Publication Search

74,541 articles from 728 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1041-1059 of 1,059

Analytics

Sutanta, Edhy

Dinamik 2012 Universitas Stikubank

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi rancangan struktur database dalam SIAPT terhadap hasil-hasil penelitian sebelumnya dan sampel rancangan strukutr database yangg sedang digunakan pada saat ini. Evaluasi didasarkan pada parameter yang diturunkan dari definisi database yang diberikan oleh James Martin pada tahun 1975. Penelitian ini berhasil mengidentifikasi dua permasalahan utama pada rancangan struktur database dalam SIAPT. Pertama, sebagian besar perancang umumnya tidak memperhatikan aspek fleksibitas struktur database. Perubahan-perubahan kebutuhan informasi (dan data) di masa mendatang cenderung tidak diantisipasi dengan baik. Kedua, adanya perbedaan pandangan tentang konsep sistem dan subsistem oleh para perancang, sehinga rancangan struktur database umumnya terbatas untuk level subsistem dan tidak dapat memenuhi kebutuhan baru yang berakibat pada munculnya kerangkapan data (data redundancy) dalam database. Dua hal tersebut telah menjadi penyebab utama terjadinya fenomena “tambal sulam” aplikasi SIM dan struktur database dalam SIAPT.

Hadiono, Khristoporus; Murti, Hari

Dinamik 2012 Universitas Stikubank

Pada MySQL jika ingin melakukan seting ataupun memanipulasi data, hampir sebagian besar dilakukan lewat konsole atau lewat teks, baik itu untuk MySQL yang berjalan di platform Linux maupun Microsoft Windows. Bagi pengguna awal database server MySQL, hal ini dapat menjadi sesuatu yang merepotkan dan menyusahkan. Sekarang hal tersebut sudah dapat dilakukan dengan mudah karena dari pihak pengembang MySQL sendiri telah menyediakan software ataupun program tambahan sebagai antarmuka antara pengguna dengan database server MySQL yang disebut dengan MySQL Query Browser.

Rejeki, Rara Sri Artati; Utomo, Agus Prasetyo

Dinamik 2012 Universitas Stikubank

Persaingan bisnis distro di kota semarang semakin ketat. Smith adalah salah satu distro yang baru berdiri sejak tahun 2010 di Semarang. Mekanisme sistem penjualan pada distro smith sekarang masih menggunakan sistem konvensional, dimana konsumen harus datang langsung ke distro. Dengan adanya Aplikasi E-commerce pada Distro Smith Semarang diharapkan dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk melakukan pembelian produk tanpa harus datang ke tempatnya, serta memperluas pemasaran dan meningkatkan costumer loyality. Distro ini dikembangkan dengan SDLC (System Development Life Cycle) dan software yang digunakan untuk merancang dan mendesain Aplikasi E-commerce yaitu bahasa pemrograman PHP, text editor Macromedia Dreamweaver 8, Database MySQL dan Adobe Photoshop CS4. Aplikasi ini juga dapat menghasilkan informasi produk yang dijual, serta menyajikan laporan-laporan yang ditujukan kepada pimpinan (manajer) diantaranya: laporan produk, laporan member, laporan order, dan laporan penjualan.

Winarno, Edy

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

In order to send data or information  processed by using cryptography people can use XML(eXtensible Markup Language). XML data are general texts file which consist of several different tagswhich are defined by the XML document maker. In this research, the XML data were processed by usingPassword Based Encryption cryptography. This method consists of encryption and decryption meant toalter plaintext into chipertext which in turn creates chipertext from plaintext by using password key.²The implementation of the program in this research is a prototype of Hospital’s web facilitated withencyption menus and decryption data which are meant to protect the saved data which are in turn accessedand processed by authorized people. The implementation of the program is built as a web application withJava Server Page (JSP) in NetBeans 6.0 with Password Based Encryption cryptography provided by JavaCryptography Extension (JCE).

Sasongko, Jati

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

Aplikasi membangun corpus dengan berbagai format data dibangun dari beberapa proses atau modulsehingga membentuk aplikasi yang befungsi untuk membangun sebuah corpus. Proses-proses yang terdapatpada aplikasi membangun corpus terdiri dari : pengumpulan data file teks dan image (crawling), posespencarian file teks dan image dalam folder atau direktori (searching), proses input data file teks dan image kedatabase (corpus), proses pengindeksan (indexing).Aplikasi mampu menampilkan hasil pencarian dokumen dan mengurutkannya berdasarkan urutan daripenemuan dari file data yang dicari, dalam arti dokumen data yang ditemukan pertama kali akan ditempatkandiurutan pertama sedangkan dokumen data yang ditemukan terakhir akan ditempatkan pada urutan palingbawah. Aplikasi juga mampu melakukan konversi dari dokumen teks dengan berbagai format data ke dalambentuk dokumen teks txt, juga dalam melakukan konversi pada semua format file image ke dalam bentukformat bmp. Konversi dilakukan untuk menyamakan format untuk dapat mempermudah dalam penyimpanandalam database.

Sulastri, Sulastri

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan anti Kekurangan Yodium  (GAKY) atau dengan nama Inggris  Iodine Deficiency Disorder  (IDD)  Indonesia merupakan Lembaga yang dikelola oleh para ahli di bidang kedokteran  yang  sebagian besar merupakan pengajar di  fakultas kedokteran UNDIP  ( Universitas Diponegoro ) Semarang. GAKY merupakan cabang dari lembaga independent IDD­NET, sebuah lembaga yang mengawasi kekurangan yodium masyarakat dunia. IDD­NET bekerja dibawah pendanaan penuh dari WHO ( World Healt Organization ). Selain melakukan pengawasan untuk wilayah indonesia, GAKY juga melakukan  penelitian­penelitian  dan  pengabdian  masyarakat  yang  berhubungan  dengan  kekurangan yodium. Untuk mempublikasikan hasil penelitian mereka, GAKY menerbitkan  jurnal  ilmiah yang  terbit 3 kali  setahun.  Publikasi  juga  dilakukan  melalui  internet  melalui  situs  resminya  www.idd­indonesia.net. Tetapi  jurnal  yang  terpublikasi  belum  terangkum  dalam  struktur  database  yang  rapi.  Sehingga  perlu  di rancang dan dibangun database  jurnal berbasis web dengan manajemen data menggunakan  file  teks yang sesuai dengan kebutuhan di Jurnal GAKY. Bertitik tolak dari latarbelakang diatas maka dapat dirumuskan masalah dari penelitian ini yaitu bagaimana merancang dan membangun sistem database jurnal berbasis web dengan manajemen data menggunakan file teks  yang  sesuai  untuk  kebutuhan  di  situs www.idd­indonesia.net. Metode  Pengembangan  sistem  dalam penelitian  ini menggunakan  pendekatan Waterfall. Penggunaan CMS Cutenews  cukup membantu  dalam pengelolaan  data  file  teks,  Cutenews  dapat  digunakan  apabila  pada  server  tidak  disediakan  layanan database  seperti  halnya Mysql.  Penggunaan  file  teks  sebagai media  penyimpan memang  sangat mudah dalam instalasi, tetapi proses pembuatan program sangatlah sulit. Penambahan atribut dan tabel tidak dapat dilakukan instan seperti RDBMS.

Sulastri, Sulastri

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

Keberadaan Jurnal Ilmiah merupakan salah satu wujud eksistensi suatu lembaga yangberbasiskan penelitian dan pengabdian masyarakat, seperti halnya di fakultas kedokteran UniversitasDiponegoro semarang. Jurnal Ilmiah sangat penting untuk mempublikasikan hasil riset dan pengabdianterbaru yang dilakukan oleh FK-UNDIP. Jurnal terakreditasi yang terbit 4 kali setahun memuat tentangriset-riset dibidang kedokteran terbaru. Publikasi jurnal juga dilakukan melalui internet melalui situsresminya www.mediamedika.net. Tetapi jurnal yang terpublikasi belum terangkum dalam struktur databaseyang rapi, sehingga menjadi sangat sulit pengelolaannya. Sehingga dibutuhkan sistem database jurnalberbasis web yang sesuai kebutuhan di Jurnal MMI Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro di situswww.mediamedika.net. Metode Pengembangan sistem dalam penelitian ini menggunakan pendekatanWaterfall. Kesimpulan yang di dapat yaitu pembuatan situs sangat terbantu dengan penggunaan CMS PHP-Nuke, Sehingga mempercepat waktu penulisan program. Penggunaan database mysql untuk penyimpanandata jurnal menjadikan modul jurnal terintegrasi dengan baik pada PHP-Nuke. Proses memasukan datasebaiknya dilakukan off-line untuk menghemat biaya koneksi internet, setelah itu lakukan upload denganftp dan update database menggunakan phpmyadmin yang disediakan.

Wibisono, Setyawan

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

Penggunaan akses internet dengan metoda dial up pada suatu perusahaan internet sering dibatasi oleh anggaran dana yang  sudah ditetapkan. Dengan demikian diperlukan  suatu kontrol dalam membatasi pemakaian  pulsa  internet  agar  tidak  melebihi  anggaran  yang  sudah  ditetapkan. Maka  diperlukan  suatu program  aplikasi  untuk mengontrol  akses  internet  secara  dial  up.  Pengembangan  aplikasi menggunakan software development Visual Basic 6.0 dengan database Microsoft Access dan memanfaatkan script Win32 Internet API  (WinInet API)  pada  file wininet.dll  yang  sudah  tersedia  pada Operating  System Windows 98/2000/XP. Script Win32 Internet API merupakan salah satu bagian dari funsi – fungsi internal windows yang disebut dengan API (Application Programmer Interface). API berfungsi sebagai interface / jembatan antara windows dengan programmer. Fungsi ­ fungsi API dapat diakses oleh programmer melalui file ­ file library API untuk diaplikasikan pada suatu program. Fungsi aplikasi adalah untuk mengontrol penggunaan internet  berdasarkan  pada  pemakaian  pulsa  /  waktu.  Secara  umum  aplikasi  juga  dapat  digunakan  oleh pengguna internet dengan sistem sambungan dial up.

Listiyono, Hersatoto

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

Setiap area fungsional dalam suatu perusahaan memiliki bentuk sumbang peran yang berbedadalam rangka mendukung pencapaian tujuan organisasi. Fungsi perencanaan pada area fungsional jasainformasi adalah membuat perencanaan yang disebut Perencanaan Strategis Sumber Daya Informasi.Perencanaan yang dibuat oleh area fungsional jasa informasi tersebut dalam rangka mendukung perusahaandalam mencapai tujuan strategis perusahaan. Garis besar dari perencanaan strategis sumber daya informasiadalah penetapan tujuan dan memenuhi kebutuhan sumber daya informasi yang berupa software, hardware,brainware, database, informasi, fasilitas, pemakai akhir.

Diartono, Dwi Agus

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Dalam pengoperasian sehari – hari sebuah warnet memerlukan suatu sistem billing yang berfungsi untuk menentukan besarnya pulsa pelanggan yang telah terpakai, perhitungannya didasarkanpada durasi waktu akses internet yang dilakukan oleh pelanggan. Pada warnet dengan sistem pembayaran biasa, pembayaran dilakukan ketika seseorang telah selesai mengakses internet. Pelanggan menuju operator dan membayar sesuai dengan lama waktu akses internet. Besarnya pembayaran yang dilakukan olehpengguna tercatat dalam database server yang terkoneksikan pada seluruh komputer klien yang digunakan untuk mengakses internet. Secara otomatis server akan melakukan perhitungan pulsa dan akan menghentikan akses internet bila pulsa telah habis. Jadi, operator tidak perlu menunggu sampai pelanggan selesai, baru kemudian memberikan tagihan.

Sasongko, Jati

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Mahasiswa sebuah perguruan tinggi diberikan identitas sendiri untuk membedakan dengan mahasiswa perguruan tinggi yang lain. Untuk membedakan mahasiswa dari sebuah perguruan tinggiberdasarkan dari kartu mahasiswanya. Banyaknya mahasiswa yang aktif akan mempengaruhi jumlah kartu identitas yang dibagikan kepada mahasiswa. Mahasiswa akan menggunakan kartu mahasiswa tersebut selama masa studi belum selesai. Apabila kartu mahasiswa dalam masa studi tersebut mengalami kerusakan atau kehilangan maka mahasiswa tersebut wajib mengurus untuk mendapatkan kembali kartu mahasiswanya. Hanya aja apabila terjadi kerusakan atau kehilangan yang jumlahnya sangat sedikit dan waktu yang tidak bersamaan akan mengakibatkan proses pembuatan kartu mahasiswa tidak lagi efektif dan efisien. Dengan kondisi tersebut sangat tepat apabila sebuah perguruan tinggi mempunyai system pencetak kartu sendiri. Adanya system tersebut proses pembuatan kartu yang sangat random dalam masalah jumlah dan waktu dapat teratasi. Model yang ideal untuk membuat aplikasi pencetak kartu mahasiswa menggunakan aplikasi berbasis pada database sistem. Dengan model tersebut apabila sering terjadi proses pengurusan kartu dapat dengan mudah dan cepat dilakukan. Perumusan masalah yang didapatkan bagaimana merancang program untuk mencetak kartu mahasiswa dengan menggunakan barcode sebagai identifikasi kartu mahasiswa? karena masing-masing mahasiswa akan mendapatkan satu kartu mahasiswa.Program aplikasi yang di bangun ini menggunakan bahasa pemrograman Delphi dan SQL Server sebagai sistem basis datanya. Program aplikasi ini dapat digunakan menambah, mengedit, menghapus dan mencari data mahasiswa. Kartu mahasiswa di cetak menggunakan Quick Report. Tujuan yang dapat dicapai adalah menghasilkan suatu program aplikasi yang dapat untuk mencetak kartu mahasiswa dengan ada gambar foto mahasiswa dan barcode sebagai identifikasi kartu.

Saefurrohman, -

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Sistem Informasi Geografi tidak hanya menangani peta atau gambar, tetapi yang terpenting adalah kemampuan menangani database dalam volume besar. Konsep database merupakan pusat dari SIG dan merupakan perbedaan utama antara SIG dan sistem drafting sederhana atau sistem pemetaan komputer yang hanya dapat memproduksi keluaran berupa grafik yang baik. Pengembangan Database Sistem Informasi yang terbentuk memiliki stuktur topologi data spasial , dan bisa digunakan sebagai data dasar untuk membuat bermacam aplikasi yang berbasis Sistem Informasi Geografi. Database internal terbentuk secara otomatis dari hasil rancangan data spasial, database ekternal bisa direlasikan dengan database internal untuk menghasilkan database Sistem Informasi Geografi yang baru hasil penggabungan.

Muslim, Much Aziz

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Masyarakat membutuhkan informasi mengenai bank yang dirasa masih kurang di semarang, baik berupa lokasi kantor maupun jenis produk pelayanan yang ditawarkan secara cepat dan akurat. SistemInformasi Geografis (SIG) mampu mengatasi permasalahan ini dengan cara pengguna memasukkan nama bank melalui input pencarian, kemudian sistem akan memberikan informasi yang diinginkan oleh pengguna. Sedangkan SIG berbasis web mampu memberikan informasi secara lengkap kepada nasabah dandapat diakses secara online oleh masyarakat melalui media internet. Penelitian ini merancang suatu aplikasi berbasis SIG yang dapat dijalankan dan diaplikasikan pada suatu web browser yang mampu memberikan informasi mengenai lokasi, jenis-jenis layanan produk jasa yang ditawarkan pada BCA wilayah Semarang.Penelitian ini dimulai dengan memperoleh data-data yaitu data primer dan data sekunder yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan SIG kemudian melakukan rancang bangun SIG danmengimplementasikannya pada suatu web secara keseluruhannya. Perencanaan kebutuhan SIG terdiri dari metode pengumpulan data, data spasial dan data non spasial/atribut. Data spasial berupa lokasi BCA yang ditunjukkan dengan peta kota Semarang dan layer-layer peta yang terdiri dari layer wilayah, layer jalan, layer lokasi dan sebagainya. Sedangkan data non spasial terdiri dari data lokasi dan produk jasa pada kantor BCA wilayah Semarang. Perancangan SIG berbasis web terdiri dari perancangan proses dan perancanganhalaman web. Perancangan proses yang memberikan gambaran mengenai bagaimana informasi dihasilkan, yang terdiri dari proses pembuatan peta, editing peta dan pembuatan database. Sedangkan perancangan halaman web memberikan gambaran mengenai bagaimana informasi akan ditampilkan. Implementasi aplikasi SIG ini memerlukan hardware, software dan brainware.

Wibisono, Setyawan

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Enterprise Resource Planning (ERP) adalah sistem informasi terintegrasi yang dapat mengakomodasikan kebutuhan – kebutuhan sistem informasi secara spesifik untuk departemen –departemen yang berbeda pada suatu perusahaan. ERP Terdiri dari bermacam – macam modul yang disediakan untuk berbagai kebutuhan dalam suatu perusahaan, dari modul untuk keuangan sampai modul untuk proses distribusi. Penggunaan ERP menjadikan semua sistem di dalam suatu perusahaan menjadi satu sistem yang terintegrasi dengan satu database, sehingga beberapa departemen menjadi lebih mudah dalam berbagi data, dan lebih mudah pula dalam melakukan komunikasi. Perangkat lunak ERP yang beredar di pasaran, tidak hanya dalam versi komersial saja, tetapi juga sudah tersedia dalam versi open source. Penerapan ERP dalam suatu perusahaan tidak harus dalam satu sistem yang utuh, tetapi dapatditerapkan dengan hanya menggunakan satu modul saja dulu sebagai pilot project. Jika penerapan satu modul dinilai berhasil, maka dapat menerapkan modul lain dengan referensi modul yang sudah berhasil. Proses bisnis yang berbeda antara satu perusahaan satu dengan perusahaan lain, memungkinan dilakukan kustomisasi ERP dalam penerapannya.

Munawaroh, Siti

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Dengan perkembangan dunia IT (Information Technology) yang begitu pesat saat ini,memberikan alternatif software yang begitu banyak, terutama software database. Dengan begitu banyaknya software database, baik dari yang komersil maupun yang gratis (bebas lisensi). Dalam hal ini PostgreSQL tampil sebagai salah satu database server yang bebas lisensi, dengan berbagai macam kemampuan yang tidak kalah tangguhnya dibandingkan dengan database server yang komersil.

Muslim, Much Aziz

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Sistim informasi spatial (GIS) sekarang sudah mulai digunakan pada berbagai bidang dengan tujuan untuk  memecahkan masalah yang ada. Tujuan utama dari sistem ini adalah untuk memanagemen data supaya lebih  efektif dalam mendukung pengambilan keputusan secara optimum. Dalam hal ini, Address-Based Information System (AIS) adalah suatu hal penting bagi pemerintahan / negara untuk menyediakan beberapa layanan yang berharga kepada masyarakat. Sebab system ini dapat menghubungkan antara layer data geospatial yang merupakan  dasar suatu wilayah dengan data geospatial yang dapat secara langsung menunjukkan suatu lokasi objek tertentu. Sehingga, AIS dapat menghemat waktu maupun biaya pada institusi dan pemerintah untuk menentukan dan mencari suatu data alamat yang ada. Hubungan antara peta digital dan database alamat yang saling berhubungan merupakan komponen yang utama dari AIS. Pekerjaan awal yang harus dipersiapkan adalah penomoran alamat dan identifikasi dari sebuah alamat. Penggunaan layer peta seperti bangunan, jalan, dan wilayah daratan serta data-data yang menghubungkan antara layer itu dengan alamat harus ditunjukkan didalam AIS. Address Base Information System sangat penting untuk pencarian keruangan (query) dan analisys keruangan (analysis spatial). Sebab sistem ini adalah berbasis Peta (map-based), dan dapat digunakan secara efektif di segala bidang, seperti menganalisa keadaan darurat, pencarian lokasi tertentu, penentuan pajak hak milik, penentuan jarak terpendek dan lain sebagainya. Dalam penulisan ini, disajikan tentang bagaimana mendisain dan mengimplementasi suatu Address Base Information System (AIS). 

Muslim, Much Aziz

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Sistem informasi geografis adalah aplikasi desain komputer secara digital yang digunakan untuk mengambil, menyimpan, memanipulasi, menganalisa dan menampilkan informasi geografi. Analisa Spatial Penentuan Rute Efektif dengan ArcView Network Analyst digunakan untuk mendapatkan jalur yang efektif dari informasi yang berbentuk data-data spatial maupun non spatial yang berkaitan dengan jaringan jalan / transportasi. Tujuan dari analisa ini adalah mengolah data dari masukan, mendesain database spatial dan non spatial yang diperlukan untuk analisa penentuan rute terdekat, tercepat dan termurah. User interface memungkinkan pengguna untuk mengkombinasikan data-data dari area studi dan memodelkannya sehingga menghasilkan proses dalam membantu pengambilan keputusan. Hasil dari analisa menyediakan rekomendasi tentang jalur jaringan jalan / transportasi. Penentuan rute efektif dapat ditunjukkan dengan serangkaian tampilan yang dikoordinasikan dalam satu project network_analyst.Sistem ini mampu menentukan rute efektif dari tujuan yang diinginkan.

Eniyati, Sri

Dinamik 2003 Universitas Stikubank

Teknik Rekayasa Perangkat Lunak tidak saja berlaku bagi system yang bersifat besar dan organisasional, tetapi teknik ini juga dipakai secara pribadi. Salah satu database pribadi yang dapat dibuat untuk itu adalah database perpustakaan. Rekayasa Software untuk SIPP (Sistem Informasi Perpustakaan Pribadi) terdiri dari langkah-langkah : planning, design, coding, testing, maintenance. Dalam tahap analisis yang perlu dilakukan adalah : identification of need,  feasibility study, analisis secara teknis dan architecture design. Pada desain software langkah-langkah yang dilakukan adalah : membuat scope, reference documents, design description dan membuat rancangan input dan output.

Ningsih, Dewi Handayani Untari

Dinamik 2003 Universitas Stikubank

When creating databases for GIS-applications often existing maps are scanned and vectorised for used. However, vectorisation becomes obsolete when GIS-objects can be referred to both in theme and geometry in a raster environment. This article shows to use model spatial data raster and vector for GIS - applications in both the graphical and image structure. Geographical data must first be converted into a computer- readable format before it can be used in a GIS. Spatial data are "elements that can be stored in map form." These elements correspond to a uniquely defined location on the Earth's surface. Spatial data have also been describe as “any data concerning phenomenon a really distributed” in two or more dimensions. (Peuquet and Marble, I990.) Data model is the rules to convert real geographical variation into discrete objects. There are two main GIS data models - vector and raster. Each of the two data models has specific types of data, analysis and displays that can handle better than the other system. The vector model represents geographical reality as a series of discrete objects or features, classified as points, line's or areas (polygons). The geographical co-ordinates describing the locations of these features are stored in the computer database which lies at the heart of the GIS. In the raster model a regular grid of cells, or pixels, is used to encode the features found on the earth's surface. Each pixel has a number associated with it representing; the value of a geographical phenomenon, such as terrain elevation, soil type or biomass. Layers of raster grids covering the same region can be built up to represent further variables.