agustiani dalam buku “Psikologi Perkembangan” menyatakan bahwa pada saat ini pembinaan terhadap kaum remaja belum menemukan format yang maksimal. Perilaku remaja yang akhir-akhir ini marak, berupa tawuran, perjudian, dan berbagai kenakalan remaja lainnya,dianggap sebagai akibat dari proses keterasingan dari kehidupan yang wajar. Perilaku-perilaku menyimpang seperti itulah masih terjadi di kampung dan di desa, bukan kota besar saja, semisal di kampung Sinar Rejo masih adanya krisis moral yang terjadi antar kaum remaja.

Alimatul Fitri Assholekhah; Anisa Fitriani; Sarwono Sarwono; Sidiq Ali Fatoni; Meity Suryandari

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Mahasiswa sering disebut sebagai kaum intelektual karena keistimewaannya dalam mengenyam pendidikan tinggi. Sebagai kaum intelektual, tentunya mahasiswa dituntut untuk memiliki kualitas intelektual yang memadai. Baik dari Hard skill dan soft skill sebagai keterampilan nilai-nilai spiritualnya. Namun, disamping itu terdapat suatu tantangan ataupun masalah yang seringkali disebut orang sebagai kesulitan, hambatan, gangguan, ketidakpuasan, atau kesenjangan. Dalam dunia kerja, mahasiswa akan mengalami suatu tantangan dalam proses kuliah dan kerjanya. Mahasiswa harus mampu untuk mengatur dan mengelola waktunya dengan baik. sehingga diantara keduanya dapat berjalan dan tidak mengganggu aktivitas atau kegiatan yang lainya. Maka dari itu pemecahan masalah adalah suatu proses ilmiah seseorang yang melalui sebuah fase dari pemahaman masalah untuk kemudian mencari informasi yang diperlukan untuk diputuskan solusi pemecahannya dan dievaluasi solusinya. Artinya bahwa seseorang yang menghadapi suatu masalah harus mencari sumber informasi dari akar permasalahan tersebut terlebih dahulu. Sehingga seseorang itu akan dengan mudah memutuskan sebuah solusi yang akan dipakainya dalam memecahkan suatu masalah.

Amelia Riskika; Charles Charles; Arifmiboy Arifmiboy; Muhiddinur Kamal

Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Berdasarkan pada data nilai peneliti dapat menyimpulkan bahwa hasil belajar siswa kelas VII yang berjumlah 70 orang pada mata pelajaran akidah akhlak tergolong rendah, di mulai dari nilai ulangan harian (UH), ujian tengah semester (UTS), dan ujian akhir semester (UAS) rata-rata berada di bawah KKM, rendahnya hasil belajar siswa di atas sebagai proses pembelajaranyang dilakukan selama ini. Dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penefsiran data, serta penampilan dari hasilnya. Sdangkan jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen, yaitu peneltian yang bertujuan untuk memperoleh informasi yang dapat diperoleh dari eksperimen berdasarkan perlakuan (Treatment) terhadap suatu unit percobaan dalam batas-batas desain yang ditetapkan pada kelas eksperimen sehingga di peroleh data yang  menggambarkan apa yang diharapkan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenis Quasy Eksperimental subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VII1 jumlah populasi 20 peserta didik. Sampel penelitian yaitu kelas VII3 sebagai kelas ekpsperimen dengan model pembelajaran pemberian Reward, kelas VII1 sebagai kelas kontrol dengan menggunakan model pembelajaran Konvesional . teknis analalisis data menggunakan uji nolmalitas dengan uji Shapiro Whilk, dan homogenitas dengan Chi – Square. Dilanjutkan dengan uji hipotesis dengan uji-t post Group. Berdasarkan data yang telah peneliti kumpulkan menunjukkan bahwa hasil belajar dalam kelompok eksperimen diperoleh rata-rata = rata-rata= 13,29 dan pada kelompok kontrol di peroleh rata-rata= 8,57, sehingga menunjukkan bahwa ada pengaruh penerapan model pembelajaran reward terhahadap hasil belajar akidah akhlak. Hal ini sesuai dengan perhitungan uji- t dan uji menggunakan SPSS17 yangmana dari uji-t diperoleh hasil t hitung = 11.766 dan nilai t table = 1,734, maka t hitung > t table maka Ho ditolak dan Hi di terima serta perhitungan dengan menggunakan SPSS17 di peroleh nilai signifikan 2-tailed atau nilai sig. (2-tailet)= 0.000 pada taraf nyata,a = 0,05. Karena nilai signifikan 2-tailet <a, yaitu 0, 000< 0,05 maka Ho di tolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh terhadap penerapan model pembelajaran Pemberian Reward terhadap Hasil Belajar Akidah Akhlak kelas VII di MTS S Terpadu guguak Randah.

Nursyahdia Harahap

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi kematangan karier siswa kelas X, upaya guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kematangan karier siswa kelas X, pengembangan kematangan karier siswa kelas X di MAN 1 Padang Lawas Utara. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Data diperoleh dari guru BK,  koordinator BK/Wakasek Kesiswaan, dan 4 siswa kelas X. Hasil penelitian menyatakan bahwa (1) Menunjukkan bahwa kondisi kematangan karier siswa kelas X berbeda – beda, adanya bukti 15 siswa (7 laki – laki dan 8 perempuan) mengalami masalah pada kematangan karier tidak mendapatkan dukungan dari orang tua, tidak mengetahui kemampuan yang dimilikinya, tidak peduli dengan karier dan kurang memahami informasi karier, (2)  Upaya guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kematangan karier siswa kelas X dengan menerapkan layanan bimbingan kelompok, layanan konseling individu, (3) Mengembangkan kematangan karier siswa kelas X dengan bimbingan kelompok, memberikan dukungan kepada siswa, melengkapi failitas, memberikan pelatihan yang sesuai kebutuhan potensi yang dimilki siswa. Berdasarkan pada temuan penelitian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kematangan karier siswa kelas X dapat ditingkatkan melalui bimbingan karier, layanan bimbingan kelompok, layanan konseling individu yang dilakukan oleh guru BK MAN 1 Padang Lawas Utara.

Tsaltsa Awani Arzakia; Mahmud

Manajemen Kreatif Jurnal (MAKREJU) 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji indikator psikologis yang dominan dari perilaku kompulsif seperti harga diri, pengendalian diri dan materialisme. Responden dalam penelitian ini berjumlah 101 orang, berdasarkan sebaran survei online selama 14 hari. Mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro yang membeli ponsel Apple berpartisipasi dalam survei ini. Non-probability sampling adalah metode pemilihan yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga diri dan materialisme berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku pembelian kompulsif. Sedangkan pengendalian diri tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku pembelian kompulsif.

Indra Wirawan

Jurnal Manajemen Kreatif dan Inovasi 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Kemampuan untuk memberikan pelayanan prima, konsep suasana yang nyaman dan menarik serta upayamenciptakan kepuasan absolut dari pengunjung adalah bagian penting yang harus direalisasikan dalam bisnis hotel. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kesenjangan antara kepentingan dan kinerja dari atribut-atribut kualitas layanan, kepuasan pengunjung pada Wing Hotel Kualanamu. Responden dalam penelitian ini 98 orang karyawan Wing Hotel Kualanamu. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi. Teknik analisis data berupa importance performance analysis. Pada analisis IPA untuk penilaian berdasarkan kualitas pelayanan, penilaian harapan dilakukan oleh tamu yang menginap di Wing Hotel Kualanamu sedangkan penilaian kinerja karyawan dilakukan oleh General Manager Wing Hotel Kualanamu dengan merujuk pada 8 indikator, yaitu attitude, dicipline, loyalitas, inisiatif, speedity, work quality, responsible, dan skill and knowledge. Untuk penilaian berdasarkan posisi jabatan, penilaian harapan dilakukan oleh General Manager Wing Hotel Kualanamu sedangkan penilaian kinerja karyawan dilakukan oleh Head of Department. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Karyawan yang memerlukan penanganan yang perlu diprioritaskan oleh pihak Wing Hotel Kualanamu dalam hal peningkatan kualitas pelayanan di tahun 2020 ada 6 profesi dan pada tahun 2021 ada 9 profesi; (2) Karyawan yang perlu mempertahankan kinerjanya pada tahun 2020 ada 9 profesi Executive Chef, Steward, Security Crew, Chief Accounting, IT, HRD, HRGA, General Adm, Leader Gardener dan pada tahun 2021 ada 11 profesi; (3)Karyawan dengan kinerja rendah dan tingkat prioritas pekerjaan rendah pada tahun 2020 ada 7 profesi dan pada tahun 2021 ada 6 profesi; (4) Karyawan dengan tingkat kepentingan yang rendah, namun tingkat kinerja tinggi pada tahun 2020 ada 9 profesi dan pada tahun 2021 ada 10 profesi.

Mochamad Rizal Yulianto; Zahrotul Maftuhkin; Misti Hariasih; Mochamad Nashrullah

Manajemen Kreatif Jurnal (MAKREJU) 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi Iklim Kerja di PT Indofood CBP Sukses Makmur, Tbk yang meliputi faktor Komunikasi Interpersonal (X1), Konsep Diri (X2) dan Stres Kerja (X3). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang melibatkan 60 orang karyawan bagian prooduksi di PT Indofood CBP Sukses Makmur, Tbk sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan pembagian kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan formula statistik, yakni dengan menggunakan analisis regresi berganda yang pengolahannya dilakukan dengan program SPSS versi 18.0. Hasil olahan program SPSS Versi 18.0 juga menunjukkan bahwa variabel  Komunikasi Interpersonal (X1), Konsep Diri (X2) dan Stres Kerja (X3) berpengaruh secara parsial terhadap variabel Iklim Kerja (Y) di PT Indofood CBP Sukses Makmur, Tbk. Hasil olahan program SPSS Versi 18.0 menunjukkan bahwa variabel Komunikasi Interpersonal (X1), Konsep Diri (X2) dan Stres Kerja (X3) jika diuji secara serempak (simultan) berpengaruh  positif terhadap Variabel Iklim Kerja (Y) di PT  Indofood CBP Sukses Makmur, Tbk.

Elsa Kaniawati; Meisya Edlina Mardani; Shania Nada Lestari; Ulan Nurmilah; Usep Setiawan

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Evaluasi merupakan bagian penting dalam pengembangan media pembelajaran. Apapun jenis media yang dikembangkan perlu di evaluasi dan di nilai terlebih dahulu sebelum dimanfaatkan secara luas. Jadi maksud dari pada evaluasi tersebut untuk mengetahui apakah media pembelajaran yang dikembangkan tersebut dapat mecapai tujuan pembelajaran yang sudah ditetapkan. Hal ini dikarena banyak orang yang berpendapat bahwa sekali mereka membuat media pembelajaran maka searatus persen ditangung baik. Oleh karena itu rumusan masalah secara singkat dari pada kajian ini adalah bagaiamana evaluasi media pembelajaran Mengacu pada permasalahn diatas, kajian ini di maksudkan untuk memperoleh gambaran tentang evaluasi media pembelajaran sebagai saran dan prasana pembelajaran yang berkualitas. Metode deskriptif di definisikan sebagai metode yang digunakan untuk menggambar atau menganalisis sesuatu mengenai situasi atau kejadian yang ada.(Sugiyono,2021) Evaluasi merupakan kegiatan pengumpulan kenyataan mengenai proses pembelajaran secara sistematis untuk menetapkan apakah terjadi perubahan terhadap peserta didik dan sejauh mana perubahan tersebut mempengaruhi kehidupan peserta didik. Adapun dalam proses evaluasi media pembelajaran di ukur dari dua aspek, yaitu Sistem pembelajaran hasil peserta didik di buktikan secara empiris Keberhasilan dan kefektifan proses belajar menunjukan bukti banyaknya sumbangan media atau media program. Tujuan evaluasi media pembelajaran adalah untuk memilih media pembelajaran yang akan dipergunakan dikelas, untuk melihat prosedur penggunaan media, untuk memeriksa apakah tujuan penggunaan media tersebut telah tercapai, menilai kemampuan guru menggunakan media, memberikan informasi untuk kepentingan administrasi dan untuk memperbaiki media itu sendiri. ditentukanEvaluasi media pembelajaran adalah tahapan yang digunakan dalam proses pembelajaran sebagai bentuk komunikasi baik secara visual maupun audio visual. Dan upaya peningkatan pembelajaran yang efektif. Adapun dalam evaluasi pembelajaran ini memilik beberapa fungsi sebagaimana fungsi ini adalah bentuk peranan media dalam pembelajaran diantara nya yaitu : Selain memiliki fungsi media pembelajaran juga memiliki Tujuan evaluasi media pembelajaran adalah untuk memilih media pembelajaran yang akan dipergunakan dikelas, untuk melihat prosedur penggunaan media, untuk memeriksa apakah tujuan penggunaan media tersebut telah tercapai, menilai kemampuan guru menggunakan media, memberikan informasi untuk kepentingan administrasi dan untuk memperbaiki media itu sendiri. Prosedur evaluasi media pembelajaran adalah suatu proses yang dilakukan terhadap media pembelajaran berdasarkan tahapan-tahapan yang telah ditentukan dalam evaluasi sumatif dan formatif.

Serla Andrianti; Nefi Darmayanti; Mohammad Al-Farabi

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Tujuan penelitian ini adalah untuk megetahui pelaksanaan konseling kelompok dengan teknik berfokus pada solusi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di MTs Al-Uswah Kuala. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-4 MTs Al-Uswah Kuala yang berjumlah 8 orang. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Bimbingan Konseling (PTBK) dengan dua siklus. Instrumen yang digunakan adalah angket tentang motivasi belajar. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi tes, dan observasi. Hasil instrumen angket yang diberikan sebelum dilakukan tindakan sebesar 13% dengan kategori motivasi belajar masih rendah setelah diberikan tindakan pada siklus I hasil yang diperoleh yaitu 63% dan pada siklus ke II terjadi peningkatan menjadi 88%. Jadi hasil peningkatan yang dilakukan dari siklus I ke siklus II sebesar 25%, dengan kriteria berhasil dan sudah mencapai dari target yang teleh ditetapkan yaitu 75%. Artinya bahwa siswa yang diberikan layanan konseling kelompok berfokus solusi mengalami peningkatan motivasi belajar.

PIPIT IRAWATI

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar Matematika di Sekolah Dasar dibutuhkan analisis kebutuhan awal pengembangan pembelajaran Matematika. Tujuan dari penelitian ini bertujuan menciptakan desain pembelajaran yang menyenangkan di Sekolah Dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan instrumen penelitian berupa pengamatan,angket, dan wawancara. Berdasarkan hasil analisis data instrument awal diketahui bahwa motivasi dan hasil belajar Matematika di SD Gugus Pucang Harapan pada pembelajaran Matematika masih rendah. Nilai rata-rata motivasi belajar siswa hanya sebesar 61 dengan tertinggi yaitu 85 dan nilai terendah yaitu 45. Sedangkan nilai rata-rata hasil belajar siswa yaitu 43,9 dengan katagori rendah sedangkan nilai tertingginya yaitu 85 dan nilai terendahnya yaitu 45. Hasil belajar pada pembelajaran Matematika masih rendah disebabkan oleh banyaknya hapalan rumus, kurangnya sarana dan prasarana yang mendukung pembelajaran, orang tua menggangap Matematika pelajaran penting daripada pelajaran lain sehingga nilai anak harus bagus itu menjadi beban bagi anak, serta anak kurang memahami pembelajaran Matematika karena banyaknya materi yang diberikan. Analisis awal kebutuhan pengembangan metode pembelajaran Matematika dapat digunakan untuk penelitian selanjutnya sehingga hasil pembelajaran Matematika di Sekolah dasar dapat meningkat.

Milawati, Milawati; Widyastuti, Widyastuti

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Kematian orangtua akibat COVID-19 dapat menimbulkan rasa kehilangan yang mendalam sehingga menyebabkan remaja yang ditinggalkan harus melalui proses grief hingga mampu mencapai penerimaan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami gambaran grief dan proses grief serta faktor-faktor yang mempengaruhi grief pada remaja perempuan pasca kematian orangtua akibat COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan teknik analisis theory driven. Responden dalam penelitian ini berjumlah 3 (tiga) remaja perempuan berusia 18-20 tahun dan telah kehilangan orangtua akibat COVID-19 yang terjadi 1-2 tahun yang lalu. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran grief responden terdiri atas berbagai gejala grief yang menyangkut aspek fisik, sosial, spiritual dan  psikologis. Proses grief melalui 5 tahap yaitu denial, anger, bargaining, depression dan acceptance, tetapi proses yang dialami responden tidak terjadi secara berurutan dan bersifat dinamis menuju penerimaan. Hal tersebut terjadi karena terdapat faktor pendukung antara lain kemampuan menguatkan diri, memiliki cita-cita dan harapan yang kuat, dukungan dari keluarga dan teman serta faktor penghambat antara lain hubungan emosional dengan orangtua yang meninggal, grief yang tidak terantisipasi, lapisan kehilangan, tidak menyaksikan orangtua meninggal hingga dimakamkan, isolasi mandiri setelah kehilangan dan stigma sosial yang negatif. Implikasi penelitian ini yaitu menambah khazanah kajian ilmu psikologi khususnya psikologi klinis, psikologi perkembangan dan secara lebih spesifik mengenai grief pada remaja pasca kematian orangtua akibat COVID-19.

Atun Lestari; Rahma Sabila; Difa'ul Husna; Yuhan Anendi; Aries Anang Anshori

Journal of Educational Innovation and Public Health 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian kami buat dengan kesesuaian tema yang disarankan pembimbing dosen kami yaitu peristiwa dimana anak tunadaksa bisa berkembang dengan baik dengan dukungan orang tuan dan guru disekolahnya. Dengan tujuan para orang tua dan guru bisa sadar bahwasanya anak adalah titipan tuhan yang akan dipertanggung jawabkan di akhirat. Pada penelitian ini menggunakan kualitatif metode diskriptif yakni suatu metode yang meneliti sekelompok manusia atau objek, suatu kondisi, atau gejala mengenai populasi atau daerah tertentu dengan mendeskripsikan data yang telah dikumpulkan. Hasil yang di temukan tidak semua anak tunadaksa memiliki pikiran yang divabel juga tetapi berkat orang tua dan guru bisa berfikir seperti orang normal. Kesimpulannya adalah anak tunadaksa bisa menjalankan hidupnya dalam sehari-hari dengan kemampuan yang ada dan tingkat kecerdasanya normal seperti anak-anak umumnya.

Fitriyah, Elly; Eppy Setiyowati; Caesario Dimas Aditya; Aprilia Nurika Putri; Lailil Ika Feby +2 more

Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Diabetes mellitus (DM) ialah kadar gula darah mencapai angka yang melebihi batas normal. Resiliensi dapat diartikan sebagai proses keberhasilan agar penderita DM dapat beradaptasi dengan stress dan penyakitnya, sehingga perawat diri dalam penyakit tersebut menjadi baik. Tujuan penelitian ini melihat bagaimana korelasi resiliensi terhadap self-care pada lansia dengan DM. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan observasi analitik terhadap 33 lansia, pengambilan sampel menggunakan total sampling, intrumen pada 2 variabel menggunakan kuesioner yang memiliki kriteria yang berbeda dalam menentukan tingkatan skor untuk menghitung besar penilaian responden terkait variabel tersebut. Data yang terkumpul dianalisis dengan spearman rho. Hasil penelitian menunjukkan tingkat resiliensi sedang sebesar 57,6%, sedangkan tingkat self-care buruk sebesar 63,6% terkait corelation ditemukan adanya hubungan antara resiliensi dengan self-care menggunakan besaran p value : 0.016(p < 0,05). Hasil penelitian yaitu  adanya tingkat ketahanan pada orang lanjut usia terkait dengan kualitas perawatan yang mereka berikan untuk diri mereka sendiri; Dengan kata lain, kurang ketahanan dikaitkan dengan perawatan diri yang lebih baik.

Yulia, Yulia; Ahmad Fuadi, Ahmad Fuadi

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode yanbu’a terhadap peningkatan membaca al-qur’an siswa kelas VII Pondok Pesantren Hujjaturrahmah Tanjung Pura TA 2022-2023. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif populasi dari seluruh siswa adalah berjumlah 136 siswa. Sampel yang diteliti adalah 30 orang. Metode Pengumpulan data dilakukan dengan cara angket, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menujukkan dari uji realibitas penerapan metode Yanbu‟a adalah   (90%) dan hasil uji peningkatan membaca Al-Qur‟an adalah ( 83,33 %). Hasil tersebut dinyatakan reliabel karena lebih besar dari r table (0.413). Nilai rxy hasil analisis statistic di atas adalah nilai kolerasi penerapan metode yanbu‟a ( variabel X ) dengan peningkatan membaca Al-Qur‟an ( variabel Y ). Berdasarkan hasil hitungan tersebut diketahui bahwa nilai rxy = 0.413. Nilai rxy tersebut adalah positif. Nilai rxy hasil hitungan 0.413 dalam angka indeks kolersi diatas berada dalam kelompok 0,41 – 0,70 yang bemakna antar Variabel X dan Variabel Y terdapat kolerasi yang sedang atau cukupan. Hal ini berarti hubungan penerapan metode Yanbu‟a dengan peningkatan membaca Al-Qur‟an mempunyai tingkat kolerasi yang sedang.      

Milda Rizki; Diani Syahfitri; Ahmad Zaki

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Inovasi Kepala Sekolah Dalam Pembinaan Karakter Religius Siswa Menuju Madrasah Juara di MTS Madinatul Ilmi Desa Lubuk Kertang. Jenis penelitian adalah penelitian kuatititatif dengan metode pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian bahwa pelaksanaan kepemimpinan Kepala Sekolah MTS Madinatul Ilmi diwujudkan dalam pelaksanaan kurikulum, pengajaran, kesiswaan, guru dan tenaga administrasi, sarana dan prasarana, serta hubungan dengan orang tua murid dan masyarakat sekitar, cenderung dilakukan Kepala Sekolah dengan menerapkan sistem kepemimpinan demogratif. Pelaksanaan Inovasi Kepala MTs Madinatul Ilmi Dalam Pembinaan Karakter Religius Siswa Menuju Madrasah Juara adalah dilakukan dengan langkah-langkah meningkatkan sistem pengajaran, membuka dialog, memberikan penghargaan, melengkapi sarana prasarana dan fasilitas serta motivasi mengajar guru dan memonitoring siswa didalam dan diluar kelas. Adapun upaya yang dilakukan untuk mengatasinya adalah meningkatkan sistem pengajaran, membuka dialog, memberikan penghargaan, melengkapi sarana prasarana dan fasilitas serta motivasi mengajar guru dan memonitoring siswa didalam dan diluar kelas.  

Zuhrina Aidha; Anna Tasya Putri; Abdinda Lorensyifa; Rini Deby Astria Lubis; Serahayati br. Hasibuan +3 more

Journal of Educational Innovation and Public Health 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Faktor utama yang harus diperhatikan oleh keluarga adalah kesehatan. Oleh karena itu, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sangat diperlukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran PHBS rumah tangga di Bagan Deli. Penelitian ini menggunakan survei silang dengan metodologi kualitatif. Sebanyak 65 ibu rumah tangga berpartisipasi dalam penelitian ini sebagai responden. Menurut temuan studi tersebut, rumah tangga Bagan Deli kurang mempraktekkan hidup bersih dan sehat; mayoritas rumah tangga di sana masih kekurangan jamban dan tempat pembuangan sampah, dan banyak orang merokok, sering berolahraga, dan mengkonsumsi sayuran. dan buah masih kurang. Rata-rata keluarga hanya menerapkan 4 dari 10 indikator perilaku hidup bersih dan sehat dalam tatanan rumah tangga menurut Dinas Kesehatan Sumut. Indikator yang termasuk dalam kategori baik adalah: tempat persalinan, pemberian ASI, imunisasi di posyandu dan pemenuhan air bersih. Sedangkan kategori lainnya berada pada kategori kurang baik.  

Karlina Karlina; Nuriyah Nuriyah; Fika Indah Juwita Sari

Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pengaruh Advertising dan Personal Selling Terhadap Keputusan Konsumen dalam memakai Kartu Perdana Simpati Di Kalangan Mahasiswa STIE Widya Praja Tanah Grogot. Apakah variabel advertising (X1) dan personal selling (X2) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap keputusan konsumen (Y) dalam memakai Kartu Perdana Simpati Di Kalangan Mahasiswa STIE Widya Praja Tanah Grogot. Dalam penelitian ini penulis melakukan penelitian pada Mahasiswa STIE Widya Praja Tanah Grogot. Seluruh responden berjumlah 100 orang responden. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil penelitian diketahui nilai R sebesar 0, 671, ini berarti terdapat hubungan yang kuat dari variabel advertising (X1) dan personal selling (X2) terhadap variabel keputusan konsumen (Y), sedangkan nilai koefisien determinasi sebesar 0,439  atau 43,9% artinya variabel keputusan konsumen (Y) dijelaskan variabel advertising (X1) dan personal selling (X2) sebesar 0, 439 atau 43,9% sedangkan sisanya sebesar 56,1% dijelaskan oleh variabel lain. Nilai F hitung sebesar 39,757, sedangkan nilai F tabel sebesar 3,0902, maka F hitung > F tabel 39,757 > 3,0902. Hal ini berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya secara bersama-sama variabel bebas berpengaruh positif terhadap variabel tidak bebas. Dari hasil analisis terhadap dua variabel bebas yang terdiri dari variabel X1 advertising (X1) dan personal selling (X2) bahwa X1 berpengaruh dominan terhadap variabel Y (keputusan konsumen), dengan nilai t hitung sebesar 8,607 dan t tabel sebesar 1,6607, hal ini berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Dan nilai persamaan regresi sebesar 0 ,989 serta koefisien beta sebesar 0, 687.

Rana, Astuti; Basti Tetteng

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Cyberbullying merupakan tindakan agresif di media sosial untuk melecehkan, mempermalukan, dan mengejek orang lain. Penelitian ini berfokus pada motivasi remaja melakukan cyberbullying di media sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Responden dalam penelitian ini merupakan tiga remaja perempuan pelaku cyberbullying. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara. Hasil analisis data menunjukkan terdapat perilaku motivasi remaja melakukan cyberbullying di media sosial, motivasi tersebut dapat dibagi menjadi dua yaitu motivasi internal, yang berasal dari dalam diri dan motivasi eksternal, yang berasal dari luar. Adapun motivasi internal terbagi menjadi lima, yaitu: Sering melakukan bullying di dunia nyata sehingga di lakukan di media sosial, karena media sosial merupakan jalan yang paling mudah melakukan penindasan. 2. Adanya ketidakseimbangan kuasa, atau apa yang dilakukan pelaku cyberbullying dalam segi mental dan sosial merasa lebih kuat. 3. Merasa mempunyai segalanya sehingga apapun bisa dilakukan kepada korban. 4. Membuat mental korban hancur sehingga korban mempunyai keinginan untuk berhenti bersekolah bahkan pindah sekolah. 5. Identitas yang tidak di ketahui oleh korban memudahkan pelaku melakukan tindakan cyberbullying. Sedangkan motivasi ekstrinsik terbagi menjadi 2 yaitu: 1. Sifat dan karakteristik korban yang mengundang untuk di tindas. 2. Tertantang dari sebuah film sehingga ingin melakukan tindakan cyberbullying.

Nur Hidayatun; Ranti Fadhila Simatupang; Shofiyatul af-idah

Journal of Creative Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Akhlak merupakan bentuk jamak dari kata khuluk, berasal dari bahasa Arab yang berarti perangai, tingkah laku, atau tabiat. Sama seperti adab akhlak sudah hilang karena terkikis oleh zaman banyak dari pelajar yang tidak punya akhlak sama sekali padahal imlu adalah diatas akhlak. Rasulullah shollallahuَ ‘alaihiَwaَsallamaَ bersabda,َ “Bukan termasuk umatku yang tidak menghormati yang lebih tua dari kami dan tidak menyayangi yang lebih kecil dari kami serta tidak mengetahuiَhak orangَberilmu dariَ kami”. Adab seserorang sudah dilatih saat anak–anak nanti dewasa tinggal memperhalus. Zaman sekarang adab itu mulai hilang baik adab kedapa orang tua, orang lain dan guru itu semu pudar tertelan zaman. Banyak dari kalangan pelajar tidak mempunyai adab terutama pembeljaran online ini adab murid seperti hilang total, saat ditai guru atau dosen semua orang terdiam dan biasanya hanya satu yang menjawab, bahakan salam salam saja lama sekali untuk menjawab padahal menjawab salam itu wajib. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka, dan merupakan jenis penelitian kualitatif. pengetahuan Islam tentang konsep akhlak dalam menuntut ilmu menurut hadis serta pengaruh zaman terhadap akhlak para peserta didik.      

Ayi Najmul Hidayat; Ida Rukhaida; Raden Yulyul Yuliana Hastuti

Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Personil pada lembaga Kursus. Pengorganisasian personil  adalah salah satu dari  fungsi manajemen yang bertujuan untuk menentukan orang-orang yang memiliki kompetensi intelektual dan manajerial dalam mengemban organisasi kearah yang lebih baik dan sesuai dengan kemampuannya.  Dewasa ini LKP  banyak dikelola oleh yayasan pendidikan yang didalamnya banyak melibatkan keluarga dan kerabat sebagai bagian dari karyawan. Hal ini biasanya terjadi pada  lembaga pendidikan yang bersifat Non profit dimana lembaga pendidikan tersebut bertujuan sosial. Rancu Apabila dipandang dari kacamata organisasi hal itu bukan suatu kesalahan, namun akan menjadi suatu masalah apabila dalam pelaksanaan pekerjaan tidak merinci tugas, fungsi dan tanggung jawabnya sehingga terlihat tidak profesional. Tugas dan fungsi yang tidak jelas dan sesuai akan menghambat pencapaian organisasi secara keseluruhan. Namun tentu saja tidak semua lembaga pendidikan yang berbasis keluarga memiliki kondisi di atas ada juga yang menerapkan  manajemen secara profesional. Harapannya dengan Pengorganisasian personil  program pendidikan yang berkualitas diselenggarakan secara terencana, terarah dan terpadu dalam suatu sistem pengorganisasian yang efektif dan lugas. Setiap bagian dalam organisasi memunculkan tugas dan fungsinya dengan jelas.  Sehingga setiap jabatan memiliki tanggung jawab masing – masing. Dengan memiliki tugas dan tanggung jawab tertentu maka organisasi dengan mudah memperbaiki atau menambah fungsinya dalam rangka evaluasi dan perbaikan guna meningkatkan kualitasnya. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa pelaksanaan pengorganisasian di pada lembaga Kursus Pelatihan (LKP ) Bahasa Inggris Dan Komputer  English Lovers Club ( ELC ) telah terlaksana dengan baik hal ini dilihat dari  adanya Koordinasi, Struktur Organisasi dan Pembagian Tugas dalam pengorganisasian lembaga.